University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan, Suasana Toko Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Mini Market (Mm) Acing Jaya Kampung Opas Kota Pangkalpinang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas pelayanan, dan suasana toko terhadap kepuasan pelanggan di Mini Market (MM) Acing Jaya Kampung Opas Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian
ini adalah 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji kualitas data (validitas dan reliabilitas), uji asumsi
klasik (normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas), regresi linear berganda, serta uji hipotesis (uji t, uji F dan Uji R2). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa harga dan kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dan suasana toko berpengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan pada mini market (MM) Acing
Jaya Kampung Opas Kota Pangkalpinang. Secara simultan, variabel harga, kualitas pelayanan, suasana toko berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada mini market (MM) Acing Jaya Kampung Opas Kota Pangkalpinang, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 59,6%, sedangkan
40,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian in
Implementasi prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa (studi pada pemerintahan Desa Bedengung tahun 2023)
Good governance (tata kelola yang baik) dipahami sebagai suatu sistem pengelolalaan pembangunan yang saling mendukung, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsipprinsip demokrasi serta pasar yang efisien. Prinsip-prinsip good governance adalah fondasi penting untuk mengelola pemerintahan yang terbuka, bertanggung jawab, dan melibatkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi prinsip good governance (transparansi, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, keadilan, serta efektivitas dan efisiensi) dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh pemerintah dalam implementasi prinsip good governance dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa di Desa Bedengung Tahun 2023. Good Governance dapat diartikan sebagai pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk jenis dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori good governance dari Arifin Tahir (2014). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi prinsip good governance dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Bedengung belum sepenuhnya efektif, dapat dilihat dari lima prinsip good governance ada empat prinsip yang belum berjalan dengan baik yaitu prinsip transparansi, keadilan, akuntabilitas serta efektivitas dan efisiensi dan hanya ada satu prinsip yang sudah diterapkan oleh pemerintahan Desa Bedengung yaitu prinsip partisipasi masyarakat. Sehingga terdapat dua faktor dalam kendala penerapan prinsipprinsip good governance pada pengelolaan APBDes di Desa Bedengung yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu lemahnya pengawasan internal dalam pemerintah desa, kurangnya transparansi, dan kurangnya disiplin aparatur di waktu jam kerja, sedangkan faktor eksternal yaitu minimnya anggaran yang diterima dan kurangnya pengawasan dari pemerintah
Implementasi panel surya sebagai sumber listrik penyiraman secara tetes pada tanaman gantung berbasis mikrokontroler arduino uno (studi kasus perkebunan Desa Balunijuk)
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem penyiraman otomatis berbasis panel surya untuk tanaman cabai rawit dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno. Sistem penyiraman otomatis ini dirancang untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani yang masih menggunakan metode penyiraman konvensional, yang memerlukan banyak waktu dan rentan terhadap penyakit seperti layu fusarium akibat genangan air. Selain itu, sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, terutama di daerah yang kekurangan air, serta menjaga kelembapan tanah yang optimal. Penelitian ini membandingkan tanaman cabai yang disiram dengan sistem penyiraman otomatis dan penyiraman konvensional, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 15 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang menggunakan sistem penyiraman otomatis memiliki hasil yang lebih baik dalam hal pertumbuhan dibandingkan dengan tanaman yang disiram secara manual. Rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan otomatis adalah 43,56 cm, sedangkan pada perlakuan manual adalah 42,01 cm. Lebar daun tanaman otomatis rata-rata 1,941 cm, lebih besar dibandingkan dengan 1,843 cm pada perlakuan manual. Jumlah bunga pada tanaman dengan penyiraman otomatis rata-rata 30,098, sementara pada perlakuan manual hanya 17,71 bunga. Berat buah tanaman dengan perlakuan otomatis juga lebih berat, yaitu 165,4 gram, dibandingkan dengan 124,07 gram pada tanaman dengan penyiraman manual. Penggunaan air pada sistem otomatis juga lebih efisien, dengan total kebutuhan air per tanaman sebesar 437,4 ml, sedangkan penyiraman manual membutuhkan 440 ml. Sistem penyiraman otomatis membutuhkan energi sebesar 0,02906 kWh per hari. Uji hipotesis menggunakan SPSS menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat kesuburan tanaman antara kedua metode penyiraman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penyiraman otomatis berbasis panel surya dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung pertumbuhan tanaman dengan lebih baik dibandingkan penyiraman konvensional
Nanoenkapsulasi Ekstrak Daun Paku Resam (Dicranopteris linearis Burm.) sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis Penyebab Jerawat
Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh hipersensitivitas kelenjar sebasea terhadap hormon androgen serta kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Munculnya resistansi bakteri akibat penggunaan antibiotik jangka panjang mendorong eksplorasi paku resam (Dicranopteris linearis Burm.), tumbuhan obat tradisional Bangka Belitung yang diformulasikan dalam bentuk nanoenkapsulasi untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas senyawa bioaktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak daun paku resam terhadap kedua bakteri penyebab jerawat tersebut, serta menganalisis pengaruh polaritas pelarut dan efektivitas nanoenkapsulasi. Metode ekstraksi bertingkat dilakukan dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol menggunakan teknik Microwave Assisted Extraction, dilanjutkan nanoenkapsulasi menggunakan polimer alginat-kitosan dengan metode gelasi ionik serta aktivitas antibakteri diuji melalui metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil menunjukkan bahwa polaritas pelarut memengaruhi kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak. Ekstrak etanol mengandung flavonoid, alkaloid, steroid, saponin, dan tanin dengan aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 80% dibandingkan ekstrak etil asetat dan n-heksana. Zona hambat yang dihasilkan sebesar 13,92 ± 0,04 mm (efektivitas 53,27%) terhadap Cutibacterium acnes dan 20,93 ± 0,06 mm (efektivitas 82,07%) terhadap Staphylococcus epidermidis. Sementara itu, nanoenkapsulasi meningkatkan efektivitas antibakteri hingga 69,25% pada Cutibacterium acnes (zona hambat 20,50 ± 0,00 mm) dan 85,69% pada Staphylococcus epidermidis (zona hambat 24,1 ± 0,19 mm). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun paku resam berpotensi sebagai agen anti-jerawat alami yang efektif, terutama dalam sediaan nanoenkapsulasi
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas pada PT Gudang Garam Tbk Periode 2018-2023
Perusahaan manufaktur memainkan peranan penting dalam perkembangan ekonomi terutama dalam bagian konsumsi barang. Salah satu contoh perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi barang adalah rokok. Rokok merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara dengan cukai yang meningkat setiap tahunnya dan telah mencapai triliunan rupiah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi profitabilitas dan mengetahui strategi apa saja yang dapat dipilih untuk meningkatkan profitabilitas PT Gudang Garam Tbk periode 2018-2023. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk periode 2018-2023. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendapatan, biaya operasional, beban pajak, persediaan (inventory turnover), dan pertumbuhan aset, sedangkan variabel terikat adalah profitabilitas (ROA). Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian pendapatan, biaya operasional, persediaan dan pertumbuhan aset tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, dan beban pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA pada PT Gudang Garam Tbk periode 2018-2023. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya menambah pengetahuan mengenai faktor yang mempengaruhi profitabilitas yang dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya, serta dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas dan mengambil kebijakan yang tepat agar dapat mencapai tujuan perusahaan
Kategorisasi wanprestasi oleh penyewa dalam perjanjian sewa menyewa mobil di Pangkalpinang
Sewa-menyewa mobil merupakan salah satu jasa yang banyak digunakan masyarakat. Namun, dalam penyelenggaraannya usaha ini memiliki banyak masalah hukum yang dapat diakibatkan oleh wanprestasi penyewanya, wanprestasi tersebut tentu sangat merugikan pihak rental mobil. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kategorisasi wanprestasi dalam sewa-menyewa mobil guna mengetahui bagaimana pihak yang dirugikan dapat memperoleh ganti kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategorisasi wanprestasi dalam perjanjian sewa-menyewa mobil di Pangkalpinang dan penyelesaian sengketa atas wanprestasi pada usaha rental mobil di Pangkalpinang. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah yuridis empiris dengan metode pendekatan sosiologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori wanprestasi oleh penyewa dalam perjanjian sewa-menyewa mobil di Pangkalpinang meliputi, penyewa sama sekali tidak melaksanakan prestasinya, penyewa tidak melaksanakan prestasi sebagaimana mestinya, penyewa melaksanakan prestasi tetapi terlambat, dan penyewa melakukan perbuatan yang dilarang dalam perjanjian. Atas wanprestasi tersebut, pihak rental mobil dapat menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga kepada pihak penyewa. Penyelesaian sengketa terhadap wanprestasi penyewa pada usaha rental mobil di Pangkalpinang dilakukan secara musyawarah kekeluargaan dengan cara menghubungi dan mendatangi kediaman penyewa dan keluarganya, mendatangi kantor tempat penyewa bekerja, menahan KTP dan kendaraan penyewa, serta meminta bantuan pihak ketika sebagai penengah
Identifikasi Organisme Epifit pada Lamun di Pulau Ketawai, Bangka Tengah
Pulau Ketawai terletak di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Pulau ini memiliki luas 32 hektare. Pulau Ketawai memiliki hamparan terumbu karang yang cukup luas dan terdapat berbagai jenis lamun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis epifit yang di temukan pada daun lamun dan mengetahui kelimpahan epifit pada lamun yang ada di peraian Pulau Ketawai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2024 di Perairan Pulau Ketawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelimpahan epifit yang diperoleh yaitu berkisar antara 29.250- 550 sel/cm2. Total individu epifit yang ditemukan sebanyak 291 individu dan kelas Bacillariophyceae paling banyak ditemukan yaitu 10 genus. Kelimpahan tertinggi diperoleh pada jenis lamun Enhalus acoroides yaitu sebanyak 29.250 sel/cm2 dan kelimpahan terendah pada jenis lamun Halopila ovalis yaitu 550 sel/cm2
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica) pada Pakan Komersil terhadap Pertumbuhan Ikan Mas Koki (Carassius auratus)
Ikan Mas Koki (Carassius auratus) merupakan salah satu komoditas ekspor ikan hias air tawar yang banyak diminati serta bernilai ekonomis tinggi, karena memiliki keindahan bentuk dan warna tubuh yang memesona, namun masih terdapat kendala dalam usahanya terutama pada aspek produksi benih. Kualitas benih yang kurang baik akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan Mas Koki yang bisa mencapai 4-6 bulan untuk mencapai ukuran siap jual. Alternatif yang bisa digunakan yaitu dengan perbaikan nutrisi melalui pakan yang berkualitas, cukup dan seimbang untuk meningkatkan pertumbuhan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Mas Koki yang diberi penambahan ekstrak kunyit kedalam pakan serta menentukan dosis terbaik. Penelitian dilakukan selama 50 hari pada bulan Juli - Oktober 2024. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dosis penambahan ekstrak kunyit kedalam pakan yaitu tanpa perlakuan (kontrol), 1 g/kg pakan, 2 g/kg pakan, 3 g/kg pakan, dan 4 g/kg pakan. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kunyit pada pakan komersil tidak memberikan pengaruh terhadap performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Mas Koki
Pengaruh massa pati kulit singkong (manihot esculenta) terhadap karakteristik fungsional bioplastik pati/kitosan/polietilen glikol (peg)
Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan serius yang dialami oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Sifatnya yang sulit terurai dan memerlukan waktu yang sangat lama bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk mengalihkan penggunaan plastik konvensional tersebut menjadi plastik yang lebih ramah lingkungan atau disebut juga dengan bioplastik. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik berbahan dasar pati kulit singkong (Manihot esculenta) dengan penambahan kitosan dan plasticizer polietilen glikol. Bioplastik yang dihasilkan dikarakterisasi dengan analisis FTIR, sifat mekanik, uji daya serap air, dan uji fotodegradasi. Proses diawali dengan ekstraksi pati kulit singkong yang memperoleh rendemen sebesar 7,32%. Hasil analisis FTIR yang ditunjukkan mengalami penurunan intensitas pada gugus -OH dan -CO. Selain itu, peningkatan massa pati juga berpengaruh pada nilai kuat tarik dan daya serap air. Selama 25 hari pengujian fotodegradasi dengan sinar UV-C, menunjukkan Sebagian besar gugus fungsi mengalami penurunan intensitas dan pelebaran pada puncak serapan akibat paparan sinar UV-C
Keberhasilan pemijahan ikan cupang alam endemik Betta burdigala dengan rasio kelamin yang berbeda
Pulau Bangka memiliki spesies ikan endemik terancam punah yaitu Betta burdigala. Ikan ini memiliki nilai jual tinggi dan menjadi kekhasan suatu daerah. Namun, adanya penurunan populasi akibat degradasi habitat, menjadikan ikan ini perlu di domestikasikan. Sejauh ini informasi terkait preferensi pemijahan induk alam B. burdigala belum diketahui. Diperlukan penelitian untuk menguji keberhasilan pemijahan B. burdigala dengan rasio kelamin yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2024 di Hatchery Akuakultur, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, dengan induk diperoleh dari Desa Bikang, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif dengan menguji coba setiap rasio sebanyak 3 kali ulangan, yaitu rasio 1 jantan: 1 betina, 1 jantan: 2 betina, 2 jantan: 2 betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. burdigala berhasil memijah pada rasio 1:1 atau secara berpasangan dengan persentase larva sebesar 79.52%, larva yang dihasilkan memiliki keragaan yang baik, untuk rasio 1:2 berpeluang terjadinya pemijahan karena terbentuknya bubblenest namun sedikit dan tidak stabil, sedangkan rasio 2:2 tidak terjadi pemijahan. B. burdigala berhasil memijah dengan nilai suhu (28oC), DO (3-4 mg/L), pH (4.33-4.68), TDS (0,0015 ppm), kesadahan total (28.4 mg/L). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemijahan yaitu rasio kelamin, kualitas air dan media pemijahan. Adanya informasi terkait keberhasilan pemijahan B. burdigala dengan penggunaan rasio kelamin mempermudah dalam pengelolaan spesies endemik ini. Uji lanjut terkait pengaruh kesadahan, penggunaan shelter apung, media kolam dan bahan petrikor diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pemijahan