University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Analisis Produktivitas Budidaya Udang Vaname (L.Vannamei) di PT Merdeka Sarana Usaha Pangkal Pinang
Udang Vaname (L. vannamei) merupakan jenis krustasea yang paling banyak dibudidayakan dan di produksi diseluruh dunia. Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu provinsi yang memiliki potensi pada budidaya udang vaname. PT Merdeka Sarana Usaha merupakan perusahaan yang bergerak pada usaha budidaya udang vaname dan merupakan kawasan pertambakan udang tertua dan terbesar di provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Luasnya wilayah pertambakan untuk budidaya udang vaname mendorong peneliti untuk melakukan analisis produktivitas di PT. Merdeka Sarana Usaha. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus- November 2023. Pengambilan data kualitas air dilakukan secara langsung dikolam tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas budidaya Udang Vaname dan menganalisis kesesuaian kualitas perairan tambak udang di PT Merdeka sarana usaha. Metode penelitian ini menggunakan metode survey, dengan teknik pengambilan data sampel secara judgment sampling dengan melibatkan teknisi tambak. Hasil penelitian menunjukan hasil produksi total sebesar 9.218,98kg dengan produktivitas berkisar 0,99—1,43 kg/m2, SR berkisar 67,5%-8675%, FCR berkisar 1,9-2,9. Kesesuaian kualitas perairan tambak diperoleh sebagai berikut, Suhu 27˚C-28˚C, Kecerahan air diperoleh 27-35cm, pH 7,6-7,8, Oksigen terlarut 5,0-6,8 mg/L, Kadar Amonia (NH3) 0,5 mg/L
Identifikasi hama tanaman kopi di Kabupaten Bangka Tengah
Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas baru yang perlahan mulai dioptimalkan oleh masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terutama di Kabupaten Bangka Tengah. Dalam proses produksinya, tanaman kopi memiliki beberapa kendala diantaranya adanya serangan hama kopi yang berpotensi untuk menimbulkan kerusakan sehingga dapat menurunkan produksi kopi. Penelitian ini perlu dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi jenis hama yang terdapat pada perkebunan tanaman kopi di Bangka Tengah sebagai dasar informasi awal untuk menentukan langkah-langkah pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman jenis hama serta mengetahui jenis hama yang paling dominan menyerang tanaman kopi di Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2024, lokasi pengambilan sampel dan pengamatan gejala di lapangan dilakukan pada kebun-kebun petani di Desa Celuak, Desa Puput, Desa Lampur, Desa Munggu, Desa Melabun, Desa Jelutung serta Desa Lubuk Pabrik. Identifikasi hama yang telah ditemukan di lokasi penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan menggunakan teknik survei. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling serta wawancara dengan key informan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Bangka Tengah guna mendapatkan informasi mengenai lokasi penelitian yang memenuhi kriteria umur tanaman kopi ≥3 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu, ditentukan titik plot (unit sampel) menggunakan metode Simple random sampling, dalam satu kebun diambil sebanyak 36 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hama yang menyerang tanaman kopi di Kabupaten Bangka Tengah yaitu hama penggerek buah kopi, hama kutu putih, hama kutu hijau, ulat, belalang dan siput dengan rata-rata serangan kategori ringan hingga berat. Jenis hama yang paling dominan yaitu hama kutu putih yang menyerang semua kebun kopi yang dijadikan sampel penelitian dan memiliki persentase kerusakan mutlak paling tinggi yaitu sebesar 43,42% dengan persentase kerusakan tidak mutlak serangan sebesar 54,86%
Diversitas Iktiofauna Sebagai Bioindikator Kelayakan Galian Bekas Tambang Timah (Kolong) Untuk Akuakultur: Studi Kasus Air Jangkang 3 PT. TIMAH Tbk.
Iktiofauna dapat dijadikan salah satu indikator untuk memantau tingkat pencemaran atau kualitas air lingkungan karena kepekaannya terhadap pencemaran. Umur kolong mempengaruhi keanekaragaman iktiofauna pada lingkup perairan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling menggunakan alat tangkap bubu. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman iktiofauna cenderung variatif pada setiap kolong penelitian Air Jangkang 3, stasiun
kolong 1 paling tua berumur lebih dari 24 tahun menyatakan nilai keanekaragaman tertinggi daripada kedua kolong penelitian lainnya dengan nilai H’ 1.681 dimana ini termasuk kedalam kategori keanekaragaman sedang, sedangkan kolong 2 merupakan kolong muda dengan umur 10 tahun memiliki nilai indeks keanekaragaman terendah dan ini masuk kedalam penyebaran keanekaragaman rendah dengan nilai H’ 0.646. Jumlah individu dan jumlah famili iktiofauna yang ditemukan pada tiga lokasi kolong berbeda umur (10 tahun, 14 tahun dan 24 tahun) sebanyak 543 individu dari 4 famili yang ditemukan Belontiidae, Osphronemidae, Channidae dan Cyprinidae. Dari famili Belontiidae ada ikan Trichogaster trichopterus, famili Osporhonemidae ada Betta edithae, famili Channidae ada Channa micropeltes, dan terakhir dari famili Cyprinidae ada Puntius lineatus dan Brevibora dorsiocellata
Sintesis dan karakterisasi bioplastik kitosan-gliserol berpenguat nanoselulosa limbah kertas
Bioplastik adalah plastik yang mudah terurai karena berasal dari tumbuhan, seperti lignin, selulosa, karangenan, dan pati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik bioplastik berbasis nanoselulosa limbah kertas, kitosan dan gliserol. Variasi massa nanoselulosa pada penelitian ini terdiri dari 0, 1, 3, 5, dan 7 g. Parameter karakteristik bioplastik yang diamati pada penelitian ini terdiri atas nilai kuat tarik, elongasi, laju degradasi, daya serap air, serta gugus fungsi dan struktur morfologi. Penelitian ini menghasilkan selulosa dengan kandungan sebesar 96,5%, memiliki gugus fungsi O-H, C-H, dan C-O dengan nanoselulosa limbah kertas yang dihasilkan memiliki struktur morfologi yang membentuk serat berukuran 258 nm. Bioplastik dengan karakteristik terbaik dihasilkan pada penambahan 5 g nanoselulosa dengan kuat tarik 21,0 MPa, elongasi 9,8%, daya serap air 8,6% dan terdegradasi sempurna selama 7 hari. Penambahan nanoselulosa pada bioplastik meningkatkan kuat tarik, laju degradasi dan elongasi, serta menurunkan daya serap air
Efektivitas undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta dalam penegakan tindak pidana peredaran pembajakan DVD di Kota Pangkalpinang
Penelitian ini membahas tentang efektivitas UUHC dalam penegakan tindak pidana peredaran pembajakan DVD di Kota Pangkalpinang. Latar belakang permasalahannya adalah UUHC mengatur tentang perlindungan hak cipta terhdap pelanggaran hak cipta khususnya pelanggaran pembajakan hak cipta, namun fakta dilapangannya masih terdapat pelanggaran UUHC ini. Tujuan penelitian ini adalah menambah wawasan serta pengetahuan pada bidang hukum terkait efektivitas UUHC VCD/DVD bajakan, serta dapat menambah wawasan terkait faktor penghambat berlakunya UUHC. Manfaat dari penelitian ini adalah menambah wawasan serta pengetahuan pada bidang
hukum terkait efektivitas UUHC VCD/DVD bajakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah empiris atau penelitian lapangan yang berfokus pada fakta
sosial. Pendekatan yang digunakan dalam skripsi ini adalah sosiologi hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum efektifnya UUHC dalam penegakan tindak pidana peredaran pembajakan DVD terkhusunya di Kota Pangkalpinang dikarenakan masih adanya penjualan terhadap pemajakan DVD tersebut. Adapun faktor yang menjadi penghambat efektivitasan UUHC tersebut ialah faktor hukumnya, faktor
penegak hukum, faktor, ekonomi, dan faktor budaya hukum
Kekuatan hukum jaksa pengacara negara dalam penyelesaian perkara perdata di kejaksaan negeri belitung timur (studi kasus pemulihan rekening air perumdam Pelangi Timur)
Telah dilakukan penelitian hukum tentang kekuatan hukum jaksa pengacara negara dalam penyelesaian perkara perdata di Kejaksaan Negeri Belitung Timur (studi kasus pemulihan rekening air pelanggan Perumdam Pelangi Timur). Tercantum dalam Pasal 18 Ayat (2) Undang-Undang No. 11 Tahun 2021 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia yang berbunyi: “Jaksa Agung dengan Kuasa Khusus ataupun karena kedudukan dan jabatannya bertindak sebagai Jaksa Pengacara Negara, dibidang perdata dan tata usaha negara serta ketatanegaraan di semua lingkungan peradilan, baik didalam maupun diluar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintahan, maupun kepentingan umum”. Jaksa Pengacara Negara tidak secara eksplisit tercantum dalam undang-undang kejaksaan namun dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia No.7 Tahun 2021 mengatur lebih lanjut tentang pedoman pelaksanaan Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Tindakan Hukum Lainnya dan Pelayanan Hukum di bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan tentang Jaksa Pengacar Negara yang bisa mewakili pemerintah, BUMN/BUMD pada penyelesaian perkara perdata di instansi kejaksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kekuatan hukum jaksa pengacara negara dalam penyelesaian perkara perdata di Kejaksaan Negeri Belitung Timur (studi kasus pemulihan rekening air pelanggan Perumdam Pelangi Timur). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian
hukum yuridis empiris yang berlokasikan di Kejaksaan Negeri Belitung Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan hukum jaksa pengacara negara berkekuatan hukum tetap sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang memberikannya wewenang dalam menangani suatu perkara yang berdasarkan
pada Surat Kuasa Khusus
Analisis hak dan kedudukan anak perempuan suku Batak Toba dalam hukum waris adat Batak Toba (studi putusan nomor 53/Pdt.G/2024/PN Sdk)
Negara sudah memperbaharui hukum waris adat yang dianggap diskriminan terhadap gender dengan mengeluarkan yurisprudensi dan uu untuk memberikan persamaan hak baik terhadap anak laki-laki dan anak perempuan tetapi putusan
Nomor 53/Pdt.G/2024/PN Sdk memutuskan menyetujui pembagian waris secara adat batak toba yang dimana bagian anak laki-laki lebih besar dari anak perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hakim dalam Putusan Nomor 53/Pdt.G/2024/PN Sdk dalam kaitannya dengan hak dan kedudukan anak perempuan Suku Batak Toba dan
untuk mengetahui akibat hukum terhadap hak dan kedudukan anak perempuan suku batak toba dalam putusan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
peraturan perundang-undangan dan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data yaitu dengan cara studi kepustakaan dan teknik analisisnya secara kualitatif. Hasil penelitian, pertama yaitu bahwa adanya kekeliruan dalam dasar
pertimbangan hakim sehingga anak perempuan suku batak toba dalam perkara ini tidak mendapatkan haknya. Kedua, akibat hukum dari putusan Nomor 53/Pdt.G/2024/PN Sdk adalah tidak tercapainya keadilan bagi anak perempuan suku batak toba yang dimana seharusnya sisa warisan tersebut harus dibagi rata kepada masing-masing anak, baik anak perempuan maupun anak laki-laki sesuai dengan yurisprudensi dan peraturan yang dikeluarkan. Diharapkan agar hakim lebih memperhatikan lagi dalam membuat dasar pertimbangan dan memperhatikan juga peraturan terkait yang sudah dikeluarkan sehingga tidak ada
pihak yang dirugikan
Perlindungan hukum terhadap anak sebagai pekerja tambang timah ilegal berdasarkan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak
Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum terhadap anak di bawah umur yang bekerja di tambang timah ilegal di Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, dengan fokus pada efektivitas implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya jumlah pekerja anak di sektor tambang ilegal, yang menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan, keselamatan, dan perkembangan anak-anak
tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris melalui wawancara dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Desa ranggung , Polsek Payung, dan Dinas Ketenagakerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
meskipun regulasi telah mengatur larangan penambangan tanpa izin, seperti yang tercantum dalam Pasal 158 dan 160 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021, implementasi di Desa Ranggung masih kurang optimal. Tantangan utama mencakup kurangnya koordinasi antara lembaga, terbatasnya sarana dan prasarana
penegakan hukum, serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dan pekerja anak terhadap hak-hak anak. Selain itu, tekanan ekonomi menjadi faktor yang mendorong anak-anak untuk bekerja demi membantu keluarga mereka. Kesimpulan dalam penelitian ini, perlindungan hukum terhadap anak di bawah umur yang bekerja di tambang ilegal di Desa Ranggung belum berjalan efektif. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan koordinasi antar lembaga terkait, serta penegakan
hukum yang lebih konsisten untuk melindungi hak-hak anak secara optimal
Unsur melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi pengemudi dalam peraturan menteri perhubungan nomor 12 tahun 2019 perspektif asas akuntabel
Melakukan aktivitas lain ketika berkendara merupakan isu perilaku yang berdampak fatal bagi keselamatan, namun kurangnya pendefinisian rinci mengenai kategori maksud “aktivitas lain” dalam kebijakan yang mengaturnya menyebabkan multitafsir dan mengurangi efektivitas peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan larangan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi
berkendara dalam Permenhub Nomor 12 Tahun 2019 Pasal 6 huruf c berdasarkan asas akuntabel, serta merumuskan unsur larangan melakukan aktivitas lain dalam definisi spesifik untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan tanggung jawab pengemudi. Metode yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan Positivistik, dengan data rujukan utama berupa Permenhub Nomor 12 Tahun 2019 Pasal 6 huruf c. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka yang menganalisis dokumen hukum dan literatur relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Permenhub memberikan dasar hukum yang jelas, penerapannya belum sesuai dengan asas akuntabel akibat inkonsistensi pengawasan penegak hukum dan
rendahnya kesadaran masyarakat. Rumusan unsur larangan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi pengemudi dapat diketahui dengan melakukan pendefinisian secara spesifik kategori aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi
berkendara, seperti penggunaan ponsel, makan dan minum, mendengarkan musik bervolume tinggi, serta mengantuk dan kelelahan
Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten dan Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis komparasi Kinerja Keuangan Pemerintah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 – 2023 dilihat dari: (1) Rasio Efektivitas PAD, (2) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, (3) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Dan (5) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif komparatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, sedangkan sumber data menggunakan data sekunder. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilihat dari (1) Rasio Efektivitas PAD dapat dikatagorikan efektif, dengan Kabupaten Belitung memperoleh nilai tertinggi sebesar 127,42 persen, (2) Rasio Efesiensi Keuangan Derah tergolong kurang efisien dengan Kabupaten Belitung Timur memperoleh nilai tertinggi sebesar 98,75 persen, (3) Rasio Kemandirian keuangan daerah dapat dikategorikan dalam pola hubungan instruktif, dengan Kota pangkalpinang memperoleh nilai rasio tertinggi sebesar 25,18 persen, (4) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dapat dikategorikan kurang, dengan Kota Pangkalpinang memperoleh nilai tertinggi sebesar 16,59 persen