University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kompetensi, Motivasi, Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Guru Madrasah Aliyah Daarul Abror Bangka
Kinerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Guru yang berkinerja baik mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, mendorong prestasi siswa, serta membentuk karakter yang unggul. Namun, pada kenyataannya, masih ditemukan guru dengan kinerja yang belum optimal, yang diduga dipengaruhi oleh faktor kompetensi, motivasi, dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor kompetensi, motivasi, dan beban kerja terhadap kinerja guru Madrasah Aliyah Daarul Abror Bangka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumalah 37 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sampel jenuh. Model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja guru Madrasah Aliyah Daarul Abror Bangka. Hasil uji secara simultan menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi, dan beban kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja guru Madrasah Aliyah Daarul Abror Bangka.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja guru melalui penguatan kompetensi, pemberian motivasi, dan pengelolaan beban kerja yang proporsional
Konstruksi budaya terhadap anak putus sekolah di masyarakat Pesisir Desa Baru, Belitung Timur
Fenomena anak putus sekolah masih menjadi isu serius dalam pembangunan pendidikan nasional, khususnya di wilayah pesisir yang kerap terpinggirkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka anak putus sekolah di Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, yang mencerminkan adanya ketimpangan struktural dan ketidaksesuaian antara sistem pendidikan formal dengan konteks lokal masyarakat pesisir. Persoalan utama yang ditelaah dalam penelitian ini bukan semata-mata faktor ekonomi, melainkan bagaimana konstruksi budaya membentuk persepsi dan pilihan anak-anak terhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terbentuknya konstruksi budaya yang mendorong anak-anak pesisir untuk meninggalkan sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 29 informan yang terdiri dari anak putus sekolah, orang tua, tokoh adat, serta masyarakat nelayan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang menekankan tiga mekanisme dialektika sosial: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat seperti melaut menggunakan perahu kater dan prosesi “ngambat” berperan sebagai media eksternalisasi nilai pragmatis: kerja fisik dianggap lebih menjanjikan ketimbang pendidikan. Objektivasi terjadi ketika nilai ini dilembagakan melalui narasi kolektif seperti “pendidikan tidak menjamin kehidupan”, yang disampaikan oleh orang tua dan tokoh masyarakat. Sementara itu, internalisasi berlangsung ketika anak-anak mengadopsi nilai tersebut secara sadar dan meyakininya sebagai kebenaran pribadi, yang kemudian diperkuat melalui jaringan teman sebaya. Temuan menarik lainnya adalah bahwa laut diposisikan sebagai “ruang hidup” yang menggantikan peran sekolah formal.Penelitian ini menyimpulkan bahwa anak putus sekolah merupakan produk dari konstruksi budaya yang sistematis. Oleh karena itu, intervensi yang dilakukan harus berbasis rekonstruksi nilai melalui forum adat, pendidikan kontekstual, dan kebijakan pendidikan berbasis wilayah pesisir. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan sosiologi pengetahuan Berger-Luckmann dalam memahami relasi antara budaya lokal dan sistem pendidikan formal
Modal sosial dalam kemenangan Melati Erzaldi pada pemilihan legislatif DPR-RI 2024
Penelitian ini membahas peran modal sosial yang dimiliki Melati Erzaldi dalam Kemenangan Pemilihan Legislatif DPR-RI Provinsi Bangka Belitung Tahun 2024, dengan menggunakan Teori Modal Sosial yang dikemukakan oleh James Coleman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial Melati Erzaldi dalam berkontestasi pada Politik Elektoral. Kemenangan Melati Erzaldi sendiri dapat dilihat dari beberapa faktor berdasarkan aspek modal sosial diantaranya jaringan sosial yang ia bangun mulai dalam lingkup keluarga, kerabat, maupun masyarakat yang berimplikasi pada intensitas dukungan dalam bentuk suara. Kemudian, kepercayaan serta reputasi yang dimiliki Melati Erzaldi sehingga memainkan peran penting dalam membangun relasi yang kuat dengan pemilih. Metodologi yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, dengan memanfaatkan sumber data primer maupun sekunder.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Melati Erzaldi berhasil menggunakan modal sosial tidak hanya sebagai nilai budaya dan emosional, tetapi sebagai sumber daya rasional yang mendukung strategi politiknya, sesuai dengan teori James Coleman. Modal sosial tersebut mengurangi biaya interaksi sosial dan memperkuat tindakan kolektif dalam memenangkan kontestasi politik. Keberhasilan Melati sebagai perempuan pertama yang mewakili Babel di DPR RI menunjukkan efektivitas pengelolaan modal sosial dalam membangun basis dukungan yang solid dan legitimasi politik
Makna simbolik dalam tradisi Muang Jong di Desa Juru Seberang Kabupaten Belitung
Penelitian ini menganalisis terkait Makna simbolik dalam tradisi Muang Jong di Desa Juru Seberang Kabupaten Belitung. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Untuk mendeskripsikan makna simbolik dalam tradisi Muang Jong serta bagaimana tradisi tersebut berperan dalam mempertahankan identitas diri suku Sawang. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer sebagai pisau analisis penelitian. Metode Penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Interpretatif. Sumber data yang digunakan yakin sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan Random sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Terdapat beberapa penguatan identitas asli suku sawang yang dicerminkan dengan nilai-nilai sosial yang bertahan dalam tradisi Muang Jong seperti gotong royong, partisipasi generasi muda dan generasi tua, serta adanya kegiatan saling mengundang antar Suku Sawang dari luar daerah yang mempererat solidaritas mereka. Namun, di tengah semangat pelestarian tersebut, muncul kekhawatiran dari generasi tua mengenai pudarnya penggunaan bahasa asli suku sawang oleh generasi muda. Bagi para sesepuh, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga simbol identitas dan keberadaan budaya mereka. 2). Muang Jong mengandung makna simbolik yang merefleksikan hubungan masyarakat dengan laut. Jong (replika kapal) disimbolkan sebagai rumah para nelayan, sementara prosesi pelarungan jong mencerminkan harapan dan pertukaran rezeki. Simbol sesajen seperti ayam, rokok, kaleng berisi kayu, replika orang-orangan, hingga ancak (replika rumah) memiliki makna simbolik tersendiri yang berkaitan dengan alam gaib. 3). Proses individu dalam memahami makna simbol terbentuk dari proses interpretasi individu, generasi sebelumnya lebih memandang tradisi ini sebagai ritual sakral. Sementara itu, generasi muda melihat tradisi ini sebagai identitas budaya mereka yang diwariskan dari nenek moyang. 4). Premis interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer terbagi menjadi tiga yaitu tindakan manusia selalu didasarkan pada makna, Premis kedua menjelaskan mengenai makna muncul dari interaksi sosial dengan orang lain, dengan artian makna diciptakan melalui interaksi sosial yang berlangsung secara turun-temurun dan, Premis ketiga menjelaskan mengenai makna selalu dimodifikasi melalui proses interpretasi individu ketika berhadap dengan sesuatu
Sintesis Komposit Fe3O4/Kaolin dari Hardhead Timah Alam untuk Adsorpsi Logam (Pb) pada Air Kolong
Kegiatan penambangan timah telah menyisakan kolong-kolong dengan kualitas airnya yang menurun. Telah dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas air dikawasan sekitar penambangan dan bekas penambangan salah satu alternatifnya adalah dengan metode adsorpsi menggunakan komposit Fe3O4/Kaolin yang bersumber dari Hardhead timah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik komposit Fe3O4/kaolin dan mengetahui pengaruh massa Fe3O4/Kaolin terhadap adsorpsi ion logam timbal pada air kolong. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa komposit Fe3O4/kaolin dari Hardhead timah berhasil disintesis. Hasil analisa XRF menunjukkan bahwa Hardhead timah masih memiliki kandungan besi yang sangat dominan sekitar 61,37%. Komposit Fe3O4/Kaolin berhasil disintesis dengan karakteristik puncak khas kaolin pada sudut 2θ = 12,35o; 20,90o; 24,85o; 26,65o dan 36,52o puncak khas magnetit terlihat pada 35,43o; 37,06o; dan 47,14o, serta puncak magnetit dan kaolin pada 62,52o. Massa Fe3O4/kaolin (1:2) dan massa komposit Fe3O4/kaolin (2:1) belum mampu menghasilkan komposit yang baik, sehingga kurang mampu mengadsorpsi logam timbal. Komposit terbaik yang dihasilkan dengan perbandingan Fe3O4/Kaolin (1:1) yang mampu mengadsorpsi logam Pb pada air kolong sebesar 40,65%.
Kata kunci: adsorpsi, efisiensi, Fe3O4/kaolin, komposit, Pb2+
Analisis Karakteristik dan Kebutuhan Ruang Parkir di Pasar Baru Belinyu
Pasar Baru Belinyu merupakan salah satu pasar terbesar yang ada di Kecamatan Belinyu. Meningkatnya jumlah penduduk dibarengi dengan meningkatnya kebutuhan ruang parkir yang tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik dan kebutuhan ruang parkir di Pasar Baru Belinyu. Metode penelitian dilakukan dengan survei lapangan selama dua hari (Minggu dan Senin) pukul 04.00 – 13.00 WIB oleh 9 surveyor. Objek penelitian yaitu kendaraan roda dua dan roda empat. Data primer yang diperlukan yaitu jam kendaraan masuk dan keluar, jumlah kendaraan parkir, luas lahan parkir dan jumlah petak parkir. Data sekunder diperoleh dari pengelola pasar yaitu berupa luas lahan pasar dan denah ruang parkir. Pedoman yang digunakan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Metode analisa kebutuhan ruang parkir berdasarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (1996) dan rumus Munawar (2014). Analisis karakteristik parkir berupa akumulasi parkir, volume parkir, tingkat pergantian parkir, durasi parkir, kapasitas parkir, dan indeks parkir. Hasil analisa didapatkan nilai akumulasi tertinggi kendaraan roda dua hari yaitu 354 kendaraan dan kendaraan roda empat yaitu 26 kendaraan. Nilai volume tertinggi kendaraan roda dua yaitu 2172 kendaraan dan kendaraan roda empat yaitu 134 kendaraan. Tingkat pergantian parkir kendaraan roda dua hari Minggu sebesar 0,640 kend/SRP/jam dan hari Senin sebesar 0,630 kend/SRP/jam. Tingkat pergantian parkir kendaraan roda empat hari Minggu sebesar 0,644 kend/SRP/jam dan hari Senin sebesar 0,744 kend/SRP/jam. Durasi parkir tertinggi kendaraan roda dua hari Minggu yaitu 1979 kendaraan dan hari Senin 1714 kendaraan. Durasi parkir tertinggi kendaraan roda empat hari Minggu yaitu 80 kendaraan dan hari Senin yaitu 99 kendaraan. Nilai rata-rata durasi parkir kendaraan roda dua hari Minggu sebesar 0,464 (27 menit) dan hari Senin sebesar 0,637 jam (38 menit). Nilai rata-rata durasi parkir kendaraan roda empat hari Minggu sebesar 0,987 (59 menit) dan hari Senin sebesar 0,747 jam (44 menit). Kapasitas parkir kendaraan roda dua hari Minggu yaitu 813 kend/jam dan hari Senin 592 kend/jam. Kapasitas parkir kendaraan roda empat hari Minggu yaitu 20 kend/jam dan hari Senin 27 kend/jam. Nilai indeks parkir tertinggi kendaraan roda dua yaitu 93,89% sedangkan untuk kendaraan roda empat yaitu 140,00%. Nilai kebutuhan ruang parkir yang dibutuhkan berdasarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yaitu sebanyak 229 SRP dengan total luasan 2.861,5 m2. Penambahan lahan parkir dapat dilakukan di bagian samping pasar atau pada lahan kosong di sekitar pasar
Persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana di Kampung Teluk Rubiah Kecamatan Muntok
Keberadaan mantan narapidana di Kampung Teluk Rubiah seringkali dipandang sebagai sebuah ancaman yang meresahkan masyarakat. Meskipun telah selesai menjalani masa hukuman di dalam lapas, pelabelan dan stigma negatif masyarakat tetap melekat sehingga menyebabkan mantan narapidana mengalami kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana dan mengidentifikasi dampak persepsi masyarakat terhadap proses kembalinya mantan narapidana di Kampung Teluk Rubiah. Penelitian ini menggunakan teori labelling yang dikemukakan oleh Howard S. Becker yang menekankan bahwa penyimpangan tidak hanya bersumber dari tindakan individu, tetapi juga bersumber dari reaksi sosial dan label yang diberikan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria tertentu yaitu masyarakat, mantan narapidana, keluarga mantan narapidana, dan unsur pemerintahan setempat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana terdiri dari beberapa tahapan yaitu, dimulai dari mantan narapidana bebas dari lapas, informasi yang memunculkan rumor atau gosip, muncul reaksi masyarakat, label terbentuk dan diinternalisasi oleh masyarakat, hingga akhirnya label dapat diterima oleh mantan narapidana. Dampak label terhadap mantan narapidana, yaitu : 1). Perasaan rendah diri, kecemasan sosial, enggan berinteraksi, dan penarikan diri dari ruang publik. 2). Keterbatasan akses mantan narapidana dalam membangun kedekatan dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial masyarakat. 3). Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, disebabkan oleh hambatan administratif, seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Dampak keberadaan mantan narapidana terhadap masyarakat berupa munculnya perasaan tidak aman dan takut. Kemudian, persepsi masyarakat dapat memicu terjadinya pertikaian atau konflik sosial dengan mantan narapidana
Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Endofit Dari Batang Tanaman Lada (Piper Nigrum L.) Sebagai Agen Plant Growth Promoting Bacteria
Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu komoditas rempah paling utama di Indonesia dan memiliki berbagai manfaat baik dalam bidang pangan maupun obat-obatan tradisional. Dalam pemeliharaan tanaman lada, para petani cenderung menggunakan pupuk anorganik untuk memupuk tanaman lada. Upaya untuk menunjang produktivitas tanaman lada dengan pendekatan ramah lingkungan salah satunya yaitu dengan memanfaatkan bakteri endofit sebagai agen Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Bakteri endofit memiliki potensi dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi, mengetahui karakteristik serta potensi bakteri endofit yang diisolasi dari batang tanaman lada sebagai Agen PGPB. Metode yang dilakukan adalah isolasi bakteri endofit dari batang tanaman lada, uji keselamatan dan keamanan biologis, uji potensi bakteri endofit sebagai pelarut kalium, fosfat dan seng, uji penambat nitrogen, uji penghasil IAA, uji penghasil EPS, karakterisasi secara makroskopis, mikroskopis, uji biokimia yang meliputi uji motilitas, uji sitrat, uji katalase, uji TSIA, uji oksidase, serta identifikasi bakteri. Hasil menunjukkan bahwa dari 25 isolat bakteri hasil purifikasi, sebanyak 8 isolat dinyatakan non-patogen, dan 5 diantaranya terpilih sebagai isolat berpotensi yaitu isolat kode L23, L28, L31, N6 dan M2 dengan variasi kemampuan antar isolat. Isolat L31 merupakan isolat paling berpotensi yang menunjukkan hasil positif untuk semua uji
Estimasi sumber daya batu granit menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner dan schlumberger pada PT Lotus Esge sejahtera Desa Jeruk Kabupaten Bangka Tengah
Penelitian dilakukan di PT Lotus Esge Sejahtera, Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan luas sebesar 76,8 Ha dan pada area sekitar IUP eksplorasi milik PT Lotus Esge Sejahtera. Permasalahan yang menelatarbelakangi penelitian ini belum dilakukan survei awal dalam menentukan potensi batu granit, sehingga tidak diketahui kedalaman, sebaran penampang resitivitas 2D dan estimasi sumber daya batu granit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi wenner dan schlumberger, berdasarkan nilai resistivitas yang didapatkan dari injeksi arus elektroda. Rencana pengukuran awal menggunakan metode konfigurasi wenner pada 12 lintasan, namun dalam realisasinya konfigurasi wenner hanya digunakan pada 4 lintasan yaitu lintasan 1, 2, 3 dan 7. Sedangkan perubahan metode konfigurasi pengukuran menjadi schlumberger pada 8 lintasan yaitu lintasan 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11 dan 12. Perubahan metode pada lintasan tersebut disebabkan oleh adanya anak sungai, genangan yang tidak dapat dilewati, tebing serta singkapan batuan granit ke atas permukaan. Pengumpulan data berupa data koordinat antar lintasan daerah penelitian, nilai resistivitas dan data drone. Data sekunder berupa peta IUP lokasi penambangan, peta topografi, peta geologi regional dan spesifikasi alat geolistrik. Hasil penelitian di lapangan, ditemukan bahwa terdapat 3 satuan batuan yaitu soil dengan resistivitas 1.000 Ωm. Hasil dari perhitungan sumber daya batu granit menggunakan metode IDW yang yaitu sumber daya tereka sebesar 13.469.833 ton, sumber daya tertunjuk sebesar 18.795.704 ton dan sumber daya terukur sebesar 19.643.920 ton
Pengaruh Substitusi Parsial Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Fly Ash Pada Campuran Beton
Pembangunan di Indonesia sebagian besar masih menggunakan beton. Beton memiliki sifat getas dan mudah retak dikarenakan kuat tarik yang lemah. Kelemahan sifat beton bisa diperbaiki dengan memanfaatkan limbah industri yang melimpah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seperti serat tandan kosong kelapa sawit dan fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai slump beton yang dihasilkan serta pengaruh penambahan limbah serat tandan kosong kelapa sawit dan fly ash pada campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik beton. Mutu beton rencana yaitu f’c 20 MPa dengan persentase serat tandan kosong kelapa sawit sebesar 0%, 5%, dan 7,5 % dari berat agregat halus dan untuk fly ash sebesar 0%, 10%, dan 20% dari berat semen. Benda uji beton berbentuk silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm sebanyak 30 benda uji dengan perawatan selama 28 hari. Hasil analisis menunjukkan nilai slump beton dengan penurunan tertinggi pada persentase 5% serat tandan kosong kelapa sawit dan 20% fly ash sebesar 8,45 cm, kuat tekan tertinggi pada persentase serat tandan kosong kelapa sawit 5% dan fly ash 10% yaitu bernilai 25,732 MPa dengan persentase peningkatan sebesar 5,29% dibandingkan beton normal serta kuat tarik beton tertinggi pada persentase serat tandan kosong kelapa sawit 5% dan fly ash 10% yaitu bernilai 2,447 MPa dengan persentase peningkatan sebesar 10,524% dibandingkan beton normal. Secara keseluruhan penggunaan serat tandan kosong kelapa sawit dan fly ash mempengaruhi nilai slump beton, kuat tekan, dan kuat tarik beton