University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Identitas sosial fujoshi di kalangan gen z Provinsi Bangka Belitung
Penelitian ini membahas tentang identitas sosial fujoshi di kalangan Gen Z, khususnya di Provinsi Bangka Belitung. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana proses terbentuknya identitas sosial fujoshi di tengah budaya digital serta konsumsi konten Boys’ Love (BL) dari luar negeri. Penelitian ini menggunakan teori identitas sosial dari Henri Tajfel dan teori fandom dari Henry Jenkins sebagai pisau analisis dalam memahami proses identifikasi diri, afiliasi kelompok, serta keterlibatan dalam komunitas penggemar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan metode snowball sampling dengan kriteria: 1) Berusia 17–25 tahun, 2) Mengidentifikasi diri sebagai fujoshi, 3) Aktif dalam mengonsumsi dan mendiskusikan konten Boys’ Love, 4) Berdomisili di wilayah Bangka Belitung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi aktivitas fandom di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas sosial fujoshi di kalangan Gen Z terbentuk melalui keterikatan terhadap narasi BL, keterlibatan dalam komunitas daring, serta internalisasi nilai-nilai fandom. Fandom BL menjadi ruang kultural alternatif yang memberi rasa memiliki, sekaligus menjadi arena negosiasi identitas diri di tengah norma sosial yang heteronormatif. Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan bagaimana media digital berperan dalam memperkuat solidaritas kelompok dan membentuk konstruksi identitas sosial fujoshi
Proses sosial terbentuknya harmonisasi etnis Tionghoa dan etnis Melayu di Kota Sungailiat
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses sosial terbentuknya harmonisasi antara etnis Tionghoa dan etnis Melayu di Kota Sungailiat, Bangka. Harmonisasi antar etnis di wilayah ini merupakan fenomena sosial yang unik, mengingat latar belakang historis, kultural, dan keagamaan yang berbeda antara kedua kelompok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode historis. Secara teoritik, penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional AGIL dari Talcott Parsons untuk menganalisis dimensi fungsi sosial yang menopang keberlanjutan harmonisasi tersebut. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan warga dari kedua etnis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi terbentuk melalui proses panjang yang melibatkan faktor historis seperti kolonialisme, pertambangan timah, dan migrasi etnis, serta diperkuat oleh interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari seperti kegiatan ekonomi bersama, perayaan budaya, dan pendidikan multietnis. Melalui analisis AGIL, teridentifikasi bahwa adaptasi (A), pencapaian tujuan (G), integrasi (I), dan pelestarian nilai budaya (L) berjalan secara fungsional dalam menjaga kohesi sosial antar kelompok etnis. Harmonisasi etnis di Kota Sungailiat dapat dipahami sebagai konstruksi sosial yang historis dan dinamis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memahami serta menjaga keberagaman dan kohesi sosial di masyarakat multikultural
Analisis Kinerja Keuangan Pada Pt. Indosat Ooredoo Hutchison Tbk Sebelum Dan Sesudah Merger Periode 2020-2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan menilai dampak merger terhadap kinerja keuangan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk dengan membandingkan kondisi keuangan sebelum dan sesudah merger pada periode 2020–2024. Merger ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di industri telekomunikasi Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan.
Metode yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif untuk mengamati tren perubahan rasio, serta uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah merger. Rasio keuangan yang dianalisis meliputi Current Ratio, Quick Ratio, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Fixed Assets Turnover, Return on Assets, Return on Equity, Gross Profit Margin, Net Profit Margin, dan Earning Per Share.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rasio mengalami peningkatan secara numerik pasca-merger. Namun, hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Hal ini mengindikasikan bahwa merger belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh dalam jangka pendek
Pengaruh Green Marketing, Brand Awareness dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek AQUA (Studi pada Konsumen Kota Pangkalpinang)
Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat.di Kota Pangkalpinang, berbagai produk AMDK beredar dengan beragam merek, kualitas, dan harga. Meskipun hal tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang praktis dan higienis,
tingginya konsumsi AMDK juga menimbulkan permasalahan lingkungan, khususnya meningkatnya volume sampah plastik kemasan yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh green marketing, brand awareness, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian produk AMDK merek AQUA di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptip. Strategi non-probability sampling digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini, dengan teknik purposive samping dan menggunakan rumus
Lemeshow karena jumlah sampel yang tidak diketahui sehingga didapatkan jummlah sampel sebanyak 385 responden. Hasil penelitian, secara parsial green marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, brand
awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dan gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian serta secara simultan green marketing, brand awareness, dan gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
Peran pemerintah desa dalam memberdayakan pokdarwis pelawan untuk mengelola hutan pelawan di Desa Namang
Pemerintah Desa Namang memberdayakan Pokdarwis Pelawan sebagai bentuk pengembangan wisata yang ada. Dengan mengelola Hutan Pelawan agar dapat membantu masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan baru serta menghidupkan kembali Pokdarwis Pelawan yang sering disebut mati suri. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi upaya Pemerintah Desa Namang dalam memberdayakan Pokdarwis Pelawan dan menganalisis faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan yang dikembangkan oleh Sarah Cook dan Steve Macaulay dengan definisi bahwa subyek mampu melakukan perubahan apabila terlepas dari kendali dan mendapatkan kebebasan untuk bertanggung jawab atas ide, keputusan, dan tindakan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan dan menganalisis fenomena yang terjadi di Desa Namang. Lokasi penelitian ini di Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah dengan menggunakan teknik penentuan informan purposive sampling untuk informan penelitian ini yaitu: Pemerintah Desa Namang, Pokdarwis Pelawan, dan BUMDes Pelawan. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melaui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Upaya Pemerintah Desa Namang dalam memberdayakan Pokdarwis Pelawan untuk mengelola Hutan Pelawan terbagi menjadi enam yaitu: Pemerintah desa memberikan kewenangan kepada Pokdarwis Pelawan, berupaya membangun kepercayaan diri dan kompetensi, membangun keyakinan Pokdarwis Pelawan, membuka peluang kepada Pokdarwis untuk mengelola Hutan Pelawan, mendorong tanggung jawab pengelolaan oleh Pokdarwis Pelawan, dan memberikan dukungan penuh kepada Pokdarwis Pelawan, 2). Faktor penghambat pemberdayaan Pokdarwis Pelawan yaitu : terbatasnya kompetensi SDM dan terbatasnya modal pengelolaan Hutan Pelawan sebagai destinasi wisata ; 2). Faktor pendukung pemberdayaan Pokdarwis Pelawan yaitu : kebijakan pemerintah Desa Namang dan antusiasme masyarakat.
Kata kunci : Pemerintah Desa Namang, Pemberdayaan Pokdarwis, Pengelolaan Hutan Pelawa
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Melalui Intervensi Terapi Talking With Voice Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran
Skizofrenia adalah suatu penyakit gangguan neurobiologis yang mempengaruhi otak yang dapat menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan, perilaku anch dan terganggu. Halusinasi merupakan persepsi yang salah atau repson yang salah terhadap stimulasi sensorik. Suatu penyimpangan persepsi palsu yang terjadi pada respon neurologis maladaptif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Skizofrenia Paranoid dengan Intervensi Terapi Talking With Voice dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran di Ruang Rajawali dan di Ruang Elang Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 22 Mei 2025 sampai 6 Juni 2025. Fokus penelitian yang diambil adalah pasien dengan skizofrenia paranoid. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara, pemeriksaan fisik dan metode dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan format pengkajian keperawatan jiwa. Hasil dari penelitian setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5x24 jam pada kedua pasien dengan persepsi sensori membaik yaitu verbalisasi mendengar bisikan menurun, distorsi sensori menurun, perilaku halusinasi menurun, melamun menurun, mondar-mandir menurun, respon stimulus membaik, konsentrasi membaik, orientasi membaik Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi talking with voice paila Tn. A dan Tn. Ag dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori talusinasi pendengaran berpengaruh terhadap penurunan halusinasinya
Kajian Neraca Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Baku Domestik Di Kota Koba Kabupaten Bangka Tengah
Laju pertumbuhan penduduk di satu daerah sejalan dengan perkembangan di daerah tersebut. Semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka semakin luas pula area pemukiman yang dibangun di suatu wilayah. Kemajuan wilayah tersebut mengakibatkan meningkatnya tuntutan akan pasokan air bersih. Perkembangan wilayah permukiman membutuhkan ketersediaan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga. Salah satu daerah di Pulau Bangka yang pertumbuhan penduduknya terus bertambah yaitu Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan air domestik, ketersediaan air, dan neraca air di Kota Koba. Kebutuhan air domestik diperoleh dari kuesioner dan ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air tertinggi terjadi pada bulan Maret yaitu 194,966 liter/detik dan ketersediaan air terendah terjadi pada bulan September yaitu 18,22 liter/detik. Kebutuhan air domestik (KA) bedasarkan kondisi tahun 2024 yaitu 41,21 liter/detik dan pada tahun 2034 yaitu sebesar 49,29 liter/detik. Neraca air berdasarkan kebutuhan air yang didapat untuk kondisi tahun 2024 dan pada tahun 2034 terjadi defisit air pada bulan Agustus -36% untuk tahun 2024 dan -47% untuk tahun 2034, bulan September -56% untuk tahun 2024 dan -63% untuk tahun 2034 yang artinya ketersediaan air tidak mencukupi pada bulan tersebut. Untuk bulan lainya terjadi surplus, dimana surplus tertinggi terjadi pada bulan Maret, yaitu 373% untuk tahun 2024 dan 296% untuk tahun 2034
Peran aliansi jurnalistik independen (AJI) Pangkalpinang sebagai agen kritik dalam mendorong good governance di ruang publik Bangka Belitung
Ruang publik, sebagaimana digagas oleh Habermas, merupakan ruang yang memungkinkan setiap warga negara berpartisipasi secara aktif dalam membahas isu-isu publik. Keberadaan AJI sebagai organisasi independen dan agen kritik telah berperan dalam mentransformasi ruang publik tersebut, sehingga memungkinkan setiap individu secara bebas dan aktif terlibat dalam dikursus isu-isu publik. Penelitian ini menyajikan tentang peran Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Pangkalpinang sebagai agen kritik dalam mendorong good governance di ruang publik Bangka Belitung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menjelaskan peran AJI Pangkalpinang sebagai agen kritik dalam mendorong good governance di Bangka Belitung. dan menjelaskan hambatan dan dukungan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Pangkalpinang sebagai agen kritik dalam mendorong good governance di Bangka Belitung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AJI Pangkalpinang mendorong good governance di ruang publik Bangka Belitung karena fungsi AJI Pangkalpinang dalam mengawasi kebijakan pemerintah daerah, mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, memfasilitasi keterbukaan informasi publik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui jurnalisme independen. Dalam melaksanakan perannya, AJI Pangkalpinang mengalami hambatan internal, hambatan eksternal, dan dukungan dari berbagai pihak yang mana mempengaruhi dampak AJI Pangkalpinang untuk good governance di Bangka Belitung
Pengaruh Variasi Waktu Pada Fermentasi Limbah Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Menjadi Bioetanol Menggunakan Saccharomyces cerevisiae
Penyulingan serai wangi (Cymbopogon nardus) menghasilkan limbah padat yang berpotensi digunakan untuk pembuatan bahan baku bioetanol. Penelitian terkait bioetanol dari limbah serai wangi belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan waktu optimal fermentasi limbah serai wangi dalam menghasilkan bioetanol dan menentukan karakteristik bioetanol yang dihasilkan dari berbagai variasi waktu fermentasi. Metode penelitian ini yaitu delignifikasi, hidrolisis, fermentasi dan destilasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bioetanol dari limbah serai wangi memiliki karakteristik berbentuk cairan jernih, tidak berwarna dan tidak terdapat endapan serta berbau alkohol. Nilai pH pada hari 3,4,5, dan 6 secara berurutan yaitu 9,09, 8,14, 8,15, dan 6,94. Nilai viskositas hari ke 3 sebesar 1,13 Cp dan konstan pada hari 4,5, dan 6 sebesar 1,17 Cp. Spektrum IR menunjukkan adanya gugus -OH (alkohol) pada bilangan gelombang dengan rentang nilai 3292-3312 cm-1, gugus C-H pada rentang nilai 2321-2362 cm-1, gugus C=O pada rentang nilai 1639-1645 cm-1 dan gugus C-O pada rentang nilai 982-1040 cm-1. Analisis GCMS menunjukkan adanya etanol di hari ke-4 sebesar 98,39% pada waktu retensi 1,399 dengan massa molekul 46. Adanya variasi waktu mempengaruhi produksi dan karakteristik bioetanol yang akan dihasilkan. Waktu fermentasi terbaik pada penelitian ini yaitu hari ke-4 dengan karakteristik yang telah memenuhi SNI (7390:12)
Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Endofit Dari Daun Tanaman Lada (Piper Nigrum L.) Sebagai Agen Plant Growth Promoting Bacteria
Lada (Piper nigrum L.) merupakan komoditas unggulan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mengalami penurunan produktivitas. Salah satu cara meningkatkan produktivitas lada yang aman adalah menggunakan Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri endofit daun lada sebagai kandidat PGPB. Metode penelitian meliputi isolasi bakteri dari daun tiga varietas lada, uji keamanan biologis (hemolisis dan hipersensitivitas), uji potensi PGPB secara in vitro (pelarutan fosfat, kalium dan seng serta fiksasi nitrogen, produksi eksopolisakarida (EPS), dan produksi hormon Indole-3-Acetic Acid (IAA), dan karakterisasi fenotipik. Terdapat 26 isolat hasil isolasi yang diperoleh dengan 24 isolat lolos uji keamanan biologis (hemolisis dan hipersensitivitas) dan dilanjutkan pengujian PGPB. Hasil skrining PGPB menunjukkan 1 isolat (LDL17) mampu melarutkan fosfat, 2 isolat (LDL21 dan LDL25) melarutkan seng, 18 isolat menambat nitrogen, semua isolat memproduksi EPS dan 9 isolat memproduksi IAA dengan konsentrasi tertinggi diperoleh isolat LDL27 yaitu 82,75 ppm. Sebanyak 9 isolat berpotensi sebagai PGPB berhasil diidentifikasi hingga tingkat genus, meliputi Aeromonas (LDL27, MR11, MR31), Bacillus (LD11, LDL17, LDL31, NY15), Mycobacterium (LDL25), dan Pseudomonas (LDL21). Temuan ini menunjukkan bahwa bakteri endofit dari daun lada berpotensi dikembangkan sebagai kandidat biofertilizer untuk mendukung pertanian berkelanjutan