University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Kumpulan abstrak skripsi Jurusan Hukum Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung konsentrasi hukum tata negara
Representasi politik perempuan di lembaga legislatif DPRD Bangka Tengah periode 2019-2024
Studi dalam penelitian ini membahas tentang keterwakilan politik perempuan di DPRD Kabupaten Bangka Tengah. Kehadiran perempuan secara substansi pada lembaga legislatif sangat penting, bukan sekedar melengkapi kursi melainkan sebagai upaya untuk memberikan akses dan juga otoritas kepada perempuan untuk dapat membawa kepentingannya. Representasi politik tidak membicarakan seberapa banyak wakil yang hadir dalam suatu parlemen, tetapi melihat bagaimana proses kepentingan-kepentingan terwakil bisa dibawa oleh yang mewakilinya. Hadirnya perempuan sebagai dewan diharapkan bisa membawa kepentingan perempuan, melalui peranannya membentuk kebijakan dalam pemenuhan hak-hak yang adil bagi perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi politik perempuan dan juga kendala yang dihadapi oleh dewan perempuan di lembaga legislatif DPRD Bangka Tengah Periode 2019-2024. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Hanna Fenichel Pitkin tentang Representasi. Adapun metode penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai data pendukung.
Hasil dari penelitian ini yaitu representasi politik perempuan di DPRD Bangka Tengah berdasarkan representasi formal terdapat 4 orang dewan perempuan, kemudian representasi deskriptif ditandai dengan kesamaan karakteristik gender dan kepentingan, dan representasi simbolik dilihat dari kesamaan antara identitas yang mewakili. Sedangkan pada representasi substantif berdasarkan fungsi legislasi, DPRD Bangka Tengah dapat dikatakan baik. Hal ini karena terdapat 4 peraturan daerah yang disepakati berkaitan dengan perempuan dan anak. Fungsi anggaran representasi substantif dewan berjalan dengan sangat baik, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan anggaran setiap tahunnya pada DP2KBP3A. Fungsi pengawasan berdasarkan representasi substantif dapat dikatakan baik, hal ini dikarenakan Kabupaten Bangka Tengah berhasil mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya. Selain itu tidak ada kendala begitu berarti yang dihadapi dewan perempuan di DPRD Bangka Tengah. Hal ini dikarenakan mereka sudah lama dan berpengalaman menjadi dewan sehingga memiliki mental yang besar untuk menghadapi semua situasi.
Kata kunci: Lembaga Legislatif, Perempuan, Representasi Politi
Kinerja ekonomi usaha budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) skala rumah tangga sistem intensif: studi kasus di Kelurahan Air Mawar, Kota Pangkalpinang
Udang Vaname menjadi salah satu primadona bagi para investor untuk menanamkan modalnya pada usaha pertambakkan udang Vaname. Permasalahan penelitian ini adanya target produksi diharapkan tidak dapat tercapai sehingga hal ini berakibat menurunkan tingkat produktivitas udang Vaname dan mengalami penurunan dalam keuntungan usahanya. Untuk menghindari resiko kegagalan pada kondisi efisien usaha budidaya dan menentukan layak atau tidaknya dalam usaha budidaya udang Vaname sangatlah penting dengan adanya analisis performa budidayanya yang baik dan kinerja ekonomi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis kinerja ekonomi dan performa budidaya udang Vaname skala rumah tangga sistem intensif di Kelurahan Air Mawar Kota Pangkalpinang. Metode Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian ini performa budidaya dan kinerja ekonomi di Kelurahan Air Mawar, Kota Pangkalpinang memiliki ukuran kolam yang berbeda dengan menghasilkan jumlah tonase panen berkisar sebesar 2518- 3569 kg. Jumlah tebar berkisar 50.000-80.000 ekor. SR berkisar sebesar 60% - 85%. FCR berkisar 1,04- 1,56. Total Penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 162.853.000-Rp 250.794.000 /tahun. Hasil pendapatan yaitu sebesar Rp 62.413.000-130.445.000 /tahun. Nilai Revenue Cost (R/C) yang didapatkan lebih besar dari 1 (R/C> 1) yaitu sebesar 1,62-2,10, maka disimpulkan bahwa usaha budidaya udang di Kelurahan Air Mawar, Kota Pangkalpinang memiliki nilai yang positif, layak dilaksanakan dan menguntungkan untuk dikembangkan
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens. L) dengan pemberian pupuk ZA dan fosfat
Budidaya cabai rawit menjadi salah satu peluang besar karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Lahan di Bangka Belitung disebabkan oleh tingkat kemasaman tanah ultisol dan didominasi oleh senyawa Al dan Fe. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan pemberian unsur hara Ca dan Mg. Tujuan penelitian dilakukan untuk menguji efektifitas pupuk ZA plus dan fosfat phosgreen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilakukan dari bulan Februari hingga Agustus tahun 2023 di Kebun Penelitian dan Percobaan, Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok dengan dua faktor, faktor pertama adalah pemberian perlakuan pupuk ZA plus yang terdiri dari N0 (tanpa pemupukan), N1(10 g/tanaman), N2(20 g/tanaman), dan N3(30 g/tanaman). Faktor kedua adalah pemberian perlakuan pupuk fosfat phosgreen yang terdiri dari P0(tanpa pemupukan), P1(25 g/tanaman), dan P2(50 g/tanaman). Dari kedua faktor diperoleh 12 kombinasi dan di ulang sebanyak 3 kali. Perlakuan pupuk ZA plus dan fosfat phosgreen tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap semua variabel yang diamati. Pertumbuhan tanaman cabai rawit pada fase vegetatif dengan dosis 20 g/tanaman menunjukkan hasil tertinggi pada variabel tinggi tanaman dan jumlah cabang produktif, sedangkan pada variabel kemunculan bunga lebih cepat dibandingkan dengan aplikasi pupuk ZA plus dosis lainnya. Hasil tanaman cabai rawit dengan pemberian dosis 50 g/tanaman menunjukkan hasil tertinggi pada jumlah buah/tanaman, bobot buah/tanaman, dan bobot buah/bedengan. Dosis pupuk ZA plus 20 g/tanaman dan dosis pupuk fosfat phosgreen 25 g/tanaman yang diberikan ke tanaman cabai rawit merupakan dosis optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit
Analisis komparasi non-performing loan, capital adequacy ratio, return on assets, dan loan to deposit ratio pada perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia dan bursa malaysia
Krisis keuangan yang terjadi pada Indonesia, Malaysia dan dunia menjadi salah satu hal yang menyoroti kekurangan dalam standar IAS 39. IFRS 9 yang efektif berlaku pada 1 Januari 2018 diberlakukan guna memperbaiki kelemahan yang ada pada standar sebelumnya. Pada standar ini terjadi perubahan metode pencadangan kredit, yang mana pada penerapan ini menggunakan metode expected credit loss berupa ekspektasian terhadap pencadangan kredit dilakukan pada awal periode. Hal ini kemudian berdampak pada risiko kredit dan kinerja keuangan yang umumnya diukur menggunakan rasio keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat, menguji, dan menganalisis apakah terdapat perbedaan antara perbankan Indonesia dan Perbankan Malaysia setelah penerapan IFRS 9 periode 2020-2022. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia. Sampel pada penelitian ini didasarkan pada teknik purposive sampling sehingga sebanyak 15 perbankan. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif dan menggunakan teknik analisis uji beda rata-rata dua sampel tidak berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan rasio CAR dan ROA pada perbankan yang Indonesia dan perbankan Malaysia. Sedangkan pada rasio NPL dan LDR tidak terdapat perbedaan yang signifikan Indonesia dan perbankan Malaysia, yang menunjukkan adanya dampak terhadap rasio keuangan setelah diberlakukannya IFRS 9 tersebut
Etnobotani Tumbuhan Aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr. pada Suku Melayu Bangka di Desa Sungkap Kabupaten Bangka Tengah
Arenga pinnata merupakan tanaman multifungsi yang dimanfaatkan oleh masyarakat dari suku di Indonesia, termasuk suku Melayu di Bangka. Kajian etnobotani merupakan salah satu cara untuk mengetahui pengetahuan lokal dan pemanfaatan A. pinnata secara berkelanjutan. Masyarakat Melayu lokal di Desa Sungkap, Kabupaten Bangka Tengah, merupakan salah satu suku yang memanfaatkan dan membudidayakan A. pinnata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal dan upaya konservasi tumbuhan aren yang dilakukan masyarakat suku Melayu di Desa Sungkap, Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnobotani melalui observasi dan wawancara terhadap 14 informan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dengan mentabulasikan data penelitian untuk menjelaskan pemanfaatan dan konservasi A. pinnata. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat mengenal aren dengan nama kabung. Bagian A. pinnata yang dimanfaatkan yaitu akar (obat tradisional), batang (gagang cangkul/kapak, junjung sahang, kayu bakar), bunga (air nira), tulang daun (lidi), dan ijuk (sapu ijuk, pelapis dasar septic tank). Air nira dijadikan sebagai bahan baku pembuatan gula aren untuk dijual. Dalam pemanfaatan A.pinnata, masyarakat Desa Sungkap memiliki beberapa pengetahuan lokal seperti Pepatah tue dan dikawin kek batang kabung yang dipercayai masyarakat secara turun-temurun. Selain dimanfaatkan masyarakat lokal Desa Sungkap melakukan konservasi dengan melakukan penyemaian bibit aren secara pribadi dan pembuatan kampung konservasi aren oleh pihak desa sebagai bentuk konservasi terhadap A. pinnata
Isolasi bakteri pendegradasi keratin pada pengomposan limbah bulu ayam
Bulu ayam merupakan limbah dari sisa indsutri rumah Pemotongan ayam (RPA). Pengolahan limbah bulu ayam (LBA) dapat dilakukan secara fisik (tekanan hidrolisis, penguapan, pembakaran) mapupun dengan bahan kimia (larutan asam kuat, larutan alkali). Metode tersebut tidak ramah lingkungan dan dapat menimbulkan polusi. Alternatif pengolahan LBA adalah penggunaan mikroorganisme yaitu bakteri pendengradasi dari kompos bulu ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri yang berpotensi sebagai agen biodegradator keratin dalam kompos bulu ayam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan mengambil sampel hari ke-10 pengomposan dari campuran kotoran ayam (KA) dan bulu ayam (BA) serta sampel campuran kotoran sapi (KS) dan bulu ayam (BA) masing-masing perbandingan 1 : 1 (w/w). Isolasi bakteri dari limbah bulu ayam yang dikombinasikan dengan limbah ternak memiliki kelimpahan 1,4x109 - 16x109 CFU’s/gram material kompos. Isolat yang didapatkan sebanyak 47 isolat yang menunjukkan aktivitas proteolitik yang terdiri dari 40 isolat berasal dari campuran KS dan BA serta 7 isolat berasal dari campuran KA dan BA. Indeks zona bening proteolitik didapatkan berkisar dari 1,04 ± 0,03 hingga 4,86 ± 0,73. 47 isolat yang didapatkan memiliki indeks zona bening ideal sebanyak 11 isolat dengan persentase 23%. Indeks zona bening yang ideal berkisar dari 4,86 ± 0,73 sampai 2,40 ± 0,59
Restitusi sebagai bentuk perlindungan bagi korban kejahatan terhadap anak di Indonesia
Pemberian hak-hak terhadap korban tindak pidana adalah suatu macam keharusan suatu negara yang menganut asas kepastian hukum dan yang berkeadilan. Fungsi hukum di satu sisi untuk menjera pelaku tindak pidana, di sisi lain memenuhi hak-hak korban tindak pidana yang mengalami penderitaan akibat kejahatan pelaku tindak pidana, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Pasal (7), yaitu “Korban melalui LPSK berhak mengajukan ke pengadilan berupa: a) hak atas kompensasi dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat, dan b) hak atas restitusi atau ganti kerugian yang menjadi tanggung jawab pelaku tindak pidana”. Permasalahan yang ada adalah 1). Bagaimana kebijakan restitusi sebagai bentuk perlindungan bagi korban kejahatan terhadap anak di Indonesia? dan 2). Bagaimana implementasi pemberian hak restitusi sebagai bentuk perlindungan bagi korban kejahatan terhadap anak di Indonesia?. Adapun Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hak restitusi yang diperoleh korban anak pada suatu tindak pidana yang termaktub dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban Serta Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Penelitian ini menganalisis kebijakan restitusi sebagai bentuk perlindungan bagi korban kejahatan terhadap anak di Indonesia dan implementasi pemberian hak restitusi sebagai bentuk perlindungan bagi korban kejahatan terhadap anak di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif, di mana penelitian ini mengkaji norma hukum positif yang berlaku berupa perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan pemberian hak restitusi kepada korban kejahatan anak di Indonesia. Pendekatan adalah perbandingan, konseptual dan pendekatan perundang-undangan deskriptif analisis pada konsep hak restitusi terhadap peraturan perundang-undangan (statute approach). Hasil Penelitian menunjukkan penerapan Kebijakan hukum pidana dalam pemberian restitusi melalui prosedur penegakan hukum dalam proses peradilan pidana telah diterapkan di Indonesia, sejak penerapan KUHAP yaitu penggabungan perkara gugatan ganti kerugian berdasarkan KUHAP dan restitusi (ganti kerugian dari pelaku tindak pidana) yang diatur dalam beberapa undang-undang di Indonesia. Aturan mengenai mekanisme ganti kerugian bagi korban tindak pidana saat ini agaknya masih mengesempingkan kepentingan korban yang masuk ke dalam ranah sistem peradilan pidana, penyidik, penuntut umum dan hakim tidak memiliki kewajiban untuk ikut mengupayakan ganti kerugian bagi korban tindak pidana
Pemanfaatan limbah styrofoam sebagai subtitusi parsial pada campuran aspal ac-wc
Limbah styrofoam cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sangat sedikit dimanfaatkan. Styrofoam memiliki sifat yang sama seperti aspal, yaitu bersifat termoplastik, jika dipanaskan akan menjadi lunak dan mengeras kembali setelah dingin. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang pemanfaatan limbah styrofoam sebagai substitusi parsial pada campuran aspal AC-WC. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai karakteristik marshall dan menentukan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dari penggunaan limbah styrofoam sebagai substitusi parsial pada campuran aspal AC-WC. Jumlah tumbukan pada pengujian marshall sebanyak 75 tumbukan disetiap sisi benda uji. Jumlah benda uji sebanyak 60 buah, 5 variasi kadar aspal yaitu: 4%, 4,5%, 5%, 5,5% dan 6%. Variasi styrofoam pada pengujian ini sebanyak 4 variasi, yaitu: 0%, 6%, 8% dan 10%. Pedoman yang digunakan adalah Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa substitusi styrofoam terhadap campuran aspal mempengaruhi nilai karakteristik marshall yaitu VMA dengan nilai rata-rata tertinggi pada variasi 10% styrofoam, nilai VIM tertinggi pada 10% styrofoam, nilai VFB tertinggi pada 6% styrofoam, nilai Stabilitas tertinggi pada 8% styrofoam, nilai Flow tertinggi pada 10% styrofoam dan nilai MQ tertinggi pada 6% styrofoam. Nilai kadar aspal optimum (KAO) pada variasi 0%, 6% dan 8% styrofoam memenuhi spesifikasi yaitu sebesar 5,75% pada 0% styrofoam serta 6% pada variasi 6% dan 10% styrofoam. Pada campuran 8% styrofoam tidak dapat ditentukan nilai KAO-nya, karena tidak memenuhi parameter nilai karakteristik marshall. Pada variasi 6% dan 10% styrofoam dapat digunakan sebagai bahan substitusi aspal pada campuran aspal AC-WC
Perlawanan masyarakat terhadap PT Foresta Lestari Dwikarya di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong (dari collective action ke resolusi konflik)
Penelitian ini mengangkat tentang konflik agraria yang terjadi antara masyarakat Desa Kembiri dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit tepatnya PT Foresta Lestari Dwikarya yang terletak di Desa kembiri Kecamatan Membalong kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Konflik ini bermula ketika perusahaan melakukan replanting penebangan untuk penanaman kembali namun pihak masyarakat tidak mengetahui hal tersebut dikarenakan tidak ada transparansi dan sosialisasi dari pihak perusahaan. Dalam hal ini masyarakat menuntut hak mereka dengan 20% plasma dan meminta pengukuran ulang HGU kembali dikarenakan adanya kejanggalan atas lahan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana bentuk perlawanan masyarakat terhadap PT Foresta Lestari Dwikarya serta melihat apa saja dampak perlawanan yang diakibatkan oleh konflik ini. Penelitian ini menggunakan teori Contentious Politics oleh Sidney Tarrow sebagai landasan dasar penelitian, terdapat empat indikator tahapan dalam perlawanan yakni, mobilisasi sosial, koalisi dan aksi kolektif, perlawanan, dan negosiasi resolusi konflik. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang sumber data primernya berasal dari wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data lanjutan, dalam menentukan informan peneliti menggunakan teknik snowball sampling