University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Analisis Efektifitas Speed Bump dan Speed Hump terhadap Penurunan Kecepatan Kendaraan di Kota Pangkalpinang
Alat pembatas kecepatan merupakan bagian dari prasarana jalan yang berfungsi sebagai peredam kecepatan atau pengendali kecepatan suatu kendaraan yang melewati jalan tersebut. Fasilitas alat pembatas kecepatan ini dikenal dengan berbagai jenis, diantaranya speed bump, speed hump dan speed table. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas alat pembatas kecepatan terhadap penurunan kecepatan kendaraan dan spesifikasi dimensi alat pembatas kecepatan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode kecepatan setempat yaitu dengan mengukur kecepatan kendaraan normal dan kecepatan kendaraan saat melintasi polisi tidur. Penelitian ini dilakukan pada sepuluh ruas jalan yang ada di Kota Pangkalpinang. Dari hasil analisa diperoleh alat pembatas kecepatan jenis speed bump pada Jalan Sumedang telah sesuai spesifikasi dimensi standar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2021 dengan efektifitas penurunan yang dihasilkan sebesar 35% untuk sepeda motor dan 36% untuk mobil. Sedangkan alat pembatas kecepatan jenis speed hump pada Jalan Tangsi tidak sesuai spesifikasi karena kelandaiaanya >15% dan efektifitas penurunan yang dihasilkan sebesar 6% untuk sepeda motor dan 8% untuk mobil. Hal ini menunjukan bahwa alat pembatas kecepatan jenis speed bump lebih memberikan efektifitas penurunan kecepatan dibandingkan dengan alat pembatas kecepatan jenis speed hump
Produktivitas Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Tanaman Kangkung (Ipomea reptans Poir.) pada Sistem Akuaponik dengan Padat Tebar Ikan yang Berbeda
Akuaponik adalah gabungan budidaya ikan dan tanaman hidroponik dengan sistem resirkulasi. Akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat memanfaatkan limbah budidaya ikan serta mampu menghemat penggunaan lahan dan air. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada para pembudidaya mengenai pemeliharaan ikan nila dan tanaman kangkung dengan sistem akuaponik. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Pemeliharaan ikan nila dengan sistem akuaponik dilakukan selama 36 hari di styrofoam ukuran 51x37x30 cm², dengan jumlah ikan yang ditebar 162 ekor. Hasil pemeliharaan didapatkan pertumbuhan ikan nila dengan bobot mutlak ratarata berkisar antara 4,91 ± 0,08 gr dan panjang mutlak 5,00 ± 0,47 cm, dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%. Pertumbuhan akhir tinggi tanaman dan lebar daun berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kangkung. Hasil tertinggi pada perlakuan 3 dengan tinggi batang berkisar antara 23,03 ± 0,54 cm, lebar daun berkisar antara 1,80 ± 0,60 cm. Dan hasil terendah pada perlakuan 1 dengan tinggi batang berkisar antara 22,56 ± 0,63 cm dan lebar daun berkisar antara 1,76 ± 0,52 cm. dan jumlah daun menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan kangkung
Pengaruh volatilitas penjualan dan tingkat utang terhadap persistensi laba dengan volatilitas arus kas sebagai variabel moderasi (studi empiris perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI Periode 2018-2022)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volatilitas penjualan dan tingkat utang terhadap persistensi laba dengan menggunakan volatilitas arus kas sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sehingga diperoleh sebanyak 18 perusahaan sebagai sampel dengan 5 tahun pengamatan. Teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model regresi data panel dengan analisis regresi moderasi menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa volatilitas penjualan berpengaruh negatif signifikan terhadap persistensi laba, tingkat utang tidak berpengaruh terhadap persistensi laba. Volatilitas arus kas mampu memoderasi pengaruh antara volatilitas penjualan terhadap persistensi laba sedangakan volatilitas arus kas tidak memoderasi pengaruh tingkat utang terhadap persistensi laba
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wanita Bekerja di Perkebunan PT. Sawindo Kencana Kecamatan Tempilang
Penelitian ini bertujuan : (1) mendeskripsikan pekerjaan yang dilakukan pekerja wanita (2) menghitung kontribusi pendapatan pekerja wanita yang bekerja di perkebunan dan (3) menganalisis faktor yang mempengaruhi wanita bekerja di perkebunan PT. Sawindo Indo Kencana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan September 2023 di Kecamatan Tempilang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel berjumlah 60 responden. Metode analisis menggunakan
deskriptif kualitatif, rumus kontribusi pendapatan dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja wanita digunakan di bagian pembibitan dalam perawatan bibit kelapa sawit, bagian panen sebagai pengumpul brondolan kelapa sawit dan paling banyak ditempatkan dibagian perawatan sebagai unit semprot dan pemupukan kelapa sawit. Kontribusi penghasilan pekerja wanita di perkebunan PT. Sawindo Kencana Kecamatan
Tempilang terhadap total pendapatan keluarga tergolong sedang dengan persentase kontribusi 54,36 % atau Rp. 4.939.520 dari total pendapatan keluarga. Variabel pendapatan suami, umur, dan lama menempuh pendidikan
berpengaruh negatif terhadap keputusan pekerja wanita di perkebunan PT. Sawindo Kencana Kecamatan Tempilang. Sedangkan yang tidak berpengaruh adalah variabel tanggungan keluarga
Identifikasi Ikan Buntal Air Tawar (Pao sp.) Asal Sungai Lenggang Belitung Timur Menggunakan DNA Barcoding
Pulau Belitung memiliki sumber daya ikan lokal air tawar yang besar, salah satunya adalah Ikan Buntal Air Tawar (Pao sp.) yang berpotensi sebagai ikan hias. Kajian tentang ikan lokal ini, khususnya terkait kharakteristik molekuler
belum dilakukan sehingga potensi tersebut terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Ikan Buntal Air Tawar asal Sungai Lenggang secara morfologi dan molekuler menggunakan gen COI serta menganalisis hubungan
kekerabatannya. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif eksploratif. Proses sampling dilakukan pada Bulan Juni 2023 di Sungai Lenggang, Belitung Timur dan sekuensing dilaksanakan di Laboratorium Biologi Fakultas Pertanian,
Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Analisis data menggunakan BLAST di situs NCBI, Bold Systems dan MEGA 11. Hasil menunjukkan bahwa sampel Ikan Buntal Air Tawar dari Sungai Lenggang, Belitung Timur memiliki kemiripan secara morfomeristik dan molekuler dengan
spesies Pao palembangensis. Ikan Buntal Air Tawar yang berasal dari perairan Belitung Timur memiliki persamaan karakteristik dengan spesies Pao palembangensis dari lembah Sungai Mekong hingga Sumatera berdasarkan morfologi pada warna tubuh, corak dan bentuk kepala. Ikan Buntal Air Tawar
(Pao sp.) asal Sungai Lenggang, Belitung Timur teridentifikasi sebagai Pao palembangensis, karena memiliki hubungan jarak genetik yang kuat pada kelima sampel Ikan dengan nilai 0,003%, yang menunjukkan monofiletik atau dari garis keturunan yang sama. Analisis BLAST dan konstruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa belum banyaknya data genetik pembanding dari spesies yang sama, sehingga menjadikan penelitian ini sebagai catatan genetik pertama Pao palembangensis asal dari Sungai Lenggang, Belitung Timur
Pengaruh financial distress, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap harga saham serta dampaknya pada nilai perusahaan (studi kasus PT Waskita Karya Tbk 2013-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh dari faktor-faktor seperti financial distress, struktur modal, serta ukuran perusahaan terhadap harga saham serta dampaknya pada nilai perusahaan PT Waskita Karya Tbk 2013-2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan mengambil sampel laporan keuangan triwulan dari tahun 2013 hingga 2023. Variabel independen yang digunakan meliputi financial distress, struktur modal, dan ukuran perusahaan, sedangkan variabel dependen adalah harga saham dan nilai perusahaan. Sampel penelitian berjumlah 40 laporan keuangan triwulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah 2 analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 40 laporan keuangan triwulan sampel, dapat disimpulkan bahwa: (1) Financial Distress berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. (2) Struktur Modal berpengaruh negatif signifikan terhadap Harga Saham. (3) Ukuran Perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. (4) Financial Distress berdampak positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan. (5) Struktur Modal berdampak positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan. (6) Ukuran Perusahaan tidak berdampak terhadap Nilai Perusahaan
Kajian teknis kemiringan meja dan laju umpan air table terhadap peningkatan kadar mineral cassiterite di unit pengolahan PT Timah Tbk
Bidang Pengolahan Mineral melakukan pemisahan mineral dengan dua cara, yaitu proses basah dan proses kering. Salah satu alat yang digunakan dalam proses kering yaitu Air Table. Permasalahan pada penelitian ini adalah hasil yang didapatkan dari pengolahan kurang optimal, dikarenakan pengaturan variabel alat Air Table yang kurang tepat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kemiringan meja dan laju umpan alat Air Table terhadap peningkatan kadar dan recovery mineral cassiterite. Penelitian ini dilakukan pengaturan kombinasi kemiringan meja dan laju umpan sebanyak 18 percobaan. Pengaturan kemiringan meja yang digunakan yaitu 2,12o , 2,75o dan 3,03o . Pengaturan laju umpan yang digunakan yaitu 236,30 kg/jam, 385,56 kg/jam, 478,80 kg/jam, 524,60 kg/jam, 565,20 kg/jam dan 615,60 kg/jam. Umpan yang digunakan adalah middling jig yuba dengan berat 650 kg. Pengambilan sampel dilakukan pada sampel umpan dan produk yang dihasilkan dan di uji dengan Analisis Laboratorium (Grain Counting Analysis). Hasil pengujian sampel menunjukkan karakteristik fisik umpan tergolong berukuran butir kurang halus dengan komposisi mineral terdiri dari cassiterite, ilmenite, pyrite, zircon, tourmaline, quartz dan monazite dengan kadar mineral cassiterite 2,61 %. Efektivitas hasil pemisahan mineral cassiterite menggunakan Air Table terdapat pada pengaturan kemiringan meja 2,75o dan laju umpan 615,60 kg/jam, diperoleh kadar mineral cassiterite sebesar 41,89 %
Analisis hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap jaring insang tetap di dermaga Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah
Jaring insang tetap di Desa Perlang sangat penting untuk dikembangkan karena alat tangkap yang paling dominan dan jenis ikan yang ditangkap adalah jenis ikan ekonomis penting. Namun, informasi terkait analisis hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap jaring insang tetap belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi alat tangkap jaring insang tetap dan komposisi jenis ikan menggunakan alat tangkap jaring insang tetap yang ada di Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024 di Desa Perlang Kabupaten
Bangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi alat tangkap jaring insang tetap yang terdapat di Desa Perlang terdiri dari badan jaring dengan panjang 700 m dan 1000 m, lebar 3 m dan ukuran mata jaring 4 inci dan 6 inci. Tali ris atas dan ris bawah dengan panjang 700 m dan 1000 m serta ukuran diameter 4 mm. Tali pelampung dengan panjang 40 m diikatkan pada tali
ruis atas. Pelampung yang digunakan menggunakan bahan plastik. Tali pemberat berbahan dasar Polyethylene (PE) dengan panjang yaitu 30 cm yang diikatkan di tali ris bawah. Pemberat yang digunakan berbahan dasar timah dan berbentuk
lonjong. Jangkar sebanyak 2 buah dengan berat 3 kg serta srampat atas dan srampat bawah untuk melindungi badan jaring dari berbagai macam kerusakan. Sedangkan komposisi jenis hasil tangkapan ikan sebanyak 10 jenis ikan dengan
hasil tangkapan utama terdiri dari ikan Manyung/manyong (Netuma thalassina), Hoile (Hexanematichthys Sagor), Menggali (Gnathanodon speciosus), Talang/talang- talang (Chorinemus tala), Tenggiri (Scomberomorus commerson),
dan Pari (Dasyatis sp) dengan persentase sebesar 92,5% dan hasil tangkapan sampingan terdiri dari ikan Kembung (Rastrelliger sp), Hiu (Carchareus leucas), Seminyak (Diagramma pictum), dan Patin (Pangasius pangasius) dengan
persentase sebesar 7,5%
Kajian kadar serta penentuan kelayakan ekonomi cassiterite pada sisa hasil pengolahan washing plant di desa tanjung gunung Kabupaten Bangka Tengah
Penelitian ini mengkaji kelayakan Sisa Hasil Pengolahan Washing Plant yang berada di disposal. Permasalahan penelitian ini yaitu melimpahnya material Sisa Hasil Pengolahan di disposal sehingga perlu dilakukan studi kelayakan tambang agar diketahui rencana produksi selama umur tambang, kebutuhan alat gali dan alat muat, keutungan serta mengurangi resiko kerugian . Standar kelayakan kadar yang ditetapkan sebesar 0,25% – 1 % Sn dengan recovery penambangan sebesar 40-50%. Dalam penambangan bijih timah kehadiran Sisa Hasil Pengolahan tidak bisa dihindari, SHP umumnya masih mengandung mineral-mineral berharga. Hal ini disebabkan karena pengolahan bijih timah tidak akan mencapai perolehan (recovery) 100 %. Pada penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil 16 sampel secara acak dengan kedalaman lubang bor 1 meter menggunakan bor auger. Setiap sampel yang diambil dilakukan coning quartering setelah itu dipreparasi terlebih dahulu dengan dicuci, ditimbang, dikeringkan, lalu ditimbang. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap seluruh menggunakan metode analisa mikroskop (Grain Counting Analysis) dan X-ray Flourescence untuk mendapatkan kadar kasiterit. Dari hasil analisa kadar sampel SHP yang ditunjang dengan data BOP (Biaya Operasi Penambangan), data BEP (Break Even Point) dan data COG (Cut Off Grade), diperoleh bahwa pada Sisa Hasil Pengolahan Tanjung Gunung memiliki kadar rata-rata 0,35% Sn, sedangkan nilai COG Nilai Cut off Grade SHP yang akan dilakukan pengolahan kembali adalah senilai 0,13 kg sn/m3 . Berdasarkan hasil analisa sampel SHP Pada Tanjung Gunung, seluruh sampel masih memiliki nilai ekonomis. Cash in flow SHP Tanjung Gunung adalah sebesar Rp 638.514.000 mampu menutup cash out flow sebesar Rp 341.004.833 Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,8 % dan nilai profitability index (PI) sebesar 2,2% Nilai Payback Period sebesar 0,9 bulan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa SHP Washing Plant Tanjung Gunung masih memiliki nilai yang ekonomis atau layak untuk diolah kembali
Pengaruh jumlah mata bajak tipe cangkul pada mesin penggembur tanah terhadap kinerja mesin
Pertanian tradisional memiliki beberapa tahapan didalamnya, salah satunya adalah proses penggemburan tanah yang umumnya dilakukan dengan menggunakan cangkul. Filgantara, dkk (2024) pada penelitiannya telah membuat mesin penggembur tanah menggunakan mata bajak jumlah 5 tipe cangkul dengan hasil penggemburan tanah pada lahan seluas 28 m2 mendapatkan nilai kinerja mesin rata-rata 0,66 m2/detik dan hasil kedalaman rata-rata 10,10 cm. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil terhadap penggemburan tanah yaitu jenis mata bajak, jumlah mata bajak, sudut jarak tiap mata bajak, dan bobot mata bajak. Untuk mendapatkan kinerja mesin yang optimal, dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan mata bajak yang berbeda yaitu mata bajak jumlah 4 dan 6. Kemudian hasil dari pengujian dibandingkan dengan hasil dari penelitian sebelumnya. Proses penggemburan dilakukan pada lahan seluas 28 m2 sebanyak 3 kali pengujian dimana pada 1 kali pengujian dilakukan 3 kali pengulangan. Hasil mata bajak jumlah 4 mendapatkan rata-rata waktu yaitu 18,42 detik dan kinerja mesin yang dihasilkan yaitu mampu membajak 0,65 m²/detik dengan hasil kedalaman rata-rata 11,40 cm. Sedangkan pada mata bajak jumlah 6 mendapatkan rata-rata waktu yaitu 15,98 detik dan kinerja mesin yang dihasilkan yaitu mampu membajak 0,75 m²/detik dengan hasil kedalaman rata-rata 12,40 cm