University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Perencanaan Gedung Mess Karyawan Kawasan Industri Sadai Bangka Selatan
Kawasan Industri Sadai merupakan salah satu dari 9 kawasan Industri Prioritas Nasional yang menjadi target pertumbuhan ekonomi baik skala lokal maupun nasional. Menurut Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan Kawasan Industri Sadai membutuhkan kurang lebih 5280 orang tenaga kerja pendatang. Jumlah tenaga kerja yang banyak dengan daerah yang jauh dari pusat kota toboali, maka fasilitas rumah tinggal seperti mess sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan perindustrian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan struktur gedung mess karyawan empat lantai di Kawasan Industri Sadai Bangka Selatan yang mengacu pada SNI 2847:2019 (Persyaratan Beton Bertulang Untuk Gedung) dan SNI 1727:2020 (Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait Untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain). Perencanaan gedung mencakup struktur pelat atap, pelat lantai, balok, kolom dan tangga yang dianalisis menggunakan software ETABS. Hasil perencanaan pelat dengan metode desain langsung menunjukkan penulangan pelat akibat momen dan geser secara detail dengan ketebalan pelat 150 mm menggunakan tulangan S13 dengan jarak 40 mm hingga 300 mm. Hasil perhitungan pelat menentukan perencanaan balok sehingga dihasilkan perencanaan balok induk dengan dimensi 300 mm x 500 mm digunakan tulangan lentur tekan 2S22 dan tulangan lentur tarik 3S22 dengan jarak tulangan geser P10-200 mm. Pada balok anak digunakan dimensi 250 mm x 400 mm dengan tulangan lentur tekan 2S16 dan tulangan lentur tarik 3S16 dengan jarak tulangan geser P10-150 mm. Hasil perhitungan kolom direncanakan dengan dimensi 500 mm x 500 mm didapatkan perencanaan tulangan longitudinal kolom 8S22 dan jarak tulangan geser P10-200 mm. Pelat tangga direncanakan dengan ketebalan 120 mm digunakan tulangan P10 dengan jarak 150 mm sampai 175 mm . Perencanaan pelat bordes dengan ketebalan 120 mm menggunakan tulangan P10 dengan jarak 70 mm sampai 175 mm. Pada balok bordes digunakan dimensi 250 mm x 400 mm dengan tulangan lentur tekan 2S16 dan tulangan lentur tarik 3S16 dengan jarak tulangan geser P10-150 mm
Pengaruh Digital Marketing, Online Customer Review Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Marketplace Shopee Di Kota Pangkalpinang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perkembangan dan pertumbuhan teknologi sekarang semakin beragam yang telah mengubah sistem penjualan dari konvensional ke online melalui aplikasi digital yaitu marketplace shopee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pengaruh digital marketing, online customer review, dan harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada marketplace shopee di Kota Pangkalpinang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 190 responden, yang ditentukan dengan menggunakan metode probability sampling dengan teknik area sampling. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan perangkat lunak SMARTPLS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digital marketing, online customer review, dan harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada marketplace shopee di Kota Pangkalpinang. Hal ini dikarenakan digital marketing, online customer review, dan harga bersama-sama membentuk persepsi konsumen tentang produk dan merek. Digital marketing menjangkau dan melibatkan konsumen secara efektif, online customer review, memberikan bukti sosial dan informasi penting yang membangun kepercayaan, dan harga yang kompetitif memastikan bahwa produk tersebut dianggap memiliki nilai yang baik oleh konsumen. Kombinasi dari ketiga elemen ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi konsumen untuk membuat keputusan pembelian yang lebih cepat dan lebih yakin
Rancang bangun alat pengukur torsi dan gaya sepeda motor sederhana
Dengan berkembang pesatnya dunia otomotif di Indonesia terutama di
Bangka Belitung, hal tersebut berpengaruh pula terhadap perkembangan alat yang
ada bengkel-bengkel terutama di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Bangka
Belitung, Salah satunya adalah pengukuran torsi dan daya pada sepeda motor
menggunakan hanging scale digital/ timbangan digital. Penelitian mengenai alat
sederhana untuk mengukur torsi sepeda motor bertujuan untuk bagaimana
merancang alat ukur sederhana dan bagaimana kinerja alat ukur sederhana pada
sepeda motor. Alat pengukur torsi dan gaya sepeda motor sederhana dirancang
dengan metode french yang meghasilkan panjang alat 900 mm, Lebar 400 mm dan
Tinggi 630 mm dengan transmisi penghubung poros roller ke flywheel mengunakan
pulley dan V-belt. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali dari sepeda motor dengan
kecepatan 2000 rpm. Pengujian ini mengunakan bahan uji sepeda motor honda beat
dan sepeda motor honda scoopy 110 cc dengan cara uji coba alat sederhana
pengukur torsi ini dengan meletakan roda belakang sepeda motor pada roller yang
berputar menuju flywheel yang dihubungkan oleh pulley dan V-belt, lalu dengan
kecepatan 2000 rpm speedometer hingga putaran flywheel stabil, kemudian
kencangkan rachet tie down yang terhubung ke hanging scale digital dan terhubung
oleh tali webbing kopel pada poros flywheel sehingga putaran roda motor behenti
dan mehasilkan gaya. Dari pengujian didapatkan hasil rata-rata pada motor honda
beat 110 cc dengan diameter roda 517,6 mm dihasilkan gaya sebesar 442,67 N, torsi
poros 5621,87 Nmm dan torsi roda 275,88 Nmm. Dan rata-rata pada motor honda
scoopy 110 cc dengan diameter roda 484,8 mm dihasilkan gaya sebesar 423,00 N,
torsi poros 5372,10 Nmm dan torsi roda 281,46 Nmm. Akurasi alat pada pengujian
pada sepeda motor honda beat sebesar 60,14 % dan akurasi alat pada pengujian
sepeda motor honda scoopy sebesar 56,48 %
Produksi mesin pembuat mie dengan perlakuan raw material input
Mie merupakan produk makanan dengan bahan baku tepung terigu yang popular dikalangan masyarakat Indonesia. Terdapat variasi yang luas pada komposisi, metode pembuatan dan penyajian mie. Bahan baku menjadi komponen yang sangat penting dalam proses produksi. Tersedianya bahan baku dalam jumlah yang tepat akan mempengaruhi kelancaran proses produksi. Dilihat dari penelitian sebelumnya yang berjudul “modifikasi mesin pemipih dan pemotong mie berpenggerak motor dc 24v” milik Handika masih ada kekurangan yaitu penumpukan adonan pada poros pemotong, maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh raw material input terhadap hasil produksi pembuatan mie. Pengujian dilakukan dengan tiga variasi rpm yaitu 240 rpm, 270 rpm, 300 rpm dengan kapasitas input sebesar 100 gram. Pengujian dilakukan dengan 9 kali percobaan guna mengetahui hasil rata-rata kapasitas produksi. hasil pengujian terbaik dengan variasi kecepatan 240 rpm didapatkan rata-rata waktu 3,8 detik dengan hasil output sebesar 98 gram sedangkan penelitian sebelumnya milik Handika memerlukan waktu selama 9,50 detik dengan hasil output 95,6 gram, kemudian kapasitas produksi terbaik pada rpm 240 yaitu 92,592 kg/jam dan pada penelitian sebelumnya yaitu 36,21 kg/jam. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini mampu menghasilkan kapasitas produksi yang lebih besar dan waktu yang lebih cepa
Persepsi Masyarakat Terhadap Pabrik Pengolahan Crude Palm Oil PT Mitra Agro Sembada Di Desa Labu Kabupaten Bangka
Perkebunan atau perusahaan tentu dapat mempengaruhi aspek kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan di sekitarnya, sehingga menimbulkan persepsi masyarakat terhadap keberlangsungan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap pabrik pengolahan CPO PT MAS dari aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan di Desa Labu Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan di Desa Labu pada bulan Oktober 2023 hingga Maret 2024 dengan menggunakan metode survei. Responden yang dijadikan sebagai sampel sebanyak 30 orang menggunakan teknik purposive sampling dengan kreteria populasi yang berusia produktif dan masyarakat yang telah lama bermukim atau tingggal di Desa Labu sebelum berdirinya pabrik CPO PT MAS. Data penelitian diolah dengan menggunakan Skala Likert. Dampak dari aspek sosial pada interaksi masyarakat terhadap pabrik CPO PT MAS netral yang artinya tidak begitu memberikan dampak atau pengaruh positif bagi masyarakat Desa Labu. Sedangkan di pembangunan infrastruktur persepsi masyarakat negatif menandakan bahwa perusahaan tidak memiliki peran dalam meningkatkan infrastruktur pada Desa Labu. Dampak dari aspek ekonomi pada pendapatan masyarakat netral yang menandakan bahwa pendapatan dihasilkan bukan berasal dari pabrik pengolahan CPO PT MAS melainkan dari usaha lainnya. Kemudian, pada lapangan pekerjaan dan peluang usaha termasuk dalam kategori netral yang artinya persepsi masyarakat tidak begitu memberikan dampak atau pengaruh positif bagi masyarakat Desa Labu. Dampak dari aspek lingkungan pada polusi suara dan polusi udara didapatkan hasil persepsi masyarakat termasuk dalam kategori netral yang artinya tidak memberikan pengaruh positif ataupun dampak bagi masyarakat Desa Labu
Desain dan implementasi kebijakan kota kreatif Pangkalpinang
Penelitian yang berjudul “Desain dan Implementasi Kebijakan Kota Kreatif Pangkalpinang” ini berfokus kepada pembangunan kota kreatif pemerintah Kota Pangkalpinang, termasuk berbagai kebijakan yang dikeluarkan serta melihat efektivitas dari proses implementasi kebijakan yang dijalankan. Metode penelitian dalam penulisan ini yakni penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan dari Merilee S. Grindle. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa desain kebijakan pembangunan kota kreatif yang ditetapkan oleh pemerintah Kota Pangkalpinang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan program yang berlandaskan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berupa lima program kebijakan yang meliputi pembentukan komunitas kreatif sub sektor ekonomi kreatif, memfasilitasi penerbitan legalitas, membuat aplikasi Appekraf, penyelenggaraan event dan pelatihan di bidang ekonomi kreatif, dan penyediaan sarana dan prasarana kota kreatif. Dalam pelaksanaannya kebijakan pembangunan kota kreatif Pangkalpinang yang telah dijalankan belum sepenuhnya optimal. Hal ini dapat dilihat dari kelima program kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah Kota Pangkalpinang hanya empat yang terlaksana dengan baik yaitu pembentukan komunitas kreatif sub sektor ekonomi kreatif, memfasilitasi penerbitan legalitas, membuat aplikasi Appekraf, penyelenggaraan event dan pelatihan di bidang ekonomi kreatif. Adapun dukungan dalam upaya implementasi kebijakan kota kreatif Pangkalpinang terdapat lima dukungan yaitu dukungan oleh tim ahli dalam memberikan masukan secara akademis, dukungan dari dunia usaha, dukungan dari komunitas kreatif Pangkalpinang, dukungan penuh dari pemerintah Kota Pangkalpinang, dan dukungan oleh media. Sedangkan hambatan yang terjadi pada implementasi kebijakan kota kreatif Pangkalpinang ialah terdapat dua hambatan yaitu minimnya sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif dan anggaran yang terbatas
Uji Potensi Ekstrak Kasar dan Fraksi Ekstrak Etanol Daun Gribong (Archidendron clypearia (Jack) I.C. Nielsen) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis
Jerawat adalah kondisi disbiotik yang disebabkan oleh bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Gribong (Archidendron clypearia (Jack) I.C. Nielsen) secara empiris telah digunakan sebagai pengobatan untuk mengatasi masalah pada wajah oleh masyarakat Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi ekstrak dan fraksi etanol daun gribong terhadap dua bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu uji fitokimia dan kadar fenolik total, uji aktivitas antibakteri, uji konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) serta uji kesetaraan terhadap antibiotik klindamisin sebagai kontrol positif. Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 96%, fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol adalah fenolat, flavonoid, tanin dan saponin. Tritriterpenoid hanya ditemukan pada ekstrak etanol. Pada fraksi etil asetat tidak ditemukan adanya alkaloid dan pada fraksi n-heksana hanya ditemukan adanya steroid. Nilai kandungan fenolik total tertinggi ditemukan pada ekstrak etanol 96% yaitu 625,81 ± 23,92 mgGAE/g. Ekstrak etanol 96%, fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol memiliki aktivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri tertinggi ditunjukkan oleh fraksi etil asetat dengan KHM pada Cutibacterium acnes sebesar 0,375% dan pada Staphylococcus epidermidis sebesar 1% serta KBM untuk kedua bakteri tersebut sebesar 2,5%. Sebagai kesimpulan, ekstrak etanol dan fraksi-fraksinya berpotensi sebagai anti jerawat terhadap bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis
Optimalisasi pertumbuhan dan hasil rumput pakchong (pennisetum purpureum cv Thailand) dengan pengaplikasian biosaka dan pupuk NPK di lahan pasca tambang timah
Rumput pakchong merupakan hijaun pakan ternak yang berpotensi untuk dibudidayakan di lahan pasca tambang timah. Kandungan hara yang rendah pada lahan pasca tambang timah dapat dioptimalkan dengan pengaplikasian biosaka dan NPK. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai Mei 2024. Tempat penelitian di lahan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan, jumlah blok adalah 6. Perlakuan pada penelitian terdiri dari biosaka (P1), biosaka + NPK 25% (P2), biosaka + NPK 50% (P3), biosaka + NPK 75% (P4), dan biosaka + NPK 100% (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian biosaka + NPK berpengaruh sangat nyata terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah anakan, diameter ruas dan hasil perpetak. Aplikasi biosaka + NPK berpengaruh nyata terhadap panjang ruas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat basah tajuk. Pemberian biosaka pada tanaman rumput pakchong di lahan pasca tambang timah mampu mengurangi penggunaan NPK sebesar 50
Kajian pengolahan batu granit di PT Aditya Buana Inter menggunakan jaw crusher skala laboratorium untuk mendapatkan split 1 X 2 dan 2 X 3
Jaw Crusher banyak digunakan dalam proses mengolah batu granit berupa bongkahan untuk menghasilkan ukuran tertentu, peralatan ini diaplikasikan di dunia industri maupun di laboratorium. Penelitian ini menggunakan jaw crusher skala laboratorium yang bertujuan untuk mendapatkan variabel teknis yang baik dari ukuran feed 3 cm, 5 cm, 7 cm dan 9 cm yang efektif untuk menghasilkan produk batu granit ukuran split 1-2 cm. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data berupa hasil laboratorium karakteristik petrologi, 2 sampel setiap variabel, 8 data hasil produk hasil jaw crusher dan waktu yang dibutuhkan penggerusan setiap sampel. Karakteristik feed yang ada di daerah penelitian terbagi atas batuan lapuk dan fresh, komposisi batuan lapuk berupa mineral kuarsa 40%, Feldspar 35%, biotit 15% dan mineral opak 3%, batuan telah mengalami proses alterasi nampak munculnya mineral klorit 5%, serisit 3% sebagai mineral ubahan, yang membedakan batuan fresh pada komposisi mineral opak 5%, klorit 3%. Pengaruh variabel ukuran feed terhadap waktu dan hasil penggerusan pada split 1x2 dan 2x3 waktu tercepat didapat pada ukuran feed 3 cm dan waktu terlama pada feed 9 cm hal ini menunjukan semakin besar ukuran feed semakin lama waktu yang dibutuhkan, untuk hasil tertinggi didapat pada ukuran feed 5 cm dan mengalami penurunan ketika bertambah dan berkurangnya ukuran feed 3 cm, 7 cm, 9 cm hal ini menunjukan feed yang terlalu kecil dan besar menyebabkan hasil gerusan yang diperoleh berkurang. Penggerusan menggunakan variabel ukuran feed sangat berpengaruh terhadap hasil gerusan, Hasil analisis perbandingan gerusan jaw crusher untuk menghasilkan split 1x2 dan split 2x3 yang paling efektif diperoleh split 2x3 dengan persentase hasil rata-rata didapat 88,5% dan perolehan variabel tertinggi pada ukuran feed 5 cm dengan hasil 94%. Untuk split 1x2 persentase hasil yang didapat 85,5% dan perolehan variabel tertinggi pada ukuran feed 5 cm dengan hasil dengan hasil 91%. Bukaan jarak jaw plate atau open side setting juga berperangaruh pada hasil yang didapatkan bukaan jarak yang kecil mengakibatkan penghancuran yang lebih banyak yang membuat produk losses meningkat dan membutuhkan waktu yang lebih lama
Transformasi vespa jenis P 150 Excel menjadi sepeda motor listrik brushless direct current (Bldc) berkapasitas 2 KW
Saat ini banyak kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber tenaganya. Hal ini menyebabkan cadangan minyak menipis dan timbulnya polusi udara. Kendaraan dengan bahan bakar alternatif merupakan kendaraan yang tepat untuk digunakan saat ini. Sepeda motor listrik merupakan salah satu kendaraan dengan bahan bakar alternatif. Sepeda motor listrik menggunakan tenaga baterai sebagai sumber tenaganya. Sepeda motor listrik terdiri dari dua bagian utama yaitu sepeda motor dan komponen kelistrikan. Sepeda motor dibuat dengan berbagai macam proses pengubahan pada kerangka kemudian merakit komponen sepeda. Komponen kelistrikan yang terdiri dari baterai, grip gas, dan komponen kontrol lainnya dihubungkan menjadi satu dengan sepeda motor. Dari hasil pegujian yang didapatkan , sepeda motor listrik mampu kecepatan maksimal 60 km/jam , dalam pengambilan data dengan jarak 5 km, 10 km , 15 km dan 20 km