University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Pengaruh promosi online, kualitas produk, dan harga terhadap keputusan pembelian pada UMKM D’Nastar Di Pangkalpinang
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Fenomena yang ditunjukan belum optimalnya perkembangan UMKM yang bersaing ditengah meningkatnya jumlah UMKM yang ada di Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui apakah promosi online, kualitas produk dan harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada D’Nastar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui analisis deskriptif. Jumlah penelitian ini sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi online, kualitas produk dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen D’Nastar
Analisis komparasi efektivitas dan kontribusi penerimaan pajak bumi dan bangunan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan kontribusi PBB Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah serta perbedaan efektivitas dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian ini adalah data sekunder dari laporan keuangan yaitu realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Pendapatan Asli Daerah. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Metode analisis data menggunakan metode rasio efektivitas, rasio kontribusi dan uji beda t-test. Berdasarkan hasil penelitian efektivitas penerimaan PBB Kabupaten Bangka berada pada kategori efektif dengan presentase 93,58%, efektivitas penerimaan PBB Kabupaten Bangka Tengah berada pada kategori efektif dengan presentase 96,78%, kontribusi PBB terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangka berada pada kategori sangat kurang dengan presentase 4,18%, kontribusi PBB terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangka Tengah berada pada kategori sangat kurang dengan presentase 8,77% dan terdapat perbedaan yang signifikan pada efektivitas dan kontribusi PBB-P2 di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah. Hasil analisis uji independent sample t-test nilai efektivitas 0,00 < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak dan uji mann whitney pada nilai kontribusi 0,0136 < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak
Pola pemidanaan terhadap penerapan restorative justice pada penyelesaian perkara penggelapan dalam jabatan (studi kasus di Satreskrim Polres Bangka)
Pola pemidanaan menjadi dasar pertanyaan mengapa seseorang dipidana atau tidak dipidana bagi pembuat hukum pidana. Restorative justice merupakan produk hukum yang mengutamakan pemulihan korban, pelaku, dan masyarakat terkait dalam kasus tindak pidana ringan sebagaimana tertuang dalam Peratuan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021. Namun, Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bangka mampu menyelesaikan kasus penggelapan dalam jabatan yang diduga melanggar Pasal 374 KUHP dengan menggunakan pendekatan
restorative justice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan penyidik dalam menerapkan restorative justice pada kasus penggelapan dalam jabatan di Satreskrim Polres Bangka dan pola pemidanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan Undang-Undang dan kasus. Pertimbangan penyidik menerapkan restorative justice pada kasus penggelapan dalam jabatan di Satreskrim Polres Bangka adalah adanya pencabutan
laporan dari pihak pelapor dengan kesepakatan damai dan pihak terlapor bersedia mengganti kerugian akibat perbuatannya serta terlapor bukan residivis. Pola
pemidanaan terhadap penerapan restorative justice pada penyelesaian perkara penggelapan dalam jabatan ini yaitu didasari pada tujuan pemulihan kepada para pihak dengan mempertimbangkan kesadaran, tanggungjawab, dan kesepakatan
damai dari para pihak yang lebih bermanfaat dibandingkan dengan pidana yang seharusnya diterima serta mendapatkan hak dan kewajibannya dengan adil
Pengaruh Penggunaan Non-Woven Geotextile pada Tanah Gambut Ditinjau Dari Nilai California Bearing Ratio (CBR)
Salah satu metode yang digunakan untuk memperbaiki daya dukung tanah gambut yaitu dengan menggunakan geotextile. Tanah yang terletak di Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka tepatnya di bawah Jembatan Baturusa termasuk ke dalam jenis tanah gambut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh penggunaan geotextile pada tanah gambut yang ditinjau dari nilai CBR. Jenis geotextile yang digunakan pada penelitian ini adalah non-woven geotextile. Non-woven geotextile memiliki bentuk lembaran tetapi tidak diproduksi dengan cara anyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bahan non-woven geotextile terhadap nilai CBR tanah gambut dan untuk menentukan nilai CBR tertinggi pada tanah gambut setelah ditambahkan non-woven geotextile. Pengujian sifat fisik tanah gambut berdasarkan klasifikasi USCS dan ASTM yaitu pengujian kadar air, analisis saringan, batas cair, batas plastis, berat jenis, kadar abu, kadar serat, kadar organik, pemadatan dan CBR. Jumlah sampel yang diuji CBR sebanyak 36 sampel dengan 3 variasi dalam 3 lapis yaitu variasi pertama non-woven geotextile diletakkan dilapisan pertama, variasi kedua non-woven geotextile diletakkan dilapisan kedua dan variasi ketiga non-woven geotextile diletakkan di lapisan pertama dan kedua. Hasil Pengujian menunjukan bahwa tanah ini masuk kelompok tanah organik, karena tanah yang lolos saringan No. 200 kurang dari 15%, yaitu 2,774%. Hasil pengujian sifat fisik tanah gambut antara lain, kadar air sebesar 133,222%, berat jenis sebesar 1,696, batas cair sebesar 70,125%, batas plastis sebesar 39,310%, indeks plastisitas sebesar 30,814%, kadar abu sebesar 50,03%, kadar serat sebesar 60%, kadar organik sebesar 45,71%. Hasil pengujian tanah gambut tanpa variasi memiliki nilai CBR 2,24% meningkat menjadi 2,90% pada lapisan pertama, 3,69% pada lapisan kedua dan 4,74% pada lapisan pertama dan kedua. Nilai CBR tertinggi pada variasi non-woven geotextile di lapisan pertama dan kedua, yaitu sebesar 4,74% dengan persentase kenaikan sebesar 111,76%
Potensi Sumber Benih Pohon di Blok Tradisional Taman Wisata Alam Jering Menduyung
Taman Wisata Alam (TWA) Jering Menduyung memiliki kondisi yang relatif terjaga. Kawasan ini dikenal sebagai Hutan Keruing karena banyaknya tegakan keruing hitam berdiameter besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendata potensi tegakan dan sebaran spesies potensial di kawasan ini. Pengumpulan data vegetasi dan pengukuran mikroklimat dilakukan pada 21 plot kuadrat 20 x 20 m2 seluas 0,84 ha. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan dengan koleksi Herbarium Bangka Belitungense. Spesies yang ditemukan dikaji dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.3/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020 tentang Penyelenggaraan Perbenihan Tanaman Hutan. Hasil menunjukkan bahwa pules (Guioa pubescens (Zoll. & Moritzi) Radlk.) dan keruing hitam (Dipterocarpus grandiflorus (Blanco) Blanco) berpotensi sebagai sumber benih bagi Tegakan Benih Teridentifikasi (TBT). Semai kedua spesies tumbuh di dekat pohon induk sehingga tumbuh mengelompok. Namun, jika mengacu pada Standar Nasional Indonesia SNI 8806:2019 Sumber benih tanaman hutan, kedua spesies pohon ini tidak dapat dijadikan sebagai sumber benih karena tidak memenuhi syarat jarak antar pohon induk minimal 100 m. Perbanyakan secara vegetatif atau peninjauan ulang kebijakan dapat dipilih sebagai upaya alternatif
Perbedaan Jumlah Sel Pada Awal Tebar Terhadap Laju Pertumbuhan Spirulina sp. Skala Laboratorium.
Spirulina sp. merupakan jenis alga hijau biru berfilamen yang berpotensi untuk dikembangkan lebih luas di Indonesia. Spirulina sp. juga dikenal sebagai pakan alami untuk pembenihan larva udang, ikan, dan hewan ternak karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jumlah bibit yang berbeda terhadap laju pertumbuhan Spirulina sp. dalam skala laboratorium dan mengetahui pemberian jumlah bibit yang paling baik terhadap laju pertumbuhan Spirulina sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Penelitian ini dibagi menjadi 3 perlakuan yaitu perlakuan A dengan menggunakan bibit Spirulina sp. sebanyak 40 sel/10µl, perlakuan B sebanyak 80 sel/10µl, dan perlakuan C sebanyak 120 sel/10µl dengan tiga kali pengulangan. Hasil analisis statistik ANOVA menunjukan bahwa perbedaan jumlah bibit pada awal tebar tidak menunjukan perbedaan nyata antar perlakuan. Pengamatan laju pertumbuhan harian Spirulina sp. pada masing-masing perlakuan memiliki hasil yang berbeda. Laju pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan C sebanyak 102,5 sel/10µl/hari, sedangkan laju pertumbuhan terendah adalah perlakuan A sebanyak 48,9 sel/10µl/hari
Identifikasi Ikan Arwana (Scleropages formosus) Asal Sungai Lenggang Belitung Timur dengan Menggunakan DNA Barcoding
Ikan Arwana (Scleropages formosus) merupakan ikan hias ekonomis tinggi. Ikan ini dikenal oleh masyarakat dengan nama Kelesak, Siluk, atau Tengkelesa. Daerah penyebaran Ikan Arwana sangat luas mencakup Sundaland. Penyebaran Ikan Arwana diyakini oleh adanya pemisahan geografis yang memungkinkan terjadinya variasi genetik. Hal tersebut disebabkan oleh terpisahnya populasi pada saat terjadinya pemisahan daratan dan lautan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kekerabatan Ikan Arwana di Sungai Lenggang secara morfologi dan molekuler. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan identifikasi karakteristik morfomeristik dan molekuler menggunakan DNA Barcoding. Analisis data dilakukan dengan menggunakan BLAST dan Software MEGA 11.0 untuk konstruksi pohon filogenetik dan jarak genetik. Hasil dari identifikasi Ikan Arwana yang ditemukan di Sungai Lenggang merujuk pada spesies Scleropages formosus. Hasil BLAST menunjukkan Ikan Arwana asal Sungai Lenggang Belitung Timur memiliki tingkat kekerabatan dan similaritas yang tinggi dengan nilai quary cover 100%, E – value 0.0 dan Per-ident 100% pada data di Genbank dengan spesies Scleropages formosus asal China, Malaysia dan Singapore
Identifikasi Genetik Ikan Tanah (Barbodes binotatus) Asal Pulau Bangka dan Belitung dengan Pendekatan DNA Barcoding
Ikan Tanah (Barbodes binotatus) merupakan ikan yang termasuk ke dalam Famili Cyprinidae dan Ordo Cypriniformes. Ikan ini memiliki sebaran luas mencapai Filipina, Kalimantan, Sumatera dan Jawa, yang menjadi bagian dari Sundaland di wilayah barat Indonesia. Spesies ini belum pernah dilakukan identifikasi spesies secara genetik di kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi Ikan Tanah melalui metode molekuler serta mengindentifikasi kekerabatannya dengan ikan sejenis yang sudah teridentifikasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Adapun metode penelitian yaitu pengambilan sampel dan analisa laboratorium yang terdiri dari Ekstraksi DNA, Amplikasi PCR, Elektroforesis dan Sekuensing DNA. Analisis DNA dilakukan menggunakan software Mega 11 dan analisis BLAST. Hasil analisis BLAST menyatakan bahwa spesies merupakan Barbodes binotatus. Nilai sebesar 100 % serta nilai Per Ident sebesar 99,37-100% yang menghasilkan panjang 664-666 bp. Hubungan kekerabatan Barbodes binotatus Bangka dan Belitung memiliki tingkat kesamaan 99,37% dengan catatan dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Temuan ini dimungkinkan menjadi catatan pertama secara morfologi dan genetik di pulau Bangka dan Belitung untuk spesies Barbodes binotatus
Potensi Ekstrak Akar Bayam untuk Mempercepat Laju Moulting Kepiting Bakau (Scylla serrata) pada Budidaya Sistem Apartemen Resirkulasi
Kepiting bakau (scylla serrata) merupakan salah satu jenis krustasea yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Satu inovasi adalah budidaya dengan sistem apartemen. Apartemen kepiting merupakan teknik budidaya dengan teknologi akuakultur vertikal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kepiting sehingga dapat meningkatkan tingkat kehidupan kepiting. Salah satu produk yang dihasilkan dalam budidaya kepiting bakau adalah kepiting soka (soft carapace). Besarnya kendala dalam proses moulting ini sehingga diperlukan inovasi dengan penambahan hormon yang berasal dari bahan alami untuk mempercepat proses moulting. Salah satu hormon yang dapat mempercepat proses moulting adalah hormon ecdysteron. ). Hormon ecdysteron merupakan salah satu hormon steroid yang paling utama yang digunakan sebagai hormon moulting. Hormon ini dapat ditemukan pada berbagai tanaman seperti tanaman bayam, murbei, asparagus, krokot, dan paku-pakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak akar bayam dalam mempercepat proses moulting pada kepiting bakau dengan sistem budidaya apartemen resirkulasi dan mengetahui pengaruh dosis terhadap lama waktu moulting. Waktu moulting tercepat terjadi pada perrlakuan 1 dengan dosis penyuntikan 150 ppm yaitu dengan nilai rata-rata 25,8 hari.perlakuan 2 berbeda dengan perlakuan 1 dan molting dengan nilai rata-rata 34,1 hari. Sedangkan pada perlakuan ke 3 mengalami moulting namun terdapan beberapa sampel tidak mengalami moulting pada 40 hari pemeliharaan dan moulting dengan nilai rata-rata 44,2 hari
Pengaruh pemberian probiotik berbeda (viterna dan probio_fm UBB) pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele dumbo (clarias gariepinus)
Budidaya ikan air tawar di Indonesia merupakan usaha yang sangat potensial, sehingga memberikan peranan yang nyata dalam pemenuhan kebutuhan ikan konsumsi dalam negeri. Salah satu ikan yang sering dibudidayakan ialah ikan lele dumbo (C. gariepinus). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh pemberian probiotik berbeda (Viterna dan Probio_Fm UBB) pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele dumbo (C. gariepinus) dan menganalisis dosis probiotik berbeda (Viterna dan Probio_Fm UBB) yang terbaik
untuk mempercepat pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele dumbo (C. gariepinus). Waktu dan tempat penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2023 di Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut Kecamatan Belinyu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Metode ini
menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian probiotik berbeda (Viterna dan Probio_Fm UBB) pada pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup ikan dan rasio konversi pakan. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan paling baik adalah pada perlakuan P5 dengan penambahan probiotik Probio_Fm UBB sebanyak 20 ml/g pakan