University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Identifikasi Spesies dan Karakteristik Habitat Ikan Hampala macrolepidota Asal Pulau Bangka
Ikan Hampala merupakan ikan berfamili Cyprinidae. Ikan Hampala di Indonesia ditemukan beberapa jenis yaitu Hampala macrolepidota, Hampala ampalong, Hampala bimaculata. Ikan ini hidup pada habitat waduk, danau, dan sungai. Habitat memiliki faktor penting dalam keberagaman genetika. Ikan
Hampala sp juga ditemukan di Pulau Bangka, namun penelitian identifikasi spesies belum ada dilakukan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang identifikasi spesies dan karakteristik habitat ikan Hampala sp di Pulau Bangka. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif. Prosedur penelitian melalui pengambilan ikan Hampala sp di perairan Belinyu pulau Bangka, kemudian
dianalisis pendekatan morfometrik, meristik, genetika menggunakan DNA Barcoding, dan pengujian karakteristik habitat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan sistem BLAST dan software MEGA 11.0 untuk kontruksi filogenetik. Ikan Hampala sp Pulau Bangka memiliki kedekatan morfo-meristik dengan ikan Hampala macrolepidota. Sampel yang diidentifikasi secara DNA Barcoding terdapat 3 sampel yaitu H1, H2, dan H3. Ketiga sampel memiliki similaritas tinggi dengan data Genbank yaitu Hampala macrolepidota dari Danau
Ranau, Lampung, Palembang, Jawa dan Bali dengan nilai bootstrap diangka 76%. Karakteristik habitat ikan Hampala sp dari Pulau Bangka tergolong habitat perairan gambut dengan pH rentang 4-5, DO 7-9 Mg/L, dan suhu perairan berkisar 27,3℃-
31,3℃
Pengontrolan kadar nutrisi hidroponik untuk tanaman sayuran berbasis aplikasi Blynk Dan Internet Of Things
Proses pemberian nutrisi untuk sayuran hidroponik saat ini masih dilakukan dengan cara manual oleh para petani dalam bertanam hidroponik. Cara manual tersebut selain membutuhkan tenaga dan waktu yang lama juga sulit dalam menakar kadar nutrisi yang tepat. Dibutuhkan takaran nutrisi yang sesuai dikarenakan sayuran-sayuran yang ditanam pada media hidroponik membutuhkan kadar nutrisi yang berbeda-beda. Petani juga harus teliti dalam menakar campuran yang diperlukan dalam pembuatan nutrisi hidroponik serta harus mengukur larutan tersebut sudah sesuai atau belum untuk diberi pada sayuran hidroonik. Jika belum maka harus menambah lagi campuran nutrisi kedalam tandon dan mengukur kembali kadar nutrisi yang telah tercampur. Perlakuan tersebut terus berulang sampai mendapatkan kadar nutrisi sudah tepat untuk kebutuhan sayuran hidroponik. Hal inilah menjadi kendala para petani mendapatkan hasil sayuran hidroponik yang tidak optimal karena sulitnya membuat dan menakar kadar nutrisi yang tepat untuk kebutuhan sayuran. Maka dari itu pada penelitian ini dibuatlah sebuah inovasi alat untuk kontrol pembuatan kadar nutrisi hidropnik sekaligus dapat dilakukan pemantauan secara real time kadar kepekatan nutrisi, tinggi air nutrisi dan nilai pH melalui aplikasi Blynk pada smartphone. Aplikasi Blynk ini memanfaatkan IoT (Internet of Things) untuk terhubung ke komponen pembuatan nutrisi sehingga dapat disesuaikan dalam pembuatan kadar nutrisi berdasarkan nilai ppm (part per million). Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa sistem kontrol IoT pembuatan nutrisi hidroponik berjalan dengan baik yang dikontrol dari aplikasi Blynk dengan dibuktikan kadar nutrisi yang dibuat sudah akurat dan tepat nilai kadar kepekatannya. Dengan kepekatan kadar nutrisi yang akurat dibuat sistem, sayuran hidroponik tumbuh segar dan berkualitas
Pengaruh pertumbuhan penduduk dan tingkat partisipasi angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis Regresi Data Panel. Jenis data adalah data kuantitatif berupa data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHK dari Tahun 2014 sampai 2022, data Jumlah Penduduk Tahun 2014 sampai 2022 dan data Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Sumber data adalah sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil penelitian ini diperoleh Pertumbuhan penduduk, tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitun
Analisis Tingkat Kepuasan Penumpang Terhadap Kinerja Pelayanan di Pelabuhan Laskar Pelangi Belitung
Pelabuhan Laskar Pelangi Belitung memiliki kondisi fasilitas terminal penumpang yang
kurang memadai serta ketersediaan fasilitas terminal angkatan laut yang masih kurang,
sehingga mengakibatkan pelayanan yang diberikan oleh terminal terhadap penggunanya
kurang maksimum. Oleh karena itu perlu dilakukannya analisis terhadap tingkat kepuasan
penumpang terhadap kinerja pelayanan di pelabuhan Laskar Pelangi Belitung. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat kepuasan penumpang terhadap kinerja
pelayanan di Pelabuhan Laskar Pelangi Belitung. Pengambilan data pelayanan terminal
dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada penumpang sebanyak 180 orang.
Indikator dalam penelitian ini dibuat berdasarkan standar pelayanan penumpang angkatan
laut menurut PM Nomor 37 Tahun 2015. Hasil analisis tingkat kepuasan terhadap
pelayanan terminal penumpang dengan menggunakan metode simpel random sampling
didapatkan hasil jenis ketersediaan fasilitas keselamatan mempunyai tingkat kepuasan
persentase sebesar 71,67 % masuk dalam kategori Puas. Untuk jenis tingkat kepuasan
terhadap fasilitas keamanan dan ketertiban mempunyai nilai persentase sebesar 69,67 % masuk dalam kategori Puas. Untuk jenis tingkat kepuasan fasilitas kehandalan/keteraturan mempunyai nilai persentase sebesar 68,89% masuk dalam kategori Puas. Untuk jenis tingkat kepuasan fasilitas kenyamanan mempunyai nilai persentase sebesar 67,24 % masuk dalam kategori Cukup Puas. Untuk jenis tingkat kepuasan fasilitas kemudahan mempunyai nilai persentase sebesar 70,06 % masuk dalam kategori Puas, dan untuk jenis tingkat kepuasan terhadap fasilitas kesetaraan mempunyai nilai persentase sebesar 69,11 % masuk dalam kategori Puas. Kemudian didapat rata-rata tingkat kepuasan penumpang sesuai Gambar 4.19 sebesar 69,44 % masuk dalam kategori Puas. Metode analisis data yang digunakan yaitu Metode IPA (Importance Performance Analysis). Hasil analisis menggunakan metode IPA diperoleh yaitu pada kuadran 1 menunjukkan bahwa responden menganggap atribut fasilitas informasi gangguan keamanan (V6), fasilitas kemudahan untuk mendapatkan tiket (V8), fasilitas ruang tunggu (V10), fasilitas toilet (V12), dan fasilitas lampu penerangan (V14) sangat penting namun responden merasa tidak puas terhadap pelayanan atribut tersebut dan pada kuadran 2 menunjukkan bahwa responden menganggap atribut fasilitas keselamatan (V1), fasilitas Kesehatan (V2), fasilitas keamanan dan ketertiban (V3), fasilitas naik turun penumpang dari dan ke kapal (V4), fasilitas jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal (V9), fasilitas ruang pelayanan Kesehatan (V17), fasilitas informasi angkutan lanjut (V21) dan fasilitas tempat parkir (V24) sangat penting dan sangat puas terhadap pelayanan atribut tersebut
The Representation of Love Through Magic Realism on Characters in The Invisible Life of Addie LaRue
This research examines the representation of love through magical realism in characters in the literary work. The novel entitled The Invisible Life of Addie Larue by Victoria Elizabeth Schwab is the object in this research. The aim of the research is to identify elements of magical realism and the representation of love through magic realism in the experiences of the characters in the novel with the theory of magic realism by Wendi B. Faris along with supporting theories, namely the wheel of love theory by Jhon Alan Lee. This research uses a qualitative descriptive method. The research results show the five types of magical realism by Wendy B. Faris in the literary works. There are (43) magical realism data in this study, which are 10 Irreducible Elements, 8 Phenomenon Worlds, 9 Unsettling Doubts, 9 Merging Realms, 7 Disruptions of Time, Space, and Identity. This research also shows the six types of love represented through magical realism in the experiences of 4 characters by Wendy B. Faris' magical realism theory and Jhon Alan Lee's wheel of love theory. Upon analysis, there were (18) data, which are 3 Eros, 3 Ludus, 3 Storge, 3 Pragma, 3 Mania, 3 Agape, each data was taken from the five types of magical realism. The conclusion of this research is the fulfillment of the five elements of magical realism and the 6 types of love represented by these elements in the experiences of several characters which makes this literary work is a work of magical realism and love at the same time.
Key Word: Magic Realism, Love, Characters, The Invisible Life of Addie Laru
Ecofeminist Analysis of Main Character Elsa in Frozen II: Forest of Shadow Novel By Kamilla Benko
Ecofeminism revolves around a group of women or activist who assert that the environment shares similarities with women because both endure oppression, inequitable treatment, powerlessness, and exploitation. This study aims to explain the issues of oppression and unfair behaviour in the novel Frozen II: Forest of Shadow (2019). This study uses Francoide d'Eaubonne's ecofeminist theory. The research employed a descriptive qualitative method to examine the underlying factors influencing women's caring and protective attitude towards nature in the novel Frozen II: Forest f Shadow (2019). This study found that there are four backgrounds that underlie the main character's caring attitude: responsibility, ecological awareness, hard work, and justice for living things. Ecofeminist theory divides the representation of the main character's movement into three elements. Firstly, the natural ecofeminist is evident in Elsa's action as she works to restore and preserve her environment showcasing her feminist beliefs. Secondly, the social-construction ecofeminist emphasizes the importance of actively addressing environmental issues by focusing on restoration of nature rather than solely relying on recommendations from experts and the royal council. Thirdly, the social-transformative ecofeminist demonstrates Elsa's character's increased proximity to and engagement in the restoration of the plague-damaged environment. The findings indicate that the main character plays a significant role in restoration and preservation of the environment in the novel Frozen II: Forest of Shadow (2019). Additionally, the study highlights women's continued involvement and caring attitude towards the preservation of the surrounding ecosystem
Stages of Grief Depicted in The Amazing Digital Circus: Pilot Main Character
Grief and death are one of the issues in human life. Humans will always feel feelings of sadness and pain in grief because death is a certain thing. The issue of grief and death not only appears in the real world but is often raised in literary works with the aim that readers can understand these feelings without having to experience them. This study analyzes the feelings of grief and the reasons behind the grief experienced by the main character in the short film The Amazing Digital Circus: Pilot by Gooseworx. It employs the 5 stages of grief theory proposed by Elisabeth Kübler-Ross which was later refined by herself and David Kessler. With the theory of the 5 stages of grief, this study utilizes 17 data, consisting of 3 denial, 2 anger, 3 bargaining, 5 depression, and 4 acceptance. Each stage of grief that the main character goes through in this film is influenced by internal and external problems. From this study, it can be concluded that the main character experiences all stages of grief with depression being the dominant stage
Kombinasi limbah kulit nanas, ampas tebu dan kotoran sapi terhadap kualitas kompos
Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai. Jumlah sampah organik yang terus meningkat dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia jika tidak ditangani dengan baik. Sampah organik berpotensi untuk diolah lebih lanjut, seperti kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi limbah kulit nanas, ampas tebu, dan pupuk kandang sapi terhadap kualitas fisik dan kimia kompos sebagai pupuk organik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat 7 taraf perlakuan dalam penelitian ini. Perlakuan pertama adalah perlakuan kontrol yang terdiri dari 100% limbah kulit nanas (B0), B1 (80% limbah kulit nanas + 20% limbah ampas tebu), B2 (60% limbah kulit nanas + 40% limbah ampas tebu), B3 (40% limbah kulit nanas + 60% limbah ampas tebu), B4 (80% limbah kulit nanas + 10% limbah ampas tebu + 10% kotoran sapi), B5 (60% limbah kulit nanas + 20% limbah ampas tebu + 20% kotoran sapi), B6 (40% limbah kulit nanas + 30% limbah ampas tebu + 30% kotoran sapi). Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap pH, susut bobot, dan kadar air. pH tertinggi ditemukan pada perlakuan B6, susut bobot tertinggi pada perlakuan B0, dan kadar air tertinggi pada perlakuan B1. Meskipun kandungan C-Organik kompos tinggi, namun kadar N, P, K Total, Fe Total, Fe Tersedia, Zn dan bahan ikutan telah memenuhi standar Kementerian Pertanian No. 261 tahun 2019. Kadar Fe-Total pada sebagian besar perlakuan telah memenuhi standar, kecuali pada satu perlakuan yaitu perlakuan B3 sebesar 15.600 (mg/kg) telah melebihi baku mutu. Secara keseluruhan hasil kualitas kompos dari limbah kulit nanas dan ampas tebu sebagian besar memenuhi baku mutu, dengan komposisi terbaik adalah limbah kulit nanas 80% + limbah ampas tebu 10% + kotoran sapi 10%
Representasi subaltern (jaminan perempuan terhadap aksesibilitas dan kontrol untuk pengambilan keputusan) dalam film Mulan karya Niki Caro
Pola sebaran pemakaian listrik menggunakan metode geographically weighted regression (GWR) di Universitas Bangka Belitung
Konsumsi listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2018 mencapai 1.163 GWh. Selain itu, pada tahun 2019 konsumsi listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami pertumbuhan sebesar 9,43%. Berdasarkan kondisi di Universitas Bangka Belitung, puncak pemakaian listrik terjadi pada pagi hari. Hal ini disebabkan adanya aktivitas perkuliahan. Kondisi ini sejalan dengan pengamatan secara langsung di lingkungan Universitas Bangka Belitung masih terdapat perilaku pemakaian listrik yang boros seperti penggunaan lampu di ruangan pada saat siang hari serta masih ada penggunaan pendingin ruangan dan kipas angin secara bersamaan ikut berkontribusi terhadap tingginya pemakaian listrik di Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran pemakaian listrik dan faktor-faktor mempengaruhi tingginya pemakaian listrik pada setiap di Universitas Bangka Belitung dengan model Geographically Weighted Regression (GWR). Model GWR merupakan pengembangan dari model regresi linear berganda yang digunakan untuk mengatasi terjadinya keragaman spasial. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pola sebaran pemakaian listrik pada setiap gedung menggunakan model GWR dengan fungsi pembobot adaptive invers jarak menunjukkan adanya pengelompokan gedung. Selain itu, faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pemakaian listrik (Y) di Universitas Bangka Belitung yaitu jumlah tenaga kependidikan (X3) dan jumlah alat-alat elektronik (X4)