University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Analisis status mutu kualitas air sungai Bangka Kota Kabupaten Bangka Selatan

    No full text
    Sungai Bangka Kota merupakan Sungai yang melewati wilayah desa Bangka Kota. Sungai ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan domestik dan non domestik. Adanya potensi masuknya unsur pencemar kedalam sungai pada akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas air Sungai Bangka Kota. Penurunan kualitas suatu perairan akan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan biota perairan serta kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air sungai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air dan status mutu Sungai Bangka Kota. Tiga lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan 3 kali pengulangan sampling dan interval waktu 2 minggu pada bulan Februari - Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air Sungai Bangka Kota berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 terdapat parameter yang masih sesuai dengan ambang baku mutu antara lain suhu, TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolve Solid), nitrat, DO (Dissolve Oxygen) dan total coliform serta parameter yang tidak sesuai dengan ambang baku mutu yaitu parameter pH dan BOD (Biochemical Oxygen Demand). Status mutu kualitas air pada Sungai Bangka Kota berdasarkan analisis CCME WQI (Canadian Council of Ministers of the Environment Water Quality Index) menunjukkan nilai antara 66-84 yang artinya status mutu pada Sungai Bangka Kota termasuk dalam kondisi cukup (fair) sampai dengan baik (good)

    Pengaruh variasi sudut mata pisau mesin pencacah sampah plastik terhadap hasil cacahan

    No full text
    Mesin pencacah sampah plastik merupakan solusi inovatif untuk mengatasi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang semakin meningkat. Mesin ini dirancang untuk mencacah sampah plastik menjadi potongan-potongan kecil yang lebih mudah diolah dan didaur ulang. Mesin tersebut masih menghasilkan kapasitas output yang rendah dan membutuhkan waktu yang lama dalam proses pencacahan. Keberhasilan hasil cacahan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sudut mata pisau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil cacahan sampah plastik dari beberapa variasi sudut mata pisau, kapastias produksi mesin pencacah sampah plastik dan efisiensi mesin pencacah sampah plastik. Bahan uji yang digunakan yaitu plastik berjenis PET (Polyethylene Terephthalate) dengan hasil cacahan yang diharapkan maksimal berukuran 10 mm. Variasi sudut menggunakan sudut mata pisau 25 derajat dan 45 derajat. Massa bahan uji yang digunakan sebesar 500 gram dalam setiap pengujian. Kapasitas produksi mesin yang dihasilkan pada sudut 25 derajat sebesar 4,2 kg/jam dan pada sudut 45 derajat sebesar 3,8 kg/jam. Sedangkan efisiensi produksi mesin pada sudut 25 derajat sebesar 72% dan pada sudut 45 derajat sebesar 64%. Sudut mata pisau 25 derajat mendapatkan hasil kapasitas produksi mesin dan efisiensi produksi mesin tertinggi

    Rancang bangun mesin bending roll dengan metode penekan menggunakan lead screw

    No full text
    Bending roll adalah alat bantu untuk menekuk atau membentuk plat/profil yang semula berbentuk batang lurus berubah menjadi melengkung sesuai kebutuhan dan keinginan. Pada mesin bending roll ada beberapa sistem yang biasanya digunakan yaitu dongkrak dan lead screw, pada penelitian Hidayat (2021), pada sistem dongkrak yang digunakan masih belum optimal dikarnakan masih ada kekurangan sepeti disaat melakukan penekanan naik dongkrak tidak konstan. Pada sistem yang akan dirancang menggunakan sistem lead screw dikarnakan kelebihan lead screw adalah mudah untuk digunakan saat melakukan penekanan dan lebih mudah diganti saat terjadi kerusakan. Berdasarkan uraian diatas, maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan mesin bending roll agar mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini menggunakan mesin bending roll berdimensi 705 mm x 484 mm x 810 mm menggunakan tenaga penggerak motor listrik 1 Hp dengan putaran 1400 rpm dan menggunakan lead screw sebagai alat penekan bahan uji. Sistem transmisi yang digunakan pada mesin bending roll ini menggunakan pulley and belt dari motor listrik ke reducer, sedangkan dari reducer ke poros penggerak menggunakan chain and sprocket. Dari hasil penelitian diperoleh mesin bending roll ini mampu mengerol hollow pipa dengan ukuran 20 mm x 20 mm x 1,2 mm mencapai ½ lingkaran dengan hasil pengujian pertama berdiameter 720 mm dengan waktu 424 detik, pengujian kedua berdiameter 730 mm dengan waktu 302 detik, dan pengujian ketiga berdiameter 730 mm dengan waktu 354 detik. Mesin bending roll ini sangat membantu terutama pada Tim Pengembang Otomotif Universitas Bangka Belitung

    Penerapan uang pengganti dalam tindak pidana korupsi menurut undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi di lapas kelas IIA Pangkalpinang

    No full text
    Korupsi di Indonesia menjadi prioritas penanganan dalam hal pencegahan, pemidanaan, dan pemulihan kerugian negara. Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 mengatur pentingnya uang pengganti sebagai sanksi pidana tambahan bagi pelaku korupsi. Namun, penerapan uang pengganti sering kali terhambat oleh ketidakmampuan finansial terpidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 orang narapidana tindak pidana korupsi di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan uang pengganti memerlukan alternatif yang lebih fleksibel dan adil, seperti pidana kerja sosial. Reformulasi Pasal 18 mengusulkan pidana kerja sosial sebagai alternatif untuk meningkatkan efektivitas dan keadilan dalam penegakan hukum terhadap pelaku korupsi. Kesimpulannya, pidana uang pengganti harus disertai dengan alternatif seperti pidana kerja sosial untuk meningkatkan pemulihan kerugian negara dan rasa keadilan di masyarakat. Oleh karena itu, edukasi tentang tujuan dan manfaat uang pengganti perlu ditingkatkan, besaran uang pengganti harus mempertimbangkan kemampuan finansial terpidana, dan perlu dikembangkan alternatif hukuman yang lebih fleksibel dan adil, serta evaluasi kebijakan secara berkala untuk memastikan efektivitasnya

    Implementasi program keluarga harapan dalam penanganan kemiskinan Di Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat

    No full text
    Proses pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dilaksanakan sudah sesuai dengan prosedur yang ada melalui juknis dan pedoman PKH. Untuk menentukan keluarga yang mana yang layak mendapatkan bantuan melalui verifikasi dahulu dari data pusat, lalu kemudian ditentukan oleh perangkat desa serta pendamping desa dalam musyawarah desa yang dilaksanakan setiap ada pemberitahuan dari pusat. Setelah data didapatkan, dan telah melalui musyawarah desa, kemudian ketua RT, RW serta Kadus bergerak mendata keluarga yang layak menerima bantuan PKH. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji tentang implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menangani kemiskinan di Desa Peradong. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat proses implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menangani kemiskinan, agar kemudian bisa menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ad alah teori implementasi David C. Korten. Kemud ian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripsif. Jenis dan sumber data penelitian yang digunakan berupa sumber primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya Program Keluarga Harapan (PKH) mampu menekan angka kemiskinan dengan diberikan pemahaman terkait kualitas hidup yang lebih baik terhadap KPM. Bentuk dukungan dan hambatan terletak pada kerja sama serta komunikasi antar pelaksana dengan KPM

    Penggunaan istilah umum sebagai merek berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis

    No full text
    Hak Kekayaan Intelektual merupakan padanan istilah. Istilah tersebut terdiri dari tiga kata kunci, yaitu Hak, Kekayaan dan Intelektual. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, merek adalah tanda dengan ciri khas berupa gambar, nama, kata, huruf, angka, corak warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut. Merek termasuk dalam hak kekayaan intelektual, sebab ini menjadi pembeda produk/jasa yang unik dan berbeda dengan produk lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan istilah umum sebagai merek dan implikasi yang terjadi atas penggunaan istilah umum sebagai merek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji peraturan-peraturan yang berkaitan serta kajian kepustakaan lainnya melalui referensi yang berkaitan dengan penelitan. Pengaturan penggunaan istilah umum tidak diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, tetapi dapat dilakukan interpretasi gramatikal dan dapat dimaknai secara implisit pada pasal (20) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, lambang milik umum juga dapat dimaknai sebagai istilah umum tetapi masih terdapat banyak perbedaan dan celah antara pengertian lambang milik umum dan istilah umum. Oleh karena itu perlu adanya suatu aturan khusus yang mengatur langsung terkait penggunaan istilah umum sebagai merek

    Politik hukum pengaturan pemberian ganti rugi dalam upaya diversi menurut undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Politik Hukum Pengaturan Pemberian Ganti Rugi Dalam Upaya Diversi Menurut UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris. Yaitu penelitian hukum yang menggabungkan antara pendekatan normatif dan empiris dalam melakukan suatu penelitian. Pendekatan ini mencoba untuk menggabungkan analisis terhadap teks hukum yakni Politik Hukum Pengaturan Pemberian Ganti Rugi Dalam Upaya Diversi Menurut UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan prinsip-prinsip hukum dengan menggunakan data empiris untuk memperoleh pemahaman yang lebih holistik tentang hukum dan prakrik hukum. Hasil penelitian menujukkan bahwa, (1). Politik Hukum Pengaturan Pemberian Ganti Rugi Dalam Upaya Diversi Menurut UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak ermanifestasikan melalui kebijakan pemerintah, dimana pemerintah memiliki peran penting dalam menetapkan kebijakan hukum yang mendukung pemerian ganti rugi dalam upaya diversi. Hal ini meliputi alokasi anggaran untuk mendukung program diversi yang mencakup pemberian ganti rugi kepada korban. Selanjutnya diperlukannya norma khusus yang mendukung pemberian ganti rugi dalam diversi, hal ini juga merupakan bagian dari politik hukum yang memengaruhi praktik diversi di Indonesia, yang mencakup penjabaran lebih lanjut mengenai mekanisme pemberian ganti rugi, kewenangan pengadilan, dan aspek hukum lainnya yang relevan (2).Hambatan Pemberian Ganti Rugi Dalam Upaya Diversi Menurut UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yakni, ketidakjelasan aturan pelaksanaan dalam menentukan besaran ganti rugi yang adil, dilanjutkan dengan ketidakmampuan pelaku untuk membayar ganti rugi, terakhir kesulitan dalam menegakkan kesepakatan ganti rugi akibat tidak adanya mekanisme penegakan yang efektif dapat menghambat pelaksanaan ganti rugi dalam diversi

    Konsolidasi politik kekerabatan (studi terhadap trah Erzaldi Rosman Djohan dalam struktur kekuasaan di Bangka Belitung)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang konsolidasi politik kekerabatan trah Erzaldi Rosman Djohan dalam struktur kekuasaan di Bangka Belitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kronologi pembentukan politik kekerabatan oleh trah Erzaldi Rosman Djohan di Bangka Belitung melalui teori yang digunakan, yaitu teori power elite dari Mills (1956), yaitu menjelaskan terkait tentang hubungan antara elite politik, militer dan ekonomi sebagai penentu kebijakan-kebijakan yang sesungguhnya dengan menggunakan indikator, yaitu konsentrasi kekuasaan, eksklusivitas, mobilitas yang terbatas, pengaruh terhadap kebijakan, control terhadap informasi dan posisi istimewa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.. Pengumpulan data yang dilakukan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Hubermen mengenai reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada praktiknya Erzaldi Rosman menghadapi tantangan signifikan dalam upaya mempertahankan kekuasaan melalui politik kekerabatan, namun dukungan dari partai politik dan popularitas di kalangan masyarakat desa menjadi kekuatan utamanya, sehingga tantangan seperti kritik terhadap dominasi keluarga dan dinamika sistem politik yang kompleks menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan efektivitas dalam melanggengkan kekuasaan politik

    Solidaritas perempuan dalam pengelolaan hutan orang adat Mapur, Di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka

    No full text
    Ekspansi Perkebunan kelapa sawit, aktivitas pertambangan, dan perambahan hutan mengancam hutan adat orang Mapur. Hingga saat ini, pengakuan dan perlindungan hukum masyarakat adat Mapur masih menjadi problema. Hutan adat yang diklaim oleh orang Mapur tidak mendapatkan pengakuan dari pemerintah setempat terkendala pembungkaman suara politik agar aspirasi pangakuan tidak muncul ke permukaan. Kondisi ini membuat Perempuan Mapur menggalang kekuatan untuk membangun solidaritas dalam mengelola hutan adat melalui pengembangan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses terbentuknya solidaritas perempuan dalam mengelola hutan adat Mapur dan Untuk menganalisis dampak pemanfaatan hutan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal bagi perempuan dan masyarakat adat Mapur. . Penelitian ini menggunakan teori Emile Durkeim tentang Solidaritas mekanik dan organik. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan dua hal penting pertama, proses terbentuknya Solidaritas perempuan melalui pemanfaatan pengetahuan tradisional untuk menghasilkan produk ekonomi kreatif dari hasil hutan adat Mapur yang tersisa. Perempuan adat Mapur tidak hanya berfokus pada perlindungan fisik hutan, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual yang terhubung dengan hutan adat Mapur. Kedua, dampak pengelolaan hutan adat Mapur menunjukkan dampak positif dalam promosi kearifan lokal dan penguatan identitas budaya. Perempuan Mapur melestarikan pengetahuan tradisional dan mengembangkan inovasi berkelanjutan melalui kerajinan tangan yang mereka buat, yang berkontribusi pada penguatan jaringan sosial, pemberdayaan Perempuan, membantu memperkuat ikatan sosial dan melestarikan tradisi budaya orang Mapur

    Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di lahan pasca tambang timah

    No full text
    Lahan sub optimal seperti lahan pasca tambang timah dapat dimanfaatkan untuk produksi cabai rawit. Galur-galur cabai rawit yang berpotensi memiliki adaptasi tinggi di lahan pasca tambang timah berpeluang untuk dijadikan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan genotipe cabai rawit yang mampu tumbuh dengan baik di lahan pasca tambang timah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Mei 2024. Lokasi penelitian di Lahan Pasca Tambang Timah yang didominasi oleh tanah puru, Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal. Perlakuan yang digunakan adalah empat genotipe tanaman cabai rawit yang terdiri dari 2 galur (F5 372340-10-9-2K dan F6 372340-7-28-6-2) dan 2 varietas (Bonita dan Lestari) yang diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat genotipe yang diuji memiliki pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda-beda di lahan pasca tambang timah. Genotipe F6 372340-7-28-6-2 memiliki pertumbuhan yang baik di lahan pasca tambang timah dilihat berdasarkan karakter jumlah daun, hasil per tanaman dan hasil per petak

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇