University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Pengaruh diameter lubang nozel terhadap karakteristik api dan waktu pemanasan air pada kompor multifuel
Kompor telah mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Salah satu perkembangan kompor adalah kompor multifuel yang merupakan suatu jenis kompor yang dapat menggunakan banyak jenis bahan bakar sebagai bahan bakarnya. Kompor multifuel memiliki banyak komponen penting yang berfungsi untuk mendukung terjadinya proses pembakaran, salah satunya adalah nozel kompor yang berfungsi mengalirkan udara kedalam tabung pembakaran. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh variasi diameter lubang nozel kompor terhadap karakteristik api dan temperatur air selama proses pemanasan air. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah gabungan dari kajian eksperimental dan studi literatur. Terdapat 5 variasi diameter lubang nozel yang akan diuji yaitu 1,5 mm, 2,0 mm, 2,5 mm, 3,0 mm, dan 3,5 mm. Dengan bahan bakar yang digunakan adalah minyak jelantah. Karakteristik api yang diinginkan adalah lama nyala api terlama. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah berdasarkan temperatur api rata-rata temperatur api tertinggi adalah 716°C yang terdapat pada nozel dengan diameter lubang 2,5 mm, dan rata- rata temperatur api terendah adalah 557°C yang terdapat pada nozel dengan diameter lubang 1,5 mm. Lama nyala api terlama adalah 1.295 detik pada diameter lubang nozel 1,5 mm, sedangkan lama nyala api tercepat adalah 832 detik pada diameter lubang nozel 3,5 mm. Variasi diameter lubang nozel tidak memberikan pengaruh pada warna api, yaitu dengan menghasilkan warna biru dengan lidah api berwarna kejinggaan. Waktu pendidihan air paling lama adalah 180 detik terjadi pada diameter lubang nozel 1,5 mm, 3,0 mm, dan 3,5 mm, sedangkan waktu pendidihan air paling cepat adalah 150 detik terjadi pada diameter lubang nozel 2,0 mm dan 2,5 mm
Analisis hubungan dinamis kredit kepemilikan rumah, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi indonesia
Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer bagi setiap individu maupun kelompok masyarakat atau sering dijadikan sebagai investasi jangka panjang. Kredit KPR dan KPA merupakan jenis kredit utama yang diminta oleh masyarakat. Hal ini dapat menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan bagi sektor perbankan untuk menjaga tingkat kestabilan sektor keuangan salah satunya dengan kebijakan suku bunga. Sifat hubungan kausalitas yang terjadi antara pasar properti dan kredit perbankan memiliki dampak yang besar pada perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Kredit Kepemilikan Rumah, Suku Bunga dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan yaitu data Kredit Kepemilikan Rumah, Suku Bunga dan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2011-2022. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis Vector Autoregression (VAR) atau Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan satu arah antara Kredit Kepemilikan Rumah dan Pertumbuhan Ekonomi. Dalam hubungan jangka panjang Suku Bunga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kredit Kepemilikan Rumah. Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Kredit Kepemilikan Rumah. Dalam jangka pendek terdapat hubungan negatif dan signifikan antara Suku Bunga dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pengaruh E-Trust dan E-Service Quality terhadap E-Satisfaction dan E-Loyalty Customer Minuman Kopi melalui Aplikasi Grab di Kota Pangkalpinang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-trust dan e-service quality terhadap e-satisfaction dan e-loyalty customer minuman kopi melalui aplikasi grab di Kota Pangkalpinang Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 responden. Metode analisis data penggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil dari penelitian ini adalah e-trust tidak berpengaruh terhadap e-satisfaction, e-trust berpengaruh terhadap e-loyalty, e-service quality berpengaruh terhadap e-satisfaction, e-service quality tidak berpengaruh terhadap e-loyalty, e-satisfaction berpengaruh terhadap e-loyalty, e-trust tidak berpengaruh terhadap e-loyalty melalui e-satisfaction, e-service quality berpengaruh terhadap e-loyalty melalui e-satisfaction
Analisis komparatif reaksi saham sebelum dan setelah dikeluarkan fatwa MUI tentang pemboikotan perusahaan yang diduga terafiliasi mendukung israel (studi kasus pada saham perusahaan yang terdaftar di BEI)
Peristiwa dikeluarkannya fatwa MUI nomor 83 tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina pada 08 November 2023 merupakan bentuk dukungan nyata yang dilakukan oleh Indonesia khususnya Majelis Ulama Indonesia dalam membantu Palestina sebagai bentuk rasa kemanusiaan dan kepekaan sebagai negara yang sama-sama memiliki mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia. Penelitian event study ini bertujuan untuk melihat reaksi saham yang ditimbulkan pada sebelum dan setelah peristiwa. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang diduga terafiliasi mendukung Isarel yang terdaftar di BEI dengan teknik pemilihan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, sehingga total sampel yang didapatkan adalah 7 perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode uji beda rata-rata dengan periode pengamatan 21 hari sebelum dan 21 hari setelah terjadinya peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan Abnormal Return dan Trading Volume Activity pada sebelum dan setelah peristiwa dikeluarkannya fatwa MUI tentang pemboikotan perusahaan yang diduga terafiliasi mendukung Israel dikarenakan dalam masa pengamatan terdapat peristiwa lain yang terjadi sehingga mempengaruhi pergerakan reaksi saham yang menghasilkan perbedaan tidak signifikan
Pengaruh penambahan gliserol terhadap karakteristik bioplastik selulosa batang pisang/kitosan
Penggunaan plastik telah membawa dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan bioplastik diperlukan untuk mengatasi permasalahan plastik. Dalam penelitian ini, dilakukan pengembangan bioplastik berbasis selulosa batang pisang, kitosan, dan gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan selulosa batang pisang, gugus fungsi, serta pengaruh penambahan gliserol terhadap ketebalan, sifat mekanik, dan laju degradasi dari bioplastik. Penelitian diawali dengan mengekstraksi selulosa dari batang pisang. Sintesis bioplastik dilakukan dengan memvariasikan penambahan gliserol. Pada bioplastik dilakukan pengujian ketebalan, sifat mekanik, gugus fungsi, morfologi, dan degradasi. Hasil penelitian menunjukkan batang pisang yang telah diekstraksi menghasilkan selulosa dengan kandungan 93% dan diidentifikasi memiliki gugus fungsi selulosa berupa O-H, C-H, dan C-O. Penambahan gliserol pada bioplastik meningkatkan ketebalan, elongasi, dan laju degradasi, akan tetapi menurunkan kuat tarik. Bioplastik dengan karakteristik terbaik dihasilkan pada penambahan 3 mL gliserol dengan ketebalan 0,578 mm, kuat tarik 0,149 MPa, elongasi 2,7%, dan terdegradasi sempurna selama 10 hari
Rancang bangun mesin pengaduk pakan ternak dengan menggunakan mata pengaduk tipe sirip
Penelitian ini adalah tentang rancang bangun mesin pengaduk pakan ternak dengan menggunakan mata pengaduk tipe sirip yang dilaksanakan di peternakan bebek Taret Jaya yang mana dalam proses pengadukan bahan pakan masih dilakukan secara manual menggunakan cangkul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengadukan menggunakan mesin agar mendapatkan kualitas hasil yang lebih merata. Mesin pengaduk pakan ternak dirancang dengan metode french yang menghasilkan dimensi 1.240 mm x 790 mm x 1.460 mm dengan daya 7 hp yang ditransmisikan oleh pulley, v-belt, reducer serta rantai dan sprocket untuk memutar poros tabung pengaduk pada kecepatan 40-45 rpm dengan bantuan mata pengaduk tipe sirip. Pengujian ini menggunakan bahan pakan sebanyak 30 kg yang berupa bungkil sawit 8 kg, makanan sisa 8 kg dan air sebanyak 14 liter. Pada proses pengadukan, waktu dibatasi selama 30 detik, 60 detik dan 90 detik. Dari hasil pengujian didapatkan kualitas pengadukan diwaktu 30 detik berada pada index 2 cukup merata. Kemudian diwaktu pengadukan 60 detik memperoleh kualitas hasil pengadukan dengan index 4 yaitu merata dan pada waktu pengadukan 90 detik diperoleh kualitas hasil pengadukan dengan index 5 sangat merata. Rata-rata massa yang dapat dikeluarkan dari dalam tabung sebesar 28,367 kg dan rata-rata efisiensi pengeluaran pakan ternak sebesar 94,55%
Kesadaran hukum pelaku usaha mikro terhadap kewajiban sertifikat produksi pangan industri rumah tangga untuk menjamin perlindungan konsumen
Sertifikat produksi pangan industri rumah tangga merupakan jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota terhadap pangan produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di wilayah kerjanya yang telah memenuhi persyaratan, dalam rangka peredaran pangan. Didalam pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan mengamanatkan bahwa pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dengan adanya persyaratan yang harus di penuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana akibat tidak terpenuhinya kesadaran hukum pelaku usaha dalam melaksanakan kewajiban sertifikat produksi pangan industri rumah tangga untuk menjamin perlindungan konsume dan untuk mengetahui bagaimana faktor kendala yang dihadapi pemerintah didalam melaksanakan kewajiban sertifikat produksi pangan industri rumah tangga untuk menjamin perlindungan konsumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian empiris. Hasil penelitian ini, pertama akibat jika pelaku usaha tidak memiliki sertifikat produksi pangan industri rumah tangga dapat dikenakan Pasal 102 ayat 3 Undang-undang tentang Pangan dan pasal 47 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu Dan Gizi berupa sanksi administratif berupa: denda, penghentian sementara dari kegiatan produksi atau peredaran, penarikan Pangan dari peredaran oleh produsen, ganti rugi, atau pencabutan izin. Kedua kurangnya kesadaran hukum pelaku usaha terhadap kewajiban sertifikat produksi industri rumah tangga
Pengaruh Citra Destinasi, Daya Tarik Wisata Terhadap Minat Berkunjung Kembali Pada Wisatawan Destinasi Pantai Parai Tenggiri dan Pantai Tanjung Pesona Kabupaten Bangka Yang Dimediasi Oleh Memorable Tourism Experience
Kabupaten Bangka sebagai daerah yang memiliki potensi wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan data kunjungan, destinasi Pantai Parai Tenggiri dan Pantai Tanjung Pesona Kabupaten Bangka mengalami peningkatan kunjungan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh citra destinasi, daya tarik wisata terhadap minat berkunjung kembali pada wisatawan destinasi pantai di Kabupaten Bangka yang dimediasi oleh memorable tourism experience.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melibatkan 180 responden wisatawan destinasi Pantai Parai Tenggiri dan Pantai Tanjung Pesona Kabupaten Bangka dengan convience sampling melalui penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak SMARTPLS. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra destinasi dan daya tarik wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap memorable tourism experience secara parsial. Sebaliknya citra destinasi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat berkunjung kembali, daya tarik wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali. Selain itu hasil uji tidak langsung menunjukkan bahwa citra destinasi dan daya tarik wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali ketika dimediasi oleh memorable tourism experience
Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Pucuk Idat (Cratoxylum glaucum) Termodifikasi L-sistein dan Potensinya sebagai Antibakteri
Produk nanoteknologi yang banyak dikembangkan yaitu nanopartikel perak. Sintesis nanopartikel perak menggunakan metode green synthesis dilakukan dengan memanfaatkan bahan alam seperti tumbuhan. Biosintesis nanopartikel menggunakan ekstrak tanaman berfungsi untuk menggantikan reduktor dari bahan kimia sintetis. Penggunaan nanopartikel perak tanpa agen penstabil dapat mengkibatkan toksisitas nanopartikel perak sehingga dibutuhkan L-sistein untuk mencegah toksitas nanopartikel akibat pembentukan ion perak. Penelitian bertujuan untuk mengkarakterisasi dan mengetahui aktivitas antibakteri nanopartikel perak menggunakan bioreduktor ekstrak daun pucuk idat (Cratoxylum glaucum) termodifikasi L-sistein terhadap bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Karakterisasi nanopartikel perak ekstrak daun pucuk idat termodifikasi Lsistein dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, PSA, dan XRD. Pengujian dilakukan pada nanopartikel ekstrak dauj pucuk idat tanpa penambahan L-sisten dan variasi volume nanopartikel perak ekstrak daun pucuk idat dengan penambahan L-sistein. Hasil UV-Vis menunjukkan bahwa adanya penambahan Lsistein menyebabkan nanopartikel perak memiliki panjang gelombang yang lebih pendek hingga 377 nm (variasi nanopartikel perak 10:1 hari ke 7). Ukuran nanopartikel perak ekstrak daun pucuk idat berkisar pada 16,65 nm – 9,49 nm. Pola serapan pada nanopartikel perak ekstrak daun pucuk idat memiliki kemiripan, namun intensitas puncak difraksi tertinggi terdapat pada variasi penambahan Lsistein 10:1 (2θ 38,20º).Aktivitas antibakteri nanopartikel perak ekstrak daun pucuk idat dengan penambahan L-sistein 10:1 tergolong sedang hingga kuat. Zona hambat rata-rata masing-masing bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu secara berurutan 10,58 mm dan 11,10 mm pada konsentrasi 10%
An Analysis of Flouting Maxim Performed by the Characters in Duolingo Learning App Stories
The cooperative principle introduced by Paul Grice explains how a speaker should provide accurate, precise, consistent, and relevant information to others. Flouting maxim occurs when a speaker fails to fulfill the cooperative principle to convey hidden meanings in their speech. In digital applications, such as Duolingo, flouting maxims can also be found in dialogues. This study aims to analyze the types of flouting maxims and the reasons behind those flouting maxims in the stories on the Duolingo application, particularly in chapter one, units 3-8. This studt uses a qualitative descriptive method by collecting data through documentation and observation. The data consists of dialogues between characters in the stories identified as containing flouting maxims. A total of 22 instances of flouting maxims were found, performed by 23 characters from 20 stories in the Duolingo application. Characters in units 3-8 committed 8 instances of flouting the maxim of quantity, 3 instances of flouting the maxim of quality, 10 instances of flouting the maxim of relation, and 1 instance of flouting the maxim of manner. The results show that characters in the stories on the Duolingo application frequently flout the maxims set by Grice. The reasons of flouting maxims vary, such as the desire to share information, intimacy, hesitation, lying, changing the topic of conversation, diversion, or even joking. From these findings, it can be concluded that a better understanding of flouting maxims can help individuals understand how communication functions and how they can communicate more effectively in daily life