University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Kajian Toponimi Penamaan Kelurahan/Desa Di Kabupaten Belitung Berbasis Flora, Fauna, Dan Bentang Alam

    No full text
    Toponimi adalah studi tentang nama tempat berdasarkan informasi geografis dan historis, menggunakan kata-kata atau kelompok kata untuk menunjukkan, mengidentifikasi, dan memberi nama daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan desa dan kecamatan di Kabupaten Belitung terkait dengan unsur flora, fauna, dan bentang alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur,kemudian melakukan observasi di lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sebanyak 68 informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian yang telah diperoleh adalah 12 flora termasuk medang perawas, pelepak pute dan petaling, selain itu ada 2 fauna yaitu binga dan rusa, kemudian bentang alam seperti tanjung, sungai dan bukit, 10 bentang alam dan flora, 2 bentang alam dan fauna yang digunakan sebagai penamaan kecamatan/desa di Kabupaten Belitung. Status konservasi flora dan fauna menunjukkan bahwa 9 jenis flora termasuk dalam kategori Least concern, 3 jenis flora dan 2 jenis fauna termasuk dalam kategori Data deficient, 2 jenis flora termasuk dalam kategori Near threatened, dan 1 jenis fauna termasuk dalam kategori Vulnerable, yaitu rusa (Cervus unicolor). Pemanfaatan flora dan fauna yang paling umum adalah sebagai bahan bangunan dan sumber pangan

    Pengaruh variasi konsentrasi Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae dalam produksi bioetanol dari limbah serai wangi (Cymbopogon nardus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae terhadap produksi bioetanol dari limbah serai wangi (Cymbopogon nardus). Penelitian menggunakan lima perlakuan, yaitu 100% A. niger (P1), 100% S. cerevisiae (P2), serta campuran dengan rasio 25:75 (P3), 75:25 (P4), dan 50:50 (P5). Proses produksi bioetanol meliputi delignifikasi menggunakan NaOH 14%, hidrolisis asam dengan HCl 3N, fermentasi selama empat hari pada suhu 30°C dalam kondisi anaerob, dan pemurnian menggunakan rotary evaporator pada suhu 78°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2 menghasilkan yield bioetanol tertinggi sebesar 81%,sedangkan P1 terendah sebesar 65%. Perlakuan kombinasi menunjukkan yield di antara keduanya dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya proporsi S. cerevisiae. Bioetanol dari perlakuan P2 memiliki karakteristik yang paling mendekati standar SNI 7390:2012, sedangkan perlakuan lainnya belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah serai wangi berpotensi digunakan sebagai bahan baku bioetanol, dan S. cerevisiae berpotensi sebagai mikroorganisme yang paling efisien untuk fermentasi etanol

    Analisis hukum terhadap perempuan yang menjadi pasangan pelaku gratifikasi seksual dalam kajian penyertaan

    No full text
    Gratifikasi seksual sebagai bentuk baru dari gratifikasi dalam praktik korupsi belum diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Tipikior sehingga menimbulkan kekosongan hukum, khususnya terhadap perempuan yang menjadi pihak ketiga sebagai pemberi layanan seksual. Penelitian ini membahas keterlibatan perempuan sebagai pasangan pelaku dalam tindak pidana gratifikasi seksual yang dianalisis melalui perspektif penyertaan serta bagaimana penafsiran gratifikasi seksual sebagai tindak pidana gratifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perbuatan perempuan dalam gratifikasi seksual dapat memenuhi unsur gratifikasi berdasarkan kajian penyertaan serta memberikan penafsiran terhadap ketentuan pasal yang mengatur terkait tindak pidana gratifikasi dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan undang-undang dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam posisi tersebut dapat dikategorikan sebagai pelaku turut serta atau pembantu tindak pidana gratifikasi seksual. Meskipun demikian, belum adanya pengaturan tegas mengenai gratifikasi seksual menyulitkan penegakan hukum dan menimbulkan ketidakpastian hukum. Oleh karena itu, diperlukan perluasan penafsiran Pasal 12B Undang-Undang Tipikor serta pembaruan regulasi untuk mengakomodir gratifikasi seksual sebagai bentuk gratifikasi dalam tindak pidana korupsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perempuan dipandang sebagai pelaku yang turut serta dalam tindak pidana gratifikasi dan untuk kekosongan hukum harus dilakukan penafsiran terhadap pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta untuk menjamin kepastian hukum diperlukan pembaharuan Terhadap Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

    Analisis hukum terhadap proses pembayaran uang pengganti sebagai pidana tambahan dalam tindak pidana korupsi (studi putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang nomor 15/PID.SUS-TPK/2024/PN.PGP)

    No full text
    Pembayaran uang pengganti adalah pengembalian kerugian yang dialami oleh negara dalam tindak pidana korupsi dengan tujuan untuk memulihkan kerugian keuangan negara. Penelitian ini menganalisis proses pembayaran uang pengganti sebagai pidana tambahan dalam tindak pidana korupsi pada putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 15/Pid.Sus-TPK/2024/Pn.Pgp. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dan pendekatan kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur dari pembayaran uang pengganti yang ada pada tindak pidana korupsi, khususnya pada putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 15 Pid.Sus-TPK/2024/Pn.Pgp dan mengidentifikasi kendala-kendala yang ada selama proses pembayaran uang pengganti. Pertama, hasil penelitian menunjukkan bahwa teknis prosedur pembayaran uang pengganti dalam tindak pidana korupsi dilaksanakan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, dengan jaksa sebagai pelaksana eksekusi. Pelaksanaan diawali dengan penerbitan surat perintah eksekusi dan pencarian harta benda milik terpidana. Jika terpidana membayar, uang tersebut disetor ke kas negara. Namun apabila tidak membayar dalam waktu satu bulan, jaksa melakukan penyitaan dan pelelangan harta benda terpidana. Kedua, faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pembayaran uang pengganti sebagai pidana tambahan dalam tindak pidana korupsi adalah tidak kooperatifnya atau tidak ada itikad baik dari terdakwa dan mengaku tidak mampu membayar, bahkan mengalihkan atau menyembunyikan asset agar tidak disita oleh negara, tidak adanya aset yang dapat disita yang bertujuan untuk memulihkan kerugian keuangan negara. Dengan demikian, diharapkan bahwa kerugian keuangan negara dapat dipulihkan secara efektif dan tujuan penegakan hukum dapat tercapai

    Modal sosial kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam pengembangan ekowisata Bukit Pinteir Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah

    No full text
    Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan potensi sektor pariwisata. Salah satu contohnya adalah Pokdarwis Bukit Pinteir yang berada di Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis modal sosial dalam pemberdayaan komunitas yang diterapkan oleh Pokdarwis dalam pengembangan Bukit Pinteir Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial dari Putnam. Modal sosial ini sebagai sumber daya, baik nyata maupun potensial, yang terbentuk melalui jaringan hubungan yang kokoh dan saling menguntungkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang dikumpulkan berasal dari dua jenis sumber, yaitu data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil informan sebanyak 12 orang yang terlibat dalam kelompok sadar wisata, masyarakat kampung Dul, Pengunjung Bukit Pinteir. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu menunjukkan bahwa Pokdarwis Bukit Pinteir mengembangkan tiga jenis modal sosial yaitu bonding, bridging, lingking. Bonding disini terlihat dalam eratnya hubungan kekeluargaan antaranggota yang terbentuk melalui kesamaan minat terhadap kegiatan sosial. Bridging menggambarkan kemampuan kelompok dalam menghubungkan berbagai elemen masyarakat yang sebelumnya kurang percaya terhadap inisiatif ini, dengan seiring berjalannya waktu masyarakat ikut bepartisipasi dalam meningkatkan ekowisata. Adapun Lingking terlihat dari keberhasilan Pokdarwis dalam menjalin kemitraan dengan pemerintahan daerah, berperan penting dalam pengelolaan. Modal sosial merupakan kekuatan utama dalam mendukung keberlanjutan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat

    Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Sectio Caesaria (SC) Melalui Intervensi Pemberian Teknik Pijat Oksitosin Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut

    No full text
    Sectio caesaria (SC) merupakan metode persalinan melalui pembedahan yang sering kali menimbulkan nyeri pascaoperasi sedang hingga berat. Nyeri akut menjadi masalah keperawatan utama yang membutuhkan penanganan efektif. Pijat oksitosin merupakan salah satu metode non-farmakologis yang bertujuan menurunkan tingkat nyeri dengan merangsang hormon oksitosin, memberikan efek relaksasi dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesaria dengan masalah nyeri akut melalui intervensi teknik pijat oksitosin. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah dua pasien post SC di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Intervensi pijat oksitosin dilakukan dua kali sehari selama 10–15 menit pada area punggung dari nervus thorakal ke-5 hingga scapula. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara signifikan setelah intervensi, ditandai dengan penurunan skor nyeri, membaiknya pola tidur, dan berkurangnya tanda-tanda nyeri lainnya. Teknik pijat oksitosin terbukti efektif dalam mengurangi nyeri akut serta mendukung proses penyembuhan pasien post SC

    Legal effectiveness of business contracts in tin mining: Socio-legal and governance challenges in corporate–community relations in Indonesia

    No full text
    The governance of mineral resources in developing economies often reveals tensions between formal legal frameworks and informal extraction practices. Indonesia’s tin sector exemplifies this dynamic within broader global debates on artisanal and small-scale mining (ASM) formalization and contractual governance. Despite successive legal reforms, including the 2020 and 2025 Mineral and Coal Law amendments, community-based mining remains weakly regulated. In this context, private contracts between mining firms and artisanal miners have emerged as the primary cooperation mechanism, yet their legal effectiveness and fairness remain uncertain. Using a normative–empirical socio-legal method, this study integrates doctrinal interpretation with field data from five tin-producing districts in Bangka and Belitung to examine how contracts are negotiated, enforced, and experienced. The analysis, guided by Friedman’s legal-effectiveness framework, contractual-justice principles, and legal pluralism, identifies four persistent challenges: (1) bargaining asymmetries favoring corporations; (2) limited legal literacy among miners; (3) fragmented oversight; and (4) absence of sustainability and safety clauses. The findings show that informal norms fill governance gaps but fail to ensure substantive fairness or enforceability. Policy reform should promote transparent and standardized contracts, community legal empowerment, and mandatory environmental and social safeguards to strengthen equitable extractive governance in Indonesia and comparable contexts

    Perancangan aplikasi sistem informasi akuntansi berbasis android pada badan usaha milik desa (BUMDes) (Studi Kasus BUMDes Bernila Desa Cambai Selatan)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membangun Perancangan Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Android Pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bernila Desa Cambai Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masalah yang ada pada BUMDes bernila desa Cambai Selatan. Kemudian dibangun rancang aplikasi sistem informasi akuntansi sesuai dengan kebutuhan BUMDes bernila desa Cambai Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode terapan atau pengembangan(Applied Research). Penelitian yang menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan permasalahan tertentu. Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengujian menggunakan blackbox testing menyajikan hasil wawancara yang sudah direduksi dan dianalisis. Teknik analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu terbentuknya aplikasi sistem informasi akuntansi berbasis android yang dapat digunakan dan berjalan dengan baik dilihat dari setiap deskripsi pengujian serta output yang dihasilkan dari aplikasi Buku Kas BUMDes Cambai. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi sistem informasi dapat memudahkan pengelolaan data menjadi lebih akurat, entry data yang lebih teroganisir, proses opersional menjadi lebih efektif dan efisien bagi penggunanya

    Analisis kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah melakukan akuisisi serta merger (Studi pada PT. Bank Ibk Indonesia Tbk)

    No full text
    Era globalisasi dan perdagangan bebas menuntut setiap perusahaan termasuk perbankan untuk terus melakukan pengembangan. Agar memiliki daya saing yang kuat, perbankan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat agar bisa mempertahankan eksistensi dan memperbaiki kinerjanya. Dalam membuat strategi, perbankan tidak dapat terlepas dari keputusan-keputusan strategi yang harus diambil. Salah satu keputusan strategi yang dapat digunakan adalah penggabungan beberapa usaha atau pengambilalihan suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah melakukan akuisisi serta Merger pada PT Bank IBK Indonesia Tbk. Pendekatan penenlitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel penelitian perusahaan PT Bank Agris Tbk (AGRS) dan PT Mitraniaga (NAGA) sebelum melakukan akuisisi serta merger, serta PT Bank IBK Indonesia Tbk sesudah melakukan Akuisisi serta Merger. Teknik pengambilan data menggunakan metode dokumentasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Net Profit Margin (NPM), Return On Invesment (ROI), Debt to Equity Ratio (DER) Current Ratio (CR), dan Total Asset Turnover (TATO), sedangkan variabel terikat yaitu kinerja keuangan. Metode analisis data menggunakan analisis Wilcoxon Signed Rank. Berdasarkan hasil penelitian Net Profit Margin (NPM), Return On Invesment (ROI), Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER)) ke empat rasio keuangan tersebut menunjukan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan anatara 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah melalakukan akuisisi serta merger pada PT Bank IBK Indonesia Tbk. SedangkanTotal Asset Turnover (TATO) menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah melakukan akuisisi serta merger pada PT Bank IBK Indonesia Tbk

    Perencanaan Gedung Consumer Pack Plant Empat Lantai Pabrik Minyak Goreng PT. SAP Kumai Menggunakan Struktur Komposit Baja - Beton

    No full text
    Struktur komposit baja – beton memiliki karakteristik yang lebih efektif dan optimal dibandingkan struktur baja atau beton secara terpisah. Struktur komposit sering digunakan untuk bangunan dengan beban yang besar seperti pabrik dan jembatan. Perlunya peningkatan produksi minyak goreng pada PT. SAP Kumai harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas gedung yang memadai. Oleh karena itu, dilakukan perencanaan gedung consumer pack plant sebanyak empat lantai dengan struktur baja – beton yang bersifat komposit maupun konvensional. Struktur gedung yang direncanakan meliputi struktur atap baja, pelat lantai, kolom, balok, tangga, sambungan dan fondasi. Perencanaan dilakukan menggunakan software ETABS dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan American Nasional Standart. Pengolahan data perencanaan berupa data sekunder (data beban dan data hasil penyelidikan tanah) menggunakan software ETABS. Pembebanan pada perencanaan terdiri dari lima jenis beban yaitu beban mati, beban hidup, beban hujan, beban angin dan beban gempa. Profil baja yang digunakan untuk struktur atap yaitu profil baja Hollow 150.100.4,5 untuk gording dan profil baja HC 560.200.8.13 untuk rafter. Pelat lantai komposit berdasarkan hasil perencanaan menggunakan lysaght smartdeck sebagai tulangan positif dan wiremesh (M8 – M10 berjarak 100 – 200 mm) sebagai tulangan negatif. Struktur balok komposit dengan shear connector dari hasil perencanaan terdiri dari balok induk searah sumbu y (WF 400.200.8.13 dan WF 300.150.6,5.9) balok induk searah sumbu x dan balok anak (WF 150.100.6.9). Struktur kolom komposit didesain menggunakan profil baja H 200.200.8.12 dan beton bertulang berukuran 400.400 mm. Desain tangga baja terdiri dari 3 elemen yaitu anak tangga (checkered plate 3 mm), pengaku anak tangga (siku 50.50.5) dan balok tangga (UNP 200.90.8). Jenis sambungan struktur yang digunakan adalah sambungan baut dengan diameter baut dan jarak yang bervariasi. Desain fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang pancang sebanyak 2 tipe yaitu tipe P1 (satu buah tiang) dan P2 (dua buah tiang). Desain pilecap yang mengikat tiang pancang terdiri dari 2 ukuran yaitu 1100.1100.400 mm dan 2400.1100.400 mm

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇