University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Implementasi pengawasan restoratif justice terhadap pelaku tindak pidana zina pada Kejaksaan Negeri Bangka Tengah
Penerapan Restorative Justice (RJ) sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian perkara pidana telah menjadi bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih humanis, termasuk pada kasus tindak pidana zina. RJ bertujuan untuk mencapai perdamaian antara pelaku dan korban serta memulihkan hubungan sosial dalam masyarakat. Pada praktiknya, pelaksanaan RJ kerap menghadapi tantangan, terutama dalam aspek pengawasan pasca-kesepakatan. Di Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, pengawasan terhadap pelaksanaan RJ pada kasus tindak pidana zina dinilai belum optimal, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas RJ sebagai mekanisme pemulihan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan dan mekanisme Restorative Justice (RJ) serta implementasi pengawasannya terhadap pelaku tindak pidana zina pada Kejaksaan Negeri Bangka Tengah. Kajian ini berangkat dari fakta bahwa penerapan RJ, yang berorientasi pada penyelesaian konflik secara damai dan pemulihan hubungan sosial, sering kali belum diikuti oleh sistem pengawasan yang efektif. Dengan menggunakan metode jenis penelitian empiris dan menggunakan pendekatan kontekstual, komparatif, dan peraturan perundang-undangan dan menganalisis melalui teori pengawasan dan efektivitas hukum, penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan RJ dalam kasus tindak pidana zina melibatkan mediasi antara pelaku, korban, keluarga, serta tokoh agama, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kejaksaan RI No. 15 Tahun 2020. Namun, penerapan pengawasan pasca-kesepakatan damai cenderung minim sehingga menimbulkan potensi pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai. Untuk itu, penelitian ini merekomendasikan pembentukan standar operasional prosedur (SOP) yang rinci, tim pengawasan khusus, dan penguatan regulasi guna meningkatkan efektivitas pengawasan RJ. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam upaya optimalisasi penerapan keadilan restoratif untuk menciptakan harmoni sosial dan menegakkan prinsip keadilan substantif
Modifikasi kendaraan honda beat Pgm-Fi 2014 menjadi kendaraan listrik
Sepeda motor merupakan kendaraan yang sangat populer di Indonesia, namun penggunaannya yang terus meningkat menyebabkan dampak negatif seperti emisi gas rumah kaca dan polusi udara. Teknologi motor listrik menjadi solusi ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Namun, materi pembelajaran tentang teknologi kendaraan listrik di SMK Negeri 7 Palembang masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi Honda Beat FI 2014 menjadi kendaraan listrik yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Modifikasi dilakukan dengan mengganti mesin bensin dengan motor listrik BLDC 2 kW 72 Volt sebagai penggerak utama serta baterai Lithium-ion EV 72 Volt 50 Ah sebagai sumber energi. Komponen pendukung lainnya meliputi ECU, sistem transmisi belt-pulley, dan DC to DC converter. Metode penelitian yang digunakan adalah reverse engineering dengan pengujian performa kendaraan pada lintasan datar sejauh 1 km dan tanjakan 100 m dengan kemiringan 10° sebanyak 3x pengujian. Hasil pengujian menunjukkan waktu rata-rata 49,66 detik untuk tanjakkan dan 2 menit 55 detik pada lintasan datar. Jarak tempuh maksimum mencapai 72,48 km dengan kecepatan rata-rata 17,44 km/jam. Kesimpulannya, modifikasi ini berhasil menghasilkan kendaraan listrik fungsional yang layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMK, serta mendukung pengenalan teknologi ramah lingkungan kepada siswa
Dari teritori ke aksi: gerakan sosial komunitas perempuan adat Jerieng “Umah Berandun” Bangka Barat
Penelitian ini membahas gerakan sosial komunitas perempuan adat Jerieng “Umah Berandun” di Bangka Barat sebagai respons atas ekspansi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang mengancam kelestarian hutan adat dan ruang hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap anggota Umah Berandun, warga lokal, serta aktor-aktor terkait lainnya. Studi ini menggunakan teori ekofeminisme Vandana Shiva yang menyoroti posisi perempuan sebagai penjaga pengetahuan lokal dan alam, sekaligus sebagai subjek perlawanan terhadap dominasi patriarki dan kapitalisme ekstraktif yang diwujudkan melalui model ekonomi nasional serta ekspansi industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umah Berandun berperan strategis sebagai ruang konsolidasi, edukasi, dan advokasi bagi perempuan Jerieng untuk mempertahankan hutan adat dari perampasan serta kerusakan ekologis. Melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan seperti menganyam daun kuang, edukasi ekologis, dan penguatan pengetahuan local yang keduanya sangat ditekankan oleh Vandana Shiva sebagai “pengetahuan hidup” Umah Berandun tidak hanya membangun ketahanan ekonomi komunitas, tetapi sekaligus memperkuat identitas serta solidaritas kolektif perempuan adat. Perlawanan ini diwujudkan dalam bentuk aksi kolektif, advokasi kebijakan, serta revitalisasi nilai-nilai budaya dan sistem pengetahuan lokal yang selama ini termarginalisasi oleh proses industrialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa gerakan Umah Berandun bertransformasi dari sekadar praktik budaya menjadi agen perubahan sosial dan lingkungan, memperlihatkan efektivitas teori ekofeminisme Shiva dalam membaca dinamika perjuangan perempuan adat di tingkat akar rumput
Peran jaksa penuntut umum dalam implementasi pemenuhan hak restitusi anak korban tindak pidana kekerasan seksual (Putusan Nomor : 229/Pid.Sus/2024/PN Pgp)
Hak restitusi anak korban merupakan mekanisme hukum yang memberikan hak kepada anak yang menjadi korban tindak pidana untuk menerima ganti rugi dari pelaku. Ini bertujuan untuk memulihkan kondisi anak, baik secara fisik maupun psikologis, serta memastikan pelaku menyadari dampak dari tindakan mereka. Hak restitusi bagi anak korban tindak pidana adalah hak untuk mendapatkan ganti rugi atas kerugian yang dialami akibat tindakan kriminal. Ini termasuk pengembalian harta benda, pembayaran ganti rugi, dan kompensasi untuk penderitaan yang dialami. Hak restitusi bagi anak korban tindak pidana merupakan aspek penting dalam sistem peradilan yang bertujuan untuk memberikan keadilan dan pemulihan. Namun, tantangan dalam pelaksanaannya perlu diatasi agar anak korban dapat benar-benar mendapatkan hak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifkah peran jaksa dalam melakukan pemenuhan hak restitusi pada anak korban tindak pidana dan dalam mengambil keputusan apakah jaksa melaksanakannya sesuai dengan undang-undang, metode yang digunakan menggunakan metode yuridis empiris dengan melakukan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini adalah anak yang masih dibawah umur telah menjadi sebuah anak korban dalam suatu perkara tindak pidana maka pihak keluarga dapat menuntut pihak terdakwa membayar restitusi yang dimana restitusi ini berupa ganti kerugian yang telah dialami oleh anak korban tersebut, adapun secara keseluruhan dari penelitian ini untuk mengajukan sebuah restitusi sudah ada dengan implementasinya masih menghadapi banyak rintangan di tingkat operasional dengan implementasi peran jaksa penuntut umum dalam pemenuhan hak restitusi sangat bergantung pada peningkatan kapasitas jaksa penuntut umum maka perbaikan yang lebih komprehensif terhadap korban dan keluarganya
Uji Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Aiton) Hassk)
Radikal bebas yang berlebihan didalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Senyawa antioksidan memiliki manfaat dalam membantu mengatasi terjadinya kerusakan oksidatif. Oleh sebab itu antioksidan dibutuhkan guna membantu mengurangi kerusakan oksidatif didalam tubuh. Suatu bakteri dapat menyebabkan infeksi, misalnya bakteri propionibacterium acne, bakteri ini sering kali terinfeksi pada manusia. Bakteri propionibacterium acne dikenal sebagai bakteri penyebab jerawat, sehingga dibutuhkan senyawa antibakti yang dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Ekstrak etanol dari akar karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (aiton) hassk) mempunyai bioaktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri yang mengandung senyawa Flavonoid, dimana semakin tinggi kandungan flavonoid pada tumbuhan maka antibakteri dan antioksidan akan semakin tinggi pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total flavonoid serta aktivitas antioksidan dan daya hambat bakteri propionibacterium acne. Metode penelitian mencakup metode maserasi, total flafonoid (pengenceran) , antioksidan (DPPH), antibakteri (difusi). Hasil menunjukkan ekstrak etanol akar karamunting berwarna coklat pekat kental, kandungan total flavonoid ekstrak akar karamunting 72,86 mg QE/g ekstrak, antioksidan kuat dengan rata-rata ic50 sebesar 35,88 µg/mL, dan antibakteri dengan zona hambat kuat pada konsentrasi 60% sebesar 11,42mm. Maka dari itu ekstrak etanol akar karamunting memiliki potensi sebagai antioksidan dan antibakteri jerawat
Rancang bangun mesin pengkristal gula semut
Aren atau enau (Arenga pinnata Merr) adalah salah satu tanaman perkebunan yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi dan dapat tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun saat ini pengolahan gula semut secara tradisional memerlukan membutuhkan waktu yang lama dan tenaga manual sehingga efisiensi produksi menjadi rendah. Oleh karena itu dilakukan perancangan dan kontruksi mesin pengkristal gula semut guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi melalui sistem mekanis. Mesin dirancang menggunakan metode French dengan dimensi panjang 650 mm, lebar 450 mm dan tinggi 950 mm serta sistem pengaduk vertikal dengan ukuran panjang 300 mm serta dilengkapi dua mata pengaduk yakni mata penggerus dan pemecah. Mesin digerakkan oleh motor listrik berdaya 0,25 HP dengan sistem transmisi berupa puli, sabuk (belt) dan reduktor sehingga menghasilkan putaran pengaduk sebesar 72 rpm. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali menggunakan bahan uji 6 liter air nira aren sebagai bahan baku. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu menghasilkan rata-rata 651 gram gula semut dalam waktu 160,18 menit. Kapasitas produksi tercatat sebesar 4,06 gram per menit dengan efisiensi mesin sebesar 10,74%. Mesin ini terbukti dapat mempercepat proses kristalisasi dibandingkan metode tradisional yang selisih waktu 64,42 menit
Gerakan keadilan ekologis WALHI dalam mengadvokasi Kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Kepulauan Bangka Belitung
Penelitian ini berjudul "Gerakan Keadilan Ekologis WALHI dalam Mengadvokasi Kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Kepulauan Bangka Belitung". Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam melakukan advokasi kebijakan RTRW yang berkeadilan ekologis di Kepulauan Bangka Belitung. Latar belakang penelitian ini berfokus pada isu keadilan ekologis yang menekankan hak makhluk hidup, termasuk manusia dan ekosistem, untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak atas lingkungan yang layak. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas ekstraktif, seperti pertambangan dan perkebunan monokultur, menjadi tantangan serius yang dihadapi masyarakat lokal. WALHI berperan aktif dalam advokasi untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat dan lingkungan, serta mengatasi ketimpangan yang terjadi akibat relasi bisnis antara penguasa dan perusahaan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Deep Ecology oleh Arne Naess, yang menekankan kesetaraan hak antara manusia dan alam serta pentingnya aksi kolektif dalam pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa WALHI melakukan berbagai upaya advokasi, termasuk pendampingan masyarakat, pendidikan publik, dan mobilisasi massa untuk menolak aktivitas yang merusak lingkungan. Selain itu, WALHI juga berfokus pada pengakuan hak masyarakat adat dan perlindungan terhadap ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi WALHI berhasil mendorong penetapan Belitung sebagai zona pariwisata dan zona tangkap nelayan, serta zona zero tambang, yang memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sumber daya laut dan ekonomi masyarakat lokal. Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam hal ketimpangan kekuasaan dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses advokasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu sosial dan politik, serta menjadi referensi bagi kebijakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan di masa depan
Pengaruh persepsi kemudahan, kebermanfaatan, dan kepuasan penggunaan aplikasi pajak air permukaan terhadap kepatuhan wajib pajak (studi kasus: UPT BAKUDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah Kabupaten Bangka)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh persepsi kemudahan, kebermanfaatan dan kepuasan penggunaan aplikasi pajak air permukaan terhadap kepatuhan wajib pajak yang terdaftar di UPT BAKUDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah Kabupaten Bangka. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepatuhan wajib pajak. Data yang digunakan didalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 Wajib Pajak Badan Usaha yang terdaftar di UPT BAKUDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah Kabupaten Bangka. Analisis data di dalam penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Models (TAM) dengan menggunakan program SPSS. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampel jenuh. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji kualitas data, uji asumsi klasik dan uji hipotesis analisis linear berganda dengan SPSS Versi 25. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh persepsi kemudahan, kebermanfaatan dan kepuasan penggunaan aplikasi pajak air permukaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak yang terdaftar di UPT BAKUDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah Kabupaten Bangka
Pengaruh penggunaan abu tempurung kelapa dan limbah styrofoam terhadap kuat tekan dan penyerapan air pada batako
Pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk mengakibatkan terjadinya kepadatan penduduk yang dapat menimbulkan peningkatan kegiatan pembangunan di bidang konstruksi terutama kebutuhan hunian. Kebutuhan akan batu bata juga meningkat pesat untuk kebutuhan hunian sehingga diperlukan bahan alternatif untuk pemasangan dinding sebagai pengganti batu bata, salah satunya adalah batako. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu tempurung kelapa dan limbah styrofoam terhadap kuat tekan dan penyerapan air pada batako serta menentukan variasi persentase yang menghasilkan nilai kuat tekan maksimum dan nilai penyerapan air minimum pada batako. Pembuatan batako dilakukan dengan metode eksperimental yang dibuat secara manual menggunakan cetakan berukuran 39 cm x 9 cm x 10 cm sesuai dengan SNI 03-0349-1989 dengan jumlah sampel sebanyak 50 buah. Perbandingan campuran yang digunakan adalah 1:6. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tekan batako pada campuran 5% abu tempurung kelapa sebesar 6,311 MPa, campuran 10% limbah styrofoam sebesar 3,154 MPa, campuran 15% limbah styrofoam sebesar 2,347 MPa, dan campuran 20% limbah styrofoam sebesar 1,650 MPa. Pada pengujian kuat tekan batako dengan campuran 5% abu tempurung kelapa dikategorikan sebagai mutu III, batako dengan campuran limbah styrofoam 10% dikategorikan sebagai mutu IV, serta batako dengan campuran limbah styrofoam 15% dan 20% tidak memenuhi dalam mutu. Pada pengujian penyerapan air batako dengan campuran abu tempurung kelapa dan limbah styrofoam dikategorikan sebagai mutu I. Penggunaan abu tempurung kelapa dan limbah styrofoam mempengaruhi nilai kuat tekan pada batako yang semakin menurun dan nilai penyerapan air pada batako yang semakin sedikit
Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik melalui Intervensi Posisi Head Up 30° dengan Masalah Keperawatan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Salah satu masalah keperawatan yang sering muncul pada pasien stroke adalah risiko perfusi serebral tidak efektif akibat gangguan aliran darah ke otak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui intervensi posisi head up 30 derajat. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap dua pasien stroke non hemoragik di Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Intervensi posisi head up 30° dilakukan selama tiga hari sebagai bagian dari proses asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen, ditandai dengan peningkatan nilai SpO₂ dari sebelum intervensi rata-rata 89% menjadi rata-rata 96% setelah tiga hari intervensi. Selain itu, pasien tampak lebih nyaman, penurunan tanda-tanda peningkatan TIK, dan kesadaran pasien membaik. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi posisi head up 30° efektif dalam mengatasi risiko perfusi serebral tidak efektif pada pasien stroke non hemoragik menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen, ditandai dengan peningkatan nilai SpO₂ sebelum intervensi rata-rata 96% menjadi rata-rata 99% setelah tiga hari intervensi dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan