Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
PENGARUH BRAND IMAGE DAN BRAND TRUST SERTA KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LIPSTIK WARDAH (Studi Pada Konsumen Lipstik Wardah di Wilayah Mojokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand image, brand trust dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk lipstik wardah di wilayah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel 100 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Data analisis menggunakan Regresi Linier Berganda . Hasil penelitian ini adalah (1) Brand Image berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian, dibuktikan dari nilai t hitung 2,049 > t tabel 1,988 dengan signifikansi 0,000 t tabel 1,988 dengan signifikansi 0,000 t tabel 1,988 dengan signifikansi 0,000 F tabel 2,70 dengan signifikansi 0,000 < 0,0
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH (Studi Kasus pada BRI Konvensional dan BRI Syariah)
Kinerja bank merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan dalam kegiatan perbankan. Kinerja bank akan menunjukkan kemampuan bank dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya, sehingga setiap bank ingin memiliki kinerja yang baik untuk dapat bertahan di tengah industri perbankan yang semakin ketat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perbankan BRI Konvensional dan BRI Syariah. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan sumber data sekunder. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian ini adalah BRI Konvensional dan BRI Syariah yang telah mempublikasikan laporan keuangan tahunan atau annual report secara berturut-turut pada periode 2016-2020. Metode analisis yang digunakan adalah uji independent sample T test dan Mann Witney U test. Hasil uji CAR tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara BRI Konvensional dan BRI Syariah. Sedangkan hasil uji NPL, ROA, LDR, BOPO, ROE dan PR terdapat perbedaan yang signifikan antara BRI Konvensional dan BRI Syariah. Kesimpulannya adalah rasio-rasio keuangan Bank BRI Konvensional lebih unggul dibandingkan dengan Bank BRI Syariah. Dari segi kualitas, rentabilitas, likuiditas dan solvabilitas Bank BRI Konvensional lebih baik dibandingkan Bank BRI Syariah. Akan tetapi dari segi permodalan Bank BRI Syariah lebih baik dibandingkan Bank BRI Konvensional
PENGARUH PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN MELALUI KEPUASAN PELANGGAN PADA GARTENHUTTE CAFE TRAWAS
Dunia bisnis mengalami perkembangan yang sangat signifikan dan memiliki prospek yang cukup bagus. Sehingga kondisi seperti ini membuat persaingan menjadi semakin kompetitif. Oleh karena itu setiap perusahaan harus mampu menggunakan berbagai cara agar dapat menarik pelanggan melalui kualitas
pelayanannya. Perkembangan dunia bisnis saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, baik bisnis yang bergerak di bidang manufaktur maupun jasa. Perkembangan perekonomian secara menyeluruh yang diiringi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan menciptakan sebuah persaingan yang semakin ketat dan tajam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pelayanan dan fasilitas terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan pada Gartenhutte cafe Trawas dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda yang dibantu dengan program SPSS 25. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Non-probability Sampling dengan pendekatan
Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 responden dengan berbagai kriteria tertentu. Dari analisis diskriptif dan pengujian variabel maka mengahasiklan bahwa pelayanan mempengaruhi loyalitas pelanggan, fasilitas mempengaruhi loyalitas pelanggan, dan pelayanan, fasilitas mempengaruhi loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan dalam melakukan pembelian serta kunjungan ulang pada Gartenhutte cafe Trawa
PENGARUH BRAND IMAGE, BRAND TRUST DAN BRAND AWARENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SMARTPHONE MEREK OPPO (STUDI PADA TOKO SMARTPHONE KOTA INDAH CELLULAR KRIAN)
Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Brand Image, Brand Trust Dan Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Produk Smartphone Merek Oppo. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan mengambil sampel sebanyak 100 responden mengguakan kuesioner. Hasil pengujian hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel brand image (X1) sebesar 0.00 dimana lebih keci dari 0,05 dan variabel brand trust (X2) sebesar 0.30 lebih kecil dari 0,05 untuk variabel brand awareness sebesar 0.00 lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel brand image (X1), brand trust (X2), dan brand awareness (X3) memiliki pengaruh positif atau signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). diperoleh keputusan Ho ditolak an ha diterima. Hal ini dapat dilihat dali nilai signiikansi yang dihasilkan yaitu sebesar 0.000 yang dimana lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang meliputi brand image (X1), brand trust (X2), dan brand awareness (X3) memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen keputusan pembelian (Y)
KOLABORASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL SISWA SMP NEGERI 1 PUNGGING
Suatu bangsa akan diambang kehancuran ketika masyarakatnya mengalami dekadensi moral. Pendidikan mengemban tanggung jawab besar dalam membina moral siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kolaborasi antara guru PAI dengan guru BK menjadi alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh lembaga pendidikan untuk mengatasi masalah moralitas.
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan bentuk dekadensi moral siswa yang terjadi di SMP Negeri 1 Pungging. (2) Mendeskripsikan dan menganalisis proses kolaborasi Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Bimbingan Konseling dalam mengatasi dekadensi moral siswa SMP Negeri 1 Pungging. (3) Mendeskripsikan upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Bimbingan Konseling dalam membendung dekadensi moral siswa SMP Negeri 1 Pungging.
Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Bimbingan Konseling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwasannya: (1) Bentuk dekadensi moral yang terjadi di SMP Negeri 1 Pungging sebagai berikut: Pelanggaran moral yang bersifat individual terjadi 15 kasus, pelanggaran yang bersifat situasional terjadi 49 kasus, pelanggaran yang bersifat sistematis terjadi 32 kasus, dan pelanggaaran yang bersifat kumulatif terjadi 5 kasus. (2) Proses dalam menangani dekadensi moral adalah dengan melibatkan Guru Bimbingan Konseling, Guru Pendidikan Agama Islam, Wali Kelas, dan Orangtua Siswa. (3) Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Bimbingan Konseling dalam membendung dekadensi moral siswa adalah dengan menerapkan meteode nasehat atau ceramah, metode pembiasaan, dan metode keteladanan.
Diharapkan kedepannya pihak sekolah memberikan dukungan penuh berupa pemberian kebijakan terhadap kolaborasi yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dengan Guru Bimbingan Konseling supaya dalam setiap menangani dekadensi moral siswa lebih terstruktur, sistematis, dan terarah. Sehingga kolaborasi dapat berjalan secara maksimal dan dapat dievaluasi kedepannya
A TEXTUAL AND A VISUAL ANALYSIS OF MULTICULTURAL VALUES REPRESENTATION IN INDONESIAN SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEXTBOOKS
The purpose of this research is to explore multicultural values representation in senior high school English textbooks published and to explain the reflection of characters of education 2013 curriculum containing in textual and visual form of multicultural values in the textbooks. The theory used as the basis for the analysis of the textbooks is the three dimensional models of critical discourse analysis from Fairclough (1995).
The findings of the study revealed four core values of multicultural by Bennett (2003) appear on the textbooks, such as (1) Acceptance and appreciation of cultural diversity. (2) Respect for human dignity and universal human rights. (3) Responsibility to the world community. (4) Respect for the earth. In addition to multicultural values, character education based on Pancasila was also identified as many as 6 values, such as (1) Religious, (2) Tolerance, (3) Patriotism, (4) Friendly/ communicative, (5) Environmental care, (6) Social care.
The implications of this textual study suggest that more characters education are added and elaborated in the textbooks. In addition, English teacher should creatively teach multicultural values in the textbooks
ALIH KODE BAHASA JAWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMK RADEN PAKU WRINGINANOM GRESIK
Penelitian ini memaparkan alih kode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
di kelas XI SMK Raden Paku Wringinanom Gresik. Latar belakang penelitian
disebabkan oleh adanya guru dan siswa yang banyak beralih kode dalam
berinteraksi di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1)
Bentuk alih kode 2) Faktor penyebab alih kode dalam pembelajaran bahasa
Indonesia di kelas XI SMK Raden Paku Wringinanom.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan
metode kualitatif deskriptif dalam penelitian. Data penelitian ini merupakan tuturan
yang mengandung fenomena alih kode, maka sumber data diperoleh dari penutur
dan mitra tutur yaitu guru dan siswa SMK Raden Paku Wringinanom Gresik dalam
pembelajaran bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa
pada pembelajaran bahasa Indonesia, adapun objek penelitian yang dimaksud
adalah bentuk alih kode dan faktor penyebab alih kode. Data yang dihasilkan dari
penelitian ini dikumpulkan dengan metode simak, rekam dan catat. Teknik analisis
data dilakukan dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) kesimpulan.
Keabsahan data penelitian berkaitan dengan ketekunan penelitian dan triangulasi.
Triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teori.
Hasil penelitian ini ditemukan dua puluh empat data tuturan yang
mengandung alih kode. Bentuk alih kode intern dengan variasi ragam bahasa yaitu
bahasa Indonesia ke bahasa Jawa dan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Peneliti
juga menemukan faktor penyebab alih kode pada pembelajaran di kelas yaitu (1)
penutur, (2) mitra tutur, (3) hadirnya orang ketiga, (4) perubahan formal ke informal
atau sebaliknya, (5) perubahan topik pembicaraan
INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAK MELALUI SENI TILAWAH AL-QUR'AN DI DESA GAYAMAN KECAMATAN MOJOANYAR KABUPATEN MOJOKERTO
Studi ini berangkat dari observasi penulis terhadap suatu kegiatan pembinaan seni Tilawah Al-Quran yang berlangsung di desa Gayaman kecamatan Mojoanyar kabupaten Mojokerto. Dimana kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang menarik untuk dikaji, karena menanamkan nilai-nilai akhlak karimah untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak karimah, maka studi ini berjudul “Internalisasi Nilai-nilai Akhlak Melalui Seni Tilawah Al-Qur’an di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto”.
Tujuan dalam penelitian ini ditekankan pada penanaman nilai-nilai akhlak karimah. diantaranya sebagai berikut: (1) Untuk menganalisa proses pelaksanaan kegiatan seni baca Al Qur'an di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. (2) Untuk mengetahui bagaimana cara agar pembentukan karakter dengan seni tilawah Al-Qur'an di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto lebih terarah. Tujuan studi digunakan untuk mengetahui bagaimana berlangsungnya seni Tilawah Al-Qur’an serta penanaman nilai-nilai akhlak dalam pembentukan karakter peserta didik.
Tempat penelitian ini dilakukan di Musholla Darul Falah Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto dengan menggunkan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dari ketiga metode tersebut kemudian di periksa keabsahan datanya dengan pengecekan kredibilitas. Pelaksanaan pengecekan kredibilitas data menggunkan teknik triangulasi. Setelah dilakukan pemeriksaan keabsahannya data dianalisis dengan cara: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitiann ini dapat diketahui bahwa internalisasi nilai-nilai akhlak dalam membentuk karakter peserta didik pada pembinaan seni Tilawah Al-Quran berjalan dengan baik dan dilakukan dengan dua cara yaitu pemberian materi nilai-nilai akhlak dan menggunakan metode pembentukan akhlakul karimah
TINDAK PEMBELAJARAN GURU PAI DALAM MECEGAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL PADA AKHLAK PESERTA DIDIK (STUDI KASUS DI SMPN 2 TARIK SIDOARJO)
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi manusia semakin mudah dalam melakukan interaksi dan komunikasi baik secara langsung atau tidak langsung, media sosial adalah buah hasil dari berkembangnya teknologi ciptaan manusia yang bertujuan untuk memudahkan semua aktivitas manusia, namun dengan kemajuan teknologi dan adanya media sosial yang dihubungkan melalui jejaring internet ternyata membawa dampak negatif terhadap akhlak peserta didik di SMPN 2 Tarik, tugas dan peran pembelajaran guru PAI dalam membina dan mencegah dampak negatif media sosial sangat diharapkan dalam membentengi para peserta didiknya, penelitian ini akan menjelaskan 1). bagaimana tindak pembelajaran guru PAI dalam mencegah dampak negatif terhadap akhlaq peserta didik di SMPN 2 Tarik. 2) Bagaimana dampak negatif media sosial terhadap akhlak peserta didik SMPN 2 Tarik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Data-data yang telah di kumpulkan dalam penelitian seperti gambar, kata-kata, ataupun sebuah pertanyan seperti wawancara, yang tentunya tidak angka ataupun hitungan. Yang mana nantinya peneliti akan mengamati, menulis atau mencatat, turut andil dalam mendisiplinkan sholat dhuha karena peneliti menggunakan triangulasi waktu atau perpanjangan keikut sertaan guna untuk melakukan penelitian yang mendalam. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 1). Peserta didik dalam bermedia sosial cenderung melalaikan waktu ibadah, waktu belajar, degradasi akhlak dan moral. 2). Tindak pembelajaran guru dalam mencegah dampak negatif media sosial mempunyai beragam upaya dan strategi, mulai dari memberikan nasihat, membiasakan sholat berjamaah, membiasakan sikap disiplin pada siswa, dan selalu mengingatkan supaya menggunakan media sosial dengan bijak
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MAN 2 MOJOKERTO MELALUI EKSTRAKURIKULER BANJARI
Karakter religius jika dikembangkan secara konsisten akan mampu menguatkan karakter generasi muda. Penguatan karakter generasi muda dapat dilaksanakan melalui Ekstrakurikuler Banjari yaitu sebagai seni yang menjadi wadah pembentukan karakter religius.
Tujuan penelitian ini adalah untutk mengetahui bagaimana karakter religius siswa Man 2 Mojokerto dan untuk menganalisa pelaksanaan seni banjari dapat membentuk karakter religius siswa Man 2 Mojokerto.
Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi karena jenis data penelitian ini adalah data primer. Sumber data penelitian wawancara terhadap pembina banjari dan anggota banjari. Teknik analisa data yang digunakan adalah Reduksi Data, Penyajian Data, dan Menarik Kesimpulan.
Hasil penelitian ini, menemukan bahwa karakter religius siswa MAN 2 Mojokerto terlihat dari sikap dan perilaku siswa yang melaksanakan sholat tepat waktu, sopan santun, ramah, tolong menolong kepada semua orang dan ikhlas. Dalam pelaksanaan kegiatan banjari dapat membentuk 3 kelompok yaitu nilai akhlak mulia, nilai keimanan, dan nilai rasa cinta terhadap Rasulullah Saw. Dari sisi pelaksanaan penanaman karakter religius melalui ekstrakulikuler Banjari dilakukan dengan proses percontohan, pembiasaan, pemahaman makna, dan pengulangan.
Peneliti memberi saran kepada pembimbing ekstrakulikuler Banjari MAN 2 Mojokerto untuk menambah jam latihan atau menambah pelatih baru untuk dapat melakukan kegiatan latihan tidak hanya satu kali dalam seminggu mengingat dari antusias tinggi yang dimiliki oleh siswa siswi anggota ekstrakulikuler Banjari MAN 2 Mojokerto