Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA
Keterkaitan matematika dengan dunia nyata dan disiplin ilmu lain merupakan landasan terbentuknya koneksi matematika. Salah satu cara melatih kemampuan koneksi matematika yaitu dengan menyelesaikan soal cerita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematika siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita materi aritmatika sosial di tinjau dari kemampuan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dikelas XII-B SMPN 1 kemlagi. Subjek penelitian terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi, siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang, dan siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan matematika, tes kemampuan koneksi matematika dan pedoman wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kemampuan matematika tinggi mampu mengoneksikan koneksi antar topik matematika dengan menentukan dan menggunakan konsep-konsep matematika yang telah dipelajari sebelumnya dalam menyelesaikan masalah yang diberikan, kemudian mengoneksikan matematika dengan disiplin ilmu lain dengan menentukan dan menggunakan konsep-konsep dan disiplin ilmu lain dalam menyelesaikan masalah yang diberikan dengan menyebutkan bidang studi lain selain matematika. Subjek mampu mengoneksikan matematika dengan dunia nyata dengan menentukan model atau kalimat matematika, subjek juga mampu menerjemahkan kembali kesolusi yang nyata. (2) Subjek dengan kemampuan matematika sedang dalam mengoneksikan antar topik matematika hanya mampu menyebutkan satu konsep matematika, kemudian dalam mengoneksikan matematika dengan disiplin ilmu lain subjek mampu menentukan dan menggunakan bidang studi lain dalam masalah yang diberikan, subjek mampu menuliskan model matematika, namun rumus yang ditulis salah, subjek juga mampu menerjemahkan kembali kesolusi yang nyata meskipun subjek hanya mampu menjelaskan secara singkat. (3) Subjek dengan kemampuan matematika rendah tidak mampu dalam mengoneksikan antar topik matematika, tidak mampu mengoneksikan matematika dengan ilmu disiplin lain, dan tidak mampu mengoneksikan matematika dengan dunia nyata
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK KELAS X SMK NEGERI 1 MOJOANYAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil Pengembangan Lembar Kerja Siswa dengan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Mendukung Kemampuan Representasi Matematis Siswa pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Kelas X SMK Negeri 1 Mojoanyar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar angket respon siswa dan lembar soal tes. Obyek dalam penelitian ini adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan dan subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Kimia Analis I SMK Negeri 1 Mojoanyar tahun ajaran 2017/2018 dan guru yang mengajar di kelas tersebut sebagai validator kevalidan dan kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan.
Proses pengembangan penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dikemukakan Plomp (Plomp dan Nieveen, 2010) yang terdiri dari tiga tahap, yaitu : (1) tahap penelitian awal, (2) tahap membuat prototipe dan (3) tahap penilaian. Kriteria Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) ini mengacu pada kriteria yang dikemukakan Nieveen (1999: 128) yaitu, kevalidan (validity), kepraktisan (practically), dan keefektifan (effectiveness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS 1) memenuhi kriteria kevalidan dengan RTVLKS sebesar 4,63 dengan kategori sangat valid, sedangkan Lembar Kerja Siswa (LKS 2) memenuhi kriteria kevalidan dengan RTVLKS sebesar 4,875 dengan kategori sangat valid. Lembar kerja siswa (LKS) memenuhi kriteria kepraktisan setelah dilakukan uji coba terbatas selama dua kali pertemuan dengan mendapat rata-rata total keterlaksanaan pembelajaran dari pengamat 1 adalah 4,55 dengan kategori sangat baik, sedangkan rata-rata total keterlaksanaan pembelajaran dari pengamat 2 adalah 4,32 dengan kategori sangat baik. Lembar kerja siswa (LKS) dikatakan efektif dengan mendapatkan respon positif siswa sebesar 91,66% dalam kategori sangat efektif. Lembar kerja siswa (LKS) mendapatkan % KSK>70% yaitu sebesar 80,44 %.
Kata kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Model Pembelajaran Learning Cycle 5E, Kemampuan Representasi Matematis Siswa, Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) BERBANTU MEDIA PEMBELAJARAN KOTAK MATRIKS UNTUK MELATIH PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA POKOK BAHASAN MATRIKS KELAS XI TKJ DI SMK NEGERI 1 PUNGGING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) berbantu media pembelajaran kotak matriks untuk melatih pemahaman konsep matematika siswa pokok bahasan matriks kelas XI di SMK Negeri 1 Pungging.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain one shoot case study.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI TKJ 3 dengan jumlah siswa 32 orang.Pada pertemuan pertama dan kedua guru dengan subjek melakukan pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) berbantu media pembelajaran kotak matriks.Sedangkan pada pertemuan ke tiga subjek diberikan tes pemahaman konsep, dan hasil pekerjaannya dianalisis.Selanjutnya pada pertemuan keempat subjek diwawancara, dan hasil wawancara dianalisis.Kemudian subjek diberikan angket dan hasil pekerjaannya dianalisis.Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar obsevasi guru, lembar observasi siswa, tes pemahaman konsep, dan respon siswa.
Berdasarkan hasil dan analisis data yang diperoleh dari penelitian adalah pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) berbantu media pembelajaran kotak matriks pokok bahasan matriks di kelas XI TKJ 3 SMKN 1 Pungging dikatakan efektifkarena mencapai aspek yaitu(1) Pada pertemuan I, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan sangat baik dengan skor rata-rata 3,6. Sedangkan pertemuan II, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan sangat baik dengan skor rata-rata 3,8. (2) Pada pertemuan I, aktivitas siswa selama pembelajaran dikategorikan sangat aktif dengan persentase rata-rata 93,7%. Sedangkan pertemuan II, aktivitas siswa selama pembelajaran dikategorikan sangat aktif dengan persentase rata-rata 94,7%. Dan rata-rata keseluruhan aktivitas siswa mencapai 94,2% dengan kategori sangat aktif. (3) Pemahaman konsep matematika siswa mencapai skor rata-rata 77,2 dengan kategori baik. (4) Respons siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) berbantu media pembelajaran kotak matriks matematika siswa pokok bahasan matriks di kelas XI TKJ 3 adalah positif
EVALUASI KINERJA SISTEM HALFSLAB PADA STRUKTUR PELAT LANTAI PROYEK APARTEMEN GUNAWANGSA TIDAR SURABAYA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Halfslab dengan one way slab banyak digunakan oleh para kontraktor khususnya pada bangunan highrise building untuk mempercepat proses pengerjaan dengan tetap memperhatikan mutu dan standart SNI. Namun halfslab dengan model two way slab belum banyak digunakan. Salah satunya model tersebut digunakan pada Proyek pembangunan apartemen 36 lantai di Jalan Tidar No.360 Surabaya yang dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan atau PT. PP ( persero ) cabang Jawa Tengah.
Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana kinerja halfslab dengan model two way slab dalam melayani beban yang direncanakan dan memenuhi standart yang ditetapkan.mulai dari proses lifting, overtopping hingga komposit sehingga didapatkan evaluasi perihal model halfslab yang digunakan pada proyek ini memiliki kemampuan maximal dalam mempertahankan struktur
Peneliti pada tugas akhir ini akan menganalisa kinerja halfslab dimulai dari melakukan simulasi model awal dengan metode elemen hingga mengetahui detil kemampuan halfslab pada proses lifting, overtopping dan komposit sehingga akan didapatkan nilai yang dapat mengukur kemampuan model halfslab yang digunakan pada proyek ini
Hasil dari penelitian ini menjelaskan hasil evaluasi kinerja halfslab pada 3 fase ereksi yaitu, fase lifting dimana pada fase ini halfslab mampu mempu mempertahankan struktur nya dengan hasil analisa lendutan - 9.5761 mm berikutnya fase overtopping memiliki nilai lendutan 0.00136 mm lalu proses komposit dengan hasil lendutan -3,624 mm dimana nilai tersebut lebih kecil dari yang diisyaratkan yaitu Lx/240. Dari analisa pada penelitian ini didapatkan visualisasi dari program ABAQUS terhadap kondisi gaya yang bekerja pada halfslab pada ke 3 proses ereksi tersebut. Perhitungan secara analisis juga kami lakukan untuk menentukan nilai regangan pada batang tarik dan tekan pada komposit slab .sehingga dari penilaian tersebut kekakuan dari halfslab dapat mendekati nilai pada pelat konvensional. Kedepannya diharapkan dapat menjadikan bagian dari referensi dari penggunaan halfslab dengan model dan ukuran yang serupa pada tahapan pengerjaan proyek bangunan lainny
Analisis Proses Berpikir SIswa SMA dalam MEnyelesaikan Soal Cerita pada Materi Program Linear ditinjau dari KEcerdasan Emosional
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG KUBUS DAN BALOK DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
Pengetahuan dan pemahaman konsep matematika sangat penting, tetapi lebih penting untuk mengaktifkan literasi matematika itu untuk memecahkan masalah. Literasi matematika merupakan kemampuan untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan dalam pemecahan masalah sehari- hari. Kenyataannya capaian kemampuan literasi matematika pada studi internasioanl di indonesia tahun 2015 berada pada peringkat 69 dari 76 negara dan studi pendahuluan yang menunjukkan kemampuan literasi matematika siswa masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah gaya belajar. Diharapkan untuk dapat mengetahui kemampuan literasi matematika berdasarkan gaya belajar. Maka dari itu akan dideskripsikan kemampuan literasi matematika berdasarkan gaya belajar visual, auditory dan kinestetik
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PEMAKNAAN SYI’IR JAWA DI DESA PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER
ABSTRAK
Mustofa, Lil Fauzan Ali. 2017. Analisis Semiotika Roland Barthes pada
Pemaknaan Syi’ir Jawa di Desa Pungging Kabupaten Mojokerto dan
Nilai Pendidikan Karakter. Skripsi. Progam Studi Bahasa dan Sastra
Indonesia. Fakultas Pendidikan dan Tarbiyah. Universitas Islam
Majapahit (UNIM).
Pembimbing I : Engkin Suwandana, M.Pd.
Pembimbing II : Syamsun, M.A.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan Semiotik
Roland Barthes yang meliputi makna Denotatif dan Konotatif, kode Hermeneutik,
Budaya, Simbolik dan menganalisis Nilai Pendidikan Karakter yang terdapat
pada Syi’ir Jawa di Desa Pungging Kabupaten Mojokerto.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, metode yang
digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah rekam, foto dan
metode catat. Adapun metode analisis data dalam penelitian ini diawali dengan
mendeskripsikan data berupa rekaman dari narasumber di lapangan kemudian di
transkripsikan, proses selanjutnya adalah identifikasi data dan terakhir dilakukan
reduksi data.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ditemukan adanya
Syi’ir Jawa di Desa Pungging. Yaitu Syi’ir Jawa yang dilantunkan setelah adzan
oleh takmir masjid, seperti syi’ir Abu Nawas, Iling Mati, Koncoh Kabeh, Tombo
Ati, Rukun Islam, Ati-ati Urip Ning Alam Dunyo, Lahir Nabi, Muslimin-muslimat,
Syahadat, Allohummaghfirli, Sholli Wassalimda, Dzurrotun Nasihin. Kedua,
ditemukannya makna yang terkandung didalam bait syi’ir Jawa dengan analisis
Semiotika Roland Barthes yaitu makna Denotatif dan Konotatif. Selain itu juga
dilakukan analisis terhadap kode-kode yang terdapat pada bait Syi’ir Jawa.
Seperti, Kode Hermeneutik, Kode Budaya, dan Kode Simbolik. Ketiga, ditemukan
empat Nilai Pendidikan Karakter yang terdapat didalam bait Syi’ir Jawa. Yakni,
Nilai Religius, Disiplin, Peduli Sosial dan Tanggung Jawab.
Kata Kunci: Semiotika Roland Barthes, Syi’ir Jawa, Nilai Pendidikan
Karakter
ANALISIS FEMINISME DALAM NOVEL KARTINI KARYA ABIDAH EL KHALIEQY RELEVANSI PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH SMP MANDALA CANGGU
ABSTRAK
Sintayana Rif’atus Sholihah. 2017. Analisis Feminisme Dalam Novel Kartini Karya Abidah El
Khalieqy Relevansi Pembelajaran Sastra Di Sekolah SMP Mandala Canggu.
SKRIPSI Program Setudi Bahasa Dan Sastra Indonesia. Jurusan Bahasa Dan
Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Islam
Majapahit. Dosen pembimbing 1: Linda Eka Pradita, M.Pd dan dosen
pembimbing 2. Taswirul Afkar, M.Pd
kata kunci: citra, tokoh perempuan, novel, kritik sastra feminis
Istilah feminisme dalam penelitian ini berti keadaan akan adanya ketidak adilan
jendrel yang menimbulkan kaum perempuan, baik dalam keluarga maupun lingkungan
keraton. Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy merefleksikan adanya citra pribadi
perempuan dan menjalankan peran dan kedudukan di dalam keluarga dan lingkungan
keraton melalui sikap tindakan, perilaku, ucapan, jalan pikiran dan rencanahidup tokoh
perempuan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dipilihnya kartini dalam penelitian ini.
Adapun tujuan khusus penelitian ini, yakni mendeskripsikan
(1
) citra perempuan tokoh
utama dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy
(2
) bagaimana perempuan memandang
kedudukan dalam keluarga dan masyarakat.
(3
) relevansi pembelajaran sastra di SMP
metode yang digunakan dalam penelitaian ini adalah metode deskripsi kualitatif
dengan pendekatan feminisme. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Kartini
karya Abidah El Khalieqy. Data berupa unit-unit teks yang berisi deskripsi citra perempuan
dalam novel Kartini karya Abaidah El Khalieqy, deskripsi sikap tokoh utama dalam
memandang kedudukan sebagai perempuan dalam keluarga dan masyarakat, dan relevansi
pembelajaran sastra di SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data
dan penelitian dan berperan sebagai instrumen. Penelitian melakukan teknik pengumpulan
data proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori, dan satuan
uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti
yang disarankan oleh data. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan
mengklasifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil kesimpulan.
Berdasarkan hasil anaisis data diperoleh beberapa kesimpulan pertama eksistensi
tokoh utama perempuan dalam novel Kartini karya Abidah El Khalieqy. Terefleksi melalui
sikap, tindakan, rencana hidup serta ucapan tokoh perempuan yang yang memiliki ciri-ciri:
(1
) tokoh utama sebagai perempuan yang mampu memberikan pemahaman, dan berani
menentang, dan mengambil keputusan, dan
(2
)diperoleh kesimpulan bahwa kedudukan
tokoh utama dalam keluarga dan masyarakat,
(3
) serta diperoleh juga kesimpulan dengan
adanyanya relevansi permbelajran sastra di sekolah SMP
UJUB DALAM TRADISI SELAMATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN BALONGBENDO KABUPATEN SIDOARJO DAN RELEVANSI PADA PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA KAJIAN ETNOLINGUISTIK
Abstrak
Pradani, Kikie, Indah. 2017 Ujub Dalam Tradisi Selamataan Masyarakat Di
Kecamatan Balongbendo Kabupaten SidoarjoDan
Relevansi Pada Pendidikan Karakter Pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMA Kajian
Etnolinguistik. Skripsi. Program Studi Bahasa dan
Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas
Islam Mojopahit.
Pembimbing
(I
)Taswirul Afkar, M.Pd.. dan
(II
)
Suwarsono, M.Pd.
Teks ujub mewakili konsep hubungan antara manusia dengan Tuhan,
manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam yang tampak, manusia
dengan alam yang tidak tampak, dan manusia dengan dirinya sendiri. Selain itu
teks ujub juga mengandung tema-tema permintaan doa selamat, permintaan
menguasai alam, khususnya bumi dan air, dan penghormatan kepada para
arwah.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk teks ujub, makna-makna
dalam teks ujub pada tradisi selamatan dalam rangka lingkaran hidup seseorang
di Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo dan latar belakang budaya
pemaikanya. Penelitian ini menggunakan kajian Etnolinguistik bidang telaah
etnolinguitik adalah fenomena kebahasaan yang terkait dengan unsur-unsur
budaya, yang meliputi tujuh unsur, tentu saja selain unsur yang berupa
bahasa.Ketujuh unsur budaya itu secara lengkap dan urut adalah
(1
) bahasa,
(2
)
sistem pengetahuan,
(3
) organisasi sosial,
(4
) sistim petalatan hidup dan
teknologi,
(5
) sistim mata pencaharian hidup,
(6
) sistim religi, serta
(7
) kesenian.
Jadi manakala ada telaah, kajian, penyelidikan, pemeriksaan, atau penelitian
atas fenomena kebahasaan terkait dengan sekurang-kurangnya satu dari enam
unsur budaya yang ada, kajian tersebut tergolong kajian etnolinguistik. Metode
yang digunakan dalam penelitian adalah dengan teknik Probability
Sampling.Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang
memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih
menjadi anggota sampel. Teknik pengambilan tersebut dilakukan dengan cara
Simple Random Sampling. Pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan
secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Ujub
selalu muncul dalam setiap tradisi slamatan di masyarakat Jawa. Hal ini
dikarenakan sistem religi atau kepercayaan masyarakat Jawa akan adanya
makhluk gaib. Ujub dalam slamatan adalah wujud dari sistem kepercayaan
masyarakat tentang Tuhan, Dewa, Roh-roh halus, neraka, surga, dan lain
sebagainya dengan di wujudkan atau disimbolkan melalui makanan-makanan
atau ambengan dalam tradisi slamatan.
Kata-kata Kunci: Ujub. Tradisi Selamatan. Etnolinguisti
ANALISIS TEKS CERITA PEWAYANGAN WAHYU CAKRANIGRAT KAJIAN SEMIOTIKA KOMUNIKASI DAN RELEVANSI DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
Esy Widyanti Putri
Suwarsono, M.Pd.
1
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPT Universitas Islam Majapahit
Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, Sumber data
atau objek penelitiannya adalah video pewayangan wahyu cakraningrat dalang
Purwadi, Yogjakarta. Sedangkan data dalam penelitian ini adalah kata, frase,
kalimat, paragraf yang sudah ditranskripsikan menjadi teks. Data yang diperoleh,
dianalisis menggunakan metode alur interaktif Miles dan Huberman serta
menggunakan teori semiotika komunikasi dan hasilnya diungkapkan secara
deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah (1) pesan dan tanda dalam teks cerita
pewayangan wahyu cakraningrat, (2) teknik penyampaian pesan dan tanda
dalam teks cerita peawayangan wahyu cakraningrat, (3) fungsi penyampaian
cerita, dan (4) relevansi teks cerita pewanyangan wahyu cakraningrat dalam
pembelajaran bahasa indonesia di SMA, meliputi materi yang akan disampaikan
dan evaluasi setelah materi dilaksanakan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan,
bahwa pewayangan bukan hanya sekadar menjadi hiburan melainkan mejadi
sebuah pembelajaran, baik di lingkungan keluarga maupun dilingkungan
masyarakat. Banyak pesan atau amanat yang terkandung dalam teks cerita
pewayangan wahyu cakraningrat yang dapat di ambil dan bisa menjadi
pelajaran.
Kata kunci: Analisis Semiotika Komunikasi, Teks Cerita Pewayangan,
Pesan dan Tanda.
2
Taswirul Afkar, M.Pd.