Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
ANALISIS ETNOPRAGMATIK DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERAMAH K.M. MUKARROM DI PONDOK PESANTREN DARUL MUWAHHIDINMOJOSARI-MOJOKERTO
ABSTRAK
Ismuhazar. 2017. Analisis Etnopragmatik dan Nilai Pendidikan Karakter dalam
Ceramah K.M. Mukarrom di Pondok Pesantren Darul Muwahhidin MojosariMojokerto.
Skripsi,Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam
Majapahit (UNIM).
Pembimbing I: Doni Uji Wiindiatmoko, M.Pd.
Pembimbing II: Asih Andriyati Mardliyah, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis etnopragmatik dan
nilai pendidikan karakter dalam ceramah K.M. Mukarrom. Fokus penelitian ini
adalah pengaruh budaya Jawa, kesantunan bahasa, dan nilai pendidikan
karakter yang terkandung pada ceramah K.M. Mukarrom.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian jenis kualitatif
deskriptif. penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud membuat
deskripsi mengenai situasi-situasi kejadian. Penelitian ini mengambil objek
ceramah K.M. Mukarrom di Pondok Pesantren Darul Muwahhidin MojosariMojokerto
dengan subjek K.M. Mukarrom. Pengumpulan data menggunakan
metode wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Tahap-tahap dalam
metode penelitian ini antara lain: tempat dan waktu penelitian, jenis penelitian,
subjek penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik
sampling, teknik analisis data, teknik validitas data, dan prosedur penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu bulan Maret sampai
Agustus 2017.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh budaya Jawa
terhadap ceramah K.M. Mukarrom memberikan dampak positif bagi santri untuk
menggunakan bahasa Jawa yang baik, serta menjadi peribadi yang lebih baik
dari sebelumnya dengan bersikap sopan serta bertutur kata yang baik.
Kesantunan bahasa dalam ceramah K.M. Mukarrom memuat tuturan imperatif
maupun nonimperatif melalui tuturan deklaratif bermakna imperatif ajakan,
suruhan, dan larangan, serta tuturan interogatif bermakna imperatif perintah,
persilaan, dan larangan. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam
ceramah K.M. Mukarrom meliputi: nilai religius, jujur, cinta damai, peduli sosial,
dan peduli lingkungan.
KataKunci: Analisis Etnopragmatik, Kesantunan Bahasa, Nilai Pendidikan
Karakte
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM KONTEKS PERCAKAPAN PADA KOMUNITAS WARIA DI KELURAHAN SENTANAN KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO DAN RELEVANSI PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
ABSTRAK
Dhurianita, Arika, 2017. Analisis Tindak Tutur dalam Konteks Percakapan pada
Komunitas Waria di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari,
Kota Mojokerto dan Relevansi Pembelajaran Bahasa di Sekolah
Menengah Atas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan dan Tarbiyah, Universitas
Islam Majapahit-Mojokerto.
Pembimbing: (I) Linda Eka Pradita, M.Pd.
(II) Suyono, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian tindak tutur dalam
konteks percakapan pada komunitas waria di Keluarahan Sentanan, Kecamatan
Magersari, Kota Mojokerto. Peneliti memfokuskan penelitian pada, pertama:
tindak tutur lokusi, kedua: tindak tutur ilokusi, ketiga: tindak tutur perlokusi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud membuat deskripsi
mengenai situasi-situasi kejadian. Penelitian ini mengambil objek konteks
percakapan pada komunitas waria. Pengumpulan data menggunakan metode
dokumentasi, wawancara, dan perekaman suara. Tahap-tahap dalam metode
penelitian ini antara lain: tempat dan waktu penelitian, jenis penelitian, subjek
dan objek penelitian, instrumen penelitian, populasi dan sampel, teknik
pengumpulan data, teknik analisis data, dan validitas penelitian. Penelitian ini
dilaksanakan selama enam bulan, yaitu dari bulan Maret hingga bulan Agustus
2017.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks percakapan
komunitas waria terdapat tindak tutur yang digunakan dalam berdialog setiap
hari. Pada tindak tutur lokusi terdapat tindak tutur lokusi naratif, tindak tutur lokusi
deskriptif, dan tindak tutur lokusi informatif, dalam percakapan waria terdapat
keseluruhan dari tindak tutur lokusi. Pada tindak tutur ilokusi terdapat beberapa
fungsi yaitu tindak tutur ilokusi kompetitif, tindak tutur ilokusi konvivial, tindak tutur
ilokusi kolaboratif, dan tindak tutur ilokusi konfliktif. Tindak tutur ilokusi pada
percakapan waria terdapat sebagian waria yang menggunakan tindak tuturan
ilokusi. Tindak tutur perlokusi, terdapat sedikit dari waria yang menggunakan
tindak tuturan perlokusi. Relevansi tindak tutur dalam pembelajaran bahasa di
SMA adalah tentang keterampilan berbicara ini berada di kelas XII semester 1
KTSP, ketika melihat tingkatan kelas XII pemikiran mereka tentang argumen atau
pemahaman pemikiran mereka sudah mulai produktif akan pengolahan katakata,
karena
pada
usia
itu,
anak
lebih
aktif
untuk
mengolah
kata
dan
menyimpan
kata-kata
yang
mereka
dapatkan
dari
lingkungan
yang
mereka
tempati.
Kata-kata
Kunci:
Tindak
Tutur,
Peristiwa
Tutur,
Komunitas,
dan
Relevansi
Pembelajaran Bahas
Alih Wahana dari Novel ke Film Surga yang tak Dirindukan karya Asma Nadia
ABSTRAK
Kata kunci : Alih wahana, Novel, Film.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan
unsur-unsur cerita, efek apakah yang terjadi dalam perbedaan sudut
pandang, dan pengaruh yang terjadi pada novel ke film Surga yang
tak Dirindukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah novel Surga yang tak
Dirindukan karya Asma Nadia dan film Surga yang tak Dirindukan
karya hanung Bramantyo.
Penelitian difokuskan pada perubahan unsur-unsur cerita,
perbedaan sudut pandang yang terjadi, dan pengaruh dari novel
surga yang tak Dirindukan (verbal) ke film Surga yang tak Dirindukan
(audio visual). Data diperoleh dengan teknik membaca secara
menyeluruh dan berulang-ulang pada novel Surga yang tak
Dirindukan, menyimak film Surga yang tak Dirindukan, kemudian
mengidentifikasi dan membandingkan aspek unsur-unsur cerita
antara kedua karya tersebut, sehingga menemukan persamaan dan
perbedaan antar karya kemudian mencatat hasil perubahan yang
terjadi khususnya pada unsur-unsur cerita, perbedaan yang terjadi
pada sudut pandang, dan pengaruh yang terjadi pada keduanya.
Data dianalisis dengan teknik analisis komparatif induktif dan proses
alih wahana, melaui pemahaman dan penafsiran antara data yang
satu dengan data yang lain. Keabsahan data diperoleh melalui
validitas reliabilitas (intrarater). Hasil dan pembahasan penelitian,
perbedaan alur melalui lokasi penempatan adegan, pengurangan
cerita pada novel tetapi tidak ditampilkan di film seperti peristiwa Mei
Rose mempunyai dan tinggal di rumahnya tantenya, dan variasivariasi
yang
terdapat
dalam
film
dibandingkan
dengan
novel
aslinya
Tindak Tutur Lokusi Ilokusi Perlokusi Bahasa Prokem dalam Percakapan Anak Remaja dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Serta Relevansi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi,
dan perlokusi bahasa prokem dalam percakapan anak remaja, mendeskripsikan
nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tindak tutur bahasa prokem
dalam percakapan anak remaja, dan mendeskripsikan relevansi kajian pragmatik
pembelajaran Bahasa Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data penelitian ini
berupa percakapan bahasa prokem anak remaja. Teknik pengumpulan data
yang digunakan pada penelitian ini yaitu interaktitif dan non interaktif. Interaktif
yaitu dengan cara wawancara serta observasi secara langsung, sedangkan non
interaktif yaitu mencari sumber data dan mengumpulkan sumber data yang dapat
digunakan sebagai pendukung tulisan, memahami dengan teliti terhadap sumber
data, mengumpulkan data-data sekunder dari buku-buku referensi, menerapkan
teori dengan catatan sehingga menjadi perangkat yang siap sebagai landasan
penulisan.
Hasil penelitian ini adalah jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi
bahasa prokem dalam percakapan anak remaja, nilai-nilai pendidikan karakter
serta relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menyatakan
bahwa salah satu ciri atau sifat bahasa yang hidup dan dipakai di kalangan
remaja, apapun dan dimanapun bahasa tersebut digunakan, akan selalu terus
mengalami perubahan. Bahasa akan terus berkembang dan memiliki aneka
ragam atau variasi, baik berdasarkan kondisi sosiologis maupun kondisi
psikologis dari penggunanya. Oleh karena itu, dikenal ada variasi atau ragam
bahasa pedagang, ragam bahasa pejabat atau politikus, ragam bahasa anakanak,
termasuk
ragam
bahasa
prokem.
Kata Kunci : Tindak Tutur, bahasa prokem
APLIKASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK SEKOLAH PADA SMK NU AL-HIDAYAH NGIMBANG, LAMONGAN
ABSTRACT
Academic Information System is a system that provides information
services in the form of academic data. In Vocational High School (SMK)
especially at SMK NU Al-Hidayah Ngimbang Lamongan still not apply academic
information system, where the problem is there is weakness and deficiency in
terms of recording, storage, and delivery of information that happened at school
which include data payments, attendance data, and value data that often occur in
crash data, because existing data is not well organized.
The purpose of this research is to make school academic information
system with VB.Net and Xampp. The research method used in this research is
based on qualitative and action methods. While the system development using
waterfall model. The software used is: VB.NET 2010, Xampp 1.6.8, Crystal
report. The result of the research is an application of Academic Information
System Application at SMK NU AL-HIDAYAH Ngimbang, Lamongan.
Keywords: Information Systems, VB.NET, Xampp, Academi
NOVEL AYAT-AYAT CINTA 2 KARYA HABIBURAHMAN EL SHIRAZY: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA, NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
ABSTRAK
NOVEL AYAT-AYAT CINTA 2 KARYA HABIBURAHMAN EL SHIRAZY: KAJIAN
SOSIOLOGI SASTRA, NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA
DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Oleh:
Adelina Maharani
NIM: 5.12.06.13.0.001
Adelina Maharani, “Novel Ayat-Ayat Cinta Dua karya Habiburahman El Shirazy:
Kajian Sosiologi Sastra, Nilai-Nilai Pendidikan Karakter, dan Relevansinya dalam
pembelajaran sastra di SMA”. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Majapahit-Mojokerto, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian sosiologi sastra, nilai-nilai
pendidikan karakter, dan relevansinya dalam pembelajaran sastra di SMA pada novel AyatAyat
Cinta 2 karya Habiburahman El Shirazy. Dalam fokus penelitian ini, peneliti
memfokuskan penelitian pada, pertama: sosiologi sastra, kedua: sosiologi pengarang,
ketiga: sosiologi pembaca.
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian
desktiptif adalah penelitian yang bermaksud membuat deskripsi mengenai situasi-situasi
kejadian. Penelitian ini mengambil objek novel Ayat-Ayat Cinta Dua karya Habiburahman El
Shirazy. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Tahaptahap
dalam
mentode
penelitian
ini
antara
lain:
tempat
dan
waktu
penelitian,
jenis
penelitian,
subjek
dan
objek
penelitian,
instrumen
penelitian,
teknik
pengumpulan
data,
teknik
analisis
data,
validitas data, dan prosedur penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selaman delapan
bulan, yaitu sampai bulan agustus 2016.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sosiologi pengarang tidak dapat
dipisahkan dari latar belakang pendidikan pengarang, status sosial pengarang, ideologi
pengarang, dan proses kreatif pengarang. Sedangkan sosiologi sastra dalam penelitian ini
menunjukkan isi dari keseluruhan novel Ayat-Ayat Cinta Dua. Nilai-nilai pendidikan karakter
yang terdapat dalam novel Ayat-Ayat Cinta Dua meliputi: nilai religius, nilai disiplin, nilai
kerja keras, nilai peduli lingkungan dan sosial, nilai tanggung jawab, nilai gemar membaca,
nilai toleransi, dan nilai komunikatif. Terdapat relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam
novel Ayat-Ayat Cinta Dua dengan pembelajaran sastra di SMA pada kurikulum KTSP dan
kurikulum K13.
Kata- kata Kunci : Sosiologi Sastra, sosiologi pengarang, sosiologi pembaca, nilai-nilai
pendidikan karakter, dan relevansi pembelajaran sastra di SMA
Novel dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata (Kajian Sosiologi Sastra, Nilai Pendidikan Karakter, dan Relevansi Pembelajaran Sastra di SMA)
ABSTRAK
Kata Kunci : Sosiologi Sastra, Novel Padang Bulan dan Cinta di
Dalam Gelas, Nilai Pendidikan Karakter, dan
Relevansi Pembelajaran Sastra SMA.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang
pendidikan pengarang, (2) mendeskripsikan latar belakang sosial
budaya yang terdapat dalam novel, (3) mendeskripsikan respons dan
tanggapan pembaca tentang novel, (4) mendeskripsikan nilai-nilai
pendidikan karakter dalam novel, dan (5) mendeskripsikan relevansi
pembelajaran sastra di SMA.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan
metode analisis isi dan daftar wawancara. Kegiatan yang dilakukan
adalah membaca, mencermati, menafsirkan, dan menganalisis novel
Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata. Sumber
data dalam penelitian ini adalah (1) biografi pengarang, (2) teks novel
Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, (3) panduan wawancara, (4)
silabus pembelajaran sastra di SMA kelas XI, (5) buku-buku linteratur
yang relevan. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen dan
wawancara secara mendalam. Trianggulasi dilakukan dengan
trianggulasi sumber, metode, dan teori dengan pengecekan data
dokumen dan hasil wawancara untuk mendapatkan simpulan yang
sama. teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling,
sampel mewakili informasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis interaktif yang meliputi tiga komponen yaitu (1) reduksi data, (2)
penyajian data, dan (3) kesimpulan
INTERFERENSI BAHASA DALAM PERISTIWA TUTUR PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG MOJOKERTO
ABSTRAK
Eindiar Sufianingrum, 2016. Interferensi Bahasa dalam Peristiwa Tutur
Penjual dan Pembeli di Pasar Tanjung Mojokerto. Skripsi. Program Studi Bahasa
dan Sastra Indonesia. Pembimbing (I) Asih Andriyati Mardliyah, M.Pd, Pembimbing (II)
Ely Firdaus, M.Pd.
Kata Kunci: Peristiwa Tutur, Interferensi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk peristiwa tutur,
bentuk interferensi dan faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi di
Pasar Tanjung Mojokerto.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode
yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah simak
bebas libat cakap, rekam dan metode catat. Adapun metode analisis data
dalam penelitian ini diawali dengan mendeskripsikan data berupa
rekaman percakapan di lapangan yang kemudian di transkripsikan,
proses selanjutnya adalah identifikasi data dan terakhir dilakukan reduksi
data.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ditemukan
adanya bentuk peristiwa tutur yang terjadi di Pasar Tanjung Mojokerto
yaitu peristiwa tutur ragam ngoko dan krama yang sebagaian besar
digunakan dalam proses berkomunikasi jual beli. Kedua, ditemukannya
bentuk interferensi yaitu interferensi morfologi dan sintaksis. Pada
tataran morfologi ditemukan indikator penggunaan awalan di-, di-i, diake,
N-, N-i, Sa- akhiran –an,-e, -ne serta penggunaan kata zero (N),
kata ulang, kata majemuk, morfem men- disingkat n-, morfem meng
disingkat ng, morfem menge- disingkat nge-, dan morfem meny-
disingkat ny, sedangkan dalam tataran sintaksis ditemukan indikator
penggunaan frase atributif N+N, frase atributif A+Adv, frase atributif
Adv+A, frase atributif Num+N, frase atributif adjektif superlatif, kontruksi
frase dan pola kalimat. Kemudian yang ketiga adalah faktor-faktor
penyebab terjadinya interferensi yaitu faktor latar belakang penutur,
wilayah atau lingkungan kebahasaan dan kekacauan pilihan bahasa
STILISTIKA DALAM LIRIK LAGU PADA ALBUM ADA APA DENGAN CINTA KARYA MELLY GOESLAW DAN NILAI - NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SERTA RELEVANSI DENGAN PEMBELAJARAN DI SMA
ABSTRAK
Kata-kata kunci : Stilistika, majas, diksi, citraan
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penggunaan majas yang terdapat dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, (2) Mendeskripsikan penggunaan diksi dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, (3) Mendeskripsikan penggunaan citraan dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, (4) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter serta relevansi pembelajaran sastra dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta berjumlah 10 lirik lagu. Data diperoleh dengan teknik pembacaan dan pencatatan kemudian dianalisis dengan teknik analisis stilistika. Instrumen penelitian berupa tabel kartu data. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantic. Teknik validitas data yang digunakan adalah trianggulasi teori sedangkan reabilitas dengan menggunakan realibitas intra-rater, yaitu pembacaan berulang-ulang untuk memperoleh data yang konsisten.
Hasil penelitian ini adalah ditemukan 40 data yang terdiri dari, (1) penggunaan majas dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, majas yang terdapat dalam lirik lagu berjumlah 14 data yang terdiri dari (a) majas perbandingan 4 data, (b) majas personifikasi 7 data, (c) majas metafora 1 data, (d) majas sinekdoke 2 data,(2) penggunaan diksi dalam lirik lagu yaitu ditemukan 9 data yang terdiri dari (a)kata sapaan, (b) penggunaan sinonim,(c) makna denotasi,(d) makna konotasi. Penggunaan citraan yaitu ditemukan 15 data yang terdiri dari (a) citraan penglihatan, (b) citraan pendengaran, (c) citraan perasaan, dan (d) citraan gerak
SEMIOTIKA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEME SINDIRAN YANG TERDAPAT DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Abstrak
Media Sosial Instagram Saat ini menjadi tempat untuk membuat kreatifitas
para penggunanya tak terkecuali peserta didik untuk menyampaikan suatu
gagasan, Ide, serta kritikan yang disampaikan melalui tulisan gambar
berkarakter biasanya disebut dengan Meme. Salah satunya adalah Meme
Sindiran. hal tersebut salah satu alasan dipilihnya Meme sindiran sebagai Objek
Formal dalam penelitian ini. adapun tujuan khusus penelitian ini adalah,
Mendeskripsikan 1) Ikon, Indeks dan simbol meme sindiran, 2) Makna yang
terkandung dalam Meme sindiran. dan 3) Nilai pendidikan karakter yang terkait
dengan meme sindiran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriftif
kualitatif dengan pendekatan Semiotika. Sumber data dalam penelitian ini adalah
gambar meme sindiran yang di hasilkan dari Cetak Layar (Screen Capture)
Media sosial Instagram. Data berupa teks dan gambar Meme sindiran. teknik
pengumpulan data menggunakan Metode Pengamatan/Observasi dan Metode
pendokumentasian, peneliti berperan sebagai instrument utama penelitian.
Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyeleksi,
mengklasifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil
kesimpulan. keabsahan data penelitian ini dengan menggunakan teknik
triangulasi Data.
Berdasarkan hasil analisis Meme sindiran yang terdapat dalam Media
Sosial Instagram, di peroleh beberapa kesimpulan sebagai berikut 1) Ikon
merupakan format visualnya digunakan untuk merepresentasikan perilaku objek
tersindir. Indeks digunakan untuk menjelaskan fakta secara deskriptif mengenai
suatu peristiwa yang berkaitan dengan objek Sindiran. Sedangkan Simbol
menunjukan ciri khusus visual meme yaitu berupa penggunaan gambar objek
tersindir. 2) pencarian elemen makna pierce melalui Tanda, Objek dan
Interpetan. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa, tanda
berasal dari Ikon, indeks dan simbol seperti yang diuraikan diatas. Objek adalah
seseorang atau institusi tersindir yang menjadi sasaran sindiran. sedangkan
interpretan adalah suatu gambaran yang muncul dalam benak seseorang ketika
melihat Meme sindiran. dari ketiga hal tersebut hingga djika disatukan akan
menjadi suatu makna. 3) adapun Nilai pendidikan karakter yang terkait dengan
Meme Sindiran yaitu a. Religius b. Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif c.
Rasa ingin tahu d. Menghargai karya dan prestasi orang lain e. Semangat
Kebangsaan.
Kata Kunci : Meme Sindiran, Semiotika, Makna, pendidikan karakte