Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
    2454 research outputs found

    ANALISIS ETNOPRAGMATIK DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERAMAH K.M. MUKARROM DI PONDOK PESANTREN DARUL MUWAHHIDINMOJOSARI-MOJOKERTO

    Get PDF
    ABSTRAK Ismuhazar. 2017. Analisis Etnopragmatik dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Ceramah K.M. Mukarrom di Pondok Pesantren Darul Muwahhidin MojosariMojokerto. Skripsi,Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Majapahit (UNIM). Pembimbing I: Doni Uji Wiindiatmoko, M.Pd. Pembimbing II: Asih Andriyati Mardliyah, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis etnopragmatik dan nilai pendidikan karakter dalam ceramah K.M. Mukarrom. Fokus penelitian ini adalah pengaruh budaya Jawa, kesantunan bahasa, dan nilai pendidikan karakter yang terkandung pada ceramah K.M. Mukarrom. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian jenis kualitatif deskriptif. penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud membuat deskripsi mengenai situasi-situasi kejadian. Penelitian ini mengambil objek ceramah K.M. Mukarrom di Pondok Pesantren Darul Muwahhidin MojosariMojokerto dengan subjek K.M. Mukarrom. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Tahap-tahap dalam metode penelitian ini antara lain: tempat dan waktu penelitian, jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik sampling, teknik analisis data, teknik validitas data, dan prosedur penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu bulan Maret sampai Agustus 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh budaya Jawa terhadap ceramah K.M. Mukarrom memberikan dampak positif bagi santri untuk menggunakan bahasa Jawa yang baik, serta menjadi peribadi yang lebih baik dari sebelumnya dengan bersikap sopan serta bertutur kata yang baik. Kesantunan bahasa dalam ceramah K.M. Mukarrom memuat tuturan imperatif maupun nonimperatif melalui tuturan deklaratif bermakna imperatif ajakan, suruhan, dan larangan, serta tuturan interogatif bermakna imperatif perintah, persilaan, dan larangan. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam ceramah K.M. Mukarrom meliputi: nilai religius, jujur, cinta damai, peduli sosial, dan peduli lingkungan. KataKunci: Analisis Etnopragmatik, Kesantunan Bahasa, Nilai Pendidikan Karakte

    ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM KONTEKS PERCAKAPAN PADA KOMUNITAS WARIA DI KELURAHAN SENTANAN KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO DAN RELEVANSI PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Get PDF
    ABSTRAK Dhurianita, Arika, 2017. Analisis Tindak Tutur dalam Konteks Percakapan pada Komunitas Waria di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dan Relevansi Pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah Atas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan dan Tarbiyah, Universitas Islam Majapahit-Mojokerto. Pembimbing: (I) Linda Eka Pradita, M.Pd. (II) Suyono, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian tindak tutur dalam konteks percakapan pada komunitas waria di Keluarahan Sentanan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Peneliti memfokuskan penelitian pada, pertama: tindak tutur lokusi, kedua: tindak tutur ilokusi, ketiga: tindak tutur perlokusi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud membuat deskripsi mengenai situasi-situasi kejadian. Penelitian ini mengambil objek konteks percakapan pada komunitas waria. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, wawancara, dan perekaman suara. Tahap-tahap dalam metode penelitian ini antara lain: tempat dan waktu penelitian, jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, instrumen penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan validitas penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu dari bulan Maret hingga bulan Agustus 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks percakapan komunitas waria terdapat tindak tutur yang digunakan dalam berdialog setiap hari. Pada tindak tutur lokusi terdapat tindak tutur lokusi naratif, tindak tutur lokusi deskriptif, dan tindak tutur lokusi informatif, dalam percakapan waria terdapat keseluruhan dari tindak tutur lokusi. Pada tindak tutur ilokusi terdapat beberapa fungsi yaitu tindak tutur ilokusi kompetitif, tindak tutur ilokusi konvivial, tindak tutur ilokusi kolaboratif, dan tindak tutur ilokusi konfliktif. Tindak tutur ilokusi pada percakapan waria terdapat sebagian waria yang menggunakan tindak tuturan ilokusi. Tindak tutur perlokusi, terdapat sedikit dari waria yang menggunakan tindak tuturan perlokusi. Relevansi tindak tutur dalam pembelajaran bahasa di SMA adalah tentang keterampilan berbicara ini berada di kelas XII semester 1 KTSP, ketika melihat tingkatan kelas XII pemikiran mereka tentang argumen atau pemahaman pemikiran mereka sudah mulai produktif akan pengolahan katakata, karena pada usia itu, anak lebih aktif untuk mengolah kata dan menyimpan kata-kata yang mereka dapatkan dari lingkungan yang mereka tempati. Kata-kata Kunci: Tindak Tutur, Peristiwa Tutur, Komunitas, dan Relevansi Pembelajaran Bahas

    Alih Wahana dari Novel ke Film Surga yang tak Dirindukan karya Asma Nadia

    Get PDF
    ABSTRAK Kata kunci : Alih wahana, Novel, Film. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan unsur-unsur cerita, efek apakah yang terjadi dalam perbedaan sudut pandang, dan pengaruh yang terjadi pada novel ke film Surga yang tak Dirindukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah novel Surga yang tak Dirindukan karya Asma Nadia dan film Surga yang tak Dirindukan karya hanung Bramantyo. Penelitian difokuskan pada perubahan unsur-unsur cerita, perbedaan sudut pandang yang terjadi, dan pengaruh dari novel surga yang tak Dirindukan (verbal) ke film Surga yang tak Dirindukan (audio visual). Data diperoleh dengan teknik membaca secara menyeluruh dan berulang-ulang pada novel Surga yang tak Dirindukan, menyimak film Surga yang tak Dirindukan, kemudian mengidentifikasi dan membandingkan aspek unsur-unsur cerita antara kedua karya tersebut, sehingga menemukan persamaan dan perbedaan antar karya kemudian mencatat hasil perubahan yang terjadi khususnya pada unsur-unsur cerita, perbedaan yang terjadi pada sudut pandang, dan pengaruh yang terjadi pada keduanya. Data dianalisis dengan teknik analisis komparatif induktif dan proses alih wahana, melaui pemahaman dan penafsiran antara data yang satu dengan data yang lain. Keabsahan data diperoleh melalui validitas reliabilitas (intrarater). Hasil dan pembahasan penelitian, perbedaan alur melalui lokasi penempatan adegan, pengurangan cerita pada novel tetapi tidak ditampilkan di film seperti peristiwa Mei Rose mempunyai dan tinggal di rumahnya tantenya, dan variasivariasi yang terdapat dalam film dibandingkan dengan novel aslinya

    Tindak Tutur Lokusi Ilokusi Perlokusi Bahasa Prokem dalam Percakapan Anak Remaja dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Serta Relevansi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi bahasa prokem dalam percakapan anak remaja, mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tindak tutur bahasa prokem dalam percakapan anak remaja, dan mendeskripsikan relevansi kajian pragmatik pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data penelitian ini berupa percakapan bahasa prokem anak remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu interaktitif dan non interaktif. Interaktif yaitu dengan cara wawancara serta observasi secara langsung, sedangkan non interaktif yaitu mencari sumber data dan mengumpulkan sumber data yang dapat digunakan sebagai pendukung tulisan, memahami dengan teliti terhadap sumber data, mengumpulkan data-data sekunder dari buku-buku referensi, menerapkan teori dengan catatan sehingga menjadi perangkat yang siap sebagai landasan penulisan. Hasil penelitian ini adalah jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi bahasa prokem dalam percakapan anak remaja, nilai-nilai pendidikan karakter serta relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menyatakan bahwa salah satu ciri atau sifat bahasa yang hidup dan dipakai di kalangan remaja, apapun dan dimanapun bahasa tersebut digunakan, akan selalu terus mengalami perubahan. Bahasa akan terus berkembang dan memiliki aneka ragam atau variasi, baik berdasarkan kondisi sosiologis maupun kondisi psikologis dari penggunanya. Oleh karena itu, dikenal ada variasi atau ragam bahasa pedagang, ragam bahasa pejabat atau politikus, ragam bahasa anakanak, termasuk ragam bahasa prokem. Kata Kunci : Tindak Tutur, bahasa prokem

    APLIKASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK SEKOLAH PADA SMK NU AL-HIDAYAH NGIMBANG, LAMONGAN

    Get PDF
    ABSTRACT Academic Information System is a system that provides information services in the form of academic data. In Vocational High School (SMK) especially at SMK NU Al-Hidayah Ngimbang Lamongan still not apply academic information system, where the problem is there is weakness and deficiency in terms of recording, storage, and delivery of information that happened at school which include data payments, attendance data, and value data that often occur in crash data, because existing data is not well organized. The purpose of this research is to make school academic information system with VB.Net and Xampp. The research method used in this research is based on qualitative and action methods. While the system development using waterfall model. The software used is: VB.NET 2010, Xampp 1.6.8, Crystal report. The result of the research is an application of Academic Information System Application at SMK NU AL-HIDAYAH Ngimbang, Lamongan. Keywords: Information Systems, VB.NET, Xampp, Academi

    NOVEL AYAT-AYAT CINTA 2 KARYA HABIBURAHMAN EL SHIRAZY: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA, NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

    Get PDF
    ABSTRAK NOVEL AYAT-AYAT CINTA 2 KARYA HABIBURAHMAN EL SHIRAZY: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA, NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Oleh: Adelina Maharani NIM: 5.12.06.13.0.001 Adelina Maharani, “Novel Ayat-Ayat Cinta Dua karya Habiburahman El Shirazy: Kajian Sosiologi Sastra, Nilai-Nilai Pendidikan Karakter, dan Relevansinya dalam pembelajaran sastra di SMA”. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Majapahit-Mojokerto, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian sosiologi sastra, nilai-nilai pendidikan karakter, dan relevansinya dalam pembelajaran sastra di SMA pada novel AyatAyat Cinta 2 karya Habiburahman El Shirazy. Dalam fokus penelitian ini, peneliti memfokuskan penelitian pada, pertama: sosiologi sastra, kedua: sosiologi pengarang, ketiga: sosiologi pembaca. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian desktiptif adalah penelitian yang bermaksud membuat deskripsi mengenai situasi-situasi kejadian. Penelitian ini mengambil objek novel Ayat-Ayat Cinta Dua karya Habiburahman El Shirazy. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Tahaptahap dalam mentode penelitian ini antara lain: tempat dan waktu penelitian, jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, validitas data, dan prosedur penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selaman delapan bulan, yaitu sampai bulan agustus 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sosiologi pengarang tidak dapat dipisahkan dari latar belakang pendidikan pengarang, status sosial pengarang, ideologi pengarang, dan proses kreatif pengarang. Sedangkan sosiologi sastra dalam penelitian ini menunjukkan isi dari keseluruhan novel Ayat-Ayat Cinta Dua. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Ayat-Ayat Cinta Dua meliputi: nilai religius, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai peduli lingkungan dan sosial, nilai tanggung jawab, nilai gemar membaca, nilai toleransi, dan nilai komunikatif. Terdapat relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Ayat-Ayat Cinta Dua dengan pembelajaran sastra di SMA pada kurikulum KTSP dan kurikulum K13. Kata- kata Kunci : Sosiologi Sastra, sosiologi pengarang, sosiologi pembaca, nilai-nilai pendidikan karakter, dan relevansi pembelajaran sastra di SMA

    Novel dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata (Kajian Sosiologi Sastra, Nilai Pendidikan Karakter, dan Relevansi Pembelajaran Sastra di SMA)

    Get PDF
    ABSTRAK Kata Kunci : Sosiologi Sastra, Novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, Nilai Pendidikan Karakter, dan Relevansi Pembelajaran Sastra SMA. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang pendidikan pengarang, (2) mendeskripsikan latar belakang sosial budaya yang terdapat dalam novel, (3) mendeskripsikan respons dan tanggapan pembaca tentang novel, (4) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel, dan (5) mendeskripsikan relevansi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi dan daftar wawancara. Kegiatan yang dilakukan adalah membaca, mencermati, menafsirkan, dan menganalisis novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata. Sumber data dalam penelitian ini adalah (1) biografi pengarang, (2) teks novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, (3) panduan wawancara, (4) silabus pembelajaran sastra di SMA kelas XI, (5) buku-buku linteratur yang relevan. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen dan wawancara secara mendalam. Trianggulasi dilakukan dengan trianggulasi sumber, metode, dan teori dengan pengecekan data dokumen dan hasil wawancara untuk mendapatkan simpulan yang sama. teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling, sampel mewakili informasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang meliputi tiga komponen yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) kesimpulan

    INTERFERENSI BAHASA DALAM PERISTIWA TUTUR PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG MOJOKERTO

    Get PDF
    ABSTRAK Eindiar Sufianingrum, 2016. Interferensi Bahasa dalam Peristiwa Tutur Penjual dan Pembeli di Pasar Tanjung Mojokerto. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Pembimbing (I) Asih Andriyati Mardliyah, M.Pd, Pembimbing (II) Ely Firdaus, M.Pd. Kata Kunci: Peristiwa Tutur, Interferensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk peristiwa tutur, bentuk interferensi dan faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi di Pasar Tanjung Mojokerto. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah simak bebas libat cakap, rekam dan metode catat. Adapun metode analisis data dalam penelitian ini diawali dengan mendeskripsikan data berupa rekaman percakapan di lapangan yang kemudian di transkripsikan, proses selanjutnya adalah identifikasi data dan terakhir dilakukan reduksi data. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ditemukan adanya bentuk peristiwa tutur yang terjadi di Pasar Tanjung Mojokerto yaitu peristiwa tutur ragam ngoko dan krama yang sebagaian besar digunakan dalam proses berkomunikasi jual beli. Kedua, ditemukannya bentuk interferensi yaitu interferensi morfologi dan sintaksis. Pada tataran morfologi ditemukan indikator penggunaan awalan di-, di-i, diake, N-, N-i, Sa- akhiran –an,-e, -ne serta penggunaan kata zero (N), kata ulang, kata majemuk, morfem men- disingkat n-, morfem meng disingkat ng, morfem menge- disingkat nge-, dan morfem meny- disingkat ny, sedangkan dalam tataran sintaksis ditemukan indikator penggunaan frase atributif N+N, frase atributif A+Adv, frase atributif Adv+A, frase atributif Num+N, frase atributif adjektif superlatif, kontruksi frase dan pola kalimat. Kemudian yang ketiga adalah faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi yaitu faktor latar belakang penutur, wilayah atau lingkungan kebahasaan dan kekacauan pilihan bahasa

    STILISTIKA DALAM LIRIK LAGU PADA ALBUM ADA APA DENGAN CINTA KARYA MELLY GOESLAW DAN NILAI - NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SERTA RELEVANSI DENGAN PEMBELAJARAN DI SMA

    Get PDF
    ABSTRAK Kata-kata kunci : Stilistika, majas, diksi, citraan Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penggunaan majas yang terdapat dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, (2) Mendeskripsikan penggunaan diksi dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, (3) Mendeskripsikan penggunaan citraan dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, (4) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter serta relevansi pembelajaran sastra dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta berjumlah 10 lirik lagu. Data diperoleh dengan teknik pembacaan dan pencatatan kemudian dianalisis dengan teknik analisis stilistika. Instrumen penelitian berupa tabel kartu data. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantic. Teknik validitas data yang digunakan adalah trianggulasi teori sedangkan reabilitas dengan menggunakan realibitas intra-rater, yaitu pembacaan berulang-ulang untuk memperoleh data yang konsisten. Hasil penelitian ini adalah ditemukan 40 data yang terdiri dari, (1) penggunaan majas dalam lirik lagu pada album Ada Apa dengan Cinta karya Melly Goeslaw, majas yang terdapat dalam lirik lagu berjumlah 14 data yang terdiri dari (a) majas perbandingan 4 data, (b) majas personifikasi 7 data, (c) majas metafora 1 data, (d) majas sinekdoke 2 data,(2) penggunaan diksi dalam lirik lagu yaitu ditemukan 9 data yang terdiri dari (a)kata sapaan, (b) penggunaan sinonim,(c) makna denotasi,(d) makna konotasi. Penggunaan citraan yaitu ditemukan 15 data yang terdiri dari (a) citraan penglihatan, (b) citraan pendengaran, (c) citraan perasaan, dan (d) citraan gerak

    SEMIOTIKA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEME SINDIRAN YANG TERDAPAT DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

    Get PDF
    Abstrak Media Sosial Instagram Saat ini menjadi tempat untuk membuat kreatifitas para penggunanya tak terkecuali peserta didik untuk menyampaikan suatu gagasan, Ide, serta kritikan yang disampaikan melalui tulisan gambar berkarakter biasanya disebut dengan Meme. Salah satunya adalah Meme Sindiran. hal tersebut salah satu alasan dipilihnya Meme sindiran sebagai Objek Formal dalam penelitian ini. adapun tujuan khusus penelitian ini adalah, Mendeskripsikan 1) Ikon, Indeks dan simbol meme sindiran, 2) Makna yang terkandung dalam Meme sindiran. dan 3) Nilai pendidikan karakter yang terkait dengan meme sindiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriftif kualitatif dengan pendekatan Semiotika. Sumber data dalam penelitian ini adalah gambar meme sindiran yang di hasilkan dari Cetak Layar (Screen Capture) Media sosial Instagram. Data berupa teks dan gambar Meme sindiran. teknik pengumpulan data menggunakan Metode Pengamatan/Observasi dan Metode pendokumentasian, peneliti berperan sebagai instrument utama penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyeleksi, mengklasifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil kesimpulan. keabsahan data penelitian ini dengan menggunakan teknik triangulasi Data. Berdasarkan hasil analisis Meme sindiran yang terdapat dalam Media Sosial Instagram, di peroleh beberapa kesimpulan sebagai berikut 1) Ikon merupakan format visualnya digunakan untuk merepresentasikan perilaku objek tersindir. Indeks digunakan untuk menjelaskan fakta secara deskriptif mengenai suatu peristiwa yang berkaitan dengan objek Sindiran. Sedangkan Simbol menunjukan ciri khusus visual meme yaitu berupa penggunaan gambar objek tersindir. 2) pencarian elemen makna pierce melalui Tanda, Objek dan Interpetan. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa, tanda berasal dari Ikon, indeks dan simbol seperti yang diuraikan diatas. Objek adalah seseorang atau institusi tersindir yang menjadi sasaran sindiran. sedangkan interpretan adalah suatu gambaran yang muncul dalam benak seseorang ketika melihat Meme sindiran. dari ketiga hal tersebut hingga djika disatukan akan menjadi suatu makna. 3) adapun Nilai pendidikan karakter yang terkait dengan Meme Sindiran yaitu a. Religius b. Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif c. Rasa ingin tahu d. Menghargai karya dan prestasi orang lain e. Semangat Kebangsaan. Kata Kunci : Meme Sindiran, Semiotika, Makna, pendidikan karakte

    2,285

    full texts

    2,454

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majapahit Islamic University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇