Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR BADAN JALAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (Studi Kasus : Jalan Majapahit Kota Mojokerto STA ±0.00 s/d STA 0+500)
Abstrak - Masalah lalu lintas dan parkir merupakan masalah yang sering dialami oleh kota-kota besar di dunia. Demikian juga pada kawasan Jalan Majapahit kota Mojokerto sering terjadinya kemacetan pada hari dan jam puncak lalu lintas mengakibatkan menurunnya kinerja ruas jalan. Serta adanya kegiatan parkir badan jalan yang memakan hampir 1/3 lebar jalan.
Metodologi penilitian yang digunakan meliputi, pengambilan data di lapangan tentang kondisi ruas jalan existing dan kegiatan parkir pada hari Sabtu sebagai hari-hari puncak lalu lintas dan pada hari minggu dan senin sebagai pembanding. Analisa perhitungan meliputi perhitungan kapasitas jalan, perhitungan kecepatan arus bebas kendaraan, volume parkir, akumulasi parkir, durasi parkir, kapasitas parkir, indeks parkir dan analisa mengenai dampak kegiatan parkir terhadap kinerja ruas jalan.
Kapasitas jalan Majapahit mengalami penurunan akibat adanya kegiatan parkir. Berdasarkan MKJI (1997), kapasitas jalan existing dengan sudut parkir 60º sebesar 2255 smp/jam turun sebesar 50% dari kapasaitas jalan sebelum adanya kegiatan parkir yaitu sebesar 4523 smp/jam, sedangkan untuk kecepatan arus bebas kendaraan dengan kondisi yang sama sebesar 38,70 km/jam turun sebesar 31,7% dari 56,73 km/jam. Analisa karakteristik parkir didapatkan
volume parkir maksimum sebesar 288 kendaraan, akumulasi parkir maksimum sebesar 243 kendaraan, durasi rata-rata parkir terlama untuk sepeda motor yaitu 43,31 menit/kendaraan dan untuk mobil yaitu 55,45 menit/kendaraan, kapasitas parkir maksimum untuk sepeda motor sebesar 494 kendaraan dan untuk mobil sebesar 28 kendaraan, nilai indeks parkir pada hari sabtu sebesar 1,04 untuk sepeda motor dan 1,09 untuk mobil hal ini menunjukkan kendaraan yang parkir melebihi kapasitas lahan parkir yang ada.
Kata Kunci – Kapasitas, Karakteristik, Parkir
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN GEDANGSEWU ASRI KABUPATEN KEDIRI
Bisnis properti berarti menanamkan modal dalam bentuk tanah dan atau ditambah bangunan, kelebihannya berupa perlindungan daya beli terhadap inflasi dan mendapatkan nilai tambah dari pengembangannya dengan dijadikan bangunan komersial, perumahan dan bangunan lainnya. Investor yang berinvestasi dalam suatu proyek pasti berharap agar mendapat keuntungan dari investasinya. Oleh karena itu, sebelum memulai suatu investasi, hendaknya dilakukan suatu studi kelayakan untuk menilai apakah investasi yang akan ditanamkan layak atau tidak. Dalam Penelitian ini, kelayakan investasi perumahan hanya ditinjau berdasarkan aspek finansial. Parameter yang digunakan untuk meninjau investasi yaitu menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Ditinjau dari sisi finansial, investasi pada proyek pembangunan perumahan Gedangsewu Asri ini adalah layak. Hasil NPV adalah positif, yaitu sebesar Rp 949.246.127, sehingga investasi layak untuk dilaksanakan. Nilai dari IRR sebesar 18,2% lebih besar dari tingkat suku bunga pengembalian sebesar 10,19%, sehingga investasi layak untuk dilaksanakan. Nilai BCR adalah 1,26 yang lebih besar dari 1, sehingga investasi layak untuk dilaksanakan. Nilai PP adalah 1,5 tahun, kurang dari umur ekonomis proyek yaitu 10 tahun.
Kata Kunci : Investasi, Perumahan, Studi Kelayaka
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IDEAL PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMPN 2 BALONGBENDO PADA MATERI PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IDEAL Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Balongbendo Tahun ajaran 2017/2018 pada materi persegi dan persegi panjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling yaitu memilih dua kelas secara acak dari 8 kelas. Sampel penelitian pada kelas eksperimen berjumlah 36 siswa yaitu pada kelas VII-B dengan menggunakan model pembelajaran IDEAL problem solving. Sampel pada kelas kontrol berjumlah 36 siswa yaitu pada kelas VII-C dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (pembelajaran langsung).
Berdasarkan analisis dengan uji t, diperoleh t_hitung > t_tabel, 13,685 > 1,67 dengan derajat kebebasan (dk) = 70 dan taraf signifikan (α) = 0,05, yang artinya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran IDEAL problem solving lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, ada pengaruh model pembelajaran IDEAL problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMPN 2 Balongbendo pada materi persegi dan persegi panjang
Pengaruh Strategi Pembelajaran Mind Mapping terhadap Kemampuan Koneksi Matematika Materi Kubus pada Peserta Didik Kelas VIII di MTS An-Nahdliyah Mengelo Sooko Mojokerto
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEANS-ENDS ANALYSIS (MEA) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Means-Ends Analysis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Mojosari. Pengambilan sampel dengan tehnik simple random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA diberi perlakuan dengan model pembelajaran Means-Ends Analysis dan kelas VIIIB diberi perlakuan dengan model konvensional. Mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika menggunakan tes berbentuk uraian yang sudah divalidasi ahli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Means-Ends Analysis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai uji t yaitu t_hitung > t_tabel, 4,71 > 1,67. Rata-rata hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas eksperimen yaitu sebesar 67,96 sedangkan pada kelas kontrol rata-rata hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yaitu sebesar 52,6. Terlihat bahwa rata-rata hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas kontrol dengan perbedaan rata-rata 15,36. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan dengan menggunakan model pembelajaran Means-Ends Analysis dikategorikan baik
TAX PLANNING SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 BADAN (STUDI PADA CV. BALI JAWA)
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-undang (dapat dipaksakan) dengan tidak mendapatkan kontraprestasi yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan tax planning dalam mengefisiensikan pajak penghasilan bada, apakah sudah sesuai dengan undang-undang perpajakan yang terbaru dengan menerapkan manajemen perpajakan perencanaan pajak (tax planning) PPh Pasal 21 oleh CV. Bali Jawa. Tax planning adalah proses mengorganisasi usaha wajib pajak atau kelompok wajib pajak sedemikian rupa sehingga utang pajaknya baik pajak penghasilan, maupun pajak-pajak lainnya, berada dalam posisi yang minimal, selama hal tersebut tidak melanggar ketentuan undang-undang. Penelitian ini dilakukan di CV. Bali Jawa di Jombang. jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif Kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi untuk membandingkan data yang sudah diterapkan oleh perusahaan. Data – data yang digunakan meliputi laporan laba rugi.Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu dengan diterapkannya perencanaan pajak (tax planning) dengan menggunakan metode Gross Up perusahaan mampu meminimalkan beban pajak dan dengan diterapkannya metode Gross Up mampu membuat karyawan lebih termotivasi dan bersemangat saat bekerja karena tunjangannya di tanggung oleh perusahaa
ANALISA KINERJA WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR KEDUNGMALING KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM)
Proyek Pembangunan yang sesuai spesifikasi ditentukan oleh perencanaan waktu dan biaya yang tepat, karena jika waktu pelaksanaan proyek melewati batas akhir waktu akan menimbulkan kerugian waktu dan biaya, waktu bertambah maka biaya bertambah. Penelitian ini membahas tentang waktu atau durasi penyelesaian proyek pembangunan Pasar Kedungmaling Mojokerto yang mengalami keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan durasi proyek yang lebih pendek sehingga dibandingan dua metode penjadwalan proyek.
Metode yang digunakan atau dibandingkan adalah Critical Path Method (CPM) yang merupakan metode AOA dan Precedence Diagram Method (PDM) yang merupakan metode AON. Kedua metode memiliki langkah penyelesaian yang sama dalam analisis data hanya saja konstrain yang dipakai berbeda. Critical Path Method (CPM) lebih mudah dikerjakan dan terlihat lebih sederhana namun tidak begitu jelas urutan waktu kegiatan yang terjadi. Precedence Diagram Method (PDM) lebih rumit namun waktu runtutan kegiatan terlihata jelas dan detail.
Hasil analisa menunjukkan Critical Path Method (CPM) memiliki durasi yang lebih pendek dari Precedence Diagram Method (PDM) dan durasi rencana, yaitu 98 hari (18,6% = 22 hari) lebih cepat dari rencana awal, sedangkan Precedence Diagram Method (PDM) memili durasi 106 hari (11,7% = 14 hari) lebih cepat dari durasi rencana proyek (120 hari).
Kata Kunci: Critical Path Method, Precedence Diagram Method, Manajemen Wakt
ANALISIS KESULITAN SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN-ENDED MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK BENTUK LINEAR SATU VARIABEL DITINJAU DARI KATEGORI KESALAHAN WATSON
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesulitan siswa SMA dalam menyelesaikan soal open-ended matematika ditinjau dari kategori kesalahan Watson dan mendeskripsikan faktor penyebabnya. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Puri yaitu 1 siswa dengan kategori kesalahan Watson sangat tinggi, 1 siswa dengan kategori kesalahan Watson tinggi, dan 1 siswa dengan kategori kesalahan Watson cukup tinggi.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: subjek dengan kategori kesalahan Watson sangat tinggi kesulitan mentransformasi soal, kesulitan keterampilan proses dan kesulitan menyimpulkan. Faktor penyebab subjek kategori kesalahan Watson sangat tinggi kesulitan mentransformasi soal adalah kebiasaan belajar siswa. Faktor penyebab subjek kategori kesalahan Watson sangat tinggi kesulitan keterampilan proses adalah tidak faham dengan cara yang digunakan. Faktor penyebab subjek kategori kesalahan Watson sangat tinggi kesulitan menyimpulkan adalah tidak faham dengan himpunan penyelesaian. Subjek dengan kategori kesalahan Watson tinggi mengalami kesulitan mentransformasi soal, kesulitan keterampilan proses dan kesulitan menyimpulkan. Faktor penyebab subjek dengan kategori kesalahan Watson tinggi kesulitan mentransformasi soal adalah kurang latihan soal. Faktor penyebab subjek dengan kategori kesalahan Watson tinggi kesulitan menyimpulkan adalah tidak dapat mengubah persamaan kedalam garis bilangan. Subjek dengan kategori kesalahan Watson cukup tinggi mengalami kesulitan mentransformasi soal dan kesulitan menyimpulkan. Faktor penyebab subjek dengan kategori kesalahan watson cukup tinggi kesulitan mentransformasi soal sama dengan subjek dengan kategori kesalahan Watson tinggi begitupun dengan kesulitan menyimpulkan subjek kategori kesalahan Watson cukup tinggi
ANALISIS RISIKO INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA PABRIK BIOETHANOL DI KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA)
Pengolahan limbah cair industri haruslah diolah sesuai kriteria jenis limbahnya sesuai Per.Men. LHK. No. 68 Tahun 2016 merupakan pedoman baku mutu limbah cair industri. Pabrik Bioethanol merupakan pabrik berdiri pada tanggal 5 juni tahun 2013 berlokasi di kabupaten mojokerto.Sistem pengolahan limbahnya IPAL menggunakan sistem Anaerobic dan Aerobic, tetapi untuk 2 tahun terakhir mengalami penurunan kinerja operasionalnya, Maka perlu dilakukan tindakan untuk mencari akar masalah. Metode fault Tree Analysis (FTA) dinilai sangat tepat dan efektif digunakan untuk mencari faktor risiko penyebab kegagalan sistem IPAL. Hasil analisa menunjukkan bahwa ada kategori severe yaitu kurangnya faktor sumber daya manusia yang kurang menyebabkan proses IPAL terhambat, tindakan mitigasinya ialah dengan menambah jumlah operator IPAL, dan sistem kelistrikan yang tidak stabil mengakibatkan kerusakan pada mesin mesin secara berkala tindakan mitigasinya ialah dengan mengidentifikasi masalah sistem kelistrikan dengan metode fault tree analysis (FTA).
IPAL, Analisa Risiko, Metode Fault Ttree Analysis
ANALISIS KEYAKINAN DIRI (SELF EFFICACY) SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keyakinan diri (self efficacy) siswa SMA dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Kutorejo. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Instrumen penelitian terdiri dari Tes Keyakinan Diri (TKD) dan pedoman wawancara.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: subjek laki-laki memiliki pandangan yang optimis dalam memecahkan masalah matematika dengan berpikir optimis, menyebutkan beberapa informasi penting, menyatakan tujuan, dapat memahami permasalahan, yakin dengan yang dipahami dan penyelesaiannya,menyatakan strateginya dan yakin dengan strategi yang dilakukan. Subjek gigih dalam memecahkan masalah matematika dengan tidak merasa kesulitan dan tidak merasa putus asa menyelesaikan permasalahan. Subjek yakin akan kemampuan diri yang dimiliki dalam memecahkan masalah matematika dengan menjelaskan dan yakin dengan cara yang digunakan. Subjek menyikapi situasi dan kondisi yang beragam dengan cara yang baik dan positif dalam memecahkan masalah matematika dengan berusaha, merasa tidak memiliki kekurangan, dan tidak merasa stres dalam menyelesaikan permasalahan. Sedangkan subjek perempuan memiliki pandangan yang optimis dalam memecahkan masalah matematika dengan berpikir optimis, menyebutkan beberapa informasi, menyatakan, dapat memahami, yakin dengan yang dipahami dan penyelesaiannya, menyatakan strateginya dan yakin dengan strategi yang dilakukan. Subjek gigih dalam memecahkan masalah matematika dengan sedikit merasa kesulitan dan tidak merasa putus asa. Subjek yakin akan kemampuan diri yang dimiliki dalam memecahkan masalah matematika dengan menjelaskan dan yakin dengan cara yang digunakan. Subjek menyikapi situasi dan kondisi yang beragam dengan cara yang baik dan positif dalam memecahkan masalah matematika dengan merasa kebingungan, kurang faham terhadap masalah, dan sedikit terburu-buru dalam menyelesaikan permasalahan