Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
EKSISTENSI PENGGUNA MOTOR SPORT KAWASAKI NINJA CLUB SNIKER DI MOJOKERTO
ABSTRAK
Oleh:
HARI BAGUS NOVIANTO
5.14.03.05.1.017
Komunitas motor merupakan kelompok kecil yang berisi orang-orang
yang memiliki hobi berkendara menggunakan sepeda motornya. Setiap
komunitas motor juga berinteraksi dengan komunitas lain dan juga masyarakat,
hingga saling mengenal. Adanya saling mengenal ini menimbulkan interaksi
sosial diantara komunitas motor dan juga msyarakat. Setiap komunitas motor
juga memiliki keinginan atau tujuan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui eksistensi pengguna motor sport kawasaki ninja club SNIKER
di Mojokerto. Penelitian ini mendeskripsikan tentang eksistensi club SNIKER
yang terjadi di dalam masyarakat dan juga komunitas motor. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Sumber data yang
diperoleh melalui kata-kata, tindakan, sumber tertulis, dan foto. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik
purposive sampling. Eksistensi yang di lakukan club SNIKER sendiri bisa terjadi
karena kemauan setiap anggotanya untuk berani keluar dan menunjukan kepada
masyarakat luas tentang berbagai kegiatan-kegiatan mereka yang mempunyai
jiwa sosial yang tinggi dan juga positif di dalam komunitas motor agar
masyarakat luas lebih tau mengenai club SNIKER di Mojokerto.
Kata kunci:Komunitas Motor Eksistensi, Interaksi Sosial, Metode Kualitatif
deskripti
STRATEGI HUMAS PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA INFORMASI KEPADA MASYARAKAT (Studi Pada Bagian Humas & Protokol Pemerintah Kota Mojokerto)
ABSTRAK
Perkembangan Humas di Indonesia sekarang ini sudah semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari
semakin banyaknya lembaga-lembaga serta perusahaan, yang menempatkan struktur humas sebagai bagian
terpenting dalam struktur organisasinya. Hal ini membuktikan bahwa strategi humas dapat dikatakan sebagai
penghubung lembaga dengan publiknya, terutama tercapainya saling pengertian antara lembaga dengan
publik. Rumusan masalah menjelaskan bagaimana strategi humas pemerintah Kota Mojokerto dalam
penggunaan media sosial sebagai media informasi kepada masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui strategi humas pemerintah Kota Mojokerto dalam penggunaan media sosial sebagai media
informasi kepada masyarakat.Tipe penelitian in menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Yakni
Penelitian dilakukan secara mendalam dan terperinci terhadap suatu lembaga, perusahaan, atau gejala
tertentu dengan pengamatan objektif dalam hal ini adalah strategi humas pemerintah Kota Mojokerto dalam
pengunaan media sebagai media informasi kepada masyarakat. Peneliti memperoleh data berdasarkan
wawancara dengan para narasumber yang berkompeten, dengan mengunakan teknik penarikan informan
secara purposive, dan melalui studi kasus berdasarkan data-data yang di terima dari humas pemerintah Kota
Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penyampaian media informasi kepada masyarakat,
bidang humas pemerintah Kota Mojokerto melakukannya melalui media sosial. dengan merumuskan strategi
humas pemerintah Kota Mojokerto menggunakan media sosial sebagai media informasi kepada masyarakat,
berupa klarifikasi kepada pihak warga masyarakat,sehinga relasi yang kuat dengan hal ini dilakukan untuk
mengoptimalkan sebaran pesan-pesan positif mengenai kegiatan-kegiatan, dan program pembangunan
pemerintah Kota Mojokerto di media sosial. Adapun faktor pendukung dalam penyampaian informasi kepada
masyarakat oleh humas pemeritah Kota Mojokerto yakni sarana-sarana, anggaran SDM, kerjasama dengan
OPD dan masyarakat, pembentukan link,pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Kata kunci : strategi humas ,media humas, humas pemerintaha
PENDIDIKAN CINTA ALQURAN (STUDI di SMP ISLAM TERPADU PERMATA KOTA MOJOKERTO)
ABSTRAK
Sandyarani, Denny, 2018. Pendidikan Cinta Alquran (Studi Di SMP Islam Terpadu Permata), Skripsi/Tugas Akhir, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Majapahit.
Pembimbing I: H. Muhammad Nizar, S.Ag, M.H.I
Pembimbing II: Saifuddin, S.Pd.I, M.A
Hakikat pendidikan merupakan proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan menjadi tumpuan harapan untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa karena yang berlangsung di sekolah/madrasah keberadaannya disengaja untuk mengubah perilaku siswa menjadi manusia yang berilmu, bermoral, dan beramal sholih. Pendidikan bukan hanya terletak pada bagaimana guru mengajarkan ilmu-ilmu dunia saja, namun lebih dari itu, guru haruslah memadukan antara ilmu dunia dan apa yang ada dalam Alquran. Sehingga, salah satu aspek penting dalam lembaga pendidikan (sekolah) adalah peran guru yang juga berpengaruh penting dalam proses pendidikan yang berlangsung dalam sekolah. Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis tertarik untuk meneliti judul Pendidikan Cinta Alquran (Studi di SMP Islam Terpadu Permata). Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pendidikan cinta Alquran di SMP Islam Terpadu Permata. 2) Mengetahui strategi yang dilakukan SMPIT Permata dalam membentuk generasi cinta Alquran. 3) Mengetahui peran guru dalam membentuk generasi cinta Alquran.
Penelitian dapat dikategorikan dalam jenis penelitian Kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara dan dokumen-dokumen pendukung wawancara. Data kemudian dikumpulkan dan selanjutnya dilakukan analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
SMP Islam Terpadu Permata membuat berbagai strategi yaitu, Alquran Fun, Alquran Camp, wisuda Hifdzil Quran, pembentukan Laskar Cinta Alquran (LCA), strategi segitiga emas, reward guru, program guru menghafal, dan evaluasi pembelajaran. Selain strategi tersebut, peran guru membantu terlaksananya misi sekolah. Guru sebagai motivator, fasilitator, dan teladan/contoh sekaligus mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Setelah dilakukan penarikan kesimpulan dengan cara mengaitkan atau menghubungkan dari fenomena yang terjadi di lapangan, pendidikan cinta Alquran di SMP Islam Terpadu Permata membuat program-program guna mewujudkan visi “Membentuk Generasi Cinta Alquran”
Kata Kunci: Pendidikan, Cinta Alqura
HUBUNGAN PEMAHAMAN MATERI AQIDAH AKHLAK DENGAN PERILAKU ASERTIF SISWA MTs SURBAN PACET
ABSTRAKSI
Basir, Khusaini, 2018. Hubungan Pemahaman Materi aqidah Akhlak dengan Perilaku Asertif Siswa, Skripsi, Program studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Majapahit(UNIM).
Pembimbing I: Dr. H. Nasiruddin, M.Pd.I
Pembimbing II: M. Ali Rohmad, M.Pd.I
Mata pelajaran Aqidah Akhlak adalah sub mata pelajaran pada jenjang pendidikan menengah yang membahas ajaran agama Islam dalam segi aqidah dan akhlak. Pendidian Akhlak Islam merupakan suatu proses mendidik, memelihara, membentuk, dan memberikan latihan mengenai Akhlak dan kecerdasan berfikir baik yang bersifat formal maupun informal yang didasarkan pada ajaran-ajaran Islam. Pendidikan dalam lembaga Madrasah ini, khusus memberikan pendidikan tentang Akhlakul Karimah agar dapat mencerminkan kepribadian sesorang. Permasalahan yang dimaksud adalah Bagaimana Hubungan Pemahaman Materi Aqidah Akhlak dengan Perilaku Asertif Siswa, dan Asertif sendiri ialah perilaku individual yang melibatkan aspek kejujuran, keterbukaan pikiran dan perasaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk: 1) Mengetahui Pemahaman Materi Aqidah Akhlak Siswa. 2) Mengetahui Perilaku Asertif Siswa. 3) Mengetahui Hubungan Pemahaman Materi Aqidah Akhlak dengan Perilaku Asertif Siswa.
Berdasarkan bentuknya, penelitian ini mencakup jenis penelitian kuantitatif, metode pengumpulan data menggunakan angkat/kuesioner, tes, observasi dan dokumentasi.
Setelah dilakukan analisa mendalam, hasil penelitian menunjukkan : 1) Tingkat pemahaman materi Aqidah Akhlak siswa termasuk dalam kategori sedang, hal ini dibuktikan bahwa nilai rata-rata hasil tes siswa menjawab benar 15 pertanyaan, dimana nilai tersebut termasuk dalam kategori cukup. 2) tingkat nilai perilaku Asertif Siswa termasuk dalam kategori sedang, hal ini dibuktikan dengan menghitung nilai rata-rata siswa dengan hasil 60, dimana nilai tersebut dalam kategori cukup. 3) Hubungan pemahaman Materi Aqidah Akhlak dengan Perilaku Asertif Siswa terdapat hubungan yang cukup, dengan perhitungan yang menghasilkan angka 0,482, yang mana hasil tersebut dikonsultasikan dengan r product moment lebih besar dari r tabel.
Kata kunci: Pemahaman materi, Aqidah AKhlak, dan Perilaku Asertif.
An Analysis of English for Specific Purpose Syllabus for Nursing Student’s at STIKES BINA SEHAT PPNI Mojokerto
ABSTRACT
Wedyastuti, Liska. 2018. An Analysis of English for Specific Purpose Syllabus for Nursing Student’s at STIKES BINA SEHAT PPNI Mojokerto. Skripsi, English Language Education Study Program of Teacher Training and Education Faculty. Universitas Islam Majapahit.
Key word: English for Specific Purpose, Need Analysis, Syllabus
The aims of this study is describe the syllabus from English lecturer in the class of nursing students STIKES BINA SEHAT PPNI has represented the students’ need or not. This research used Mix - Method. The subjects of the research were Diploma Nursing Study Program of STIKES BINA SEHAT PPNI Mojokerto. There were two ways data used to find the question of the study, first is NA questionnaire data to know what is the nursing students wants in study English subject, then the result will compare in syllabus lecture has made. Second is interview data with head of D3 nursing study program to know whether syllabus made by teacher have fulfilled fission and mission of campus institution by not eliminating the need of student in learning English. The first step was distributing the NA questionnaire to D3 nursing students. The results of questionnaire were used to describe the lecture syllabus does represent the student’s need. Then, the second step was interview with head of D3 nursing study program to know more information about the lecture syllabus does represent the student’s need. Nursing students are think they will need for global competitions in ASEAN 2025. 78% chose to agree that ESP is applied in D3 Nursing study program, but Syllabus made by lecturers still cannot be said 100% using ESP approach, material used by lecturers is not 100% using the medical terms. There are some English materials out of the rules of health terms. Some material that is not in the syllabus is also taught. But the lecturers make syllabus also follow the rules of the head of study programs itself. The reason D3 Nursing study program used 4 credits for English subject is divided into 2 credits of general English and 2 credits of English for nursing as it adapts to the vision mission of D3 Nursing study program which focused on their mission vision of “Professional Critical Nurse in ASEAN 2025”
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL
ABSTRAK
Ningsih, Fitri Indrayati. 2018. Analisis Pemahaman Konsep Siswa dalam
Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Kecerdasan
Emosional. Skripsi Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Mojopahit.
Pembimbing (I) Suesthi Rahayuningsih., S.Si., M.Pd. dan Ulil Nurul
Imanah M.Pd.
Kata-Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Masalah Matematika, Kecerdasan Emosional
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa
dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari kecerdasan emosional.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang
dilakukan di kelas VII D SMP Negeri 2 Pungging. Subjek penelitian terdiri dari 1
siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, 1 siswa yang memiliki
kecerdasan emosional sedang, dan 1 siswa yang memiliki kecerdasan emosional
rendah. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari angket kecerdasan
emosional siswa, tes penyelesaian masalah, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kecerdasan
emosional tinggi dapat menjelaskan dengan tepat konsep variabel, koefisien, dan
konstanta. Pada komponen memberi contoh dan bukan contoh konsep variabel,
koefisien, dan konstanta. Pada komponen mengklasifikasikan objek-objek
menurut sifat-sifat tertentu. Subjek mengelompokkan yang memiliki suku-suku
sejenis. Subjek dapat memberi contoh dan bukan contoh konsep variabel,
koefisien, dan konstanta. Pada komponen menyajikan konsep dalam berbagai
bentuk representasi matematika. Subjek menyebutkan informasi dan membuat
model untuk mencari luas tanah. Pada komponen mengklasifikasikan objek-objek
menurut sifat-sifat tertentu. Subjek mengelompokkan yang memiliki suku-suku
sejenis. Pada komponen menggembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu
konsep. Subjek mengunakan syarat penjumlahan dan pengurangan bentuk
aljabar. Pada komponen menggunakan dan memanfaatkan serta memilih
prosedur. Subjek menerapkan prosedur-prosedur yang telah dipilih dengan baik.
Pada komponen mengklasifikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan
masalah. Subjek mengkomunikasikan proses-proses algoritma. subjek dengan
kecerdasan emosional sedang dapat menjelaskan dengan tepat konsep variabel,
koefisien, dan konstanta. Pada komponen memberi contoh dan bukan contoh
konsep variabel, koefisien, dan konstanta. Subjek dapat memberi contoh dan
bukan contoh konsep variabel, koefisien, dan konstanta. Pada komponen
menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi. Subjek menyebutkan
informasi dan membuat model untuk mencari luas tanah. Subjek dengan
kecerdasan emosional rendah dapat menjelaskan dengan tepat konsep variabel,
koefisien, dan konstanta. Pada komponen memberi contoh dan bukan contoh
konsep variabel, koefisien, dan konstanta. Subjek dapat memberi contoh dan
bukan contoh variabel, koefisien, dan konstanta
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM PT. ABD DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
ABSTRAK
Abdul Basith Al Khalimi, ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS
PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FAILURE MODE
AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI LABORATORIUM PT. ABD. Skripsi.
Mojokerto : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam
Majapahit, Agustus 2018.
PT. ABD merupakan salah satu industri manufaktur yang telah memiliki
divisi EHS (Environment, Health and Safety), meskipun begitu masih saja terjadi
kecelakaan kerja. Faktanya bahwa telah terjadi 12 kecelakaan kerja di PT. ABD
semenjak tahun 2012 sampai dengan 2016. Kekurangan dari sistem yang sudah
ada adalah setiap perbaikan yang muncul dari hasil investigasi hanya diterapkan
pada penanganan kasus tersebut sehingga kasus kecelakaan kerja serupa akan
muncul kembali cukup besar. Selain itu adanya kekurangan dalam laporan
investigasi yakni belum memiliki tingkat keparahan atau dampak dari kecelakaan
kerja serta belum diketahui sejauh apa tingkat alat kontrol yang sudah dimiliki
perusahaan dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui prioritas penanganan kecelakaan kerja yang terjadi
di PT. ABD.
Metodologi penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi kejadian
kecelakaan kerja berdasarkan kasus, penyebab dan akibat kemudian
mengkategorikan kasus kecelakaan tersebut. Ada 12 kategori kecelakaan kerja,
yang kemudian digunakan sebagai failure mode. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan
prioritas penanganan. FMEA berfungsi untuk mengetahui nilai Risk Prioruty
Number (RPN) tertinggi dari failure mode yang ada.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa 1 kategori kecelakaan kerja dengan
nilai RPN tertinggi adalah kategori terkena atau kontak dengan bahan kimia/
benda berbahaya dengan penyebab utama kontrol manajemen perusahaan
kurang maksimal. Nilai RPNnya sebesar 567. Dengan demikian dapat menjadi
target penanganan oleh manajemen K3 di PT. ABD.
Kata Kunci : kategori kecelakaan kerja, failure mode and effect analysis, risk
priority number
i
ANALISIS KUALITAS SEPATU DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROSES CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE EFFECT ANALISIS (FMEA) DI UD PRESS SABLON
ABSTRAK
Nurcahyono, Mochamad, 2018, “Analisis Kualitas Sepatu Dengan Menggunakan Metode Statistical Proses Control (SPC) Dan Failure Mode Effect Analisis (FMEA) Di UD Press Sablon” Skripsi / Tugas Akhir, Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Majapahit.
UD press sablon adalah pengusaha yang bergerak dalam dunia percetakan dan penyablonan, salah satu hasil dari proses produksinya adalah sepatu. Kualitas suatu produk merupakan salah satu faktor terpenting dalam berusaha. UD press sablon selalu berusaha menjaga kualitas hasil produksinya, namun kenyataannya setiap bulan masih mengalami kecacatan pada hasil produksinya. Oleh karena itu diperlukan analisis pengendalian kualitas pada proses produksi sepatu dengan menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dengan metode Statistical Process Control (SPC) produk sepatu yang cacat dapat dikelompokkan sesuai dengan jenis kecacatannya, sedangkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengambil tindakan perbaikan yang lebih diprioritaskan dalam mengendalikan proses produksi. Tujuan penerapan kedua metode ini untuk menganalisis dan meminimalkan terjadinya cacat (defect) pada produk sepatu.
Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA
PENGENDALIAN RISIKO K3 DI BAGIAN GUDANG HASIL PRODUKSI PIPA DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) PADA PT. X
ABSTRAK
Mukhammad Zainuri, 2017. PENGENDALIAN RISIKO K3 DI BAGIAN GUDANG HASIL PRODUKSI PPA DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) studi kasus di PT. X. PT. X adalah perusahaan yang menghasilkan pipa jenis PVC. Penggunaan tenaga manusia dalam proses bongkar dan muat barang hasil produksi di gudang hasil produksi ini berpotensi mengakibatkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja terjadi karena faktor lingkungan di tempat terbuka dan manusia yang sering lalai dalam menggunakan alat pelindung diri (APD).
Proses bongkar yang manual juga sering mengalami kecelakaan kerja pada karyawan bagian gudang hasil produksi. Berkaitan dengan uraian tersebut diatas PT. X menerapkan penilaian resiko untuk menentukan prioritas pengendalian terhadap resiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja yang bertujuan untuk meminimalisasi tingkat kecelakaan dan mengurangi kerugian akibat biaya yang timbul karena kecelakaan kerja yang terjadi. Dari berbagai potensi bahaya yang ada di PT. X, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengendalian Resiko di bagian Gudang Hasil Produksi Pipa dengan metode Hazard Identification and Risk Assessement (HIRA) di PT.X ”.menerapkan Hazard Identifikasi dan Risk Assesment sebagai upaya awal pengendalian dan pencegahan kecelakaan kerja. Dan untuk menetapkan pelaksanaan program diadakan training tentang Hazard Identifikasi dan Risk Assesment serta pentingnya dalam penggunaan APD kepada tenaga kerja agar mendapatkan pemahaman yang jelas.
Kata kunci : kecelakaan kerja,penyakit akibat kerja,HIRA,penggunaan APD,pipa PVC,PT.