Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
PENGARUH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. NEW SEHATI PACET
Era globalisasi ini dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif pada beberapa aspek penting meliputi politik social, social, budaya, hukum, dan ekonomi. Karyawan yang baik cenderung menampilkan sikap Organizational Citizenship Behavior (OCB) di lingkungan kerjaanya dan berdampak baik pada perusahaan. Selain itu, ada faktor etos kerja yang juga memberi pengaruh pada karyawan dalam mencapai target suatu perusahaan. Hubungan atau peran antara OCB dengan etos kerja dengan kinerja karyawan saling terikat satu sama lain. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan tujuan untuk menguji dan menganalisis Pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) Dan Etos Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh yang berjumlah 41 resounden. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsian variabel Organizational Citizenship Behavior berpengaruh positif dan signifikasi dengan tingkat signifikasi yaitu sebesar 0,000 dan nilai nilai T hitung 6,288 > T-tabel 1,682. Variabel Etos Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,000 dan nilai T- hitung 11,469 > T-tabel 1,682. Secara simultan (bersama-sama) variabel Organizational Citizenship Behavior dan Etos Kerja berpengarug positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 ( Ftabel (3,25)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN DALAM MEMBELI PRODUK LAPIS KUKUS SURABAYA DI KEDAI RASA BENTENG PANCASILA KOTA MOJOKERTO
Kedai Rasa is one of the distribution of Lapis Kukus in Surabaya. Kedai Rasa has been trying to update the innovation of cakes with a very unique taste variant to maintain the level of customer satisfaction and captivate buyers. The company has taken various methods, such as; maintain the quality of the cake, and attractive packaging. This study aims to determine the factors that influence customer satisfaction in buying Surabaya steamed layers at Kedai Rasa Kota Mojokerto. This research uses exploratory or exploratory approach techniques. Data collection techniques using questionnaires. Then analyzed using factor analysis, namely the Bartlett Test of Sphericity (BTS), Kaiser Mayer Olkin (KMO), method or factor analysis, factor rotation, factor interpretation, determination of the right model. The results of this study indicate that the results of the Kaiser Mayer Olkin (KMO) test were 0.755 and a significance level of 0.000. There are seven factors that have a PCA value> 0.5, namely factor 1 (brand trust factor) with a total eigenvalue value of 5.891. Factor 2 (product identification factor) with a total eigenvalue of 3,090. Factor 3 (product packaging factor) with a total eigenvalue of 2,045. Factor 4 (good service factor) with a total eigenvalue value of 1.589. Factor 5 (employee quality factor) with a total eigenvalue of 1.425. Factor 6 (price suitability factor) with a total eigenvalue of 1.213. Factor 7 (additional facility factor) with a total eigenvalue value of 1.087
SISTEM INFORMASI PENJUALAN ACCECORIES DAN SERVISE HANDPHONE BERBASIS WEB ( STUDI KASUS ANYO CELL )
Prayoga, Sugeng. 2019. Sistem Informasi Penjualan Accecories Dan Servis Handphone Berbasis Web Studi Kasus Anyo Cell. Tugas Akhir, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit (UNIM). Pembimbing I : Rony M. Akbar, S.Kom., M.Kom. Pembimbing II : Joko Ristono, S.Pd,.M.Kom
Pada era sekarang handphone termasuk kebutuhan masyarakat di setiap harinya, begitupun dengan accecories handphonenya. Dengan banyaknya orang yang memakai handphone maka banyak pula handphone yang mengalami permasalahan pada hardware maupun softwarenya. Terkadang pula masyarakat enggan dalam mereparasikan handphonenya karena semakin banyaknya profesi reparasi handphone yang curang, Melihat gambaran masalah yang tertera diatas, penulis mendapatkan ide untuk membuat sistem informasi penjualan accecories dan pelayanan service agar bisa di akses oleh masyarakat luas. Sistem tersebut berbasis web sehingga mudah bagi masyarakat dalam mengaksesnya seperti lewat smartphone atau PC dan lain – lain. Di sistem tersebut penulis menggunakan tool Laragon dan bahasa pemrogramanya menggunakan PHP Mysql. Di dalam kerja sistem informasi ini terdapat penjualan semua perlengkapan handphone, service hanphone dan form chat. Di form penjualan accecoriesnya user dapat membeli barang secara online serta dalam service handphone nya user dapat mengecek status handphone yang telah di reparasikan terselesaikan kapan dan biayanya berapa kemudian yang terakhir pada form chat tesebut user dapat menggunakan fitur chat untuk mengkritik maupun mengasih saran pada toko.Dengan terciptanya sistem informasi ini penulis berharap mampu membantu orang – orang dalam membeli accecoriesnya dan cek reparasi handphonenya secara mudah.
Kata Kunci : PHP Mysql, Larago
profil berpikir relasional pada siswa SMA kelas XI dalam memecahkan masalah matematika tentang matriks ditinjau dari siswa dengan kemampuan matematika
Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan profil berpikir relasional pada siswa SMA kelas XI dalam memecahkan masalah matematika tentang matriks ditinjau dari siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di kelas XI-MIPA 2 SMA Negeri 1 Puri. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa dengan kemampuan matematika berbeda. Instrumen penelitian ini adalah Tes Kemampuan Matematika (TKM), Tes Pemecahan Masalah Matematika Tentang Matriks (TPMMTM) dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini adalah: pertama, subjek tinggi, sedang, dan rendah menemukan unsur-unsur penting dalam soal yaitu apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam masalah. Kedua, subjek tinggi dan sedang membangun keterkaitan dengan SPLTV, subjek rendah membangun keterkaitan dengan sistem persamaan linear dalam memilih rencana/strategi pemecahan. Ketiga, subjek tinggi dan sedang membangun keterkaitan dengan SPLTV, subjek rendah membangun keterkaitan dengan sistem persamaan linear dalam melaksanakan rencana/strategi pemecahan, menggunakan simbol-simbol huruf sebagai variabel serta simbol-simbol dari operasi hitung, a) subjek tinggi menggunakan sifat substitusi ketika merubah persamaan menjadi matriks dan substitusi hasil pada tiap kolom dari variabel yang dicari serta menghubungkan informasi yang diketahui dengan operasi hitung penjumlahan dan perkalian, b) subjek sedang menggunakan sifat substitusi hasil pada tiap kolom dari variabel yang dicari dan menghubungkan informasi yang diketahui dengan operasi hitung perkalian, c) subjek rendah menggunakan sifat substitusi ketika merubah persamaan menjadi matriks dan menghubungkan informasi yang diketahui dengan semua operasi. Keempat, subjek tinggi membangun keterkaitan dengan operasi hitung penjumlahan untuk menentukan apa yang ditanya dalam memeriksa kembali, subjek sedang dan rendah membangun keterkaitan dengan semua operasi hitung untuk menentukan apa yang ditanya dalam memeriksa kembali
LEXICAL AND GRAMMATICAL ERRORS IN DESCRIPTIVE WRITING OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
This research aims to find out about lexical and grammatical errors in descriptive text students made by students at MA Bidayatul Hidayah. The method of this research is qualitative research. In analyzing the data, the researcher used descriptive analysis. The results of the research revealed two findings, (1) the lexical errors in descriptive text written by the Tenth grades students (2) the grammatical errors in descriptive text written by the Tenth grades students. In conclusion, the lexical and grammatical errors happened because students in their descriptive text students are interference from mother tongue and students don’t know the rules of the target language will use the same rules as the obtained in the native speakers, students directly translate their first language sentence in the target language word by word
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA TAMBAK AGUNG KECAMATAN PURI
Salah satu ketersediaan dana pembangunan yang masuk dan berkontribusi besar untuk Negara berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sehingga perlu adanya peran dari Pemerintah Desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar kewajibannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran, faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran masyarakat dan mengetahui peran Pemerintah Desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Tambak Agung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dengan mengumpulkan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kesadaran masyarakat Desa Tambak Agung masih rendah yang disebabkan oleh struktur sosial, masalah perekonomian, rasa kurang percaya masyarakat terhadap pemungut pajak, sistem input yang mengalami kendala. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Desa harus melakukan berbagai upaya meningkatkan sosialisasi secara khusus, meningkatkan pelayanan Pemerintah sehubungan dengan kesadaran masyarakat terhadap pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL DAN PENGUKURAN PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INTIATIVE (GRI) G4 (Pada Perusahaan Pertambangan Batubara PT.Bukit Asam (Persero) Tbk.)
Perusahaan pertambangan harus melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap dampak buruk yang ditimbulkan akibat aktivitas tambang, guna untuk memperbaiki citra buruk perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan mengetahui Penerapan akuntansi pertanggung jawaban sosial, pelaporan biaya sosial perusahaan dan pengukuran program CSR berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) G4. Menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder dan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) PT Bukit Asam telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban sosial dan sudah sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 pasal 1 butir 3 dan pasal 74 ayat (3), PP No. 47 Tahun 2012 pasal 5 ayat (1) dan (2) serta pasal 3 ayat (2). 2) PT Bukit Asam telah melaporkan biaya sosial yang dialokasikan oleh perusahaan untuk kegiatan sosial. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 4 tahun dari 2014 s/d 2017, menunjukkan bahwa pengalokasian dana tersebut mengalami kenaikan dan penurunan.
3) Berdasarkan pengukuran program CSR yang dilakukan pada PTBA melalui perhitungan indeks pengungkapan GRI G4 menunjukkan bahwa pengungkapannya jauh dari angka sempurna atau masih terbatas.
Kata Kunci : Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial, Corporate Social Responsibility, Global Reporting Initiative (GRI G4
HUBUNGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK TERHADAP KEJUJURAN AKADEMIK DI SMAN 1 BANGSAL MOJOKERTO
Kedisiplinan merupakan sikap dan pemikiran peserta didik terhadap diri sendiri untuk menentukan pengembangan diri dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kejujuran adalah melatih kemampuan diri untuk kedisiplinan yang berartu taat pada peraturan. Oleh karenanya kedisiplinan belajar dan kejujuran adalah suatu hal yang selayaknya dimiliki oleh peserta didik. Sehingga kedisipinan belajar dan kejujuran akademik memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar yang dapat menghasilkan baik prestasi maupun kejujuran dalam belajar yang diharapkan dalam kejujuran itu sendiri merupakan salah satu tolak ukur bagi penentu keberhasilan.
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk : 1) Untuk mengetahui kedisiplinan peserta didik, 2) Untuk mengetahui kejujuran akademik peserta didik, 3) Untuk mengetahui hubungan kedisiplinan belajar terhadap kejujuran akademik.
Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan analisis koresional. Penelitian yang dilakukan peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa melakukan perubahan, tambahan atau manipulasi terhadap data yang memang sudah ada.
Hasil penelitian ini ditemukan terdapat hubungan yang signifikan atau positif antara kedisiplinan belajar terhadap kejujuran akademik peserta didik dengan nilai sig 0,023 taraf signifikan 0,05, sehingga 0,023 > 0,05 yang berarti Ho ditolak (Ha diterima). Hasil dari korelasi sebesar 0,371 berada diantara 0,200-0,400 sehingga termasuk kriteria lemah. Jadi korelasi antara Kedisiplinan Belajar Terhadap Kejujuran Akademik Peserta Didik terdapat korelasi yang lemah.
Kata Kunci : Kedisiplinan Belajar, Kejujuran Akademi
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI HIMPUNAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF VISUALIZER-VERBALIZER
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kritis siswa SMP dalam menyelesaikan soal materi himpunan ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer, dan untuk mengetahui tingkat berpikir kritis siswa SMP yang memiliki gaya kognitif visualizer dan verbalizer dalam menyelesaikan soal materi himpunan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di kelas VIII-G SMP Negeri 1 Dlanggu. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa yang memiliki gaya kognitif visualizer dan satu siswa yang memiliki gaya kognitif verbalizer. Instrumen penelitian terdiri dari Angket Gaya Kognitif (AGK), Tes Berpikir Kritis (TBK) dan pedoman wawancara.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: subjek visualizer menyebutkan fakta/informasi apa saja yang diketahui dari soal dengan jelas, membaca soal secara berulang-ulang sampai paham, mengungkapkan apa yang ditanyakan di soal. Subjek menggunakan dan menerapkan materi-materi yang telah diajarkan sebelumnya pada proses penyelesaian soal, menjelaskan definisi-definisi dari simbol atau notasi yang telah disebutkan dalam penyelesaiannya. Subjek menyebutkan dan memutuskan informasi yang dibutuhkan dan informasi yang tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan soal dengan benar, tidak mampu menjelaskan ketika mengevaluasi hasil penyelesaiannya, merasa bingung untuk menjelaskan hasil penyelesaian ketika ditanya. Subjek juga salah dalam memberikan kesimpulan karena jawaban dari subjek tidak benar. Sedangkan subjek verbalizer menyebutkan fakta/informasi apa saja yang diketahui dari soal dengan jelas dan dalam memahami soal subjek membaca soal secara berulang-ulang. Subjek mengungkapkan apa yang ditanyakan di soal dan menuliskan yang ditanya dengan menggunakan kata-kata, mampu menggunakan dan menerapkan materi-materi yang telah diajarkan sebelumnya pada proses penyelesaian soal. Subjek mampu menjelaskan definisi-definisi dari simbol atau notasi yang telah disebutkan dalam penyelesaiannya, mampu menyebutkan dan memutuskan informasi yang dibutuhkan dan informasi yang tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan soal dengan benar. Subjek dapat menjelaskan hasil penyelesaian ketika ditanya. Subjek yakin dengan jawaban yang telah diperoleh dari hasil penyelesaian dan dapat memberikan kesimpulan dari jawaban dari hasil penyelesaian dengan benar
MAKNA SESAJI DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TRADISI PETIK LAUT DI DESA BINOR DALAM PERSPEKTIF ETNOLINGUISTIK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tradisi Petik Laut di Desa Binor Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo yang di dalamnya terdapat makna simbolis yang ada hingga saat ini. Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah makna leksikal, makna gramatikal, dan makna kultural pada sesaji serta nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi Petik Laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna leksikal, makna gramatikal, dan makna kultural pada sesaji serta nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi Petik Laut. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dan nilai pendidikan karakter. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data lisan yang berasal dari informan. Wujud data dalam penelitian ini yaitu makna sesaji tradisi Petik Laut. Data penelitian dapat diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Teknik validasi data yang digunakan adalah trianggulasi sumber data, metode, dan teori. Teknik analisis data yang digunakan ada tiga yakni, reduksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 sesaji dalam tradisi Petik Laut di Desa Binor yang dikupas dengan makna secara leksikal, gramatikal, dan kultural yaitu Aeng Kembheng, Anak-anakan Lakek Binek, Anteng Mas, Buntok Sapeh, Cetak Sapeh, Ghunung-ghunungan, Hasel Taneh, Jhejhen Pasar, Keddheng Ratoh, Kemantan-kemantanan, Kembheng Mlateh, Minyak Kenangah, Nasek Jhukok, Nasek Tompeng, Pesse Krennengan, dan Tajhin Pote Mera serta terdapat delapan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi Petik Laut yaitu nilai cinta tanah, nilai komunikatif, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai peduli lingkungan, nilai peduli sosial, nilai religius, dan nilai tanggung jawab