26174 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Pencernaan Kelas VIII SMP Negeri 23 Makassar
Hasil penelitian menunjukkan pada hasil belajar siswa dengan nilai Sign < ɑ= <0,001 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. sehingga pada penelitian ini terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar tanpa menggunakan pendekatan pembelajaran aptitude treatment interaction (ATI) dengan menggunakan pendekatan pembelajaran aptitude treatment interaction (ATI) pada materi sistem pencernaan kelas VIII SMP Negeri 23 Makassar
Problematika Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Biologi Pada Kurikulum Merdeka Di Kelas X SMA Negeri 3 Bulukumba
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Problematika dalam asesmen diagnostik meliputi tiga aspek yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Tahap persiapan diantaranya meliputi kompotensi guru menentuan materi asesmen diagnostik dan kompetensi guru dalam menentukan teknik asesmen yang relevan. Tahap pelaksanaan diantaranya meliputi guru kesulitan memastikan siswa menjawab sesuai dengan kesiapan dan gaya belajar dan keterbatasan waktu. Tahap tindak lanjut diantaranya meliputi guru kesulitan mengimplementasikan hasil asesmen diagnostik.; (2) Problematika dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi diantaranya guru belum terbiasa menggunakan pembelajaran berdiferensiasi, kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru, keterbatasan waktu, guru kesulitan dalam mengelompokan siswa dan beberapa siswa tidak bersemangat dalam pembelajaran.; (3) problematika dalam asesmen formatif meliputi tiga aspek yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Tahap persiapan diantaranya kompetensi guru menyiapkan asesmen formatif. Tahap pelaksanaan diantaranya guru kesulitan memastikan siswa menjawab sesuai kemampuannya. Tahap tindak lanjut diantaranya tutor sebaya dan kemampuan guru dalam pemanfaatan waktu.; (4) solusi problematika asesmen diagnostik meliputi tiga aspek yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Tahap persiapan asesmen diagnostik diantaranya pengukuran asesmen diagnostik menggunakan wawancara, mencari literatur dan meningkatkan kompetensi guru. Pelaksanaan asesmen diagnostik diantaranya guru memberikan pemahaman kepada siswa dan guru menggunakan android. Tindak lanjut diantaranya guru menghimbau kepada siswa untuk hadir pada pelaksanaan asesmen. Solusi problematika pembelajaran berdiferensiasi diantaranya guru menyiapkan skenario pembelajaran sebelum pembelajaran dimulai,guru menggunakan media pembelajaran yang bervariasi dan pendekatan emosional kepada siswa. Solusi problematika asesmen formatif meliputi tiga aspek yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Tahap persiapan diantaranya meningkatkan kompotensi guru. Tahap pelaksanaan asesmen formatif diantaranya guru memberikan pemahaman. Tindak lanjut asesmen formatif diantaranya meliputi guru memberikan pemahaman kepada siswa dan menyiapkan skenario pembelajaran sebelum pembelajaran dimulai
Penanggulangan Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Kota Pontianak Perspektif Maqasid Syariah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penanggulangan narkoba oleh BNN Kota Pontianak sudah mencakup berbagai aspek penting, seperti pencegahan melalui pendidikan, rehabilitasi, dan penegakan hukum. Namun, masih terdapat
kekurangan dalam hal sinergi antara program pemerintah dan masyarakat, serta dalam memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dampak narkoba dari perspektif
agama. Dari sisi Maqasid Syariah, penanggulangan narkoba di Kota Pontianak dapat dilihat sudah mencakup perlindungan jiwa dan akal, namun masih perlu meningkatkan perlindungan terhadap agama dan keturunan dalam konteks pencegahan
Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) Pada Materi Usaha Dan Energi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMPN 1 Tana Lili
Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil
belajar peserta didik pada Post-Test kelas kontrol sebesar 27,96 yang berada
pada kategori tidak tuntas sedangkan nilai Post-Test kelas eksperimen sebesar
38,95. Kemudian dilanjutkan dengan menguji hipotesis dengan uji Mann
Whitney, diperoleh nilai Mann-Whitney (U) secara hitung = 386.500. Nilai
Zhitung = 1,7 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,085. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed)
lebih besar dari taraf signifikan 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Hal
ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik
yang diajar dan tidak diajar menggunakan media berbasis Augmented Reality
di SMPN 1 TANA LILI
Reformulasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Terkait Berita Hoax di Kalimantan Barat Perspektif Maqashid Syariah
Disertasi ini membahas dua hal utama: 1) Reformulasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai informasi dan
transaksi dalam penyebaran berita bohong berdasarkan Maqasid Syariah di Kalimantan Barat, dan 2) Upaya penegakan hukum terhadap penyebaran hoax berdasarkan Pasal 28 Ayat 1 UU No. 1 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis dan filosofis, yang bersifat preskriptif, dengan sumber hukum dari Al-Qur'an, hadis, dan perundang-undangan. Reformulasi Pasal 28 Ayat 1 UU ITE, melalui pendekatan Hukum Progresif
dan Maqasid Syariah, menekankan perlindungan terhadap konsumen dan masyarakat dalam transaksi elektronik. Pendekatan ini mengutamakan keadilan sosial dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan nilai universal, serta menentang penyebaran berita bohong yang merugikan. Sanksi bagi pelaku hoaks meliputi pidana, administratif, dan rehabilitasi untuk memastikan akuntabilitas dan pencegahan di masa depan. Penegakan hukum terhadap hoaks di Indonesia, berdasarkan Pasal 28 Ayat 1 UU ITE, mencakup penyelidikan, penegakan hukum administratif, dan
penuntutan. Penelitian di Polda Kalbar menunjukkan bahwa penyelidikan merupakan langkah utama (50%), diikuti penegakan hukum administratif dan penuntutan (masing-masing 20%). Penanggulangan hoaks dilakukan secara
preemtif, preventif, dan represif, meskipun tantangan masih ada karena sebagian masyarakat menganggap hoaks sepele. Peningkatan kesadaran dan kerjasama antar lembaga sangat diperlukan. Penelitian ini mengusulkan reformulasi regulasi berbasis Maqasid Syariah untuk menciptakan kebijakan hukum yang lebih efektif, adil, dan melindungi hak
asasi manusia serta keharmonisan sosial. Implikasi penelitian mencakup perlindungan masyarakat, peningkatan pemahaman hukum dan etika digital, pemberdayaan lembaga penegak hukum, dan penguatan infrastruktur digital.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menciptakan sistem hukum yang lebih responsif dan masyarakat yang lebih cerdas dalam penggunaan teknologi informasi
Hubungan Program Duta Baca dengan Minat Baca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto
Hasil peineilitian meinuinjuikkan bahwa teirdapat huibuingan antara
program duita baca deingan minat baca di Dinas Peirpuistakaan dan Keiarsipan
Kabuipatein Jeineiponto. Beirdasarkan peingolahan data meingguinakan aplikasi
SPSS V25, hasil analisis meinuinjuikkan hasil koreilasi peirson antara variabeil
progran duita baca (X) deingan minat baca (Y) seibeisar 0,365. Nilai koreilasi ini
beirada pada reintang 0,20 – 0,39 yang meingindikasikan bahwa huibuingan
antara keiduia variabeil teirseibuit reindah. Seilain itui, koreilasi beirsifat positif yang
beirarti program duita baca meimiliki huibuingan signifikan teirhadap minat baca
walauipuin huibuingannya reindah
Narasi Hadis tentang Isti‘āżah (Suatu Analisis Psikologi Agama)
Penelitian ini menghadirkan tiga item rumusan masalah yaitu: pertama, bagaimana kualitas hadis-hadis tentang isti‘āżah berdasarkan kritik sanad dan matan? Kedua, bagaimana interpretasi hadis Nabi saw. tentang memohon perlindungan pada Allah swt. dari perspektif psikologi agama? Ketiga,
bagaimana implikasi nilai-nilai hadis terhadap psikologi agama? Secara metodologis, jenis riset ini adalah kategori kualitiatif dengan menggunakan pendekatan deskripstif. Adapun dari sisi keilmuan, penulis secara khusus menggunakan pendekatan keilmuan hadis dan psikologi agama. Metode yang digunakan adalah metode maudhui dengan mengumpulkan seluruh hadis yang terkait dan mengkalisifikasikannya sesuai tema. Data diperoleh dengan
menggunakan analisis isi (content analysis) terhadap literatut yang representatif dan relevan dengan masalah yang dikaji, kemudian membahas dan menyimpulkannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, kegiatan takhrῑj hadis ini dibatasi pada 9 al-kutub al-mu‘tabarah yang dalam penelusurannya menghasilkan 35 hadis yang terangkum dalam 4 klasifikasi tema. Autentisitas keempat hadis di setiap tema berstatus sahih. Hasil pengklasifikasian berdasarkan tema ini terangkum dalam empat tema: 1) status hadis-hadis
Isti‘āżah ketika bermusafir atau berada di persinggahan berstatus sahih baik sanad dan matan; 2) status hadis Isti‘āżah untuk anak-anak berkualitas sahih; 3) memohon untuk menghilangkan gangguan ketika dan atau sebelum tidur
berstatus hādῑṡ Ṣaḥῑḥ li gairih; dan 4) memohon perlindungan dari setan berkualitas ḥasan li gairih. Ketiga, berdasarkan penelitian hadis isti‘āżah pada empat tema dengan menggunakan pendekatan psikologi agama ditemukan
bahwa manusia pada fitrahnya selalu membutuhkan pertolongan karena tidak semua dapat dikontrol dan berada pada kendalinya. Manusia dengan segala emosi yang melingkupi dirinya seperti mengalami kecemasan dan ketakutan terhadap segala sesuatu yang belum diketahuinya di masa depan. Berbagai hal dilakukan untuk mendapatkan ketenangan, kedamaian, dan kesejahteraan dalam menjalani kehidupan. Hal ini membuat manusia termotivasi untuk
beragama dan mendekatkan diri pada Allah swt. Sehingga diyakini bahwa selalu dalam pengawasan dan proteksi dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia selalu membutuhkan agama sebagai pegangan dan sandaran hidup di dunia dan
akhirat. Implikasi nilai-nilai hadis terhadap psikologi agama di antaranya pengembangan dimensi spiritual, kesehatan mental dan emosional, pembentukan karakter, dan pengaruh pada perilaku, serta memberikan makna dan tujuan hidup.
Implikasi penelitian ini dapat dinarasikan bahwa subtansi dari narasi hadis isti‘āżah ini adalah menghadirkan ketenangan jiwa bagi mereka yang mengalami ketakutan atau kecemasan bahkan dari level normal hingga yang telah mengalami anxiety disorder. Bahkan penyakit ain dan gangguan setan,
bahkan gangguan hewan pun tidak dapat menembus proteksi diri yang telah diperisai oleh Allah swt. Karena permohonan doa yang diajarkan oleh Nabi saw. sangat berdampak positif dengan hadirnya ketenangan saat menghadapi berbagai gangguan. Bukan hanya kesembuhan ataupun kedamaian dan ketenangan jiwa yang didapatkan akan tetapi manusia selalu merasakan semakin dekat dengan Alla
Telaah Kode Etika Guru dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Muhammadiyah Wuring
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MTs Muhammadiyah
Wuring menyebutkan bahwa Telaah kode etik guru dalam pembelajaran
Akidah Akhlak sudah dapat terlakasana dengan baik, namun masih ada
beberapa guru yang menyatakan bahwa belum mampu untuk melakukan
secara keseluruhan dari kode etik guru tersebut. Hal ini disebabkan karena
kurangnya strategi antara guru dengan orang tua peserta didik sehingga
mengakibatkan adanya pertemuan kepala sekolah terhadap orang tua dan
pihak sekolah, para guru juga susah untuk melakukan sebuah komunikasi
terhadap peserta didik. adapun tantangan dan hambatan mengenai kode etik
guru dalam pembelajaran akidah akhlak bahwasanya kurnangnya soialisasi
terkait dengan kode etik guru di lingkungan MTs Muhammadiyah Wuring
Religious Moderation, Pela Gandong and Jihad Reconstruction: Conflict Prevention in Maluku from the Perspective of Maqāṣid Al-Sharī'ah
This article analyzes religious moderation, pela gandong, and the reconfiguration of jihad to prevent war in Maluku. Conflict avoidance has been viable through a sophisticated understanding of religion, utilizing cultural mechanisms like pela gandong. The research utilized an empirical methodology analyzed via the framework of maqāṣid al-sharī'ah theory. Data were obtained through extensive interviews and literature reviews to guarantee accuracy. The interviewed participants were individuals impacted by the war, community leaders, religious figures, scholars, and female leaders. The study concluded that the violence in Maluku was initially triggered by economic imbalances impacting social, political, and religious aspects. Moreover, the Maluku community throughout the conflict was regarded as a battleground, influenced by external group dynamics. Conflict prevention in Ambon can be accomplished by constructively reinterpreting jihad, fostering religious moderation, and revitalizing culture through pela gandong. Pela gandong is a tradition that strengthens social ties, highlighting a commitment to mutual respect, collaboration, and the maintenance of harmonious relations between two community groups, so promoting reconciliation and peace-building efforts. In the context of maqāṣid al-sharī'ah, which asserts that the aim of the Islamic law is to provide substantial advantages to humanity, the integration of culture and the precise interpretation of jihad is essential. Consequently, within the realm of Islamic jurisprudence, a contextual interpretation of jihad will provide a more beneficial comprehension than a textual examination. The basic purpose of Islamic law is to establish peace and harmony while preventing conflict within society
Strategi Peningakatan Minat Baca Masyarakat melalui Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi peningkatan minat baca masyarakat melalui Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menggunakan strategi kegiatan pelatihan teknis dan pemerataan pemanfaatan layanan, strategi maksimalisasi, strategi promosi dan strategi kolaborasi. (2) pelaksanaan Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dilakukan dengan prinsip peningkatan kesejahteraan masyarakat melaui literasi dan prinsip
pemerataan pemanfaatan layanan oleh seluruh masyarakat. (3) kendala yang dihadapi dalam peningkatan minat baca dan pelaksanaan Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Implikasi dari penelitian ini adalah para staf perpustakaan dan para
pustakawan menyadari bahwa sering terjadi miss komunikasi dan kurangnya kekompakkan diantara mereka saat berkerja dalam tim sehinga ada upaya untuk mengatasi kendala tersebut dengan cara meningkatkan komunikasi dan
diskusi. Implikasi berikutnya adalah para pemustaka yang menjadi informan dalam penelitian ini menjadi memiliki informasi dan wawasan tentang Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial