Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
    294 research outputs found

    Proposal Reuni Akbar 85 Tahun Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

    No full text
    Pimpinan STT Jaffray Makassar menyambut baik pelaksanaan Reuni Akbar yang ke 3 dan sekaligus merayakan ulang tahun yang ke 85. Kegiatan ini kiranya memberi manfaat bagi almamater untuk pengembangan STT Jaffray di waktu mendatang.Memasuki usia ke 85 tahun, STT Jaffray Makassar memfokuskan diri pada pelayanan misi. Hal ini mengingatkan para alumni tentang salah satu fokus pelayanan Robert Alexander Jaffray selaku pendiri STT Jaffray, yaitu penginjilan

    Perceraian Dan Pernikahan Kembali

    No full text
    Menyikapi konsep tentang perceraian dan pernikahan kembali, umumnya terdapat tiga pandangan yang dipraktikkan di kalangan Kristen. Pertama, menyetujui perceraian dan pernikahan kembali; kedua, menyetujui perceraian, tetapi tidak menyetujui pernikahan kembali; ketiga, tidak menyetujui perceraian dan pernikahan kembali. Munculnya ketiga pandangan tersebut didasarkan pada frasa yang terdapat dalam Matius 19:9, “kecuali karena zina.” Berdasarkan pengajaran Yesus dalam Mat. 5:32; 19:9; Mark. 10:11-12; Luk. 16:18, dapat disimpulkan bahwa kategori perzinaan adalah 1) jika suami yang menceraikan istrinya, maka suami menjadikan istrinya berzina; 2) jika laki-laki yang kawin dengan istri yang diceraikan suaminya, maka laki-laki itu berbuat zina; 3) jika suami yang menceraikan istrinya dan kawin dengan perempuan lain, maka suami berbuat zina; 4) jika istri yang menceraikan suaminya dan menikah dengan laki-laki lain, maka istri berbuat zina. Dengan demikian, bagi Yesus, perceraian dan pernikahan kembali sama dengan perzinaan, karena Yesus tidak menganjurkan perceraian dan pernikahan kembali. Hanya maut yang dapat memisahkan seseorang dari pasangannya dan menikah kembali. Penyelesaian masalah perceraian dan pernikahan kembali yang telah terjadi adalah tanggung jawab jemaat secara keseluruhan untuk mendapatkan kembali mereka yang telah berpisah dari pasangannya karena masalah-masalah rumah tangga. Jika ada seorang yang tidak ingin ditolong untuk merubah sikapnya agar bersatu dengan pasangannya, maka ia dianggap sebagai seorang yang tidak mengenal Allah

    Sudah Ramah Anakkah Gereja? Implementasi Konvensi Hak Anak Untuk Mewujudkan Gereja Ramah Anak

    No full text
    Indonesia adalah salah satu negara peserta yang ikut mensahkan isi Konvensi Hak Anak (KHA), itu berarti Pemerintah Indonesia bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Gereja sebagai lembaga keagamaan yang diakui pemerintah juga ikut memantau sekaligus pelaksana KHA. Gereja dalam pelayanan secara holistik, memberi keberpihakkan dan membela kepentingan terbaik anak yang adalah bagian dari isi KHA. Prinsip-prinsip KHA yaitu tidak membeda-bedakan anak, memberi yang terbaik bagi anak, memperhatikan hak hidup atau perkembangan anak dan menghargai pendapat anak. Gereja yang menerapkan prinsip-prinsip KHA akan dapat mewujudkan gereja yang ramah anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana implementasi prinsip-prinsip KHA dalam pendidikan Kristen untuk perwujudan gereja yang ramah anak. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dan data dianalisa dengan rating scale. Adapun tempat penelitian dilakukan di Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia jemaat Kendari provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian, pada prinsip-prinsip KHA yaitu tidak membeda-bedakan anak, memberi yang terbaik bagi anak dan menghargai pendapat anak telah diterapkan dengan baik. Sedangkan prinsip memerhatikan hak hidup atau perkembangan anak didapatkan hasilnya kurang baik, khususnya penerapan pemahaman tentang advokasi anak masih kurang karena belum maksimalnya pelaksanaan sosialisasi tentang KHA di dalam gereja. Disarankan khususnya pembelaan terhadap anak di dalam atau di luar gereja harus lebih dioptimalkan. Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia jemaat Kendari berada pada skala baik dalam mengimplementasi prinsip-prinsip KHA sehingga dikatakan menuju Gereja Ramah Anak (GRA).Kata kunci: Konvensi Hak Anak, pendidikan Kristen, gereja ramah anakIndonesia is one of the member states who has ratified the contents of the Convention of Children's Rights (KHA), which means that the Indonesian government is responsible to carry it out. The church as a religious organization that is legalized by the government also participates in the monitoring and implementation of the KHA. The church in holistic ministry, stand with and defends the best interests of childrenwho are part of the KHA. The principles of KHA are: not to differentiate between children, give the best for children, Churchconsider the child's right to life or the development of the child, and respect the child's opinion. The church that applies the principles of KHA will embody a church that is child-friendly. The aim of this research is to know how far to implement the KHA principles in Christian education for the embodiment of a child-friendly church. In this research quantitative research and data analysis with rating scales were used. As for the place of research, the research was done in Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia in Kendari South Sulawesi. The results of this research were that the KHA principles of do not differentiate between children, give the best for children and respect the child's opinion were properly applied by the congregation. However the principles of consider the child's right to life or the development of the child obtained an outcome that was less satisfactory, particularly the application of the understanding of child advocacy was weak because the implementation of information on the KHA within the church is not yet maximal. It is suggested especially that the defense of children in or out of the church must be more optimized. Gereja Kebangungan Kalam Allah Indonesia Kendari is on a good scale in implementing the principles of KHA so that it can be said that they are leading to child-friendly church

    Eksposisi Kepemimpinan Musa Berdasarkan Keluaran 17:1-7 Dan Implikasi Bagi Kepemimpinan Hamba Tuhan Masa Kini

    Full text link
    Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menemukan kepemimpinan Musa yang seperti apa yang ada dalam Keluaran 17:1-7 dan menjelaskan implikasi dari kepemimpinan Musa bagi kepemimpinan hamba Tuhan masa kini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka kesimpulan yang diambil adalah sebagai berikut: Pertama, Kepemimpinan yang berjalan dengan titah Tuhan. Musa adalah seorang pemimpin, yang dalam kepemimpinannya berjalan sesuai dengan titah TUHAN. Dalam Keluaran 17:1 menjelaskan tentang bagaimana Musa menjalankan roda kepemimpinan terhadap bangsa Israel sesuai dengan titah TUHAN. Kepemimpinan Hamba Tuhan harus selalu berjalan sesuai dengan titah Tuhan sehingga apapun yang dijalankan di dalam kepemimpinan tersebut tidak terlepas dari campur tangan Tuhan. Kedua, Kepemimpinan tidak terlepas dari masalah dan tekanan yang dating dari orang yang dipimpin, dalam Keluaran 17:2-3 Musa mendapat masalah dan tekanan yang dating dari bangsa Israel. Sebagai Hamba Tuhan dalam memimpin jemaat yang dipimpin harus lebih mengerti bahwa kepemimpinan itu selalu ada tantangan dan hambatan. Ketiga, Kepemimpinan harus tahu mencari solusi yang benar untuk keluar dari masalah yang dihadapi yaitu dengan mencari kehendak Allah. Dalam Keluaran 17:4 bagaimana Musa mencari solusi yang benar dengan dating mencari kehendak Allah. Sebagai seorang pemimpin hal yang harus dilakukan sebelum bertindak untuk jemaat yang dipimpin harus bertanya kepada Tuhan dengan kata lain mencari kehendak Allah terlebih dahulu

    Disiplin Gereja Berdasarkan Injil Matius 18:15-17 Dan Implementasinya Dalam Gereja Masa Kini

    No full text
    Seringkali gereja mengalami kebingungan saat harus menentukan sikap terhadap orang yang berbuat dosa. Salah satu sikap yang ekstrim adalah membiarkan saja seseorang jatuh ke dalam dosa karena takut membuat orang itu tersinggung. Sikap ekstrim yang lain adalah sangat membenci dosa, sehingga membenci juga orang yang melakukannya. Disiplin dalam gereja merupakan kelalaian besar di sebagian gereja saat ini. Pemimpin takut untuk melakukan disiplin gereja kepada anggota jemaat, karena dinggap bertentangan dengan “kasih Allah” dan dapat menyebabkan perpecahan di dalam persekutuan. Pelaksanaan disiplin gereja disinyalir dapat menyebabkan hilangnya anggota jemaat yang berpengaruh dan kaya. Ada juga kesalahpahaman besar tentang makna, tujuan, dan sifat disiplin gereja. Banyak yang melihat disiplin gereja sebagai kutukan dan pengucilan daripada cinta kasih yang memulihkan untuk mengembalikan kepada persekutuan dengan orang percaya. Artikel ini bermaksud menjelaskan pemahaman yang benar mengenai tidakan dan prosedur disiplin gereja yang alkitabiah berdasarkan Injil Matius 18:15-17. Often churches are confused when it comes to determining the attitude toward those who sin. One extreme attitude is to let alone the person who falls into sin for fear of making him/her offended. The other extreme attitude is that we hate the sin so much, that we begin to hate the one who did it. The application of discipline in the church is often overlooked in most churches today. Leaders are afraid to discipline members of the church, because it is deemed contrary to the “love of God” and can lead to divisions in the congregation. The implementation of church discipline can allegedly cause the loss of influential and rich members of the congregation. There is also a big misconception about the meaning, purpose, and the nature of church discipline. Many see church discipline as a curse and exclusion rather than love that restores the fellowship of believers. This article aims to explain the correct understanding of the act of and procedures of biblical church discipline based on Matthew 18: 15-17

    Kepercayaan Rahab Berdasarkan Yosua 2:1-24

    No full text
    Tujuan penulisan ini adalah membuktikan bahwa kepercayaan Rahab terwujud melalui setiap tindakan Rahab dalam Yosua 2:1-24. Penulis surat Ibrani dan Yakobus mengungkapkan bahwa setiap tindakan Rahab menunjukkan kepercayaannya kepada Allah, namun dalam narasi Yosua 2 tidak ada keterangan yang jelas apakah benar setiap tindakan Rahab mewujudkan kepercayaannya kepada Allah bangsa Israel. Sebagai kesimpulan, Rahab memang memiliki latar belakang non-Israel, namun hal itu tidak menutup anugerah keselamatan untuk dinikmatinya. Rahab membuktikan kesungguhannya untuk percaya dan berserah kepada Allah bangsa Israel melalui setiap tindakannya demi menolong umat Allah. Dalam meneliti narasi Yosua 2:1-24, penulis menggunakan prinsip-prinsip umum dalam hermeneutik. Selain itu, penulis juga meneliti narasi Yosua 2 dengan menggunakan metode penafsiran narasi terkait genre dari Yosua 2:1-24 adalah narasi. The purpose of this writing is to prove that Rahab's belief is manifested through every act of Rahab in Joshua 2: 1-24. The writers of Hebrews and James reveal that every act of Rahab shows her belief in God, but in Joshua's narrative there is no clear explanation of whether it is true that every act of Rahab embodies her belief in the God of Israel. Rahab does have a non-Israelite background, but that fact does not exclude her from the enjoyment of the grace of salvation. Rahab proves her sincerity to believe and surrender to the God of Israel through her every action to help the people of God

    Rise Up and Light Up the World Beritakan Injil Sampai Ke Ujung Bumi

    No full text
    Tema yang dipilih untuk perayaan HUT ke-85 adalah “Bangkit dan Jadilah Terang” (Yesaya 60:1). Ini sejalan juga dengan moto GKII yaitu “GKII Bangkit”. Tema ini memberikan ajakan dan tantangan untuk bangkit dari berbagai hal termasuk zona zaman masing-masing alumni, lalu berjuang untuk berkomitmen untuk tetap menerangi dunia dengan tugas masing-masing sesuai panggilan yang Tuhan berikan. Ingat hidup bukan soal diri dan segala kenyamanan diri. Ketika memasuki STT Jaffray kita sudah mendapatkan suatu pesan untuk memiliki hati Kristus yaitu kesetiaan kepada pelaksanan Amanat Agung Yesus Kristus

    Misi Dan Pelayanan Sosial: Manakah yang lebih Penting?

    Full text link
    Pelayanan sosial sejalan dengan Amanat Alkitab apabila inti misi yaitu Amanat Agung yaitu pemberitaan Injil tersampaikan kepada orang-orang yang dilayani dan mereka menjadi percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Namun, suatu kekeliruan apabila pelayanan sosial adalah motivasi utama untuk menyatakan kasih Kristus dan melupakan inti Injil sebenarnya

    Teologi Pembangunan Berbasis Pengembangan Masyarakat Shalom Pada Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Kupang Nusa Tenggara Timur

    No full text
    Trasformasi dunia dengan kuasa Kristus yang bangkit. Tahun 2011-2016 dengan Advokasi trasformasi membangun masyarakat damai melalui kuasa Kristus yang bangkit. Dalam konteks Indonesia secara umum dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, secara khusus jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Kupang-NTT yang umumnya berada di pedesaan secara standard nasional belum mengalami kesejahteraan secara umum dibandingkan dengan daerah yang lain. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat damai secara umum maupun Alkitab serta pendekatan konsep pengembangan masyarakat sehingga pada akhirnya bagaimana prinsip-prinsip teologi dan umum yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat dapat diaplikasikan dalam berbagai program pembangunan gereja bagi jemaat sehingga dapat terjadi Perubahan dalam kehidupan masyarakat menuju masyarakat shalom itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang benar mengenai teologi pembangunan melalui pendekatan pengembangan masyarakat shalom memberi dampak secara langsung bagi kemandirian umat GKII Daerah Kupang bila bersatu hati, pikiran dan tindakan dalam membangun perencanaan strategis bersama untuk memaksilkan potensi alam, sumber daya sosial, rohani dan manusia untuk menghadirkan masyarakat shalom pada Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Kupang – NTT.The transformation of the world through the power of the risen Christ. For the years 2011-2016, a transformation campaign to raise up a community of peace through the power of the risen Christ. In the Indonesian context in general and society in East Nusa Tenggara, specifically in the congregation of the Gereja Kemah Injil Indonesia in the area of Kupang-NTT, that according to national standard is in a rural area, has not yet experienced prosperity when compared to other areas. The purpose of this writing is to explain the general and biblical principles of building a community of peace, along with the approach of the concept of community development so that, in the end, the general and theological principles that are related to community development can be applied in various programs of church planting for the congregation so that it will produce change in the lives of the community that will move towards the aforementioned community of peace. The results of this research show that a right understanding about community development theology through the approach of developing a community of peace, has an immediate impact on the independence of the congregation of the Kupang GKII when they have one heart, mind, and act in building a strategic plan together to maximize their natural resources, as well as their social, spiritual and human resources in order to bring a community of peace to the Gereja Kemah Injil Indonesia Area Kupang—NTT

    Ulasan Buku:Kuasa Yang Membawa Kemenangan: Kumpulan Khotbah Ekspositori

    No full text
    Buku Kuasa yang Membawa Kemenangan yang ditulis oleh Maurits Silalahi, M.Th (almarhum) merupakan kumpulan khotbah ekspositori sebagai salah satu bentuk khotbah yang alkitabiah yang pernah disampaikan secara langsung melalui mimbar gereja dalam ibadah-ibadah di berbagai denominasi gereja di Kota Makassar dan sekitarnya selama beliau melayani sebagai dosen Homiletika di Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar.Naskah-naskah khotbahnya begitu banyak, sebagian ada yang diketik manual dan sebagian lagi ada yang yang ditulis dengan tangan (hal. iii). Dari sekian banyak tema khotbah ekspositori yang pernah dikhotbahkan di berbagai mimbar gereja, yang sempat diterbitkan hanya 71 tema khotbah ekspositori yang ditulis (diuraikan) secara lengkap dan 121 tema khotbah ekspositori yang merupakan rancangan khotbah yang terdiri atas tema dan garis-garis besarnya saja

    73

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇