Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Pengembangan Kompetensi Pendidik Di Perguruan Tinggi Dalam Menyonsong Era Revolusi Industri 4.0
Memasuki era revolusi industri 4.0, dunia pendidikan harus segera berbenah dalam mempersiapkan diri khususnya terkait dengan sumber daya manusia di perguruan tinggi. Dosen sebagai faktor penentu dalam kemajuan pendidikan dituntut untuk selalu meng-upgrade skill dan kemampuannya. Di Indonesia, mayoritas dosen didominasi oleh generasi baby boomers dan generasi X atau digital immigrant yang pada praktiknya di lapangan tidak sedikit yang mengalami kendala. Salah satunya disebabkan oleh kenyataan bahwa mahasiswa sekarang merupakan generasi milenial atau digital native yang cenderung memiliki gaya dan pola belajarnya sendiri. Artikel ini menyoroti tentang kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai oleh dosen di era revolusi industri 4.0 saat ini, yaitu: (1) educational competence, (2) competence in research, (3) competence of technological commercialization, (4) competence in future strategies, (5) counselor competence, dan (6) competence in globalization
Kewirausahaan NAMEKO (Nasi Merah Kotak-kotak) dalam Menggiatkan Pangan Lokal yang Sehat
Tulisan ini adalah gabungan multidisiplin ilmu yaitu ilmu pangan, ilmu pendidikan kewirausahaan. Suatu usaha menggiatkan nasi merah yang sehat dalam usaha kewirausahaan dengan nama dagang Nasi merah kotak-kotak (Nameko) yang sehat, bergizi dan tanpa penyedap rasa buatan pabrik. Dalam mata kuliah entrepreneurship mahasiswa mengembangkan formulasi yang tepat yang mengikuti langkah-langkah prosedur pembuatan nameko, biaya pembuatan, dan uji organoleptik hingga menentukan desain kotak sebagai pengemas produk. Melalui penelitian eksperimen di kelas tersebut didapatkan produk nameko yang sehat, dan memanfaatkan produk pangan yang rendah glukosa yang dapat menyebabkan diabetes. Nameko memiliki nilai ekonomis yang dapat menjadi makanan alternatif yang sehat bagi kesehatan
Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Media Sosial
Inovasi pembelajaran di era industri 4.0 menekankan pada penguatan karakter berbasis informasi teknologi. Revolusi pendidikan dapat terwujud ketika keterlibatan pendidik menjadi lebih rendah daripada keterlibatan peserta didik. Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan milenial memungkinkan untuk mewujudkan suatu model pembelajaran yang efektif, efisien, dan valid. Tulisan ini mengajukan suatu pemikiran untuk mengembangkan model pembelajaran pendidikan karakter berbasis media sosial untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif pada pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu nilai-nilai karakter yang tertuang di dalamnya adalah kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan. Dalam tulisan ini akan menjelaskan grand theory, langkah-langkah model pembelajaran, dan model hipotetik pengembangan model pembelajaran pendidikan karakter berbasis media sosial. Tulisan ini adalah gagasan awal yang akan membantu dalam penelitian Research and Development dalam pengembangan model pembelajaran pendidikan karakter berbasis media sosial
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kristen Pelayan Tuhan Terhadap Pencapaian Hasil Program Kerja Di GKII Jemaat Rhema Makassar
Kepemimpinan adalah salah satu kesuksesan kerja. Pemimpin sangat diperlukan dalam sebuah organisasi yang dijalankan. Setiap pemimpin memiliki gayanya masing-masing. Diantaranya adalah: gaya kepemimpinan rohani, kepemimpinan hamba, dan gaya kepemimpinan transformatif. Karya ilmiah ini berusaha menggali sejauh mana pengaruh gaya kepemimpinan Kristen pelayan Tuhan terhadap pencapaian hasil program kerja Gereja Kemah Injil Indonesia jemaat Rhema Makassar. Adapun simpulan utama dari hasil penelitian ini adalah: Pertama, Setiap pemimpin memiliki gayanya tersendiri. Beberapa gaya kepemimpinan pelayan Tuhan diantaranya, gaya kepemimpinan rohani, gaya kepemimpinan hamba, dan gaya kepemimpinan transformatif. Gaya kepemimpinan rohani ialah suatu percampuran antara kualitas alamiah dan rohani dari setiap orang yang melayani Tuhan untuk kemuliaan-Nya. Kedua, Program kerja GKII Jemaat Rhema Makassar difokuskan pada ibadah, baik ibadah umum, ibadah organ dan ibadah doa. Selain itu secara rutin dilaksanakan perkunjungan kepada anggota-anggota jemaat, serta mengiuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan pengurus GKII Daerah I Makassar. Ketiga, pelayan Tuhan GKII Rhema mencerminkan kepemimpinan Kristen Namun gaya kepemimpinannya itu dominan ialah gaya kepemimpinan Rohani. Keempat, Gaya kepemimpinan memiliki pengaruh dalam tercapainya pelaksanaan program kerja dalam jemaat, apabila program kerja memiliki tujuan dan sasaran jelas dengan meningkatkan keterlibatan aktif jemaat dalam pelaksanaan progam.Kelima, gaya kepemimpinan Kristen berpengaruh terhadap pencapaian hasil program kerja GKII Rhema ditandai dengan persepsi jemaat terhadap hasil program kerja GKII jemaat Rhema yang terkategori baik
Peran Pengkhotbah Terhadap Minat Jemaat Menghadiri Ibadah Raya Di Gereja Injili Agape Makassar
Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan sejauh mana Peran Pengkhotbah Terhadap Minat Jemaat Menghadiri Ibadah Raya Di Gereja Injili Agape Makassar. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan cara mengalami (mengamati secara partisipatif), dengan menyelediki, mewancarai, bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi. Dari hasil penelitian ini maka penulis menarik beberapa kesimpulan. Pertama, menjadi seorang pengkhotbah adalah tugas dan tanggung jawab yang paling mulia dari Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu seorang pengkhotbah tidak hanya menerima kepercayaan itu saja, tetapi dapat menjalankannya sebaik-baiknya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Kedua, kehadiran jemaat dapat dipengaruhi oleh bagaimana caranya pengkhotbah mempersiapkan dirinya dan mempersiapkan khotbahnya serta bagaimana cara pengkhotbah dapat menguraikan kebenaran firman Tuhan sesuai dengan kebutuhan jemaat yang dilayaninya dan yang lain adalah perkunjungan kepada jemaat. Ketiga, kebanyakan jemaat kurang memahami bahasa inggris sehingga mereka sulit untuk memahami setiap kebenaran firman Tuhan yang disampaikan oleh pengkhotbah, hal inilah yang menyebabkan jemaat malas hadir untuk mengikuti ibadah
Pengaruh Budaya Kematian Suku Tenggelan terhadap Pertumbuhan Iman Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Sabuluan
Tujuan penulisan skripsi ini adalah: Pertama, pertumbuhan iman tidak lain, adalah kedewasaan secara rohani yang terus menerus bertumbuh menuju kesempurnaan didalam Yesus Kristus, memiliki perbedaan hidup dari orang-orang yang tidak percaya, dan semakin kuat dalam iman kepada Yesus Kristus. Kedua, GKII Jemaat Sabuluan belum mengalami pertumbuhan iman atau kedewasaan rohani dalam kehidupan mereka, walaupun mereka sudah menjadi Kristen dan percaya kepada Yesus Kristus serta meneriman Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup mereka. Ketiga, adapun yang menjadi penghambat pertumbuhan iman GKII Jemaat Sabuluan tidak lain, adalah faktor adat istiadat kematian yang masih kental dilakukan, seperti: 1) Kulung abalu atau kulung agalang, yakni apabila ada salah satu pasangan yang meninggal (suami/isteri); 2) Amungkak yang dilakukan setelah penguburan; 3) Amakan (Ampit) yakni acara puncak dalam acara adat istiadat kematian. Keempat, solusi yang harus ditempu supaya iman Jemaat Sabuluan dapat bertumbuh, antara lain: 1) Gembala jemaat harus berdoa; 2) Mengasihi anggota jemaat; 3) Pelayanan perkunjungan; 4) Pelayanan konseling; 5) Pelayanan mimbar; 6) Teladan hidup
Analisis Penerapan Kurikulum 2013 terhadap Capaian Standar Kompetensi Sikap Siswa Kelas 4-6 pada Bidang Studi Pendidikan Agama Kristen di SDN 001 Kabupaten Tana Tidung
Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengharapkan perkembangan dalam penerapan kurikulum 2013 secara khusus dalam ruang lingkup pendidikan agama Kristen, mengingat dalam proses peralihan kurikulum ini ada begitu banyak kebimbangan yang terjadi dimana banyak tenaga pendidik masih belum bisa menggunakan kurikulum 2013 dengan baik dalam proses belajar mengajar, sehingga proses penilaian pada anak didik pun terlihat tidak maksimal. Oleh sebab itu melaluinya penulis mengambil inisiatif menuliskan skripsi ini guna mengetahui bagaimana peran penerapan kurikulum 2013 dalam capaian standar kompetensi siswa pada masa peralihan kurikulum ini secara khusus dalam ruang lingkup SDN. 001 Tana Tidung dimana tempat penulis melakukan praktek kerja lapangan. Metode yang digunakan penulis ialah: pertama, pengambilan dan pengumpulan data melalui jurnal-jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan judul yang dibatasi dalam skripsi ini. Kedua, dengan menyebarkan angket secara langsung kepada siswa-siswi SDN 001 Tana Tidung kelas 4-6 secara random. Ketiga melakukan wawancara kepada guru-guru SDN 001 Tana Tidung sebagai penguat data. Dari hasil pembahasan yang ada maka penulis mengambil kesimpulan bahwa penerapan kurikulum 2013 dapat mempengaruhi capaian standar sikap siswa tetapi tidak hanya sampai disitu saja ketercapaian standar kompetensi sikap siswa dapat terwujud dalam kerohanian yang baik pula yang dimiliki oleh anak didik.
Kata Kunci: Capaian, Penerapan kurikulum, Sikap, Kerohanian, Anak Didik
Ringkasan Terjemahan Character Building: Sebuah Panduan untuk Orang Tua dan Guru (David Isaacs)
Ringkasan buku David Isaacs tentang Membangun karakter anak melalui guru dan orang tu
Bentuk Perpaduan Nyanyian Himne Dan Nyanyian Rohani Kontemporer Dalam Ibadah Di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Talitakumi Makassar
Tujuan penulisan skripsi adalah mengetahui bentuk perpaduan seperti apakah yang dipakai untuk memadukan nyanyian himne dan nyanyian rohani kontemporer dalam ibadah di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaaat Talitakumi Makassar. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, Para pendiri gereja kebanyakan mereka yang berlatar belakang Calvinis, yang lebih menerima pemakain nyanyian himne dengan iringan pianao tunggal, dibandingkan dengan pemakain musik kontemporer (fullband). Kedua, karena kelompok ini memiliki paradigma bahwa nyanyian kontemporer merupakan nyanyian yang memiliki makna theologi yang kurang dalam, jika dibandingkan dengan nyanyian himne, yang menurut mereka merupakan nyanyian yang agung dan juga memiliki makna teologi dalam. Ada juga kendala dari kelompok yang kurang menerima pemakaian himne yaitu: Pertama, adanya pemahaman bahwa nyanyian himne (NKI) merupakan nyanyian yang susah di mengerti jika dilihat dari syairnya yang syairnya yang bersifat puitis. Kedua, nyanyian himne merupakan nyanyian orang tua, sehingga lebih banyak digandrungi oleh orang tua. Metode apa yang efektif untuk digunakan dalam memadukan nyanyian himne dan nyanyian kontenporer dalam pelaksanaan ibadah adalah Pertama, menyanyikan nyanyian himne dengan sajian musik kontemporer. Bentuk perpaduan ini merupakan sala satu bentuk yang menurut penulis lebih cocok untuk digunakan dalam ibadah di Gereja Kemah Inijil Indonesia Talitakumi Makassar, sebagai sala satu cara untuk mengubah paradigma dari kelompok jemaat yang kurang menerima penggunaan nyanyian dan musik kontemporer dalam ibadah. Kedua, menggunakan kedua jenis nyanyian yaitu nyanyian himne dan nyanyian rohani kontemporer dalam liturgi ibadah
Respons Tests Of Leadership Menurut Teori Frank Damazio pada Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Kepemimpinan Kristen STT Harvest Semarang
Seorang pemimpin tidak dilahirkan tetapi dibentuk. Tuhan menggunakan sejumlah ujian untuk pembentukan para pemimpin. Tujuannya, selain membekali, ujian dapat memurnikan panggilan, melatih keterampilan dan membuat para pemimpin bergantung pada Tuhan. Dengan demikian, kepemimpinan tersebut dijalankan tidak dengan caranya sendiri tetapi dengan cara dan agenda Tuhan. Sejumlah ujian itu adalah Ujian Waktu, Ujian Firman, Ujian Karakter, Ujian Motivasi, Ujian Kehambaan, Ujian Padang Gurun, Ujian Kesalahpahaman, Ujian Kesabaran, Ujian Kehendak Pribadi, Ujian Integritas, dan Ujian Pemberontakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tanggapan pemimpin dalam menghadapi ujian kepemimpinan. Populasinya adalah para pemimpin gereja yang menjadi mahasiswa pascasarjana (S2) Kepemimpinan Kristen di STT Harvest Semarang. Analisis menggunakan nilai μ dari Confidence Interval menggunakan model eksogenous-endogenous variabel. Hasilnya, level respons pemimpin terhadap ujian kepemimpinan berada di dalam kategori sedang dan ujian padang gurun adalah faktor dominan yang memengaruhi kepemimpinan responden.A leader is not born but formed. God uses tests for the formation of leaders. The goal, in addition to equipping, analyses can refine purity, train skills and make leaders dependent on God. That leadership is exercised not in its way but in God's way and His agenda. Some of the tests are Time Tests, Word Test, Character Test, Motivation Test, Servant Test, Wilderness Test, Misunderstanding Test, Patience Test, Self-Will Test, Integrity Test, and Rebellion Test. This study aims to measure how leaders respond in the face of Leadership Tests. The population is church leaders, who are students of Christian Leadership Postgraduate (S2) in Christian Leadership Program at STT Harvest Semarang. The analysis uses μ values of Confidence Interval using an exogenous-endogenous variable model. As a result, the level of leader's response to the leadership tests is in the medium category, and the wilderness test is the dominant factor affecting their leadership