Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
    294 research outputs found

    Kepemimpinan Yesus sebagai Acuan Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini

    No full text
    This article compares the leadership model of Jesus with those of the formal prominent leaders in his time. Rooted in a deep spiritual relationship with his Father, and moved by a compassionate heart, Jesus' leadership challenges today's church leadership practices in Indonesia which is marked by either institutional centralization, absolute local autonomy, or traditionalism. Artikel ini membandingkan antara model kepemimpinan Yesus dengan model-model kepemimpinan para penguasa formal di zamannya. Berakar pada hubungan spiritual yang mendalam dengan Bapanya, dan digerakkan oleh hati yang berbelaskasihan, kepemimpinan Yesus menantang praktik-praktik kepemimpinan gereja di Indonesia masa kini yang ditandai oleh sentralisasi institusional, otonomi lokal yang absolut, atau tradisionalism

    Belajar sebagai Identitas dan Tugas Gereja

    No full text
    Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya belajar dalam kaitannya dengan tugas pembinaan jemaat dan memaknainya sebagai tugas yang mendesak. Memakai metode deskriptif-analitis, penulis memaparkan konsep belajar dalam melalui pendekatan studi Alkitab dengan ilmu-ilmu psikologi sebagai pendukung. Hasil studi ini di dapatkan informasi bahwa 1) Pendidikan Kristen Berbeda dengan pendidikan sekuler yang bercorak humanistik dan naturalistic. 2) Pendidikan Kristen berkonsentrasi pada tugas memahami dan menghayati serta mengkomunikasikan penyataan Allah (God's revelation) di dalam Alkitab dan di dalam Yesus Kristus. 3) dari studi Alkitab dikemukakan bahwa belajar adalah bagian dari hakikat manusia dan tuntutan dasariah dari Allah untuk mengenal Dia sebagai Tuhan Pencipta dan Penebus umat manusia. 4) Guna membimbing gereja berkembang dalam kehidupan yang dinamis secara spritual, kehadiran gereja yang bersedia belajar sangat diperlukan. Warga jemaat perlu disadarkan bahwa untuk memelihara kadar spiritualitas yang tetap segar, orang percaya senantiasa memerlukan pembelajaran yang jujur, sehat dan benar.This paper aims to describe the importance of learning in relation to the discipling duties of the church and interpret it as an urgent task. Using a descriptive-analytic method, the author explains concepts learned through a Bible study approach and includes discussion on psychology as a supplement. The results of this study in gathering information are that 1) Christian Education is unlike secular education that is inclined toward humanistic and naturalistic thinking. 2) Christian Education is concentrated on the task of understanding and appreciating along with communicating the revelation of God (God's revelation) in the Bible and in Jesus Christ. 3) From studying the Bible it can be argued that learning is part of human nature and the basic demands of God to know Him as God the Creator and Redeemer of mankind. 4) In order to guide the church in developing spiritually dynamic lives, the presence of churches who are willing to learn is very much needed. The congregation needs to be made aware that to maintain levels of spirituality that will remain fresh and new, believers will continuously need learning that is honest, wholesome and true

    Pengaruh Pemakaian Teknologi Komunikasi terhadap Pertumbuhan Rohani Remaja Umur 12-17 Tahun di Gereja KIBAID Jemaat Dirgantara Makassar

    Full text link
    Tingkat pemakaian teknologi sangatlah besar serta berpengaruh baik dalam hal sehari-hari maupun dalam hal kerohanian. Teknologi dapat digunakan dalam segala hal dan tanpa adanya batasan. Teknologi yang paling banyak digunakan pada saat ini serta dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat ialah teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi berkembang begitu pesatnya sehingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk di dalamnya ialah anak remaja. Dalam penulisan skripsi ini, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh penulis ialah melihat sejauh mana pengaruh pemakaian teknologi dalam pertumbuhan rohani anak-anak remaja dan untuk mendapatkan data-data serta fakta-fakta secara akurat di lapangan, dalam hal ini di sekolah minggu kelas remaja Gereja KIBAID jemaat Dirgantara Makassar. Penelitian dilaksanakan di Gereja KIBAID jemaat Dirgantara Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian difokuskan pada data dari hasil pembagian angket dengan populasi sampel gembala, guru sekolah minggu kelas remaja dan anak-anak remaja secara keseluruhan. Metode yang dipakai adalah penelitian kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data, adalah melalui angket, observasi dan wawancara. Dari data yang diperoleh pengaruh pemakaian teknologi terhadap pertumbuhan kerohanian anak remaja usia 12-17 tahun di Gereja KIBAID Jemaat Dirgantara sebesar 0,0002 atau 0,02%. Hal ini menunjukkan pengaruh yang kurang baik. 99,98% dipengaruhi oleh faktor di luar variabel pemakaian teknologi dalam hal kerohanian

    Perbuatan Baik Menurut Pandangan Rasul Paulus Berdasarkan Galatia 6:1-10 dan Implikasi dalam Kehidupan Orang Kristen Masa Kini

    Full text link
    Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui perbuatan baik menurut pandangan rasul Paulus berdasarkan Galatia 6:1-10 dan untuk menjelaskan implikasi dari perbuatan baik menurut pandangan rasul Paulus bagi kehidupan orang Kristen masa kini. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, orang percaya adalah pemberita Firman Tuhan. Di mana sebagai pemberita Firman, setiap orang percaya harus memimpin setiap orang yang imannya lemah menujuh kejalan yang benar agar mereka mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Kedua, sebagai orang percaya perbuatan baik tidak terlepas dari kehiduan yang menanggung beban sesama, artinya setiap orang yang percaya harus peduli kepada sesamanya, dan tidak membiarkan mereka masuk lebih dalam lagi dalam masalah mereka. Ketiga, sebagai orang yang percaya harus selalu menguji akan pekerjaan atau dengan kata lain pelayanan yang dilakukan. Artinya selalu mengintrospeksi akan apa yang dilakukan supaya agar dia tahu apakah yang dilakukan itu untuk Tuhan atau sudah mulai melenceng untuk diri sendiri. Keempat, tidak terlepas dari perbuatan baik yang dimaksudkan oleh Paulus makas setiap orang percaya bukan hanya berbuat baik kepada sesama dalam hal ini orang percaya yang lain, tetapi terhadap semua orang di mana mereka adalah milik Tuhan. Kelima, orang percaya harus tetap melakukan perbuatan baik yang di dasarkan kepada kasih Kristus, di mana ini bukan untuk kesombongan diri tetapi menjadi alat untuk memancarkan karater Kristus kepada orang yang lemah rohaninya

    Peran Badan Pengurus Jemaat Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kerohanian Pemuda Gereja Kristen Sulawesi Barat Efata Di Desa Salutiwo Mamuju

    Full text link
    Adapun tujuan penulisan skripsi ini, adalah: Untuk menemukan peran badan pengurus jemaat Gereja Kristen Sulawesi Barat terhadap kualitas pertumbuhan kerohanian pemuda jemaat Efata Desa Salutiwo di Mamuju. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyimpukan bahwa: Pertama, bertumbuhnya iman seseorang dalam jemaat khususnya bagi pemuda ditentukan oleh peranan seorang pemimpin dalam gereja khususnya peranan badan pengurus jemaat kepada pemuda. Kedua, pelayanan yang dilakukan oleh badan pengurus jemaat kepada pemuda, merupakan hal yang terpenting dari yang terpenting, maksudnya ialah karena pemuda dalam gereja merupakan ujung tombak yang akan mengembangkan dan meneruskan gereja dimasa yang akan datang. Ketiga, pemuda harus dilayani dengan baik, artinya bahwa ketika pemuda tidak dilayani dengan baik maka pelayanan yang akan di berikan kepada mereka tidak akan membawa dampak yang positif bagi dirinya dan kepada orang lain yang ada disekitarnya. Keempat, sebagai pelayan Tuhan khususnya badan pengurus jemaat harus bisa memberikan teladan rohani yang baik kepada pemuda, agar pemuda dapat mengikuti dan menjadikan BPJ sebagai panutan yang baik kepada dirinya. Kelima, pemuda harus diperlengkapi sebagai generasi muda dalam gereja untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki tujuannya untuk ikut terlibat dalam pelayanan dalam gereja maupun diluar gereja. Keenam, sebagai pelayan Tuhan khususnya badan pengurus jemaat harus bisa melibatkan dan memanfaatkan pemuda dalam pelayanan, agar pemuda dapat memberikan potensinya kepada gereja terutama kepada Tuhan. Ketujuh, badan pengurus jemaat dapat mempersiapkan pemuda sebagai pemimpin dimasa yang akan datang untuk meneruskan dan mengembangkan pelayanan dalam gereja maupun diluar gereja

    Pengaruh Perceraian Orang Tua Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak Usia 12-14 Tahun Di Panti Asuhan Cipta Pahlawan Makassar

    Full text link
    Tujuan Penulisan skripsi adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perceraian orang tua terhadap kepribadian anak usia 12-14 tahun di Panti Asuhan Cipta Pahlawan Makassar. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, kepribadian anak menjadi baik apabila anak melihat nilai kepribadian yang baik dari orangtuanya, karena orangtua merupakan figur yang utama bagi pembentukan emosi, rohani, sosial dan mental anak. Kedua, anak yang orang tuanya bercerai cenderung pendiam, pemalu, pemarah, minder, tidak suka bergaul, lamban untuk berfikir, trauma yang berkepanjangan dan tidak bertumbuh kerohaniannya. Ketiga, pembina merupakan salah satu metode/desain pengajaran yang dapat membawa pengaruh yang baik untuk pertumbuhan kerohanian bagi anak-anak Panti Asuhan Cipta Pahlawan Makassar. Keempat, dalam Panti Asuhan harus memiliki seorang suatu wali atau seorang konselor yang bisa menjadi pendengar yang baik anak usia dini

    Pengaruh Kesejahteraan Keluarga Terhadap Citra Diri Remaja Tengah (14-17 Tahun) Di GKII Beno’honis Oelbima Kupang Nusa Tenggara Timur

    Full text link
    Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjelaskan sejauh mana pengaruh kesejahteraan keluarga terhadap citra diri remaja tengah (14-17 Tahun) di GKII Beno’honis Oelbima Kupang-NTT. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berkut: Pertama, dari 14 orang remaja terdapat 13 orang yang tergolong keluarga sejahtera I artinya bahwa kebutuhan dasar atau kebutuhan pokok telah terpenuhi dengan baik, tercapainya kebutuhan aspek sosial-psikologisnya yaitu kebutuhan untuk beribadah, mengkonsumsi protein hewani, pakaian, dalam keadaan sehat, tetapi belum seluruhnya terpenuhi dengan bukti masih ada anggota keluarga yang tidak mampu baca tulis dan memiliki penghasilan. Serta terdapat satu remaja merupakan keluarga pra sejahtera. Kedua, dalam hubungan sosial para remaja cenderung mengalami kesulitan karena disebabkan oleh faktor didikan keluarga, lingkungan masyarakat serta kondisi ekonomi atau kesejahteraan. Ini menunjukkan bahwa para remaja kurang mendapat didikan yang Alkitabiah dari orang tua dalam membangun citra diri yang benar menurut kebenaran firman Tuhan. Ketiga, remaja yang tergolong keluarga pra sejahtera memiliki citra diri yang rendah diakibatkan oleh faktor didikan keluarga, lingkungan masyarakat dan kondisi ekonomi. Keempat, dari faktor-faktor yang memengaruhi citra diri yaitu keluarga, lingkungan masyarakat, keadaan fisik, kondisi ekonomi, serta cara pandang terhadap diri sendiri hasil angket menunjukkan bahwa kondisi ekonomi sedikit saja memberikan pengaruh terhadap citra diri. Sedangkan faktor-faktor yang dominan memengaruhi citra diri remaja adalah faktor didikan keluarga, lingkungan masyarakat sehingga hal ini memengaruhi cara pandang remaja terhadap dirinya

    Peranan Teori Pendidikan dalam Mengatasi Anak Putus Sekolah Di Indonesia

    Full text link
    Berdasarkan pandangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa faktor ontologis (keluarga, sekolah, dan lingkungannya) menajadi faktor yang utama anak-anak baik laki-laki dan perempuan putus sekolah. Oleh karena itu perlu dirumuskan kebijakan dan strategis yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah putus sekolah atau berhenti sekolah pada anakanak Indonesia baik ada di perkotaan maupun di pedesaan

    Pengutamaan Dimensi Karakter dalam Pendidikan Agama Kristen

    No full text
    Indonesia sedang menjalani suatu gerakan nasional “pembangunan karakter” untuk mengatasi berbagai masalah yang menghambat kesejahteraan masyarakatnya. Semua komponen bangsa dan masyarakat diharapkan memberi kontribusinya. Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai salah satu tugas gereja yang strategis dapat memberi kontribusinya yang penting bilamana dalam semua program PAK bagi semua kategori usia dan berbagai konteks (keluarga, gereja dan sekolah) dapat mengutamakan dimensi karakter. Penulis membangun argumentasi betapa dekatnya pendidikan karakter dengan PAK, bahkan merupakan bagian integral sebagaimana karakter Kristiani adalah bagian integral dari iman Kristiani. Untuk itu penulis memperjelas konsep-konsep terkait seperti prinsip, nilai, kebajikan, makna hidup, serta karakter dalam upaya membangun argumentasi di atas. Secara spesifik juga konten dari karakter Kristiani dicarikan contoh-contoh Alkitabiahnya.Indonesia is undergoing a national movement of character building to overcome various problems which hinder the welfare of its society. Every component of the nation and society is expected to give its contribution. Christian Education as one of the strategic tasks or missions of the churches is able to give its significant contribution when its educational programs endeavor to pay more attention to character dimension in its curriculum design for every age category and in all educational contexts. I also argue that character education is closely related to Christian Education even an integral part of it, as Christian character is an integral part of Christian faith. For that purpose I try to clarify some essential concepts such as principles, values, virtues, meaning of life, and Christian character as found in the Bible in order to build on the above argument. Finally, the specific content from the Christian characteristics are found in Biblical examples

    Pengaruh Penggunaan Smartphone terhadap Pertumbuhan Kerohanian Mahasiswa-Mahasiswi di Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

    Full text link
    Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone dalam kehidupan mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Theologia Jaffray. Kedua, memberikan hasil penelitian penggunaan smartphone terhadap pertumbuhan kerohanian mahasiswa-mahasiswi di Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Dan untuk melakukan metode penelitian tersebut hal yang akan dilakukan, yaitu: Pertama, pengambilan dan pengumpulan data melaui jurnal-jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan judul yang dibahas dalam skripsi ini. Kedua, dengan menyebarkan angket kepada mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. Ketiga, dengan melakukan wawancara secara langsung kepada pengguna aktif smartphone sebagai penguat data. Kesimpulan adalah penggunaan smartphone memberikan dua sisi pengaruh terhadap pertumbuhan kerohanian, yaitu pengaruh positif yang dapat mendukung pertumbuhan kerohanian yang diantaranya dapat mempermudah dalam berkomunikasi dan menyebar luaskan informasi seputar kegiatan sehari-hari hingga kerohanian, membantu mempermudah membaca dan memperdalam Alkitab, saat teduh serta dapat menjadi sarana untuk pemberitaan Injil. Akan tetapi dari hasil penelitian yang dilakukan di STT Jaffray Makassar, smartphone lebih banyak memberikan pengaruh negatif pada pertumbuhan kerohanian mahasiswa-mahasiswi. Pengaruh negatif diantaranya: Pertama, smartphone mengakibatkan kecanduan bagi penggunanya. Hal ini disebabkan kecendrungan mahasiswa-mahasiswi yang tidak lepas dari smartphone. Dan hal ini tentunya merugikan karena berpengaruh terhadap aktifitas, tugas, kehidupan sosial mahasiswa-mahasiswi dan terlebih lagi dalam pertumbuhan kerohanian mahasiswa-mahasiswi. Kedua, smartphone dapat menjadi “berhala” bagi mahasiswa-mahasiswi yang sudah tidak dapat menguasai pemaikan smartphone dengan sewajarnya. Hal ini berkaitan dengan ketergantungan atau kecanduan mahasiswa-mahasiswi terhadap smartphone. Ketiga, smartphone dapat menjadi penghambat dalam pertumbuhan kerohanian. Hal ini terjadi ketika pengguna smartphone yakni mahasiswa-mahasiswi menjadi malas untuk melakukan hal-hal kerohanian seperti berdoa, membaca Alkitab, bersaat teduh, sudah tidak fokus dalam beribadah. Hal ini dikarenakan mahasiswa-mahasiswi lebih disibukan dengan meminkan smartphone yang dimilikinya

    73

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇