Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Pengaruh Evaluasi Belajar terhadap Capaian Kompetensi Penguasaan Pengetahuan pada PAK di SMP 3 Kalumpang
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui sejauh mana Pengaruh Evaluasi Terhadap Capaian Kompetensi Penguasaan Pendidikan Agama Kristen di SMPN 3 Kalumpang.Evaluasi merupakan salah satu komponen yang penting dalam tahap yang harus ditempuh untuk mengetahui keaktifan pembelajaran. Hal yang penting ini dilakukan di sekolah karena untuk mengetahui siswa sampai dimana mereka menerima materi yang di sampaikan oleh guru kepada mereka. Dan evaluasi merupakan salah satu cara atau metode yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan dan kompetensi dari siswa. Kemampuan para siswa dalam belajar dan menerima pelajaran tentunya berbeda-beda, ada yang cepat tanggap dan ada yang lamban, itulah kompetensi mereka masing-masing memiliki karakter. Masalah inipun terjadi di SMPN 3 Kalumpang, di mana tiap-tiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam belajar dan menguasai pelajaran. Tugas yang diberikan kepada siswa merupakan pendorong kepada siswa supaya mereka bisa mengingat kembali pelajaran yangdiberikan oleh guru di sekolah, bukan hanya guru yang terlibat mengajar siswa, tetapi orang tua juga terlibat di dalamnya. Sehingga perkembangan kemampuan peserta didik dari waktu kewaktu berdasarkan umpan Balik dan refleksi diri sehingga siswa mengingat kembali sampai di mana siswa mencapai dengan baik di dalam pendidikan. Tes yang dilakukan kepada siswa itulah yang bisa membantu siswa untuk guru mengetahui sampai di mana penguasaan materi yang disampaikan oleh guru kepada siswa
Ringkasan dan Ulasan Buku Analisis Data Penelitian Kualitatif (Prof. Burhan Bungin)
Metode kualitatif semakin hari semakin besar dan menjadi dominan dalam studi-studi ilmu sosial kontemporer karena temuan-temuan pada studi kualitatif dari pada sekadar angka-angka. Kenyataan lain, bahwa pemahaman kalangan perguruan tinggi atau masyarakat pada umumnya terhadapa penelitian kualitatif, masih belum optimal karena pemahaman peneliti tentang penelitian sosial yang diwarnai dengan pendekatan kuantitatif belum tergantikan sebagai pemahaman alternatif. Dengan kata lain, pemahaman metodologis mberbagai alternatif membutuhkan sikap keterbukaan terhadap berbagai alternatif metodologis yang membawa peneliti pada substansi persoalan, bahwa metode hanyalah alat yang dipakai untuk menemukan kebenaran nisbi. Adanya persoalan-persoalan yang belum terjawab dengan penyajian angka-angka dalam studi ekonomi pemasaran yaitu sulitnya mengenali konsisi pasar yang terjadi. Banyak angka-angka penjualan yang tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya, banyak produk yang beredar di pasar tidak dapat diramalkan hanya dengan angka-angka. Sebaliknya, perilaku konsumen sangat sulit diramalkan hanya dengan melihat kecenderungan angka yang ada, sementara pemaknaan budaya lokal , faktor sosiologis, dan pemaknaan budaya global menjadi sangat dominan. Bahkan dalam hukum, sesuatu yang benar menjadi betul-betul benar, karena kebanyakan orang mengatakan benar. Persoalan hukum sebagai studi-studi ilmu sosial telah bergeser dari pemahaman positivistik-normatif ke arah positivistik-sosiologis di mana makna memegang peran yang sangat penting. Dalam studi-studi hukum kontemporer, makna kebenaran tidak saja dikonstruksi berdasarkan hukum positif, namun juga diwarnai oleh hegemoni para elite penguasa yang berdiri di samping kapitalis. Walaupun bukan satu-satunya elite dan kapitalis yang memiliki kapasitas menjadi penentu kebenaran menjadi realitas yang tak bisa dikesampingkan sementara kebenaran hukum-hukum positif juga menjadi pegangan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, banyak orang mulai bertanya-tanya, mungkinkah kebenaran hukum positif lepas dari kenyataan sosiologis, mungkinkah hukum positif tidak ada hubungan dengan rasa keadilan yang ada di masyarakat itu sendiri. Jawabannya selalu ada pada bagaimana sesungguhnya persoalan-persoalan itu dilihat tidak sekadar hukum objektif-positivistik akan tetapi lebih kepada jawaban yang bermakna sosiologis
Pengaruh Ibadah Persekutuan Mahasiswa Papua (IPMP) terhadap Pertumbuhan Rohani Mahasiswa Papua di Kota Makassar
Ibadah adalah suatutu pujian, penghormatan yang diberikan oleh manusia kepada Sang Pencipta sebagai sumber pemberi hidup. Ibadah sangat penting dalam kehidupan orang percaya. Karena di dalam ibadah ada pujian, penyembahan, berdoa, belajar Firman Tuhan, kesaksian pribadi. Sedangkan, pertumbuhan rohani adalah suatu proses perkembangan atau kemajuan yang baik dan sehat dalam kehidupan orang percaya. Efeus 4:13 menjelaskan tujuan pertumbuhan rohani adalah mencapai kesatuan iman, pengetahuan benar tentang Allah, mencapai kedewasaan penuh dan tingkat petumbuhan. Pertumbuhan rohani seseorang dapat dikataka bertumbuh jika memiliki disiplin pertama, beribadah, kedua, hidup dalam Kristus, ketiga, hidup di dalam Firman, keempat, berdoa, kelima, persekutuan dengan orang kudus, keenam, bersaksi, ketujuh, melayani sesama. Adapun metode yang digunakan oleh penulis dalam karya ilmiah ini adalah metode kuantitatif menggunakan populasi dan sampel. Serta pengumpulan data mengumpulkan data-data melalui observasi dan angket. Dalam hal ini yang menjadi pupulasi sebanyak 98 orang dan penulis menetapkan yang menjadi sampel sebanyak 76 orang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini dalah ibadah persekutuan mahasiswa Papua (IPMP) terhadap pertumbuhan rohani mahasiswa Papua di kota Makassar belum mencapai pada tingkat pertumbuhan rohani. Mahasiswa Papua menganggap persekutuan IPMP sebagai suatu rutinitas tidak ada pengaruh terhadap kehidupan pribadi.
Kata Kunci: Ibadah, Pertumbuhan Rohani, Mahasiswa, Papua
Tinjauan Biblika Tentang Etika Kerajaan Allah Berdasarkan Injil Matius 5:3-12 dan Implementasinya Bagi Spiritualitas Gereja Masa Kini
Ucapan Bahagia Yesus dalam Injil Matius 5:3-12 mengajarkan kita tentang kebenaran dalam batin dan bukan yang tampak secara lahiriah. Hal inilah yang kita kenal sebagai etika Kerajaan Allah yang berbeda dengan etika lain yang ada di dunia. Ucapan Bahagia juga menjanjikan Kerajaan Allah itu sendiri melalui berkat, yang Yesus beritakan dalam pengajaran-Nya, bukan saja berkat masa depan, tetapi juga berkat masa kini bagi mereka yang miskin, beduka, lemah lembut, murah hati, lapar dan haus, berhati suci, suka berdamai dan yang siap menderita untuk kehendak Allah. Kita harus memiliki karakter Kristus dan pengabdian kepada Kristus serta kasih kepada sesama karena Allah terlebih dahulu telah mengasihi kita (Yohanes 3:16; bdg. I Yohanes 3:16; Matius 22:37-40)
Pengaruh Pelayanan Diakonia terhadap Pertumbuhan Gereja Toraja Jemaat Sudiang Makassar
Tujuan penulisan skripsi ini adalah: Pertama, pelayanan diakonia merupakan salah satu pelayanan yang penting di gereja dan bukan hanya sekedar sebagai pelayanan kelas dua. Kedua, pelayanan diakonia merupakan pelayanan yang sama pentingnya dengan pelayanan berkhotbah. Oleh karena itu gereja-gereja hendaknya memberikan tempat yang utama bagi pelayanan diakonia. Ketiga, pelayanan diakonia menjadi salah satu pelayanan di gereja yang dapat membawa pengaruh terhadap pertumbuhan gereja. Keempat, pertumbuhan gereja merupakan kehendak Tuhan agar gereja-Nya dapat bertambah dan berkembang, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kelima, pertumbuhan gereja gerupakan tugas dan tangung jawab gereja di bumi dalam rangka mengenapkan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Keenam, Gereja hadir di muka bumi ini harus dapat menjalankan fungsinya sebagai tempat persekutuan bagi orang-orang percaya. Ketujuh, gereja yang bertumbuh adalah gereja yang dapat melayani dengan sukcita. Kedelapan, gereja yang bertumbuh adalah gereja yang dapat menerapkan pola pemuridan seperti yang terjadi di Jemaat mula-mula, Kisah Para Rasul 11:26. Kesembilan, gereja yang bertumbuh adalah gereja yang senantiasa melaksanakan pola penginjilan
Pengaruh Kekerasan Verbal Orang Tua dalam Keluarga terhadap Kepercayaan Diri Anak Usia 6-12 Tahun di GKII Rhema Makassar
Kekerasan verbal merupakan salah satu kekerasan dalam rumah tangga yang selama ini tidak terlalu populer di ruang publik, namun memiliki dampak yang luar biasa bila dibandingkan dengan dampak dari kekerasan-kekerasan lain yang sering dipaparkan di ruang publik. Kekerasan verbal telah menjadikan keluarga sebagai sasaran yang paling tepat. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat untuk meningkatkan rasa percaya diri setiap anak, sekarang telah menjadi tempat untuk menekan, bahkan mematikan rasa percaya diri anak itu sendiri. Orang tua yang seharusnya menjadi tameng yang kuat untuk melindungi anak-anak dari kekerasan verbal, sekarang sedang dipakai Iblis untuk menjadi senjata yang mematikan bagi anak-anak. Adanya anak yang kurang percaya diri akibat dari kekerasan verbal orang tua di dalam keluarga sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui sejauh mana pengaruh kekerasan verbal orang tua dalam keluarga terhadap kepercayaan diri anak usia 6-12 tahun. Penulis mengambil tempat penelitian di Gereja Kemah Injil Indonesia jemaat Rhema Makassar, Sulawesi Selatan. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian 13 orang anak, 17 orang tua, 3 guru sekolah minggu setempat. Dengan menggunakan angket yang bersifat rahasia. Hasil penelitian bahwa orang tua di GKII Rhema Makassar secara tidak sadar sering memperlihatkan contoh komunikasi verbal yang kurang baik, tetapi dalam melakukan kekerasan verbal, sebagian besar orang tua tidak pernah melakukan kekerasan verbal kepada anak secara langsung, sebagian besar anak usia 6-12 tahun di GKII Rhema Makassar memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik/tinggi, ada pengaruh kekerasan verbal orang tua kepada anak, yakni semakin tinggi tingkat kekerasan verbal yang dilakukan orang tua, maka tingkat kepercayaan diri anak akan semakin rendah, sedangkan semakin rendah tingkat kekerasan verbal yang dilakukan orang tua, maka tingkat kepercayaan diri anak akan semakin tinggi
Puji-Pujian Sebagai Sarana Dalam Pelayanan Okultisme Pada Persekutuan Doa Getsemani Makassar
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui jenis dan bentuk puji-pujian yang dapat digunakan sebagai sarana dalam pelayanan okultisme serta mengetahui sejauh mana peran, fungsi dan pengaruh puji-pujian dalam sebuah pelayanan okultisme. Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, puji-pujian yang merupakan bagian dari musik adalah anugerah Allah kepada manusia secara khusus kita sebagai umat tebusan-Nya, di mana kita dapat menggunakan anugerah tersebut untuk memuliakan dan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Kedua, puji-pujian dapat digunakan dan dapat dijadikan sarana dalam pelayanan, secara khusus pelayanan okultisme karena Allah kita adalah Allah yang sangat menyenangi puji-pujian. Ketiga, puji-pujian yang kita sampaikan kepada Allah pada saat melakukan pelayanan okultisme harus benar-benar disampaikan dengan iman yang sungguh kepada-Nya bahwa Ia bertahta dan bersemayam di atas puji-pujian serta Ia berkuasa atas puji-pujian yang kita sampaikan. Keempat, tidak ada puji-pujian tertentu yang digunakan dalam pelayanan okultisme. Semua jenis dan bentuk puji-pujian dapat digunakan dalam pelayanan okultisme. Yang harus diperhatikan adalah sikap hati kita saat memuji dan melayani Tuhan. Kelima, sebagai pelayan Allah, kita harus hidup sesuai dengan segala sesuatu yang Allah kehendaki dalam hidup kita
Analisis Kebutuhan Karakter Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Jaffray Makassar untuk Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Psikologi Umum
Pada penelitian dan pengembangan ini, model pengembangan yang digunakan adalah Model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974) yang dikombinasikan dengan Model Jolly & Bolitho
Pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga terhadap Perilaku Remaja di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat La'bo'
Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menjelaskan sejauh mana pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap perilaku remaja GKII La'bo'. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis mengunakan metode kuantitatif dimana penulis membagikan angket dalam bentuk pertanyaan kuisioner kepada 40 responden yang di dalamnya terdiri dari 10 pertanyaan untuk orang tua dan 10 pertanyaan untuk remaja. Penulis juga mengadakan tes wawancara secara langsung kepada orang tua dan remaja dengan tujuan untuk mendapatkan hasil data yang dapat mendukung pertanyaan angket. Dari hasil penelitian yang dilakukan, mendapatkan pengaruh Pendidikan Agama Kristen terhadap perilaku remaja GKII La'bo'. Oleh sebab itu dalam karya ilmiah ini dituliskan indikator pendidikan agama kristen dalam keluarga yang memengaruhi perilaku remaja La'bo', yaitu mezbah keluarga, pengajaran, dan keteladanan dari orang tua
Kajian Biblika Tentang Penebusan dalam Kitab Rut dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang Percaya Masa Kini
Tujuan penulisan skripsi adalah untuk menjelaskan kajian biblika tentang penebusan dalam kitab Rut serta menjelaskan implikasi tentang penebusan dalam kitab Rut bagi kehidupan orang percaya masa kini. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut: Pertama, penebusan secara konteks dalam kitab Rut adalah tindakan untuk mendapatkan tempat perlindungan melalui pernikahan. Tempat perlindungan ialah rumah tangga, karena kata ini mengandung makna kedamaian dan kebahagiaan, serta keamanan, yang didapatkan dari sebuah pernikahan dan hidup bersama dengan suami. Kedua, penebusan secara konteks dalam kitab Rut ialah menebus dan menegakkan milik pusaka orang lain. Tradisi levirat dalam kitab Rut mengharuskan goel menebus tanah milik Elimlekh yang telah mati (4:3-4) dan menegakkan milik pusaka orang lain (4:5-10) yaitu dengan menikahi Rut. Dalam kitab Rut penebusan bukan hanya menebus benda tetapi juga menebus orang. Ketika berada di dalam Perundingan tentang penebusan di depan hadapan para saksi. Dalam tindakan penebusan ini, penebus juga harus menikah dengan Rut untuk menegakkan nama Elimelekh melalui anak Rut nantinya. Ketiga, penebusan menggambarkan pemeliharaan Allah bagi kehidupan orang percaya. Dalam penebusan, Allah melakukan tindakan-tindakan khususnya demi menggenapi perjanjian-Nya untuk selama-lamanya, tindakan-tindakan ini ialah pemeliharaan Allah bagi orang percaya. Keempat, pernikahan levirat dapat saja dilaksanakan dalam keluarga apabila ada saudara kandung dari orang yang telah meninggal belum memiliki ikatan pernikahan dengan orang lain, dan bersedia untuk menikah dengan janda dari saudara sekandungnya, dan pernikahan ini dilaksanakan sesuai dengan prinsip dari proses pernikahan Kristen. Pernikahan levirat yang sejati itu telah digenapi oleh Yesus Kristus sendiri bagi orang percaya (Matius 25:1-13. Markus 2:18-22). Melalui pernikahan inilah orang percaya dapat melahirkan buah-buah Roh (Galatia 5:22-24). Kelima, penebusan dalam kitab Rut menggambarkan penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus untuk menebus manusia dari hukuman dosa. Bahkan melampaui penebusan dari penebusan di Perjanjian Lama tersebut. Yesus Kristus telah datang ke dunia menjadi penebus bagi manusia dari kematian kekal menjadi hidup yang kekal