Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Ulasan Buku Pelecehan Rohani dalam Gereja
Jeff Van Vonderen mempopulerkan istilah pelecehan rohani. Latar belakang sejarah praktik ini ditelusuri hingga ke gerakan penggembalaan yang bermula di Amerika. Gerakan ini ditandai oelh tingkat penyalahgunaan ekstrem dan eksploitas luar biasa terhadap karunia roh. Akhirnya lahirlah “nabi” yang tidak kompeten dalam mempertahankan kesucian pribadi mereka
Makna Frasa Roh Membawa Yesus untuk Dicobai Iblis dalam Matius 4:1-11 dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang Percaya
Tujuan penulisan skripsi ini adalah: Pertama, frasa Roh membawa Yesus untuk dicobai menunjukkan bahwa Roh yang membawa Yesus adalah Roh Kudus. Hal ini tidak menunjukkan bahwa Roh berada di atas Yesus sehingga memiliki otoritas kepada-Nya, tetapi Roh dalam posisi yang setara dengan Yesus. Peristiwa ini berada dalam rencana Allah bagi Yesus selama hidup-Nya di dalam dunia. Setelah Yesus dibaptis Dia akan segera memulai pelayanan-Nya di dalam dunia, tetapi sebelumnya Dia mengalami pencobaan terlebih dahulu. Pencobaan yang dialami Yesus berasal dari iblis dan bukan dari Roh Kudus. Kedua, Roh juga bisa membawa orang percaya untuk dicobai. Roh tidak mencobai, tetapi iblislah yang mencobai orang percaya. Roh membawa orang percaya untuk dicobai iblis atas seizin Allah dan tetap berada dalam kedaulatan dan pemeliharaan Allah bagi orang percaya. Allah punya rencana ketika Dia mengizinkan orang percaya dicobai oleh iblis. Orang percaya dapat bertahan dalam pencobaan itu dengan menggunakan firman Tuhan seperti teladan yang Yesus telah berikan ketika Dia sendiri dicobai oleh iblis
Analisis Ketaatan Kristus Berdasarkan Filipi 2:1-11 dan Implementasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini
Tujuan penulisan skripsi ini adalah: Pertama, untuk menganalisis dan menjelaskan ketaatan Kristus berdasarkan Filipi 2:1-11. Kedua, supaya orang percaya masa kini dapat mengimplementasikan ketaatan Kristus berdasarkan Filipi 2:1-11. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia sejati. Oleh sebab itu natur Yesus sebagai Allah dan sebagai manusia yang sejati tidak dapat dipisahkan. Kedua, Ketaatan Kristus ditunjukkan melalui tindakan pengosongan diri-Nya dimana Ia rela mengesampingkan kemuliaan dan kehormatan-Nya sebagai Allah dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia dan dalam keadaan-Nya sebagai manusia Ia mau merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib. Ketiga, Ketaatan Kristus sampai mati di kayu salib adalah ketaatan yang dilakukan secara sempurna yang menunjukkan totalitas-Nya sebagai manusia sejati dan melalui kematian-Nya Ia menunjukkan kasih-Nya kepada Bapa dan kepada umat manusia. Keempat, Ketaatan Kristus sampai mati di kayu salib menjadi dasar kehidupan bagi orang percaya. Ketaatan Kristus telah membawa setiap manusia untuk hidup di dalam ketaatan. Kelima, Ketaatan orang percaya kepada Tuhan bukan hanya ditunjukkan dengan melakukan perintah Tuhan dengan setia melainkan juga sebagai bukti bahwa orang percaya mau tunduk di dalam otoritas Tuhan apapun resikonya dan sebagai bukti bahwa orang percaya mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati
Khotbah Natal Dan Tahun Baru Beritakan Kasih Kristus Kepada Dunia
Buku khotbah khusus natal ini saya persembahkan bagi kemuliaan Allah. Kenangan pelayanan yang dapat saya berikan sekiranya dapat memberi berkat rohani bagi jemaat Tuhan untuk dapat bergerak ber-sama menyatakan kasih Kristus yang rela berkorban, penuh dengan kerendahan hati, masuk dalam realita dunia yang pe-nuh dosa dan ketaatan mutlak kepada kehendak Bapa untuk mewujudkan karya keselamatan bagi manusia berdosa
Pengaruh Pembinaan Warga Jemaat Terhadap Pertumbuhan Kerohanian Jemaat GKII Long Pua
Adapun tujuan penulisan skripsi ini, adalah: Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembinaan warga jemaat terhadap pertumbuhan kerohanian jemaat GKII Long Pua. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyimpukan bahwa: Pertama, Bentuk- bentuk pelayanan yang dilakukan dalam membina pertumbuhan kerohanian jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia Long Pua adalah melalui pelayanan: (1) Konseling, (2) Bimbingan (3) PengajaranAlkitab, (4) Perkunjungan. Kedua, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kerohanian jemaat tersebut adalah perkataan tidak memberkati, iri hati dan mementingkan diri sendiri, hal ini terjadi atas kurangnya pelayanan konseling, bimbingan, perkunjungan dan pengajaran Alkitab yang dilakukan kepada anggota jemaat. Ketiga, unsur-unsur dalam meningkatkan pertumbuhan kerohanian jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia Long Pua ialah melalui: (1) Penyembahan, (2) Pengajaran firman Tuhan, yaitu melalui pelayanan kotbah (3) Persekutuan, (4) Keterlibatan anggota jemaat dalam pelayanan
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Firman Tuhan pada Anak Sekolah Minggu di GKKK Makassar Pos PI Panakkukang
Tujuan penulisan yang hendak dicapai oleh penulis yaitu menjelaskan sejauh mana peranan alat peraga dalam menunjang peningkatan motivasi belajar firman Tuhan sekolah Minggu di GKKK POS PI Panakukang. Dalam penulisan karya ilmiah ini metode penelitian yang penulis gunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian survei ini mengunakan kuesioner angket dan pertanyaan wawancara dalam bentuk pengumpulan data. Yang menjadi populasi adalah guru sekolah minggu dan anak sekolah minggu GKKK Makassar POS PI Panakkukang. Hasil penelitian mememukan pengaruh penggunaan alat peraga terhadap motivasi belajar firman Tuhan pada anak sekolah minggu di GKKK Makassar POS PI Panakkukang. Terdapat variabel yang mempengaruhi penggunaan alat peraga terhadap peningkatan motivasi belajar firman Tuhan pada anak sekolah minggu GKKK Makassar POS PI Panakkukang yaitu alat peraga dapat menarik perhatian anak, alat peraga dapat memusatkan perhatian anak, alat peraga dapat melibatkan keaktifan anak, alat peraga sebagai stimulus belajar.
Kata Kunci: Alat peraga, motivasi belajar, firman Tuhan, anak sekolah minggu, GKKK POS PI Panakkukang
Kajian Profesionalisme Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 2 Tumbang Sirat
Adapun yang menjadi tujuan penulisan karya ilmiah ini ialah: Untuk mengetahui adanya pengaruh antara profesionalisme guru terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Tumbang Sirat. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan sebagai berikut: Pertama, studi kepustakaan yaitu penulis membaca dan mengambil data dari buku-buku, jurnal dan internet yang berhubungan dengan judul sebagai penambah materi untuk memproleh sumbangan pikiran, gagasan, dan ide-ide yang baru yang berguna untuk penyusunan skripsi. Kedua, penulis mengadakan observasi langsung di lapangan, yaitu dengan cara membagikan angket secara tertutup yang disebarkan kepada siswa kelas 7 dan 8 dengan tujuan mendapatkan data yang akurat tentang sejauh mana pengaruh profesionalisme guru terdapat prestasi belajar siswa/ i SMP Negeri 2 Tumbang Sirat. Dengan berakhir Bab IV, maka penulis akan mengakhiri penulisan skripsi dan mengambil kesimpulan serta memberi saran-saran yang berkaitan dengan pokok pembahasan dalam penulisan ini.
Adapun kesimpulan dan saran-saran tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, guru atau pendidik memiliki peran dan tanggung jawab yang penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, karena melalui pendidikan guru dapat menolong siswa yang kurang berprestasi sehingga siswa dapat mencapai hasil yang maksimal dalam pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan standar yang diberikan oleh pemerintah. Kedua, guru atau pendidik perlu memahami tugasnya sebagai pendidik, dengan demikian guru dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik sebagaimana mestinya. Karena melalui pemahaman-pemahaman pendidik akan didikkannya akan memudahkan guru atau pendidik melaksanakan proses pembelajaran dengan efektif dan itu dapat menolong siswa mencapai prestasi belajarnya. Ketiga, keberhasilan guru sebagai pendidik juga dapat ditentukan oleh metode-metode dan media yang digunakan dalam melaksanakan proses pendidikan, penggunaan metode dan media sangat menolong guru atau pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar kepada siswa. Keempat, guru atau pendidik harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, baik faktor-faktor internal maupun faktor-faktor eksternal
Implikasi Alkitab, Perundang-undangan, dan Budaya Lokal dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Tri Pusat Pendidikan
Nilai-nilai pendidikan karakter secara tersurat dan tersirat tertuang dalam ajaran agama masing-masing, perundang-undangan, dan budaya lokal. Melalui tulisan ini penulis menjabarkan beberapa butir ayat firman Tuhan yang diambil dari kebenaran Alkitab (khususnya umat Kristen). Selanjutnya juga diambil dari pasal-pasal perundang-undangan dan terlebih lagi diserap dari budaya lokal yang penuh makna yang berkaitan erat dengan pendidikan karakter. Budaya lokal ini telah dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia dan telah diterapkan secara luas oleh budaya masing-masing dan dapat diimplemetasikan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat
Dampak Luka Batin Terhadap Pelayanan Mahasiswi Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar
Fokus penulis dalam skripsi ini adalah melihat dampak dari luka batin terhadap pelayanan yang dilakukan oleh Mahasiswi STT Jaffray Makassar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka penulis memberikan kesimpulan yaitu sebagai berikut: Pertama, ada beberapa faktor penyebab luka batin dalam kehidupan mahasiswi yaitu penolakan, lahir dari keluarga broken home, kekerasan fisik, pelecehan. Faktor-faktor tersebut sangat memengaruhi pertumbuhan rohani dan terkhusus pelayanan bahkan bisa merusak hubungan dengan sesama. Kedua, luka batin yang disimpan dan tidak dibereskan akan menimbulkan dampak yang negatif dan memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Memengaruhi secara psikologis, fisik, emosi, spiritual, dan intelektual. Ketiga, salah satu jalan untuk pemulihan adalah dengan mengetahui apa pokok permasalahnya, serta adanya keterbukaan, dan melibatkan Allah dalam proses tersebut. Keempat, pemulihan adalah suatu proses dalam ketetapan hati untuk terus berjuangan dan melangkah memperbaiki keadaan yang terluka itu bisa disembuhkan atau dipulihkan secara total. Kelima, dalam proses pemulihan, maka harus dilakukan dengan pelayanan konseling atau bimbingan rohani
Implementing Andragogy in Indonesian Theological Schools
Most Christians inIndonesia, when asked about the term "school" or "Sunday school", they always think that those terms are addressed to children's education. Even the term "Adult Sunday School", which is a very familiar sound in the ears of Christians inAmerica, is not heard of among the churches inIndonesia. Why? According to the Christians inIndonesia, Sunday School is always intended for children. It is also carried in general education. That is why the term education is always directed to the education of the children or young persons rather than to adult education.It is time that theological schools inIndonesiaunderstand the importance of andragogy for adult Christian education. InIndonesia, adults do not like the idea of Sunday school or school because they think Sunday school or school is for children and it is beneath their dignity. However, utilizing the andragogical methods described in this paper, adult can learn in a dignified manner. Instead of being lectured what to know as children would be, adults should realize that each one is an integral part of the learning process. Through respectful participation, each adult can learn through discovery as well as contribute insight to others