Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
    294 research outputs found

    Pengaruh Pembinaan Rohani dalam Keluarga Kristen terhadap Perilaku Sosial Siswa Kelas IV-VI di SD Negeri Alaang Kabupaten Alor

    Full text link
    Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan sejauh mana analisis pengaruh pembinaan rohani dalam keluarga Kristen terhadap perilaku sosial siswa kelas IV-VI di SD Negeri Alaang kabupaten Alor. Adapun metode yang digunakan oleh penulis adalah metode kuantitatif dengan cara pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan angket serta melalui studi kepustakaan yaitu melalui buku-buku yang ada di perpustakaan. Dari hasil penelelitian ini maka penulis menarik beberapa kesimpulan. Pertama, pembinaan rohani di dalam keluarga merupakan suatu upaya pendidikan  yang mencakup berbagai kegiatan rohani yang dimaksud untuk membentuk kerohanian anak. Hal ini tentu penting untuk terus dilakukan di dalam keluarga. Mengingat ada begitu banyak realita sosial yang terjadi berkaitan dengan kehidupan keluarga baik yang memberikan dampak positif dan negatif.  Pembinaan rohani seperti ini seharusnya dapat dilaksanakan oleh setiap keluarga Kristen secara khusus bagi setiap orang tua dari anak kelas IV-VI di SD Negeri Alaang kabupaten Alor. Kedua, menyadari tentang pentingnya pembinaan rohani di dalam keluarga, maka tentu saja peran orang tua menjadi suatu tanggungjawab penting yang tak tergantikan dalam membangun perilaku sosial anak. Anak-anak SD merupakan kelompok anak didik yang sebenarnya tidak hanya dibina melalui pendidikan di dalam lingkungan sekolah, melainkan yang lebih utama ialah di dalam keluarga. Ketiga, orientasi pembinaan rohani merupakan aspek lainnya yang perlu diperhatikan dalam membangun perilaku anak. Setiap kegiatan pembinaan rohani yang dilakukan di dalam lingkungan keluarga harus berpusat pada prinsip-prinsip yang alkitabiah. Keempat, kebutuhan akan adanya pembinaan rohani yang tepat merupakan pokok lainnya yang sangat perlu disadari oleh setiap keluarga Kristen yang ada saat ini. Berbagai penyimpangan sosial yang umumnya terjadi saat ini, tentu disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan kebutuhan ini.  Karena itulah, maka penting bagi setiap keluarga untuk dapat mengusahakan adanya suatu pembinaan rohani demi membangun perilaku anak. Sehingga anak-anak tersebut akan menjadi siap serta mampu menghadapi kehidupan sosialnya. Hal ini penting untuk dilaksanakan terutama bagi anak-anak kelas IV-VI  di SD Alaang, kabupaten Alor.  &nbsp

    Implementasi Prinsip Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Surat Efesus 4:1-16 Bagi Pertumbuhan Gereja KIBAID Jemaat Perumnas Makassar

    Full text link
    Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan prinsip pertumbuhan gereja dalam surat Efesus 4:1-16 dan bagaimana mengimplementasikan prinsip pertumbuhan gereja yang terdapat dalam surat Efesus 4:1-16 di Gereja Kibaid Jemaat Perumnas. Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, bahwa yang dimaksud dengan pertumbuhan gereja adalah pertumbuhan gereja itu terjadi bukan hanya dilihat pada jumlah anggota saja tetapi juga kepada pertumbuhan rohani, supaya setiap orang yang ada diluar keselamatan itu sungguh-sungguh bertobat dan kembali kepada Allah dan menjadi anggota gereja yang dapat bertanggung jawab. Kedua, bahwa pertumbuhan gereja itu dapat terjadi karena adanya kesatuan di dalam jemaat.  Orang yang menghasilkan kesatuan iman adalah orang yang hidup berpadanan dengan panggilannya dalam hal rendah hati, lemah lembut, sabar dan menunjukkan kasih dalam hal saling membantu. Ketiga,  bahwa pertumbuhan gereja itu juga dapat terjadi karena adanya satu tubuh, satu iman, satu Roh, satu pengharapan, satu baptisan dan satu Allah yang diikat oleh damai sejahtera, yang di mana didalamnya akan tercipta satu keakraban di antara sesama jemaat. Keempat, bahwa pertumbuhan gereja itu terjadi disebabkan oleh keterlibatan jemaat dalam pelayanan gereja sesuai dengan ukuran kasih karunia yang dianugerahkan Allah kepada masing-masing anggota jemaat sehingga didalamnya pelayanan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Kelima, pertumbuhan gereja dapat terjadi karena Tuhan sudah memberikan kepada jemaat para pengemban tugas gereja (nabi, rasul-rasul, penginjil, gembala dan pengajar-pengajar) untuk memperlengkapi setiap warga jemaat untuk melakukan pelayanan serta membangun jemaat, membangun satu persekutuan yang utuh agar pekerjaan pelayanan dapat berjalan dengan baik sehingga pembangunan tubuh Kristus dapat terjadi. Keenam, pertumbuhan dapat terjadi karena pelayanan yang dilakukan oleh jemaat untuk mencapai kesatuan iman dan mempunyai pengetahuan yang benar tentang Allah, serta kedewasaan penuh dan berpegang teguh kepada kebenaran di dalam kasih dan bertumbuh kearah Kristus yang adalah kepala. Ketujuh, pertumbuhan gereja akan terjadi di GKJ Perumnas apabila adanya kesatuan di dalam jemaat dan diperlengkapinya jemaat untuk terlibat di dalam setiap pelayanan yang dilakukan sehingga jemaat dapat bertumbuh dan dewasa di dalam Tuhan karena dari pada-Nya seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota yang menerima pertumbuhan dan membangun dirinya di dalam kasih

    Pengaruh Pendidikan Keluarga terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia 7-12 Tahun di Gereja Bethel Tabernakel Jemaat Gethsemani Panakkukang Makassar

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana Pengaruh Pendidikan Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia 7-12 Tahun Di Gereja Bethel Tabernakel Jemaat Gethsemani Makassar. Dari penulisan ini diketahui metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan data melalui angket dan wawancara kepada orang tua yang memiliki anak usia 7-12 tahun di Gereja Bethel Tabernakel Jemaat Gethsemani Makassar. Ketika pendidikan telah diberikan, maka akan ada hasil yang baik dilihat dari anak dalam pembentukan karakter anak melalui pendidikan, baik dari orang tua maupun dari sekolah dan lingkungan di sekitarnya. Setiap anak yang memiliki karakter yang benar mempunyai ciri hidup yang mengasihi Allah, sadar akan keselamatan yang diberikan kepadanya, belajar mengenal firman Tuhan, dan menyukai ibadah yang diadakan baik dalam keluarga maupun di lingkungan di mana anak berada. Dari penulisan ini pengaruh dan tanggung jawab orang tua bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmani anak saja, melainkan juga kebutuhan rohani mereka dalam sikap dan perbuatan yang nyata. Karakter anak-anak bermula dengan perasaan dan pengalaman bersama orang tua itulah sebabnya sangat penting untuk memulai iman dari orang tua, yakni dengan mengenal keunikan kita di hadapan Allah dan mengenal iman percaya pribadi kita

    Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa PAUD Bunga Bakung Long Aran

    Full text link
    Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini, adalah: mengetahui pengaruh kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa PAUD Bunga Bakung Long Aran.. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyimpukan bahwa: Pertama, kreativitas guru dalam mempersiapkan materi pengajaran harus dimulai dengan pendahuluan yang menarik, pelajaran sistimatis, tujuannya jelas dan aplikasinya juga jelas. supaya siswa selalu ada motivasi semangat dalam belajar. Kedua, kreativitas dalam menggunakan metode berfariasi, seperti melibatkan siswa dalam pelajaran dan menggunakan media pembelajaran, agar siswa dapat belajar dengan rajin dan giat. Ketiga, faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, sesuai dengan penjelasan pada bab II, siswa akan terhindar dari faktor yang mempengaruhi motivasi belajarnya jika mempunyai seorang guru yang kreatif

    Peran Orang Tua dalam Memberikan Pendidikan Seks terhadap Perilaku Seksual Remaja di GKII Jemaat Tengkapak

    Full text link
    Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk melihat sejauh mana pengaruh peran orangtua dalam memberikan pendidikan seks terhadap perilaku remaja di GKII Jemaat Tengkapak. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya ini adalah melalui pengumpulan jurnal, tinjauan perpustakaan, penyebaran angket dan wawancara langsung dengan remaja dan orang tua di GKII Jemaat Tengkapak. Dari penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa: pertama, sejauh ini ada sedikit pengaruh dari pendidikan seks yang diberikan oleh orang tua kepada remaja. Jika dibandingkan dengan remaja yang tidak mendapatkan pendidikan seks, perilaku remaja yang mendapatkan pendidikan seks dari orang tua ini tidak sampai terlalu parah. Kedua, bentuk-bentuk perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh para remaja GKII Jemaat Tengkapak diantaranya ialah mastrubasi (onani), pornografi dan seks pranikah. Ketiga, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan seks  di kalangan remaja GKII Jemaat Tengkapak ialah kurangnya pendidikan seks dari orang tua, kurangnya waktu bersama keluarga, dan dipengaruhi oleh lingkungan sosial remaja seperti pengaruh teman sebaya. Semakin besar peran orang tua di GKII Jemaat Tengkapak dalam memberikan pendidikan seks untuk remaja maka, semakin kecil pula perilaku seks yang dilakukan oleh para remaja GKII Jemaat Tengkapak

    Apakah Rut, Perempuan Moab Adalah Penyembah TUHAN?

    No full text
    Pernyataan Rut kepada Naomi bahwa “bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (1:16-17) telah menimbulkan pertanyaan tentang kekonsistenan Rut menghidupi kata-kata yang telah diucapkannya. Apakah Rut adalah penyembah TUHAN? Ini adalah pertanyaan penting karena tidak ada informasi dalam kitab Rut tentang firman yang diterima secara langsung oleh Rut untuk pergi ke Betlehem-Yehuda; tidak ada firman kepada Rut untuk bekerja di ladangnya Boas; tidak ada firman kepada Naomi untuk merencanakan pertemuan antara Rut dengan Boas pada malam hari di tempat pengirikannya Boas; dan tidak ada firman secara langsung kepada Boas untuk mengambil Rut sebagai istrinya. Namun berdasarkan kitab Rut dan kitab-kitab lain dalam PL dan PB, dapat dibuktikan bahwa Rut (perempuan Moab, janda, meninggalkan orangtuanya dan allahnya, pergi bersama Naomi, mertuanya ke Betlehem-Yehuda, hidup sebagai orang asing, dan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan mertuanya) adalah seorang penyembah TUHAN. Keberadaan Rut sebagai penyembah TUHAN terwujud melalui perkataannya dan sikap hidupnya.Ruth's statement to Naomi that "your people are my people and your God my God" (1:16-17) has raised questions about the consistency of Ruth living the words she had spoken. Is Ruth a worshiper of the Lord? This is an important question because there is no information in Ruth about the word that Ruth received directly to go to Bethlehem-Judah; there was no word to Ruth to work in Boaz's field; there was no word to Naomi to plan the meeting between Ruth and Boaz at night at Boaz's threshing floor; and there was no word directly to Boaz to take Ruth as his wife. But according to the book of Ruth and other books in the OT and NT, it can be proved that Ruth (the woman of Moab, widow, left her parents and gods, went with Naomi, her mother-in-law to Bethlehem-Judah, lived as a stranger, and worked to fulfill her needs and his father-in-law) is a worshiper of the Lord. The existence of Ruth as a worshiper of the Lord was realized through her words and attitude of life

    Pengaruh Minuman Keras terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Papua di Kota Makassar

    Full text link
    Tujuan penulisan skripsi ini adalah: Pertama, mengkonsusmi minuman keras memengaruhi daya pikir, sehingga berdampak buruk pada prestasi yang ingin dicapai. Kedua, mengkonsumsi minuman keras adalah suatu kelakuan yang tidak sesuai dengan harapan orangtua, gereja dan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita. Ketiga, mengkonsumsi minuman keras tidak sesuai dengan ajaran agama. Mengkonsumsi minuman keras memengaruhi hubungan manusia dengan Allah

    Tinjauan Teologis terhadap Keadilan Allah Berdasarkan Ayub 39:34-40:9 dan Implementasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini

    Full text link
    Tujuan penulisan skripsi ini adalah memaparkan tinjauan teologis terhadap keadilan Allah berdasarkan Ayub 39:34-40:9 dan menjelaskan implementasinya di dalam kehidupan setiap orang percaya pada masa sekarang. Adapun kesimpulan dari pembahasan ini adalah sebagai berikut: Pertama,  Allah memperlihatkan kepada Ayub yang sedang mengalami penderitaan ialah bahwa Dia telah menciptakan dunia dalam hikmat dan Ia memerintah dengan hikmat dan keadilan-Nya. Penderitaan yang menimpa Ayub tidak berarti bahwa Allah tidak lagi mengasihi hamba-Nya yang setia itu. Kedua, Penderitaan orang benar seperti yang dialami oleh Ayub, tidaklah meragukan kebaikan Allah. Penderitaan Ayub terjadi dalam kehendak Allah yang mengizinkan penderitaan tersebut terjadi, namum penderitaan tersebut diizinkan Allah terjadi atas Ayub demi maksud yang bijaksana. Ketiga, orang percaya harus selalu merendahkan diri di hadapan Allah dan menyerahkan kehidupan dan ketergantungan total kepada Allah, walaupun dalam mengalami suatu masalah atau penderitaan. Keempat, Allah sendiri yang bertindak untuk memutuskan penderitaan yang dialami oleh Ayub. Sebab, Allah yang berdaulat menyatakan keadilan-Nya. Kelima, Ayub tidak dapat meniadakan keadilan Allah dengan mempersalahkan Allah atas penderitaan yang di alaminya dan membenarkan dirinya. Bahkan orang percaya saat ini ketika mengalami penderitaan tidak dapat membenarkan diri dan mempersalahkan Allah atas penderitaan yang dialami

    Ulasan Artikel Jurnal Pengembangan Kurikulum (Curriculum Development)

    Full text link
    Tulisan ini membahas pengalaman pengembangan kurikulum berbasis sekolah (School-Basic Curriculum Development-SBCD) di Hong Kong. Secara tradisional, perubahan kurikulum di Hong Kong biasanya birokratis dengan tindakan pengawas dipantau. Studi kasus kualitatif ini menyelidiki pengalaman hidup dari praktik SBCD. Wawancara semi terstruktur digunakan untuk menguji persepsi guru terhadap reflektif pengalaman SBCD di sekolah mereka dan adaptasi apa yang mereka buat saat memberikan materi berbasis sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa semua guru memiliki sikap positif terhadap pendekatan reflektif ini terhadap SBCD dan menekankan seni praktik mengajar mereka. Guru juga menerapkan kebijaksanaan dalam menanggapi tingkat dan minat siswa mereka saat menerapkan kurikulum berbasis sekolah di tingkat kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan reflektif terhadap perencanaan kurikulum dengan implementasi bottom-up dapat memberdayakan guru yang mencerminkan kreativitas, seni, pengetahuan subjek dan keterkaitannya dengan pedagogi, dan pengetahuan siswa mereka. Temuan studi kasus ini sangat kontras dengan penelitian sebelumnya yang berkaitan ke program SBCD yang dipimpin pemerintah Hong Kong yang lebih fokus pada pemenuhan persyaratan kurikulum yang dimaksud daripada pada personalisasi kurikulum untuk memenuhi kebutuhan siswa (Yuen, Boulton, and Byrom, 2018). A. Poin-poin penting dalam tulisan ini 1. Konteks sejarah School-Based Curriculum Development (SBCD) Sistem guruan Hong Kong telah dikritik sangat terpusat. Tindakan guru sangat dipengaruhi apa yang diharapkan oleh pemerintah, orang tua, dan sekolah di tahun 1980 (Dickson dan Cumming 1996; Morris 1997). Para guru dipandang sebagai teknisi yang bertugas mengirimkan pengetahuan berdasarkan kurikulum yang dimaksud tanpa banyak taggapan berbeda siswa. Sebuah pernyataan dari Departemen Guruan Hong Kong (1992) mengakui kebutuhan untuk mendorong Bschools untuk mempelajari dan mengidentifikasi kebutuhan dan pengembangan khusus mereka sendiri. Kurikulum untuk melayani mereka (dikutip di Morris dan Adamson 2010, 30). Hal ini diikuti oleh beberapa inisiatif di akhir tahun 1990an yang ditujukan untuk memenuhi kurikulum berbasis pelajar, kurikulum berbasi

    Tinjauan Teologis Terhadap Konsep Rasul Paulus Tentang “Kelemahan” Berdasarkan Surat 2 Korintus 12:1-10 Dan Implikasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini

    Full text link
    Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan tentang pemahaman teologis terhadap konsep Rasul Paulus tentang kelemahan berdasarkan 2 Korintus 12:1-10 serta untuk menjelaskan implikasi praktis tentang kelemahan sesuai konsep Rasul Paulus berdasarkan 2 Korinstus 12:1-10 dalam kehidupan orang percaya masa kini. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, kelemahan dapat menghindarkan manusia dari meninggikan diri supaya manusia tidak melupakan Allah dalam keberhasilan. Karena keberhasilan banyak kali membuat manusia menjadi sombong dan dengan cepat melupakan Tuhan serta cenderung membanggakan dirinya. Dengan adanya kelemahan seseorang akan menyadari bahwa kesuksesan yang dicapai itu karena pemeliharaan Allah. Kelemahan juga akan menanamkan kaki orang percaya untuk tetap melekat pada bumi dan hidup dalam kerendahan hati. Kedua, kelemahan menyatakan kecukupan kasih karunia Allah, karena dalam kelemahan seseorang akan terus berharap dan bergantung kepada Allah, dan dalam kepasrahan kepada Allah ia akan merasakan bahwa kasih karunia Allah yang besar dan cukup untuk mengatasi segala kelemahannya. Kecukupan kasih karunia Allah terbukti dan menjadi nyata disaat seseorang berada dalam kelemahan dan tidak melihat jalan keluar yang pasti. Ketiga, kelemahan diberikan Allah untuk tujuan tertentu karena dengan adanya kelemahan setiap orang akan mengerti bahwa Allah bisa mencapai tujuannya di atas kelemahan dan kerendahan hati manusia, bukan di atas kekuatan dan keyakinan pada kekuatan dirinya sendiri, dan bahwa Ia dapat memakai orang yang biasa-biasa saja dan penuh kekurangan bahkan lebih tertarik kepada orang-orang yang menyadari dan mengakui keterbatasan atau kelemahannya, supaya menjadi nyata bahwa dalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi sempurna. Keempat, kelemahan sebagai realitas hidup yang menjadikan kuat. Oleh sebab itu setiap kelemahan harus dihadapi dengan tetap bersandar kepada Allah karena Dia akan memberikan kekuatan kepada orang percaya dan gereja-Nya untuk bertahan dan menghadapi kelemahan tanpa harus menyalahkan keadaan

    73

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇