Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
"Utuslah Aku": Eksposisi Yunus Pasal 3-4 Tentang Pengutusan Nabi Yunus Berdasarkan Perspektif Allah Menyesal
Mereka yang seharusnya dipanggilTuhan untuk pergi ke Niniwe (1:1-2), tetapi melarikan diri ke Tarsis (1:4-14), dan saat ini sedang berdoa dalam Perut ikan besar dengankebingungannya (Yun. 2:1-9), akan kembali kepada panggilannya, yaituberbalik arah menuju ke Niniwe (3:1-2), untuk melaksanakanpelayanannya (3:4-9), karena Allah yang memanggil, walaupun Iadisebut Allah yang menyesal, tetapi Ia adalah Allah yang menyerukananugerah, Allah menerima pertobatan, dan diakui dalam pemberitaanPerjanjian Lama. Sebagai Allah yang menyesal, Ia adalah Allah yangterbuka terhadap orang-orang yang belum diselamatkan; Ia adalah Allahyang berdaulat untuk melakukan yang terbaik bagi manusia; Ia adalahAllah yang Mahatahu yang mengantisipasi segala Perubahan sikap hidupmanusia di masa yang akan datang; Ia adalah Allah yang konsistenterhadap firman yang telah dinyatakan-Nya; dan Ia adalah Allah yangkonsisten terhadap sifat-sifat-Nya, sebagai Allah yang penyayang danpengasih serta panjang sabar dan berlimpah kasihs setia (4:2)
Memahami Nyanyian Jemaat Sebagai Sentral Musik Gereja Apa Dan Bagaimana?
Banyak orang yang menganggap bahwa nyanyian jemaat dalamibadah tidak terlalu penting dibandingkan dengan nyanyian paduansuara atau musik lainnya yang ada di gereja. Dengan anggapan bahwajemaat sudah mengenal, sudah mengetahui, bahkan sudah menguasailagunya, maka tidak perlu ada persiapan atau pun latihan. Tentu saja inianggapan yang sangat keliru. Setiap umat hendaknya memahami bahwanyanyian jemaat yang digunakan dalam rangkaian liturgi ibadahharuslah dipersiapkan, dilatih, dan dipersembahkan dengan sebaikbaiknya.Sikap peduli nyanyian jemaat perlu dipertahankan, pemeliharaanbuku nyanyian harus terus menerus dilakukan. Memang harus diakui,kesalahan seringkali terjadi seperti: penggunaan lagu dari minggu keminggu itu-itu saja – tidak sesuai dengan tematik ibadah, kurang variatif,selera siapa (?) – penempatan nyanyian tidak sesuai dengan rumpunibadah – lagu tidak sesuai dengan kalender gereja, tidak sesuai dengandoktrin gereja – tetapi semua itu merupakan hal yang masih bisadihindari bahkan diperbaiki demi mencapai kesempurnaan
Dampak Keterbukaan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak Penderita Autis Di Sekolah Luar Biasa C Rajawali Dan Klinik Buah Hatiku Makassar
Tujuan penulisan pada karya ilmiah ini adalah untuk menganalisis pengaruhketerbukaan orang tua, berupa penerimaan dan bahasa kasih terhadap prestasi anakautis di Sekolah Luar Biasa C Rajawali dan Klinik Buah.Hatiku.Makassar.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah iniuntuk mendapatkan data yang diperlukan, adalah: Pertama, angket dikelola secarakuantitatif untuk mengetahui hubungan antara penerimaan orang tua dan bahasakasih yang ditunjukkan oleh orang tua terhadap prestasi anak penderita autis.Populasinya adalah semua anak autis di Sekolah Luar Biasa C Rajawali Makassardan Klinik Buah Hatiku Makassar, yang berjumlah 25 orang. Sampel dalam tulisanini adalah anak autis di Sekolah Luar Biasa C Rajawali Makassar sebanyak 6 orangdan anak autis di Klinik Buah Hatiku Makassar sebanyak 19 orang. Teknik analisisdata yang digunakan adalah analisis regresi linear dengan menggunakan programSPSS 17. Kedua, metode library research atau pengumpulan data melalui studikepustakaan, yakni penulis mencari dan membaca beberapa buku yang berkaitandengan judul karya ilmiah yang akan penulis bahas. Ketiga, metode wawancara danobservasi. Dalam metode ini, penulis akan memperoleh data-data dari berbagaipihak, khususnya yang terlibat langsung dalam menangani anak autis.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Pertama, Penerimaan orangtua berpengaruh terhadap prestasi anak autis. Kedua, bahasa kasih yang ditunjukkanoleh orang tua berpengaruh terhadap prestasi anak autis
Doctrine of Trinity: a Theological Approach of Evidence of the Trinity in the New Testament
The doctrine of the Trinity has been a divisive issue throughoutthe entire history of the Christian church. While the core aspects of theTrinity are clearly presented in God's Word, some of the side issues arenot as explicitly clear. The Father is God, the Son is God, and the HolySpirit is God—but there is only one God. That is the biblical doctrine ofthe Trinity. Beyond that, the issues are, to a certain extent, debatable andnon-essential. Rather than attempting to fully define the Trinity withour finite human minds, we would be better served by focusing on thefact of God's greatness and His infinitely higher nature.From the Second Century to our present age many people havefound the biblical doctrine of the Trinity hard to understand. Someonehas said of this doctrine: “Try to explain it, and you'll lose your mind; buttry to deny it, you'll lose your soul
Historicity of the Resurrection: a Theological Approach of Evidence of the Resurrection of Christ in the New Testament
Jesus is the resurrection and the life. He'll never wear grave clothesagain. When he appeared to his disciples after the resurrection, heappeared not in a shroud of death, but walking in endless life.The Lord Jesus is the Son of God who became man. He is very Godand very man. He was crucified, he died and was buried, and he wasraised from the dead on the third day according to the Scriptures.The proofs of resurrection can be found both in the Scripture andalso in the history. Historically, the empty tomb and Jesus appearancesto His disciples and many of His followers are clear proving that theresurrection of Chris is real. Biblically, it was the main preaching andteaching of the apostles. Beside that Jesus Himself prophesied andteaches about His resurrection.These three great facts--the resurrection appearances, the emptytomb, and the origin of the Christian faith--all point unavoidably to oneconclusion: The resurrection of Jesus. Today the rational man can hardlybe blamed if he believes that on that first Easter morning a divine miracleoccurred. Further fact is, if no resurrection, there will no church, therewill no Christianity. Because of Jesus resurrection, the believers haveassurance future life. Because He lives, there is hope for the future; thereis certain hope for the salvation of the believers
Paradigma Misi Dokter Kristen Di Indonesia Dalam Terang Injil Lukas
Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: untuk mengetahui pelaksanaan misi oleh dokterKristen di Indonesia dan sejauh mana misi itu dijalankan dilihat dalam terang InjilLukas.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah iniuntuk mendapatkan data yang diperlukan adalah: Metode penelitian yang digunakanadalah “Penelitian Survei.” Populasinya adalah dokter Kristen yang ada di kotabesar di Indonesia di mana sampelnya diambil secara acak. Pengambilan datadilakukan dengan kuesioner dan wawancara.Adapun kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan karya ilmiah iniadalah: Pertama, jika misi dilihat dari aspek kasih, dapat dikatakan dokter Kristendalam penelitian ini belum terlalu materistis dan telah mempraktikkan kasih itu,khususnya dengan keberpihakan mereka kepada orang-orang miskin. Kedua,pengakuan iman yang baik tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hariseperti membaca Alkitab dan berdoa secara teratur. Ketiga, meskipun mayoritasresponden sadar bahwa pekerjaan mereka sebagai dokter adalah panggilan Tuhanuntuk melayani, namun kesibukan, padatnya jadual telah membuat panggilan itumenjadi kabur. Keempat, bahaya legalisme mulai tampak melihat banyaknya jumlahmereka yang bersaksi secara verbal, namun tanpa spiritualitas, mempraktikkan kasihtanpa nilai kemanusiaan yang utuh, pengakuan iman dengan bukti yang samar-samar.Kelima, sekalipun dari aspek kasih, dokter-dokter Kristen dalam penelitian inikelihatannya sudah melaksanakan misinya, namun secara keseluruhan, setelahdianalisis melalui komparasi, interpretasi dan deskripsi, secara deduktif dapatdiambil kesimpulan akhir bahwa mayoritas dokter Kristen dalam penelitian ini dandokter Kristen di Indonesia mempunyai keinginan untuk melaksanakan misinya,namun masih jauh dari paradigma misi Injil Lukas
Tinjauan Teologis-Antropologis Terhadap Peran Agama Oleh Manusia Dalam Mengembangkan Nilai–Nilai Kemanusiaan Di Era-postmodernisme
Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis memiliki tujuan yakni: Pertama,Menguraikan Kajian teoritis Postmodernisme . Kedua, Memaparkan sumbangsih agama didalam Postmodernisme. Ketiga, Memaparkan peran agama dalam mengembangkan nilainilaikemanusiaan di era postmodernisme berdasarkan tinjauan teologis-antropologis.Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitianpustaka yang berkaitan dengan persoalan yang ditulis. Data primer yang digunakanadalah buku-buku yang berkaitan langsung dengan objek penelitian, data dariinternet, karangan yang tidak diterbitkan serta beberapa sumber yang menyangkuttopik yang diteliti.Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa sumbangsih postmodernisme bagiagama, yakni paradigma berpikir dan cara beragama yang baru, dialog dan cara beragamayang baru melalui kemanusiaan titik pijak yang baru. Manusia mempunyai hubungan denganrealitas tertinggi yakni Allah. Sebab, modernisme melupakan sisi manusia yang lain yaknikesadaran akan kekuatan yang diluar dirinya. Identitas manusia, ditentukan oleh dimensihubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Dalam hal ini agamadan sain bekerja sama dalam membangun dan membuat manusia sejahtera
Peranan Perempuan Dalam Mengembangkan Pelayanan Di Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah III Nabire Papua
Setiap tindakan yang kita lakukan pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan yang ingin di capai dari penulisan karya ilmiah ini adalahsebagai berikut. Pertama, untuk menjelaskan sejauh mana peranan perempuandalam mengembangkan pelayanan di gereja pada umumnya dan khususnya diGKII Daerah Nabire. Kedua, mengupayakan strategi pelayanan dalammeningkatkan peranan perempuan dalam mengembangkan pelayanan di gereja.Untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan denganpenulisan karya ilmiah ini, maka penulis menggunakan beberapa metode sebagaiberikut: Pertama, mengadakan observasi atau pengamatan lapangan, adalah carapengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standaruntuk keperluan tersebut”. Kedua, mengedarkan angket kepada beberapa anggotajemaat GKII Daerah III Nabire Papua. Ketiga, mengadakan wawancara denganbeberapa anggota jemaat dan juga gembala dari beberapa gereja GKII Daerah IIINabire Papua. Kempat, riset perpustakaan dengan mengumpulkan data atauinformasi dari buku-buku yang ada di perpustakaan Sekolah Tinggi TeologiaJaffray Makassar serta internet.Hasil yang didapat dari penulisan karya ilmiah ini adalah: tidak semuagereja atau jemaat yang ada di gereja GKII Daerah III Nabire, menolak perempuanuntuk terlibat dalam pelayanan di gereja, hanya ada di gereja tertentu saja yangmenolak perempuan untuk melayani di gereja
Analisis Peran Teori Komunikasi Untuk Mencapai Tujuan Khotbah Yang Komunikatif Di Gereja Kibaid Klasis Makassar
Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah: menjelaskan hubunganantara khotbah yang komunikatif dengan penerapan khotbah hamba Tuhan di GerejaKIBAID Makassar.Penulisan karya ilmiah ini diselesaikan dengan menggunakan metodepenelitian kuantitatif. Penelitian ini didukung oleh penelitian lapangan dan penelitianpustaka. Penelitian lapangan dilakukan dengan teknik observasi langsung, interviewdan questioner.Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, untuk mencapai tujuan khotbah yangkomunikatif dalam jemaat, harus memperhatikan unsur-unsur komunikasi. Unsurunsurini harus dapat bersinergi, seperti pada peran pesan, peran komunikator, perankomunikan, peran cara menyampaikan, peran hasil, dan peran feedback. Kedua, Pesandalam khotbah merupakan pesan yang bersumber dari Allah yang didapatkan/dibacalewat Alkitab. Pesan disampaikan untuk manusia sesuai dengan kebutuhannya,bukan berdasarkan kemauan atau keinginan pengkhotbahnya. Ketiga, komunikatoratau seorang pengkhotbah adalah orang yang mendapat panggilan khusus menjadiseorang pengkhotbah. Seorang yang mampu menyampaikan pesan Firman Tuhansecara arif dan profesional, agar jemaat atau komunikan dapat mengalami hidupyang penuh dengan kataatan kepada Tuhan
Spiritual Seorang Pelayan Tuhan
Sehubungan dengan kebiasaan membaca Alkitab, George Muller,seorang hamba Tuhan yang sangat dipakai Tuhan memberikan beberapanasihat sebagai berikut: (1) Bacalah Alkitab dengan tetap. Bacalah secaraberganti-ganti dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru setiap hari.Mulailah membaca dari permulaan sampai habis. Setelah selesaimembaca keduanya, mulailah kembali dari permulaan. (2) BacalahAlkitab dengan berdoa. Mintalah pertolongan dari Roh Kudus agar Diamenerangi hati kita. (3) Bacalah Alkitab dengan merenungkannya.Renungkanlah apa yang dibaca supaya dapat dikenakan pada dirisendiri. Lebih baik membaca sedikit dan merenungkan banyak daripadamembacabanyak dan merenungkan sedikit. (4) Bacalah Alkitab denganmengenakan pada diri sendiri. Jangan membaca hanya dengan tujuanuntuk mengajar orang lain, tetapi bacalah Alkitab dengan maksud untukdikenakan pada diri sendiri. (5) Bacalah Alkitab dengan iman. Terimala