Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
    294 research outputs found

    Inkarnasi:Realitas Kemanusiaan Yesus

    No full text
    Inkarnasi adalah doktrin Kristen yang bersumber pada Alkitab, yaitu Firman adalah kekal, Ia bersama Allah, Ia adalah Allah, dan Ia menjadi manusia. Ia adalah Anak Tunggal Bapa yang menjadi manusia yang sempurna. Kehadiran-Nya di bumi menyatakan Bapa dan melaksanakan kehendak Bapa, yaitu mengerjakan keselamatan bagi orang berdosa melalui kehidupan, pelayanan, kesengsaraan, penyaliban, dan kematian di Kayu Salib. Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Yesus selama Ia berada di bumi berkaitan langsung dengan keselamatan manusia. Sebelum Yesus naik ke surga, Ia telah menunjukkan realita kemanusiaan-Nya, relasi sosial-Nya, pelayanan-Nya, dan mempersiapkan para murid sebagai pemimpin yang meneruskan pelayanan yang telah dilaksanakan-Nya dan melaksanakan pemberitaan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dunia.Incarnation is a Christian doctrine which originates from the Bible and which explains that the Word is eternal, the Word was together with God, the Word was God, and the Word became human. The Word is the one and only Son of the Father who became the perfect man. His coming to earth manifested the Father and implemented the will of the Father, that is, effected the salvation of sinful man through His life, ministry, suffering, death on the Cross, and resurrection. All of the events that happened in the life of Jesus as long as He was on earth are directly related to the salvation of mankind. Before Jesus ascended to heaven, He showed the reality of His humanity through His social relationships and His ministry, and prepared the disciples as leaders to continue the ministry that He initiated and to promulgate the preaching that Jesus is the one and only Savior of the world

    PRINSIP-PRINSIP PERTUMBUHAN GEREJA BERDASARKAN KITAB KISAH PARA RASUL

    No full text
    Kitab Kisah Para Rasul menjelaskan prinsip-prinsip pertumbuhan gereja bahwa pertumbuhan gereja adalah kehendak Allah karena mereka menyadari bahwa Allah menghendaki gereja-Nya bertumbuh baik secara kuantitas dan kualitas. Roh Kudus berkarya dalam pertumbuhan gereja mula-mula dengan kuasa dan urapan-Nya yang memenuhi para rasul dalam pemberitaan Injil dan penanaman gereja-Nya. Rasul Paulus tidak saja melaksanakan tujuan-tujuan ini dalam pelayanannya, tetapi ia juga menjelaskannya di Efesus 4:1-16. Contoh yang paling jelas terdapat dalam jemaat mula-mula di Yerusalem yang diuraikan dalam Kisah Para Rasul 2:1-47. Mereka saling mengajar, mereka bersekutu bersama-sama, mereka beribadah, mereka melayani, dan mereka menginjil. Gereja ada untuk mendidik, mendorong, memuliakan, memperlengkapi dan menginjil. Gereja yang bertumbuh memiliki tujuan yaitu melakukan Amanat Agung dan hukum terutama dan utama sebagai keseluruhan kitab Taurat

    Kemiskinan dan Kelaparan: Berbagai Pandangan dengan Perspektif yang Berbeda

    No full text
    Terdapat tiga bentuk keterlibatan pada kaum miskin. Pertama, kurang lebih terbatas, dalam bentuk kunjungan ke komunitas-komunitas orang miskin, pertemuan-pertemuan, pendampingan terbatas, dukungan terhadap komunitas-komunitas beserta gerakan-gerakan mereka. Kedua, kerja ilmiah, menjalankan penelitian, menyampaikan penalaran profetis, kritis-kreatif, yang didorong oleh keterlibatan praktis berkaitan dengan keprihatinanm komunitas tersebut. Ketiga, hidup di tengah rakyat dan bekerja bersama rakyat miski

    Konsep Persatuan Dengan Kematian Dan Kebangkitan Kristus Berdasarkan Roma 6:1-14

    No full text
    Persatuan orang percaya dengan Kristus adalah doktrin yang merupakan pemikiran kunci dalam ajaran Tuhan bahkan sangat penting bagi teologi Paulus sehingga seorang penafsir, James S. Stewart menyebutnya sebagai “inti dari agama Paulus.” Menurut hasil uraian tentang konsep persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus berdasarkan Roma 6:1-14, maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, orang percaya telah dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus melalui baptisan, yang berarti ia turut serta mengalami peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Kristus dalam sejarah, yakni penyaliban, kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus. Kedua, persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus mengakibatkan berlalunya ciptaan lama, yaitu kematian manusia lama sebagai status atau kedudukan seseorang dalam persekutuannya dengan Adam. Kematian Kristus adalah kematian bagi dosa, karena itu dalam persatuan dengan kematian Kristus, orang percaya juga telah mati bagi dosa. Ketiga, persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus menghasilkan ciptaan baru, yaitu kehidupan baru sebagai status atau kedudukan orang percaya dalam persekutuan dengan Kristus. Keempat, kehidupan yang berpadanan dengan status baru orang percaya dalam Kristus adalah kehidupan dalam pengudusan yang meliputi hidup dalam pertobatan dan hidup untuk melayani Allah.The unity of the believer with Christ is a doctrine which is a key thought in the teaching of Jesus, moreover it is very important for Paul's theology such that one commentator, James S. Stewart, delineates it as the “Man in Christ: The Vital Elements of St. Paul's Religion.” Based upon the results of an analysis about the concept of unity in the death and resurrection of Christ based upon Romans 6: 1-14, the author draws several conclusions as follows: First, believers have been made one with the death and resurrection of Christ through baptism, which means the believer participates in the events which were historically experienced by Christ, that is, the crucifixion, death, burial, and resurrection of Christ. Second, unity with the death and resurrection of Christ causes the passing of the old creation; the death of the old man as the status or position of a person regarding their relationship to Adam. The death of Christ is a death to sin, because in the unity with the death of Christ, a believer has also died to sin. Third, unity with the death and resurrection of Christ produces a new creation, that is, a new life, with the status or position of a believer regarding their relationship to Christ. Fourth, a life which is in harmony with the new status of a believer in Christ is a life in the process of sanctification, which encompasses living in repentance and living to serve God

    Pengajaran Tentang Panggilan Berdasarkan Kitab Yunus

    Full text link
    Eksposisi panggilan pelayanan berdasarkan kitab Yunus menyimpulkan bahwa Allah yang memanggil adalah Allah yang menyerukan anugerah bagi hamba-Nya dan bangsa-bangsa lain, Allah menerima pertobatan, dan Allah yang menyatakan diri-Nya untuk lebih dikenal oleh hamba-hamba-Nya. Panggilan Allah tidak pernah gagal sekalipun yang diutusnya dengan sengaja lari dari panggilan. Ia adalah Allah yang konsisten terhadap firman Tuhan yang telah dinyatakan-Nya; dan Ia adalah Allah yang konsisten terhadap sifat-sifat-Nya, sebagai Allah yang penyayang dan pengasih serta panjang sabar dan berlimpah kasih setia (4:2). Dia juga adalalah Allah yang mengasihi dan panjang sabar dalam meneguhkan panggilan-Nya kepada seseorang untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Allah membawa kembali hamba-Nya kepada penyadaran akan sifat-sifat-Nya berlawanan dengan pemikiran hamba Allah terhadap diri-Nya

    Analisis Pendayagunaan Karunia-Karunia Roh Terhadap Pertumbuhan Jemaat Gereja Pantekosta Di Indonesia El-Shaddai Makassar

    No full text
    Pendayagunaan karunia-karunia Roh terhadap pertumbuhan jemaat memiliki dampak pada pertumbuhan gereja secara kuantitas dan kualitas. Penelitian ini dilaksanakan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El-Shaddai Makassar dengan tujuan melihat pengaruh pendayagunaan karunia-karunia Roh terhadap pertumbuhan gereja secara kuantitas dan kualitas melalui riset lapangan terhadap jemaat lokal. Kesimpulan penelitian ini adalah: Pertama, pendayagunaan karunia-karunia Roh yang dimiliki oleh setiap orang percaya memiliki satu atau lebih karunia, suatu strategi diperlukan untuk memperkenalkan karunia-karunia Roh melalui khotbah, ceramah, pendalaman Alkitab, sehingga mereka meyakini dan memercayai bahkan dapat menemukan karunianya, kemudian dikelompokkan dalam satu kelompok semua yang memiliki karunia sejenis, dibina, dilatih dan akhirnya ditempatkan pada pelayanan yang sesuai dengan karunianya. Selain itu, faktor-faktor penunjang pelaksanaan strategis pendayagunaan karunia-karunia Roh adalah organisasi yang mantap, menerapkan bimbingan dalam jemaat, dalam hal ini karunia-karunia Roh, serta ketersediaan keuangan, alat-alat dan lapangan pelayanan yang tersedia.The utilization of the gifts of the Spirit for the growth of the church has an impact on church growth in both quantity and quantity. The research for this article was conducted at the El-Shaddai Church in Makassar of the Pentecostal Church of Indonesia with the purpose of seeing the effect of the utilization of the gifts of the Spirit for both quantitative and qualitative church growth through field research in the local congregation. The conclusions of this study are: First, for the utilization of the gifts of the Spirit, of which every believer has one or more, a strategy is needed that introduces the gifts of the Spirit through sermons, lectures, and Bible studies so that they believe and trust that they can find their gift(s). Then they are put in a group together with those that possess the same gift where they are nurtured, trained, and finally they are placed in a ministry in accordance with their gifts. In addition, the supporting factors of a strategic implementation of the utilization of the gifts of the Spirit are a solid organizational structure, application of nurturing in the church (in this case the gifts of the Spirit), and the availability of finances, equipment, and a place of ministry

    Ibadah Kontemporer: Sebuah Analisis Reflektif Terhadap Lahirnya Budaya Populer Dalam Gereja Masa Kini

    No full text
    Ibarat dua buah sisi mata uang, musik dan ibadah tidak dapat dipisahkan dalam sebuah tata ibadah gereja. Ibadah merupakan salah satu cara jemaat untuk berhubungan dengan Pencipta secara dramatis-simbolis. Thomas G. Long mengatakan bahwa konteks bergereja dewasa ini adalah perang gaya baru, yaitu perang ibadah. Fenomena ini dipengaruhi oleh derasnya arus “budaya pop” yang mampir dalam ibadah gereja, yaitu dengan munculnya Christian Contemporary Music (CCM). Hal ini ditandai dengan wajah segar dalam berbagai bidang pelayanan yang peka terhadap pasar (market sensitive) yaitu peka dengan keinginan orang-orang di zaman ini, termasuk ibadah yang ditata untuk menarik pengunjung gereja. Penggunaan musik Kristen kontemporer dengan peralatan combo band, gaya musik dan aransemennya seperti musik populer umumnya tersebut kemudian merefleksikan sebuah ibadah yang disebut sebagai ibadah kontemporer (contemporary worship) yang sifatnya dinamis dan penuh antusiasme. Namun, kita tidak boleh kehilangan nilai-nilai hakiki yaitu kebenaran Alkitab untuk menata dan mengembangkan ibadah gereja dalam menghadapi derasnya arus “budaya pop”.Like two sides of the same coin, music and worship in a church service cannot be separated. Worship is one way for the congregation to relate to the Creator in a dramatic-symbolic manner. Thomas G. Long declares that in the context of the contemporary church there is a new style war, that is the worship war. This phenomena has been influenced by the swift current of “pop culture” which made its appearancein church worship with the advent of Christian Contemporary Music (CCM). This brought a fresh face to various aspects of ministry which were market sensitive, that is sensitive to the desires of contemporary people, including worship services designed to attract church visitors. Contemporary Christian music uses a full band and the musical style and arrangements of popular music, which is reflected in a worship service called a contemporary worship service whose nature is dynamic and full of enthusiasm. Yet, the Christian church cannot lose essential values, such as using biblical truth as a basis for ordering and developing the church worship service, when facing of the swift current of “pop culture.

    Ulasan Buku: Penafsiran Narasi Perjanjian Lama

    No full text
    Buku ini menegaskan keistimewaan kritik narasi terhadap Alkitab sebagai suatu gaya penulisan mengenai pengisahan peristiwa atau kejadian yang diakui sebagai fakta sejarah mengenai pekerjaan Allah di bumi ciptaan-Nya dan melalui umat-Nya (hal. 1). Menarik sebab penulis buku ini (Peniel C.D. Maiaweng) tetap mempertahankan narasi sebagai “fakta sejarah” sebab pada umumnya kritik naratif mendekonstruksi latar belakang sejarah dalam tulisan dengan memberi penakanan terhadap upaya untuk menggali dan menghargai estetika/seni di dalam Alkitab oleh karena setiap narasi/cerita yang ada di dalamnya sarat dengan makna. Selanjutnya, penulis mendeskripsikan dengan panjang lebar komponen-komponen narasi yakni narator atau pencerita, sudut pandang, waktu cerita, plot atau alur, adegan, pemilihan materi, tokoh, pengulangan dan kata kunci, dan atmosfir (hal. 2-10). Agaknya penulis sangat bergantung dengan struktur yang diusulkan oleh Richard L. Pratt, Jr (He Gave Us Stories) dan Grant Osborne (The Hermeneutical Spiral), sehingga komponen-komponen lain dalam genre narasi maupun kritik naratif yakni tema, motif, gaya, gaya bahasa, simbolisme, setting tempat tidak diangkat oleh penulis. Sekalipun demikian, cukuplah sudah penulis telah mengantar pembaca untuk membahas seluk-beluk kritik naratif sebagai alternatif dalam hermeneutika Alkitab

    Spiritualitas Kerajaan Allah: Khotbah Yesus di Bukit dan Implikasinya bagi Kehidupan Kristen

    No full text
    Spiritualitas Kerajaan Allah dimana Allah dan Kerajaa-Nya adalah pusat pemberitaan dan fokus setiap orang percaya dalam membangun hubungan dengan Allah dan sesama. Inti spiritualitas adalah kasih. Yesus berkhotbah di bukit menjelaskan betapa kerinduan Allah kepada orang Kristen untuk hubungan yang indah dan mengajarkan kasih kepada sesama sehingga orang Kristen mengasihi Allah dan sesama. Ucapan bahagia berdasarkan Matius 5:3-12 juga menjanjikan Kerajaan Allah itu sendiri melalui berkat, yang Yesus beritakan dalam pengajaran-Nya, bukan saja berkat masa depan, tetapi juga berkat masa kini bagi mereka yang miskin, beduka, lemah lembut, murah hati, lapar dan haus, berhati suci, suka berdamai dan yang siap menderita untuk kehendak Allah. Sikap spiritualitas ini adalah cerminan spiritual yang sejati bagi kehidupan Kriste

    Analisis Dampak Pemanfaatan Internet Terhadap Indeks Prestasi Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

    No full text
    Ilmu pengetahuan akan semakin terus berkembang dengan adanya kemajuan teknologi dalam bidang informasi. Perkembangan ilmu pengetahuan ini menuntut cara baru dalam hal memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan itu sendiri. Internet adalah salah satu sumber informasi yang dewasa ini sangat dibutuhkan oleh para pelajar, mahasiswa, dosen maupun peneliti untuk membantu proyek penelitian mereka. Selain itu kemajuan teknologi informatika seperti smart phone, gadget, dan tab yang mudah diperoleh dan harga terjangkau memudahkan akses internet. Internet saat ini sangat digemari oleh banyak orang karena memiliki fitur dan manfaat yang beragam pula. Dibandingkan kita mencari buku dan membacanya, internet menyajikan kecepatan data dan layanan informasi yang beragam melalui sentuhan jari kita dalam menjangkau informasi misalnya melalui google engine untuk mencari data-data statistik dan ilmu pengetahuan dan multimedia (film, musik, gambar dan lain-lain). Adapun pelayanan menurut penulis dapat membantu tugas-tugas ilmiah dari pengguna adalah jurnal elektronik, artikel ilmiah, buku elektronik, forom komunikasi elektronik (mailinglist), mendengarkan khotbah (live stream), serta search engine

    73

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇