Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
Peran Agen Dalam Mengatasi Keterlambatan Muat Batu Bara di MV. STH London di Bunati Anchorage
Abstrak - Keagenan kapal merupakan suatu bentuk
pelayanan jasa yang memiliki fungsi dan misinya untuk
mewakili sebuah perusahaan pelayaran asing maupun kapal
perusahaan angkutan laut nasional selama berada di wilayah
Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor
apa saja yang menyebabkan keterlambatan proses muat batu
bara di MV. Sth London di Bunati Anchorage, mengetahui
apa saja dampak keterlambatan proses muat batu bara di
MV. Sth London di Bunati Anchorage, dan mengetahui peran
agen dalam mengatasi keterlambatan muat batu bara di MV.
Sth London di Bunati Anchorage.
Metode yang digunakan peneliti adalah metode
deskriptif kualitatif. Adapun objek penelitian adalah MV.
Sth London. Penelitian ini melakukan pengumpulan data
dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka dan
dokumentasi yang terarah kepada seluruh informan yang
terlibat langsung ialah Chief Officer MV. Sth London, Shipper
dan Foreman.
Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa
faktor keterlambatan pemuatan disebabkan oleh kerusakan
pada wire, kondisi cuaca yang tidak stabil dan batu bara
pada tongkang yang tergenang air. Dampak yang di
akibatkan oleh proses keterlambatan pemuatan adalah
merusak reputasi shipper dan penambahan biaya. Dampak
pihak forman yakni kerugian penghasilan dan waktu.
Dampak bagi crew kapal yakni menyebabkan biaya
tambahan, seperti biaya berlabuh yang lebih lama. Peranan
agen dalam penelitian ini adalah dapat mengkoordinasikan
antara pihak shipper dan kru kapal jika terjadi konflik atau
kendala di atas kapal. Agen juga mengurus semua dokumen
dalam proses pemuatan batu bara
PENERAPAN PENGENDALIAN SERTIFIKAT KAPAL OLEH PT SINARMAS LDA MARITIME DENGAN SISTEM ERP PADA MT PETRO OCEAN XIX
ABTRAKSI
Nurifani, Aulia Zahra, 2024, 572011337544 K, “Penerapan Pengendalian
Sertifikat Kapal oleh PT Sinarmas LDA Maritime dengan Sistem ERP pada MT
Petro Ocean XIX.”, Skripsi Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan
Kepelabuhan Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Retno Hariyanti, S. Pd., M.M., Pembimbing II: Purwantono, S.Psi, M.Pd.
Proses pengendalian dokumen sertifikat kapal oleh PT Sinarmas LDA Maritime
dilakukan menggunakan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis web.
Namun dalam penggunaan sistem ERP terdapat kendala yang terjadi. Pada
penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah yaitu proses pengendalian sertifikat
kapal pada sistem ERP, dampak pada penerapan sertifikat kapal dengan sistem ERP
dan upaya yang dilakukan perusahaan terhadap penerapan sertifikat kapal pada
sistem ERP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan dampak
pengendalian sertifikat kapal berbasis web serta upaya yang dilakukan dalam
penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di PT Sinarmas LDA
Maritime.
Metode penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Sumber data pada
penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder dengan melakukan
wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka yang terarah kepada
informan yang berkompeten dan terlibat langsung. Teknik analisis data yang
digunakan pada penelitian ini adalah metode dari Miles dan Huberman, aktivitas
analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus-menerus
sampai tuntas hingga nanti tidak diperoleh data atau informasi baru. Terdapat empat
tahapan untuk melakukan analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dampak pada penerapan
pengendalian sertifikat kapal pada sistem ERP dapat berpengaruh pada
produktivitas karyawan dan memperlambat proses bisnis di perusahaan
dikarenakan ketergantungan pada koneksi internet dan kurangnya pemahaman
terhadap keterbatasan teknologi yang menyebabkan kesulitan dalam penggunaan
sistem Enterprise Resources Planning (ERP) terhadap karyawan yang lanjut usia.
Tetapi terdapat dampak yang positif dengan penggunaan sistem ERP karena
membantu perusahaan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja
perusahaan. PT Sinarmas LDA Maritime terus meningkatkan upaya dalam
perawatan jaringan koneksi internet dan meningkatkan pelatihan terhadap seluruh
karyawan
PERAN MARINE INSPECTOR DALAM PEMENUHAN ALAT KESELAMATAN KAPAL
Abstraksi - Marine Inspector adalah orang dengan pelatihan
khusus dalam survei maritim yang dapat memantau dan
melaporkan keadaan kapal yang sebenarnya melalui inspeksi,
pengawasan, dan ujian. Keadaan kapal dan bagian-bagiannya,
serta permesinan, komunikasi, navigasi, dan sistem keselamatan,
sering kali diperiksa. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
Mengetahui prosedur Marine Inspector dalam melaksanakan
pemeriksaan alat keselamatan kapal di perairan Indonesia. (2)
Mengetahui Kendala apa yang dihadapi oleh Marine Inspector
dalam pelaksanaan pemeriksaan alat keselamatan kapal di
perairan Indonesia.
Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif, dengan
mengumpulkan data wawancara dari tiga orang Marine
Inspector dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan
Kementerian Perhubungan. Teknik analisis data yag digunakan
yaitu Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber
data, triangulasi metode, dan member check.
Penelitian ini menguraikan prosedur Marine Inspector untuk
memeriksa peralatan keselamatan di kapal. Dimulai dengan
permohonan dari perusahaan yang diperiksa kelengkapannya.
Permohonan tersebut dikirim ke Kepala Sub-Direktorat, Kepala
Seksi, dan Marine Inspector yang ditunjuk. Marine Inspector
melakukan pemeriksaan dengan menggunakan Laporan
Pemeriksaan, memberitahukan ketidaksesuaian kepada
perusahaan, dan menindaklanjuti dengan rekomendasi. Kendala
yang dihadapi antara lain dokumen yang hilang, dan perubahan
jadwal kapal
PROSES PENGURUSAN RPK PADA WEBSITE SIMLALA DI PT BUANA LINTAS LAUTAN TBK
Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMLALA)
dirancang pemerintah untuk memfasilitasi pemesanan
layanan angkutan laut secara online, termasuk pengelolaan
Rencana Pengoperasian Kapal (RPK). Terjadi keterlambatan
dalam penyelesaian dokumen RPK, sehingga diperlukan
peningkatan implementasi SIMLALA dengan
mengidentifikasi kendala dan upaya untuk memudahkan
pemantauan operasional.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif sistematis. Data diperoleh dari sumber
primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, studi
pustaka, dan dokumentasi selama praktek di PT. Buana Lintas
Lautan Tbk. Peneliti adalah instrumen utama yang didukung
oleh data wawancara. Teknik analisis data mencakup
pengumpulan dan pemilihan data, reduksi data, penyajian
data, serta verifikasi kesimpulan.
Tahapan pengurusan RPK di SIMLALA meliputi
proses login, pendaftaran RPK, pengisian data, verifikasi oleh
DITLALA, pembayaran invoice, dan pengeluaran RPT untuk
bongkar muat. Keterlambatan pengurusan RPK disebabkan
oleh buruknya koneksi internet, server error, dan ukuran
dokumen kapal yang besar. Upaya perbaikan termasuk
penambahan provider internet, pemeliharaan website, dan
penggunaan kompresi dokumen
PENERAPAN LAYANAN SHIFTING KAPAL DI PT. ALFA TRANS RAYA MENGGUNAKAN INAPORTNET
ABSTRAKSI
Fauzan, Muhammad Rizki. 2024. “Penerapan Inaportnet Dalam Pelayanan Jasa
Keagenan Kapal Di PT. Alfa Trans Raya”. Skripsi. Program Diploma IV,
Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Sri Purwantini, SE, S.Pd, MM,
Pembimbing II: Dr. Muh. Harliman Saleh, M.Pd
PT. Alfa Tranas Raya merupakan perusahaan pelayaran yang bergerak di
bidang jasa keagenan atau pengurusan (shifting) dokumen kapal dengan
menerapkan layanan jasa secara elektronik yang berbasis internet “Inaportnet”.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inapornet pada pelayanan
jasa keagenan kapal di PT. Alfa Trans Raya dan mengidentifikasikan kendala-
kendala yang menghambat sistem Inapornet. Dalam pelaksaan pelayanan keagenan
di perusahaan ini ditemukan masalah seperti sistem inaportnet.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
deskriptif dengan mengumpulkan data yang telah diteliti melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi guna mengidentifikasi permasalahan utama yang
menjadi penghambat proses berlangsunya pelayanan keagenan kapal. Data primer
dari penelitian ini berasal dari wawancara dan observasi di PT. Alfa Trans Raya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan pelayanan keagenan kapal
mengalami beberapa kendala yaitu kurangnya kesiapan sumber daya manusia
dalam pengoperasian sistem inaportnet dan kelalaian dalam melakukan update
sistem inaportnet. Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini menyarankan
untuk menambah staf operasional yang lebih terampil dalam penggunaan sistem
inaportnet dan memprioritaskan saran prasana untuk mendukung kelancaran proses
operasional keagenan. Dengan mengatasi kendala ini diharapkan proses pelayanan
keagenan kapal dapat berjalan dengan cepat dan lancar
ANALISIS TURUNNYA KINERJA SISTEM PEMBAKARAN PADA BURNER INCINERATOR DI KAPAL MV. FEDERAL OSAKA
ABSTRAKSI
Setiawan, Harry. 2024. “Analisis Turunnya Kinerja Sistem Pembakaran Pada Burner
Incinerator Mv. Federal Osaka ”. Skripsi. Program Studi Teknika, Program
Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Andy Wahyu
Hermanto, ST, MT dan Pembimbing II : Ir, Fitri Kensiwi, M.Pd.
Incinerator adalah pemesinan bantu yang penting diatas kapal untuk
membakar minyak kotor, sampah padat dan semua jenis sampah yang mudah
terbakar. Jika sistem pembakaran tidak berjalan maka akan menghambat proses
membakaran. Terhambatnya proses pembakaran berakibat menumpuknya
limbah pada kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor,
dan upaya yang terjadi pada kagagalan sistem pembakaran di pesawat
incinerator.
Metode penelitian yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah
metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data
sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka,
dokumentasi, dan wawancara, teknik keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini
adalah metode Fishbone (Man, Method, Material, Machine).
Berdasarkan hasil penelitian yang menyebabkan kegagalan sistem
pembakaran pada burner incinerator di MV. Federal Osaka adalah nozzle dan
strainer yang kotor. Untuk mencegah faktor penyebab kegagalan sistem
pembakaran dapat dilakukan dengan pembersihan nozzle dan strainer sebelum
incinerator dioperasikan
ANALISIS RUSAKNYA RODA GIGI GEAR BOX CRANE DI MV PACIFIK BULK
ABSTRAK
Aditya Arief Atmojo, NIT : 572011227667, “Analisis Rusaknya roda gigi
gear crane di MV. Pacific bulk ”, skripsi Program Studi Teknika,
Progran Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: H. AMAD NARTO,M.Pd,M.Mar.E . dan
Pembimbing II: KRISTIN ANITAINDRIYANA, S.ST.,M.M.
Crane adalah suatu pesawat bantu berfungsi sebagai alat bantu bongkar
muat di atas kapal. Oprasional crane yang digerakkan dengan gear box
makaperlunya kondisi gear box yang optimal. Gear box merupakan salah
satu komponen pada crane yang berfungsi untuk merubah kecepatan dan
arah putaran dari motor. Terjadinya kerusakan pada gear box hoist crane
akan mengakibatkan tidak berfungsinya grab sehingga berdampak pada
proses bongkar muat tertunda.
Tujuan penelitian tersebut adalah pentingnya, perawatan dan analisis
terhadap gear box hoising crane secara keseluruhan bertujuan untuk
memperikan pemahaman yang komprehensif mengenai masalah yang
dihadapi pada gear box hoist crane, serta langkah-langkah yang dapat
diambil untuk mengatasi dan mencegah kerusakan di masa depan
Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitaf
dengan menggunakan pendekatan fishbone analysis untuk mempermudah
dalam teknik analisis data melalui penjabaran 4M sebagai kategori yang
sesuai dengan penggunaan metode fishbone anlysis yaitu man, methode,
machine, dan material. Metode pengumpulan data dengan cara observasi,
dokumentasi dan wawancara untuk memperkuat dalam analisis data yang
bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan pada gear box hoist
crane, dampak dari faktor penyebab kerusakan gear box hoist crane dan
upaya yang dilakukan untuk mencegah faktor penyebab kerusakan pada
gearbox hoist crane di MV. Pacific bulk
Faktor penyebab kerusakan pada gear box hoist crane di MV Pacific
bulkadalah tidak terlaksananta PMS (planned maintenance system).
Kesalahan pemasangan (misalignment), kurangnya kompetensi operator
crane. Unbalance pada shaft gear, aus pada shaft gear hoist. Kualitas
material spare part. Dampak yang ditimbulkan dari faktor penyebab
kerusakan gear box hoist crane adalah tidak dapat berfungsinya proses
grabing dan hook. Terjadinya pemuaian yang tidak merata pada input shaft
gear dan patah pada mata gigi yang mearata pada shaft gear. Patahnya mata
gigi shaft gear. Upaya yang dilakukan Untuk mencegah faktor-faktor
penyebab kerusakan pada gear box hoist crane adalah dengan, Perawatan
yang dilakukan berdasarkan data dari running hours dan intruction manual
log book. Melakukan perawatan balancing rpm pada servo motor dan
Memberikan pelumasan yang cukup pada shaft gear
PERANCANGAN RANCANG BANGUN HYPERMIST FIRE FIGHTING PADA KAPAL NIAGA DENGAN SENSOR MQ-2 DAN FLAME SENSOR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)
ABSTRAK
Yudatama, Benni. 2024. “Perancangan Rancang Bangun Hypermist Fire Fighting
dengan Sensor mq-2 dan Flame Sensor Berbasis Internet of Things (IoT)”,
Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Prof. Dr. A Agus Tjahjono, M.M., M.Mar.E., Pembimbing II: Fajar
Transelasi, S.Tr., M.A.P.
Kapal laut adalah salah satu moda transportasi yang penting dalam
mengangkut penumpang maupun barang dengan volume besar antar pulau dan
negara. Risiko besar yang dihadapi oleh kapal niaga adalah kebakaran. Penelitian
pada kapal KM. Nggapulu memiliki fire extinguishing system dengan water
sprinkler. Inovasi dalam sistem pemadam kebakaran kapal pun menghasilkan
teknologi yang lebih canggih dan efektif dibandingkan dengan water sprinkler
salah satunya yakni sistem pemadam api hypermist, yang menggunakan kabut air
bertekanan tinggi yang diintegrasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun sistem
pemadam kebakaran hypermist berbasis IoT pada kapal niaga menggunakan sensor
MQ-2 dan flame sensor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis kualitatif dilakukan dengan
pembuatan rancang bangun dengan metode research and development.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam merancang sistem pemadam
kebakaran hypermist berbasis IoT dengan menggunakan sensor MQ-2 dan flame
sensor pada kapal niaga adalah dengan membuat 3 rangkaian meliputi blok input,
blok proses, dan blok output. Perancangan menggunakan software arduino IDE, di
dalam arduino IDE ini program di buat untuk rancangan pengendali sensor dengan
rela
PERANCANGAN RANCANG BANGUN HYPERMIST FIRE FIGHTING PADA KAPAL NIAGA DENGAN SENSOR MQ-2 DAN FLAME SENSOR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)
Mitigasi Kegagalan Pembakaran Pada Main Boiler Di MV.African Pipit
Abstrak- Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang
menyebabkan gagalnya pembakaran pada main burner
Auxiliary Boiler di kapal MV. African Pipit. Tujuan utama
dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab
kegagalan pembakaran, dampak yang ditimbulkan, dan
upaya perbaikan yang dilakukan agar main burner dapat
berfungsi dengan normal. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung
dan wawancara mendalam. Data primer dikumpulkan
melalui observasi dan wawancara dengan teknisi dan
masinis di kapal, sementara data sekunder diperoleh dari
buku harian operasional kapal dan literatur ilmiah terkait.
Teknik analisis data yang digunakan mengikuti model
Fishbone yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa automizer yang
tersumbat dan jarak elektroda yang tidak sesuai
merupakan penyebab utama gagalnya pembakaran pada
main burner Auxiliary Boiler. Automizer yang tersumbat
menghambat proses pengabutan bahan bakar, sehingga
pembakaran menjadi tidak efisien. Jarak elektroda yang
tidak tepat mengganggu proses pembakaran di main
burner, sehingga pembakaran tidak terjadi. Kegagalan
pembakaran ini berdampak signifikan terhadap
operasional kapal, termasuk gangguan pada produksi
steam yang penting untuk mesin utama dan mesin bantu,
penurunan temperatur bahan bakar yang diperlukan.
Selain itu, kegagalan pembakaran menghasilkan asap
pekat dari funnel boiler, yang mencemari lingkungan.
Upaya perbaikan yang efektif mencakup pembersihan
automizer secara rutin untuk mencegah penyumbatan oleh
sisa-sisa pembakaran atau kotoran bahan bakar,
pengaturan ulang jarak elektroda pada main burner untuk
memastikan terbentuknya percikan api yang cukup untuk
proses
pembakaran,
serta
pemantauan
dan
mempertahankan tekanan bahan bakar sesuai
rekomendasi manual book Auxiliary Boiler. Langkah
langkah perawatan ini terbukti penting untuk memastikan
pembakaran yang efisien dan mencegah dampak negatif
lebih lanjut