Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    Dampak Perawatan Bearing Alternator Terhadap Performa Diesel Generator Di Cs. Limin Venture

    No full text
    Abstraksi - Generator merupakan alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik sebagai sarana untuk menghasilkan listrik dari sumber energi mekanik. Alternator adalah salah satu komponen utama dalam sistem listrik kapal, yang berfungsi untuk menghasilkan daya yang diperlukan untuk menyokong berbagai perangkat elektronik, sistem navigasi. Saat kapal sedang melakukan DP (Dynamic Position) terdapat suatu kejadian pada area diesel generator nomor 5 mengalami pengurangan rpm, suara berisik pada alternator dan mengeluarkan asap putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dari kerusakan bearing alternator, untuk mengetahui perbaikan pada alternator, serta untuk mengetahui upaya yang dilakukan guna meningkatkan masa pakai bearing alternator dalam jangka panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fishbone dengan pendekatan SHEL. Pengujian keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerusakan bearing alternator diakibatkan tidak seimbangnya bagian alternator pada rotor dengan stator yang mengakibatkan shaft rotor bertumpu pada bearing alternator secara tidak normal, peneliti berhasil mengidentifikasi akar penyebab masalah tersebut. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi upaya yang dilakukan adalah dengan penggantian spring pada pondasi alternator yang telah rusak dan mengakibatkan getaran pada kamar mesin tidak dapat diredam oleh spring dari pondasi alternator

    ANALISIS PENYEBAB PISTON MACET PADA AUXILIARY ENGINE DAIHATSU 5DK20 DI MV. DK 02

    No full text
    Abstraksi - Auxiliary engine atau juga disebut diesel generator di kapal berfungsi sebagai mesin penghasil listrik dengan mengubah tenaga mekanik menjadi energi listrik yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di atas kapal. Ditemukannya permasalahan pada diesel generator no. 3 di kapal MV. DK 02 yaitu piston cylinder no.5 mengalami kemacetan saat dioperasikan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab piston macet pada auxiliary engine di MV.DK 02, untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari terjadinya piston macet pada auxiliary engine di MV. DK 02, dan untuk mengetahui upaya untuk mencegah terjadinya piston macet pada auxiliary engine di MV. DK 02. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang berasal dari metode observasi, metode wawancara, dan penelitian kepustakaan. Informan dalam penelitian ini adalah chief engineer, third engineer dan crew kapal MV. DK 02. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode SHEL (Software, Hardware, Environment, Liveware). Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab piston macet pada diesel generator di MV.DK 02 yaitu bocornya pendingin exhaust valve seat cylinder head, kontaminasi minyak lumas, jadwal (PMS) plain maintenance system yang berjalan tidak sesuai ketentuan. Hal tersebut mengakibatkan connecting rod mengalami kebengkokan, menyebabkan goresan pada dinding silinder dan piston serta mengakibatkan mesin mengalami downtime. Upaya yang dilakukan adalah penggantian unit cylinder head dan komponen yang terdampak, pengecekan dan pembersihan pada piston dan ruang pembakaran, menjalankan (PMS) plain maintenance system sesuai dengan prosedur

    ANALISIS KENAIKAN SUHU GAS BUANG MESIN INDUK DISESEL SULZER TYPE 6RTA48T DI MV. DK02

    Get PDF
    ABSTRAK Dzafran, Muhammad Farhan Dzaqwan. 2024. “Analisis kenaikan suhu gas buang mesin induk diesel sulzer type 6rta48t di MV. DK 02”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh, M.Pd, Pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho, S.Si.T., M.Pd. Kenaikan suhu gas buang berdampak pada keagagalan mesin induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyebab kenaikan suhu gas buang mesin induk, untuk memahami dan mengevaluasi dampak kenaikan suhu gas buang mesin induk, serta menganalisis cara mengatasi kenaikan suhu gas buang mesin induk di MV. DK 02. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi,wawancara dan studi dokumentasi.. Fishbone analysis digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan suhu gas buang pada mesin induk kemuidan data dianalisis menggunakan analisis data kualitatif.teknik pengambilan sampel penelitian melalui teknik purposesif sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu gas buang disebabkan kru mesin lalai dalam pemantauan dan pengecekan pada control panel, kerusakan pada injector dan intercooler berdampak pada kenaikan suhu gas buang mesin induk,kualitas bahan bakar buruk, kotornya sudu-sudu turbine pada turbocharge, ketidaksesuaian pelaksanaan perawatan injector dan intercooler pada plan maintenance system, koordinasi kru mesin kurang harmonis. Dampak kenaikan suhu gas buang tersebut menyebabkan keruskan pada komponen mesin induk, Cara mengatasi kenaikan suhu gas buang pada mesin induk adalah pelatihan bagi kru mesin pada perawatan dan kebersihan injector,intercooler dan turboocharge semua mengenai pentingnya perawatan rutin dan prosedur yang benar dan terapkan aturan yang ketat untuk memastikan prosedur perawatan diikuti dengan disiplin, Gunakan bahan bakar berkualitas tinggi sesuai dengan spesifikasi mesin, melakukan perawatan dan pembersihan secara berkala pada semua komponen mesin induk sesuai dengan plan maintenance system

    ANALISIS PENURUNAN KERJA SCRUBBER TOWER PADA INERT GAS SYSTEM DI MT. PIS POLARIS

    No full text
    Abstrak- Inert Gas System (IGS) adalah peralatan yang digunakan terutama pada kapal tanker dengan tujuan untuk mencegah ledakan dan kebakaran pada tangki kargo Penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat secara teoritis dan praktis terkait penurunan performa scrubber tower pada sistem inert gas di kapal MT. PIS Polaris. Penurunan performa tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kru kapal akan prosedur operasional dan perawatan, serta tingginya kandungan pasir pada air laut yang merusak komponen seperti mechanical seal, sehingga menyebabkan kebocoran dan penurunan efisiensi sistem. Faktor yang menyebabkan penurunan kerja pada scrubber tower adalah Kurangnya pemahaman masinis pada prosedur pengoperasian dan perawatan, Material pada komponen yang menjadi lapuk dikarenakan running hours sudah melebihi waktu perawatan, Tingginya kandungan pasir pada air laut, Kerusakan komponenen pada IGS Cooling Sea Water Pump. Dampak penurunan kerja scrubber tower pada inert gas system adalah Menurunnya kualitas gas lembam yang dihasilkan, Terhambatnya proses penanganan muatan di kapal, Efisiensi operasional menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan kerja scrubber tower pada inert gas system ialah Melakukan perawatan rutin pada setiap komponen pada scrubber tower, Melakukan pengontrolan pada saat pengoperasian, Pengoptimalan pengoperasian scrubber tower pada inert gas system

    KAJIAN PENANGANAN KINERJA MAIN AIR COMPRESSOR DI MT. KIRANA TRITYA: SEBUAH PENDEKATAN DENGAN METODE SWOT DAN AHP

    Get PDF
    ABSTRAKSI Diwantara, Bima Priya. 2024. “Kajian Penanganan Kinerja MAC di MT. Kirana Tritya: Sebuah Pendekatan Dengan Metode SWOT dan AHP”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. A. Agus Tjahjono, M.M, M.Mar.E., pembimbing II: Taruga Runadi, M.Si. Kapal adalah suatu sarana transportasi laut yang berguna sebagai pengangkut barang ataupun orang dari satu tempat ke tempat lain. Untuk melayani jasa transportasi di laut, tentunya harus didukung oleh permesinan yang memadai. Oleh karenanya, perusahaan pelayaran harus memiliki armada kapal laut yang tangguh dan selalu siap melayani jasa transportasi dilaut setiap saat dan tepat waktu. Berdasarkan pengalaman Peneliti, terjadi kendala pada mesin kompresor udara. Pada tanggal 4 Januari 2023 saat kapal berada di Palembang, setelah selesai cargo loading terjadi masalah tekanan kompresi pada kompresor udara dimana tekanan udara dalam botol berkurang sedangkan kompresor udara bekerja secara terus menerus. Tujuan penelitian ini guna mengetahui faktor penyebab, dampak dan upaya ketidakoptimalan kinerja MAC. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif pengambilan keputusan dengan metode SWOT dan AHP .Penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakoptimalan kinerga MAC adalah Berdasarkan perhitungan global priority (dan bagan struktur hirarki) diatas, diperoleh nilai strategi Repair = 0,448, nilai strategi Cleaned = 0,144, dan nilai strategi Renew = 0,408. Dengan demikian dapat diambil keputusan bahwa strategi yang paling cocok untuk mengoptimalkan kinerja main air compressor adalah dengan strategi repair. Dengan demikian disarankan/direkomendasikan untuk mengoptimalkan kinerja main air compressor (MAC) dengan melakukan repair

    ANALISIS TIDAK OPTIMALNYA PENANGANAN PROSES BONGKAR CRUDE PALM OIL DI MT. MULIA KARSA2

    Get PDF
    ABSTRAKSI Syahputra, Aditya Jerry, 2024. “ Analisis Tidak Optimalnya Penanganan Proses Bongkar Crude Palm Oil Di MT.Mulia Karsa2”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Karolus Geleuk Sengadji, M.M., M.H. Pembimbing II: Dr. Latifa Ika Sari, S.Psi., M.Pd. Kapal MT.Mulia Karsa2 tergolong kapal tanker Chemical Type 3, yang dianggap jenis kapal tanker yang khusus. Kapal ini membawa muatan CPO, jenis minyak yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan minyak yang lain dan harus membutuhkan penanganan khusus agar miyak tetap cair dan tidak membeku yang bisa menyebabkan kegiatan bongkar menjadi tidak optimal. Maka peneliti melakukan penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor penyebab dari kurang optimalnya proses bongkar Crude Palm Oil, (2) mengetahui dampak tidak optimalnya proses kegiatan bongkar Crude palm Oil, (3) mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi penyebab tidak optimalnya kegiatan bongkar Crude Palm Oil tersebut. Metode penelitian yang digunakan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dengan Nakhoda, Chief Officer & Second Officer MT. Mulia Karsa2 yang terkait, dan dokumentasi yang telah dikumpulkan peneliti selama melaksanakan magang di kapal MT.Mulia Karsa2. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode fishbone atau dikenal dengan metode tulang ikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kurang optimalnya penanganan bongkar CPO di kapal MT. Mulia Karsa2 yaitu faktor manusia (man), kurangnya pemahaman dan tanggung jawab terhadap kegiatan bongkar muatan,tidak familiar terhadap peralatan bongkar muatan, dan kecerobohan, faktor material (materials) karakteristik minyak CPO yang mudah mengental, faktor mesin (machine) tidak adanya heating atau alat pemanas muatan kapal, kurangnya perawatan cargo pump,faktor metode (methods) perawatan peralatan bongkar muat tidak dilakukan secara teratur. Faktor tersebut berdampak pada kurang optimalnya penanganan kegiatan bongkar muatan seperti berkurangnya waktu yang efisien, muatan cepat membeku/mengental, hilangnya peralatan dapat menghambat waktu dimulainya kegiatan bongkar dan keterlambatan jalannya bongkar muatan. Dan upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi penyebab tidak optimalnya bongkar muatan CPO seperti melakukan pengecekan rutin filter cargo pump, mengganti nockseal pada cargo pump secara teratur, dan menyimpan peralatan bongkar pada tempatnya

    Analisis Tubrukan Kapal CS. Dnex Pacific Link dan Tongkang Cahaya Alam 9 pada saat Olah Gerak Terbatas di Perairan Batam

    Get PDF
    ABSTRAKSI Al Ghibran, M. Isyfa Ali 57201112795 N, 2024, “Analisis tubrukan kapal CS. Dnex Pacific Link dan Tongkang Cahaya Alam 9 pada saat olah gerak terbatas di perairan Batam”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.Capt. Akhmad Ndori S.ST, M.M, Pembimbing II Fatimah, S. Pd, M. Pd. Seorang Nakhoda atau mualim kapal adalah operator yang mengemudikan kapal dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain secara aman. Kurangnya pemahaman terkait peraturan bernavigasi dapat membahayakan keselamatan kapal. Kapal CS. Dnex Pacific sedang melakukan perbaikan kabel bawah laut. Kemudian terjadi tubrukan antarkapal CS. Dnex pacific link dengan Tongkang cahaya Alam 9 saat kapal sedang melakukan olah gerak terbatas. Hal tersebut dikarenakan adanya komunikasi yang tidak baik antarkapal dan kondisi perairan Batam yang sempit menjadikan proses olah gerak kapal menjadi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya tubrukan kapal CS. Dnex Pacific Link dan Tongkang Cahaya Alam 9 pada saat olah gerak terbatas di perairan Batam, dampak dari tubrukan dan tindakan setelah terjadinya tubrukan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kemudian proses pengumpulan data, peneliti melakukan proses observasi, wawancara, dan studi pustaka serta studi dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini penulis melakukan triangulasi sumber dan teknik. Kemudian hasil data yang sudah teruji keabsahannya akan dianalisis menggunakan fishbone diagram. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor penyebab tubrukan adalah komunikasi yang buruk antara kru kapal atau mualim jaga dikarenakan mualim jaga kapal tunda tidak berada di anjungan kemudian koordinasi yang kurang tepat pada saat mengambil tindakan untuk menghindari tubrukan, serta kondisi arus dan perairan yang sempit di perairan batam yang menyulitkan dan akhirnya tongkang terbawa arus dan tubrukan terjadi. Dampak yang diakibatkan dari tubrukan adalah keterlambatan terhadap proses pengerjaan kabel bawah laut dan terdapat kerusakan dibagian buritan kapal. Kemudian tindakan yang dilakukan setelah tubrukan adalah meningkatkan dinas jaga, melaporkan kejadian terhadap VTS dan Safety officer dan melakukan klaim terhadap kerugian kapal

    ANALISIS PERGESERAN KONTAINER PADA MV SINAR SUNDA SAAT BERLAYAR DI SOUTH CHINA SEA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Muhamad Akhmal Fathurridho, 2024, NIT: 572011127824.N, “Analisis Pergeseran Kontainer Pada MV Sinar Sunda Saat Berlayar di South China Sea“, Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Iskandar., S.H., M.T, Pembimbing II: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T,. M.Mar.E. Kontainer merupakan wadah untuk menganggkut berbagai macam jenis muatan. Kontainer yang dimuat diatas kapal mempunyai pengikat berupa lashing dan twistlock untuk mengikat dan menghindari adanya pergeseran kontainer. Permasalahan yang sering terjadi pada kontainer adalah pergeseran. Walaupun telah di pasang pengikat, konrainer seringkali mengalami pergeseran pada saat berlayar. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mengetahui faktor penyebab pergeseran kontainer di MV Sinar Sunda, mengetahui dampak dari pergeseran kontainer di MV Sinar Sunda, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi pergeseran kontainer yang baik agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan seperti adanya pergeseran kontainer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pola deskriptif. Sumber data penelitian diperoleh melalui data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data di dapat melalui observasi, dokumentasi yang telah dikumpulkan peneliti selama melaksanakan praktik laut di MV Sinar Sunda, serta wawancara dengan narasumber terkait. Teknik analisis yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah metode fishbone analysis untuk mengidentifikasi akar penyebab pergseran kontainer di MV Sinar Sunda. Faktor penyebab pergeseran kontainer adalah cuaca buruk yang dialami kapal MV Sinar Sunda. Tidak adanya lashing yang terpasang pada kontainer yang bergeser. Hal ini disebabkan oleh stevedore yang tidak memasang lashing, pemasangan lashing yang tidak sesuai, serta tidak dilakukannya pengecekan lashing sebelum keberangkatan kapal. Dampak yang diakibatkan dalam pergeseran ini adalah rusaknya muatan yang ada di dalam kontainer. Upaya yang dilakukan dalam mencegah terjadinya pergeseran kontainer adalah melakukan toolbox meeting sebelum melakukan pekerjaan, melakukan perawatan pada twistlock, memastikan bahwa lashing terikat di kontainer dengan baik, serta melakukan lashing sesuai dengan lashing arrangement

    ANALISIS TERJADINYA TUBRUKAN KAPAL DI ALUR PELAYARAN SEMPIT SUNGAI BARITO

    Get PDF
    ABSTRAKSI Wibowo, Rheynald gilang 2024 ” Analisis Terjadinya Tubrukan Kapal di Alur Pelayaran Sempit Sungai Barito” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Moh. Zaenal Arifin.,S.Si.T.,M.M.,M.Mar. Pembimbing II: Fatimah.,S.Pd.,M.Pd Sungai Barito, yang terletak di Kalimantan Tengah, adalah alur pelayaran yang sempit dan berkelok-kelok dengan gundukan pasir dangkal, yang sering menjadi penyebab kecelakaan kapal. Contoh insiden meliputi tubrukan kapal penumpang KM. Dharma Rucitra dengan Tongkang BG Butun dan SPB Lebam dengan Tongkang BG MBP 1518. Untuk mencegah kecelakaan, awak kapal harus mengetahui peraturan internasional P2TL dari IMO yang mengatur navigasi dan mencegah tubrukan di laut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor penyebab terjadinya tubrukan kapal saat melintasi alur pelayaran Sungai Barito dan mengetahui cara mencegah tubrukan kapal di alur pelayaran sempit Sungai Barito. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder untuk memahami masalah di lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber yang sudah ada. Penelitian ini menyoroti keuntungan dan keunikan masing-masing jenis data dalam proses penelitian. Menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab tubrukan kapal di alur Sungai Barito karena kurangnya tanggung jawab kru kapal pada saat dinas jaga, kurangnya kordinasi antar kru kapal, dan padatnya alur pelayaran berkontribusi terhadap kejadian tersebut. Upaya pencegahan meliputi familiarisasi kru kapal dengan tugas dan kondisi alur, peningkatan koordinasi dan komunikasi antar kapal, serta pemantauan cuaca dan pasang surut. Penting untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pelayaran di wilayah tersebut

    PENGARUH WARTA KEBERANGKATAN KAPAL DALAM SISTEM INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW TERHADAP PROSES CLEARENCE DI PELABUHAN BANTEN

    Get PDF
    ABSTRAKSI Setyaningrum, Harisma Nisa, NIT. 572011317499 K, 2024, “Pengaruh Warta Keberangkatan Kapal Dalam Sistem Indonesia National Single Window (INSW) Terhadap Proses Clearence Kapal Asing di Pelabuhan Banten”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Kristin Anita Indriyani, S.ST.MM, Pembimbing II: Purwantono, S.Psi,M.Pd. Pelabuhan Banten menjadi pintu keluar masuk kapal asing maupun lokal yang melakukan kegiatan bongkar muat barang. Setiap kapal asing yang memasuki wilayah Pelabuhan Banten wajib memasukkan data kapal dan muatan barangnya ke dalam sistem Indonesia National Single Window. Sistem INSW dibuat untuk membantu mempermudah pelayanan kedatangan dan keberangkatan kapal asing yang masuk wilayah perairan Indonesia. Meskipun sistem INSW telah diterapkan, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Salah satu kendala utama sistem INSW adalah sistem sudah tersedia secara online akan tetapi pengurusan dokumen masih harus dilakukan secara manual dengan datang ke kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan. Sesuai dengan tujuan dari sistem INSW yaitu sebagai layanan percepatan pengurusan dokumen, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui secara signifikan pengaruh warta keberangkatan kapal dan sistem INSW terhadap proses clearence kapal asing di wilayah Pelabuhan Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Teknik penarikan sampel menggunakan rumus slovin dengan hasil akhir sampel sejumlah 95 responden pengguna jasa sistem INSW. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Teknik pengolahan data menggunakan analisa data linier berganda dengan syarat asumsi klasik dan uji hipotesis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui hasil uji F dengan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (279,214 > Ftabel 3,095) sehingga dapat dikatakan bahwa warta keberangkatan kapal dan sistem INSW berpengaruh signifikan terhadap proses clearence. Dari hasil pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada penelitian ini variabel warta keberangkatan kapal dan proses clearence (X1 dan X2) berpengaruh signifikan terhadap proses clearence dibuktikan dengan nilai Rsquare > Rtabel (0,859 > 0,75) yang artinya H3 yaitu warta keberangkatan kapal dan proses clearence berpengaruh terhadap proses clearence diterima

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇