Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
Dampak Perawatan Bearing Alternator Terhadap Performa Diesel Generator Di Cs. Limin Venture
Abstraksi - Generator merupakan alat yang mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik sebagai sarana untuk
menghasilkan listrik dari sumber energi mekanik.
Alternator adalah salah satu komponen utama dalam sistem
listrik kapal, yang berfungsi untuk menghasilkan daya yang
diperlukan untuk menyokong berbagai perangkat
elektronik, sistem navigasi. Saat kapal sedang melakukan
DP (Dynamic Position) terdapat suatu kejadian pada area
diesel generator nomor 5 mengalami pengurangan rpm,
suara berisik pada alternator dan mengeluarkan asap putih.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dari
kerusakan bearing alternator, untuk mengetahui perbaikan
pada alternator, serta untuk mengetahui upaya yang
dilakukan guna meningkatkan masa pakai bearing
alternator dalam jangka panjang. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data yang
diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder.
Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fishbone
dengan pendekatan SHEL. Pengujian keabsahan data
dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa kerusakan bearing alternator
diakibatkan tidak seimbangnya bagian alternator pada rotor
dengan stator yang mengakibatkan shaft rotor bertumpu
pada bearing alternator secara tidak normal, peneliti
berhasil mengidentifikasi akar penyebab masalah tersebut.
Berdasarkan temuan ini, rekomendasi upaya yang
dilakukan adalah dengan penggantian spring pada pondasi
alternator yang telah rusak dan mengakibatkan getaran
pada kamar mesin tidak dapat diredam oleh spring dari
pondasi alternator
ANALISIS PENYEBAB PISTON MACET PADA AUXILIARY ENGINE DAIHATSU 5DK20 DI MV. DK 02
Abstraksi - Auxiliary engine atau juga disebut diesel generator
di kapal berfungsi sebagai mesin penghasil listrik dengan
mengubah tenaga mekanik menjadi energi listrik yang
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di atas kapal.
Ditemukannya permasalahan pada diesel generator no. 3 di
kapal MV. DK 02 yaitu piston cylinder no.5 mengalami
kemacetan saat dioperasikan. Sehingga penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab piston macet
pada auxiliary engine di MV.DK 02, untuk mengetahui
dampak yang ditimbulkan dari terjadinya piston macet pada
auxiliary engine di MV. DK 02, dan untuk mengetahui upaya
untuk mencegah terjadinya piston macet pada auxiliary engine
di MV. DK 02.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik
pengumpulan data yang berasal dari metode observasi,
metode wawancara, dan penelitian kepustakaan. Informan
dalam penelitian ini adalah chief engineer, third engineer dan
crew kapal MV. DK 02. Teknik analisis data yang digunakan
adalah metode SHEL (Software, Hardware, Environment,
Liveware).
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan,
dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab piston macet pada
diesel generator di MV.DK 02 yaitu bocornya pendingin
exhaust valve seat cylinder head, kontaminasi minyak lumas,
jadwal (PMS) plain maintenance system yang berjalan tidak
sesuai ketentuan. Hal tersebut mengakibatkan connecting rod
mengalami kebengkokan, menyebabkan goresan pada dinding
silinder dan piston serta mengakibatkan mesin mengalami
downtime. Upaya yang dilakukan adalah penggantian unit
cylinder head dan komponen yang terdampak, pengecekan dan
pembersihan pada piston dan ruang pembakaran,
menjalankan (PMS) plain maintenance system sesuai dengan
prosedur
ANALISIS KENAIKAN SUHU GAS BUANG MESIN INDUK DISESEL SULZER TYPE 6RTA48T DI MV. DK02
ABSTRAK
Dzafran, Muhammad Farhan Dzaqwan. 2024. “Analisis kenaikan suhu gas
buang mesin induk diesel sulzer type 6rta48t di MV. DK 02”. Skripsi
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh, M.Pd, Pembimbing II:
Anicitus Agung Nugroho, S.Si.T., M.Pd.
Kenaikan suhu gas buang berdampak pada keagagalan mesin induk. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyebab kenaikan suhu gas buang
mesin induk, untuk memahami dan mengevaluasi dampak kenaikan suhu gas buang
mesin induk, serta menganalisis cara mengatasi kenaikan suhu gas buang mesin
induk di MV. DK 02.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian
dikumpulkan melalui observasi,wawancara dan studi dokumentasi.. Fishbone
analysis digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan suhu gas buang
pada mesin induk kemuidan data dianalisis menggunakan analisis data
kualitatif.teknik pengambilan sampel penelitian melalui teknik purposesif sampling
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu gas buang disebabkan kru
mesin lalai dalam pemantauan dan pengecekan pada control panel, kerusakan pada
injector dan intercooler berdampak pada kenaikan suhu gas buang mesin
induk,kualitas bahan bakar buruk, kotornya sudu-sudu turbine pada turbocharge,
ketidaksesuaian pelaksanaan perawatan injector dan intercooler pada plan
maintenance system, koordinasi kru mesin kurang harmonis. Dampak kenaikan
suhu gas buang tersebut menyebabkan keruskan pada komponen mesin induk, Cara
mengatasi kenaikan suhu gas buang pada mesin induk adalah pelatihan bagi kru
mesin pada perawatan dan kebersihan injector,intercooler dan turboocharge semua
mengenai pentingnya perawatan rutin dan prosedur yang benar dan terapkan aturan
yang ketat untuk memastikan prosedur perawatan diikuti dengan disiplin, Gunakan
bahan bakar berkualitas tinggi sesuai dengan spesifikasi mesin, melakukan
perawatan dan pembersihan secara berkala pada semua komponen mesin induk
sesuai dengan plan maintenance system
ANALISIS PENURUNAN KERJA SCRUBBER TOWER PADA INERT GAS SYSTEM DI MT. PIS POLARIS
Abstrak- Inert Gas System (IGS) adalah peralatan
yang digunakan terutama pada kapal tanker dengan tujuan
untuk mencegah ledakan dan kebakaran pada tangki kargo
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat secara
teoritis dan praktis terkait penurunan performa scrubber
tower pada sistem inert gas di kapal MT. PIS Polaris.
Penurunan performa tersebut disebabkan oleh kurangnya
pengetahuan kru kapal akan prosedur operasional dan
perawatan, serta tingginya kandungan pasir pada air laut
yang merusak komponen seperti mechanical seal, sehingga
menyebabkan kebocoran dan penurunan efisiensi sistem.
Faktor yang menyebabkan penurunan kerja pada scrubber
tower adalah Kurangnya pemahaman masinis pada prosedur
pengoperasian dan perawatan, Material pada komponen yang
menjadi lapuk dikarenakan running hours sudah melebihi
waktu perawatan, Tingginya kandungan pasir pada air laut,
Kerusakan komponenen pada IGS Cooling Sea Water Pump.
Dampak penurunan kerja scrubber tower pada inert gas
system adalah Menurunnya kualitas gas lembam yang
dihasilkan, Terhambatnya proses penanganan muatan di
kapal, Efisiensi operasional menurun. Upaya yang dapat
dilakukan untuk mencegah penurunan kerja scrubber tower
pada inert gas system ialah Melakukan perawatan rutin pada
setiap komponen pada scrubber tower, Melakukan
pengontrolan pada saat pengoperasian, Pengoptimalan
pengoperasian scrubber tower pada inert gas system
KAJIAN PENANGANAN KINERJA MAIN AIR COMPRESSOR DI MT. KIRANA TRITYA: SEBUAH PENDEKATAN DENGAN METODE SWOT DAN AHP
ABSTRAKSI
Diwantara, Bima Priya. 2024. “Kajian Penanganan Kinerja MAC di MT. Kirana
Tritya: Sebuah Pendekatan Dengan Metode SWOT dan AHP”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I : Dr. A. Agus Tjahjono, M.M, M.Mar.E.,
pembimbing II: Taruga Runadi, M.Si.
Kapal adalah suatu sarana transportasi laut yang berguna sebagai pengangkut
barang ataupun orang dari satu tempat ke tempat lain. Untuk melayani jasa
transportasi di laut, tentunya harus didukung oleh permesinan yang memadai. Oleh
karenanya, perusahaan pelayaran harus memiliki armada kapal laut yang tangguh
dan selalu siap melayani jasa transportasi dilaut setiap saat dan tepat waktu.
Berdasarkan pengalaman Peneliti, terjadi kendala pada mesin kompresor udara.
Pada tanggal 4 Januari 2023 saat kapal berada di Palembang, setelah selesai cargo
loading terjadi masalah tekanan kompresi pada kompresor udara dimana tekanan
udara dalam botol berkurang sedangkan kompresor udara bekerja secara terus
menerus. Tujuan penelitian ini guna mengetahui faktor penyebab, dampak dan
upaya ketidakoptimalan kinerja MAC. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dan kualitatif pengambilan keputusan dengan metode SWOT dan AHP
.Penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakoptimalan kinerga MAC adalah
Berdasarkan perhitungan global priority (dan bagan struktur hirarki) diatas,
diperoleh nilai strategi Repair = 0,448, nilai strategi Cleaned = 0,144, dan nilai
strategi Renew = 0,408. Dengan demikian dapat diambil keputusan bahwa strategi
yang paling cocok untuk mengoptimalkan kinerja main air compressor adalah
dengan strategi repair. Dengan demikian disarankan/direkomendasikan untuk
mengoptimalkan kinerja main air compressor (MAC) dengan melakukan repair
ANALISIS TIDAK OPTIMALNYA PENANGANAN PROSES BONGKAR CRUDE PALM OIL DI MT. MULIA KARSA2
ABSTRAKSI
Syahputra, Aditya Jerry, 2024. “ Analisis Tidak Optimalnya
Penanganan Proses Bongkar Crude Palm Oil Di MT.Mulia Karsa2”.
Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Karolus Geleuk Sengadji,
M.M., M.H. Pembimbing II: Dr. Latifa Ika Sari, S.Psi., M.Pd.
Kapal MT.Mulia Karsa2 tergolong kapal tanker Chemical Type 3,
yang dianggap jenis kapal tanker yang khusus. Kapal ini membawa
muatan CPO, jenis minyak yang mempunyai karakteristik yang berbeda
dengan minyak yang lain dan harus membutuhkan penanganan khusus
agar miyak tetap cair dan tidak membeku yang bisa menyebabkan
kegiatan bongkar menjadi tidak optimal. Maka peneliti melakukan
penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor penyebab dari
kurang optimalnya proses bongkar Crude Palm Oil, (2) mengetahui
dampak tidak optimalnya proses kegiatan bongkar Crude palm Oil, (3)
mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi penyebab
tidak optimalnya kegiatan bongkar Crude Palm Oil tersebut.
Metode penelitian yang digunakan ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara dengan Nakhoda, Chief Officer &
Second Officer MT. Mulia Karsa2 yang terkait, dan dokumentasi yang
telah dikumpulkan peneliti selama melaksanakan magang di kapal
MT.Mulia Karsa2. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode
fishbone atau dikenal dengan metode tulang ikan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kurang optimalnya penanganan
bongkar CPO di kapal MT. Mulia Karsa2 yaitu faktor manusia (man),
kurangnya pemahaman dan tanggung jawab terhadap kegiatan bongkar
muatan,tidak familiar terhadap peralatan bongkar muatan, dan
kecerobohan, faktor material (materials) karakteristik minyak CPO yang
mudah mengental, faktor mesin (machine) tidak adanya heating atau alat
pemanas muatan kapal, kurangnya perawatan cargo pump,faktor metode
(methods) perawatan peralatan bongkar muat tidak dilakukan secara
teratur. Faktor tersebut berdampak pada kurang optimalnya penanganan
kegiatan bongkar muatan seperti berkurangnya waktu yang efisien,
muatan cepat membeku/mengental, hilangnya peralatan dapat
menghambat waktu dimulainya kegiatan bongkar dan keterlambatan
jalannya bongkar muatan. Dan upaya yang harus dilakukan untuk
mengatasi penyebab tidak optimalnya bongkar muatan CPO seperti
melakukan pengecekan rutin filter cargo pump, mengganti nockseal pada
cargo pump secara teratur, dan menyimpan peralatan bongkar pada
tempatnya
Analisis Tubrukan Kapal CS. Dnex Pacific Link dan Tongkang Cahaya Alam 9 pada saat Olah Gerak Terbatas di Perairan Batam
ABSTRAKSI
Al Ghibran, M. Isyfa Ali 57201112795 N, 2024, “Analisis tubrukan kapal CS.
Dnex Pacific Link dan Tongkang Cahaya Alam 9 pada saat olah gerak
terbatas di perairan Batam”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi
Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.Capt.
Akhmad Ndori S.ST, M.M, Pembimbing II Fatimah, S. Pd, M. Pd.
Seorang Nakhoda atau mualim kapal adalah operator yang
mengemudikan kapal dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain secara aman.
Kurangnya pemahaman terkait peraturan bernavigasi dapat membahayakan
keselamatan kapal. Kapal CS. Dnex Pacific sedang melakukan perbaikan
kabel bawah laut. Kemudian terjadi tubrukan antarkapal CS. Dnex pacific
link dengan Tongkang cahaya Alam 9 saat kapal sedang melakukan olah
gerak terbatas. Hal tersebut dikarenakan adanya komunikasi yang tidak baik
antarkapal dan kondisi perairan Batam yang sempit menjadikan proses olah
gerak kapal menjadi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penyebab terjadinya tubrukan kapal CS. Dnex Pacific Link dan Tongkang
Cahaya Alam 9 pada saat olah gerak terbatas di perairan Batam, dampak
dari tubrukan dan tindakan setelah terjadinya tubrukan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kemudian
proses pengumpulan data, peneliti melakukan proses observasi, wawancara,
dan studi pustaka serta studi dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data
pada penelitian ini penulis melakukan triangulasi sumber dan teknik.
Kemudian hasil data yang sudah teruji keabsahannya akan dianalisis
menggunakan fishbone diagram.
Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor penyebab tubrukan
adalah komunikasi yang buruk antara kru kapal atau mualim jaga
dikarenakan mualim jaga kapal tunda tidak berada di anjungan kemudian
koordinasi yang kurang tepat pada saat mengambil tindakan untuk
menghindari tubrukan, serta kondisi arus dan perairan yang sempit di
perairan batam yang menyulitkan dan akhirnya tongkang terbawa arus dan
tubrukan terjadi. Dampak yang diakibatkan dari tubrukan adalah
keterlambatan terhadap proses pengerjaan kabel bawah laut dan terdapat
kerusakan dibagian buritan kapal. Kemudian tindakan yang dilakukan
setelah tubrukan adalah meningkatkan dinas jaga, melaporkan kejadian
terhadap VTS dan Safety officer dan melakukan klaim terhadap kerugian
kapal
ANALISIS PERGESERAN KONTAINER PADA MV SINAR SUNDA SAAT BERLAYAR DI SOUTH CHINA SEA
ABSTRAKSI
Muhamad Akhmal Fathurridho, 2024, NIT: 572011127824.N, “Analisis
Pergeseran Kontainer Pada MV Sinar Sunda Saat Berlayar di South
China Sea“, Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Iskandar., S.H., M.T,
Pembimbing II: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T,. M.Mar.E.
Kontainer merupakan wadah untuk menganggkut berbagai macam
jenis muatan. Kontainer yang dimuat diatas kapal mempunyai pengikat
berupa lashing dan twistlock untuk mengikat dan menghindari adanya
pergeseran kontainer. Permasalahan yang sering terjadi pada kontainer
adalah pergeseran. Walaupun telah di pasang pengikat, konrainer seringkali
mengalami pergeseran pada saat berlayar. Tujuan dari penelitian ini adalah
agar mengetahui faktor penyebab pergeseran kontainer di MV Sinar Sunda,
mengetahui dampak dari pergeseran kontainer di MV Sinar Sunda, serta
upaya yang dilakukan untuk mengatasi pergeseran kontainer yang baik agar
dikemudian hari tidak terjadi permasalahan seperti adanya pergeseran
kontainer.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kualitatif dengan pola deskriptif. Sumber data penelitian
diperoleh melalui data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data di
dapat melalui observasi, dokumentasi yang telah dikumpulkan peneliti
selama melaksanakan praktik laut di MV Sinar Sunda, serta wawancara
dengan narasumber terkait. Teknik analisis yang digunakan untuk
memecahkan masalah adalah metode fishbone analysis untuk
mengidentifikasi akar penyebab pergseran kontainer di MV Sinar Sunda.
Faktor penyebab pergeseran kontainer adalah cuaca buruk yang
dialami kapal MV Sinar Sunda. Tidak adanya lashing yang terpasang pada
kontainer yang bergeser. Hal ini disebabkan oleh stevedore yang tidak
memasang lashing, pemasangan lashing yang tidak sesuai, serta tidak
dilakukannya pengecekan lashing sebelum keberangkatan kapal. Dampak
yang diakibatkan dalam pergeseran ini adalah rusaknya muatan yang ada di
dalam kontainer. Upaya yang dilakukan dalam mencegah terjadinya
pergeseran kontainer adalah melakukan toolbox meeting sebelum
melakukan pekerjaan, melakukan perawatan pada twistlock, memastikan
bahwa lashing terikat di kontainer dengan baik, serta melakukan lashing
sesuai dengan lashing arrangement
ANALISIS TERJADINYA TUBRUKAN KAPAL DI ALUR PELAYARAN SEMPIT SUNGAI BARITO
ABSTRAKSI
Wibowo, Rheynald gilang 2024 ” Analisis Terjadinya Tubrukan Kapal di Alur
Pelayaran Sempit Sungai Barito” Skripsi. Program Diploma IV, Program
Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Moh.
Zaenal Arifin.,S.Si.T.,M.M.,M.Mar. Pembimbing II: Fatimah.,S.Pd.,M.Pd
Sungai Barito, yang terletak di Kalimantan Tengah, adalah alur
pelayaran yang sempit dan berkelok-kelok dengan gundukan pasir dangkal,
yang sering menjadi penyebab kecelakaan kapal. Contoh insiden meliputi
tubrukan kapal penumpang KM. Dharma Rucitra dengan Tongkang BG
Butun dan SPB Lebam dengan Tongkang BG MBP 1518. Untuk mencegah
kecelakaan, awak kapal harus mengetahui peraturan internasional P2TL dari
IMO yang mengatur navigasi dan mencegah tubrukan di laut. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami faktor penyebab terjadinya tubrukan kapal saat
melintasi alur pelayaran Sungai Barito dan mengetahui cara mencegah
tubrukan kapal di alur pelayaran sempit Sungai Barito.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif
dengan menggunakan data primer dan sekunder untuk memahami masalah
di lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber yang sudah
ada. Penelitian ini menyoroti keuntungan dan keunikan masing-masing
jenis data dalam proses penelitian. Menggunakan teknik analisis data berupa
reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab tubrukan
kapal di alur Sungai Barito karena kurangnya tanggung jawab kru kapal
pada saat dinas jaga, kurangnya kordinasi antar kru kapal, dan padatnya alur
pelayaran berkontribusi terhadap kejadian tersebut. Upaya pencegahan
meliputi familiarisasi kru kapal dengan tugas dan kondisi alur, peningkatan
koordinasi dan komunikasi antar kapal, serta pemantauan cuaca dan pasang
surut. Penting untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pelayaran di
wilayah tersebut
PENGARUH WARTA KEBERANGKATAN KAPAL DALAM SISTEM INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW TERHADAP PROSES CLEARENCE DI PELABUHAN BANTEN
ABSTRAKSI
Setyaningrum, Harisma Nisa, NIT. 572011317499 K, 2024, “Pengaruh Warta
Keberangkatan Kapal Dalam Sistem Indonesia National Single Window (INSW)
Terhadap Proses Clearence Kapal Asing di Pelabuhan Banten”, Skripsi, Program
Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Kristin Anita Indriyani,
S.ST.MM, Pembimbing II: Purwantono, S.Psi,M.Pd.
Pelabuhan Banten menjadi pintu keluar masuk kapal asing maupun lokal yang
melakukan kegiatan bongkar muat barang. Setiap kapal asing yang memasuki wilayah
Pelabuhan Banten wajib memasukkan data kapal dan muatan barangnya ke dalam sistem
Indonesia National Single Window. Sistem INSW dibuat untuk membantu
mempermudah pelayanan kedatangan dan keberangkatan kapal asing yang masuk
wilayah perairan Indonesia. Meskipun sistem INSW telah diterapkan, masih terdapat
beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Salah satu kendala utama sistem INSW adalah
sistem sudah tersedia secara online akan tetapi pengurusan dokumen masih harus
dilakukan secara manual dengan datang ke kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan.
Sesuai dengan tujuan dari sistem INSW yaitu sebagai layanan percepatan pengurusan
dokumen, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
secara signifikan pengaruh warta keberangkatan kapal dan sistem INSW terhadap proses
clearence kapal asing di wilayah Pelabuhan Banten.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Teknik penarikan sampel
menggunakan rumus slovin dengan hasil akhir sampel sejumlah 95 responden pengguna
jasa sistem INSW. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier
berganda dengan dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Teknik pengolahan data
menggunakan analisa data linier berganda dengan syarat asumsi klasik dan uji hipotesis.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui hasil uji F dengan nilai
Fhitung lebih besar dari Ftabel (279,214 > Ftabel 3,095) sehingga dapat dikatakan bahwa warta
keberangkatan kapal dan sistem INSW berpengaruh signifikan terhadap proses clearence.
Dari hasil pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada penelitian ini variabel warta
keberangkatan kapal dan proses clearence (X1 dan X2) berpengaruh signifikan terhadap
proses clearence dibuktikan dengan nilai Rsquare > Rtabel (0,859 > 0,75) yang artinya H3
yaitu warta keberangkatan kapal dan proses clearence berpengaruh terhadap proses
clearence diterima