Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PERAN KEAGENAN AWAK KAPAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA KRU KAPAL DI PT. TOPAZ MARITIME
ABSTRAKSI
Satria, Izzuddin Akbar. 2024. “Peran Keagenan Awak Kapal Dalam
Meningkatkan Kinerja Kru Kapal di PT. Topaz Maritime”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Awel Suryadi, S.ST.,
M.Si. Pembimbing II: Fitri Zuhriyah, S.Psi., M.Sc.
Keagenan awak kapal memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja
awak kapal melalui pengawasan tanggung jawab awak kapal. Jika terjadi penurunan
kinerja oleh kru saat bekerja, maka hal tersebut berdampak negatif bagi perusahaan,
sehingga permasalahan kinerja kru harus ditangani dengan baik oleh pihak
keagenan kru. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan, dampak, dan
upaya yang dilakukan oleh keagenan kru PT Topaz Maritime dalam meningkatkan
kinerja kru.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian
data dianalisis dengan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh keagenan
kru dalam meningkatkan kinerja kru di PT. Topaz Maritime adalah kurangnya
pengawasan yang memadai dan rendahnya kesadaran kru terhadap kinerja. Dampak
dari menurunnya kinerja awak kapal antara lain terganggunya jam operasional,
menurunnya kualitas dan efisiensi kerja, dan kecelakaan kerja. Upaya yang
dilakukan oleh pihak keagenan kru antara lain dengan memberikan pelatihan dan
motivasi kepada kru, melakukan briefing sebelum bergabung ke kapal, memberikan
apresiasi kepada kru, dan pengawasan yang efektif terhadap peraturan dan prosedur
di atas kapal
Analisis Pelayanan Bongkar Muatan Steel Coil PT. Pelabuhan Tanjung Priok : Kendala dan Upaya Penanganan
Abstrak - PT. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan
anak perusahaan dari PT. Pelabuhan Indonesia (Persero)
dan termasuk dalam perusahaan Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha jasa operasional
kepelabuhanan. Steel coil menjadi salah satu komoditas
muatan yang sering dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok
dan masuk dalam layanan jasa bongkar muatan oleh PT.
Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui alur pelayanan bongkar muatan steel coil di PT.
Pelabuhan Tanjung Priok, kendala dalam pelayanan, dan
upaya yang dilakukan PT. Pelabuhan Tanjung Priok untuk
menangani kendala dalam pelayanan bongkar muatan steel
coil.
Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif
kualitatif. Sumber data diperoleh dengan kegiatan observasi,
wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan dengan
supervisor departemen perencanaan dan pengendalian kapal
dan barang, assistant supervisor departemen operasional
lapangan, dan supervisor departemen operator alat bongkar
muat serta studi pustaka terkait pengurusan dokumen
bongkar muatan steel coil.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan
pertama bongkar muatan steel coil dilaksanakan oleh
departemen perencanaan dan pengendalian kapal dan
barang berupa perencanaan alokasi dermaga untuk kapal
dan proses melengkapi dokumen persyaratan bongkar
muatan steel coil, kedua adalah layanan oleh departemen
operasional lapangan berupa pelaksanaan bongkar muatan
steel coil bersama PBM dan EMKL, ketiga adalah layanan
oleh departemen operator alat bongkar muat berupa
pengoperasian alat bongkar muat GLC dan Forklift. Kendala
yang dihadapi yaitu keterlambatan proses melengkapi
dokumen, keterlambatan kedatangan truk pengangkut, dan
trouble mesin alat bongkar muat GLC. Upaya yang dilakukan
PT. Pelabuhan Tanjung Priok untuk menangani kendala
adalah dengan memberikan teguran atas keterlambatan
pengurusan dokumen, melakukan penimbunan sementara
steel coil dan koordinasi dengan staff HSSE dan security atas keterlambatan kedatangan truk pengangkut, dan membuat
laporan ke PT. JPPI atas kerusakan alat bongkar muat GLC
IMPLEMENTASI TERMINAL BOOKING SYSTEM (TBS) DI TERMINAL PETIKEMAS PT. JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL
ABSTRAKSI
Kumara, Segra, NIT. 572011327539 K, 2024, “Implementasi Terminal Booking
System (TBS) di Terminal Petikemas PT. Jakarta International Container
Terminal”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana
Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. Nur Rohmah, SE., M.M., Pembimbing II: Ir. Fitri
Kensiwi, M.Pd.
PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) merupakan
perusahaan mengoperasikan layanan kontainer untuk kapal laut di Pelabuhan
Tanjung Priok. Salah satu masalah yang terjadi di PT. JICT adalah kemacetan di
gate in atau pintu masuk atau gate out atau pintu keluar saat peak time atau waktu
puncak. Selain kemacetan, dampak dari pergerakan peti kemas yang tidak efisien
akan berimbas pada waktu kedatangan kapal, berlabuh jangkar dan keberangkatan
kapal, pemborosan bahan bakar, polusi udara dari kendaraan meningkat,
performansi operasi lapangan di terminal tidak optimal, operasi bongkar muat di
dermaga, dan juga meningkatnya biaya tambahan untuk layanan. PT. JICT
meluncurkan Terminal Booking System (TBS) sebagai solusi inovatif untuk
mengatasi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan dari
implementasi TBS di terminal peti kemas PT. JICT dan untuk mengetahui strategi
implementasi TBS di PT. JICT.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data
penelitian diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik analisis data kualitatif meliputi empat tahap yaitu reduksi data, penyajian
data, penarikan simpulan dan verifikasi. Pengujian keabsahan data menggunakan
teknik triangulasi.
Tujuan PT. JICT memberlakukan TBS adalah mengurangi kepadatan lalu
lintas truk, mempercepat waktu pelayanan, mengurangi biaya logistik, pemerataan
distribusi untuk pelayanan keluar masuk petikemas, meningkatkan pelayanan
angkutan dan perencanan lebih efisien. Implementasi strateegi TBS dilakukan
secara softlaunch dengan menitikberatkan sosialisasi secara menyeluruh kepada
seluruh stakeholder yang berkaitan dengan kegiatan operasional TB
“PENANGANAN EMERGENCY KECELAKAAN KERJA OLEH PT. BAHARI LAJU ANUGERAH AGENCY PADA CREW MV. CL LIANYUNGANG PADA SAAT PEMBERSIHAN SISA CARGO BATUBARA DI MAINDECK”
ABSTRAKSI
Makhfur, Achmad Rizaldi. 2024. Penanganan Emergency Kecelakaan Kerja
Oleh PT. Bahari Laju Anugerah Agency Pada Crew MV. Cl Lianyungang
Pada Saat Pembersihan Sisa Cargo Batubara Di Maindeck. Program Studi
Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhan. Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Fajar Transelasi, S.Tr., M.A.P.,
Pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho, S.Si.T., M.Si
Pengoperasian kapal pada dasarnya berbahaya, dengan risiko kecelakaan
kerja yang signifikan, terlepas dari apakah pekerjaannya ringan atau berat. Risiko
ini semakin diperparah dengan munculnya teknologi baru dan penanganan kargo
berbahaya. Sangatlah penting untuk mendapatkan informasi lengkap tentang
potensi bahaya kecelakaan dan layanan medis yang tersedia di kapal. Kasus MV
Pelaut Mampu Kasus CL Lianyungang, yang mengalami saraf terjepit saat
membersihkan sisa muatan batu bara di Taboneo, Kalimantan Selatan,
menggambarkan pentingnya penanganan awal yang cepat dan efektif jika terjadi
kecelakaan. Penelitian ini berjudul "Penanganan Darurat Kecelakaan Kerja oleh PT
Bahari Laju Anugerah Agency pada Awak Kapal MV. Cl Lianyungang pada Saat
Pembersihan Sisa Muatan Batubara di Maindeck". Kemajuan teknologi harus
ditangani dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya human error yang menjadi
penyebab utama terjadinya kecelakaan.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan
kualitatif, Teknik pengumpulan data yanng digunakan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi, yang dilakukan saat melaksanakan praktik di PT
Bahari Laju Anugerah. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk
menggambarkan fenomena secara detail dan komprehensif. Penelitian ini
menggabungkan teori yang ada dengan data lapangan untuk mendapatkan
gambaran yang jelas antara teori dan praktek, serta untuk memecahkan masalah
dengan tahapan yang logis dan dapat diterima oleh masyarakat.
Untuk meningkatkan keselamatan, setiap kru kapal harus menerima
pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja yang memadai, termasuk penggunaan
peralatan keselamatan, prosedur darurat, dan teknik pencegahan kecelakaan. Kapal
juga harus dilengkapi dengan peralatan darurat yang memadai dan secara rutin
diperiksa. Selain itu, PT Bahari Laju Anugerah Agency perlu lebih tanggap dan
sigap dalam menangani kecelakaan kerja di kapal, dengan penanganan cepat dan
koordinasi efektif dengan pihak terkait
PENANGANAN EMERGENCY KECELAKAAN KERJA OLEH PT. BAHARI LAJU ANUGERAH AGENCY PADA CREW MV. CL LIANYUNGANG PADA SAAT PEMBERSIHAN SISA CARGO BATUBARA DI MAINDECK
Abstrak- Pengoperasian kapal pada dasarnya
berbahaya, dengan risiko kecelakaan kerja yang signifikan,
terlepas dari apakah pekerjaannya ringan atau berat. Risiko
ini semakin diperparah dengan munculnya teknologi baru
dan penanganan kargo berbahaya. Sangatlah penting untuk
mendapatkan informasi lengkap tentang potensi bahaya
kecelakaan dan layanan medis yang tersedia di kapal. Kasus
MV Pelaut Mampu Kasus CL Lianyungang, yang mengalami
saraf terjepit saat membersihkan sisa muatan batu bara di
Taboneo, Kalimantan Selatan, menggambarkan pentingnya
penanganan awal yang cepat dan efektif jika terjadi
kecelakaan. Penelitian ini berjudul "Penanganan Darurat
Kecelakaan Kerja oleh PT Bahari Laju Anugerah Agency
pada Awak Kapal MV. Cl Lianyungang pada Saat
Pembersihan Sisa Muatan Batubara di Maindeck".
Kemajuan teknologi harus ditangani dengan hati-hati untuk
mencegah terjadinya human error yang menjadi penyebab
utama terjadinya kecelakaan.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan
menggunakan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan
data yanng digunakan adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi, yang dilakukan saat melaksanakan praktik di
PT Bahari Laju Anugerah. Metode penelitian deskriptif
kualitatif digunakan untuk menggambarkan fenomena
secara detail dan komprehensif. Penelitian ini
menggabungkan teori yang ada dengan data lapangan untuk
mendapatkan gambaran yang jelas antara teori dan praktek,
serta untuk memecahkan masalah dengan tahapan yang logis
dan dapat diterima oleh masyarakat.
Untuk meningkatkan keselamatan, setiap kru kapal
harus menerima pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja
yang memadai, termasuk penggunaan peralatan
keselamatan, prosedur darurat, dan teknik pencegahan
kecelakaan. Kapal juga harus dilengkapi dengan peralatan
darurat yang memadai dan secara rutin diperiksa. Selain itu,
PT Bahari Laju Anugerah Agency perlu lebih tanggap dan
sigap dalam menangani kecelakaan kerja di kapal, dengan
penanganan cepat dan koordinasi efektif dengan pihak
terkait
ANALISIS TERJADINYA KLAIM ATAS DEADFREIGHT DALAM PROSES PEMUATAN BATU BARA DI KAPAL MV QING HUA SHAN
Abstraksi – Dalam kegiatan ekspor batu bara, proses
pengangkutan dari jetty ke area labuh dilakukan
menggunakan tongkang. Selama proses bongkar muat /
transhipment dilakukan, sering terdapat kendala yang dapat
menyebabkan deadfreight yang menyebabkan kerugian bagi
pemilik barang. Penelitian ini dilakukan selama peneliti
melaksanakan magang pada bulan Juli 2022-Agustus 2023.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor
penyebab terjadinya deadfreight claim dalam proses
pemuatan batu bara di kapal MV Qing Hua Shan beserta
upaya yang dilakukan untuk menguranginya. PT. Bahari
Laju Anugerah Cabang Banjarmasin merupakan sebuah
perusahaan pelayaran yang menangani dan melakukan jasa
pelayanan keagenan kapal di Banjarmasin, Kalimantan
Selatan. Kapal-kapal yang singgah di Banjarmasin sebagian
besar merupakan kapal yang akan mengangkut batu bara
untuk diekspor ke berbagai negara.
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan observasi,
wawancara serta dokumentasi (triangulasi) dalam
pengumpulan data. Peneliti mengumpulkan data sekaligus
menguji keabsahan data dengan mengecek melalui beberapa
sumber data seperti melakukan wawancara dengan tiga
narasumber yang berbeda yaitu Shipper on Board, Foreman
on Board dan Foreman jetty.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya
deadfreight claim dalam proses pemuatan batu bara di kapal
MV Qing Hua Shan yaitu kendala selama proses pemuatan,
tumpahnya muatan batu bara ketika proses pemuatan, serta
pencurian muatan batu bara dari dalam tongkang. Untuk
menguranginya dilakukan beberapa upaya yang dilakukan
oleh PT Cahaya Kencana Lestari selaku pemilik muatan
diantaranya melakukan koordinasi dan komunikasi yang
efektif dan efisien. Selain itu dengan melakukan pengawalan
muatan yang dibawa tongkang agar jumlah muatan tetap
utuh
Kurangnya Tekanan Hydrophore Tank terhadap Suplai Air Tawar di Kapal KM. Bukit Raya
Abstraksi - Hydrophore tank adalah tangki yang
berfungsi untuk menyimpan air sementara, lalu memisahkan
air dan udara melalui membrane sehingga udara di dalamnya
terkompresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor penyebab, dampak yang terjadi, dan upaya yang
dilakukan terhadap kurangnya tekanan hydrophore tank
terkait penyediaan air tawar di KM. Bukit Raya. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode SHEL (Software,
Hardware, Environment, Liveware). Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi
pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab
kurangnya tekanan hydrophore tank terhadap suplai air
tawar berupa perawatan yang dilakukan tidak sesuai
maintenance plan, feed water pump tidak berkerja dengan
normal, tidak teraturnya penggunaan air tawar, kurangnya
pengetahuan dan pengalaman tentang hydrophore tank.
Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pengecekan
dan perbaikan sesuai jadwal maintenance plan, melakukan
pembatasan penggunaan air tawar agar kinerja hydrophore
tank dapat bekerja dengan normal, memberikan training dan
ujian sebelum naik kapal
ANALISIS PENURUNAN KOMPRESI DIESEL GENERATOR DI MV. CH BELLA : SEBUAH STRATEGI OPTIMALISASI KINERJA DENGAN PENDEKATAN METODE ANALISIS SWOT DAN AHP
ABTRAKSI
Putra, Bramana Eka. 2024. “Analisis penurunan kompresi diesel generator di
MV. CH Bella : sebuah strategi optimalisasi kinerja dengan pendekatan metode
analisis SWOT dan AHP”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. A. Agus Tjahjono, M.M.,
M.Mar.E., pembimbing II : Anicitus Agung Nugroho, S. Si. T.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan kompresi pada diesel
generator di MV. CH Bella dan mengembangkan strategi optimalisasi kinerja yang
efektif. Penurunan kompresi pada diesel generator dapat menyebabkan penurunan
efisiensi dan kinerja keseluruhan sistem. Untuk memahami penyebab dan
dampaknya, serta merumuskan solusi optimal, digunakan pendekatan metode
analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan AHP (Analytic
Hierarchy Process). Metode SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor
internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja diesel generator. Analisis ini
membantu dalam memahami kekuatan dan kelemahan sistem, serta peluang dan
ancaman yang ada di lingkungan eksternal. Selanjutnya, metode AHP digunakan
untuk memberikan bobot pada masing-masing faktor yang telah diidentifikasi
dalam analisis SWOT, sehingga dapat menentukan prioritas strategi yang paling
efektif. Pada tanggal 25 Oktober 2023, terjadi kerusakan pada diesel generator yang
menyebabkan pengoperasian yang ada di dalam kapal terganggu dalam hal
kebutuhan listrik di engine room, akomodasi, bridge dan deck. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penurunan kompresi disebabkan oleh faktor-faktor seperti
keausan komponen, pemeliharaan yang kurang optimal, kualitas Sparepart yang
tidak sesuai dengan spesifikasi dan kondisi operasional yang tidak ideal. Strategi
optimalisasi kinerja yang diusulkan oleh Peneliti ialah perbaikan rutin dan berkala,
meningkatkan kualitas sparepart , serta penerapan teknologi terbaru dalam
pemantauan dan diagnosis kondisi diesel generator . Dengan menggunakan
pendekatan gabungan SWOT dan AHP, penelitian ini memberikan panduan yang
komprehensif dan sistematis untuk meningkatkan kinerja diesel generator di MV.
CH Bella. Implementasi strategi yang diusulkan diharapkan dapat meningkatkan
efisiensi operasional, mengurangi biaya perawatan, memperpanjang umur pakai
diesel generator
EVALUASI PELAYANAN TERMINAL PENUMPANG DI PELABUHAN BATU AMPAR
ABSTRAKSI
Nurgupita, Nufaisa. 2024. “Evaluasi Pelayanan Terminal Penumpang di
Pelabuhan Batu Ampar”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata
Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Retno Hariyanti, S.Pd., M.M, Pembimbing II:
Yustina Sapan, S. Si.T., M.M
Pelabuhan Batu Ampar merupakan salah satu pelabuhan utama yang
mendukung konektivitas di Batam. Pelayanan diberikan bagi pihak-pihak yang
membutuhkan layanan jasa oleh pelabuhan. Namun, masih terdapat beberapa
kekurangan di terminal penumpang Pelabuhan Batu Ampar, yaitu dalam kualitas
pelayanannya, terutama berkaitan dengan keselamatan, keamanan dan ketertiban,
keandalan/keteraturan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan bagi penumpang.
Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana pelayanan terminal penumpang di
Pelabuhan Batu Ampar dan upaya yang dilakukan oleh BUP BP Batam dalam
meningkatkan efektivitas pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pelayanan terminal penumpang di
Pelabuhan Batu Ampar dan upaya yang dilakukan oleh BUP BP Batam dalam
meningkatkan efektivitas pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Untuk
mendapatkan data dalam penelitian ini, digunakan empat teknik pengumpulan data
yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, yang kemudian data
dianalisa menggunakan teknik analisis triangulasi data. Data diperoleh melalui
pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan waktu.
Pelayanan terminal penumpang di Pelabuhan Batu Ampar belum sesuai
dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 tahun 2015 tentang Standar
Pelayanan Penumpang Angkutan Laut dikarenakan fasilitas yang ada di pelabuhan
masih banyak terdapat kekurangan. Upaya yang telah BUP BP Batam lakukan
dalam meningkatkan efektivitas pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar mencakup
aspek keselamatan hingga aspek kesetaraan, seperti mendirikan tenda tambahan
bagi ruang tunggu penumpang dan pemakaian bus Trans Batam sebagai transportasi
penghubung penumpang dari terminal menuju dermaga kapal. BUP BP Batam perlu
terus meningkatkan layanan dan menambah fasilitas untuk memenuhi standar
keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan bagi
penumpang
DAMPAK PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR PM 15 TAHUN 2023 TERHADAP PENGGABUNGAN KANTOR KESYAHBANDARAN UTAMA TANJUNG PERAK DENGAN KANTOR OTORITAS PELABUHAN UTAMA TANJUNG PERAK
Abstraksi - Pelabuhan tanjung perak Surabaya merupakan
salah satu pelabuhan kelas utama yang ada di Indonesia. Pada
tanggal 23 Oktober 2023 penggabungan antara Kantor
kesyahbandaran utama tanjung perak dan kantor otoritas
pelabuhan utama tanjung perak diresmikan sesuai dengan
peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor
PM 15 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
dampak dari penggabungan kantor kesyahbandaran utama
tanjung perak dengan kantor otoritas pelabuhan utama
tanjung perak serta upaya yang dilakukan untuk
meningkatkan efisiensi kinerja. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif yang dikumpulkan dari metode observasi, metode
wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini
adalah Staf Pengevaluasi Program Pembangunan Fasilitas
Pelabuhan, Sekretaris Bidang Keselamatan Berlayar dan Staf
Operasional Pelabuhan. Teknik Analisa data yang digunakan
adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan. Proses penggabungan kantor
kesyahbandaran utama tanjung perak dengan kantor otoritas
pelabuhan utama tanjung perak dilaksanakan sesuai dengan
peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor
PM 15 Tahun 2023. Dampak yang ditimbulkan dari
penggabungan dua instansi tersebut meliputi peningkatan
efisiensi operasional, penghematan biaya, tantangan
penyesuaian internal, manfaat jangka Panjang, serta
penguatan, pengawasan , dan penegakan hukum. Upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan kinerja setelah proses
penggabungan meliputi restrukturisasi organisasi, pengadaan
pelatihan dan pengembangan SDM, meningkatkan
infrastruktur dan teknologi, penegakan regulasi dan
pengawasan, serta meningkatkan layanan pelanggan