Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
ANALISIS TERJADINYA SURGING PADA TURBOCHARGER GUNAKELANCARAN PENGOPERASIAN MESIN DIESEL GENERATOR DI MV. COSMO GLORIA
ABSTRAKSI
Aditya, Tri Septa. 2025. “Analisis Terjadinya Surging Pada Turbocharger Guna
Kelancaran Pengoperasian Mesin Diesel Generator Di MV.Cosmo Gloria”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Andy Wahyu Hermanto,S.T.,MT.,
Pembimbing II: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T, M.Mar.E.
Turbocharger adalah komponen tambahan pada mesin yang berfungsi
meningkatkan aliran massa udara yang masuk ke dalam silinder sehingga performa
mesin bertenaga. Perawatan perlu dilakukan secara cermat dan mengikuti petunjuk
yang tercantum dalam buku panduan. Namun, kerusakan pada turbocharger
menyebabkan tekanan udara yang masuk kedalam silinder berkurang, yang
menyebabkan surging pada turbocharger. Menurut pengalaman peneliti ditemukan
masalah surging pada turbocharger generator terdengar suara mendengung yang
sangat keras dari mesin diesel generator dan menurunya tekanan udara yang masuk
ke dalam silinder. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab,
dampak terjadinya surging pada turbocharger mesin diesel generator guna
kelancaran pengoperasian, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
masalah tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik
analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperoleh hasil akar
penyebab dari penelitian yang dilakukan. Dengan itu peneliti dapat lebih mudah
menemukan akar masalah dari penyebab terjadinya surging pada turbocharger.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa surging pada turbocharger disebabkan
bagian compressor side kotor, bagian turbine side kotor, kondisi beban yang salah
dan air filter kotor serta dampak faktor tersebut yaitu compressor side kotor
menyebabkan back pressure, menurunya tekanan udara didalam compressor side,
tekanan udara didalam compressor side tidak stabil dan putaran compressor berat.
Turbine side kotor menyebabkan back pressure, aliran exhaust gas tidak stabil dan
putaran turbine dan tekanan exhaust gas rendah. Kondisi beban yang salah
menyebabkan back pressure, aliran udara tidak stabil pada turbocharger, tekanan
udara pada turbocharger rendah dan putaran (RPM) mesin tidak stabil dan air filter
turbocharger kotor menyebabkan back pressure, tekanan udara didalam
compressor side rendah, tekanan udara didalam compressor side tidak stabil dan
aliran udara menuju turbocharger terhambat. Upaya untuk mengatasi surging pada
turbocharger yaitu membersihkan bagian compressor side yang kotor,
membersihkan bagian turbine side yang kotor, membagi beban generator (adjust
load condition) dan mengganti air filter yang kotor. Untuk itu perlunya dilakukan
pembersihan pada compressor side dan turbine side setiap minggu sebelum diesel
generator dimatikan agar turbocahrger dalam keadaan baik dan normal
ANALISIS JUMP SHIP PADA AKTIVITAS OPERASIONAL MV. QUEEN ALIYAH DI PT.TRANSCOAL PACIFIC
ABSTRAKSI
Rohmah, Kartika Oktavia. 2025. “Analisis Jump Ship pada Aktivitas
Operasional MV. Queen Aliyah di PT. Transcoal Pacific”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Jose Beno, S.ST., M.Si.,
Pembimbing II: Amad Narto, M.Pd., M.Mar.E.
Meninggalkan kapal tanpa konfirmasi dari pihak kapal dan perusahaan dapat
mengganggu operasional kapal. Tindakan ini berpotensi merusak reputasi
perusahaan dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi individu yang
melakukannya. PT. Transcoal Pacific menghadapi kasus jump ship pada tanggal
7 Mei 2024. Sebelum kejadian, Chief Officer MV. Queen Aliyah menghadap
kepada Junior Manager Crewing pada saat kunjungan ke kapal. Chief Officer
tersebut bertanya mengenai prosedur notice sign off kepada Junior Manager
Crewing. Dijelaskan bahwa untuk melakukan notice off harus memberikan
konfirmasi kepada pihak fleet dan pihak crewing minimal satu bulan
sebelumnya. Jump ship tersebut membuat banyak kerugian di PT. Transcoal
Pacific. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu faktor yang menyebabkan
crew MV. Queen Aliyah melakukan jump ship, dampak yang terjadi akibat
jump ship crew di MV. Queen Aliyah, dan bagaimana upaya PT. Transcoal
Pacific dalam mengatasi terjadinya jump ship di MV. Queen Aliyah. Tujuannya
untuk mengetahui dan mengevaluasi faktor yang menyebabkan crew MV.
Queen Aliyah melakukan jump ship, dampak yang terjadi akibat jump ship crew
di MV. Queen Aliyah, dan bagaimana upaya PT. Transcoal Pacific dalam
mengatasi terjadinya jump ship di MV. Queen Aliyah.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
deskriptif dengan menguraikan secara lengkap dan sistematis mengenai kasus
jump ship crew MV. Queen Aliyah di PT. Transcoal Pacific. penelitian
menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara,
dokumentasi, dan studi pustaka selama melakukan penelitian dengan berbagai
narasumber. Data kemudian dianalisis dengan berbagai teknik yaitu reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, data tersebut diuji
keabsahannya dengan sistem triangulasi.
Penelitian ini menghasilkan faktor yang menyebabkan terjadinya jump ship
yaitu keinginan berlayar di perairan lokal dan tidak bisa jauh dengan keluarga.
Hal tersebut berdampak pada kerungian keuangan perusahaan dan tambahan
pekerjaan untuk tim crewing. Upaya yang dilakukan oleh PT. Transcoal Pacific
untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan membuat pengaturan rotasi
crew yang lebih baik dan melakukan swap crew dari kapal lain
OPTIMALISASI PEMENUHAN MUATAN TOL LAUT DALAM MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH OLEH PT MERATUS LINE CABANG SURABAYA
ABSTRAKSI
Zaid, Nala Inayatuz. 582111337956 K. 2025. “Optimalisasi Pemenuhan Muatan Tol
Laut Dalam Mendukung Program Pemerintah Oleh PT Meratus Line Cabang
Surabaya”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan
Laut Dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I :
Okvita Wahyuni, S.ST, M.M., Pembimbing II : Tri Budi Prasetya, S.SiT., M.M.
Pelaksanaan program tol laut dilakukan oleh PT. Meratus Line sebagai
operator kapal. Pengangkutan muatan menuju ke Kupang mengalami
ketidaksesuaian dengan alokasi slot yang ditentukan. Hal tersebut mengakibatkan
membengkaknya biaya THC (Terminal Handling charges), blank sailing, dan
complain dari perusahaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui
ketentuan muatan tol laut berdasarkan Peraturan Pemerintah, mengetahui dampak
yang akan terjadi apabila muatan tol laut tidak terpenuhi, dan mengetahui strategi
dalam memaksimalkan muatan tol laut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan studi
pustaka. Informan dalam penelitian ini terdiri dari divisi operation dan Customer
Service. Data yang dipilih kemudian di analisis dengan teori Miles dan Huberman
yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian diketahui bahwa penyebab muatan tol laut didalam palka
kurang maksimal disebabkan oleh ketidaksiapan muatan tol laut maupun muatan
pengganti, dan kurangnya koordinasi dengan pelanggan maupun dengan pihak
terminal. Sebaiknya, pihak operation dan customer service melakukan
pengecekan ulang dan mengkoordinasikan kembali mengenai kondisi kapal
maupun kesiapan muatan untuk menghindari kekosongan muatan. Selain itu,
pihak perusahaan memberikan privillage untuk pelanggan yang memiliki jadwal
pelayaran tetap
OPTIMASI KINERJA BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. PHOENIX SKY : SEBUAH PENDEKATAN DENGAN MIXED METHODS
ABSTRAKSI
Muhammad Syafi’i. 2025. “Optimasi Kinerja Ballast Water Treatment System di MV.
Phoenix Sky : Sebuah Pendekatan Mixed Methods ”. Skripsi. Program Diploma
IV, Program Studi Teknika. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing
I: Prof. Dr. A Agus Tjahjono M.M, M.Mar. E., Pembimbing II: Anicitus Agung
Nugroho, S. Si. T. M.Si.
Penelitian ini mengkaji peran Ballast Water Treatment System (BWTS) dalam operasi
maritim, dengan fokus pada kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan
keberlanjutan transportasi laut. Penelitian ini juga menyoroti evaluasi terhadap
teknologi BWTS yang tepat untuk kapal, terutama UV reactor, untuk mengurangi
risiko transfer spesies invasif. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor
penyebab, dampak, dan penurunan kinerja BWTS, serta upaya optimasi dan
pengaruhnya terhadap operasional kapal di MV Phoenix Sky.
Penelitian ini menggunakan metodologi yang berlandaskan prinsip-prinsip ilmiah
dengan pendekatan kuantitatif, yang diterapkan melalui metode Smart PLS untuk
mengumpulkan data dan menganalisis hubungan antara berbagai faktor yang
mempengaruhi kinerja BWTS. Selain itu, penelitian ini mengadopsi metode campuran
(mixed methods), yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, guna
memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai persepsi dan pengalaman
praktis operator kapal terkait penerapan serta tantangan yang dihadapi dalam
pengoperasian BWTS. Untuk pengumpulan data kualitatif, digunakan metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang bertujuan menggambarkan konteks,
faktor-faktor yang memengaruhi keputusan operasional, serta kendala yang dihadapi
selama pengoperasian BWTS di kapal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UV reaktor, perawatan, dan
sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja BWTS dan operasional kapal. Dengan
menggunakan metode SmartPLS, hasil penelitian menunjukkan bahwa UV reaktor,
perawatan, dan SDM memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja BWTS, meskipun
dengan korelasi yang lemah (27%, 23,7%, 20,5%, 21,5%, 27,8%, 22,5%, dan 34,2%,
berturut-turut). Kinerja BWTS yang optimal berperan penting dalam kelancaran
operasional kapal, karena kerusakan pada BWTS dapat menyebabkan gangguan pada
proses deballasting, stabilitas kapal, dan jadwal operasional. Perawatan yang rutin dan
tepat waktu terbukti memiliki dampak besar pada kelancaran sistem BWTS, sedangkan
pengelolaan SDM yang efektif melalui pelatihan dan pengawasan juga penting untuk
deteksi dini masalah teknis. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas kapal dan
efisiensi operasional, perlu perhatian khusus terhadap pemeliharaan BWTS,
pengelolaan SDM, dan kinerja UV reaktor
ANALISIS PENURUNAN KINERJA RELIQUEFACTION SYSTEM TERHADAP TEMPERATUR DAN TEKANAN KARGO DI LPG/C PERTAMINA GAS 1
ABSTRAKSI
NANDI FAIZIN MUSYAFFA. 2025 “Analisis Pengaruh Penurunan Kinerja
Reliquefaction System terhadap Temperatur dan Tekanan Kargo di LPG/C
Pertamina Gas 1” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembibing I: Dr. Capt Karolus Geleuk
Sengadji., M.M., M.H, Pembimbing II: Drs. Suharto, M.T.
Gas released merupakan suatu peristiwa yang sangat tidak
diharapkan oleh kapal LPG, dikarenakan menimbulkan banyak resiko yang
membahayakan bagi seluruh awak kapal dan operasi. Terjadinya gas released
dikarenakan tingginya temperatur dan tekanan di dalam tangki kargo yang
melebihi M.A.R.V.S (Maximum Allowable Relief Valve System). Tingginya
temperatur dan tekanan kargo dalam tangki ini disebabkan oleh menurunnya
kinerja reliquefaction system sehingga tidak bekerja dengan maksimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya
kinerja reliquefaction system dalam menanggulangi agar peristiwa yang sama
tidak terjadi dikemudian hari.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode
kualitatif dengan menerapkan metode analisis data SHEL (Software,
Hardware, Environment, liveware) dengan membandingkan tiap komponen.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan
studi pustaka berupa foto, dokumen dan manual yang relevan dengan
penelitian. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi (sumber,
teknik dan waktu).
Hasil penelitian menunjukan bahwa kurangnya pemeliharaan
dan perawaatan terhadap instrumen kompresor menyebabkan menurunnya
kinerja reliquefaction system. Seawater filter yang kotor dan pompa air laut
yang korosi menjadi salah satu faktor penyebabnya. Perawatan dan
pemeliharaan sesuai dengan plan maintenance system dan standar
operasional prosedur perlu diaplikasikan dalam menjaga kinerja sistem ini
IMPLEMENTASI ISM CODE (INTERNATIONAL SAFETY MANAGEMENT) CODE TERHADAP KESELAMATAN CREW DI MV PAN HARVEST
ABSTRAK
Setyaji, Pandu. 2025. “Implementasi ISM Code (International Safety
Management) Code Terhadap Keselamatan Crew di MV PAN HARVEST”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Suherman, M.Si., M.Mar ,
Pembimbing II: Kurniandri Ryan Putranti, S.ST.Pel., MSi.
Keselamatan kerja merupakan salah satu aspek utama yang harus
diperhatikan dalam operasional kapal. Penelitian ini berfokus pada implementasi
ISM Code (International Safety Management) terhadap keselamatan crew kapal di
MV PAN HARVEST. Studi ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka insiden di
atas kapal yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran crew terhadap pentingnya
SOP dan penggunaan alat pelindung diri. Dengan mengkaji bagaimana penerapan
ISM Code di kapal, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang
menghambat implementasi ISM Code serta menemukan langkah strategis untuk
meningkatkan efektivitasnya.
ISM Code (International Safety Management Code) adalah aturan
internasional yang ditetapkan oleh IMO (Internanational Maritime Organization )
dengan tujuan untuk memastikan keselamatan pelayaran dan perlindungan
lingkungan maritim, aturan ini berlaku untuk kapal dengan GT 500 atau lebih
seperti kapal kargo, kapal penumpang, maupun kapal lainnya yang beroperasi di
jalur internasional, ada beberapa dokumen yang termasuk ke dalam ISM code
seperti DOC (Document of Compliance) untuk perusahaan dan SMC (Safety
Management Certificate)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi
literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat banyak crew yang
mengabaikan aturan keselamatan, seperti tidak menggunakan safety harness atau
life jacket saat bekerja di area berisiko. Faktor penghambat utama meliputi
kurangnya pelatihan rutin, lemahnya pengawasan manajemen, dan rendahnya
kesadaran individu terhadap pentingnya keselamatan kerja.
Temuan penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, termasuk pelatihan
keselamatan yang lebih intensif, peningkatan pengawasan, serta penyediaan
fasilitas keselamatan yang nyaman dan mudah digunakan. Diharapkan, penerapan
langkah-langkah ini dapat meningkatkan keselamatan kerja di kapal dan
mendukung tercapainya slogan IMO, yaitu "safe, secure, efficient shipping on clean
ocean.
ANALISIS PENURUNAN PRODUKSI FRESH WATER PADA REVERSE OSMOSIS DI C/V TENEO
Abstrak- Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya
air tawar di C/V Teneo untuk kebutuhan sehari-hari. Reverse
osmosis mengalami penurunan kinerja produksi fresh water dari
kinerja normal produksi 12 ton menjadi 7 ton.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa
yang menyebabkan penurunan produksi air tawar pada reverse
osmosis, dampak penurunan produksi dan bagaimana upaya untuk
mengatasi penyebab penurunan produksi air tawar. Metode yang
digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan
menggunakan teknik analisis data diagram fishbone.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor
penyebab penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis
karena perawatan reverse osmosis yang kurang sesuai dengan
prosedur, karena usia pakai reverse osmosis yang sudah lebih dari
10 tahun, tidak tersedianya spare-part di kapal. Dampak dari
penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis adalah
kebutuhan air tawar di kapal tidak terpenuhi, meningkatnya biaya
operasional untuk bunker air tawar guna memenuhi kebutuhan air
tawar di kapal. Upaya untuk meningkatkan produksi fresh water
adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan prosedur
perawatan reverse osmosis
PENYEBAB KURANG TERAWATNYA SISTEM AIR PENDINGIN MESIN INDUK DI MT. BAUHINIA
ABSTRAK
Setiyono, Muhamad Budi. 2025, “Penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin
mesin induk di MT. BAUHINIA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman
Saleh., M. Pd., pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho,S.SiT.M.Si.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh penyebab kurang terawatnya sistem air
pendingin mesin induk di MT. BAUHINIA hal ini menyebabkan terjadinya korosi di
dalam sistem air pendingin jacket cooling main engine.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa penyebab kurang sisitem air
pendingin jacket cooling mesin induk di MT. BAUHINIA, dampak kurang terawatnya
sistem air pendingin dan bagaimana upaya untuk mengatasi penyebab kurang terawatnya
sistem air pendingin jacket cooling mesin induk. Metode yang digunakan dalam
penulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data SHEL.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kurang
terawatnya sistem air pendingin mesin induk karena kualitas air tawar yang kurang baik.
Dampak dari kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling adalah terjadinya
korosi di dalam sistem fresh water jacket cooling. Upaya untuk menjaga agar pendingin
mesin tetap bekerja secara optimal adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan
prosedur perawatan sistem peendingin fresh water jacket cooling. Saran untuk mengatasi
kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling dengan melaksanakan planed
maintenance system(PMS), dan mengoptimalkan prosedur pengawasan
Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Penurunan Produksi Air Tawar di Kapal Mv. Maersk Noresund
Abstrak- Air tawar memainkan peran yang sangat
penting dalam kinerja generator air tawar. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor
yang menyebabkan penurunan produksi air tawar
pada Fresh Water Generator (FWG) di kapal MV.
Maersk Noresund. Air tawar sangat penting di kapal
untuk berbagai keperluan, termasuk pendinginan
mesin dan kebutuhan akomodasi. Penurunan
produksi air tawar dapat mengganggu operasional
kapal dan kenyamanan kru. Metode penelitian
menggunakan kualitatif. Faktor-faktor penyebab
penurunan produksi air tawar meliputi rendahnya
tekanan pada pompa ejector, endapan atau kerak
garam pada evaporator dan kondenser, sistem kontrol
yang tidak sesuai manual, air laut yang kotor, dan
perawatan yang tidak sesuai jadwal. Dampaknya
termasuk kurangnya kevakuman, proses evaporasi
yang tidak sempurna, dan terganggunya pendinginan
mesin. Upaya untuk mengatasi masalah ini
melibatkan pembersihan kerak, pembersihan filter
pompa, dan pelaksanaan perawatan tepat waktu
sesuai manual.
Penelitian ini memberikan wawasan bagi perwira
kapal dan taruna yang akan melaksanakan praktik
laut mengenai masalah penurunan produksi air tawar
dan tindakan yang dapat diambil untuk
mengatasinya
PENGARUH UTILISASI ALAT RUBBER TYRED GANTRY (RTG) DAN YARD OCCUPANCY RATIO (YOR) TERHADAP TRUCK ROUND TIME (TRT) PADA KEGIATAN RECEIVING DI PT TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA
ABSTRAKSI
Balqis, Cahyaningtyas Putri. 2025. “Pengaruh Utilisasi Alat Rubber Tyred
Gantry (RTG) Dan Yard Occupancy Ratio (YOR) Terhadap Truck Round Time
(TRT) Pada Kegiatan Receiving di PT Terminal Petikemas Surabaya”,
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut
dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Taruga Runadi, M.Si., Pembimbing II: Prof. Dr. A. Agus Tjahjono, M.M.,
M.Mar.E.
Sistem pengangkutan barang menggunakan petikemas menjadi pilihan utama
dalam industri logistik seiring dengan perkembangan teknologi. PT Terminal
Petikemas Surabaya (TPS) sebagai bagian dari PT Pelindo berupaya untuk
meningkatkan efisiensi operasional dalam kegiatan ekspor dan impor melalui
sistem petikemas. Salah satu faktor utama dalam efisiensi operasional TPS adalah
pengelolaan Truck Round Time (TRT) pada kegiatan receiving. Namun, dalam
praktiknya utilisasi alat Rubber Tyred Gantry (RTG) yang belum optimal serta
tingginya Yard Occupancy Ratio (YOR) menyebabkan peningkatan waktu tunggu
dan antrean truk eksternal, sehingga melebihi standar waktu pelayanan yang telah
ditetapkan. Tujuan penelitian: a) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
utilisasi alat RTG terhadap TRT pada kegiatan receiving di TPS, b) untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh YOR terhadap TRT pada kegiatan receiving
di TPS, c) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh utilisasi alat RTG dan YOR
secara simultan terhadap TRT pada kegiatan receiving di TPS.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengolahan
data berupa teknik analisis regresi linier berganda. Terdapat dua variabel
independen dan satu variabel dependen yang diolah menggunakan bantuan Rstudio.
Teknik penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin, sehingga
diperoleh 109 responden yang terlibat dalam kegiatan receiving. Analisis data
dilakukan dengan memenuhi asumsi klasik dan uji hipotesis.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, dapat disimpulkan bahwa
variabel X1 memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap Y sebesar 36%,
sementara variabel X2 memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap Y
sebesar 42,5%. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Rsquare
sebesar 50,7%. Hal ini berarti bahwa variabel X1 dan variabel X2 terhadap variabel
Y memberikan kontribusi sebesar 50,7 %, sisanya sebesar 49,3% dipengaruhi oleh
variabel – variabel lainnya yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Temuan tersebut
mengindikasikan adanya korelasi moderat antara variabel independen dan variabel
depende