Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS TERJADINYA SURGING PADA TURBOCHARGER GUNAKELANCARAN PENGOPERASIAN MESIN DIESEL GENERATOR DI MV. COSMO GLORIA

    Full text link
    ABSTRAKSI Aditya, Tri Septa. 2025. “Analisis Terjadinya Surging Pada Turbocharger Guna Kelancaran Pengoperasian Mesin Diesel Generator Di MV.Cosmo Gloria”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Andy Wahyu Hermanto,S.T.,MT., Pembimbing II: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T, M.Mar.E. Turbocharger adalah komponen tambahan pada mesin yang berfungsi meningkatkan aliran massa udara yang masuk ke dalam silinder sehingga performa mesin bertenaga. Perawatan perlu dilakukan secara cermat dan mengikuti petunjuk yang tercantum dalam buku panduan. Namun, kerusakan pada turbocharger menyebabkan tekanan udara yang masuk kedalam silinder berkurang, yang menyebabkan surging pada turbocharger. Menurut pengalaman peneliti ditemukan masalah surging pada turbocharger generator terdengar suara mendengung yang sangat keras dari mesin diesel generator dan menurunya tekanan udara yang masuk ke dalam silinder. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab, dampak terjadinya surging pada turbocharger mesin diesel generator guna kelancaran pengoperasian, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperoleh hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Dengan itu peneliti dapat lebih mudah menemukan akar masalah dari penyebab terjadinya surging pada turbocharger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surging pada turbocharger disebabkan bagian compressor side kotor, bagian turbine side kotor, kondisi beban yang salah dan air filter kotor serta dampak faktor tersebut yaitu compressor side kotor menyebabkan back pressure, menurunya tekanan udara didalam compressor side, tekanan udara didalam compressor side tidak stabil dan putaran compressor berat. Turbine side kotor menyebabkan back pressure, aliran exhaust gas tidak stabil dan putaran turbine dan tekanan exhaust gas rendah. Kondisi beban yang salah menyebabkan back pressure, aliran udara tidak stabil pada turbocharger, tekanan udara pada turbocharger rendah dan putaran (RPM) mesin tidak stabil dan air filter turbocharger kotor menyebabkan back pressure, tekanan udara didalam compressor side rendah, tekanan udara didalam compressor side tidak stabil dan aliran udara menuju turbocharger terhambat. Upaya untuk mengatasi surging pada turbocharger yaitu membersihkan bagian compressor side yang kotor, membersihkan bagian turbine side yang kotor, membagi beban generator (adjust load condition) dan mengganti air filter yang kotor. Untuk itu perlunya dilakukan pembersihan pada compressor side dan turbine side setiap minggu sebelum diesel generator dimatikan agar turbocahrger dalam keadaan baik dan normal

    ANALISIS JUMP SHIP PADA AKTIVITAS OPERASIONAL MV. QUEEN ALIYAH DI PT.TRANSCOAL PACIFIC

    Full text link
    ABSTRAKSI Rohmah, Kartika Oktavia. 2025. “Analisis Jump Ship pada Aktivitas Operasional MV. Queen Aliyah di PT. Transcoal Pacific”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Jose Beno, S.ST., M.Si., Pembimbing II: Amad Narto, M.Pd., M.Mar.E. Meninggalkan kapal tanpa konfirmasi dari pihak kapal dan perusahaan dapat mengganggu operasional kapal. Tindakan ini berpotensi merusak reputasi perusahaan dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi individu yang melakukannya. PT. Transcoal Pacific menghadapi kasus jump ship pada tanggal 7 Mei 2024. Sebelum kejadian, Chief Officer MV. Queen Aliyah menghadap kepada Junior Manager Crewing pada saat kunjungan ke kapal. Chief Officer tersebut bertanya mengenai prosedur notice sign off kepada Junior Manager Crewing. Dijelaskan bahwa untuk melakukan notice off harus memberikan konfirmasi kepada pihak fleet dan pihak crewing minimal satu bulan sebelumnya. Jump ship tersebut membuat banyak kerugian di PT. Transcoal Pacific. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu faktor yang menyebabkan crew MV. Queen Aliyah melakukan jump ship, dampak yang terjadi akibat jump ship crew di MV. Queen Aliyah, dan bagaimana upaya PT. Transcoal Pacific dalam mengatasi terjadinya jump ship di MV. Queen Aliyah. Tujuannya untuk mengetahui dan mengevaluasi faktor yang menyebabkan crew MV. Queen Aliyah melakukan jump ship, dampak yang terjadi akibat jump ship crew di MV. Queen Aliyah, dan bagaimana upaya PT. Transcoal Pacific dalam mengatasi terjadinya jump ship di MV. Queen Aliyah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menguraikan secara lengkap dan sistematis mengenai kasus jump ship crew MV. Queen Aliyah di PT. Transcoal Pacific. penelitian menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka selama melakukan penelitian dengan berbagai narasumber. Data kemudian dianalisis dengan berbagai teknik yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, data tersebut diuji keabsahannya dengan sistem triangulasi. Penelitian ini menghasilkan faktor yang menyebabkan terjadinya jump ship yaitu keinginan berlayar di perairan lokal dan tidak bisa jauh dengan keluarga. Hal tersebut berdampak pada kerungian keuangan perusahaan dan tambahan pekerjaan untuk tim crewing. Upaya yang dilakukan oleh PT. Transcoal Pacific untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan membuat pengaturan rotasi crew yang lebih baik dan melakukan swap crew dari kapal lain

    OPTIMALISASI PEMENUHAN MUATAN TOL LAUT DALAM MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH OLEH PT MERATUS LINE CABANG SURABAYA

    Full text link
    ABSTRAKSI Zaid, Nala Inayatuz. 582111337956 K. 2025. “Optimalisasi Pemenuhan Muatan Tol Laut Dalam Mendukung Program Pemerintah Oleh PT Meratus Line Cabang Surabaya”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut Dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Okvita Wahyuni, S.ST, M.M., Pembimbing II : Tri Budi Prasetya, S.SiT., M.M. Pelaksanaan program tol laut dilakukan oleh PT. Meratus Line sebagai operator kapal. Pengangkutan muatan menuju ke Kupang mengalami ketidaksesuaian dengan alokasi slot yang ditentukan. Hal tersebut mengakibatkan membengkaknya biaya THC (Terminal Handling charges), blank sailing, dan complain dari perusahaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui ketentuan muatan tol laut berdasarkan Peraturan Pemerintah, mengetahui dampak yang akan terjadi apabila muatan tol laut tidak terpenuhi, dan mengetahui strategi dalam memaksimalkan muatan tol laut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini terdiri dari divisi operation dan Customer Service. Data yang dipilih kemudian di analisis dengan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa penyebab muatan tol laut didalam palka kurang maksimal disebabkan oleh ketidaksiapan muatan tol laut maupun muatan pengganti, dan kurangnya koordinasi dengan pelanggan maupun dengan pihak terminal. Sebaiknya, pihak operation dan customer service melakukan pengecekan ulang dan mengkoordinasikan kembali mengenai kondisi kapal maupun kesiapan muatan untuk menghindari kekosongan muatan. Selain itu, pihak perusahaan memberikan privillage untuk pelanggan yang memiliki jadwal pelayaran tetap

    OPTIMASI KINERJA BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. PHOENIX SKY : SEBUAH PENDEKATAN DENGAN MIXED METHODS

    Full text link
    ABSTRAKSI Muhammad Syafi’i. 2025. “Optimasi Kinerja Ballast Water Treatment System di MV. Phoenix Sky : Sebuah Pendekatan Mixed Methods ”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Prof. Dr. A Agus Tjahjono M.M, M.Mar. E., Pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho, S. Si. T. M.Si. Penelitian ini mengkaji peran Ballast Water Treatment System (BWTS) dalam operasi maritim, dengan fokus pada kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan keberlanjutan transportasi laut. Penelitian ini juga menyoroti evaluasi terhadap teknologi BWTS yang tepat untuk kapal, terutama UV reactor, untuk mengurangi risiko transfer spesies invasif. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor penyebab, dampak, dan penurunan kinerja BWTS, serta upaya optimasi dan pengaruhnya terhadap operasional kapal di MV Phoenix Sky. Penelitian ini menggunakan metodologi yang berlandaskan prinsip-prinsip ilmiah dengan pendekatan kuantitatif, yang diterapkan melalui metode Smart PLS untuk mengumpulkan data dan menganalisis hubungan antara berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja BWTS. Selain itu, penelitian ini mengadopsi metode campuran (mixed methods), yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, guna memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai persepsi dan pengalaman praktis operator kapal terkait penerapan serta tantangan yang dihadapi dalam pengoperasian BWTS. Untuk pengumpulan data kualitatif, digunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang bertujuan menggambarkan konteks, faktor-faktor yang memengaruhi keputusan operasional, serta kendala yang dihadapi selama pengoperasian BWTS di kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UV reaktor, perawatan, dan sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja BWTS dan operasional kapal. Dengan menggunakan metode SmartPLS, hasil penelitian menunjukkan bahwa UV reaktor, perawatan, dan SDM memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja BWTS, meskipun dengan korelasi yang lemah (27%, 23,7%, 20,5%, 21,5%, 27,8%, 22,5%, dan 34,2%, berturut-turut). Kinerja BWTS yang optimal berperan penting dalam kelancaran operasional kapal, karena kerusakan pada BWTS dapat menyebabkan gangguan pada proses deballasting, stabilitas kapal, dan jadwal operasional. Perawatan yang rutin dan tepat waktu terbukti memiliki dampak besar pada kelancaran sistem BWTS, sedangkan pengelolaan SDM yang efektif melalui pelatihan dan pengawasan juga penting untuk deteksi dini masalah teknis. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas kapal dan efisiensi operasional, perlu perhatian khusus terhadap pemeliharaan BWTS, pengelolaan SDM, dan kinerja UV reaktor

    ANALISIS PENURUNAN KINERJA RELIQUEFACTION SYSTEM TERHADAP TEMPERATUR DAN TEKANAN KARGO DI LPG/C PERTAMINA GAS 1

    Full text link
    ABSTRAKSI NANDI FAIZIN MUSYAFFA. 2025 “Analisis Pengaruh Penurunan Kinerja Reliquefaction System terhadap Temperatur dan Tekanan Kargo di LPG/C Pertamina Gas 1” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembibing I: Dr. Capt Karolus Geleuk Sengadji., M.M., M.H, Pembimbing II: Drs. Suharto, M.T. Gas released merupakan suatu peristiwa yang sangat tidak diharapkan oleh kapal LPG, dikarenakan menimbulkan banyak resiko yang membahayakan bagi seluruh awak kapal dan operasi. Terjadinya gas released dikarenakan tingginya temperatur dan tekanan di dalam tangki kargo yang melebihi M.A.R.V.S (Maximum Allowable Relief Valve System). Tingginya temperatur dan tekanan kargo dalam tangki ini disebabkan oleh menurunnya kinerja reliquefaction system sehingga tidak bekerja dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya kinerja reliquefaction system dalam menanggulangi agar peristiwa yang sama tidak terjadi dikemudian hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menerapkan metode analisis data SHEL (Software, Hardware, Environment, liveware) dengan membandingkan tiap komponen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka berupa foto, dokumen dan manual yang relevan dengan penelitian. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi (sumber, teknik dan waktu). Hasil penelitian menunjukan bahwa kurangnya pemeliharaan dan perawaatan terhadap instrumen kompresor menyebabkan menurunnya kinerja reliquefaction system. Seawater filter yang kotor dan pompa air laut yang korosi menjadi salah satu faktor penyebabnya. Perawatan dan pemeliharaan sesuai dengan plan maintenance system dan standar operasional prosedur perlu diaplikasikan dalam menjaga kinerja sistem ini

    IMPLEMENTASI ISM CODE (INTERNATIONAL SAFETY MANAGEMENT) CODE TERHADAP KESELAMATAN CREW DI MV PAN HARVEST

    Full text link
    ABSTRAK Setyaji, Pandu. 2025. “Implementasi ISM Code (International Safety Management) Code Terhadap Keselamatan Crew di MV PAN HARVEST”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Suherman, M.Si., M.Mar , Pembimbing II: Kurniandri Ryan Putranti, S.ST.Pel., MSi. Keselamatan kerja merupakan salah satu aspek utama yang harus diperhatikan dalam operasional kapal. Penelitian ini berfokus pada implementasi ISM Code (International Safety Management) terhadap keselamatan crew kapal di MV PAN HARVEST. Studi ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka insiden di atas kapal yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran crew terhadap pentingnya SOP dan penggunaan alat pelindung diri. Dengan mengkaji bagaimana penerapan ISM Code di kapal, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang menghambat implementasi ISM Code serta menemukan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitasnya. ISM Code (International Safety Management Code) adalah aturan internasional yang ditetapkan oleh IMO (Internanational Maritime Organization ) dengan tujuan untuk memastikan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim, aturan ini berlaku untuk kapal dengan GT 500 atau lebih seperti kapal kargo, kapal penumpang, maupun kapal lainnya yang beroperasi di jalur internasional, ada beberapa dokumen yang termasuk ke dalam ISM code seperti DOC (Document of Compliance) untuk perusahaan dan SMC (Safety Management Certificate) Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat banyak crew yang mengabaikan aturan keselamatan, seperti tidak menggunakan safety harness atau life jacket saat bekerja di area berisiko. Faktor penghambat utama meliputi kurangnya pelatihan rutin, lemahnya pengawasan manajemen, dan rendahnya kesadaran individu terhadap pentingnya keselamatan kerja. Temuan penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, termasuk pelatihan keselamatan yang lebih intensif, peningkatan pengawasan, serta penyediaan fasilitas keselamatan yang nyaman dan mudah digunakan. Diharapkan, penerapan langkah-langkah ini dapat meningkatkan keselamatan kerja di kapal dan mendukung tercapainya slogan IMO, yaitu "safe, secure, efficient shipping on clean ocean.

    ANALISIS PENURUNAN PRODUKSI FRESH WATER PADA REVERSE OSMOSIS DI C/V TENEO

    No full text
    Abstrak- Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya air tawar di C/V Teneo untuk kebutuhan sehari-hari. Reverse osmosis mengalami penurunan kinerja produksi fresh water dari kinerja normal produksi 12 ton menjadi 7 ton. Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa yang menyebabkan penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis, dampak penurunan produksi dan bagaimana upaya untuk mengatasi penyebab penurunan produksi air tawar. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data diagram fishbone. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis karena perawatan reverse osmosis yang kurang sesuai dengan prosedur, karena usia pakai reverse osmosis yang sudah lebih dari 10 tahun, tidak tersedianya spare-part di kapal. Dampak dari penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis adalah kebutuhan air tawar di kapal tidak terpenuhi, meningkatnya biaya operasional untuk bunker air tawar guna memenuhi kebutuhan air tawar di kapal. Upaya untuk meningkatkan produksi fresh water adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan prosedur perawatan reverse osmosis

    PENYEBAB KURANG TERAWATNYA SISTEM AIR PENDINGIN MESIN INDUK DI MT. BAUHINIA

    No full text
    ABSTRAK Setiyono, Muhamad Budi. 2025, “Penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin mesin induk di MT. BAUHINIA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh., M. Pd., pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho,S.SiT.M.Si. Penelitian ini dilatar belakangi oleh penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin mesin induk di MT. BAUHINIA hal ini menyebabkan terjadinya korosi di dalam sistem air pendingin jacket cooling main engine. Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa penyebab kurang sisitem air pendingin jacket cooling mesin induk di MT. BAUHINIA, dampak kurang terawatnya sistem air pendingin dan bagaimana upaya untuk mengatasi penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling mesin induk. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data SHEL. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin mesin induk karena kualitas air tawar yang kurang baik. Dampak dari kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling adalah terjadinya korosi di dalam sistem fresh water jacket cooling. Upaya untuk menjaga agar pendingin mesin tetap bekerja secara optimal adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan prosedur perawatan sistem peendingin fresh water jacket cooling. Saran untuk mengatasi kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling dengan melaksanakan planed maintenance system(PMS), dan mengoptimalkan prosedur pengawasan

    Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Penurunan Produksi Air Tawar di Kapal Mv. Maersk Noresund

    Full text link
    Abstrak- Air tawar memainkan peran yang sangat penting dalam kinerja generator air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan produksi air tawar pada Fresh Water Generator (FWG) di kapal MV. Maersk Noresund. Air tawar sangat penting di kapal untuk berbagai keperluan, termasuk pendinginan mesin dan kebutuhan akomodasi. Penurunan produksi air tawar dapat mengganggu operasional kapal dan kenyamanan kru. Metode penelitian menggunakan kualitatif. Faktor-faktor penyebab penurunan produksi air tawar meliputi rendahnya tekanan pada pompa ejector, endapan atau kerak garam pada evaporator dan kondenser, sistem kontrol yang tidak sesuai manual, air laut yang kotor, dan perawatan yang tidak sesuai jadwal. Dampaknya termasuk kurangnya kevakuman, proses evaporasi yang tidak sempurna, dan terganggunya pendinginan mesin. Upaya untuk mengatasi masalah ini melibatkan pembersihan kerak, pembersihan filter pompa, dan pelaksanaan perawatan tepat waktu sesuai manual. Penelitian ini memberikan wawasan bagi perwira kapal dan taruna yang akan melaksanakan praktik laut mengenai masalah penurunan produksi air tawar dan tindakan yang dapat diambil untuk mengatasinya

    PENGARUH UTILISASI ALAT RUBBER TYRED GANTRY (RTG) DAN YARD OCCUPANCY RATIO (YOR) TERHADAP TRUCK ROUND TIME (TRT) PADA KEGIATAN RECEIVING DI PT TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA

    Full text link
    ABSTRAKSI Balqis, Cahyaningtyas Putri. 2025. “Pengaruh Utilisasi Alat Rubber Tyred Gantry (RTG) Dan Yard Occupancy Ratio (YOR) Terhadap Truck Round Time (TRT) Pada Kegiatan Receiving di PT Terminal Petikemas Surabaya”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Taruga Runadi, M.Si., Pembimbing II: Prof. Dr. A. Agus Tjahjono, M.M., M.Mar.E. Sistem pengangkutan barang menggunakan petikemas menjadi pilihan utama dalam industri logistik seiring dengan perkembangan teknologi. PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sebagai bagian dari PT Pelindo berupaya untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam kegiatan ekspor dan impor melalui sistem petikemas. Salah satu faktor utama dalam efisiensi operasional TPS adalah pengelolaan Truck Round Time (TRT) pada kegiatan receiving. Namun, dalam praktiknya utilisasi alat Rubber Tyred Gantry (RTG) yang belum optimal serta tingginya Yard Occupancy Ratio (YOR) menyebabkan peningkatan waktu tunggu dan antrean truk eksternal, sehingga melebihi standar waktu pelayanan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian: a) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh utilisasi alat RTG terhadap TRT pada kegiatan receiving di TPS, b) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh YOR terhadap TRT pada kegiatan receiving di TPS, c) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh utilisasi alat RTG dan YOR secara simultan terhadap TRT pada kegiatan receiving di TPS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengolahan data berupa teknik analisis regresi linier berganda. Terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen yang diolah menggunakan bantuan Rstudio. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin, sehingga diperoleh 109 responden yang terlibat dalam kegiatan receiving. Analisis data dilakukan dengan memenuhi asumsi klasik dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, dapat disimpulkan bahwa variabel X1 memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap Y sebesar 36%, sementara variabel X2 memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap Y sebesar 42,5%. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Rsquare sebesar 50,7%. Hal ini berarti bahwa variabel X1 dan variabel X2 terhadap variabel Y memberikan kontribusi sebesar 50,7 %, sisanya sebesar 49,3% dipengaruhi oleh variabel – variabel lainnya yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Temuan tersebut mengindikasikan adanya korelasi moderat antara variabel independen dan variabel depende

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇