Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PENGARUH UTILISASI ALAT RUBBER TYRED GANTRY DAN YARD OCCUPANCY RATIO TERHADAP TRUCK ROUND TIME PADA KEGIATAN RECEIVING DI PT TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA
Abstraksi – Sistem pengangkutan barang menggunakan
petikemas menjadi pilihan utama dalam industri logistik, dan
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya
meningkatkan efisiensi operasional ekspor-impor melalui
pengelolaan Truck Round Time (TRT) pada kegiatan
receiving. Namun, utilisasi alat Rubber Tyred Gantry (RTG)
yang belum optimal serta tingginya Yard Occupancy Ratio
(YOR) menyebabkan peningkatan waktu tunggu truk,
sehingga melebihi standar pelayanan. Tujuan penelitian ini,
yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh utilisasi
alat RTG dan YOR terhadap TRT pada kegiatan receiving di
TPS.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
analisis regresi linier berganda yang melibatkan dua variabel
independen dan satu variabel dependen yang diolah
menggunakan Rstudio. Sampel sebanyak 109 responden,
ditentukan melalui rumus slovin, dengan analisis data yang
memenuhi asumsi klasik dan uji hipotesis.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda maka
dapat disimpulkan bahwa variabel X1 berpengaruh positif
secara signifikan terhadap Y sebesar 36% dan variabel X2
berpengaruh positif secara signifikan terhadap Y sebesar
42,5%. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai
RSquare sebesar 50,7%. Hal ini berarti bahwa variabel X1 dan
X2 memberikan kontribusi terhadap Y sebesar 50,7% sisanya
sebesar 49,3% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang
tidak dibahas dalam penelitian
PENYEBAB KURANG TERAWATNYA SISTEM AIR PENDINGIN MESIN INDUK DI MT. BAUHINIA
ABSTRAK
Setiyono, Muhamad Budi. 2025, “Penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin
mesin induk di MT. BAUHINIA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman
Saleh., M. Pd., pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho,S.SiT.M.Si.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh penyebab kurang terawatnya sistem air
pendingin mesin induk di MT. BAUHINIA hal ini menyebabkan terjadinya korosi di
dalam sistem air pendingin jacket cooling main engine.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa penyebab kurang sisitem air
pendingin jacket cooling mesin induk di MT. BAUHINIA, dampak kurang terawatnya
sistem air pendingin dan bagaimana upaya untuk mengatasi penyebab kurang terawatnya
sistem air pendingin jacket cooling mesin induk. Metode yang digunakan dalam
penulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data SHEL.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kurang
terawatnya sistem air pendingin mesin induk karena kualitas air tawar yang kurang baik.
Dampak dari kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling adalah terjadinya
korosi di dalam sistem fresh water jacket cooling. Upaya untuk menjaga agar pendingin
mesin tetap bekerja secara optimal adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan
prosedur perawatan sistem peendingin fresh water jacket cooling. Saran untuk mengatasi
kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling dengan melaksanakan planed
maintenance system(PMS), dan mengoptimalkan prosedur pengawasan
ANALISIS TERJADINYA KERUSAKAN MESIN DIESEL GENERATOR NO. 1 KAPAL MV. KARTINI SAMUDRA DENGAN STUDI KASUS TERLEPASNYA CONNECTING ROD CYLINDER NO. 6
ABSTRAKSI
Ramadhan, Akhmad Gilang. 2025. “Analisis terjadinya kerusakan mesin diesel
generator no. 1 kapal MV. Kartini Samudra dengan studi kasus terlepasnya
connecting rod cylinder no. 6”. Skripsi. Program Diploma IV, Program
Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Didik
Dwi Suharso, S.Si.T., M.Pd., Pembimbing II: Ir. Fitri Kensiwi, M.Pd
Diesel Generator (DG) merupakan komponen mesin bantu yang sangat
penting dalam sebuah kapal dan berperan sebagai penyalur tenaga listrik untuk
mendapatkan daya listrik. Hal ini membuat mesin DG harus selalu dalam kondisi
yang stabil dan dapat bekerja secara optimal dalam pengoperasian mesin kapal.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan peneliti ketika menjalani praktek
laut (prala) di kapal MV. Kartini Samudra, pada tanggal 11 Februari 2023 pada saat
one hours notice tepatnya sekitar pukul 08.15 WITA di perairan Bontang kapal MV.
Kartini Samudra mengalami gangguan pada mesin DG.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan
pada diesel generator no. 1, dampak kerusakan pada diesel generator no. 1 dan
upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan pada disel generator no. 1. Metode
yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data RCA (Root
Cause Analysis) 5 why untuk menemukan akar penyebab masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terjadinya gangguan pada
komponen connecting rod adalah kelelahan material pada komponen tersebut.
Dampak yang ditimbulkan oleh gangguan yang terjadi adalah terlepasnya
komponen connecting rod dalam hal ini yaitu rod cap. Upaya untuk menghambat
terjadinya gangguan pada komponen ini berupa pelaksanaan Planned Maintenance
System (PMS)
EVALUASI PENURUNAN KERJA KOMPRESOR REFRIGERATOR DI MV. MANALAGI DASA
ABSTRAKSI
Fikri Saufin Mubarok. 2024. ”EVALUASI PENURUNAN KERJA
KOMPRESOR REFRIGERATOR DI MV. MANALAGI DASA” Skripsi
Pogram Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr.F.Pambudi Widiatmaka, S.T,M.T.,
Pembimbing II: Muhammad Sapta Heriyawan,S.Kom,M.SI.
Kompresor refrigerasi pada kapal laut merupakan salah satu komponen vital yang
berperan penting dalam menjaga kualitas dan keamanan bahan makanan serta
logistik selama pelayaran. MV. Manalagi Dasa, sebagai kapal yang beroperasi
dalam jalur pelayaran reguler, sangat bergantung pada kerja sistem refrigerasi untuk
mendukung operasional kapal. Namun, seiring dengan waktu pengoperasian,
sistem refrigerasi pada kapal ini menunjukkan tanda-tanda penurunan performa
yang signifikan, terutama pada komponen kompresor refrigerator.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, dampak serta
upaya mengatasi kerja refrigerator compressor menurun. Metode yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan Miles and
Huberman dengan mengidentifikasi faktor evaluasi penurunan kerja refrigerator
pada kompresor.hasl
Hasil penelitian ini menunjukkan faktor yang menyebabkan penurunan kerja
kompresor refrigerator adalah ausnya valve kompresi yang mengakibatkan
menurunnya efisiensi pressure pada kompresor. Dampak yang ditimbulkan dari
menurunnya pressure pada kompresor yaitu tekanan discharge port menjadi tidak
normal karena zat refrigeran tidak mampu mengalir secara normal yang
menybabkan turunnya temperature diruang pendingin bahan makanan. Akibatnya
bahan makanan maenjadi busuk karena bakteri didalam makanan cepat bertumbuh,
karena temperatur yang dihasilkan tidak sesuai dari normalnya. Sedangkan upaya
untuk mengatasi ausnya valve kompresi pada kompresor refrigerator yaitu
penggantian valve kompresi yang lama dengan yang baru pada kompresor
ANALISIS TIMBULNYA SCALE PADA FEED WATER SIDE EVAPORATOR FRESH WATER GENERATOR DI MV. LUMOSO KARUNIA VIII
ABSTRAKSI
Widayat, Arief Bagus Setyo 2025. “Analisis timbulnya scale pada feed water side
evaporator fresh water generator di MV. Lumoso Karunia VIII”, Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing 1: Imam Safi'i, S.Si.T., M.Si., dan Pembimbing II:
Iwan Kurniawan, M.Pd., M.Mar.E
Fresh water generator digunakan untuk memenuhi kebutuhan air tawar
untuk akomodasi dan operasional permesinan yang membutuhkan. Salah satu
bagian penting dari fresh water generator adalah feed water side evaporator
yang berfungsi untuk menguapkan air laut dengan menggunakan media
pemanas air tawar pendingin mesin utama, yang mana tidak boleh timbul
kerak atau scale pada bagian tersebut karena dapat mempengaruhi kinerja dari
fresh water generator itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui faktor yang menyebabkan timbulnya scale pada feed water side
evaporator, upaya yang dilakukan untuk mengatasi timbulnya scale pada feed
water side evaporator, dan tindakan pencegahan guna menhindari timbulnya
scale pada feed water side evaporator.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan data
sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi
pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode pendekatan SHEL.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulnya scale pada feed water
side evaporator disebabkan oleh perawatan yang dilakukan tidak sesuai
maintenance plan, tidak difungsikannya chemical dosing pump, tingginya
suhu media pemanas fresh water jacket cooling, dan kurangnya pengetahuan
dan pengalaman engineer tentang fresh water generator. Untuk mengatasi
masalah tersebut upaya yang dilakukan adalah membersihkan feed water tube
evaporator dengan menggunakan bor listrik. Dan tindakan pencegahan untuk
menghindari timbulnya scale dapat dilakukan dengan melakukan
pembersihan pada evaporator dengan menggunakan chemical circulation
descaler yang dilakukan setelah fresh water generator selesai beroperasi
OPTIMASI KINERJA DIESEL GENERATOR NOMOR 1 DI MT.PETROMAX: SEBUAH PENDEKATAN KUANTITATIF
Abstrak- Dalam Sebuah kapal membutuhkan sistem
permesinan yang mencukupi untuk menjalankan
operasionalnya dengan baik. Selain berfungsi sebagai
penggerak utama, diesel generator (DG) adalah bagian
penting dari permesinan kapal. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan
kerusakan crankpin pada Diesel Generator No. 1. Penulis
melakukan pengamatan terhadap disel generator di kapal
MT. Petromax. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Kerusakan
pada crankpin menyebabkan penurunan secara signifikan
dalam efisiensi operasi diesel generator. Salah satu upaya
yang dilakukan adalah dengan merancang jadwal
perawatan yang terstruktur. Penelitian ini memberikan
kesimpulan bahwa kerusakan pada crankpin dapat
dipengaruhi oleh keausan akibat beban berlebih
Faktor Penyebab Penurunan Kinerja Pada Ballast Water Treatment System di MV. Phoenix Sky
Penelitian ini mengkaji peran Ballast Water Treatment
System (BWTS) dalam operasi maritim, dengan fokus pada
kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan keberlanjutan
transportasi laut. Penelitian ini juga menyoroti evaluasi
terhadap teknologi BWTS yang tepat untuk kapal, terutama
UV reactor, untuk mengurangi risiko transfer spesies invasif.
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor
penyebab penurunan kinerja pada Ballast Water \ud
Treatment System di MV. Phoenix Sky. Penelitian ini
menggunakan metodologi yang berlandaskan prinsip-prinsip
ilmiah dengan pendekatan kualitatif, guna memperoleh
wawasan yang lebih mendalam mengenai persepsi dan
pengalaman praktis operator kapal terkait penerapan serta
tantangan yang dihadapi dalam pengoperasian BWTS. Untuk
pengumpulan data kualitatif, digunakan metode observasi,
wawancara,
dan
dokumentasi,
yang
bertujuan
menggambarkan konteks, faktor-faktor yang memengaruhi
keputusan operasional, serta kendala yang dihadapi selama
pengoperasian BWTS di kapal. Kinerja BWTS yang optimal
berperan penting dalam kelancaran operasional kapal, karena
kerusakan pada BWTS dapat menyebabkan gangguan pada
proses deballasting, stabilitas kapal, dan jadwal operasional.
Perawatan yang rutin dan tepat waktu terbukti memiliki
dampak besar pada kelancaran sistem BWTS, sedangkan
pengelolaan SDM yang efektif melalui pelatihan dan
pengawasan juga penting untuk deteksi dini masalah teknis.
Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas kapal dan efisiensi
operasional, perlu perhatian khusus terhadap pemeliharaan
BWTS, pengelolaan SDM, dan kinerja UV reaktor
“Optimasi Produksi Air Tawar Pada Fresh Water Generator di MV. Maersk Noresund: Sebuah Pendekatan Kuantitatif“
ABSTRAKSI
M. Dicky Taruna. 2025. “Optimasi Produksi Air Tawar Pada Fresh Water
Generator di MV. Maersk Noresund: Sebuah Pendekatan Kuantitatif”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. A Agus Tjahjono M.M, M.Mar.E.,
pembimbing II: Capt. Indah Saraswati, S.Pd., M.T., M.Mar.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penurunan produksi air tawar
pada Fresh Water Generator yang disebabkan oleh adanya endapan garam yang
terdapat di tube condenser dan separator sell. Rumusan penelitian ini adalah apa
faktor penyebab penurunan produksi air tawar pada FWG, apa dampak penurunan
produksi air tawar pada FWG, bagaimana upaya pada FWG untuk optimasi
produksi air tawar, bagaimana pengaruh variabel bebas yang dimediasi oleh kinerja
FWG terhadap operasional kapal.
Air tawar memainkan peran yang sangat penting dalam kinerja fresh water
generator. Berdasarkan pengalaman penulis, pada kondisi ini mengurangi efisiensi
FWG, membatasi ketersediaan air tawar untuk operasional kapal, dan
meningkatkan biaya operasional karena kebutuhan pengadaan air tawar tambahan.
Optimalisasi produksi FWG dapat dicapai melalui perawatan berkala, memastikan
penggunaan suku cadang asli dan berkualitas tinggi, serta penerapan teknologi
pemantauan keadaan mesin. Langkah ini membantu mendeteksi potensi kerusakan
lebih awal dan menjaga kinerja mesin secara maksimal.
Penurunan produksi FWG disebabkan oleh beberapa faktor utama,
termasuk kurangnya perawatan berkala pada mesin, lingkungan operasional kapal
yang tidak stabil, dan penggunaan suku cadang yang tidak asli atau berkualitas
rendah. Faktor-faktor ini berkontribusi pada penurunan kualitas dan ketahanan
mesin FWG, meningkatkan risiko kerusakan serius. Penurunan produksi air tawar
berdampak pada terganggunya fungsi evaporator dan kondensor akibat endapan
garam (scalling). Berdasarkan temuan masalah yang telah terjadi serta hasil
penelitian yang telah dilakukan peneliti pada praktek laut di kapal MV. Maersk
Noresund yang kemudian pengolahan datanya menggunakan smart PLS, Peneliti
dapat memberikan saran. menyarankan untuk memastikan perawatan berkala pada
FWG serta penggunaan suku cadang asli dan berkualitas tinggi, penerapan
teknologi pemantauan kinerja mesin untuk mendeteksi potensi kerusakan sejak
dini, peningkatan kerja sama dengan terkait peneliti dan juga menyarankan agar
penelitian dan perawatan mesin FWG melibatkan lebih banyak pihak terkait
Analisis Kegagalan Sistem Pendingin Pada Diesel Generator No. 1 Di MV H WHALESHARK
ABSTRAKSI
ZAMACHSARI, MUHAMMAD NADHIF. 2025. “Analisis Kegagalan Sistem
Pendingin Pada Diesel Generator No. 1 Di MV H WHALESHARK”. Skripsi
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh, M.Pd., Pembimbing II : Drs.
Suharto, M.T .
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kegagalan sistem pendingin
diesel generator no. 1 di MV. H WHALESHARK. Kegagalan pada sistem
pendingin dapat mengganggu kinerja dari mesin diesel generator yang bisa
menyebabkan mesin menjadi panas berlebih.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor yang menyebabkan kegagalan
sistem pendingin diesel generator no.1, dampak terjadinya kegagalan sistem
pendingin diesel generator, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kegagalan
sistem pendingin diesel generator. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi pustaka dengan penerapan metode oleh Miles and
Huberman.
Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kegagalan
sistem pendingin diesel generator adalah menurunnya kinerja jacket fresh water
cooling pump yang disebabkan oleh impeller yang aus dan adanya endapan kotoran
pada fresh water cooling tube. Dampak yang ditimbulkan dari menurunnya kinerja
jacket fresh water cooling pump dan adanya endapan kotoran adalah proses
pendinginan diesel generator menjadi tidak optimal. Upaya yang dilakukan untuk
mengatasi penurunan kinerja pompa dikarenakan impeller aus adalah mengganti
impeller dengan yang baru, sedangkan pada fresh water cooling tube yang terdapat
endapan kotoran dilakukan pembersihan dengan menggunakan tube brush.
Disarankan melakukan pemeriksaan berkala terhadap jacket fresh water cooling
pump untuk mendeteksi kerusakan dini, untuk memastikan kinerja pompa tetap
optimal, serta pembersihan fresh water cooling tube secara berkala guna mencegah
permasalah yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pendingin secara
keseluruhan