Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA AWAK KAPAL PADA SAAT PENGGANTIAN CYLINDER HEAD MESIN INDUK DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DI KM.GUNUNG DEMPO
ABSTRAKSI
Rio Revaldy, 2024. NIT. 572011217637 T, “Upaya Pencegahan Kecelakaan kerja
Awak Kapal pada saat Penggantian Cylinder Head Mesin Induk Dengan
Metode Job Safety Analysis (JSA) di KM.Gunung Dempo. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Darul Prayogo Pembimbing II: Mohammad Sapta
Heriyawan
Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara
fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun
pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui bagaimana prosedur keselamatan dan teknis,
potensi bahaya dan langkah - langkah pencegahan kecelakaan kerja awak kapal
pada saat penggantian cylinder head mesin induk di KM.Gunung Dempo.
Menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode penelitian yang
menghasilkan data dalam bentuk bukan angka, digunakan untuk meneliti kondisi
obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik
pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan observasi, wawancara,
studi pustaka). Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan metode
Job Safety Analysis (JSA) karena sangat tepat untuk mencari potensi bahaya dari
suatu pekerjaan. Metode JSA merupakan sebuah cara dalam mengidentifikasi
bahaya di tempat kerja serta menemukan sebuah upaya pengendalian agar
mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa prosedur keselamatan dan teknis yang digunakan untuk melakukan
pengerjaan penggantian cylinder head mesin induk di KM.Gunung Dempo sudah
sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP) dan manual book tetapi masih
banyak dari awak kapal yang menyepelekan dan kurang sadar terhadap penggunaan
alat pelindung diri, tidak layaknya alat pelindung diri untuk digunakan oleh awak
kapal, dan perlu sering dilakukannya penyuluhan dari Perusahaan atas betapa
pentingnya keselamatan kerja serta untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja
dapat dilakukan beberapa upaya seperti melakukan pengarahan atau toolbox
meeting sebelum memulai suatu pekerjaan, menggunakan alat pelindung diri yang
sesuai standar serta memastikan semua peralatan kerja berfungsi dan dalam kondisi
baik
ANALISIS PENURUNAN KERJA MARINE GROWTH PREVENTION SYSTEM (MGPS) DI LPG/C NAVIGATOR GLOBAL
ABSTRAKSI
Pramudya, Raka Nirwana. 2024. “Analisis Penurunan Kerja Marine Growth
Prevention System (MGPS) di LPG/C Navigator Global”. Skripsi. Program
Diploma IV, program studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, M.T., Pembimbing II : Dr. Andi
Prasetiawan. S.ST., M.M.
Marine Growth Prevention System (MGPS) adalah peralatan yang digunakan
pada kapal dengan tujuan untuk mencegah pertumbuhan organisme laut serta
korosi pada sistem perpipaan dan lambung kapal. Sistem ini berfungsi dengan
metode elektrolisis, yaitu menggunakan arus listrik untuk memicu reaksi kimia
yang tidak spontan. Terjadinya penurunan kerja Marine Growth Prevention
System (MGPS) tentunya dapat mempercepat laju korosi baik pada pipa sistem
pendingin maupun lambung kapal dan tumbuhnya organisme laut. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor, dampak, dan upaya yang dapat
dilakukan untuk mengatasi penurunan kerja marine growth prevention system
di LPG/C Navigator Global.
Penelitian ini menggunakan sistem penulisan deskriptif kualitatif yang dibantu
dengan metode pendekatan Fishbone Analysis untuk mengetahui faktor,
dampak, dan upaya yang dapat dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat secara teoritis dan praktis
terkait penurunan kerja marine growth prevention system di LPG/C Navigator
Global. Penurunan kerja tersebut disebabkan oleh kurang tepatnya pengaturan
tegangan output pada Marine Growth Prevention System (MGPS), serta
penggunaan anoda yang sudah melebihi batas umur pemakaian, sehingga
menyebabkan tumbuhnya biota-biota laut pada pipa sistem pendingin. Efek-
efek ini termasuk kurang optimalnya proses elektrolisis, korosi pada sistem
perpipaan, dan kerusakan pada sistem maupun komponen yang semuanya
mengakibatkan peningkatan biaya pemeliharaan dan jangka waktu yang lebih
lama. Direkomendasikan agar meningkatkan intensitas pengecekan pengaturan
tegangan output, dengan tujuan agar tegangan yang diberikan sesuai dengan
kondisi dan lingkungan kapal sehingga dapat menghasilkan ion yang cukup
pada proses elektrolisis. Selain itu tersedianya spare anoda dan katoda sehingga
pada saat anoda dan katoda tidak bekerja secara normal ataupun sudah melebihi
batas umur pemakaian dapat segera dilakukan penggantian
PELAKSANAAN PENANGANAN SUKU CADANG GUNA MENUNJANG KELANCARAN PENGOPERASIAN PERMESINAN KAPAL MV. ORIENTAL EMERALD
ABSTRAKSI
Nurwakhid, Mukhamad.NIT. 572011227684 T, 2024, “Pelaksanaan
Penanganan Suku Cadang Guna Menunjang Kelancaran Pengoperasian
Permesinan Kapal MV. Oriental Emerald”, Skripsi, Program Diploma IV,
Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing
I: Dr. Muh. Harliman Saleh, M.Pd., Pembimbing II: Ir. Fitri Kensiwi, M.
Pd.
Suku cadang adalah suatu hal yang sangat penting yang wajib diperhatikan
di atas kapal MV. Oriental Emerald karena suku cadang adalah suatu komponen
yang dibutuhkan guna kelancaran pengoperasian permesinan di atas kapal.
Kelancaran pengadaan suku cadang akan mempengaruhi kelancaran pengoperasian
permesinan suatu kapal. Pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan dan penanganan
suku cadang adalah suatu bagian terpenting dalam hal tersebut. Sebab tanpa
pelaksanaan penanganan yang baik, dapat berdampak dalam kelancaran
pemeliharaan suatu kapal yang menyebabkan kelancaran pengoperasian
permesinan kapal terkendala.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode
kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi
selama peneliti melaksanakan praktek laut di kapal MV. Oriental Emerald. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SHEL. Pengujian
keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat faktor yang menjadi penyebab
dalam penanganan suku cadang menjadi bermasalah: data penggunaan dan stok
suku cadang belum di update, pengiriman suku cadang yang tidak tepat waktu,
pemakaian suku cadang yang tidak tercatat, penggunaan suku cadang yang tidak
tercatat, koordinasi yang kurang antara pihak kapal dan perusahaan, dan lingkungan
penyimpanan yang lembab. Dengan adanya faktor tersebut dapat menimbulkan
dampak: jumlah stok suku cadang tidak diketahui, penundaan dalam perawatan atau
perbaikan, kerusakan suku cadang, dan kesalahan dalam perencanaan kebutuhan.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak yaitu: mengupdate data stok suku
cadang, mencatat pemakaian suku cadang, mensuplai suku cadang, menghilangkan
lingkungan penyimpanan yang lembab, dan meningkatkan koordinasi dengan
perusahaan, sehingga pengoperasian permesinan kapal dapat berjalan dengan
lanca
ANALISIS KERUSAKAN PIPA PADA POMPA HIDROLIK STEERING GEAR DI MV. MERATUS KALABAHI
ABSTRAKSI
Efendi, Rizal 2024. “Analisis kerusakan pipa pada pompa hidrolik steering gear di
MV. Meratus Kalabahi”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika Mesin, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.
Darul Prayoga, M.Pd Pembimbing II: Ir. Fitri Kensiwi, M.Pd
Transportasi adalah cara untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang
lain. Terdapat beberapa macam jaringan transportasi yang ada di Indonesia seperti
transportasi darat, transportasi laut serta transportasi udara. Salah satu alat
transportasi yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia adalah kapal,
karena Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang disatukan oleh lautan
sehingga menjadi urat nadi perekonomian Indonesia. salah satu faktor penting yang
mendukung kelancaran operasional yaitu dengan memperhatikan pesawat bantu
pada kapal, salah satu pesawat bantu di atas kapal yaitu steering gear. Peranan
steering gear di atas kapal sangat penting untuk menunjang kelangsungan
transportasi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang
menjelaskan keadaan yang diamati di lokasi penelitian secara mendalam, langsung
dan spesifik. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat penyebab kerusakan pipa
pada pompa hidrolik steering gear di MV. Meratus Kalabahi kerusakan tersebut
disebabkan karena Kelembapan pipa pada pompa hidrolik steering gear, Korosi
pipa pada pompa hidrolik steering gear, Rusaknya sambungan pipa dan packing.
Sehingga dampak yang telah ditimbulkan akibat terjadinya kerusakan pipa pada
pompa hidrolik steering gear di MV. Meratus Kalabahi yaitu Peningkatan laju
korosi terhadap pipa, Kebocoran pada pipa hidrolik, Performa steering gear menjadi
menurun. Upaya yang dilakukan terhadap kerusakan pipa pada pompa hidrolik
steering gear di MV. Meratus Kalabahi untuk mencegah terjadinya kebocoran yaitu
Indentifikasi lokasi kebocoran pada pipa hidrolik steering gear, Reparasi pada
komponen-komponen yang telah mengalami kerusakan atau aus, Melakukan
perawatan secara rutin pada bagian-bagian steering gea
RANCANG BANGUN SCRUBBER TOWER UNTUK MENGOPTIMALISASIKAN KINERJA DARI EGCS (EXHAUST GAS CLEANING SYSTEM) YANG GAGAL MEMURNIKAN GAS BUANG DI KAPAL MV. EVER CLEAR
ABSTRAKSI
Aldy Kurniawan, 561911227287 T. 2024 “ Rancang Bangun Scrubber Tower
Untuk Mengoptimalisasikan Kinerja dari EGCS (Exhaust Gas Cleaning
System) yang Gagal Memurnikan Gas Buang di kapal MV. Ever Clear”,
Program diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: H. Amad Narto, M.Pd, M.Mar. E, Pembimbing II:
Indah Nurhidayati,M.Si.
Sistem pembersihan gas buang merupakan suatu teknologi yang digunakan
dalam industri maritim khususnya pada kapal laut untuk mengurangi gas buang
yang dihasilkan oleh mesin kapal. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengurangi
pencemaran lingkungan dengan mengendalikan emisi gas seperti sulfur oksida
(SOx) dan partikel lainnya. Salah satu metode utama yang digunakan dalam
sistem ini adalah scrubber yang membersihkan atau memurnikan gas buang
sebelum dilepaskan ke atmosfer. Scrubber ini menggunakan cairan pembersih
atau media lain untuk menyerap atau menghilangkan senyawa berbahaya dari
udara buangan sebelum gas tersebut dilepaskan ke udara. Pemurnian gas buang
penting dilakukan karena kapal besar biasanya menggunakan bahan bakar dengan
kandungan sulfur tinggi. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif
gas buang kapal terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Fault Tree Analysis (FTA) dan Urgency Severity Growth (USG) digunakan
sebagai teknik analisis data untuk menguraikan akar permasalahan yang menjadi
permasalahan utama tidak optimalnya kinerja dari Exhaust Gas Cleaning System
yang ada di kapal MV. Ever Clear. Penelitian ini menggunakan rumusan masalah
yaitu apa saja faktor penyebab, apa dampak dari faktor penyebab, dan bagaimana
mengatasi dampak dari faktor penyebab dengan menggunakan metode atau
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam analisis
masalah adalah teknik observasi, dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dari Exhaust Gas Cleaning
System kurang optimal disebabkan oleh kinerja dari Scrubber (Sox) yang kurang
optimal, sehingga mengakibatkan gas buang atau asap yang keluar dari hasil
penyemprotan pada SOx scrubber belum optimal, karena gas yang keluar masih
mengandung sulfur yang tinggi dan juga karbondioksida yang dibuang ke laut
mengandung ph yang masih tinggi. Dampak terhadap lingkungan laut dan udara
adalah udara disekitar dapat tercemar dan juga laut yang terkena karbondioksida
dalam jangka Panjang akan mempengaruhi biota-biota yang ada di laut. Kami
berupaya menyelesaikan masalah pencemaran laut dan udara dengan melakukan
pengoptimalan kinerja dari Sox scrubber
ANALISIS KEBOCORAN LAMBUNG MV MANALAGI SAMBA SAAT BEROLAH GERAK DI ALUR MASUK PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP
ABSTRAKSI
Pamungkas, Ade Bayu. 572011117761 N. 2024. “Analisis Kebocoran Lambung MV
Manalagi Samba Saat Berolah Gerak di Alur Masuk Pelabuhan Tanjung
Intan Cilacap”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Iskandar., S.H.,
M.T., Pembimbing II: Ria Hermina Sari., S.S., M.Sc.
Pada hari Kamis, tanggal 19 Januari 2023 jam 14.15 LT MV Manalagi Samba
OHN (One Hour Notice) dan persiapan sandar di Dermaga 1 Tanjung Intan
Cilacap. Saat kapal di tengah alur kapal mengalamai touching dengan benda asing
di bawah air yang tidak terdeteksi sehingga terjadi guncangan dan kapal oleng ke
kiri. Setelah itu, kapal MV Manalagi Samba melanjutkan Kembali berolah gerak
hingga selesai sandar di Dermaga 1 Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Berdasarkan
insiden tersebut, penyusunan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
penyebab kebocoran lambung MV Manalagi Samba saat berolah gerak di alur
masuk Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.
Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal MV Manalagi Samba menggunakan
metode kulitatif dengan pendekatan deskriptif. Alat yang digunakan untuk
menganalisis permasalahan adalah diagram tulang ikan (fishbone diagram).
Sedangkan dalam uji keabsahan data, peneliti menggunakan metode triangulasi
yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu triangulasi metode yang meliputi observasi,
wawancara dan studi dokumentasi, dan triangulasi sumber yang merupakan
perbandingan data yang diperoleh dari 4 sumber data atau informan yang meliputi
Kapten, Mualim I, Mualim III dan AB/Juru Mudi.
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, menghasilkan simpulan bahwa
penyebab inti dari insiden kebocran lambung MV Manalagi Samba di alur masuk
Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap adalah kelalaian Kapten dan Pandu saat
melaksanakan pengamatan keliling. Dampak dari insiden kebocoran lambung MV
Manalagi Samba saat berolah gerak di alur masuk Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap
yang pertama adalah masuknya air laut ke tangki yang bocor sehingga kapal
mengalami listing atau kemiringan, palka 3 mengalami banjir, dan kerugian secara
finansial yang dialami oleh perusahaan. Upaya untuk menanggulangi dampak
tersebut adalah dilakukan penyelaman, deballasting atau buang air ballast pada
tangki ballast yang bocor, blank/penyekatan pada air vent FO 1, dan pengurasan
untuk membuang air laut yang membanjiri palka 3, serta klaim asuransi untuk biaya
emergency dry dock
INSTALASI PNEUMATIC RUBBER FENDER DALAM MEMBANTU SHIP TO SHIP BUNKER DI MT . KARMILA
ABSTRAKSI
Aldiyanto, Fauziy, NIT. 572011117765 N, 2024, “Instalasi Pneumatic Rubber
Fender Dalam Membantu Ship to Ship Bunker Di MT Karmila”. Skripsi,
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I Capt. Anugrah Nur Prasetyo., M.Si Pembimbing
II : Okvita Wahyuni, S.ST., M.M.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan, dampak,
dan upaya penanggulangan kerusakan pneumatic rubber fender saat penyandaran
MT Karmila dengan LPGC Prima Lautan II. Suara dentuman keras berasal dari
stationary ring fender yang patah karena terhimpit antar lambung kapal dan tidak
terpantau oleh crew. Ketika kapal selesai proses bunker, fender hanyut karena ring
yang patah.
Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan data primer dan
sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara.
Teknik triangulasi sumber digunakan untuk keabsahan data. Observasi difokuskan
pada penyebab kerusakan, sementara wawancara dilakukan dengan narasumber
yang bertanggung jawab. Dokumentasi berfungsi sebagai barang bukti dan alat
bantu peneliti.
Hasil penelitian menunjukkan penyebab kerusakan adalah fender yang berkarat,
tali usang, dan lepasnya stationary ring. Dampaknya adalah fender hilang dan
keterlambatan jadwal bunker. Upaya pencegahan meliputi pemantauan kondisi
fender setiap jam oleh juru mudi, pemasangan safety rope untuk mencegah fender
hanyut, serta safety meeting dan toolbox meeting sebelum pekerjaan bunker untuk
meningkatkan pemahaman kru tentang pentingnya fender sebagai sarana bantu
penyandaran ship to ship
PENANGANAN KECELAKAAN KERJA AWAK KAPAL MV. RUI FU CHENG OLEH PT. IDT TRANS AGENCY
ABSTRAKSI
Irvansyah, Helmi. 2024. “Penanganan Kecelakaan Kerja Awak Kapal MV. Rui Fu
Cheng Oleh PT. IDT Trans Agency Cabang Satui”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Awel Suryadi, S.ST.,
M.Si., Pembimbing II: Capt. Anugrah Prasetyo, M.Si., M.Mar.
Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak diinginkan bagi setiap
pekerja. Salah satu pekerjaan yang memiliki resiko tinggi mengalami kecelakaan
kerja adalah pelaut, baik oleh faktor alam maupun faktor dari diri sendiri.
Pemakaian alat keselamatan perlu digunakan untuk melindungi kepala hingga kaki.
Untuk mengatasi kecelakaan kerja agar tidak memperburuk keadaan, pemberian
pertolongan pertama harus dilakukan secara cepat dan tepat serta mengetahui jenis
klasifikasi cedera yang dialami korban. Tujuan penelitian dilaksanakan untuk
mengetahui apa hambatan yang dihadapi perusahaan dalam menangani awak kapal
yang mengalami cedera, kemudian upaya yang dilakukan perusahaan dalam
menangani kasus awak kapal yang cedera akibat kecelakaan kerja di kapal MV. Rui
Fu Cheng.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan
observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh yaitu dari data
primer dan data sekunder. Kemudian teknik keabsahan data menggunakan metode
triangulasi teknik analisis data menggunakan metode Miles dan Hubberman yang
mana metode ini dilaksanakan secara interaktif dan terus menerus untuk
menemukan data yang valid. Kemudian untuk teknik penyajian data menggunakan
reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah pihak agen menemukan beberapa hambatan
yang mana hambatan tersebut sebenarnya bisa berkurang jika korban dapat
memberikan pertolongan padi kakinya, maka setidaknya dapat memberikan
keringanan berjalan pada korban dan tidak bertambah parah. Kemudian Mobilitas
perusahaan merupakan salah satu yang menjadi permasalahan yang harus dibenahi
untuk perusahaan. Jumlah mobil operasional hanya berjumlah satu buah mobil dan
jarak antar pangkalan dan rumah sakit sangat jauh. Adapun ketika agent on board
sudah bekerja diatas kapal, sinyal merupakan hal yang cukup sulit untuk
didapatkan, sehingga agen yang berada di atas kapal sulit menerima informasi
dengan cepat untuk bersiaga jika informasi dari kepala operasional sangat penting
untuk disamapaikan
UPAYA PENANGANAN THERMAL CONDUCTIVITY MUATAN CLINKER PADA MV NKR ALICE DI TERMINAL KHUSUS PT SEMEN INDONESIA TUBAN
ABSTRAK
Baihaqi, Royyanestu, 2024. “Upaya Penanganan Thermal Conductivity Muatan
Clinker Pada MV NKR Alice Di Terminal Khusus PT Semen Indonesia
Tuban”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana
Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Yozar Firdaus Amrullah, S.S., M.Hum.,
Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, M.Pd.
Dalam proses kegiatan bongkar muat barang atau muatan harus sesuai
dengan ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan. Dengan adanya ketentuan
dan peraturan yang diterapkan, diharapkan kegiatan bongkar muat barang atau
muatan berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui penyebab, dampak, dan upaya yang dilakukan untuk mencegah
terjadinya thermal conductivity muatan clinker pada MV NKR Alice di Terminal
Khusus PT Semen Indonesia Tuban.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif, dan objek penelitian kali ini adalah MV NKR Alice. Penulis
mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, yang
kemudian dianalisis secara kualitatif. Dalam pengujian keabsahan data, penulis
menggunakan tiga metode triangulasi yang dilakukan oleh penulis yaitu triangulasi
sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Selanjutnya, data tersebut
dianalasis oleh penulis sehingga menghasilkan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bongkar muat muatan clinker
yang akan diekspor ke luar negeri sangatlah padat, akibatnya stok clinker di gudang
pabrik PT Semen Indonesia menipis, sehingga pihak kapal dan perusahaan bongkar
muat (PBM) menunggu olahan clinker yang baru dari pabrik. Setelah muatan
tersebut siap untuk dimuat, muatan tersebut mulai dikeluarkan dari pabrik menuju
pelabuhan menggunakan truk. Ketika muatan yang baru saja diolah mulai dimuat
ke dalam kapal, muatan clinker tersebut ternyata suhunya sangat tinggi bahkan
mencapai 80 sampai 110 derajat celcius, sehingga mengakibatkan lempengan atau
lapisan terluar di dalam palka MV NKR Alice mulai memerah karena panas yang
dihantarkan oleh muatan clinker tersebut yang disebut dengan thermal conductivity.
Selanjutnya, pihak kapal dan PBM mengeluarkan muatan clinker bersuhu tinggi
yang sudah dimuat ke dalam palka kapal dan membentangkannya bersama muatan
clinker bersuhu diatas 80 derajat celsius yang belum dimuat ke dalam palka kapal
di area pelabuhan
OPTIMALISASI PENANGANAN OVER BAGGAGE DI KM. GUNUNG DEMPO PADA PT. PELNI CABANG JAKARTA
ABSTRAKSI
Puspitasari, Dwiana. 2024. “Optimalisasi Penanganan over baggage di KM.
Gunung Dempo pada PT. PELNI Cabang Jakarta”. Skripsi. Program Diploma
IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Andi Prasetiawan, S.ST,M.M,
Pembimbing II: Dr. Andy Wahyu Hermanto, MT
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penanganan kelebihan muatan
bagasi pada kapal PELNI di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok Jakarta Utara.
Dalam pelaksaan pelayanan penumpang di pelabuhan ini seringkali mendapatkan
berbagai masalah seperti penumpukan barang bawaan penumpang yang melebihi
muatan dan keberadaan pengantar serta pedagang asongan yang keluar masuk di
area peabuhan, yang mana dapat mengganggu berlangsungnya proses pelayanan.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) selaku operator kapal penumpang
bertanggung jawab dalam menyusun dan menerapkan Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang mana dapat menciptakan layanan penumpang yang
berkualitas
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif
dengan mengumpulkan data yang telah diteliti melalui observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi pustaka guna menggali fenomena secara mendalam. Salah
satu alasan peneliti memilih metode kualitatif adalah karena pengalaman yang
menunjukkan bahwa metode ini efektif untuk menangkap dan memahami makna
yang tersembunyi di balik peristiwa tertentu, memungkinkan pemahaman yang
lebih mendalam.
Dari penjelasan diatas tentang faktor tidak optimalnya overbagasi maka dapat
ditemukan hasil penelitian yaitu kurang sigapnya petugas dalam menangani
overbagasi, penataan barang yang tidak teratur juga dapat membahayakan nyawa
penumpang lainnya semisal barang tersebut jatuh atau menimpa penumpang lain.
Serta dampak yang ditimbulkan jika tidak optimal dalam melakukan penanganan
overbagasi yaitu dapat menyebabkan suasana disekitar menjadi padat dan
menghambat berlangsungnya embarkasi atau debarkasi, tak jarang juga pedagang
asongan ikut naik ke kapal menyebabkan proses double check-in terhambat