Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA TUBRUKAN MV. SELILI BARU DENGAN TB. MTS 39 SAAT OLAH GERAK DI ALUR SUNGAI SIAK

    Full text link
    ABSTRAKSI Fakhri, Muhammad Nashrullah. NIT. 572011137896 N, 2024, ”Analisis penyebab terjadinya tubrukan MV. Selili Baru dengan TB. MTS 39 saat olah gerak di alur Sungai Siak”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Capt. Anugrah Nur Prasetyo., M.,Si. Pembimbing II : Desy Yuli Aryani, S.Si.T., M.T. Pada saat memasuki alur pelayaran sempit terutama ketika memasuki alur sungai diperlukan pemahaman aturan pencegahan tubrukan dilaut (P2TL 1972). Hal ini pernah peneliti alami ketika melaksanakan praktek laut di kapal MV. Selili Baru. Kapal MV. Selili Baru pada saat olah gerak memasuki alur Sungai Siak mengalami tubrukan dengan TB. MTS 39 yang sedang tender dengan tongkang di dermaga. Hal tersebut mengakibatkan kerusakan pada lambung buritan kanan MV. Selili Baru dan kerusakan dibagian bulwark kiri TB. MTS 39. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengidentifikasi penyebab terjadinya tubrukan dan untuk mengetahui cara mencegah terjadi tubrukan saat memasuki alur sungai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas permasalahan yang dialami oleh peneliti dan mempermudah peneliti dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tubrukan MV. Selili Baru dengan TB. MTS 39 di alur Sungai yaitu tidak terlaksana persiapan sesuai dengan prosedur yang ada, sarana dan prasana yang kurang mendukung, kurangnya koordinasi antar kru, pemahaman kru terhadap P2TL 1972, serta pengaruh arus yang kuat. Adapun upaya yang dilakukan agar kejadian seperti yang dialami MV. Selili Baru tidak terulang adalah dengan melakukan safety meeting/briefing sebelum memasuki alur, melakukan familiarisasi mengenai tugas dan tanggung jawab kru di atas kapal,melaksanakan dinas jaga sesuai dengan aturan 5 P2TL, melakukan familiarisasi terhadap kondisi alur Sungai Siak, memperhatikan kondisi arus pasang surut dan cuaca di Sungai Siak. Kesimpulan yang di dapat adalah faktor yang menyebabkan tubrukan adalah prosedur yang tidak dilaksanakan, serta upaya yang dilakukan agar tidak terjadi kembali adalah dengan melaksanakan safety meeting sebelum memasuki alur sungai

    Analisis Terjadinya Overflow Bahan Bakar Pada FO Purifier di MV. Pan Clover

    No full text
    Abstrak - FO purifier adalah permesinan di atas kapal yang berfungsi untuk memisahkan bahan bakar bersih dari partikel kotoran. Hal ini membuat purifier sangatlah penting untuk kelancaran operasional kapal. Oleh karena itu, sangat penting bahwa mesin tersebut dirawat dengan baik. Pada saat peneliti melaksanakan praktik laut di atas kapal, terjadi overflow bahan bakar pada FO purifier tepatnya pada saat MV. Pan Clover sedang melakukan perjalanan dari Kimitsu, Jepang menuju Vancouver, Kanada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab dan dampak dari terjadinya overflow bahan bakar pada FO purifier serta upaya penanggulangan dan pencegahan terjadinya overflow pada FO purifier. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik uji keabsahan data dilakukan dengan Teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan pada dalam penelitian ini adalah dengan teknik analisis data fishbone (tulang ikan) guna memperoleh hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya overflow pada FO purifier disebabkan oleh kotornya disc bowl purifier, rusaknya beberapa komponen pada FO purifier seperti main seal ring, o-ring, nozzle, bearing. Kurangnya komunikasi antar kru, serta tasa lelah pada kru. Terjadinya overflow pada FO purifier menyebabkan peningkatan suhu gas buang main engine, menurunnya kualitas bahan bakar, serta kerugian materi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mrngatasi dan mencegah terjadinya kembali overflow pada FO purifier adalah melakukan overhaul pada FO purifier dan melakukan perawatan dengan melakukan pengecekan, pembersihan, dan penggantian komponen yang rusak

    OPTIMALISASI FRESH WATER GENERATOR DI MV. PAN CLOVER : SEBUAH PENDEKATAN DENGAN METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF (MIX METHODS)

    Full text link
    ABSTRAKSI Cahya, Aprian Dwi , 2024 ”Optimalisasi Fresh Water Generator di MV. Pan Clover : Sebuah Pendekatan dengan Motode Kualitatif dan Kuantitatif (Mix Methods)” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi,Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. A Agus Tjahjono, M.M., M.Mar.E Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, SS, M.Pd Kebutuhan akan air tawar sangatlah penting, terutama untuk ketersediaan air tawar di atas kapal. Produksi air tawar dengan pesawat bantu Fresh Water Generator (FWG) setiap 24 jam dapat menghasilkan 20 ton. Dikarenakan adanya permasalahan sehingga menyebabkan terjadinya penurunan produksi air tawar, oleh karena itu untuk mengoptimalkan kinerja FWG diperlukan serangkaian perumusan masalah sebagai landasan penelitian yaitu apakah penyebab penurunan produksi air tawar pada FWG, bagaimana upaya mengatasi penurunan produksi air tawar pada FWG, bagaimanakah strategi optimalisasi FWG dengan metode SWOT, serta seberapa besar pengaruh kondisi lingkungan perairan, perawatan dan suku cadang secara bersama-sama terhadap kerja FWG. Penelitian tentang optimalisasi FWG di kapal merupakan langkah penting untuk meningkatkan produksi air tawar. Memastikan ketersediaan air tawar yang memadai bagi awak kapal dan permesinan di tengah lautan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Methods), menggabungkan metode kualitatif yaitu analisis SWOT dan metode kuantitatif yaitu olah data SPSS, dengan populasi terdiri dari 4 kelas Taruna prodi Teknika di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang semester VII. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi langsung saat praktek laut di atas kapal. Dari hasil penelitian, FWG di MV. Pan Clover mengalami penurunan kinerja karena kerak pada plat evaporator dan rusaknya plate gasket. Solusinya meliputi pembersihan, penggantian gasket, dan perawatan rutin sesuai manual. Strategi analisis SWOT melibatkan kerjasama tim mesin dan respons cepat. Olah data SPSS dari variabel kondisi lingkungan perairan, perawatan, dan suku cadang berpengaruh signifikan terhadap kinerja FWG dengan koefisien determinasi sebesar 77,7%. Melalui identifikasi faktor-faktor tersebut, rekomendasi pemeliharaan proaktif, kerjasama tim yang efisien, respon cepat dalam perbaikan, dan pemantauan kondisi lingkungan serta ketersediaan suku cadang diusulkan untuk mengoptimalkan kinerja FWG dan memastikan pasokan air tawar yang berkelanjutan di kapal

    PROSES TANK CLEANING DENGAN DECK COMPRESSOR DAN WILDEN PUMP GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL DI KAPAL MT. PANCARAN INFINITY

    Full text link
    ABSTRAK Ramadhan, Rafli Rafid, 2023, 561911137208 N,” Proses Tank Cleaning Dengan Deck Compressor Dan Wilden Pump Guna Meningkatkan Efisiensi Operasional Di Kapal Mt. Pancaran Infinity”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Anugrah Nur Prasetyo, M.Si., Pembimbing II: Retno Hariyanti, S.Pd. M.M. Proses tank cleaning adalah hal yang sangat penting dalam operasional kapal tanker. Proses tank cleaning dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti metode konvensional dan metode yang berbantuan mesin. Perbedaan metode dalam proses tank cleaning ini menyebabkan perbedaan hasil yang didapat baik dari segi efektivitas maupun efisiensinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah fishbone analysis dengan model alur analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi proses pembersihan tangki adalah mesin, proses, manusia, dan manajemen. Mesin deck compressor dan wilden pump yang berfungsi dengan baik dapat mempercepat proses tank cleaning. Proses pembersihan tangki dengan bantuan deck compressor dan wilden pump menghasilkan tangki yang lebih bersih karena bisa menjangkau sudut-sudut terkecil. Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk pembersihan tangki dengan timba adalah 3 jam per tangki dengan tenaga sebanyak 8 orang kru kapal. Sedangkan pembersihan tangki dengan bantuan deck compressor dan wilden pump hanya memerlukan waktu 2 jam 15 menit per tangki dengan tenaga sebanyak 5 orang kru kapal. Faktor management berkaitan dengan proses pengoordinasian kru dan biaya operasional yang diperlukan. Pengoordinasian kru akan lebih mudah jika jumlah kru yang terlibat lebih sedikit. Proses pembersihan tangki dengan bantuan deck compressor lebih efektif dan efisien. Hal tersebut terlihat dari waktu dan tenaga yang dapat dimaksimalkan. Tidak terdapat perbedaan biaya yang diperlukan untuk proses pembersihan tangki karena biaya operasional yang diperlukan dihitung per proses

    PENGARUH KEBOCORAN PADA SEAL STERN TUBE TERHADAP GESEKAN LANGSUNG ANTAR METAL POROS DAN BANTALAN MENYEBABKAN KERUSAKAN BANTALAN STERN TUBE MV. MAERSK NUSSFJORD

    Full text link
    ABSTRAKSI Hafiel, Erik Gunardi, 2024, NIT: 561911237334 T “PENGARUH KEBOCORAN PADA SEAL STERN TUBE TERHADAP GESEKAN LANGSUNG ANTAR METAL POROS DAN BANTALAN MENYEBABKAN KERUSAKAN BANTALAN STERN TUBE MV.MAERSK NUSSFJORD”, Program Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,Pembimbing I: H.Rahyono,SP.1, MM, M.Mar.E, Pembimbing II: Ir.Fitri Kensiwi,M.Pd Stern tube merupakan tabung poros baling-baling, menembus lambung kapal serta terletak di dasar permukaan laut Stern tube sangat penting dalam poros baling-baling sebagai media pelumasan dikapal. Seperti kita ketahui stern tube adalah pipa baja yang dibangun ke dalam struktur kapal untuk menopang dan mengelilingi poros penggerak yang menembus lambung kapal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik SHEL adalah salah satu metode untuk mengumpulkan data kejadian dengan Software-Hardware�Environment-Liveware. Data yang digunakan selama penelitian adalah menggunakan data primer dan data sekunder yaitu sebagai pendukung tersusunnya penulisan skripsi ini. Data yang diperoleh melalui data primer antara lain dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder antara lain dari studi pustaka. Metode kualitatif digunakan untuk membantu mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah serta menemukan upaya untuk memperbaiki atau meminimalisir masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kebocoran pada stern tube disebabkan karena kelelahan bahan dimana pemakaian yang melebihi jam kerja dan kualitas seal yang tidak bagus. Naiknya suhu minyak lumas juga menjadi penyebab rusaknya seal. Ini disebabkan karena kotornya pipa-pipa pendingin serta saringan oli yang jarang dibersihkan. Dan yang terakhir kesalahan saat melakukan manovering yang berlebihan, maka pada sistem pelumasan stern tube tidak bekerja dengan maksimal. Ini dapat mengakibatkan terhentinya aliran minyak lumas yang berfungsi untuk melumasi stern tube yang mengakibatkan seal menjadi rusak atau bocor karena tidak ada minyak lumas yang melumasi

    ANALISIS PERFORMA TURBOCHARGER PADA MAIN ENGINE YANG MENURUN DI MT. GAS AMBALAT

    Full text link
    ABSTRAKSI Nur Illahi, Fajar 561911237370 T, 2024, “Analisis Performa Turbocharger Pada Main Engine Yang Menurun di MT. Gas Ambalat”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T Pembimbing II : Anicitus Agung Nugroho, S.SiT. M.Si. Turbocharger adalah pesawat induksi paksa yang digerakkan oleh turbin untuk meningkatkan efisiensi dan keluaran daya mesin pembakaran dalam dengan memaksa udara lebih ke dalam ruang bakar. Peningkatan atas keluaran daya mesin yang disedot secara alami ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kompresor dapat memaksa lebih banyak udara dan secara proporsional lebih banyak bahan bakar ke dalam ruang bakar daripada tekanan atmosfer saja. Penurunan kinerja turbocharger pada mesin diesel menyebabkan gangguan pada proses produksi uap di kapal. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah deskriptif kualitaf dengan menggunakan pendekatan SHEL untuk mempermudah dalam teknik analisis data. Metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk memperkuat dalam analisis data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya performa turbocharger pada main engine, dampak yang ditimbulkan dari menurunnya performa turbocharger pada main engine dan upaya yang dilakukan untuk mencegah faktor penyebab menurunnya performa turbocharger pada main engine di MT. Gas Ambalat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab menurunnya performa turbocharger pada main engine di MT. Gas Ambalat adalah, turbine blade yang sudah aus disebabkan jam kerja yang melebihi ketentuan dan tidak adanya perawatan pada komponen. Kotornya saringan udara turbocharger. Tingginya suhu udara disekitar turbocharger .Dampak yang ditimbulkan adalah, tidak maksimalnya putaran rpm turbocharger. Tekanan udara scavenging air trunk rendah. Proses pembakaran di silinder tidak sempurna. Untuk mencegah faktor-faktor penyebab menurunnya performa turbocharger pada main engine, upaya yang harus dilakukan adalah dengan, menganti turbine blade dengan yang baru. Melakukan pembersihan filter udara secara berkala. Menganti mur dan baut pada penutup exhaust manifold yang menyebabkan bocornya gas buang

    OPTIMALISASI PEMBAKARAN WASTE OIL PADA PESAWAT INCINERATOR DI ATAS KAPAL MT. PIS POLARIS

    Full text link
    ABSTRAKSI Sanjaya, Aglika Syailendra. 2024. “Optimalisasi Pembakaran Waste Oil pada Pesawat Incinerator di Kapal MT. PIS Polaris”. Skripsi. Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : H. Mustoliq. MM, M.Mar.E. dan Pembimbing II : Kresno Yuntoro, S.ST, M.M. Waste oil atau minyak kotor merupakan limbah minyak yang berasal dari proses operasional permesinan yang ada di dalam kapal . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dengan mengoptimalkan pembakaran waste oil pada pengoperasian pesawat incinerator di atas kapal dalam hal pencemaran laut, serta untuk mengetahui upaya optimalisasi pembakaran waste oil pada pesawat incinerator di kapal MT. PIS Polaris. Metode penelitian yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara, teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode Shell (Software, Hardware, Environment, dan Liveware). Hasil penelitian dari dampak optimalisasi pembakaran waste oil pada pesawat incinerator yakni mematuhi regulasi international Marine Pollution yang mengatur tentang pencegahan pencemaran di laut, selain itu juga mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut akibat dari tindakan pembuangan waste oil secara illegal dan juga pembuangan sampah dari atas kapal yang akan membahayakan kehidupan ekosistem di permukaan laut, ekosistem yang ada di bawah laut. Kemudian juga dapat memperpanjang usia komponen incinerator karena menerapkan PMS (Plan Maintenance System) dan prosedur pengecekan sesuai dengan petunjuk yang ada pada manual book. Kemudian hasil penelitian dari upaya optimalisasi pembakaran waste oil pada pesawat incinerator yakni dengan cara melaksanakan PMS (Plan Maintenance System) dan routine maintenance secara teratur serta melakukan perawatan pada tiap komponen incinerator dan mematuhi prosedur pengoperasian sesuai petunjuk pada manual book, kemudian melakukan pemilihan unsur sampah yang akan dibakar dan engine crew harus memahami isi dari manual book yang digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam menangani setiap masalah yang terjadi pada incinerator

    OPTIMALISASI PENGGUNAAN QUICK ACTING HATCH COVER CLEAT PADA SAAT BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI MV. RELIANCE

    Full text link
    ABSTRAKSI Ardiansyah, Febrian Randy, 2023. NIT : 561911137158 N, “Optimalisasi Pengunaan Quick Acting Cleat Hatch Cover Pada Saat Bongkar Muat Peti Kemas di MV. Reliance". Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Wahju Wibowo, S.Sos., M.Psi.,M.Mar dan Pembimbing II: Pranyoto, S.Spi., M.AP Hatch cover merupakan tutup palka yang berfungsi untuk mencegah masuknya air ke dalam ruang kargo, agar tutup palksa tidak banyak bergerak atau jatuh dari atas palka, diperlukannya quick acting cleat. Dalam penggunaannya, quick acting cleat seringkali tidak terpasang secara tepat pada saat bongkar muat peti kemas, maka diperlukannya perawatan sedini mungkin agar tidak berakibat fatal sehingga dapat diatasi dan dihindari.tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui kenapa quick acting cleat tidak terpasang pada saat bongkar muat peti kemas di MV. Reliance, untuk mengetahui pengaruh yang akan terjadi apabila pada saat bongkar muat peti kemas quick acting cleat tidak terpasang pada hatch cover dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan quick acting cleat hatch cover di MV. Reliance. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana data yang didapatkan dari kapal MV. Reliance melalui observasi di atas kapal, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Nakhoda, dan Mualim MV. Reliance sebagai informan terkait penggunaan quick acting cleat hatch cover. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sebagai uji keabsahan data. Hasil dalam penelitian ini adalah faktor terjadinya qulick acting clelat tidak telrpasang adalah kulrangnya pelmahaman telntang qulick acting clelat telrselbult dan faktor hulman elrror ataul kelsalahan awak kapal yang lulpa ataul lalai tidak melnelrapkan pelnggulnaan qulick acting clelat pada saat bongkar mulat. Hasil lainnya adalah dampak jika qulick acting clelat tidak telrpasang pada saat bongkar mulat yang paling ultama adalah dapat melnyelbabkan tultulp palka dapat belrgelselr dari telmpatnya ataul bahkan yang lelbih parah dapat telrjatulh dari atas kapal. Serta pelngoptimalan dalam pelnggulnaan qulick acting clelat yaitul delngan melngadakan sosialisasi pelnelrapan pelnggulnaan qulick acting clelat kelpada awak kapal

    ANALISIS PERMASALAHAN CARGO HOLD CLEANING DI MV. PANCARAN GLORY

    Full text link
    ABSTRAKSI Dimas, Fahmi Harianto Putro, 2023. “Analisis Permasalahan Cargo Hold Cleaning”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Arya Widiatmaja, S.ST., M.Si., Pembimbing II: Ibu Dr. Latifa Ika Sari, S.Psi, M.Pd. Kapal curah merupakan kapal niaga yang membawa muatan dalam bentuk curah. Pada saat kapal melakukan bongkar muat, proses cargo hold cleaning merupakan salah satu syarat penting sebelum melakukan bongkar muat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis permasalahan cargo hold cleaning di MV. Pancaran Glory, untuk menganalisis dampak apa yang terjadi jika cargo hold tidak dibersihkan secara optimal dan untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan ketika mengalami permasalahan cargo hold cleaning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian bersumber dari metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilaksanakan di MV. Pancaran Glory, dokumentasi yang didapatkan adalah foto-foto kegiatan cargo hold cleaning, safety meeting dan checklist cargo hold, dan informan wawancara adalah chief officer, bosun, juru mudi, dan engine fitter. Teknik keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat diketahui permasalahan cargo hold cleaning di MV. Pancaran Glory yaitu kurang bersihnya cargo hold yang sudah selesai proses cleaning, dampak yang dialami yaitu berupa kerugian waktu dan kerugian material, kerugian waktu yaitu terhambatnya proses muat ke muatan selanjutnya dan keterlambatan kedatangan muatan yang akan dikirim ke pelabuhan selanjutnya, kerugian material yaitu pihak charter harus membayar denda ke pihak pembeli muatan dan kerugian alat-alat pembantu proses cargo hold cleaning, upaya yang dilakukan oleh pihak kapal yaitu dengan mengadakan meeting dan menambah kru yang ikut melaksanakan cargo hold cleaning ulang. Peneliti juga memberikan saran agar proses cargo hold cleaning selanjutnya lebih optimal dan meminimalisir permasalahan yang muncul di MV. Pancaran Glory

    ANALISIS PENYEBAB KURANG OPTIMALNYA PROSES TOP OVERHAUL TERHADAP KERUSAKAN EXHAUST VALVE MAIN ENGINE CYLINDER NO 4 DI MV. ORIENTAL EMERALD

    Full text link
    ABSTRAKSI Erlangga, Dhimas Wahyu, 2024. “Analisis kurang optimalnya proses Top Overhaul terhadap kerusakan exhaust valve mesin induk cylinder no 4”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Didik Dwi Suharso, S.SiT, M.Pd.dan Pembimbing II : Ely Sulistiyowati, S.ST, MM Exhaust valve merupakan komponen penting dalam mesin pembakaran, seperti mesin bensin atau diesel. Exhaust valve berfungsi untuk mengatur aliran keluar gas buang dari ruang bakar mesin ke saluran cerobong. Pada saat kapal sedang berlayar dari jayapura menuju belawan terjadi gangguan kerja pada gas buang mesin induk karena suhu gas buang mesin induk nomor 4 mencapai 510 ℃. Dalam kasus tersebut, terdapat kemungkinan atau indikasi diantaranya kerusakan exhaust valve atau keausan spindel seat ring, pipa cabang buang dan seating buntu atau tersumbat yang menyebabkan mesin induk berhenti beroperasi sementara dan harus dilakukan pengecekan pada komponen exhaust valve. Pentingnya perawatan dan perbaikan exhaust valve dalam kelancaran pengoprasian mesin induk yang melibatkan pekerjaan bagian atas mesin induk terutama pada komponen seperti kepala cylinder, spindel, gasket, dan seating. Dengan menggunakan 2 metode penelitian 5 why dan fishbone yang meliputi pengumpulan data melalui pemeriksaan visual, analisis data historis perawatan mesin, dan wawancara dengan personel masinis di kapal yang terlibat dalam proses top overhaul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor�faktor yang berpengaruh terhadap kurang optimalnya proses top overhaul (kerusakan exhaust valve) mesin induk, dan dampak yang mempengaruhi kurang optimalnya proses top overhaul serta bagaimana upaya dalam melakukan pengoptimalan proses top overhaul terhadap kerusakan (exhaust valve) mesin induk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berperan dalam kurang optimalnya proses top overhaul antara lain kurangnya pemeliharaan berkala, penggunaan suku cadang yang tidak sesuai standar atau kualitas rendah, serta penyetelan exhaust valve dan pemasangan komponen. Faktor lingkungan (jadwal operasional) juga berpengaruh terhadap kerusakan exhaust valve mesin induk cylinder nomor 4. Berdasarkan temuan ini, diberikan untuk meningkatkan pemeliharaan berkala yang lebih ketat, memperbaiki prosedur penggantian suku cadang dengan standar yang lebih tinggi, dan menjalankan proses top overhaul sesuai dengan manual book. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan kerusakan pada exhaust valve dan meningkatkan kinerja mesin utama kapal untuk mendukung operasional yang lebih efisien dan aman

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇