Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    Upaya Olah Gerak Kapal di Alur Pelayaran Sempit Sungai Siak Pada MV. Selili Baru

    No full text
    Abstrak - Olah gerak pada alur pelayaran sempit membutuhkan kecakapan dari Nakhoda dan kru kapal serta pengetahuan dari karakteristik alur pelayaran sempit tersebut.Hal ini juga diperlukan saat melintasi Sungai Siak yang dikategorikan alur pelayaran sempit. Kejadian kandasnya kapal pada MV Selili Baru di alur pelayaran sempit Sungai Siak pada saat melewati Teluk Telepung mengakibatkan terlambatnya kapal masuk di Pelabuhan Pelindo 1 Perawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kendala olah gerak Sungai Siak dan bagaimana upaya mengatasi kendala tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yang merupakan gabungan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah dalam penelian ini. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor penyebab kurang optimalnya kapal MV Selili Baru pada alur sempit Sungai Siak disebabkan oleh kurang optimalnya kemampuan kapal, kedalaman sungai yang tidak merata, lebar sungai yang terlalu sempit, arus dari sungai yang sangat kuat dan rusaknya bow thruster pada kapal. Upaya dalam mengatasi kurang optimalnya olah gerak di Sungai Siak adalah Nakhoda dan kru harus paham karakteristik alur, penempatan kru pada peran haluan, koordinasi dengan kamar mesin dan alat bantu navigasi elektronik serta rambu pada belokan alur

    Peran Agen Dalam Penanganan Muatan Batu Bara Yang Terbakar : Sebuah Studi Kasus Pada MV. Frosso K di Tanjung Buyut Anchorage, Palembang

    No full text
    Abstrak - Agen merupakan perusahaan pelayaran nasional atau badan usaha milik negara yang khusus didirikan untuk melakukan usaha keagenan kapal, yang ditunjuk oleh perusahaan pelayaran asing untuk mewakili kepentingan kapalnya selama di Indoneisa. Dalam melaksanakan tugasnya, agen bertanggung jawab penuh atas kegiatan yang terjadi di atas kapal selama kapal berada di Indonesia. Penelitian ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi mengenai dokumen apa saja yang diperlukan dalam penanganan muatan batu bara yang terbakar pada MV. Frosso K di Tanjung Buyut Anchorage, Palembang, pihak-pihak mana saja yang dilibatkan serta peran agen dalam penanganan permasalahan tersebut. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh penulis berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi pada penelitian ini dilakukan di Tanjung Buyut Anchorage, Palembang, selanjutnya pada proses wawancara penulis melibatkan beberapa informan diantara lain shipper, Syahbandar, forman dan pihak kapal, selain itu terdapat beberapa dokumen yang diperlukan dalam penyelesaian masalah yang terjadi yang selanjutnya dianalisa sehingga menjadi sebuah temuan yang diberikan pemecahan masalahnya dan menjadi sebuah tulisan penelitian. Dalam penulisan penelitian ini, penulis menggunakan triangulasi sumber serta triangulasi teknik dalam pengujian keabsahan data. Penelitian ini berfokus pada insiden terbakarnya muatan batu bara yang sering kali terjadi. Seperti yang sudah terjadi pada MV. Frosso K kapal curah lima palka dengan bendera Liberia yang mengangkut muatan batu bara, dimana muatan yang berada di tongkang serta yang berada di dalam palka terbakar. Oleh karena itu hasil dari penelitian ini menjelaskan terdapat beberapa dokumen yang diperlukan dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi antara lain: Bill Of Lading, Shipping Order, Cargo Manifest, Shipping Instruction, Stowage Plan, Mate’s Receipt, Statement Of Fact, Notice Of Readiness dan Letter Of Protest. Selain itu terdapat pihak pihak yang dilibatkan dalam penanganan permasalahan yang terjadi antara lain: syahbandar, pemilik muatan, surveyor, dan foreman, serta peran agen dalam mengkoordinasikan seluruh pihak terkait dalam penyelesaian masalah tersebut dan berperan dalam penyelesaian urusan terkait dokumen

    OPTIMALISASI PENANGANAN MUATAN LPG PADA SAAT MEMUAT GUNA MENCEGAH TERJADINYA KENAIKAN PRESSURE DI TANGKI YANG BERLEBIH STUDI KASUS KAPAL GAS KALIMANTAN

    Full text link
    ABSTRAKSI Yuda, Rizal Febrianto, 2024. “Optimalisasi Penanganan Muatan LPG Pada Saat Memuat Guna Mencegah Terjadinya Kenaikan Pressure Di Tangki Yang Berlebih Studi Kasus Kapal Gas Kalimantan”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt Wahju Wibowo.S.Sod..M.Psi., M.Mar, Pembimbing II: Bapak. Pranyoto, S.Pi, M.AP. Pada proses memuat mengalami insiden naiknya pressure yang berlebih pada tangki, berakibat terhambatnya proses memuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya kenaikan pressure yang berlebih dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Kerangka penelitian ini dibuat untuk menemukan faktor internal dan eksternal yang berkontribusi pada kenaikan pressure yang berlebih. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kualitatif. Master, Chief Officer, dan 3 rd Officer adalah responden dalam penelitian ini, data di kumpulkan melalui metode fishbone diagram dan dianalisis melalui berbagai proses seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan naiknya pressure yang berlebih pada tangki

    ANALISIS KINERJA DAN KETERAMPILAN CREW DALAM PENCEGAHAN TUMPAHAN MINYAK MENGACU PADA ATURAN MARPOL DI MV. VINCA

    Full text link
    ABSTRAKSI Fadil Oktavian, Zaki 572011127807 N, 2024, “Analisis Kinerja dan Keterampilan Crew Dalam Pencegahan Tumpahan Minyak Mengacu Pada Aturan Marpol Di MV. Vinca”, “Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Capt. Akhmad Ndori., S.ST., M.M Pembimbing II : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T., M.T. MARPOL (Marine Polution) merupakan peraturan Internasional yang bertujuan untuk mencegah terjadinya pencemaran di laut yang berdampak buruk bagi manusia, mengganggu kegiatan pelayaran, termasuk penangkapan ikan dan juga pencemaran dari tumpahan minyak yang dapat menurunkan kualitas air laut. Maka dari itu keadaan darurat oil spill dikapal harus segera dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan kerugian bagi lingkungan sekitar. Di kapal MV. Vinca terjadi tumpahan minyak namun dalam pelaksanaan penanganan oil spill masih belum optimal. Crew kapal masih panik dan kurang paham dalam melakukan penangangan tumpahan minyak. Dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti menganalisis Kinerja dan Keterampilan Crew dalam Pencegahan Tumpahan Minyak Mengacu Pada Aturan Marpol Di MV. Vinca Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan observasi, dokumentasi, studi pustaka dan, wawancara dengan kru selama penelitian di MV. Vinca. Penelitian ini didukung dengan menggunakan teknik triangulasi data dengan memadukan sumber data sehingga menemukan jawaban yang valid satu sama lain. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kinerja crew kapal MV. Vinca pada saat pelaksanaan penanganan oil spill di atas kapal tidak sesuai dengan prosedur yang ada, kendala-kendala yang dihadapi oleh crew pada saat pelaksanaan penanganan oil spill adalah kurangnya pengetahuan crew kapal tentang dampak dan bahaya dari oil spill serta ketidaktahuan crew kapal tentang bagaimana cara mengatasi oil spill. Dampak dari oil spill sendiri bisa menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat merugikan untuk lingkungan sekitar maupun kapal, dan cara meningkatkan keterampilan crew kapal dalam menghadapi oil spill dengan melakun drill rutin setiap 1 (satu) bulan sekali, memberikan pengetahuan dengan melakukan safety meeting sebelum drill di laksanakan, dan melakukan breafing setelah drill untuk mengevaluasi dimana kekurangan dan kesalahan pada saat drill berlangsung

    Analisis Kebocoran Pada Sistem Hydraulic Control Pitch Propeller Bow Thruster Di AHTS Harrier

    No full text
    Abstrak - Control Pitch Propeller (CPP) merupakan jenis propeller kapal yang dapat mengatur sudut bilah propeller untuk meningkatkan efisiensi propulsi, juga digunakan pada bow thruster untuk olah gerak kapal. Kerusakan sistem ini, seperti yang terjadi pada AHTS Harrier pada 7 Oktober 2022 akibat kebocoran oli, dapat mengganggu operasi. Penelitian ini menganalisis penyebab, dampak, dan penanganan kebocoran sistem hidrolik CPP pada bow thruster di AHTS Harrier, serta meningkatkan pemahaman tentang perawatan sistem ini. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Miles and Huberman. Pengujian keabsahaan data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa kebocoran pada sistem hydraulic control pitch propeller bow thruster disebabkan oleh kerusakan O-ring seal pada crank disk, keausan bilah propeller, dan penurunan viskositas oli. Dampaknya termasuk penurunan kualitas oli hidrolik, karat pada komponen bow thruster, kerugian finansial akibat perbaikan mahal, dan penurunan responsivitas operasional. Penanganannya meliputi Planned Maintenance System (PMS) sesuai jadwal, penggantian oli hidrolik dan O-ring seal tepat waktu, serta pengawasan kualitas oli dan tekanan untuk mencegah keausan. Penggunaan material O-ring sesuai spesifikasi dan pengambilan sampel oli secara rutin juga penting untuk menjaga kinerja optimal bow thruster

    Analisis Terjadinya Kegagalan Start Pada Mesin Diesel Generator No. 2 Di Kapal MT. Falcon 19

    No full text
    Abstraksi - Motor diesel adalah mesin pembakaran dalam yang merubah energi panas menjadi energi mekanik, dimana energi panas diperoleh dari proses pembakaran dalam ruang bakar motor diesel melalui proses kompresi udara dan pengabutan bahan bakar diesel yang menggerakan torak selanjutnya memutar poros engkol. Di kapal MT. Falcon 19 terdapat 2 mesin diesel generator yang digunakan secara bergantian selama 2 hari sekali. Pada tanggal 6 April 2023 pukul 13.00 kapal sedang berlabuh di anchorage area pelabuhan Wayame Ambon saat akan dilakukan proses change over generator nomor 1 ke generator nomor 2 ternyata mesin diesel generator nomor 2 mengalami gagal start saat sudah dicoba berulang kali. Hal ini membuat udara di dalam tabung angin menjadi habis sehingga proses start mesin diesel generator dinyatakan gagal atau bermasalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab, dampak dari kegagalan start mesin diesel generator, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperoleh hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan start mesin diesel generator disebabkan oleh keretakan pada exhaust manifold dan keretakan pada cylinder head mesin. Kegagalan start dapat berdampak pada kebocoran air pendingin pada exhaust manifold adalah menyebabkan terdapatnya air pada ruang bakar mesin. Sehingga tekanan kompresi menjadi rendah yang juga dapat menyebabkan rendahnya temperatur di dalam ruang bakar mesin. Dampak keretakkan pada cylinder head mesin menyebabkan terjadinya kebocoran pada jacket cooling cylinder head yang masuk dan memenuhi ruang bakar mesin, sehingga tekanan kompresi menjadi rendah dan menyebabkan temperatur pada ruang bakar mesin menjadi terlalu rendah. Upaya yang dapat dilakukan adalah penggantian exhaust manifold mesin dengan yang baru dan penggantian cylinder head mesin dengan hasil rekondisi

    ANALISIS PROSES GAS FREEING DI TANGKI MUATAN KAPAL GAS ARTEMIS UNTUK DRY DOCK

    Full text link
    ABSTRAKSI Andreansyah, Muhammad Sigit. 2024 ” Analisis Proses Gas Freeing Di Tangki Muatan Kapal Gas Artemis Untuk Dry Dock” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Karolus Geleuk Sengadji., M Pembimbing II: Awel Suryadi, S.ST., M.SI. Perawatan kapal Gas Artemis dengan dok kering atau Dry Dock, sesuai Regulasi SOLAS Bab I, Aturan 10, penting untuk inspeksi luar dasar kapal dua kali dalam lima tahun. Dry Dock membutuhkan persiapan khusus melalui tahapan Liquid Freeing, Warming Up, Inerting, dan Aeration. Kapal Gas Artemis mengalami beberapa masalah dalam proses Gas Freeing yang bertujuan menghilangkan hidrokarbon dari tangki. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat proses kerja pada ketika operasi Gas Freeing pada ketika persiapan Dry Dock di kapal Gas Artemis dan untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan untuk mencegah terhambatnya proses Gas Freeing di kapal Gas Artemis. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui observasi langsung di kapal Gas Artemis dan wawancara dengan Chief Officer, Boatswain, serta Second Engineer. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Fishbone Analysis. Analisis ini mencakup faktor Man (Manusia), Method (Proses), dan Machine (Mesin/Peralatan). Kapal Gas Artemis akan melakukan perbaikan di Samudra Marine Indonesia, Banten. Terakhir pengedokan pada 18 Agustus 2017, kini dijadwalkan untuk Dry Dock lagi pada 16 Agustus 2022. Peneliti membahas proses Gas Freeing sebagai persiapan Dry Dock, mencakup empat tahap Liquid Freeing, Warm Up, Inerting, dan Aeration. Masalah yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu dan kekurangan peralatan, seperti flexible hose. Upaya perbaikan termasuk permintaan peralatan yang diperlukan, pengetesan peralatan sebelum digunakan, dan koordinasi waktu yang lebih baik dengan perusahaan. Penelitian mengungkapkan bahwa proses Gas Freeing di kapal Gas Artemis untuk dry dock terhambat oleh waktu yang singkat, penggunaan metode yang tidak sesuai dengan standar operasional, dan masalah peralatan. diharapkan peningkatan koordinasi menjaga pemeliharaan rutin, dan meningkatkan koordinasi di antara kru kapal dapat di tingkatka

    OPTIMALISASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PROSES TANK CLEANING DI MT. KIRANA TRITYA

    Full text link
    ABSTRAKSI Febriyanto, Khairul. 2024. “Optimalisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Proses Tank Cleaning di MT. Kirana Tritya”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Manungku Trinata Pramudhita S.SI.T.,M.PD, Pembimbing II: M. Choeroni, S.ST. Pel, M.T. Kecelakaan kerja dalam proses tank cleaning terjadi disebabkan karena kurangnya keterampilan kru dalam menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kru kapal kurang terampil dalam melaksanakan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses tank cleaning dan untuk mengetahui upaya yang dapat meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses tank cleaning di MT. Kirana Tritya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan penerapan teori, pelaksanaan tugas, dan kebijakan dalam konteks sosial. Penelitian dilakukan di kapal MT. Kirana Tritya selama praktek laut, dengan data primer dari awak kapal yang terlibat dalam proses tank cleaning serta data sekunder dari dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data mencakup observasi partisipatif, wawancara dengan awak kapal, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui perpanjangan observasi dan triangulasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa faktor utama penyebab kecelakaan kerja dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah kurangnya keterampilan kru dalam menerapkan SOP K3, keterbatasan peralatan dan APD, serta kelelahan fisik. Untuk mengatasi masalah ini beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi penyediaan pelatihan dan pengenalan (familiarization), pelaksanaan safety meeting sebelum pekerjaan dimulai, serta pemeriksaan kesehatan dan tes alkohol bagi kru. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan K3 dan mengurangi risiko kecelakaan kerja di atas kapal

    ANALISIS KEBOCORAN PIPA PRODUKSI PADA PROSES MUAT CRUDE OIL DI KAPAL FSO SC CHALLENGER XXXVII

    Full text link
    ABSTRAK Widianto, Husni Widianto. 2024. “Analisis Kebocoran Pipa Pada Saat Proses Muat Crude Oil Di Kapal FSO SC CHALLENGER XXXVII” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I Bapak Dr. Iskandar, SH, MT Pembimbing II Ibu Kurniandri Ryan Putranti, S.ST .Pel., M.Si. Di zaman globalisasi saat ini, transportasi memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan industri global. Transportasi adalah perpindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan dengan bantuan manusia atau mesin. Kebocoran adalah keadaan suatu benda dimana terjadi kerusakan berupa lubang atau celah yang dapat menyebabkan keluarnya zat yang melewati benda tersebut keluar, baik itu memiliki wujud cair, padat, maupun gas. Penulis melakukan pengamatan terhadap kebocoran pipa yang terjadi di kapal FSO SC CHALLENGER XXXVII kapal berada di Tuban Merine Terminal. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mencari tahu faktor - faktor penyebab terjadinya kebocoran pipa serta dampak apa yang ditimbulkan dan bagaimana upaya untuk pencegahan kebocoran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperoleh hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Dengan itu peneliti dapat lebih mudah menemukan akar masalah dari kebocoran pipa. Peneliti ini menujukan bahwa faktor penyebab dari kebocoran pipa disebabkan karena pipa yang sudah berkarat karena korosi adapun faktor lain seperti tekanan tinggi dan usia pipa yang sudah melewati batas pakai serta dampak yang ditimbulkan dari kebocoran pipa yaitu terjadinya oil spil di atas kapal upaya yang di lakukan agar tidak terjadi kebocoran pada pipa salah satunya adalah menganti pipa dengan pipa yang baru. Peneliti ini memberikan saran dan kesimpulan mengadakan safety metting untuk meningkatkan kedisiplinan, dilakukanya evaluasi dan pengawasan dalam pengunaan operasional pipa serta memberikan lapisan pada pipa seperti meni dan cat besi

    OPTIMALISASI PELAKSANAAN HOLD CLEANING PADA SAAT PERGANTIAN MUATAN DI KAPAL MV SANTA INES

    Full text link
    ABSTRAKSI Yugo Admoko, Triono, NIT. 572011137884 N, 2024, “ Optimalisasi Pelaksanaan Hold Cleaning pada saat Pergantian Muatan di Kapal MV Santa Ines”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu PelayaranSemarang, Pembimbing (I): Capt. Wahju Wibowo, S,Sos., M.Psi., M.Mar Pembimbing (II): Winarsih, S,H., M.Si Prosedur pelaksanaan hold cleaning yang baik pada saat pergantian muatan perlu dilakukan, pelaksanaan pembersihan palka meliputi pengecekan ruang palka setelah melaksanakan bongkar muatan, membuat rencana pekerjaan atau rencana pembersihan ruang palka, mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pembersihan palka dan melaksanakan pembersihan palka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan proses pembersihan ruang muatan, mendeskripsikan prosedur pelaksanaan hold cleaning pada saat pergantian muatan serta menjelaskan bagaimana upaya mencegah terlambatnya ruang muatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data yang ada kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa (1) faktor yang dapat menyebabkan terlambatnya proses pembersihan ruang palka termasuk faktor cuaca, kurangnya koordinasi dalam pembagian tugas Mualim I sebagai penanggung jawab, ketersediaan alat yang tidak memadai, serta keahlian dan kedisiplinan kru kapal (2) prosedur pelaksanaan pembersihan palka pada saat pergantian muatan meliputi pengecekan ruang palka setelah melaksanakan bongkar muatan, membuat rencana pekerjaan atau rencana pembersihan ruang palka, mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pembersihan palka, melaksanakan pembersihan palka (3) upaya untuk mencegah dan mengatasi keterlambatan proses pembersihan palka melakukan pengecekan rutin terhadap alat-alat yang akan digunakan untuk pembersihan palka dan pentingnya untuk mengetahui kondisi cuaca pada alur pelayaran yang akandilewati

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇