Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
Upaya Olah Gerak Kapal di Alur Pelayaran Sempit Sungai Siak Pada MV. Selili Baru
Abstrak - Olah gerak pada alur pelayaran sempit
membutuhkan kecakapan dari Nakhoda dan kru kapal serta
pengetahuan dari karakteristik alur pelayaran sempit
tersebut.Hal ini juga diperlukan saat melintasi Sungai Siak
yang dikategorikan alur pelayaran sempit. Kejadian
kandasnya kapal pada MV Selili Baru di alur pelayaran
sempit Sungai Siak pada saat melewati Teluk Telepung
mengakibatkan terlambatnya kapal masuk di Pelabuhan
Pelindo 1 Perawang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor penyebab kendala olah gerak Sungai Siak
dan bagaimana upaya mengatasi kendala tersebut.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini
adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik triangulasi yang merupakan gabungan
dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang
terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk
mendapatkan jawaban atas rumusan masalah dalam
penelian ini.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor
penyebab kurang optimalnya kapal MV Selili Baru pada alur
sempit Sungai Siak disebabkan oleh kurang optimalnya
kemampuan kapal, kedalaman sungai yang tidak merata,
lebar sungai yang terlalu sempit, arus dari sungai yang
sangat kuat dan rusaknya bow thruster pada kapal. Upaya
dalam mengatasi kurang optimalnya olah gerak di Sungai
Siak adalah Nakhoda dan kru harus paham karakteristik
alur, penempatan kru pada peran haluan, koordinasi dengan
kamar mesin dan alat bantu navigasi elektronik serta rambu
pada belokan alur
Peran Agen Dalam Penanganan Muatan Batu Bara Yang Terbakar : Sebuah Studi Kasus Pada MV. Frosso K di Tanjung Buyut Anchorage, Palembang
Abstrak - Agen merupakan perusahaan pelayaran
nasional atau badan usaha milik negara yang khusus didirikan
untuk melakukan usaha keagenan kapal, yang ditunjuk oleh
perusahaan pelayaran asing untuk mewakili kepentingan
kapalnya selama di Indoneisa. Dalam melaksanakan tugasnya,
agen bertanggung jawab penuh atas kegiatan yang terjadi di
atas kapal selama kapal berada di Indonesia. Penelitian ini
dibuat dengan tujuan memberikan informasi mengenai
dokumen apa saja yang diperlukan dalam penanganan
muatan batu bara yang terbakar pada MV. Frosso K di
Tanjung Buyut Anchorage, Palembang, pihak-pihak mana
saja yang dilibatkan serta peran agen dalam penanganan
permasalahan tersebut.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini
adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian yang
diperoleh penulis berasal dari observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Observasi pada penelitian ini dilakukan di
Tanjung Buyut Anchorage, Palembang, selanjutnya pada
proses wawancara penulis melibatkan beberapa informan
diantara lain shipper, Syahbandar, forman dan pihak kapal,
selain itu terdapat beberapa dokumen yang diperlukan dalam
penyelesaian masalah yang terjadi yang selanjutnya dianalisa
sehingga menjadi sebuah temuan yang diberikan pemecahan
masalahnya dan menjadi sebuah tulisan penelitian. Dalam
penulisan penelitian ini, penulis menggunakan triangulasi
sumber serta triangulasi teknik dalam pengujian keabsahan
data.
Penelitian ini berfokus pada insiden terbakarnya muatan
batu bara yang sering kali terjadi. Seperti yang sudah terjadi
pada MV. Frosso K kapal curah lima palka dengan bendera
Liberia yang mengangkut muatan batu bara, dimana muatan yang berada di tongkang serta yang berada di dalam palka
terbakar. Oleh karena itu hasil dari penelitian ini menjelaskan
terdapat beberapa dokumen yang diperlukan dalam
penyelesaian permasalahan yang terjadi antara lain: Bill Of
Lading, Shipping Order, Cargo Manifest, Shipping Instruction,
Stowage Plan, Mate’s Receipt, Statement Of Fact, Notice Of
Readiness dan Letter Of Protest. Selain itu terdapat pihak
pihak yang dilibatkan dalam penanganan permasalahan yang
terjadi antara lain: syahbandar, pemilik muatan, surveyor,
dan foreman, serta peran agen dalam mengkoordinasikan
seluruh pihak terkait dalam penyelesaian masalah tersebut
dan berperan dalam penyelesaian urusan terkait dokumen
OPTIMALISASI PENANGANAN MUATAN LPG PADA SAAT MEMUAT GUNA MENCEGAH TERJADINYA KENAIKAN PRESSURE DI TANGKI YANG BERLEBIH STUDI KASUS KAPAL GAS KALIMANTAN
ABSTRAKSI
Yuda, Rizal Febrianto, 2024. “Optimalisasi Penanganan Muatan LPG Pada Saat
Memuat Guna Mencegah Terjadinya Kenaikan Pressure Di Tangki Yang
Berlebih Studi Kasus Kapal Gas Kalimantan”. Skripsi. Program Diploma
IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Capt Wahju Wibowo.S.Sod..M.Psi., M.Mar, Pembimbing
II: Bapak. Pranyoto, S.Pi, M.AP.
Pada proses memuat mengalami insiden naiknya pressure yang berlebih
pada tangki, berakibat terhambatnya proses memuat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya kenaikan pressure yang
berlebih dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.
Kerangka penelitian ini dibuat untuk menemukan faktor internal dan
eksternal yang berkontribusi pada kenaikan pressure yang berlebih.
Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kualitatif. Master, Chief
Officer, dan 3
rd Officer adalah responden dalam penelitian ini, data di kumpulkan
melalui metode fishbone diagram dan dianalisis melalui berbagai proses seperti
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat diketahui bahwa
terdapat beberapa faktor yang menyebabkan naiknya pressure yang berlebih pada
tangki
ANALISIS KINERJA DAN KETERAMPILAN CREW DALAM PENCEGAHAN TUMPAHAN MINYAK MENGACU PADA ATURAN MARPOL DI MV. VINCA
ABSTRAKSI
Fadil Oktavian, Zaki 572011127807 N, 2024, “Analisis Kinerja dan Keterampilan
Crew Dalam Pencegahan Tumpahan Minyak Mengacu Pada Aturan Marpol Di
MV. Vinca”, “Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Capt. Akhmad Ndori., S.ST.,
M.M Pembimbing II : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T., M.T.
MARPOL (Marine Polution) merupakan peraturan Internasional yang
bertujuan untuk mencegah terjadinya pencemaran di laut yang berdampak
buruk bagi manusia, mengganggu kegiatan pelayaran, termasuk penangkapan
ikan dan juga pencemaran dari tumpahan minyak yang dapat menurunkan
kualitas air laut. Maka dari itu keadaan darurat oil spill dikapal harus segera
dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan kerugian bagi lingkungan
sekitar. Di kapal MV. Vinca terjadi tumpahan minyak namun dalam
pelaksanaan penanganan oil spill masih belum optimal. Crew kapal masih
panik dan kurang paham dalam melakukan penangangan tumpahan minyak.
Dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti menganalisis Kinerja dan
Keterampilan Crew dalam Pencegahan Tumpahan Minyak Mengacu Pada
Aturan Marpol Di MV. Vinca
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dengan cara
melakukan observasi, dokumentasi, studi pustaka dan, wawancara dengan kru
selama penelitian di MV. Vinca. Penelitian ini didukung dengan menggunakan
teknik triangulasi data dengan memadukan sumber data sehingga menemukan
jawaban yang valid satu sama lain.
Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kinerja crew kapal MV. Vinca
pada saat pelaksanaan penanganan oil spill di atas kapal tidak sesuai dengan
prosedur yang ada, kendala-kendala yang dihadapi oleh crew pada saat
pelaksanaan penanganan oil spill adalah kurangnya pengetahuan crew kapal
tentang dampak dan bahaya dari oil spill serta ketidaktahuan crew kapal
tentang bagaimana cara mengatasi oil spill. Dampak dari oil spill sendiri bisa
menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat merugikan untuk
lingkungan sekitar maupun kapal, dan cara meningkatkan keterampilan crew
kapal dalam menghadapi oil spill dengan melakun drill rutin setiap 1 (satu)
bulan sekali, memberikan pengetahuan dengan melakukan safety meeting
sebelum drill di laksanakan, dan melakukan breafing setelah drill untuk
mengevaluasi dimana kekurangan dan kesalahan pada saat drill berlangsung
Analisis Kebocoran Pada Sistem Hydraulic Control Pitch Propeller Bow Thruster Di AHTS Harrier
Abstrak - Control Pitch Propeller (CPP) merupakan
jenis propeller kapal yang dapat mengatur sudut bilah
propeller untuk meningkatkan efisiensi propulsi, juga
digunakan pada bow thruster untuk olah gerak kapal.
Kerusakan sistem ini, seperti yang terjadi pada AHTS
Harrier pada 7 Oktober 2022 akibat kebocoran oli, dapat
mengganggu operasi. Penelitian ini menganalisis
penyebab, dampak, dan penanganan kebocoran sistem
hidrolik CPP pada bow thruster di AHTS Harrier, serta
meningkatkan pemahaman tentang perawatan sistem
ini. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini
adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh
dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi
pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode Miles and
Huberman. Pengujian keabsahaan data dengan
menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian
menyatakan bahwa kebocoran pada sistem hydraulic
control pitch propeller bow thruster disebabkan oleh
kerusakan O-ring seal pada crank disk, keausan bilah
propeller, dan penurunan viskositas oli. Dampaknya
termasuk penurunan kualitas oli hidrolik, karat pada
komponen bow thruster, kerugian finansial akibat
perbaikan mahal, dan penurunan responsivitas
operasional. Penanganannya meliputi Planned
Maintenance System (PMS) sesuai jadwal, penggantian
oli hidrolik dan O-ring seal tepat waktu, serta
pengawasan kualitas oli dan tekanan untuk mencegah
keausan. Penggunaan material O-ring sesuai spesifikasi
dan pengambilan sampel oli secara rutin juga penting
untuk menjaga kinerja optimal bow thruster
Analisis Terjadinya Kegagalan Start Pada Mesin Diesel Generator No. 2 Di Kapal MT. Falcon 19
Abstraksi - Motor diesel adalah mesin pembakaran
dalam yang merubah energi panas menjadi energi mekanik,
dimana energi panas diperoleh dari proses pembakaran dalam
ruang bakar motor diesel melalui proses kompresi udara dan
pengabutan bahan bakar diesel yang menggerakan torak
selanjutnya memutar poros engkol. Di kapal MT. Falcon 19
terdapat 2 mesin diesel generator yang digunakan secara
bergantian selama 2 hari sekali. Pada tanggal 6 April 2023
pukul 13.00 kapal sedang berlabuh di anchorage area
pelabuhan Wayame Ambon saat akan dilakukan proses
change over generator nomor 1 ke generator nomor 2 ternyata
mesin diesel generator nomor 2 mengalami gagal start saat
sudah dicoba berulang kali. Hal ini membuat udara di dalam
tabung angin menjadi habis sehingga proses start mesin diesel
generator dinyatakan gagal atau bermasalah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
faktor penyebab, dampak dari kegagalan start mesin diesel
generator, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data RCA (Root
Cause Analysis) 5 why guna memperoleh hasil akar penyebab
dari penelitian yang dilakukan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan start mesin
diesel generator disebabkan oleh keretakan pada exhaust
manifold dan keretakan pada cylinder head mesin. Kegagalan
start dapat berdampak pada kebocoran air pendingin pada
exhaust manifold adalah menyebabkan terdapatnya air pada
ruang bakar mesin. Sehingga tekanan kompresi menjadi
rendah yang juga dapat menyebabkan rendahnya temperatur
di dalam ruang bakar mesin. Dampak keretakkan pada
cylinder head mesin menyebabkan terjadinya kebocoran pada
jacket cooling cylinder head yang masuk dan memenuhi ruang
bakar mesin, sehingga tekanan kompresi menjadi rendah dan
menyebabkan temperatur pada ruang bakar mesin menjadi
terlalu rendah. Upaya yang dapat dilakukan adalah
penggantian exhaust manifold mesin dengan yang baru dan
penggantian cylinder head mesin dengan hasil rekondisi
ANALISIS PROSES GAS FREEING DI TANGKI MUATAN KAPAL GAS ARTEMIS UNTUK DRY DOCK
ABSTRAKSI
Andreansyah, Muhammad Sigit. 2024 ” Analisis Proses Gas Freeing Di Tangki
Muatan Kapal Gas Artemis Untuk Dry Dock” Skripsi. Program Diploma
IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Capt. Karolus Geleuk Sengadji., M Pembimbing II: Awel
Suryadi, S.ST., M.SI.
Perawatan kapal Gas Artemis dengan dok kering atau Dry Dock,
sesuai Regulasi SOLAS Bab I, Aturan 10, penting untuk inspeksi luar
dasar kapal dua kali dalam lima tahun. Dry Dock membutuhkan persiapan
khusus melalui tahapan Liquid Freeing, Warming Up, Inerting, dan
Aeration. Kapal Gas Artemis mengalami beberapa masalah dalam proses
Gas Freeing yang bertujuan menghilangkan hidrokarbon dari tangki.
Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang
menghambat proses kerja pada ketika operasi Gas Freeing pada ketika
persiapan Dry Dock di kapal Gas Artemis dan untuk mengetahui upaya apa
yang dilakukan untuk mencegah terhambatnya proses Gas Freeing di kapal
Gas Artemis.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber
data primer yang diperoleh melalui observasi langsung di kapal Gas
Artemis dan wawancara dengan Chief Officer, Boatswain, serta Second
Engineer. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara,
dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Fishbone Analysis.
Analisis ini mencakup faktor Man (Manusia), Method (Proses), dan
Machine (Mesin/Peralatan). Kapal Gas Artemis akan melakukan perbaikan
di Samudra Marine Indonesia, Banten. Terakhir pengedokan pada 18
Agustus 2017, kini dijadwalkan untuk Dry Dock lagi pada 16 Agustus
2022.
Peneliti membahas proses Gas Freeing sebagai persiapan Dry
Dock, mencakup empat tahap Liquid Freeing, Warm Up, Inerting, dan
Aeration. Masalah yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu dan
kekurangan peralatan, seperti flexible hose. Upaya perbaikan termasuk
permintaan peralatan yang diperlukan, pengetesan peralatan sebelum
digunakan, dan koordinasi waktu yang lebih baik dengan perusahaan.
Penelitian mengungkapkan bahwa proses Gas Freeing di kapal Gas
Artemis untuk dry dock terhambat oleh waktu yang singkat, penggunaan
metode yang tidak sesuai dengan standar operasional, dan masalah
peralatan. diharapkan peningkatan koordinasi menjaga pemeliharaan rutin,
dan meningkatkan koordinasi di antara kru kapal dapat di tingkatka
OPTIMALISASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PROSES TANK CLEANING DI MT. KIRANA TRITYA
ABSTRAKSI
Febriyanto, Khairul. 2024. “Optimalisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Dalam Proses Tank Cleaning di MT. Kirana Tritya”, Skripsi, Program
Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Manungku Trinata Pramudhita S.SI.T.,M.PD, Pembimbing II:
M. Choeroni, S.ST. Pel, M.T.
Kecelakaan kerja dalam proses tank cleaning terjadi disebabkan karena
kurangnya keterampilan kru dalam menerapkan prosedur keselamatan dan
kesehatan kerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor
penyebab kru kapal kurang terampil dalam melaksanakan prosedur keselamatan
dan kesehatan kerja dalam proses tank cleaning dan untuk mengetahui upaya yang
dapat meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses tank
cleaning di MT. Kirana Tritya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode
deskriptif kualitatif untuk menggambarkan penerapan teori, pelaksanaan tugas, dan
kebijakan dalam konteks sosial. Penelitian dilakukan di kapal MT. Kirana Tritya
selama praktek laut, dengan data primer dari awak kapal yang terlibat dalam proses
tank cleaning serta data sekunder dari dokumen pendukung. Teknik pengumpulan
data mencakup observasi partisipatif, wawancara dengan awak kapal, dan
dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman, yang meliputi
pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas
data dilakukan melalui perpanjangan observasi dan triangulasi.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa faktor utama penyebab
kecelakaan kerja dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah
kurangnya keterampilan kru dalam menerapkan SOP K3, keterbatasan peralatan
dan APD, serta kelelahan fisik. Untuk mengatasi masalah ini beberapa upaya yang
dapat dilakukan meliputi penyediaan pelatihan dan pengenalan (familiarization),
pelaksanaan safety meeting sebelum pekerjaan dimulai, serta pemeriksaan
kesehatan dan tes alkohol bagi kru. Upaya-upaya ini diharapkan dapat
meningkatkan penerapan K3 dan mengurangi risiko kecelakaan kerja di atas kapal
ANALISIS KEBOCORAN PIPA PRODUKSI PADA PROSES MUAT CRUDE OIL DI KAPAL FSO SC CHALLENGER XXXVII
ABSTRAK
Widianto, Husni Widianto. 2024. “Analisis Kebocoran Pipa Pada Saat Proses
Muat Crude Oil Di Kapal FSO SC CHALLENGER XXXVII” Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I Bapak Dr. Iskandar, SH, MT
Pembimbing II Ibu Kurniandri Ryan Putranti, S.ST .Pel., M.Si.
Di zaman globalisasi saat ini, transportasi memegang peranan yang sangat
penting dalam perkembangan industri global. Transportasi adalah perpindahan
barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan dengan
bantuan manusia atau mesin. Kebocoran adalah keadaan suatu benda dimana terjadi
kerusakan berupa lubang atau celah yang dapat menyebabkan keluarnya zat yang
melewati benda tersebut keluar, baik itu memiliki wujud cair, padat, maupun gas.
Penulis melakukan pengamatan terhadap kebocoran pipa yang terjadi di kapal
FSO SC CHALLENGER XXXVII kapal berada di Tuban Merine Terminal. Tujuan
dilakukannya penelitian adalah untuk mencari tahu faktor - faktor penyebab
terjadinya kebocoran pipa serta dampak apa yang ditimbulkan dan bagaimana
upaya untuk pencegahan kebocoran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why
guna memperoleh hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Dengan itu
peneliti dapat lebih mudah menemukan akar masalah dari kebocoran pipa.
Peneliti ini menujukan bahwa faktor penyebab dari kebocoran pipa disebabkan
karena pipa yang sudah berkarat karena korosi adapun faktor lain seperti tekanan
tinggi dan usia pipa yang sudah melewati batas pakai serta dampak yang
ditimbulkan dari kebocoran pipa yaitu terjadinya oil spil di atas kapal upaya yang
di lakukan agar tidak terjadi kebocoran pada pipa salah satunya adalah menganti
pipa dengan pipa yang baru. Peneliti ini memberikan saran dan kesimpulan
mengadakan safety metting untuk meningkatkan kedisiplinan, dilakukanya evaluasi
dan pengawasan dalam pengunaan operasional pipa serta memberikan lapisan pada
pipa seperti meni dan cat besi
OPTIMALISASI PELAKSANAAN HOLD CLEANING PADA SAAT PERGANTIAN MUATAN DI KAPAL MV SANTA INES
ABSTRAKSI
Yugo Admoko, Triono, NIT. 572011137884 N, 2024, “ Optimalisasi Pelaksanaan
Hold Cleaning pada saat Pergantian Muatan di Kapal MV Santa Ines”, Skripsi,
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu PelayaranSemarang,
Pembimbing (I): Capt. Wahju Wibowo, S,Sos., M.Psi., M.Mar Pembimbing (II):
Winarsih, S,H., M.Si
Prosedur pelaksanaan hold cleaning yang baik pada saat pergantian
muatan perlu dilakukan, pelaksanaan pembersihan palka meliputi
pengecekan ruang palka setelah melaksanakan bongkar muatan, membuat
rencana pekerjaan atau rencana pembersihan ruang palka, mempersiapkan
alat-alat yang akan digunakan untuk pembersihan palka dan melaksanakan
pembersihan palka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor
penyebab keterlambatan proses pembersihan ruang muatan,
mendeskripsikan prosedur pelaksanaan hold cleaning pada saat pergantian
muatan serta menjelaskan bagaimana upaya mencegah terlambatnya ruang
muatan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi
pustaka. Data yang ada kemudian dianalisis secara kualitatif untuk
menjawab rumusan masalah.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa (1) faktor
yang dapat menyebabkan terlambatnya proses pembersihan ruang palka
termasuk faktor cuaca, kurangnya koordinasi dalam pembagian tugas
Mualim I sebagai penanggung jawab, ketersediaan alat yang tidak memadai,
serta keahlian dan kedisiplinan kru kapal (2) prosedur pelaksanaan
pembersihan palka pada saat pergantian muatan meliputi pengecekan ruang
palka setelah melaksanakan bongkar muatan, membuat rencana pekerjaan
atau rencana pembersihan ruang palka, mempersiapkan alat-alat yang akan
digunakan untuk pembersihan palka, melaksanakan pembersihan palka (3)
upaya untuk mencegah dan mengatasi keterlambatan proses pembersihan
palka melakukan pengecekan rutin terhadap alat-alat yang akan digunakan
untuk pembersihan palka dan pentingnya untuk mengetahui kondisi cuaca
pada alur pelayaran yang akandilewati