Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    PENGARUH KERUSAKAN BALL BEARING TERHADAP KERJA POMPA BALLAST DI MV. MERATUS ULTIMA 2

    Full text link
    ABSTRAKSI Yunan Mahastra, Hafid 561911237370 T, 2024, “Pengaruh kerusakan ball bearing terhadap kerja pompa ballast di MV. Meratus ultima 2”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T Pembimbing II : Mohammad Sapta Heriyawan, S.kom, M.Si Pompa ballast memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pengoperasian bongkar muat di atas kapal. Untuk itu Perlunya melakukan perawatan, perbaikan dan perhatian pada pompa ballast untuk kelancaran pengoperasian bongkar muat yang dilakukan oleh seorang masinis. Ball bearing merupakan komponen penting pada pompa ballast karena digunakan secara luas dan penting, kerusakan pada ball bearing sering menjadi kerusakan pada pompa ballast karena dapat mempengaruhi pompa. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusuan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.. Teknik pengumpulan analisis data secara induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada maksud daripada generalisasi. Sedangkan pada skripsi ini, penulis menggunakan metode fishbone diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan ball bearing, dampak yang di timbulkan akibat kerusakan ball bearing dan upaya pencegahan kerusakan ball bearing di MV. Meratus Ultima 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa untuk mengetahui bagaimana kerusakan ball bearing pada pompa ballast mempengaruhi efisiensi operasional sistem kapal secara keseluruhan, dampak apa yang ditimbulkan dari kerusakan ball bearing pada pompa ballast, bagaimana strategi perawatan dan pemeliharaan yang optimal dapat di implementasikan untuk mencegah kerusakan ball bearing pada pompa ballast agar pompa ballast bekerja dengan maksimal, dan tidak menghambat proses bongkar muat diatas kapal. Dalam pelaksanaan identifikasi dapat diperoleh faktor-faktor dan akibat yang ditimbulkan dan hasilnya dapat digunakan untuk mencari alternatif perbaikan sehingga kerusakan ball bearing pada pompa ballast bisa dikurangi

    EVALUASI PENANGANAN KEBAKARAN PADA MUATAN DI MV. ARMADA SERASI MENURUT RELASI IMDG CODE

    Full text link
    ABSTRAK Witanto, Alif Ilham, 561911137173 N, 2024, “Evaluasi Penanganan Kebakaran Pada Muatan di MV. Armada Serasi Menurut Relasi IMDG CODE”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.Capt.Akhmad Ndori, S.ST., MM., M.Mar, Pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih, S.T., M.T. Ketika sebuah kapal tidak mematuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Standard Operating Procedure (SOP) dan Manual Book, hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan bagi awak kapal serta menghambat kelancaran keseluruhan proses pemuatan. Seperti yang terjadi dengan PT. Salam Pacific Indonesia Lines yang telah menerapkan SOP dalam setiap aspek kegiatan operasionalnya. Untuk mengetahui penyebab kebakaran muatan bisa terjadi dan untuk mengetahui cara penanganan muatan yang terbakar dengan baik dan benar sesuai IMDG Code. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskiprif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah Mualim I, dan Mualim II. Untuk teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Penyebab terjadinya kebakaran pada muatan di MV. Armada Serasi disebabkan karena empat faktor yaitu ketidaksesuaian dokumen jalan da nisi muatan, ketidaksesuaian penempatan muatan dan kurangnya prosedur perlindungan muatan. Agar hal tersebut tidak terjadi kembali, dilakukan upaya penanganan pemadaman kebakaran pada muatan di MV. Armada Serasi yaitu dengan kesigapan kru kapal untuk melakukan upaya pemadaman menggunakan fire pump dan alat pemadam api ringan (APAR) sesuai ketentuan dalam Standard Operating Procedure (SOP) dan meminta bantuan kepada pelabuhan terdekat untuk menerjunkan armada kapal yang dapat membantu dalam proses penyemprotan agar kebakaran tidak semakin meluas

    Penerbitan Seafarers Identity Document pada Pusat Terpadu Satu Atap di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan

    No full text
    Abstrak - Seafarers Identity Document (SID) merupakan suatu dokumen identitas bagi awak kapal yang dikenal dan diakui secara internasional. Berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Nomor: SE-DK 7 Tahun 2023 tentang Layanan Penerbitan Kartu Identitas Pelaut atau SID, bahwa lamanya waktu penerbitan SID antara satu sampai tiga hari kerja setelah permohonan tersebut disetujui, namun waktu penerbitan SID masih ada yang selesai hingga satu minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alur penerbitan Seafarers Identity Document pada Pusat Terpatu Satu Atap di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerbitan Seafarers Identity Document pada Pusat Terpadu Satu Atap di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan agar penerbitan Seafarers Identity Document pada Pusat Terpadu Satu Atap di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengujian keabsahaan data menggunakan triangulasi sumber. Proses penerbitan SID pada Pusat Terpadu Satu Atap di Ditkapel berpedoman pada Keputusan Menteri No. 30 Tahun 2008 yang dilakukan dengan cara melakukan pendaftaran secara online pada website https://e SID.dephub.go.id. Kendala yang dihadapi dalam penerbitan SID pada Pusat Terpadu Satu Atap di Ditkapel adalah aplikasi SID sering mengalami jaringan internet yang kurang bagus, mengalami lagging saat memasukkan data ke sistem dan terjadi pemalsuan masa layar pada buku pelaut serta pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut. Upaya yang dilakukan agar penerbitan SID pada Pusat Terpadu Satu Atap di Ditkapel dapat berjalan dengan baik dan lancar adalah melakukan maintenance jaringan dan update aplikasi SID menjadi versi terbaru dan jika terjadi pemalsuan masa layar dan sertifikat keselamatan pelaut maka tim SID segera melaporkan hal tersebut ke bagian yang berwenang agar segera ditindaklanjuti

    ANALISIS PENYEBAB JANGKAR PATAH SAAT BERLABUH JANGKAR PADA MV. H WHALESHARK

    Full text link
    ABSTRAKSI Subairi, Abdurrahman 572011127808 N, 2024, “Analisis Penyebab Jangkar Patah saat Berlabuh Jangkar pada MV. HWhaleshark”, “Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Capt. Dian Kurnianingsari., S.St., Mm, Pembimbing Ii : Dr. Andy Wahyu Hermanto, Mt. Shelter adalah salah satu kegiatan ketika menghadapi cuaca buruk dengan cara berlabuh jangkar darurat ditempat yang aman guna mengamankan crew kapal, kapal dan muatannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1). untuk mengetahui faktor yang dapat membuat jangkar patah pada saat berlabuh jangkar pada MV. H Whaleshark, 2) untuk mengetahui dampak ketika kapal mengalami jangkar patah pada MV. H Whaleshark, 3) untuk mengetahui upaya mencegah jangkar patah ketika kapal sedang berlabuh jangkar pada MV. H Whaleshark. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yaitu menerangkan kejadian fenomena dan mengumpulkan data secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan 3 komponen yaitu : Reduksi data, Penyajian data, Kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa (1) jangkar patah saat berlabuh jangkar pada kapal MV. H Whaleshark disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternalnya ialah dari cuaca buruk. Faktor internalnya ialah dari kondisi jangkar dan alat bantu berlabuh jangkar tidak terawat, kurang tepatnya pemilihan tempat berlabuh jangkar, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan darurat dan tidak mempersiapkan posisi untuk berlabuh jangkar darurat. (2) kerugian akibat dari jangkar patah saat berlabuh jangkar pada MV. H Whaleshark seperti kerugian materil berupa jangkar dan alat bantu jangkar kemudian untuk kerugian inmateril berupa pengalaman buruk dan trauma bagi kapal. (3) Upaya yang dilakukan untuk mencegah jangkar patah saat berlabuh jangkar yaitu memilih tempat berlabuh jangkar yang lebih aman, mempersiapkan posisi berlabuh jangkar darurat sesuai dengan prosedur pembuatan passage plan, dan menghubungi vessel traffic service (VTS) terdekat untuk meminta rekomendasi posisi berlabuh jangkar darurat

    PENANGANAN SHORT DELIVERY BAHAN BAKAR HIGH-SPEED DIESEL (HSD) PADA SAAT BUNKER OPERATION TB. SINDO PERKASA 19 DI CIREBON ANCHORAGE

    Full text link
    ABSTRAK Felani, Muhammad Ivan. 2024. “Penanganan Short Delivery Bahan Bakar High Speed Diesel (HSD) Pada Saat Bunker Operation TB. Sindo Perkasa 19 di Cirebon Anchorage”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Nur Rohmah, SE., MM. Pembimbing II : Dr. Capt. Ilham Ashari., S.Si.T.,M.M., M.Mar. Pengeluaran terbesar perusahaan yang mengoperasikan kapal adalah terletak pada konsumsi bahan bakar. Pada saat pelaksanaan kegiatan bunker operation di Cirebon Anchorage dengan metode ship to ship transfer tanggal 25 November 2023 terjadi short delivery sebanyak 1.196 liter dari total kuantitas yang seharusnya diterima yaitu 60.000 liter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak short delivery bahan bakar High-Speed Diesel (HSD) pada saat bunker operation TB. Sindo Perkasa 19 di Cirebon Anchorage dan untuk mengetahui proses penanganan short delivery bahan bakar High-Speed Diesel (HSD) pada saat bunker operation TB. Sindo Perkasa 19 di Cirebon Anchorage. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi pada sumber dan triangulasi pada teknik pengumpulan data. Hasil yang diperoleh adalah proses bunker operation bahan bakar TB. Sindo Perkasa 19 di Cirebon Anchorage yang berupa tahap persiapan, tahap menjelang pengisian, tahap selama pengisian, dan tahap setelah pengisian. Dampak berupa kerugian finansial oleh PT. Alur Biru Maritim, hilangnya kepercayaan konsumen terhadap SPOB Faher 31, dan catatan hitam pada portofolio crew kapal. Proses penanganan short delivery meliputi menjadikan fuel flow meter sebagai referensi utama, Fuel Supervisor memerintahkan KKM dan Masinis II TB. Sindo Perkasa 19 untuk mengangkat dan memiringkan selang bunker menuju ke tangki TB. Sindo Perkasa 19, Fuel Supervisor meminta dan ikut menyaksikan perhitungan ROB di tangki 3 starboard SPOB Faher 31, Fuel Supervisor, KKM, dan Masinis II melakukan pembacaan draft kapal dengan cermat, Fuel Supervisor mengganti sounding tape yang sudah tidak layak pakai, dan Fuel Supervisor, KKM, serta Masinis II melakukan perhitungan tabel sounding dengan teliti. Cara meminimalisir short delivery meliputi penggunaan peralatan bunker operation dengan kondisi yang bagus dan berstandar internasional, melakukan bunker operation ketika kondisi cuaca bagus, menggunakan SDM unggul dalam bunker operation, dan berkomunikasi secara intens ketika terjadi masalah terkait bunker operation

    Rancang Bangun Sistem Sprinkle Air Otomatis Pada Conveyor di Pelabuhan Guna Mengurangi Polusi Udara Akibat Debu Batu Bara Yang Berterbangan

    No full text
    Abstraksi -Abstrak: Revolusi Industri 4.0 menimbulkan dampak yang signifikan dan dapat langsung dirasakan. Dari dampak tersebut maka terbentuklah inovasi inovasi baru yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu, mempermudah pekerjaan, serta meningkatkan keselamatan manusia. Selain itu, Revolusi Industri juga berpengaruh pada kesehatan serta keselamatan masyarakat di sekitar wilayah industri. Kualitas udara yang baik sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup. Pencemaran udara dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dengan alasan tersebut, maka dirancanglah sebuah alat yang dapat memonitoring kualitas udara akibat dari debu batu bara yang berterbangan. Dengan adanya perancangan sistem ini, nantinya alat dapat mendeteksi kualitas udara sekitar, karena dengan alat ini dapat mendeteksi bagaimana kualiatas udara secara langsung dan dapat secara otomatis menyemprotkan air supaya memperbaiki kondisi kualitas udara sekitar. Dalam pengujian alat ini memakai sensor GP21010AU0F yang bisa mendeteksi kualitas udara serta menggunakan sensor api (KY-0260), sensor asap (MQ-135), dan sensor suhu (NTC-10k) sebagai sensor tambahan serta sebagai pengaman. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa, dalam situasi kegagalan satu sensor, sensor lainnya masih dapat berfungsi secara optimal. Hal ini bertujuan untuk menjamin konsistensi dalam pemantauan kualitas udara dan mencegah potensi risiko yang dapat mengakibatkan konsekuensi seriu

    ANALISIS PERSIAPAN MENGHADAPI CUACA BURUK GUNA MENGHINDARI KERUSAKAN MUATAN DI MV.PAN DIVA

    No full text
    Dalam pelayaran, kondisi cuaca buruk sering mempengaruhi dan dapat menyebabkan keterlambatan. Studi ini menganalisis persiapan untuk menghadapi cuaca buruk guna mencegah kerusakan muatan di kapal MV. Pan Diva. Bulk carrier adalah kapal muatan curah yang seragam dan dimuat ke dalam palka dalam bentuk curah. Persiapan ruang muat curah harus cermat, memastikan kebersihan, kekeringan, dan ketiadaan bau, karena muatan memerlukan kondisi optimal untuk pelayaran yang sukses. Tekanan udara biasanya stabil, namun penurunan signifikan menandakan keberadaan typhoon dekat kapal. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, diperoleh dari observasi di kapal MV. Pan Diva dan wawancara kepada Chief Officer, Second Officer, dan Boatswain. Sumber data sekunder meliputi dokumen seperti laporan cuaca, perjalanan kapal, dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan dengan metode SHEL, yang menggambarkan interaksi antara Software, Hardware, Environment, dan Liveware. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurang maksimalnya persiapan menghadapi cuaca buruk pada kapal MV. Pan Diva disebabkan oleh faktor kurangnya pemahaman pada tools box meeting. Persiapan kru kapal saat akan menghadapi cuaca buruk, seperti pengecekan sealing tape dan pengecekan drain valve palka

    ANALISIS KERUSAKAN IMPELLER POMPA SENTRIFUGAL PENDINGIN DIESEL GENERATOR DI MV SPIL RATNA

    No full text
    Abstrak- Pompa sentrifugal merupakan komponen penting dalam sistem pendinginan diesel generator di kapal MV. Spil Ratna. Kerusakan pada Impeller pompa dapat mengganggu operasi normal generator yang berpotensi menyebabkan kerusakan lebih serius bahkan kegagalan total. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan impeller pompa sentrifugal tersebut. Di dalam hasil penelitian ini peneliti menjelaskan bahwa dengan rusaknya impeller pompa sentrifugal dapat mengakibatkan pengoperasian pompa tidak bekerja dengan optimal. Adapun analisis masalah bertujuan untuk memaparkan jawaban atas rumusan masalah yang telah disusun, yaitu faktor apa saja yang menjadi penyebab rusaknya impeller pompa sentrifugal pendingin diesel generator di MV, Spil Ratna, dampak yang terjadi kerusakan impeller pompa sentrifugal pendingin diesel generator di MV, Spil Ratna, dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kerusakan impeller pada pompa sentrifugal pendingin diesel generator di MV. Spil Ratna. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di Mv Spil Ratna, PT. PT. Salam Pacific Indonesia Line Jln. Karet No. 104, Surabaya pada bulan Maret 2023 pukul 21.00. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kerusakan impeller disebabkan oleh korosi, bahan sparepart yang tidak sesuai, PMS tidak berjalan dengan baik. Dampak kerusakan impeller adalah penurunan kinerja pompa, pengoperasian dengan kondisi impeller rusak dapat mengakibatkan kerusakan komponen lainnya. Penanganan kerusakan Impeller adalah penggantian komponen impeller dengan bahan yang sesuai dengan manual book, membersihkan tabung sea chest dari kotoran dan menerapkan plan maintenance system (PMS) dengan baik dan benar

    IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG SERTIFIKAT SANITASI KAPAL DI PT KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA

    No full text
    Abstraksi - Peraturan Menteri No 40 tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal merupakan salah satu peraturan perundang-undangan yang bertujuan untuk menyajikan pentingnya kapal bagi kesehatan masyarakat dalam kaitannya dengan penyakit dan untuk menyoroti pentingnya menerapkan langkah- langkah pengendalian yang tepat. Permasalahan terjadi pada pelaksanaan Permenkes No. 40 Tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal pada pasal 13 di PT Kartika Samudra Adijaya yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh PT Samudra Kartika Adijaya dalam pengimplementasian Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2015 tentang sertifikat sanitasi kapal dan upaya untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan studi pustaka. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi pada sumber dan triangulasi pada teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dalam implementasi permenkes nomor 40 tahun 2015 ditunjukkan dengan adanya penemuan vektor pembawa penyakit jenis kecoa di dapur TB Alamanda pada saat pemeriksaan tanggal 29 september 2022 oleh petugas KKP, dimana penemuan ini melanggar kepatuhan implementasi permenkes nomor 40 tahun 2015 terkait keberadaan vektor seperti kecoa, berdampak pada kesehatan kapal dan berpengaruh pada penerbitan sertifikat sanitasi.Upaya yang dilakukan oleh PT Kartika Samudra Adijaya selaku pemilik dan penanggungjawab terhadap permasalahan yang dialami oleh kapal TB Alamanda yaitu dengan melakukan kegiatan fumigasi, merancang kegiatan sosialisasi tentang kebersihan kapal guna mendorong kesadaran dalam diri seluruh kru kapal, serta peningkatan sarana prasarana yang memadai guna mencegah terjadinya permasalahan yang sama di kemudian hari

    IMPLEMENTASI APLIKASI MARIAPPS PADA SISTEM CREWING MANAGEMENT DI PT. MERATUS LINE SURABAYA

    Full text link
    ABSTRAKSI Rio Aprilianto. 561911337467 K. 2024. “Implementasi Aplikasi Mariapps Pada Sistem Crewing Managament Di PT. Meratus Line Surabaya”. Skripsi. Program Diploma IV , Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Awel Suryadi., M.Si., Pembimbing II : Purwantono, S.Psi, M.Pd. Pengimplementasian aplikasi Mariapps yang berupa Sofware guna menunjang kebutuhan pekerjaan dalam bidang Crewing Management untuk mempercepat dalam bekerja agar lebih efisien dan membatasi pengeluaran kertas dan membuang banyak kertas serta mengurangi crew kapal yang datang kekantor agar pakerjaan dikantor lebih maksimal dan lebih fokus serta cepat dalam pengerjaan dan waktu tidak termakan terlalu banyak untuk di melayani crew kapal. Maka adanya aplikasi Mariapps ini sangatlah berguna bagi perusahaan seluruh kantor di PT. Meratus Line serta diimplementasikan bagi seluruh karyawan dan seluruh devisi yang ada di PT. Meratus Line agar seluruhnya terealisasikan dan dapat digunakan sesuai devisi masing-masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa sebelum adanya aplikasi Mariapps ini masih menggunakan sistem manual dan masih banyak penggunaan kertas dan banyak dibuang serta sangat kurangnya efisien dalam penggunaan kertas yang berlebihan dan banyak crew kapal datang ke kantor untuk meminta dokumen atau surat PKL( Perjanjian Kerja Laut) serta memasukam dokumen masih dengan alat scan ke dalam data file crewing serta waktu bekerja sangat banyak terbuag untuk melayani crew kapal yang datang ke kantor. Maka hal tersebut sangat merugikan pihak perusahaan dalam bekerja yang maksimal serta pengeluaran biaya kertas dan alat bantu scan serta komputer harus diperbarui guna untuk mengakses bisa lebih cepat dan tidak lambat dalam mengapprove data crew kapal

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇