Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PENGARUH KERUSAKAN BALL BEARING TERHADAP KERJA POMPA BALLAST DI MV. MERATUS ULTIMA 2
ABSTRAKSI
Yunan Mahastra, Hafid 561911237370 T, 2024, “Pengaruh kerusakan ball bearing terhadap kerja pompa ballast di MV. Meratus ultima 2”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T Pembimbing II : Mohammad Sapta Heriyawan, S.kom, M.Si
Pompa ballast memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pengoperasian bongkar muat di atas kapal. Untuk itu Perlunya melakukan perawatan, perbaikan dan perhatian pada pompa ballast untuk kelancaran pengoperasian bongkar muat yang dilakukan oleh seorang masinis. Ball bearing merupakan komponen penting pada pompa ballast karena digunakan secara luas dan penting, kerusakan pada ball bearing sering menjadi kerusakan pada pompa ballast karena dapat mempengaruhi pompa. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusuan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.. Teknik pengumpulan analisis data secara induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada maksud daripada generalisasi. Sedangkan pada skripsi ini, penulis menggunakan metode fishbone diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan ball bearing, dampak yang di timbulkan akibat kerusakan ball bearing dan upaya pencegahan kerusakan ball bearing di MV. Meratus Ultima 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa untuk mengetahui bagaimana kerusakan ball bearing pada pompa ballast mempengaruhi efisiensi operasional sistem kapal secara keseluruhan, dampak apa yang ditimbulkan dari kerusakan ball bearing pada pompa ballast, bagaimana strategi perawatan dan pemeliharaan yang optimal dapat di implementasikan untuk mencegah kerusakan ball bearing pada pompa ballast agar pompa ballast bekerja dengan maksimal, dan tidak menghambat proses bongkar muat diatas kapal. Dalam pelaksanaan identifikasi dapat diperoleh faktor-faktor dan akibat yang ditimbulkan dan hasilnya dapat digunakan untuk mencari alternatif perbaikan sehingga kerusakan ball bearing pada pompa ballast bisa dikurangi
EVALUASI PENANGANAN KEBAKARAN PADA MUATAN DI MV. ARMADA SERASI MENURUT RELASI IMDG CODE
ABSTRAK
Witanto, Alif Ilham, 561911137173 N, 2024, “Evaluasi Penanganan Kebakaran
Pada Muatan di MV. Armada Serasi Menurut Relasi IMDG CODE”, Skripsi,
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr.Capt.Akhmad Ndori, S.ST., MM., M.Mar,
Pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih, S.T., M.T.
Ketika sebuah kapal tidak mematuhi persyaratan yang ditetapkan dalam
Standard Operating Procedure (SOP) dan Manual Book, hal tersebut dapat
mengakibatkan gangguan bagi awak kapal serta menghambat kelancaran
keseluruhan proses pemuatan. Seperti yang terjadi dengan PT. Salam Pacific
Indonesia Lines yang telah menerapkan SOP dalam setiap aspek kegiatan
operasionalnya. Untuk mengetahui penyebab kebakaran muatan bisa terjadi dan
untuk mengetahui cara penanganan muatan yang terbakar dengan baik dan benar
sesuai IMDG Code.
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskiprif.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah Mualim I,
dan Mualim II. Untuk teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data,
penyajian data, dan menarik kesimpulan.
Penyebab terjadinya kebakaran pada muatan di MV. Armada Serasi
disebabkan karena empat faktor yaitu ketidaksesuaian dokumen jalan da nisi
muatan, ketidaksesuaian penempatan muatan dan kurangnya prosedur
perlindungan muatan. Agar hal tersebut tidak terjadi kembali, dilakukan upaya
penanganan pemadaman kebakaran pada muatan di MV. Armada Serasi yaitu
dengan kesigapan kru kapal untuk melakukan upaya pemadaman menggunakan
fire pump dan alat pemadam api ringan (APAR) sesuai ketentuan dalam Standard
Operating Procedure (SOP) dan meminta bantuan kepada pelabuhan terdekat
untuk menerjunkan armada kapal yang dapat membantu dalam proses
penyemprotan agar kebakaran tidak semakin meluas
Penerbitan Seafarers Identity Document pada Pusat Terpadu Satu Atap di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan
Abstrak - Seafarers Identity Document (SID) merupakan
suatu dokumen identitas bagi awak kapal yang dikenal dan
diakui secara internasional. Berdasarkan Surat Edaran yang
dikeluarkan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan
Nomor: SE-DK 7 Tahun 2023 tentang Layanan Penerbitan
Kartu Identitas Pelaut atau SID, bahwa lamanya waktu
penerbitan SID antara satu sampai tiga hari kerja setelah
permohonan tersebut disetujui, namun waktu penerbitan
SID masih ada yang selesai hingga satu minggu. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan alur penerbitan Seafarers
Identity Document pada Pusat Terpatu Satu Atap di
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, untuk mengetahui
kendala yang dihadapi dalam penerbitan Seafarers Identity
Document pada Pusat Terpadu Satu Atap di Direktorat
Perkapalan dan Kepelautan, dan untuk mengetahui upaya
yang dilakukan agar penerbitan Seafarers Identity Document
pada Pusat Terpadu Satu Atap di Direktorat Perkapalan dan
Kepelautan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui
observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Pengujian
keabsahaan data menggunakan triangulasi sumber.
Proses penerbitan SID pada Pusat Terpadu Satu Atap
di Ditkapel berpedoman pada Keputusan Menteri No. 30
Tahun 2008 yang dilakukan dengan cara melakukan
pendaftaran
secara online pada website https://e
SID.dephub.go.id. Kendala yang dihadapi dalam penerbitan
SID pada Pusat Terpadu Satu Atap di Ditkapel adalah
aplikasi SID sering mengalami jaringan internet yang kurang
bagus, mengalami lagging saat memasukkan data ke sistem
dan terjadi pemalsuan masa layar pada buku pelaut serta
pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut. Upaya yang
dilakukan agar penerbitan SID pada Pusat Terpadu Satu
Atap di Ditkapel dapat berjalan dengan baik dan lancar
adalah melakukan maintenance jaringan dan update aplikasi
SID menjadi versi terbaru dan jika terjadi pemalsuan masa
layar dan sertifikat keselamatan pelaut maka tim SID segera
melaporkan hal tersebut ke bagian yang berwenang agar
segera ditindaklanjuti
ANALISIS PENYEBAB JANGKAR PATAH SAAT BERLABUH JANGKAR PADA MV. H WHALESHARK
ABSTRAKSI
Subairi, Abdurrahman 572011127808 N, 2024, “Analisis Penyebab Jangkar
Patah saat Berlabuh Jangkar pada MV. HWhaleshark”, “Skripsi, Program
Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I : Capt. Dian Kurnianingsari., S.St., Mm, Pembimbing Ii : Dr.
Andy Wahyu Hermanto, Mt.
Shelter adalah salah satu kegiatan ketika menghadapi cuaca buruk dengan
cara berlabuh jangkar darurat ditempat yang aman guna mengamankan crew
kapal, kapal dan muatannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1). untuk
mengetahui faktor yang dapat membuat jangkar patah pada saat berlabuh
jangkar pada MV. H Whaleshark, 2) untuk mengetahui dampak ketika kapal
mengalami jangkar patah pada MV. H Whaleshark, 3) untuk mengetahui upaya
mencegah jangkar patah ketika kapal sedang berlabuh jangkar pada MV. H
Whaleshark.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yaitu menerangkan
kejadian fenomena dan mengumpulkan data secara mendalam. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan
dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan 3
komponen yaitu : Reduksi data, Penyajian data, Kesimpulan dan verifikasi.
Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data,
triangulasi metode, dan triangulasi teori.
Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa (1)
jangkar patah saat berlabuh jangkar pada kapal MV. H Whaleshark disebabkan
oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternalnya ialah dari cuaca
buruk. Faktor internalnya ialah dari kondisi jangkar dan alat bantu berlabuh
jangkar tidak terawat, kurang tepatnya pemilihan tempat berlabuh jangkar, tidak
mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan darurat dan tidak
mempersiapkan posisi untuk berlabuh jangkar darurat. (2) kerugian akibat dari
jangkar patah saat berlabuh jangkar pada MV. H Whaleshark seperti kerugian
materil berupa jangkar dan alat bantu jangkar kemudian untuk kerugian
inmateril berupa pengalaman buruk dan trauma bagi kapal. (3) Upaya yang
dilakukan untuk mencegah jangkar patah saat berlabuh jangkar yaitu memilih
tempat berlabuh jangkar yang lebih aman, mempersiapkan posisi berlabuh
jangkar darurat sesuai dengan prosedur pembuatan passage plan, dan
menghubungi vessel traffic service (VTS) terdekat untuk meminta rekomendasi
posisi berlabuh jangkar darurat
PENANGANAN SHORT DELIVERY BAHAN BAKAR HIGH-SPEED DIESEL (HSD) PADA SAAT BUNKER OPERATION TB. SINDO PERKASA 19 DI CIREBON ANCHORAGE
ABSTRAK
Felani, Muhammad Ivan. 2024. “Penanganan Short Delivery Bahan Bakar High
Speed Diesel (HSD) Pada Saat Bunker Operation TB. Sindo Perkasa 19 di
Cirebon Anchorage”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata
Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I : Dr. Nur Rohmah, SE., MM. Pembimbing II : Dr.
Capt. Ilham Ashari., S.Si.T.,M.M., M.Mar.
Pengeluaran terbesar perusahaan yang mengoperasikan kapal adalah
terletak pada konsumsi bahan bakar. Pada saat pelaksanaan kegiatan bunker
operation di Cirebon Anchorage dengan metode ship to ship transfer tanggal
25 November 2023 terjadi short delivery sebanyak 1.196 liter dari total
kuantitas yang seharusnya diterima yaitu 60.000 liter. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui dampak short delivery bahan bakar High-Speed
Diesel (HSD) pada saat bunker operation TB. Sindo Perkasa 19 di Cirebon
Anchorage dan untuk mengetahui proses penanganan short delivery bahan
bakar High-Speed Diesel (HSD) pada saat bunker operation TB. Sindo
Perkasa 19 di Cirebon Anchorage.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data
diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengujian
keabsahan data menggunakan triangulasi pada sumber dan triangulasi pada
teknik pengumpulan data.
Hasil yang diperoleh adalah proses bunker operation bahan bakar TB.
Sindo Perkasa 19 di Cirebon Anchorage yang berupa tahap persiapan, tahap
menjelang pengisian, tahap selama pengisian, dan tahap setelah pengisian.
Dampak berupa kerugian finansial oleh PT. Alur Biru Maritim, hilangnya
kepercayaan konsumen terhadap SPOB Faher 31, dan catatan hitam pada
portofolio crew kapal. Proses penanganan short delivery meliputi menjadikan
fuel flow meter sebagai referensi utama, Fuel Supervisor memerintahkan
KKM dan Masinis II TB. Sindo Perkasa 19 untuk mengangkat dan
memiringkan selang bunker menuju ke tangki TB. Sindo Perkasa 19, Fuel
Supervisor meminta dan ikut menyaksikan perhitungan ROB di tangki 3
starboard SPOB Faher 31, Fuel Supervisor, KKM, dan Masinis II melakukan
pembacaan draft kapal dengan cermat, Fuel Supervisor mengganti sounding
tape yang sudah tidak layak pakai, dan Fuel Supervisor, KKM, serta Masinis
II melakukan perhitungan tabel sounding dengan teliti. Cara meminimalisir
short delivery meliputi penggunaan peralatan bunker operation dengan
kondisi yang bagus dan berstandar internasional, melakukan bunker operation
ketika kondisi cuaca bagus, menggunakan SDM unggul dalam bunker
operation, dan berkomunikasi secara intens ketika terjadi masalah terkait
bunker operation
Rancang Bangun Sistem Sprinkle Air Otomatis Pada Conveyor di Pelabuhan Guna Mengurangi Polusi Udara Akibat Debu Batu Bara Yang Berterbangan
Abstraksi -Abstrak:
Revolusi
Industri
4.0
menimbulkan dampak yang signifikan dan dapat langsung
dirasakan. Dari dampak tersebut maka terbentuklah inovasi
inovasi baru yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
waktu, mempermudah pekerjaan, serta meningkatkan
keselamatan manusia. Selain itu, Revolusi Industri juga
berpengaruh pada kesehatan serta keselamatan masyarakat di
sekitar wilayah industri. Kualitas udara yang baik sangat
diperlukan oleh semua makhluk hidup. Pencemaran udara
dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dengan alasan
tersebut, maka dirancanglah sebuah alat yang dapat
memonitoring kualitas udara akibat dari debu batu bara yang
berterbangan.
Dengan adanya perancangan sistem ini, nantinya alat
dapat mendeteksi kualitas udara sekitar, karena dengan alat
ini dapat mendeteksi bagaimana kualiatas udara secara
langsung dan dapat secara otomatis menyemprotkan air
supaya memperbaiki kondisi kualitas udara sekitar. Dalam
pengujian alat ini memakai sensor GP21010AU0F yang bisa
mendeteksi kualitas udara serta menggunakan sensor api
(KY-0260), sensor asap (MQ-135), dan sensor suhu (NTC-10k)
sebagai sensor tambahan serta sebagai pengaman. Langkah ini
diambil untuk memastikan bahwa, dalam situasi kegagalan
satu sensor, sensor lainnya masih dapat berfungsi secara
optimal. Hal ini bertujuan untuk menjamin konsistensi dalam
pemantauan kualitas udara dan mencegah potensi risiko yang
dapat mengakibatkan konsekuensi seriu
ANALISIS PERSIAPAN MENGHADAPI CUACA BURUK GUNA MENGHINDARI KERUSAKAN MUATAN DI MV.PAN DIVA
Dalam pelayaran, kondisi cuaca buruk sering
mempengaruhi dan dapat menyebabkan keterlambatan.
Studi ini menganalisis persiapan untuk menghadapi cuaca
buruk guna mencegah kerusakan muatan di kapal MV. Pan
Diva. Bulk carrier adalah kapal muatan curah yang
seragam dan dimuat ke dalam palka dalam bentuk curah.
Persiapan ruang muat curah harus cermat, memastikan
kebersihan, kekeringan, dan ketiadaan bau, karena muatan
memerlukan kondisi optimal untuk pelayaran yang sukses.
Tekanan udara biasanya stabil, namun penurunan
signifikan menandakan keberadaan typhoon dekat kapal.
Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif,
diperoleh dari observasi di kapal MV. Pan Diva dan
wawancara kepada Chief Officer, Second Officer, dan
Boatswain. Sumber data sekunder meliputi dokumen
seperti laporan cuaca, perjalanan kapal, dan dokumen
terkait. Analisis data dilakukan dengan metode SHEL, yang
menggambarkan interaksi antara Software, Hardware,
Environment, dan Liveware.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kurang maksimalnya
persiapan menghadapi cuaca buruk pada kapal MV. Pan
Diva disebabkan oleh faktor kurangnya pemahaman pada
tools box meeting. Persiapan kru kapal saat akan
menghadapi cuaca buruk, seperti pengecekan sealing tape
dan pengecekan drain valve palka
ANALISIS KERUSAKAN IMPELLER POMPA SENTRIFUGAL PENDINGIN DIESEL GENERATOR DI MV SPIL RATNA
Abstrak- Pompa sentrifugal merupakan komponen
penting dalam sistem pendinginan diesel generator di kapal
MV. Spil Ratna. Kerusakan pada Impeller pompa dapat
mengganggu operasi normal generator yang berpotensi
menyebabkan kerusakan lebih serius bahkan kegagalan total.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kerusakan impeller pompa sentrifugal tersebut.
Di dalam hasil penelitian ini peneliti menjelaskan
bahwa dengan rusaknya impeller pompa sentrifugal dapat
mengakibatkan pengoperasian pompa tidak bekerja dengan
optimal. Adapun analisis masalah bertujuan untuk
memaparkan jawaban atas rumusan masalah yang telah
disusun, yaitu faktor apa saja yang menjadi penyebab
rusaknya impeller pompa sentrifugal pendingin diesel
generator di MV, Spil Ratna, dampak yang terjadi kerusakan
impeller pompa sentrifugal pendingin diesel generator di MV,
Spil Ratna, dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk
mengurangi tingkat kerusakan impeller pada pompa
sentrifugal pendingin diesel generator di MV. Spil Ratna.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
penelitian yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif.
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di Mv Spil
Ratna, PT. PT. Salam Pacific Indonesia Line Jln. Karet No.
104, Surabaya pada bulan Maret 2023 pukul 21.00. Dari hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kerusakan impeller
disebabkan oleh korosi, bahan sparepart yang tidak sesuai,
PMS tidak berjalan dengan baik. Dampak kerusakan impeller
adalah penurunan kinerja pompa, pengoperasian dengan
kondisi impeller rusak dapat mengakibatkan kerusakan
komponen lainnya. Penanganan kerusakan Impeller adalah
penggantian komponen impeller dengan bahan yang sesuai
dengan manual book, membersihkan tabung sea chest dari
kotoran dan menerapkan plan maintenance system (PMS)
dengan baik dan benar
IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG SERTIFIKAT SANITASI KAPAL DI PT KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA
Abstraksi - Peraturan Menteri No 40 tahun 2015 tentang
Sertifikat Sanitasi Kapal merupakan salah satu peraturan
perundang-undangan yang bertujuan untuk menyajikan
pentingnya kapal bagi kesehatan masyarakat dalam
kaitannya dengan penyakit dan untuk menyoroti
pentingnya menerapkan langkah- langkah pengendalian
yang tepat. Permasalahan terjadi pada pelaksanaan
Permenkes No. 40 Tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi
Kapal pada pasal 13 di PT Kartika Samudra Adijaya yang
menjadi fokus dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh PT
Samudra Kartika Adijaya dalam pengimplementasian
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2015
tentang sertifikat sanitasi kapal dan upaya untuk
mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, studi dokumen, dan studi pustaka.
Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi pada
sumber dan triangulasi pada teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dalam
implementasi permenkes nomor 40 tahun 2015
ditunjukkan dengan adanya penemuan vektor pembawa
penyakit jenis kecoa di dapur TB Alamanda pada saat
pemeriksaan tanggal 29 september 2022 oleh petugas KKP,
dimana penemuan ini melanggar kepatuhan implementasi
permenkes nomor 40 tahun 2015 terkait keberadaan
vektor seperti kecoa, berdampak pada kesehatan kapal
dan berpengaruh pada penerbitan sertifikat sanitasi.Upaya yang dilakukan oleh PT Kartika Samudra Adijaya selaku pemilik dan penanggungjawab terhadap permasalahan yang dialami oleh kapal TB Alamanda yaitu
dengan melakukan kegiatan fumigasi, merancang
kegiatan sosialisasi tentang kebersihan kapal guna
mendorong kesadaran dalam diri seluruh kru kapal, serta
peningkatan sarana prasarana yang memadai guna
mencegah terjadinya permasalahan yang sama di
kemudian hari
IMPLEMENTASI APLIKASI MARIAPPS PADA SISTEM CREWING MANAGEMENT DI PT. MERATUS LINE SURABAYA
ABSTRAKSI
Rio Aprilianto. 561911337467 K. 2024. “Implementasi Aplikasi Mariapps Pada
Sistem Crewing Managament Di PT. Meratus Line Surabaya”. Skripsi. Program
Diploma IV , Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Awel Suryadi., M.Si.,
Pembimbing II : Purwantono, S.Psi, M.Pd.
Pengimplementasian aplikasi Mariapps yang berupa Sofware guna menunjang
kebutuhan pekerjaan dalam bidang Crewing Management untuk mempercepat
dalam bekerja agar lebih efisien dan membatasi pengeluaran kertas dan membuang
banyak kertas serta mengurangi crew kapal yang datang kekantor agar pakerjaan
dikantor lebih maksimal dan lebih fokus serta cepat dalam pengerjaan dan waktu
tidak termakan terlalu banyak untuk di melayani crew kapal. Maka adanya aplikasi
Mariapps ini sangatlah berguna bagi perusahaan seluruh kantor di PT. Meratus
Line serta diimplementasikan bagi seluruh karyawan dan seluruh devisi yang ada
di PT. Meratus Line agar seluruhnya terealisasikan dan dapat digunakan sesuai
devisi masing-masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif.
Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik
keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Hasil dari penelitian ini ditemukan
bahwa sebelum adanya aplikasi Mariapps ini masih menggunakan sistem manual
dan masih banyak penggunaan kertas dan banyak dibuang serta sangat kurangnya
efisien dalam penggunaan kertas yang berlebihan dan banyak crew kapal datang ke
kantor untuk meminta dokumen atau surat PKL( Perjanjian Kerja Laut) serta
memasukam dokumen masih dengan alat scan ke dalam data file crewing serta
waktu bekerja sangat banyak terbuag untuk melayani crew kapal yang datang ke
kantor. Maka hal tersebut sangat merugikan pihak perusahaan dalam bekerja yang
maksimal serta pengeluaran biaya kertas dan alat bantu scan serta komputer harus
diperbarui guna untuk mengakses bisa lebih cepat dan tidak lambat dalam
mengapprove data crew kapal