Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN OLAH GERAK KAPAL DALAM PELAKSANAAN TOWING DI ATAS KAPAL SINARAN CERAH
ABSTRAKSI
Skripsi ini membahas upaya untuk meningkatkan kemampuan olah gerak
kapal saat melakukan towing barge di kapal Sinaran Cerah. Kemampuan olah gerak
kapal menjadi krusial, terutama dalam pelayaran yang sempit, berkelok-kelok, dan
dangkal, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti bentuk kapal, cuaca,
dan angin. Kendala sering terjadi saat olah gerak di alur sungai yang sempit,
terutama dalam menarik tongkang dengan arus yang kuat, dapat mengancam
keselamatan kapal dan awaknya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada
kemampuan Perwira di kapal Sinaran Cerah dalam mengolah gerak kapal pada saat
pelaksanaan towing barge. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
penelitian ini menganalisis pengaruh kemampuan olah gerak kapal terhadap
kelancaran pelaksanaan towing barge di alur pelayaran yang dangkal dan sempit.
Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya konsep keilmuan di industri
pelayaran dan memberikan masukan praktis bagi perusahaan pelayaran, khususnya
kapal tunda. Disamping itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
dalam memahami tantangan dan risiko kapal di alur pelayaran dangkal dan sempit,
serta memberikan dasar perbaikan pada aspek pelatihan dan koordinasi di kapal
PENANGANAN KM. PEKAN FAJAR YANG KANDAS DI ALUR PELABUHAN BALIKPAPAN
ABSTRAKSI
Rahmawan, Wahyu, 2024. “Penanganan KM. Pekan Fajar yang Kandas di Alur
Pelabuhan Balikpapan.”, Skripsi Program Diploma IV, Program Studi
Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: . M. Choeroni,
S.ST.Pel, M.T. Pembimbing II: Kresno Yuntoro, S.ST, M.M.
Terjadi insiden kandasnya KM. Pekan Fajar di Alur Pelabuhan Balikpapan
tanggal 23 Oktober 2019 yang menyebabkan kerugian baik kerugian waktu,
tenaga, dan keterlambatan dari operasional. Dari insiden tersebut peneliti
tertarik untuk menganalisis penanganan KM. Pekan Fajar yang kandas di
Alur Pelabuhan Balikpapan. Masalah yang dibahas adalah faktor apa yang
menyebabkan KM. Pekan Fajar Kandas di Alur Pelabuhan Balikpapan dan
bagaimana upaya penanganan KM. Pekan Fajar Kandas di Alur Pelabuhan
Balikpapan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis
menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk
mendapatkan data dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk
menguji keabsahan antara satu data dengan data yang lain dilakukan
triangulasi metode.
Hasil penelitian ini adalah kandasnya KM. Pekan Fajar di Alur Pelayaran
Balikpapan disebabkan oleh tiga faktor utama yang ditemukan dalam
penelitian ini yaitu draft kapal lebih besar dari kedalaman perairan yang
dilewati, kondisi surut pada perairan tersebut, dan kesalahan perkiraan dan
perhitungan untuk memasuki alur pelabuhan. Selain itu upaya penanganan
yang dilakukan pada saat itu adalah melapor kepanduan dan perusahaan,
melakukan pengecekan kondisi lambung kapal, melakukan pengecekan
stabilitas kapal, dan menjalankan Bridge Resource Management (BRM) dan
olah gerak saat terbebas dari kandas. Sehingga pihak kapal terutama perwira
yang bertugas di anjungan sebaiknya memahami olah gerak dan memahami
tentang pembacaan tabel pasang surut
Proses De-ballasting Mendukung Persiapan Pemuatan Kargo di MV C VISION
Intisari - Penelitian ini berfokus pada masalah
proses de-ballasting di MV C VISION yang terjadi pada
29 Juli 2023 di Laut Solomon. Kendala utama adalah
kebocoran hydraulic oil pada actuator valve DST No.6
dan DBT No.9 Portside, yang menyebabkan driving shaft
tidak berfungsi optimal akibat tekanan piston yang
berkurang. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi
penyebab hambatan, menganalisis dampaknya, serta
merumuskan langkah-langkah untuk mengatasi dan
mencegah hambatan dalam proses de-ballasting.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk
menganalisis hambatan dalam proses de-ballasting di
MV C VISION. Hasilnya menunjukkan bahwa
kerusakan actuator valve DST No.6 dan DBT No.9
Portside menjadi penyebab utama hambatan, yang
berdampak pada de-ballasting yang tidak optimal,
perubahan pre-stowage plan, cargo shortage, dan
pemberhentian tugas Chief Officer. Solusi yang
diusulkan adalah penggunaan portable hand pump dan
pelepasan actuator valve untuk mengatasi dan mencegah
masalah serupa
ANALISIS TERHAMBATNYA PROSES BONGKAR MUAT AKIBAT KEGAGALAN ANTI HEELING SYSTEM DI MV. EVER OMNI
ABSTRAKSI
Agustinus, Jonatan, 2024. “Analisis Terhambatnya Proses Bongkar Muat Akibat
Kegagalan Anti Heeling System di MV. Ever Omni”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Bapak Dr. Capt. Mashudi Rofik., M.Sc., Pembimbing II: Ibu
Aryanti Fitrianingsih, S.T.,M.T.
Pada proses bongkar muat kontainer di MV.Ever Omni terjadi kegagalan
anti heeling system yang berfungsi mendeteksi kemiringan kapal dan
menyeimbangkan kapal secara otomatis, kegagalan anti heeling system tersebut
tidak bisa diatasi oleh crew kapal dan menyebabkan proses bongkar muat di atas
kapal menjadi terhambat, hal ini perlu dikaji lebih lanjut agar tidak terjadi lagi
kegagalan anti heeling system sehingga proses bongkar muat tidak mengalami
keterlambatan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak apa saja
yang terjadi akibat kegagalan anti heeling system terhadap proses bongkar muat
dan untuk mengetahui upaya penanggulangan yang dilakukan ketika proses
bongkar muat terhambat akibat gagalnya anti heeling system di MV,Ever Omni.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif
dengan cara penyampaian pada penelitian ini berupa deskriptif. Dimana data
penelitian berasal dari data primer dan data sekunder yang nantinya data tersebut
akan dikumpulkan melalui berbagai metode diantaranya observasi, dokumentasi,
dan wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah fishbone analysis
Hasil penelitian yang dapat diketahui bahwa dampak terhambatnya proses
bongkar muat yang diakibatkan karena kegagalan anti heeling system adalah pada
segi bahaya keselamatan crew atau pekerja pelabuhan di atas kapal, stabilitas kapal
yang memburuk saat proses bongkar muat, kerusakan pada kapal, berkurangnya
efisiensi operasional, dan kerugian finansial. Upaya yang dilakukan dalam
menangani keterhambatan proses bongkar muat akibat kegagalan anti heeling
system diantarannya melakukan penyeimbangan kapal dengan sistem manual,
melakukan briefing dengan crew, melakukan bongkar muat muatan secara merata,
dan melakukan pengecekan berkala pada kemiringan atau heel untuk mencegah
kemiringan berlebihan di MV,Ever Omni
ANALISIS KEGAGALAN PEMBAKARAN PADA KETEL UAP DI MV SINAR SANUR
ABSTRAK
Ghazi, Navarro S. 2024. “Analisis Kegagalan Pembakaran Pada Ketel Uap di MV
Sinar Sanur”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Amad Narto, M.Pd,
M,Mar.E., Pembimbing II: Ely Sulistiyowati, S.ST., M.M.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan pembakaran
pada ketel uap di MV Sinar Sanur, yang menyebabkan produksi uap tidak optimal
dan memengaruhi operasional kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif, dengan observasi langsung dan wawancara kepada kru mesin kapal. Serta
teknik analisis data SHEL (Software, Hardware, Environment, Liveware) agar
memudahkan dalam menjawab rumusan masalah pada penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor utama penyebab kegagalan
pembakaran, yaitu kondisi burner yang kotor, viskositas bahan bakar yang terlalu
tinggi, ukuran pipa bahan bakar yang tidak sesuai, serta kualitas bahan bakar yang
buruk. Burner yang kotor mengurangi efisiensi pembakaran karena pengabutan
bahan bakar tidak maksimal, sementara tekanan bahan bakar yang rendah sering
kali disebabkan oleh tersumbatnya filter karena kotoran filter, serta ukuran pipa
yang tidak sesuai. Perbedaan kualitas bahan bakar yang digunakan dari Setoda,
(Jepang) dan Singapura juga menjadi faktor dalam kegagalan pembakaran. Bahan
bakar dari Singapura memiliki viskositas lebih tinggi, yang memperlambat aliran
bahan bakar sehingga menghambat pengisian de-Aerating tank. Selain itu,
penggunaan pipa berukuran 25A di antara flow meter hingga de-aerating tank
terbukti tidak sesuai untuk bahan bakar dengan viskositas tinggi.
Upaya dalam mengatasi masalah ini, modifikasi sistem perpipaan bahan
bakar dilakukan dengan mengganti pipa berukuran lebih besar, dan untuk solusi
sementara menunggu proses perbaikan pipa bahan bakar dengan viskositas lebih
rendah seperti MDO (Marine Diesel Oil) digunakan sementara waktu. Kesimpulan
dari penelitian ini adalah bahwa pemeliharaan yang lebih baik, pemilihan bahan
bakar yang tepat, dan desain sistem perpipaan yang optimal sangat penting untuk
menjaga kinerja ketel uap agar tetap efisien
ANALISIS PERSIAPAN RUANG MUAT OLEH RESIDU MUATAN GIPSUM DI MV MANALAGI SAMBA BERDASARKAN IMSBC CODE
ABSTRAKSI
Ferdiyanto, Khoirul Rizzal Dimas 2023. “Analisis Persiapan Ruang Muat Oleh
Residu Muatan Gipsum di MV Manalagi Samba Berdasarkan Imsbc Code”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing : (I) Dr. Capt. Akhmad Ndori, S.ST.,
M.M., M.Mar. (II) Ria Hermina Sari, SS., M.Sc
Pembersihan palka merupakan salah satu tindakan persiapan ruang muat
di kapal curah yang sangat penting guna menunjang keberhasilan kegiatan
bongkar muat, hal ini bertujuan agar residu muatan dari muatan sebelumnya
tidak mengkontaminasi muatan selanjutnya yang akan dimuat di atas kapal.
Pelaksanaan prosedur pembersihan palka harus dilaksanakan dengan tepat
menyesuaikan dari karakteristik residu muatan yang hendak dibersihkan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
dimana peneliti hendak mendeskripsikan faktor penyebab tersumbatnya got
palka dan upaya penanganan tersumbatnya got palka di MV Manalagi
Samba. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan
triangulasi yaitu dengan mengkombinasikan studi observasi, wawancara,
dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penyebab tersumbatnya got
palka di MV Manalagi Samba disebabkan oleh ketidaksesuaian prosedur
pencucian palka No. 5 dan ketidakpahaman kru mengenai karakteristik
muatan gipsum yang sulit dibersihkan jika terkena air berdasarkan aturan
IMSBC Code. Hal ini mengakibatkan palka No. 5 MV Manalagi Samba
banjir oleh air sisa pencucian palka dikarenakan air tidak dapat disedot oleh
pompa melalui got polka No. 5 dikarenakan tersumbat oleh residu muatan
gipsum. Upaya penanganan tersumbatnya got palka di MV Manalagi Samba
yaitu dengan melakukan pengurasan air sisa cuci palka yang membanjiri
palka No. 5, selanjutnya dilakukan pembersihan residu muatan gipsum yang
menyumbat got palka, dan pencucian ulang palka No. 5
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT LASHING CONTAINER GUNA MENUNJANG KEAMANAN MUATAN DI MV. SELILI BARU
ABSTRAKSI
Bahari, Fahlevi Al. 2023, NIT: 561911137178 N, “OPTIMALISASI
PENGGUNAAN ALAT LASHING CONTAINER GUNA MENUNJANG
KEAMANAN MUATAN DI MV. SELILI BARU”. Skripsi Program
Diploma IV, Progam Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. Iskandar, SH, MT., Pembimbing II: Pranyoto, S.Pi, M.AP.
Untuk mengurangi kerusakan fisik pada container dan muatannya, penataan
muatan selama proses pemuatan di pelabuhan dan penggunaan tata lashing sesuai
standar sangat penting. Khususnya pada kapal peti kemas, lashing yang benar-benar
kuat dan aman diperlukan untuk menahan gerakan peti kemas yang dapat terjadi
dalam enam jurusan berbeda (rolling, pitching, yawing, heaving, swaying, dan
surging) akibat keadaan laut yang tidak stabil selama pelayaran. Keselamatan kapal
dan muatannya sangat bergantung pada pelaksanaan pengikatan yang tepat. Pada
penelitian ini peneliti merumuskan masalah penelitian meliputi apa saja kendala
yang dihadapi pada saat melakukan optimalisasi dari penggunaan alat lashing
container di MV. Selili Baru dan bagaimana cara melakukan optimalisasi
penggunaan alat lashing container yang aman untuk mencegah kerusakan container
di MV. Selili Baru.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif. Sumber data primer yang didapat melalui catatan hasil
wawancara dengan Chief officer dan Boatswain, lalu data sekunder diperoleh dari
data dokumentasi, arsip-arsip resmi, serta referensi buku. Teknik pengumpulan data
menggunakan gabungan riset lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
Analisis data kualitatif menggunakan metode reduksi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan, selain itu juga digunakan metode Fishbone diagram.
Penelitian ini dilaksanakan dan bertempat di MV. Selili Baru sebagai tempat peneliti
melaksanakan praktik laut selama 12 bulan.
Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam rangka
meningkatkan keamanan di kapal MV. Selili Baru, peralatan lashing container yang
tidak terawat, ketersediaan alat yang terbatas, perubahan cuaca, kurangnya
pemahaman teknik penegikatan, serta kebutuhan optimalisasi penggunaan alat
lashing memerlukan pendekatan komprehensif. Rekomendasi termasuk jadwal
perawatan rutin, pemisahan alat lashing rusak, briefing kepada crew deck,
peningkatan pengawasan selama bongkar muat, pemeriksaan pengikatan pasca�muat, dan pelatihan bagi stevedore. Optimalisasi juga mencakup penggunaan
metode pelashing yang tepat, dinas jaga optimal, dan peningkatan pengetahuan
stevedore untuk memastikan keamanan di MV Selili Baru
Pengaruh Kebocoran di Tube L.O Cooler Terhadap Kenaikan L.O Temperatur Yang Menyebabkan Terganggunya Pengoperasian Auxiliary Engine No. 3 di KM SPIL Hapsri
Abstrak - Auxiliary Engine generator merupakan suatu
pesawat bantu atau permesinan bantu, yang berfungsi untuk
menghasilkan listrik. Listrik tersebut berguna untuk
keperluan diatas kapal seperti sebagai supply listrik pompa,
peralatan listrik dan permesinan yang menggunakan energi
listrik di atas kapal.
Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif,
triangulasi hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.
Digunakan teknik analisis data SHEL, peneliti
mengidentifikasi faktor penyebab, dampak dan upaya yang
dilakukan terkait pengaruh kebocoran Tube L.O Cooler
Auxiliary. Engine No. 3 terhadap kenaikan L.O temperature.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan
bahwa penyebab kenaikan L.O temperature Auxiliary. Engine
No. 3 disebabkan oleh tersumbatnya pada Tube L.OCooler,
dengan adanya kebocoran tersebut akan berdampak pada
komponen Tube L.O Cooler sehingga tekanan L.O menurun
dan pelumasan L.O menjadi tidak maksimal. Upaya yang
dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah melakukan
pembersihan pada Tube L.O Cooler yang tersumbat dan
melakukan perbaikan Tube L.O Cooler yang bocor dengan
cara di plug oleh karena itu terpaksa menggunakan Tube L.O
Cooler yang telah diperbaiki agar auxiliary engine tetap
beroperasi. pengantian spare part kapal dengan standar sesuai
dengan manual book dan ukuran Tube L.O Cooler setelah
perbaikan, serta melakukan plan maintenance system secara
rutin
ANALISIS PENYEBAB PATAHNYA SHAFT IDLE GEAR L.O PUMP AUXILLARY ENGINE PADA KM. ARMADA SERASI
ABSTRAKSI
Dwiyuda Siregar, Adhli, 2024. “Analisis Penyebab Patahnya Shaft Idle Gear
L.O Pump Auxillary Engine Pada KM. Armada Serasi”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Pembimbing I: Dr. ALI MUKTAR SITOMPUL, M.T.,M.Mar.E Pembimbing II:
Ir. FITRI KENSIWI, M.pd
Shaft idle gear pada L.O pump dapat patah karena beberapa faktor, termasuk
kelelahan material akibat tegangan dan beban berulang-ulang selama operasi.
Beban berlebihan, seperti tekanan sistem yang terlalu tinggi atau kelebihan
viskositas oli, juga dapat menyebabkan patahnya shaft idle gear. Kurangnya
pemeliharaan, kontaminasi, keausan, atau kegagalan sistem pelumas juga dapat
berkontribusi pada kerusakan gear tersebut. Gejala patahnya shaft idle gear L.O
pump mencakup bunyi tidak normal, turunnya kinerja pompa, peningkatan
getaran, dan kenaikan suhu yang dapat terdeteksi melalui pengawasan suhu rutin.
Mengacu pada latar belakang masalah tersebut, penulis merumuskan masalah
penelitian meliputi apa yang menyebabkan patahnya shaft idle L.O gear pump
pada auxillary engine pada KM. Armada Serasi dan upaya apa saja upaya yang
dilakukan untuk mengatasi patahnya shaft idle L.O gear pump pada auxilillary
engine KM. Armada Serasi.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif.
Sumber data primer yang didapat melalui catatan hasil wawancara dengan masinis
dan KKM, lalu data sekunder diperoleh dari manual book, buku, jurnal, artikel,
yang berkaitan dengan topik penelitian yang dibuat. Teknik pengumpulan data
menggunakan gabungan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis
data kualitatis menggunakan metode SHEL (Software, Hardware, Environment,
Liveware). Penelitian ini dilaksanakan dan bertempat di KM. Armada Serasi
sebagai tempat peneliti melaksanakan praktik laut selama 12 bulan.
Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa patahnya shaft L.O gear pump
auxillary engine di KM. Armada Serasi disebabkan oleh bushing aus dan
longgarnya woodruff key shaft driven gear. Upaya penanggulangan melibatkan
penggantian bearing yang aus dan woodruff key shaft driven gear dengan
komponen yang baik. Saran yang penulis berikan meliputi pengecekan pada
bushing setiap tiga bulan sekali, untuk mencegah terjadinya aus pada bushing
yang menyebabkan patahnya shaft idle gear L.O pump dan mengencangkan baut
woodruff key shaft driven gear sesuai dengan torsi yang sudah ditentukan agar
baut tidak longgar, mengikat baut yang terlalu kencang menyebabkan putaran
semakin berat pada bushing shaft idle gear pump dan apabila baut tidak terlalu
kencang maka menyebabkan getaran bushing shaft idle gear tidak stabil ketika
berputar
ANALISIS MENURUNNYA PRESSURE HYDRAULYC PUMP PADA HATCH COVER CARGO HOLD DI MV. ORIENTAL NAVIGATOR
ABSTRAKSI
Pratama, Ervy Putra. 2024 “Analisis Menurunnya Pressure Hydraulic Pump
Pada Hatch Cover Cargo Hold di MV. Oriental Navigator”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh, M.Pd., Pembimbing
II: Pritha Kurniasih, M.Sc.
Penelitian yang dilakukan mengenai menurunnya pressure hydraulic pump
pada hatch cover cargo hold. Berawal ketika kapal siap untuk unloading,
hydraulic pump pada hatch cover tidak dapat mengangkat panel hatch cover
saat dioperasikan. Tekanan oli hidrolik hanya 14 MPa, sedangkan normalnya
adalah 20-23 MPa dan suhu minyak lumas naik mencapai 60°C, sementara
normalnya adalah 20°C-45°C. Akibatnya tutup palka (hatch cover) tidak dapat
terbuka dan menyebabkan proses unloading muatan tertunda.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor,
dampak, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi turunnya pressure
hydraulic pump pada hatch cover cargo hold. Metode penelitian yang
diterapkan yaitu metode kualitatif. Chief Officer, 2
nd Engineer, dan Boatswain
adalah responden dalam penelitian ini. Observasi, wawancara dan studi pustaka
dikumpulkan melalui metode Miles and Huberman dan dianalisis melalui
proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) faktor penyebab
turunnya pressure hydraulic pump yaitu kotornya filter pump karena
maintenance yang tidak sesuai, terdapatnya brum dalam tanki, kurang
pahamnya crew dalam proses operasi hydraulic pump, kotornya tangki
hydraulic pump. (2) dampak yang terjadi yaitu kerusakan terhadap mesin,
adanya endapan kotoran, kenaikan suhu, dan tidak sesuainya pengoperasian
hydraulic pump. (3) upaya yang dilakukan yaitu menjalankan PMS secara
terjadwal, melakukan safety meeting, melakukan pembersihan pada tangki
hydraulic pump. Diharapkan kepada Engineers untuk memaksimalkan PMS
sesuai manual book, meningkatkan skill pada setiap crew serta memperhatikan
faktor penyebab hydraulic pump tidak berjalan dengan maksimal