Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    RANCANG BANGUN OIL WATER SEPARATOR SEBAGAI PERAGA PEMBELAJARAN BERBASIS MIKRO KONTROLLER ATmega2560

    Get PDF
    ABSTRAKSI Aldebaran, Muhammad Rizal. 2023. “Rancang Bangun Oil Water Separator Sebagai Peraga Pembelajaran Berbasis Mikro Kontroller ATmega2560”. Skripsi. Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Amad Narto, M.Pd,M.Mar.E,. dan Pembimbing II: Drs. Suharto, M.T. Oil water separator merupakan alat yang digunakan dikapal untuk memisahkan air dengan campuran minyak dari limbah operasi separator minyak lumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat serta cara kerja sistem OWS di kapal dan diimplementasikan sebagai alat peraga pendukung pembelajaran. Metode yang digunakan peneliti yaitu deskriptif kualitatif dengan model Research and Development (RnD). Peneliti mulai tertarik untuk meneliti sistem OWS pada saat praktik laut di kapal MT. Phoenix Alpha XXXV. Peneliti mulai membuat kerangka berpikir untuk membuat prototype sistem OWS menggunakan mikro kontroller ATmega2560 secara prototype. Kemudian melakukan pembuatan desain sistem OWS dan melakukan rancangan mekanik dan elektronik. Peneliti juga melakukan tes alat mekanik maupun elektronik. Setelah melakukan pengetesan, peneliti mulai menemukan masalah terkait dengan bentuk penampungan alat peraga dan penambahan layar LCD TFT. Kemudian peneliti melakukan revisi produk. Setelah melakukan revisi produk, peneliti melakukan penyempurnaan produk. Proses pembuatan sistem OWS menggunakan mikro kontroller ATmega2560 dimulai dengan melakukan perakitan, uji produk dan dilanjutkan dengan revisi mengenai bentuk alat penampungan alat peraga serta penambahan layar LCD TFT. Output dari rancang bangun alat ini untuk menjadi alat peraga pendukung pembelajaran. Saran untuk penggunaan rancang bangun ini adalah dilakukan pengembangan penelitian dengan menggunakan topik yang sama namun berbeda metode dan juga waktunya, dikembangkan di kapal lain dengan menggunakan metode yang sama untuk mendapatkan perbandingannya, dan untuk para taruna/i semester I, II, III, IV agar memperbanyak literasi dan belajar mengenai sistem OWS agar ketika nanti sudah tiba waktunya menjalankan tugas praktik laut (prala) sudah familiar dengan alat OWS

    ANALISIS PERSIAPAN RUANG MUAT BATU BARA DI ATAS KAPAL MV ORIENTAL FRONTIER GUNA MENCEGAH KETERLAMBATAN PROSES BONGKAR MUAT

    Get PDF
    ABSTRAKSI Prastowo, Dimas Yuwono, 2024. “Analisis Persiapan Ruang Muat Batu Bara di Atas Kapal MV. Oriental Frontier Guna Mencegah Keterlambatan Proses Bongkar Muat”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Moh.Zaenal Arifin, S.ST, M.M., Pembimbing II: Kristin Anita Indriyani, S.ST, M.M. Kelancaran kegiatan bongkar muat perlu persiapan ruang muat yang efektif, efisien, dan terkoordinasi dengan baik sangat memerlukan perencanaan dan strategi yang baik juga untuk mencapai hasil yang optimal. Sebelum kapal tiba di pelabuhan tujuan, ruang muat harus sudah dalam keadaan siap untuk dimuati sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini peneliti memilih topik masalah penelitian yaitu, bagaimana persiapan ruang muat batu bara di kapal MV. Oriental Frontier, faktor penyebab keterlambatan bongkar muat, dan upaya apa yang dilakukan guna mencegah ketembatan proses bongkar muat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sumber data primer yang didapat melalui catatan hasil wawancara dengan chief officer Mualim 1 serta awak kapal deck, dan data sekunder diperoleh dari jurnal akademik. Teknik pengumpulan data menggunakan gabungan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data kualitatis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pada penelitian disimpulan bahwa sebelum memulai proses pemuatan batu bara, penting bagi persiapan ruang muat untuk dilakukan dengan efektif, efisien, dan optimal dalam hal waktu dan tenaga. Hal ini mencakup pengecekan terhadap draft kapal, kondisi hatch cover yang terbuka dan teramankan, kesiapan ruang muat yang aman dan siap beroperasi, kebersihan dan kekeringan ruang muat, serta kesiapan sistem air ballast dan pembuangan got-got. Keterlambatan dalam proses bongkar muat dapat disebabkan oleh kondisi yang tidak memadai, seperti sisa muatan dan air tergenang di dalam palka, atau adanya kebocoran pada pipa hidrolik yang menghambat pembukaan hatch cover. Oleh karena itu, perencanaan dan pemeriksaan menyeluruh sebelum operasi bongkar muat sangat penting untuk mengidentifikasi potensi kendala serta menigkatkan pengawasan dan pemeriksaan kebersihan ruang muat

    KERUSAKAN METAL JALAN PADA AUXILLIARY ENGINEDI MT. SALMON MUSTAFA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Rizal Rivai, 2024, NIT: 561911227278 T, “Kerusakan Metal Jalan Pada Auxiliary Engine Di MT. Salmon Mustafa”, skripsi Progam Studi Teknika, Progam Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Andy Wahyu Hermanto, ST , MT, Pembimbing II: M. Sapta Heriyawan, S.KoM, M,Si. Metal jalan merupakan dua buah lempengan yang memiliki permukaan yang sangat halus dan terdiri dari beberapa lapis logam yang memiliki kekerasan yang berbeda. Metal jalan merupakan bagian yang sangat vital yang mendukung kinerja dari connecting rod yang merupakan salah satu komponen dari poros engkol. Metal jalan di pasang untuk mencegah terjadinya gesekan antara Crank shaft dan connecting rod pada saat pembakaran yang mengubah gaya translasi dari piston akibat gaya dorong dari hasil pembakaran menjadi gaya putar pada poros engkol. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan metal jalan pada auxiliary engine di MT. Salmon Mustafa. 2) untuk mengetahui dampak kerusakan metal jalan pada auxiliary engine di MT. Salmon Mustafa. 3) untuk mengetahui bagaimana upaya mengantisipasi kerusakan pada metal jalan pada auxiliary engine di MT. Salmon Mustafa. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik fishbone analysis, dimana data didapat dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Chief Enginer, Second Enginer dan Three Enginer. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa penyebab rusaknya metal jalan pada auxiliary engine adalah Pelaksanaan PMS kurang optimal, Komponen metal jalan yang tidak sesuai, Tekanan minyak lumas menurun, pendinginan minyak lumas yang tidak optimal, Terdapat kerak pada komponen, terjadinya korosi atau pengikisan. Dampak dari faktor tersebut yaitu kinerja auxiliary engine menurun, putaran poros engkol tidak seimbang, dan rusaknya connecting rod dan crankshaft. Upaya untuk mencegah kerusakan pada metal jalan AE yaitu menambahkan volume minyak lumas, membersihkan cooler minyak lumas, menyetel LO temperatur serta LO pressure, membersihkan filter minyak lumas, pengecekan secara rutin metal jalan AE dan mengecek running hours minyak lumas AE

    OPTIMALISASI PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN ENGINE LIFEBOAT DI MV. MERATUS LARANTUKA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Miftakudin Ramadhani. NIT. 561911237342 T, 2023, “Optimalisasi Perawatan dan Pemeliharaan Engine Lifeboat di MV. Meratus Larantuka”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Darul Prayogo,M.Pd. Pembimbing II: Ely Sulistyowati,S.ST.,M.M. lifeboat merupakan sebuah perahu keselamatan yang digunakan untuk evakuasi dari kapal ketika kapal berada dalam situasi darurat. Lifebot merupakan perahu penolong yang ditempatkan di atas kapal dan lifeboat juga dilengkapi dengan free fall launcing lifeboat (alat penurun) agar dapat diluncurkan dari sisi kapal dengan waktu minimal dan bantuan mekanik, guna menyelamatkan crew kapal. Lifeboat berfungsi sebagai sarana evakuasi dan penyelamatan bagi orang-orang yang berada dalam bahaya di laut. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Shel. Pengujian keabsahaan data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab kuarangnya perawatan engine lifeboat di MV. Meratus Larantuka adalah kurangnya perhatian terhadap aplikasi PMS, jadwal perawatan engine lifeboat yang tidak teratur, ketersediaan suku cadang yang tidak memadai di kapal, permintaan spare part yang tidak sesuai dengan jadwal, kondisi cuaca buruk selama pelayaran kapal, serta kekurangan pengetahuan dan komunikasi. Dampak kurang optimalnya perawatan pada engine lifeboat adalah bahwa waktu perawatan yang dilakukan oleh masinis sering bertabrakan dengan kegiatan perawatan lain dalam aplikasi PMS. Hal ini menyebabkan pengurangan usia dari engine lifeboat dan mengganggu kesiapan mesin untuk menjalankan tugasnya. Akibatnya, kinerja engine lifeboat menjadi tidak maksimal dan dapat menyebabkan kerusakan mesin mendadak, yang berpotensi mengancam keselamatan awak kapal saat situasi darurat seperti abandon ship. Upaya yang dapat dilakukan agar perawatan dan pemeliharaan engine lifeboat dalam perawatan mingguan berjalan optimal adalah memperbaiki dan menjalankan maintenance plan yang sudah tertera pada intruction manual book engine lifeboat, cek ketersediaan spare part dan dipastikan jumlah yang tersedia di kapal sesuai dengan aturan yang ada, melakukan diskusi dengan masalah yang terjadi, membaca manual book yang tersedia

    KEGAGALAN SISTEM PENDINGINAN PADA AUXILIARY ENGINE NO 1 DI MV FEDERAL KIBUNE

    Get PDF
    ABSTRAKSI Nugroho, Gigih Ditya, 561911237353. “Kegagalan Sistem Pendinginan Pada Auxiliary Engine No. 1 Di MV. Federal Kibune”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Dr. Andy Wahyu Hermanto, ST., M.T., Pembimbing II: Kresno Yuntoro, S.ST., M.M. Pada tanggal 24 November 2022 voyage 22-06, MV. Federal Kibune sedang bersandar di Sept Iles, Quebec, Canada untuk membongkar muatan alumina yang dibawa dari Vila Do Conde, Brazil. Pukul 16.30 LT alarm berbunyi dilihat indicator alarm auxiliary engine no. 1 abnormal dan high temperature menyala pada alarm control panel. Peneliti langsung melaporkan kepada masinis, kemudian melakukan identifikasi dan ditemukan permasalahan pada sistem pendinginannya. Diperlukan penanganan yang efektif untuk menghindari dampak kerusakan lain agar tidak mengganggu operasional kapal. Persiapan teoritis seperti perencanaan penanganan, penentuan personel yang bertanggung jawab, serta rencana perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan masalah penelitian meliputi apa penyebab, dampak, dan upaya dari kegagalan sistem pendinginan pada auxiliary engine no. 1 di MV. Federal Kibune. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian menggunakan metode SHEL (Software, Hardware, Environment, Liveware) untuk menggambarkan dan menjelaskan permasalahan yang terjadi. Sumber data primer yang didapat melalui wawancara dan observasi langsung di lokasi serta data sekunder yang diperolah dari berbagai literasi ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan dan bertempat di MV. Federal Kibune ketika peneliti melaksanakan praktik laut selama 12 bulan 19 hari. Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kapal MV. Federal Kibune mengalami kendala di sistem pendinginan, penyebabnya adalah tidak terlaksananya perawatan terhadap komponen, kelengkapan spare part dan data instruction manual book, ausnya ulir impeller dan shaft, melemahnya konstruksi akibat umur penggunaan, hilangnya traksi impeller dan shaft, suhu tidak tersirkulasi, kurangnya perawatan air tawar, kurangnya pemantauan, dan pengoperasian tidak sesuai prosedur. Dampaknya adalah kerusakan pada cooling fresh water pump, terbatasnya penanganan, overheating, kerusakan impeller dan shaft cooling fresh water pump, bongkar muat terhambat, peningkatan suhu/temperature auxiliary engine no. 1 berdampak pada komponen dan konstruksi mesin, perubahan kualitas dan kandungan freshwater, keterbatasan dalam pendeteksian potensi masalah, dan pengoperasian tidak sesuai prosedur, Upayanya adalah menjalankan plan maintenance system (PMS) sesuai prosedur, melakukan safety meeting, pengecekan setiap parameter, penggantian impeller dan shaft, pemanasan dan pendinginan bertahap, pengecekan air tawar pendingin, memberikan instruksi pemahaman lanjut ke engine crew, dan memberikan pelatihan pengoperasian kepada engine crew

    ANALISIS KEGAGALAN PENGOPERASIAN BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. FEDERAL OSAKA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Laksana, Arrya Dwi. 2024. “Analisis kegagalan pengoperasian ballast water treatment system di MV. Federal Osaka”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Ali Muktar Sitompul M.T, M.Mar.E., pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih, S.T., M.T. Dalam proses ballasting dan deballasting maka terjadi pertukaran air laut dari satu tempat ke tempat lainnya yang dapat menimbulkan ancaman bagi sistem ekologi laut setempat. Oleh karena itu, IMO mengeluarkan konvensi internasional untuk pengendalian dan pengelolaan air ballast dan sedimen kapal sesuai dengan Ballast Water Management Convention 2009, Section D tentang Standard For Ballast Water Management, dengan Regulation D-1 (ballast water exchange standard) dan Regulation D-2 (ballast water performance standard). Berdasarkan aturan tersebut digunakannya alat yang bernama Ballast Water Treatment System untuk melakukan pengelolaan air ballast secara efektif. Kelancaran dalam pengoperasian Ballast Water Treatment System sangat penting karena berpengaruh terhadap kualitas air ballast agar tidak terjadi pencemaran air laut. Berdasarkan pengalaman Penulis, pada tanggal 20 Juni 2023, terjadi kegagalan dalam pengoperasian Ballast Water Treatment System yang menyebabkan proses ballasting tanpa menggunakan alat tersebut, sehingga berpengaruh terhadap kualitas air ballast. Tujuan penelitian ini guna mengetahui faktor penyebab, dampak dari kegagalan pengoperasian ballast water treatment system, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperolah hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan pengoperasian alat tersebut disebabkan oleh kerusakan UV Lamp, air filter positioner dan filtrex filter yang tersumbat. Kegagalan pengoperasian tersebut dapat menyebabkan terjadinya endapan sedimen maupun lumpur pada tangki ballast dan terjadinya pencemaran di perairan laut oleh air ballast yang dikarenakan pengelolaan air ballast tanpa menggunakan alat tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kegagalan tersebut adalah melakukan pergantian UV Lamp dengan spare yang ada di atas kapal, membersihkan filtrex filter dan air filter positioner agar pengoperasian dapat berjalan lancar. Untuk itu perlunya dilakukan percobaan menyalakan UV Lamp secara manual sebelum memulai pengoperasian BWTS guna mengurangi risiko kegagalan dalam pengoperasian

    ANALISIS TERJADINYA MASALAH RUSAKNYA GEAR COUPLING PADA POMPA BALLAST MT. SUNGAI GERONG

    Get PDF
    ABSTRAKSI Fajar, Arif Malik. NIT. 551811226665 T, 2024, ”Analisis Terjadinya Masalah Rusaknya Gear Coupling Pada Pompa Ballast MT. Sungai Gerong” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi,Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Darul Prayogo, M.Pd. Pembimbing II: Ir. Fitri Kensiwi, M.Pd. Ballast di kapal berfungsi sebagai peningkatan tenaga penggerak kapal, memudahkan manuver kapal dan mengkompensasi pengurangan muatan akibat pengurangan air bersih dan bahan bakar. System ballast adalah salah satu system pelayanan di kapal yang mengangkut dan mengisi air ballast. System pompa ballast ditujukan untuk menyesuaikan tingkat kemiringan dan draft kapal, sebagai akibat dari perubahan muatan kapal sehingga stabilitas kapal dapat dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SHEL. Pengujian keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab kerusakan pada gear coupling pada pompa ballast MT. Sungai Gerong adalah Keausan pada gear coupling. Dampak kerusakan pada gear coupling pompa ballast adalah penurunan efisiensi pompa ballast, kerusakan tambahan pada komponen terkait, risiko keselamatan pada kru

    PENGARUH KEBOCORAN INTERCOOLER MAIN ENGINE TERHADAP PERFORMA PERMESINAN BANTU PADA SISTEM PENDINGINAN TERTUTUP DI MV.DK 03

    Get PDF
    ABSTRAK Harjito, 2023, NIT: 561911237372 T , “Pengaruh Kebocoran Intercooler Main Engine Terhdap Performa Permesinan Bantu Pada Sistem Pendinginan Tertutup di MV.DK 03”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Mustholiq, M.M.M.Mar.E. Pembimbing II: Kresno Yuntoro, S.ST.,M.M. Kapal sebagai transportasi angkutan laut yang beroprasi sebagai jasa angkutan manusia maupun barang dari satu pulau ke pulau lain dan dari satu negara ke negara lain. Kelancaran kinerja system pendingin sangat penting guna menunjang layanan transportasi kapal, apabila intercooler mengalami kebocoran maka dapat menghambat proses kelancaran operasi kapal. Intercooler berfungsi untuk mengatur keseimbangan suhu dan meningkatkan kualitas udara yang masuk ke ruang bakar maka dari itu intercooler perlu perawatan dam perbaikan dengan baik supaya udara yang dihasilkan mempunyai suhu rendah dan bertekanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahi faktor dan dampak penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk dan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah menurunnya kinerja intercooler. Peneliti menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Data data diambil dari data primer dan ata sekunder. observasi, wawancara dan studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan sehingga di dapatkan teknik keabsahan data. Data yang sudah teruji keabsahan yang dianalisa dengan menggunakan diagram fishbone dan menggunakan metode SHELL. Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa penyebab utama menurunnya kinerja intercooler adalah kotornya kisi kisi udara pada intercooler, banyaknya kotoran yang mengendap pada pipa pipa kondensor dan kurangnya supply air laut untuk proses pendinginan. Dari faktor penyebab tersebut mengakibatkan proses pendinginan mengakibatkan proses pendinginan berjalan tidak maksimal dan berdampak pada tenaga mesin induk yang dihasilkan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja intercooler adalah melakukan perawatan berkala yang sesuai dengan prosedur terhadap bagian bagian intercooler diantaranya adalah fins pada sisi udara tube pada bagian intercooler dan filter sea chest pada bagian pompa air laut untuk menunjang supply air laut

    PENANGANAN EMPTY CONTAINER DI DEPO PT. GREATING FORTUNE LOGISTIK

    Get PDF
    ABSTRAK Isdanarko, Luthfiah Hanisa. 2024. “Penanganan Empty Container di Depo PT. Greating Fortune Logistik”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Nur Rohmah, SE., M.M., Pembimbing II: Capt. Samsul Huda, MM., M.Mar. Pada industri logistik maritim, efisiensi waktu dalam pengelolaan container di depo dapat mengurangi biaya operasional. Kesalahan serius dalam sistem logistik terjadi ketika Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) tidak mematuhi prosedur pengambilan container, terutama karena praktek penukaran empty container tanpa pemberitahuan kepada depo. Hal ini menyebabkan ketidaksesuaian dengan Delivery Order (DO) dan container terjebak di pelabuhan sehingga memerlukan penerbitan DO baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penanganan empty container di depo PT. Greating Fortune Logistik, untuk mengetahui kendala dalam menangani empty container di depo PT. Greating Fortune Logistik, dan upaya untuk mengetahui yang dilakukan depo PT. Greating Fortune Logistik agar empty container siap digunakan kembali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, digunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, yang kemudian data dianalisa menggunakan teknik analisis deskriptif. Data diperoleh melalui pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Proses penanganan empty container di depo PT. Greating Fortune Logistik dilaksanakan sesuai SOP yang dibuat perusahaan. Tahap-tahapanya adalah pengajuan request order oleh shipper/eksportir, penerbitan delivery order (DO) oleh pihak pelayaran, permintaan booking confirmation oleh shipper, pengantaran dokumen DO dan bukti pembayaran ke depo, input dan pelepasan DO oleh depo, pemilihan empty container dan proses pemuatan ke truk, serta penerbitan equipment interchange receipt (EIR). Kendala dalam menangani empty container di Depo PT. Greating Fortune Logistik adalah kurangnya koordinasi antara EMKL dan Depo, penukaran empty container tanpa pemberitahuan, dan kualitas empty container yang tidak layak. Upaya yang dilakukan oleh depo PT. Greating Fortune Logistik untuk memastikan empty container siap digunakan kembali meliputi pemantauan dan evaluasi kualitas empty container, perbaikan dan pemeliharaan empty container, ketersediaan empty container yang memadai, dan komitmen terhadap standar kualitas

    PENANGANAN KEBAKARAN PADA MUATAN DI MV. ARMADA SERASI MENURUT RELASI IMDG CODE

    No full text
    Ketika sebuah kapal tidak mematuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Standard Operating Procedure (SOP) dan Manual Book, hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan bagi awak kapal serta menghambat kelancaran keseluruhan proses pemuatan. Seperti yang terjadi dengan PT. Salam Pacific Indonesia Lines yang telah menerapkan SOP dalam setiap aspek kegiatan operasionalnya. Untuk mengetahui penyebab kebakaran muatan bisa terjadi dan untuk mengetahui cara penanganan muatan yang terbakar dengan baik dan benar sesuai IMDG Code. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskiprif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah Mualim I, dan Mualim II. Untuk teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Penyebab terjadinya kebakaran pada muatan di MV. Armada Serasi disebabkan karena empat faktor yaitu ketidaksesuaian dokumen jalan dan isi muatan, ketidaksesuaian penempatan muatan dan kurangnya prosedur perlindungan muatan. Agar hal tersebut tidak terjadi kembali, dilakukan upaya penanganan pemadaman kebakaran pada muatan di MV. Armada Serasi yaitu dengan kesigapan kru kapal untuk melakukan upaya pemadaman menggunakan fire pump dan alat pemadam api ringan (APAR) sesuai ketentuan dalam Standard Operating Procedure (SOP) dan meminta bantuan kepada pelabuhan terdekat untuk menerjunkan armada kapal yang dapat membantu dalam proses penyemprotan agar kebakaran tidak semakin meluas.

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇