Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS RENDAHNYA LOADING RATE DALAM PEMUATAN BATU BARA DI MV VICTORIA I

    Get PDF
    ABSTRAKSI Maulana, Rizal Arya. 2024. “Analisis Rendahnya Loading Rate Dalam Pemuatan Batu Bara di MV Victoria I”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Yozar Firdaus Amrullah, S.S., M.Hum., Pembimbing II: Amad Narto, M.Pd., M.Mar.E. Pemuatan batu bara merupakan kegiatan yang banyak dilakukan di loading point, salah satunya adalah di loading point Muara Berau Anchorage yang terletak pada Provinsi Kalimantan Timur. Pada saat melakukan proses transhipment batu bara pasti ada kendala yang terjadi di atas kapal, salah satunya yaitu terjadi rendahnya loading rate disaat pemuatan batu bara dari tongkang ke dalam palka kapal. Seperti halnya pemuatan batu bara yang terjadi di MV Victoria I yang mengalami rendahnya loading rate sehingga mengakibatkan pengiriman muatan batu bara menuju pelabuhan selanjutnya tidak selesai dengan cepat dan berjalan dengan lambat. Kegiatan pemuatan ini menimbulkan rumusan masalah yang meliputi faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya loading rate pemuatan batu bara, dampak apa saja yang terjadi ketika loading rate pemuatan batu bara menjadi rendah, dan upaya apa yang dapat dilakukan agar loading rate terpenuhi pada MV Victoria I. Tujuannya untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya loading rate pemuatan batu bara, dampak apa saja yang terjadi ketika loading rate rendah, dan upaya apa yang dapat dilakukan agar loading rate terpenuhi pada MV Victoria I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif yaitu menguraikan data secara naratif dengan mendeskripsikan proses yang terjadi di dalam penelitian menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka selama melakukan penelitian dengan berbagai narasumber yang terkait seperti Mualim 1, Foreman, dan Staf Operasional PT IDT Trans Agency Samarinda. Data kemudian dianalisis dengan berbagai teknik yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, data tersebut diuji keabsahannya dengan sistem triangulasi. Penelitian ini menghasilkan faktor yang menyebabkan rendahnya loading rate yaitu pada salah satu derek kapal yang rusak yaitu derek kapal nomor 2 dan peralatan bongkar muat berupa derek kapal yang harus dioperasikan secara perlahan. Dampak yang ditimbulkan yaitu terlambatnya pengiriman muatan batu bara di pelabuhan selanjutnya dan kerugian bagi berbagai pihak. Lalu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan perawatan kapal secara teratur dan menyediakan suku cadang peralatan bongkar muat yang lengkap di kapal

    OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERALATAN HARBOUR MOBILE CRANE (HMC) DALAM KEGIATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PT. PELABUHAN TANJUNG PRIOK

    Get PDF
    ABSTRAKSI Feriyuda, Beny, 2024. “Optimalisasi Penggunaan Peralatan Harbour Mobile Crane (HMC) Dalam Kegiatan Bongkar Muat Peti Kemas di PT. Pelabuhan Tanjung Priok”. Skripsi. Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Kristin Anita Indriyani, S.ST, MM.,Pembimbing II: Ria Hermina Sari, S.S., M.Sc. Harbour Mobile Crane (HMC) mengalami kerusakan atau harus masuk perawatan, dapat mengakibatkan dampak serius terhadap operasional pelabuhan, terutama dalam kegiatan bongkar muat (B/M) dan pengaturan rencana waktu tambat kapal. Gangguan pada Harbour Mobile Crane (HMC) mengakibatkan kegiatan bongkar muat peti kemas tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang direncanakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer dari observasi dan wawancara langsung di PT. Pelabuhan Tanjung Priok, wilayah 1 dermaga cade 005, 006, dan 007, melibatkan Supervisor Assistant Departemen Operasional, operator crane, dan mekanik crane. Data sekunder berasal dari dokumentasi pihak lain, termasuk Manual Book. Faktor utama permasalahan diidentifikasi sebagai tulang utama dalam diagram fishbone. Analisis data melibatkan proses pencarian dan penyusunan sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hambatan pada Harbour Mobile Crane (HMC) mencakup kerusakan motor cooling fan radiator karena running hour berlebihan, ban bocor akibat kondisi lapangan berat, dan jarak pandang terbatas saat hujan lebat yang mengganggu operasi. Optimalisasi dilakukan dengan perawatan pencegahan terjadwal, operasi sesuai SOP, dan evaluasi kinerja melalui monitoring berkelanjutan serta analisis kegagalan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan. Kesimpulan penelitian mencakup kendala teknis seperti kerusakan mesin, roda bocor, dan jarak pandang terbatas saat hujan deras. Upaya optimalisasi meliputi peningkatan koordinasi operasional, perawatan rutin, monitoring kinerja, serta pelatihan operator crane dan mekanik crane untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman teknis

    PERAN AGEN DALAM MENGATASI KETERLAMBATAN MUAT BATU BARA DI MV. STH LONDON DI BUNATI ANCHORAGE

    Get PDF
    ABSTRAK Rifa’i 2024. ‘’ Peran Agen Dalam Mengatasi Keterlambatan Muat Batu Bara Di MV. Sth London Di Bunati Anchorage”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. LATIFA IKA SARI, S.Psi, M.Pd. Pembimbing II: H. MUSTHOLIQ, MM, Mar.E. Keagenan kapal merupakan suatu bentuk pelayanan jasa yang memiliki fungsi dan misinya untuk mewakili sebuah perusahaan pelayaran asing maupun kapal perusahaan angkutan laut nasional selama berada di wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan proses muat batu bara di MV. Sth London di Bunati Anchorage, mengetahui apa saja dampak keterlambatan proses muat batu bara di MV. Sth London di Bunati Anchorage, dan mengetahui peran agen dalam mengatasi keterlambatan muat batu bara di MV. Sth London di Bunati Anchorage. Metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun objek penelitian adalah MV. Sth London. Penelitian ini melakukan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi yang terarah kepada seluruh informan yang terlibat langsung ialah Chief Officer MV. Sth London, Shipper dan Foreman. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa faktor keterlambatan pemuatan disebabkan oleh kerusakan pada wire, kondisi cuaca yang tidak stabil dan batu bara pada tongkang yang tergenang air. Dampak yang di akibatkan oleh proses keterlambatan pemuatan adalah merusak reputasi shipper dan penambahan biaya. Dampak pihak forman yakni kerugian penghasilan dan waktu. Dampak bagi crew kapal yakni menyebabkan biaya tambahan, seperti biaya berlabuh yang lebih lama. Peranan agen dalam penelitian ini adalah dapat mengkoordinasikan antara pihak shipper dan kru kapal jika terjadi konflik atau kendala di atas kapal. Agen juga mengurus semua dokumen dalam proses pemuatan batu bara

    PELAYANAN AGEN TERHADAP KM PUSRI INDONESIA VOYAGE 15 DI PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG

    No full text
    Abstrak- Dalam proses clearance in dan clearance out, peran agen sangat penting untuk menjamin kelancaran sandar dan keberangkatan kapal. Namun, berbagai masalah sering mengganggu efisiensi kerja agen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab permasalahan yang dihadapi agen saat melayani sandar KM Pusri Indonesia voyage 15 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala seperti gangguan mesin generator kapal, kendala komunikasi, dan perubahan penetapan sandar menjadi penyebab utama hambatan dalam pelayanan agen PT Samudera Perdana Selaras. Upaya yang dilakukan agen termasuk koordinasi intensif, pengadaan alat berat, dan pengusulan layanan penyandaran mendesak untuk meningkatkan efisiensi proses

    Analisis Shortage Cargo Pada MV. Moning di Pelabuhan PT. Semen Indonesia Tuban

    No full text
    Abstrak - Dalam menjamin kelancaran proses bongkar muat, terdapat peraturan yang harus diterapkan dan ditaati saat menangani bongkar muat. Permasalahan Shortage cargo sering terjadi pada saat pemuatan di terminal khusus PT. Semen Indonesia Tuban. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalahan kekurangan muatan pada saat pemuatan di MV. Moning, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data dilakukan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dengan Foreman, dan pihak Surveyor Dengan hasil dokumentasi berupa foto, data dan dokumen seperti Bill of lading, Stowage plan, dan Statement of fact yang dikumpulkan saat proses penelitian. Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa penyebab terkendalanya pemuatan clinker di Pelabuhan Semen Indonesia karena beberapa hal. Penyebab tersebut antara lain muatan jatuh ke laut pada saat pemuatan, cuaca atau pengaruh angin, perhitungan draft survey, serta kalibrasi timbangan. Upaya yang dilakukan yaitu dengan menambah foreman sebagai pengawas proses pemuatan dan pengatur muatan, melakukan pengecekan secara rutin terhadap alat yang digunakan untuk pemuatan dan memberikan pelatihan khusus terhadap karyawan surveyor

    PERAN MARINE INSPECTOR DALAM PEMENUHAN ALAT KESELAMATAN KAPAL NON-KONVENSIONAL SESUAI NON-CONVENTIONAL VESSEL STANDARD DI DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN

    Get PDF
    ABSTRAKSI Wibowo, Yumna Andrea. 2024. “Peran Marine Inspector Dalam Pemenuhan Alat Keselamatan Kapal Non-Konvensional Sesuai Non-Conventional Vessel Standard di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Latifa Ika Sari, S.Psi., M.Pd., Pembimbing II: Imam Safi’i. S.SI.T., M.SI. Marine Inspector adalah seorang yang memiliki keahlian khusus dalam survei laut yang dapat melakukan inspeksi, pengawasan, dan pemeriksaan kapal laut untuk memantau dan memberikan laporan tentang kondisi sebenarnya kapal. Pemeriksaan biasanya mencakup kondisi kapal dan komponennya, mesin dan peralatan navigasi kapal, komunikasi, dan peralatan keselamatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui prosedur Marine Inspector dalam melaksanakan pemeriksaan alat keselamatan kapal di perairan Indonesia. (2) Mengetahui Kendala apa yang dihadapi oleh Marine Inspector dalam pelaksanaan pemeriksaan alat keselamatan kapal di perairan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Kualitatif. Penelitian kualitatif menggunakan data deskriptif dari subjek dan pelaku. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teknik wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah 3 Marine Inspector yang bekerja di bawah Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementrian Perhubungan. Teknik analisis data yag digunakan yaitu Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan member check. Hasil penelitian ini menjelaskan prosedur Marine Inspector dalam melakukan pemeriksaan alat keselamatan di atas kapal. Prosedur Marine Inspector dalam melakukan pemeriksaan adalah dimulai dengan pengajuan permintaan permohonan oleh perusahaan, surat permohonan akan diperiksa kelengkapan lampiran dokumennya, permohonan dikirim ke Kasubdit, diteruskan kepada Kasie lalu menunjuk Marine Inspector untuk melakukan pemeriksaan, penunjukan dengan dikeluarkannya Surat Perintah Tugas, Marine Inspector melakukan tugasnya melakukan pemeriksaan di atas kapal menggunakan Laporan Pemeriksaan, ketidaksesuaian yang ditemukan dituliskan didalam Berita Acara Pemeriksaan, dan dituliskan didalam “Temuan” dan tindak lanjutnya didalam kolom “Rekomendasi. Marine Inspector akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan rekomendasi telah dilakukan. Kendala yang dihadapi dalam pemeriksaan dokumen oleh maker yang hilang di galangan, jadwal operasional kapal yang berubah, dan cuaca buruk. Solusi yang dapat dilakukan yaitu menjaga dokumen agar tidak hilang, melakukan komunikasi secara berkala untuk jadwal kedantangan kapal dan menunggu hingga cuaca membaik untuk menghindari keadaan berbahaya

    ANALISIS TERJADINYA KEBOCORAN AIR PENDINGIN PADA MOTOR DIESEL MAIN ENGINE MESIN 2 TAX YANMAR KE DALAM RUANG PEMBAKARAN DI MV. ABUSAMAH

    Get PDF
    ABSTRAKSI Rosyid, Abdurrahman. 2024, NIT: 551811236876 T “Analisis Terjadinya Kebocoran Air Pendingin Pada Motor Diesel Main Engine Mesin 2 Tax Yanmar Ke Dalam Ruang Pembakaran MV.ABUSAMAH”.Skripsi. Program Diploma IV,Program StudiTeknika, PoliteknikIlmuPelayaran Semarang.PembimbingI : Amad Narto,M.Mar.E, M.Pd, Pembimbing II :Imam Safi’i, S.Si.T., M.Si. Mesin induk merupakan mesin penggerak utama di kapal yang menjadi penggerak/pendorong kapal supaya kapal dapat berjalan maju atau mundur sesuai pengoperasian, dimana pada saat proses pembakaran akan terjadi panas di dinding ruang pembakaran (tutup silinder,bagian atas torak,bagian atas silinder,katup buang) dan sekitarnya. Untuk mencegah pengurangan kekuatan material dan perubahan bentuk termis maka bagian-bagian tersebut harus di dinginkan. Pendinginan adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyerap atau memindahkan panas, sebagai bahan pendingin yang sangat baik untuk menyerap panas yaitu air tawar. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Analisis kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistic atau cara kualifikasi lainnya. penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangunn pandangan mereka yang di teliti yang rinci, dan dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit. Faktor yang menyebabkan masuknya air pendingin ke dalam mesin induk di MV.Abusamah, bagaimana dampak terjadinya kebocoran air pendingin ke dalam mesin induk, upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi masuknya air pendingin ke dalam mesin induk. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui apa faktor penyebab masuknya air pendingin ke dalam ruang pembakaran pada mesin induk kapal dan upaya apa untuk mengatsi permasalahan pada masuknya air pendingin ke dalam ruang pembakaran mesin induk

    UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN AWAK KAPAL TENTANG PENANGANAN MUATAN LPG GUNA KELANCARAN PROSES BONGKAR MUAT DI MT GAS HARMONY

    Get PDF
    ABSTRAKSI Pratama, Risnando Cahya 561911117079N 2024. ”Upaya Peningkatan Keterampilan Awak Kapal Tentang Penanganan Muatan LPG Guna Kelancaran Proses Bongkar Muat di MT Gas Harmony” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:, Capt. Suherman, M.Si., M.Mar. Pembimbing II:. Aryanti Fitrianingsih, S.T., M.T Pentingnya gas-gas cair sebagai alternatif energi semakin meningkat seiring berkurangnya sumber daya minyak. Kapal pengangkut gas, terutama tanker seperti MT Gas Harmony, menjadi fokus karena membawa muatan berbahaya seperti LPG. Sifat mudah terbakar, meledak, dan beracun menuntut prosedur aman dan koordinasi yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan Chief Officer, Officer Duty, dan Ab Duty di kapal MT Gas Harmony. Data sekunder diperoleh dari dokumen arsip kapal, sumber referensi seperti jurnal penelitian, literatur, dan undang-undang, serta buku-buku seperti marine handbook dan IMDG Code.. Metode fishbone diagram digunakan untuk menguraikan penyebab kurang efektifnya proses bongkar muat. Temuan utama melibatkan kurangnya pemahaman kru kapal terhadap SOP, kurangnya safety meeting, dan kesalahan dalam menerapkan ship shore safety checklist. Upaya perbaikan melibatkan safety meeting berkala, familiarisasi peralatan bongkar muat, serta pemahaman lebih lanjut untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penting bagi manusia yang terlibat dalam bongkar muat untuk memahami SOP, memiliki pengetahuan, dan rasa tanggung jawab. Prosedur melibatkan pertemuan keamanan berkala, latihan sesuai SOP, pengawasan manajemen, evaluasi berkala, dan perbaikan. Penggunaan alat keselamatan yang memadai dan pemeliharaan reguler juga diperlukan dalam proses bongkar muat. Overall, penelitian ini memberikan wawasan mendalam untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas proses bongkar muat LPG di kapal pengangkut gas

    PENYEBAB DAN DAMPAK DEADFREIGHT MUATAN BATUBARA DI MV. CSE FORTUNE EXPRESS

    Get PDF
    ABSTRAKSI Utama, Herjuna Juni, 2024, “Penyebab dan Dampak Deadfreight Muatan Batubara di MV. CSE FORTUNE EXPRESS.”, Skripsi Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Sri Purwantini,S.E.,S.PD.,M.M. Pembimbing II: Ely Sulistyowati,S.ST.,M.M PT Adimitra Baratama Nusantara mengalami masalah deadfreight karena muatan yang dimuat tidak sesuai dengan rencana stowage, yang berdampak pada penerbitan Letter of Protest oleh nahkoda kapal dan potensi denda yang harus ditanggung oleh pihak shipper. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada analisis fenomena deadfreight muatan batubara di MV CSE FORTUNE EXPRESS. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung proses bongkar muat, wawancara semi terstruktur dengan shipper dan surveyor, serta studi dokumen seperti Arrival Condition dan Bills of Lading. Metode ini memberikan pemahaman mendalam terhadap faktor penyebab dan dampak deadfreight dalam konteks operasional kapal barang. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa kurangnya pengawasan selama proses bongkar muat menggunakan crane ship dan insiden pencurian muatan di barge adalah penyebab utama deadfreight pada MV CSE FORTUNE EXPRESS. Dampaknya mencakup penerbitan Letter of Protest dan denda karena ketidaksesuaian muatan dengan stowage plan, yang menjadi tanggung jawab shipper

    PENYEBAB DAN DAMPAK DEADFREIGHT MUATAN BATUBARA DI MV. CSE FORTUNE EXPRESS

    No full text
    Abstrak - Penyebab dan dampak deadfreight karena muatan yang tidak sesuai dengan rencana awal (stowage plan), yang berdampak pada penerbitan Letter of Protest oleh nahkoda kapal dan denda yang harus ditanggung oleh pihak shipper akibat dari kurangnya muatan batubara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada analisis fenomena deadfreight muatan batubara di MV CSE FORTUNE EXPRESS. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung proses bongkar muat, wawancara semi terstruktur dengan shipper dan surveyor, serta studi dokumentasi. Penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya pengawasan selama proses bongkar muat menggunakan crane ship dan insiden pencurian muatan di barge adalah penyebab utama deadfreight pada MV CSE FORTUNE EXPRESS. Dampaknya mencakup penerbitan Letter of Protest dan denda karena ketidaksesuaian muatan dengan stowage plan, yang menjadi tanggung jawab shipper

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇