Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    OPTIMALISASI PERAWATAN TURBOCHARGER TERHADAP PROSES PEMBAKARAN MESIN INDUK DI MV. PEKAN FAJAR

    Get PDF
    viii ABSTRAKSI Fernando, Dio Arjun Dwi. 2024, NIT:561911237351 T. “Optimalisasi perawatan turbocharger terhadap proses pembakaran mesin induk di MV. Pekan Fajar”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Bapak Darul Prayogo, M.PD pembimbing II: Ely Sulistyowati, S.ST., M.M. Turbocharger merupakan bagian utama dari mesin induk yang proses kerjanya digerakkan oleh gas buang hasil dari pembakaran motor induk yang disalurkan melalui exhaust manifold. Turbocharger berfungsi untuk memompa udara masuk ke dalam ruang silinder yang dapat digunakan untuk proses pembilasan dan pembakaran pada mesin induk. Pada tanggal 7 Maret 2022 ketika melakukan pelayaran dari Surabaya ke Berau dengan lama pelayaran 4 hari 3 malam. Kapal membawa muatan kontainer, dengan cuaca laut tenang. Pada saat kapal berlayar menuju Kalimantan setiap silinder mengalami kenaikan suhu gas buang yang normalnya 400°C - 420 °C menjadi 440 °C - 450 °C. Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan perawatan turbocharger belum optimal, dampak yang diakibatkan jika perawatan turbocharger belum optimal, dan upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan perawatan turbocharger terhadap proses pembakaran mesin induk di MV. Pekan Fajar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengolahan data fishbone untuk menggambarkan dan menjelaskan objek yang diteliti. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, dan wawancara, fishbone diagram adalah sebuah teknik pengolahan data yang digunakan untuk meningkatkan kualitas dari hasil penelitian. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini yaitu faktor yang menyebabkan perawatan turbocharger belum optimal adalah pelaksanaan perawatan yang tidak sesuai dengan prosedur, umur turbocharger yang sudah mencapai lebih dari 10 tahun, dan kondisi air laut yang kotor akibat pelayaran di perairan sungai Berau, Kalimantan Timur. Dampak yang ditimbulkan yaitu pembakaran yang tidak sempurna, peningkatan suhu gas buang di setiap silinder, meningkatnya temperatur udara bilas, kerusakan pada piston dan silinder liner, serta menurunnya tenaga mesin induk. Hal ini berpotensi menyebabkan kerugian operasional bagi perusahaan dan risiko terhadap keselamatan kapal. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan perawatan turbocharger yaitu dengan melakukan penggantian satu set turbocharger baru, penggantian filter kassa secara rutin, dan pengecekan rutin pada parameter temperatur dan tekanan. Upaya pencegahan kerusakan turbocharger yaitu dengan meningkatkan wawasan crew mesin terkait prosedur perawatan, pengoptimalan sistem perawatan berkala, serta pengoptimalan prosedur pengoperasian turbocharger, khususnya saat berlayar di perairan dengan kondisi air yang kotor

    OPTIMALISASI PROSES TANK CLEANING MUATAN CRUDE PALM OIL DI MT. VEGA 1

    Get PDF
    ABSTRAKSI Ali, Ahmad Try Nur. 2024. “Optimalisasi Proses Tank Cleaning Muatan Crude Palm Oil di MT. Vega 1”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Suherman, M.Si., M.Mar., Pembimbing II: Wahyu Prasetya Anggrahini, S.Si., M.T. Salah satu muatan yang sering diangkut di kapal MT. Vega 1 adalah minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Setelah muatan CPO selesai dibongkar, dilakukan kegiatan pembersihan tangki agar kualitas muatan tetap terjaga dan tidak terjadi kontaminasi. Namun pengangkutan CPO di kapal MT. Vega 1 seringkali menemui hambatan saat proses tank cleaning. Hal ini disebabkan karena muatan CPO mudah membeku pada suhu ruangan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan untuk meminimalisir hambatan tersebut. Dengan demikian, diharapkan proses tank cleaning muatan CPO di MT. Vega 1 dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini akan membahas apa saja penyebab terhambatnya proses tank cleaning muatan CPO di MT. Vega 1 dan bagaimana upaya pencegahan yang dilakukan terhadap hambatan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Faktor penyebab proses tank cleaning tidak berjalan optimal dianalisis menggunakan diagram fishbone berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan peneliti saat melaksanakan praktik laut. Diagram fishbone kemudian dianalisis lebih lanjut untuk menentukan upaya pencegahan agar tidak terjadi hambatan saat proses tank cleaning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyebab terhambatnya proses tank cleaning dipengaruhi oleh faktor man karena kurangnya pengawasan crew, faktor machine karena kerusakan alat, faktor material karena keterbatasan bahan, dan faktor method karena ketidaksesuaian prosedur tank cleaning; (2) Upaya pencegahan yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan dan meningkatkan pengawasan kinerja crew, melakukan perbaikan dan perawatan alat, melakukan permintaan supply material kepada perusahaan, serta memberikan pengetahuan kepada crew mengenai prosedur pelaksanaan tank cleaning yang baik dan benar

    ANALISIS MENURUNNYA TEKANAN PADA HYDRAULIC PUMP CRANE DI MV. MERATUS SIBOLGA

    No full text
    Abstrak – Crane adalah permesinan bantu di atas kapal yang bekerja berdasarkan dengan hukum Pascal di mana crane dapat mengangkat dan menurunkan beban berat dengan menggunakan penggerak actuator dengan media oli hidrolik yang bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, dampak, serta upaya yang dilakukan terhadap kerusakan pada crane. Diperlukan perhatian yang intensif agar crane dapat beroperasi dengan optimal dan tahan lama. Menurunnya tekanan pada pompa hidrolik dapat menghambat proses bongkar muat, dan memerlukan penanganan yang cepat guna mencegah masalah lebih besar. Perawatan yang optimal juga diperlukan untuk menjaga crane bekerja dengan tepat waktu dan aman. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan fishbone diagram untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya tekanan pada hydraulic pump crane. teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dari wawancara serta observasi yang dilakukan di MV. Meratus Sibolga. Objek penelitian ini mencakup oil seal yang rusak, keausan pada shaft pompa hidrolik. Kapal MV. Meratus Sibolga mengalami masalah yang cukup serius dengan menurunnya tekanan pada pompa hidrolik crane yang menghambat proses bongkar muat. Upaya penanganan termasuk penggantian shaft pompa, penggantian oil seal. pemantauan dan perawatan rutin diperlukan guna mencegah kerusakan yang lebih lanjut. Hasil analisis menurunnya tekanan pada hydraulic pump crane di MV. Meratus Sibolga menyimpulkan faktor penyebab: kondisi oil seal rusak, shaft pompa aus, hal ini berdampak pada operasional bongkar muat pada kapal. Upaya penanganan meliputi penggantian shaft dan oil seal. termasuk pemantauan dan perawatan rutin guna menghindari kebocoran yang dapat mengganggu operasional kapal.

    ANALISIS PENERAPAN REST HOUR MANAGEMENT DI MT. ALPHA POINT TERHADAP MARITIME LABOUR CONVENTION 2006

    Get PDF
    ABSTRAKSI Nurussifa Harun Al’Rasyid, 2024, NIT: 572011127800 N. “Analisis Penerapan Rest Hour Management di MT. Alpha Point Terhadap Maritime Labour Convention 2006”, skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayara Semarang, Pembimbing I: Dr. Iskandar, SH, MT. Pembimbing II: M. Choeroni, S.ST.Pel, M.T. Penelitian ini berfokus pada analisis penerapan Rest Hour Management di kapal MT Alpha Point terhadap Maritime Labour Convention (MLC) 2006. MLC 2006, yang dikenal sebagai Seafarers' Bill of Rights, mengatur hak-hak dasar pelaut, termasuk waktu istirahat minimum yang harus diberikan selama bekerja di kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah penerapan Rest Hour Management di MT Alpha Point sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh MLC 2006, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama praktek lapangan di atas kapal MT Alpha Point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Rest Hour Management belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan MLC 2006, dengan adanya beberapa hambatan internal dan eksternal, seperti kurangnya pemahaman kru tentang pentingnya istirahat dan gangguan operasional kapal yang mempengaruhi waktu istirahat. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya peran mualim dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan waktu istirahat, serta pentingnya edukasi lebih lanjut bagi kru mengenai dampak kelelahan terhadap keselamatan dan kinerja kerja. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengatasi hambatan- hambatan yang dihadapi dan meningkatkan manajemen jam istirahat di kapal, guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan pelaut dapat diwujudkan

    OPTIMALISASI PENGOPERASIAN INERT GAS SYSTEM SAAT PROSES BONGKAR DI KAPAL MT. BULL DAMAI 1

    Get PDF
    ABSTRAKSI Adonis, Akhdiyat Rangga. NIT. 572011127809 N, 2024, “Optimalisasi Pengoperasian Inert Gas System saat proses bongkar di kapal MT Bull Damai 1”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. KAROLUS GELEUK SENGADJI, M.M., Pembimbing II: Ria Hermina Sari., S.S., M.Sc. Inert gas adalah jenis gas yang digunakan untuk mencegah bahaya seperti kebakaran, ledakan, dan risiko mudah terbakar pada kapal yang membawa kargo cair berbahaya dalam transportasi laut. Pentingnya pengoperasian IGS yang benar, peneliti temukan saat melaksanakan praktik laut di MT Bull Damai 1 saat melakukan proses pembongkaran di Port of Novorossysk, Rusia MT Bull Damai 1 mengalami situasi kritis. Tiga hari sebelum pembongkaran, IGS dioperasikan untuk menjaga keamanan muatan, namun IGS tidak berfungsi optimal. Berdasarkan insiden tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidakoptimalan pengoperasian IGS di kapal MT Bull Damai 1, untuk mengetahui dampak pengoperasian IGS yang tidak optimal di kapal MT Bull Damai 1, dan untuk mengetahui upaya optimalisasi pengoperasian IGS di kapal MT Bull Damai 1. Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal MT Bull Damai 1 menggunakan metode kulitatif. Dalam menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan metode triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram) dalam menganalisis data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, faktor utama yang menyebabkan pengoperasian IGS saat proses bongkar di kapal MT. Bull Damai 1 tidak optimal adalah kurangnya perawatan pada komponen IGS. Dampak utama yang terjadi apabila pengoperasian IGS tidak optimal di MT. Bull Damai 1 yaitu meningkatnya risiko kebakaran dan ledakan di ruang kargo. Upaya optimalisasi pengoperasian IGS saat proses bongkar di MT. Bull Damai 1 yaitu dengan melakukan perawatan komponen IGS secara rutin sesuai PMS

    ANALISIS KEBOCORAN INTERCOOLER PADA MESIN INDUK DI MT.ANGGRAINI EXCELLENT

    Get PDF
    ABSTRAKSI Luqmaanul Hakiim 572011217630 T, 2024, “Analisis Kebocoran Intercooler Pada Mesin Induk Di MT.Anggraini Excellent”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T Pembimbing II : Anicitus Agung Nugroho, S.SiT. M.Si. Intercooler mesin diesel adalah perangkat pendingin udara yang mendinginkan udara dari turbocharger mesin utama kapal, oleh karena itu intercooler memainkan peran penting, alat ini tidak hanya mendinginkan udara tetapi juga mengembunkannya, sehingga meningkatkan tenaga mesin. Pada 21 Maret 2023 pukul 00.30 , saat kapal bersiap bersandar di dermaga interport, kru mesin melakukan prosedur one hour notic. Ketika melakukan turning gear sebelum blowdown mesin induk diesel, air asin terdeteksi keluar dari kran indikator silinder 1-6. Hal ini menandakan kemungkinan kebocoran pada intercooler mesin induk. Rumusan masalah penelitian ini adalah Faktor penyebab kebocoran intercooler, Dampak dari kebocoran intercooler, dan upaya untuk mencegah terjadinya kebocoran intercooler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor yang menyebabkan kebocoran intercooler, untuk mengevaluasi dampak yang ditimbulkan dari kebocoran intercooler, untuk mengevaluasi upaya yang dilakukan dalam mencegah kebocoran intercooler pada mesin induk di MT. Anggraini Excellent. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan SHEL untuk mempermudah dalam teknik analisis data. Metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk memperkuat dalam analisis data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kebocoran intercooler pada mesin induk di MT.Anggraini Excellent adalah terdapatnya banyak kotoran dari sisi udara dan air laut yang ikut terbawa kedalam intercooler yang menyebabkan buntu dan menaikkan tekanan aliran dalam pipa intercooler. dan jarangnya dilakukan perawatan pada komponen filter turbocharger dan tube pipa intercooler, dan tingginya tekanan pompa yang tidak sesuai manual book juga menjadi faktor penyebab terjadinya kebocoran intercooler. dampak yang ditimbulkan dari kebocoran intercooler adalah mesin tidak bertenaga dan suhu gas buang rendah, proses pembakaran tidak sempurna karena tercampur air, untuk mencegah faktor-faktor penyebab kebocoran intercooler pada mesin induk, upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perawatan pada intercooler sesuai jadwal planned manintenenanc system, melakukan penambahan valve untuk mengatur tekanan air laut yang masuk kedalam intercooler main engine

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN METAL JALAN DAN METAL DUDUK COMPRESSOR PADA AC CENTRAL DI MV. ORIENTAL DIAMOND

    Get PDF
    ABSTRAKSI Pratama, Daffa’. NIT. 572011237694 T, 2024, “Identifikasi Kerusakan Metal Jalan dan Metal Duduk Compressor Pada AC Central di MV. Oriental Diamond”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh, M.Pd., Pembimbing II:Ely Sulistyowati, S.ST., M.M. Air conditioning central atau sering disebut dengan AC central merupakan suatu sistem pendingin yang dikontrol pada suatu tempat dan distribusikan secara terpusat ke seluruh akomodasi kapal sesuai dengan kapasitas ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara AC. Sistem AC central terdiri dari compressor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Pada compressor terdapat beberapa komponen yaitu khususnya pada metal jalan dan metal duduk. Metal jalan berfungsi sebagai bantalan ketika connecting rod berputar. Sedangkan metal duduk jalan berfungsi untuk melapisi atau menjadi bantalan untuk stang piston. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Apa yang menyebabkan metal jalan dan metal duduk compressor AC central mengalami kerusakan?, (2) Apa dampak yang ditimbulkan jika metal jalan dan metal duduk compressor AC central mengalami kerusakan? , (3) Bagaimana upaya untuk mengatasi kerusakan metal jalan dan metal duduk compressor pada AC central?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Pengujian keabsahan data dengan metode tringulasi sumber. Penelitian ini menyatakan bahwa penyebab kerusakan metal jalan dan metal duduk compressor pada AC central di MV. Oriental Diamond karena kurangnya pelumasan yang terjadi pada compressor dan tekanan pada refrigerant gas terlalu tinggi. Hal ini berdampak pada suhu ruangan di akomodasi kapal berubah dari dingin menjadi panas. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengecek komponen-komponen internal compressor dengan melakukan overhaul pada compressor untuk mengetahui masalah yang terjadi dan segera mengganti spare part yang baru jika ada yang mengalami kerusakan

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN METAL JALAN DAN METAL DUDUK COMPRESSOR PADA AC CENTRAL DI MV. ORIENTAL DIAMOND

    No full text
    Abstrak- AC central merupakan suatu sistem pendingin yang dikontrol pada suatu tempat dan distribusikan secara terpusat ke seluruh akomodasi kapal sesuai dengan kapasitas ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara AC. Sistemnya terdiri dari compressor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Pengujian keabsahan data dengan tringulasi sumber. Penelitian ini menyatakan bahwa penyebab kerusakan metal jalan dan metal duduk compressor pada AC central di MV. Oriental Diamond karena kurangnya pelumasan yang terjadi pada compressor dan tekanan pada refrigerant gas terlalu tinggi. Hal ini berdampak pada suhu ruangan di akomodasi kapal berubah dari dingin menjadi panas. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengecek komponen-komponen internal compressor dengan melakukan overhaul pada compressor untuk mengetahui masalah yang terjadi dan segera mengganti spare part yang baru jika ada yang mengalami kerusakan

    PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI SIMKAPEL TERHADAP PENERBITAN SURAT LAUT DI SUBDIREKTORAT PENGUKURAN PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

    Get PDF
    ABSTRAKSI Widiyanti, Amelia Fera. 2024. “Pengaruh Penggunaan Aplikasi SIMKAPEL Terhadap Penerbitan Surat Laut Di Subdirektorat Pengukuran Pendaftaran Dan Kebangsaan Kapal Direktorat Perkapalan Dan Kepelautan Kementerian Perhubungan” Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Okvita Wahyuni, S.ST., M.M., Pembimbing II: Indah Nurhidayati, M.Si. Aplikasi SIMKAPEL bertujuan untuk meningkatkan layanan dan efisiensi dalam industri pelayaran dengan menyediakan data sertifikasi kapal secara akurat. Hambatan yang muncul dalam proses pekerjaan menggunakan aplikasi berbasis web SIMKAPEL ditunjukkan dengan adanya penundaan pekerjaan yang terjadi karena terbatasnya besaran kapasitas dokumen yang mempengaruhi berjalannya proses penerbitan surat laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi SIMKAPEL terhadap penerbitan surat laut oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Perhubungan dan mempelajari upaya peningkatan penggunaan aplikasi SIMKAPEL terhadap penerbitan surat laut di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Perhubungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sumber data yang peneliti peroleh dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dengan tabulasi matriks IFAS dan EFAS. Aplikasi SIMKAPEL telah berpengaruh untuk membantu mengoptimalkan operasional perusahaan dan menjadi aplikasi yang memudahkan para pengguna jasa dalam penerbitan surat laut di Subdirektorat Pengukuran Pendafatran dan Kebangsaan Kapal, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Perhubungan.. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa letak perusahaan berada pada kuadran 1 yang berarti perusahaan memiliki kekuatan untuk melakukan pemanfaatan pada peluang sehingga kebijakan ini memberikan dukungan pada pertumbuhan perusahaan secara agresif

    ANALISIS KENDALA PROSES PEMBUATAN DOKUMEN MUAT DI KAPAL OLEH AGENT ON BOARD PT IDT TRANS AGENCY CABANG SATUI

    No full text
    Abstrak- Membuat dokumen muat merupakan tugas dari seorang agent on board pada saat bekerja di atas kapal. Dalam pembuatan dokumen muat harus dilakukan dengan benar dan tepat waktu guna memperlancar kegiatan operasional keagenan. Tetapi pada kenyataannya agent on board kerap kali mendapat permasalahan seperti kesalahan dalam membuat dokumen muat dan keterlambatan dalam pengirimannya. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui proses pembuatan dokumen dan kendala apa saja yang dialami oleh agent on board pada saat pembuatan dokumen muat berlangsung Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa (1) Pembuatan dokumen muat dibuat dengan mengacu pada dokumen bill of lading dan kondisi aktual proses bongkar muat (2) terdapat kendala faktor internal berupa agent on board kurang berkompeten, belum mahir berbahasa Inggris, dan kurang paham pengoperasian komputer, Dan terdapat kendala faktor eksternal yang berupa ruang akomodasi tidak memadai, peralatan kerja tidak mendukung, miskomunikasi dengan kru, sinyal lemah, dan terdapat revisi B/L, dan (3) upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala yang dialami oleh agent on board dengan memberikan perekrutan calon agent on board, memberikan pelatihan tentang keagenan dan pengoperasian komputer, peningkatan skill berbahasa Inggris, menyiapkan peralatan kerja, dan mengecek ulang dokumen muat yang sudah dibuat sesuai dengan dokumen bill of lading

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇