Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PERAWATAN TURBOCHARGER TERHADAP PROSES PEMBAKARAN MESIN INDUK DI MV. PEKAN FAJAR
viii
ABSTRAKSI
Fernando, Dio Arjun Dwi. 2024, NIT:561911237351 T. “Optimalisasi perawatan
turbocharger terhadap proses pembakaran mesin induk di MV. Pekan
Fajar”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Bapak Darul Prayogo, M.PD
pembimbing II: Ely Sulistyowati, S.ST., M.M.
Turbocharger merupakan bagian utama dari mesin induk yang proses kerjanya
digerakkan oleh gas buang hasil dari pembakaran motor induk yang disalurkan
melalui exhaust manifold. Turbocharger berfungsi untuk memompa udara masuk
ke dalam ruang silinder yang dapat digunakan untuk proses pembilasan dan
pembakaran pada mesin induk. Pada tanggal 7 Maret 2022 ketika melakukan
pelayaran dari Surabaya ke Berau dengan lama pelayaran 4 hari 3 malam. Kapal
membawa muatan kontainer, dengan cuaca laut tenang. Pada saat kapal berlayar
menuju Kalimantan setiap silinder mengalami kenaikan suhu gas buang yang
normalnya 400°C - 420 °C menjadi 440 °C - 450 °C. Tujuan penelitian skripsi ini
adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan perawatan
turbocharger belum optimal, dampak yang diakibatkan jika perawatan
turbocharger belum optimal, dan upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan
perawatan turbocharger terhadap proses pembakaran mesin induk di MV. Pekan
Fajar.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengolahan
data fishbone untuk menggambarkan dan menjelaskan objek yang diteliti. Data
yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, dan wawancara, fishbone
diagram adalah sebuah teknik pengolahan data yang digunakan untuk
meningkatkan kualitas dari hasil penelitian.
Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini yaitu faktor yang menyebabkan
perawatan turbocharger belum optimal adalah pelaksanaan perawatan yang tidak
sesuai dengan prosedur, umur turbocharger yang sudah mencapai lebih dari 10
tahun, dan kondisi air laut yang kotor akibat pelayaran di perairan sungai Berau,
Kalimantan Timur. Dampak yang ditimbulkan yaitu pembakaran yang tidak
sempurna, peningkatan suhu gas buang di setiap silinder, meningkatnya temperatur
udara bilas, kerusakan pada piston dan silinder liner, serta menurunnya tenaga
mesin induk. Hal ini berpotensi menyebabkan kerugian operasional bagi
perusahaan dan risiko terhadap keselamatan kapal. Upaya yang dilakukan untuk
mengoptimalkan perawatan turbocharger yaitu dengan melakukan penggantian
satu set turbocharger baru, penggantian filter kassa secara rutin, dan pengecekan
rutin pada parameter temperatur dan tekanan. Upaya pencegahan kerusakan
turbocharger yaitu dengan meningkatkan wawasan crew mesin terkait prosedur
perawatan, pengoptimalan sistem perawatan berkala, serta pengoptimalan prosedur
pengoperasian turbocharger, khususnya saat berlayar di perairan dengan kondisi
air yang kotor
OPTIMALISASI PROSES TANK CLEANING MUATAN CRUDE PALM OIL DI MT. VEGA 1
ABSTRAKSI
Ali, Ahmad Try Nur. 2024. “Optimalisasi Proses Tank Cleaning Muatan Crude
Palm Oil di MT. Vega 1”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt.
Suherman, M.Si., M.Mar., Pembimbing II: Wahyu Prasetya Anggrahini,
S.Si., M.T.
Salah satu muatan yang sering diangkut di kapal MT. Vega 1 adalah minyak
kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Setelah muatan CPO selesai
dibongkar, dilakukan kegiatan pembersihan tangki agar kualitas muatan tetap
terjaga dan tidak terjadi kontaminasi. Namun pengangkutan CPO di kapal MT. Vega
1 seringkali menemui hambatan saat proses tank cleaning. Hal ini disebabkan
karena muatan CPO mudah membeku pada suhu ruangan. Oleh karena itu, perlu
adanya upaya pencegahan untuk meminimalisir hambatan tersebut. Dengan
demikian, diharapkan proses tank cleaning muatan CPO di MT. Vega 1 dapat
berjalan secara optimal.
Penelitian ini akan membahas apa saja penyebab terhambatnya proses tank
cleaning muatan CPO di MT. Vega 1 dan bagaimana upaya pencegahan yang
dilakukan terhadap hambatan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah metode kualitatif. Faktor penyebab proses tank cleaning tidak berjalan
optimal dianalisis menggunakan diagram fishbone berdasarkan hasil observasi,
wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan peneliti saat melaksanakan praktik
laut. Diagram fishbone kemudian dianalisis lebih lanjut untuk menentukan upaya
pencegahan agar tidak terjadi hambatan saat proses tank cleaning.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyebab terhambatnya proses
tank cleaning dipengaruhi oleh faktor man karena kurangnya pengawasan crew,
faktor machine karena kerusakan alat, faktor material karena keterbatasan bahan,
dan faktor method karena ketidaksesuaian prosedur tank cleaning; (2) Upaya
pencegahan yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan dan meningkatkan
pengawasan kinerja crew, melakukan perbaikan dan perawatan alat, melakukan
permintaan supply material kepada perusahaan, serta memberikan pengetahuan
kepada crew mengenai prosedur pelaksanaan tank cleaning yang baik dan benar
ANALISIS MENURUNNYA TEKANAN PADA HYDRAULIC PUMP CRANE DI MV. MERATUS SIBOLGA
Abstrak – Crane adalah permesinan bantu di atas kapal
yang bekerja berdasarkan dengan hukum Pascal di mana
crane dapat mengangkat dan menurunkan beban berat
dengan menggunakan penggerak actuator dengan media oli
hidrolik yang bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, dampak,
serta upaya yang dilakukan terhadap kerusakan pada
crane. Diperlukan perhatian yang intensif agar crane dapat
beroperasi dengan optimal dan tahan lama. Menurunnya
tekanan pada pompa hidrolik dapat menghambat proses
bongkar muat, dan memerlukan penanganan yang cepat
guna mencegah masalah lebih besar. Perawatan yang
optimal juga diperlukan untuk menjaga crane bekerja
dengan tepat waktu dan aman.
Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif
dengan fishbone diagram untuk mengetahui faktor-faktor
yang menyebabkan menurunnya tekanan pada hydraulic
pump crane. teknik pengumpulan data pada penelitian ini
adalah dari wawancara serta observasi yang dilakukan di
MV. Meratus Sibolga. Objek penelitian ini mencakup oil
seal yang rusak, keausan pada shaft pompa hidrolik. Kapal
MV. Meratus Sibolga mengalami masalah yang cukup
serius dengan menurunnya tekanan pada pompa hidrolik
crane yang menghambat proses bongkar muat. Upaya
penanganan termasuk penggantian shaft pompa,
penggantian oil seal. pemantauan dan perawatan rutin
diperlukan guna mencegah kerusakan yang lebih lanjut.
Hasil analisis menurunnya tekanan pada hydraulic pump
crane di MV. Meratus Sibolga menyimpulkan faktor
penyebab: kondisi oil seal rusak, shaft pompa aus, hal ini
berdampak pada operasional bongkar muat pada kapal.
Upaya penanganan meliputi penggantian shaft dan oil seal.
termasuk pemantauan dan perawatan rutin guna
menghindari kebocoran yang dapat mengganggu
operasional kapal.
ANALISIS PENERAPAN REST HOUR MANAGEMENT DI MT. ALPHA POINT TERHADAP MARITIME LABOUR CONVENTION 2006
ABSTRAKSI
Nurussifa Harun Al’Rasyid, 2024, NIT: 572011127800 N. “Analisis Penerapan
Rest Hour Management di MT. Alpha Point Terhadap Maritime Labour
Convention 2006”, skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV,
Politeknik Ilmu Pelayara Semarang, Pembimbing I: Dr. Iskandar, SH, MT.
Pembimbing II: M. Choeroni, S.ST.Pel, M.T.
Penelitian ini berfokus pada analisis penerapan Rest Hour Management di
kapal MT Alpha Point terhadap Maritime Labour Convention (MLC) 2006. MLC
2006, yang dikenal sebagai Seafarers' Bill of Rights, mengatur hak-hak dasar pelaut,
termasuk waktu istirahat minimum yang harus diberikan selama bekerja di kapal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah penerapan Rest Hour
Management di MT Alpha Point sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh
MLC 2006, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat
pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan data yang dikumpulkan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama praktek lapangan di atas
kapal MT Alpha Point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Rest Hour
Management belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan MLC 2006, dengan
adanya beberapa hambatan internal dan eksternal, seperti kurangnya pemahaman
kru tentang pentingnya istirahat dan gangguan operasional kapal yang
mempengaruhi waktu istirahat.
Temuan penelitian ini menekankan pentingnya peran mualim dalam
memastikan kepatuhan terhadap aturan waktu istirahat, serta pentingnya edukasi
lebih lanjut bagi kru mengenai dampak kelelahan terhadap keselamatan dan kinerja
kerja. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengatasi hambatan-
hambatan yang dihadapi dan meningkatkan manajemen jam istirahat di kapal, guna
memastikan keselamatan dan kesejahteraan pelaut dapat diwujudkan
OPTIMALISASI PENGOPERASIAN INERT GAS SYSTEM SAAT PROSES BONGKAR DI KAPAL MT. BULL DAMAI 1
ABSTRAKSI
Adonis, Akhdiyat Rangga. NIT. 572011127809 N, 2024, “Optimalisasi
Pengoperasian Inert Gas System saat proses bongkar di kapal MT Bull
Damai 1”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. KAROLUS GELEUK
SENGADJI, M.M., Pembimbing II: Ria Hermina Sari., S.S., M.Sc.
Inert gas adalah jenis gas yang digunakan untuk mencegah bahaya seperti
kebakaran, ledakan, dan risiko mudah terbakar pada kapal yang membawa kargo
cair berbahaya dalam transportasi laut. Pentingnya pengoperasian IGS yang benar,
peneliti temukan saat melaksanakan praktik laut di MT Bull Damai 1 saat
melakukan proses pembongkaran di Port of Novorossysk, Rusia MT Bull Damai 1
mengalami situasi kritis. Tiga hari sebelum pembongkaran, IGS dioperasikan untuk
menjaga keamanan muatan, namun IGS tidak berfungsi optimal. Berdasarkan
insiden tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab
ketidakoptimalan pengoperasian IGS di kapal MT Bull Damai 1, untuk mengetahui
dampak pengoperasian IGS yang tidak optimal di kapal MT Bull Damai 1, dan
untuk mengetahui upaya optimalisasi pengoperasian IGS di kapal MT Bull Damai
1.
Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal MT Bull Damai 1 menggunakan
metode kulitatif. Dalam menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan
metode triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian
ini menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram) dalam menganalisis data
yang telah diperoleh.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini, faktor utama yang menyebabkan
pengoperasian IGS saat proses bongkar di kapal MT. Bull Damai 1 tidak optimal
adalah kurangnya perawatan pada komponen IGS. Dampak utama yang terjadi
apabila pengoperasian IGS tidak optimal di MT. Bull Damai 1 yaitu meningkatnya
risiko kebakaran dan ledakan di ruang kargo. Upaya optimalisasi pengoperasian
IGS saat proses bongkar di MT. Bull Damai 1 yaitu dengan melakukan perawatan
komponen IGS secara rutin sesuai PMS
ANALISIS KEBOCORAN INTERCOOLER PADA MESIN INDUK DI MT.ANGGRAINI EXCELLENT
ABSTRAKSI
Luqmaanul Hakiim 572011217630 T, 2024, “Analisis Kebocoran Intercooler
Pada Mesin Induk Di MT.Anggraini Excellent”, Program Diploma IV,
Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen
Pembimbing I : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T Pembimbing II :
Anicitus Agung Nugroho, S.SiT. M.Si.
Intercooler mesin diesel adalah perangkat pendingin udara yang mendinginkan
udara dari turbocharger mesin utama kapal, oleh karena itu intercooler memainkan
peran penting, alat ini tidak hanya mendinginkan udara tetapi juga
mengembunkannya, sehingga meningkatkan tenaga mesin. Pada 21 Maret 2023
pukul 00.30 , saat kapal bersiap bersandar di dermaga interport, kru mesin
melakukan prosedur one hour notic. Ketika melakukan turning gear sebelum
blowdown mesin induk diesel, air asin terdeteksi keluar dari kran indikator silinder
1-6. Hal ini menandakan kemungkinan kebocoran pada intercooler mesin induk.
Rumusan masalah penelitian ini adalah Faktor penyebab kebocoran intercooler,
Dampak dari kebocoran intercooler, dan upaya untuk mencegah terjadinya
kebocoran intercooler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor
yang menyebabkan kebocoran intercooler, untuk mengevaluasi dampak yang
ditimbulkan dari kebocoran intercooler, untuk mengevaluasi upaya yang dilakukan
dalam mencegah kebocoran intercooler pada mesin induk di MT. Anggraini
Excellent.
Jenis metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini
adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan SHEL untuk
mempermudah dalam teknik analisis data. Metode pengumpulan data yang penulis
lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk
memperkuat dalam analisis data.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan
bahwa faktor penyebab kebocoran intercooler pada mesin induk di MT.Anggraini
Excellent adalah terdapatnya banyak kotoran dari sisi udara dan air laut yang ikut
terbawa kedalam intercooler yang menyebabkan buntu dan menaikkan tekanan
aliran dalam pipa intercooler. dan jarangnya dilakukan perawatan pada komponen
filter turbocharger dan tube pipa intercooler, dan tingginya tekanan pompa yang
tidak sesuai manual book juga menjadi faktor penyebab terjadinya kebocoran
intercooler. dampak yang ditimbulkan dari kebocoran intercooler adalah mesin
tidak bertenaga dan suhu gas buang rendah, proses pembakaran tidak sempurna
karena tercampur air, untuk mencegah faktor-faktor penyebab kebocoran
intercooler pada mesin induk, upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan
perawatan pada intercooler sesuai jadwal planned manintenenanc system,
melakukan penambahan valve untuk mengatur tekanan air laut yang masuk
kedalam intercooler main engine
IDENTIFIKASI KERUSAKAN METAL JALAN DAN METAL DUDUK COMPRESSOR PADA AC CENTRAL DI MV. ORIENTAL DIAMOND
ABSTRAKSI
Pratama, Daffa’. NIT. 572011237694 T, 2024, “Identifikasi Kerusakan Metal
Jalan dan Metal Duduk Compressor Pada AC Central di MV.
Oriental Diamond”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.
Muh. Harliman Saleh, M.Pd., Pembimbing II:Ely Sulistyowati,
S.ST., M.M.
Air conditioning central atau sering disebut dengan AC central merupakan suatu
sistem pendingin yang dikontrol pada suatu tempat dan distribusikan secara
terpusat ke seluruh akomodasi kapal sesuai dengan kapasitas ruangan dan isinya
dengan menggunakan saluran udara AC. Sistem AC central terdiri dari
compressor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Pada compressor
terdapat beberapa komponen yaitu khususnya pada metal jalan dan metal duduk.
Metal jalan berfungsi sebagai bantalan ketika connecting rod berputar. Sedangkan
metal duduk jalan berfungsi untuk melapisi atau menjadi bantalan untuk stang
piston. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Apa yang menyebabkan
metal jalan dan metal duduk compressor AC central mengalami kerusakan?, (2)
Apa dampak yang ditimbulkan jika metal jalan dan metal duduk compressor AC
central mengalami kerusakan? , (3) Bagaimana upaya untuk mengatasi kerusakan
metal jalan dan metal duduk compressor pada AC central?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang
diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data
diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka.
Pengujian keabsahan data dengan metode tringulasi sumber.
Penelitian ini menyatakan bahwa penyebab kerusakan metal jalan dan metal
duduk compressor pada AC central di MV. Oriental Diamond karena kurangnya
pelumasan yang terjadi pada compressor dan tekanan pada refrigerant gas terlalu
tinggi. Hal ini berdampak pada suhu ruangan di akomodasi kapal berubah dari
dingin menjadi panas. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengecek
komponen-komponen internal compressor dengan melakukan overhaul pada
compressor untuk mengetahui masalah yang terjadi dan segera mengganti spare
part yang baru jika ada yang mengalami kerusakan
IDENTIFIKASI KERUSAKAN METAL JALAN DAN METAL DUDUK COMPRESSOR PADA AC CENTRAL DI MV. ORIENTAL DIAMOND
Abstrak- AC central merupakan suatu sistem
pendingin yang dikontrol pada suatu tempat dan
distribusikan secara terpusat ke seluruh akomodasi kapal
sesuai dengan kapasitas ruangan dan isinya dengan
menggunakan saluran udara AC. Sistemnya terdiri dari
compressor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator.
Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.
Sumber data yaitu primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi pustaka. Pengujian keabsahan data
dengan tringulasi sumber.
Penelitian ini menyatakan bahwa penyebab
kerusakan metal jalan dan metal duduk compressor pada AC
central di MV. Oriental Diamond karena kurangnya
pelumasan yang terjadi pada compressor dan tekanan pada
refrigerant gas terlalu tinggi. Hal ini berdampak pada suhu
ruangan di akomodasi kapal berubah dari dingin menjadi
panas. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengecek
komponen-komponen internal compressor dengan melakukan
overhaul pada compressor untuk mengetahui masalah yang
terjadi dan segera mengganti spare part yang baru jika ada
yang mengalami kerusakan
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI SIMKAPEL TERHADAP PENERBITAN SURAT LAUT DI SUBDIREKTORAT PENGUKURAN PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
ABSTRAKSI
Widiyanti, Amelia Fera. 2024. “Pengaruh Penggunaan Aplikasi
SIMKAPEL Terhadap Penerbitan Surat Laut Di Subdirektorat
Pengukuran Pendaftaran Dan Kebangsaan Kapal Direktorat
Perkapalan Dan Kepelautan Kementerian Perhubungan” Skripsi,
Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut
dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Okvita Wahyuni, S.ST., M.M., Pembimbing II:
Indah Nurhidayati, M.Si.
Aplikasi SIMKAPEL bertujuan untuk meningkatkan layanan dan
efisiensi dalam industri pelayaran dengan menyediakan data sertifikasi
kapal secara akurat. Hambatan yang muncul dalam proses pekerjaan
menggunakan aplikasi berbasis web SIMKAPEL ditunjukkan dengan
adanya penundaan pekerjaan yang terjadi karena terbatasnya besaran
kapasitas dokumen yang mempengaruhi berjalannya proses penerbitan surat
laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
penggunaan aplikasi SIMKAPEL terhadap penerbitan surat laut oleh
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Perhubungan dan
mempelajari upaya peningkatan penggunaan aplikasi SIMKAPEL terhadap
penerbitan surat laut di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian
Perhubungan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sumber
data yang peneliti peroleh dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan
melalui google form. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT
dengan tabulasi matriks IFAS dan EFAS.
Aplikasi SIMKAPEL telah berpengaruh untuk membantu
mengoptimalkan operasional perusahaan dan menjadi aplikasi yang
memudahkan para pengguna jasa dalam penerbitan surat laut di
Subdirektorat Pengukuran Pendafatran dan Kebangsaan Kapal, Direktorat
Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Perhubungan.. Hasil analisis
SWOT menunjukkan bahwa letak perusahaan berada pada kuadran 1 yang
berarti perusahaan memiliki kekuatan untuk melakukan pemanfaatan pada
peluang sehingga kebijakan ini memberikan dukungan pada pertumbuhan
perusahaan secara agresif
ANALISIS KENDALA PROSES PEMBUATAN DOKUMEN MUAT DI KAPAL OLEH AGENT ON BOARD PT IDT TRANS AGENCY CABANG SATUI
Abstrak- Membuat dokumen muat merupakan
tugas dari seorang agent on board pada saat bekerja di atas
kapal. Dalam pembuatan dokumen muat harus dilakukan
dengan benar dan tepat waktu guna memperlancar kegiatan
operasional keagenan. Tetapi pada kenyataannya agent on
board kerap kali mendapat permasalahan seperti kesalahan
dalam membuat dokumen muat dan keterlambatan dalam
pengirimannya. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk
mengetahui proses pembuatan dokumen dan kendala apa saja
yang dialami oleh agent on board pada saat pembuatan
dokumen muat berlangsung
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian
kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data
yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan empat
komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan
bahwa (1) Pembuatan dokumen muat dibuat dengan mengacu
pada dokumen bill of lading dan kondisi aktual proses
bongkar muat (2) terdapat kendala faktor internal berupa
agent on board kurang berkompeten, belum mahir berbahasa
Inggris, dan kurang paham pengoperasian komputer, Dan
terdapat kendala faktor eksternal yang berupa ruang
akomodasi tidak memadai, peralatan kerja tidak mendukung,
miskomunikasi dengan kru, sinyal lemah, dan terdapat revisi
B/L, dan (3) upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
kendala yang dialami oleh agent on board dengan
memberikan perekrutan calon agent on board, memberikan
pelatihan tentang keagenan dan pengoperasian komputer,
peningkatan skill berbahasa Inggris, menyiapkan peralatan
kerja, dan mengecek ulang dokumen muat yang sudah dibuat
sesuai dengan dokumen bill of lading