Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PENERAPAN DAILY REPORT SHIPMENT ANALYSIS GUNA OPTIMALISASI PEMAKAIAN BAHAN BAKAR ALAT BERAT DI PT DIANTA DAYA EMBARA
ABSTRAKI
Besouw, Bernard Richard. 2024. Penerapan Daily Report Shipment Analysis
Guna Optimalisasi Pemakaian Bahan Bakar Alat Berat Di Pt. Dianta Daya
Embara. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Ketatalaksanaan
Angkutan Laut dan Kepelabuhan. Fakultas Bahasa dan Seni. Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Kristin Anita Indriyani, S.ST, MM.,
Pembimbing II: Indira Ari Putri, S.ST.Pel, MT.
Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalisasi penerapan daily report
shipment analysis terhadap bahan bakar sehingga dapat berjalan dengan
lancar. Berdasarkan fakta yang ditemukan, terdapat ketidaksuaian laporan
deck departement dimana pihak perusahaan mengklaim pemakaian fuel oil
tidak selaras dengan standar operasional prosedur (SOP). Tujuan dari
penelitian ini yaitu mengetahui adanya tindak kecurangan pada penggunaan
bahan bakar yang tidak dilaporkan pada perusahaan, dengan memonitoring
perhitungan penggunaan bahan bakar yang diperoleh perusahaan guna
mengurangi kerugiaan pada perusahaan, dan untuk mengetahui upaya
meminimalisir kecurangan yang terjadi dengan penggunaan daily report
shipment analysis.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yanng digunakan adalah
observasi, wawancara, dan dokumentasi.yang dilakukan saat melaksanakan
praktik di PT. Dianta Daya Embara cabang Bunati. Teknik analisis data yang
digunakan yaitu dilakukannya pengumpulan data yang kemudian difokuskan
melalui reduksi data, dan dideskripsikan dalam bentuk kalimat kualitatif.
Setelah dilakukan analisis, hasil penelitian menunjukkan dampak yang
ditimbulkan yaitu biaya operasional naik, kerugian materi, profit perusahaaan
menurun, dan perusahaan mengalami kebangkrutan.
Cara yang digunakaan dalam pengawasan daily report yaitu mengoreksi
daily report yang diterima kapal dan mengecek kebenaran daily report
operasional yang di laporkan. Kemudian shipment analysis pada daily report
membantu mengurangi kecurangan yaitu dengan cara memantau aktivitas
secara teratur, meningkatkan transparansi, mendorong kepatuhan dan
akuntabilitas, serta memfasilitasi audit dan pemantauan. Untuk itu,
perusahaan diperlukan adanya stock opname pemakaian bahan bakar,
kalibrasi ulang, dengan mengintegrasi laporan analisis pengiriman harian
ANALISIS KETERLAMBATAN PROSES STEVEDORING MUATAN BATU BARA PADA KEGIATAN BARGE TO BARGE OLEH PT BUANA ARMADA LESTARI DI TELUK TIMBAU
ABTRAKSI
Al Asyhiz, M. Syahdan Sakti, 2024, 572011337591 K, “Analisis Keterlambatan
Proses Stevedoring Muatan Batu Bara Pada Kegiatan Barge To Barge Oleh
PT Buana Armada Lestari Di Teluk Timbau”, Skripsi Program Diploma IV,
Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Okvita Wahyuni, S.ST., M.M.,
Pembimbing II: H. Mustholiq, M.M., M.Mar.E.
Stevedoring adalah menurunkan dan menaikkan barang dari/ke atas kapal
sampai barang tersusun rapi di dalam palka dengan menggunakan peralatan
mekanis, atau non mekanis. Keterlambatan proses stevedoring memiliki dampak
yang berarti. Seperti halnya pada kegiatan bongkar muat batu bara yang dilakukan
PT Buana Armada Lestari. Proses dilakukan dengan menggunakan barge to barge,
yang dimana hal ini membutuhkan banyak waktu untuk prosesnya sehingga
mengalami keterlambatan proses stevedoring. Maka penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui proses stevedoring muatan batu bara yang dilakukan oleh PT Buana
Armada Lestari dalam kegiatan barge to barge dan untuk mengetahui penyebab
keterlambatannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka yang
terarah. Analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan yang diabsahkan dengan teknik triangulasi sumber.
Penelitian ini dilakukan di PT Buana Armada Lestari di Teluk Timbau.
Proses stevedoring muatan batu bara dilakukan oleh PT Buana Armada
Lestari di Teluk Timbau adalah dengan metode barge to barge sehingga
pelaksanaan bongkar muat berlangsung dengan efektif namun terdapat faktor lain
yang menghambat pelaksanannya yaitu dikarenakan kondisi alam yang buruk,
kurangnya kapasitas kondisi peralatan, kurangnya keterampilan tenaga kerja,
minimnya koordinasi manajemen operasian dan kurangnya faktor logistik
ANALISIS PROGRAM SCHOLARSHIP DECK OFFICER GUNA MENUNJANG KOMPETENSI OFFICER DI PT JASINDO DUTA SEGARA
ABSTRAK
Lahimang, Roy Arnold. 2024. “Analisis Program Scholarship Deck Officer Guna Menunjang
Officer Kompetensi di PT. Jasindo Duta Segara”. Skripsi. Program Diploma IV, Program
Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Fajar Transelasi, S.Tr., M.A.P, Pembimbing II: Ir Fitri
Kensiwi, MPd
Perekruktan pelaut di Indonesia didukung oleh program pelatihan dan peningkatan
berkelanjutan, dengan upaya memastikan awak kapal sepenuhnya memenuhi syarat standar
perkapalan terkini dan seterusnya, serta memiliki banyak prospek untuk kemajuan karir. Guna
menunjang Junior Officer yang kompetensi dan berkualitas, Ship Owner memiliki suatu program
untuk memperbanyak Junior Officer yaitu Scholarship. Scholarship adalah beasiswa yang
diberikan dari Ship Owner kepada Ex Cadet saat praktik dikapal laut memiliki value baik, tetapi
dalam pelaksanaan praktik darat peneliti mengamati terjadi beberapa kasus pada Cadet hingga
sudah bertugas dikapal menjadi Junior Officer yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan,
dibuatnya skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur Scholarship Deck Officer
guna menunjang Officer kompetensi di PT. Jasindo Duta Segara, hambatan yang terjadi dalam
program Scholarship Deck Officer guna menunjang Officer kompetensi dan upaya apa yang harus
dilakukan untuk menghadapi hambatan prosedur Scholarship Junior Officer guna menunjang
Officer kompetensi di PT. Jasindo Duta Segara.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskripsi, dengan langkah-langkah
observasi partisipatif selama peneliti melaksanakan praktik laut, wawancara mendalam dengan
kru kapal sebagai informan juga melaui studi dokumentasi, dan dilanjut studi pustaka sebagai
langkah awal yang ditentukan dalam proses penelitian. Data yang diperoleh diolah menggunakan
teknik analisis diagram fishbone, untuk selanjutnya data diuji keabsahannya menggunakan
metode trianggulasi untuk meningkatkan kredibilitas serta keakuratan penelitian dengan
digabungkan, dibandingkan dan menyebrangkan data dari berbagai sumber.
Penelitian yang telah dilakukan ini mendapatkan hasil bahwa faktor-faktor permasalahan
disebabkan oleh peralihan antara pengalaman dikapal dan kembali ke lingkungan akademis dapat
menimbulkan tantangan ketika kembali ke lingkungan kerja Junior officer harus kembali
beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Akan lebih baik apabila cadet memelihara pengalaman
selama praktik layar dengan mengikuti seminar atau workshop yang terkait dengan industri
maritim, menjaga hubungan baik dengan awak kapal lain maupun karyawan perusahaan, dan
persiapan mental agar dapat mudah beradaptasi pada lingkungan kapal yang berasal dari berbagai
budaya yang berbeda
ANALISIS PERBAIKAN DAN PERAWATAN SISTEM MAIN BURNER PADA AUXILIARY BOILER DI MV. AFRICAN PIPIT
ABSTRAKSI
Mushfi, Umar. NIT. 561911227303 T, 2024, “Analisis Perbaikan Dan
Perawatan Sistem Main Burner Pada Auxiliary Boiler Di MV. African
Pipit,” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Didik Dwi
Suharso, S.Si.T., M.Pd., Pembimbing II: Irma Shinta Dew, M.Pd.
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan gagalnya
pembakaran pada main burner Auxiliary Boiler di kapal MV. African Pipit.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab
kegagalan pembakaran, dampak yang ditimbulkan, dan upaya perbaikan yang
dilakukan agar main burner dapat berfungsi dengan normal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
observasi langsung dan wawancara mendalam. Data primer dikumpulkan
melalui observasi dan wawancara dengan teknisi dan masinis di kapal,
sementara data sekunder diperoleh dari buku harian operasional kapal dan
literatur ilmiah terkait. Teknik analisis data yang digunakan mengikuti model
Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa automizer yang tersumbat dan
jarak elektroda yang tidak sesuai merupakan penyebab utama gagalnya
pembakaran pada main burner Auxiliary Boiler. Automizer yang tersumbat
menghambat proses pengabutan bahan bakar, sehingga pembakaran menjadi
tidak efisien. Jarak elektroda yang tidak tepat mengganggu proses pembakaran
di main burner, sehingga pembakaran tidak terjadi. Kegagalan pembakaran ini
berdampak signifikan terhadap operasional kapal, termasuk gangguan pada
produksi steam yang vital untuk mesin utama dan mesin bantu, penurunan
temperatur bahan bakar yang diperlukan. Selain itu, kegagalan pembakaran
menghasilkan asap pekat dari funnel boiler, yang mencemari lingkungan.
Upaya perbaikan yang efektif mencakup pembersihan automizer secara rutin
untuk mencegah penyumbatan oleh sisa-sisa pembakaran atau kotoran bahan
bakar, pengaturan ulang jarak elektroda pada main burner untuk memastikan
terbentuknya bunga api yang cukup untuk proses pembakaran, serta
pemantauan dan mempertahankan tekanan bahan bakar sesuai rekomendasi
manual book Auxiliary Boiler. Langkah-langkah perawatan ini terbukti
penting untuk memastikan pembakaran yang efisien dan mencegah dampak
negatif lebih lanjut
PENANGANAN KONTAMINASI AIR PADA FUEL ALAT BONGKAR MUAT DI MV. MAGNUM POWER
ABSTRAKSI
Azzahrudin, Ahmad Tsaqif. 2024. “Penanganan Kontaminasi Air pada Fuel Alat
Bongkar Muat di MV. Magnum Power”. Skripsi. Program Diploma IV,
Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Retno Hariyanti, S.Pd., M.M,
Pembimbing II: Fitri Zuhriyah, S.Psi., M.Sc.
PT. Dianta Daya Embara (DDE) merupakan perusahaan bongkar muat yang
mengambil peran sebagai penyedia jasa solusi logistik yang mendukung ekosistem
supply chain pertambangan. Namun, pada tanggal 29 Desember 2022 PT. DDE
mengalami kontaminasi air pada fuel alat bongkar muat terutama di MV. Magnum
Power. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi
penyebab, dampak, serta upaya yang dilakukan PT. DDE dalam menghadapi
masalah kontaminasi air pada fuel alat bongkar muat di MV. Magnum Power.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh
melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dipakai
dalam penelitian ini adalah teknik analisis fishbone. Pengujian keabasahan data
menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab fuel alat bongkar muat
terkontaminasi oleh air di MV. Magnum Power yaitu karena kesalahan proses
maintenance sehingga melewatkan kebocoran tangki mesin, kondisi cuaca yang
kurang mendukung, serta pengawasan kegiatan bongkar muat yang kurang
maksimal diatas kapal. Dampak yang ditimbulkan yaitu terhambatnya proses
bongkar muat, kerusakan mesin Heavy Duty Equipment (HDE) dan kerugian
finansial. Upaya yang dilakukan PT. DDE untuk menangani kontaminasi air pada
fuel alat bongkar muat di MV. Magnum Power yaitu dengan melakukan
pemeriksaan dan perbaikan HDE serta koordinasi dan evaluasi bersama pihak
terkait
PENERAPAN COMPANY ANTI-PIRACY GUIDELINE SAAT MEMASUKI HIGH RISK AREA FOR PIRACY PADA KAPAL MV. PAN DAISY
ABSTRAKSI
Triyoga, Ardi. 2024. “Penerapan Company Anti-piracy Guideline saat Memasuki
High Risk Area For Piracy pada Kapal MV. Pan Daisy”. Skripsi. Program
Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I : Janny Adriani Djari., S.ST., M.M, dan Pembimbing II : Fitri
Zuhriyah, S.Psi., M.Sc.
Keamanan pelayaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
keberhasilan kegiatan ekspor dan impor barang, keamanan pelayaran
merupakan faktor yang harus ada dalam kegiatan pelayaran niaga sehingga
dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan perekonomian suatu
negara. MV. Pan Daisy melakukan pelayaran dari Singapore menuju Sohar,
Oman dan akan memasuki daerah High Risk Area for Piracy. Company
planning diperlukan untuk panduan awak kapal dalam menghadapi keadaan
khusus seperti memasuki daerah rawan pembajakan. Company Anti-piracy
Guideline dibuat sebagai panduan mempersiapkan kapal pada saat akan
berlayar di daerah rawan pembajakan. Nakhoda sebagai pimpinan tertinggi di
atas kapal bertanggung jawab atas penerapan Company Anti-piracy Guideline
untuk menjaga keamanan kapal dan keselamatan crew.
Metode penelitian yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah
metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data
sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka,
dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa penerapan Company Anti-
piracy Guideline dapat meminimalisir risiko pembajakan ketika melewati
High Risk Area. Dalam sistem penerapannya, terdapat beberapa faktor
pendukung keberhasilan, yakni pengetahuan dan kesadaran crew, serta
perlengkapan penunjang keamanan kapal yang memadai. Keberhasilan dalam
upaya pencegahan piracy dilakukan untuk menghindari adanya korban jiwa
dan kerugian materiil. Maka kesesuaian penerapan Company Anti-piracy
Guideline harus selalu ditingkatkan
KERUSAKAN SEAL PADA POMPA TORQUE SLEWING CRANE IHI DI MV. UNITAMA LILY
ABSTRAKSI
Ramadhoni, Mohammad Yusuf. 2024.“Kerusakan Seal Pada Pompa Torque
Slewing Crane IHI di MV. Unitama Lily”, Program Studi Diploma IV,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman
Saleh, M.Pd. Pembimbing II: Drs. Suharto, M.T.
Dalam kegiatan proses bongkar muat diperlukan sebuah alat bantu untuk
mengangkat atau memindahkan muatan yang disebut dengan crane hidrolik. Untuk
memastikan bahwa mesin crane hidrolik bekerja dengan lancar dan tepat waktu
selama kegiatan bongkar muat, sebelum operasi, crane harus dilakukakn perawatan
secara optimal. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari praktik laut di MV
Unitama Lily, ada masalah dengan pompa torque slewing yang mengalami
kerusakan seal, yang menghambat fungsi swing kanan-kiri pada jeep crane. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui penyebab dan dampak terjadinya kerusakan seal
pompa torque slewing di MV. Unitama Lily, serta upaya untuk mengatasi hal
tersebut.
Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan
teknik analisis data Miles and Huberman. Penelitian ini menggunakan pengujian
keabsahan data triangulasi hasil dari observasi, wawancara dan studi pustaka.
Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab
kerusakan seal pompa torque slewing crane di MV. Unitama Lily disebabkan oleh
terdapat banyaknya gram pada system dan filter tidak sesuai. Dampak dari masalah
tersebut yaitu rusaknya beberapa komponen sistem dan borosnya penggunaan oli
hidrolik karena adanya kebocoran serta terhambatnya proses bongkar muat. Upaya
untuk mencegah terjadinya kerusakan seal pompa torque slewing dengan
melakukan flashing sistem di crane dan melakukan pemeliharaan rutin serta
mengganti filter crane sesuai running hours. Untuk itu diharapkan kru kapal yang
bertanggung jawab terhadap crane untuk melakukan permintaan spare part filter
crane sesuai spesifikasi dari manual book
ANALISIS PENURUNAN KERJA SCRUBBER TOWER PADA INERT GAS SYSTEM DI MT. PIS POLARIS
ABSTRAKSI
Fahlevy, Kevin Nevara. 2024. “Analisis Penurunan Kerja Scrubber Tower pada Inert Gas
System di MT. PIS Polaris”. Skripsi. Program Diploma IV, program studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka,
M.T. Pembimbing II: Ir. Fitri Kensiwi, M.Pd.
Inert Gas System (IGS) adalah peralatan yang digunakan terutama pada kapal tanker
dengan tujuan untuk mencegah ledakan dan kebakaran pada tangki kargo. Sistem ini berfungsi
dengan cara memasukkan gas inert, yaitu gas yang memiliki kadar oksigen rendah, ke dalam
ruang di atas kargo cair yang mudah terbakar. Terjadinya penurunan kerja scrubber tower
tentunya menghambat proses penanganan kargo pada kapal tanker. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor, dampak, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
penurunan kerja scrubber tower pada kapal tanker MT. PIS Polaris.
Penelitian ini menggunakan sistem penulisan deskriptif kualitatif yang dibantu dengan
metode pendekatan Fishbone Analysis untuk mengetahui faktor, dampak, dan upaya yang dapat
dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat secara teoritis dan praktis terkait
penurunan performa scrubber tower pada sistem inert gas di kapal MT. PIS Polaris. Penurunan
performa tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kru kapal akan prosedur
operasional dan perawatan, serta tingginya kandungan pasir pada air laut yang merusak
komponen seperti mechanical seal, sehingga menyebabkan kebocoran dan penurunan efisiensi
sistem. Efek-efek ini termasuk kerusakan gas inert, korosi pada komponen logam, dan
kontaminasi kargo, yang semuanya mengakibatkan peningkatan biaya pemeliharaan dan
jangka waktu yang lebih lama. Untuk menjaga kualitas operasional, perawatan rutin,
pemantauan operasi secara terperinci, dan kepatuhan yang ketat terhadap prosedur manual
sangat penting. Direkomendasikan agar pelatihan rutin dilakukan untuk kru kapal tentang
prosedur operasi dan pemeliharaan sistem gas inert, dengan tujuan untuk menjadwalkan
pemeliharaan rutin, termasuk inspeksi visual dan penggantian komponen yang aus seperti
mechanical seal dan IGS Cooling Sea Water Pump, di samping penerapan langkah-langkah
penanganan khusus untuk air laut berpasir, termasuk pemasangan filter tambahan dan
pemantauan terus menerus untuk mengurangi risiko kerusakan dan memastikan fungsi
scrubber tower yang optima
ANALISIS LAMANYA OPERASIONAL KAPAL TB MARINA 21 GUNA MENCAPAI TARGET WAKTU BERLAYAR
ABSTRAKSI
Hernanda, Arga Isyraq. 2024. “Analisis Lamanya Operasional Kapal TB Marina
21 Guna Mencapai Target Waktu Berlayar”. Skripsi. Program Diploma IV,
Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Yozar Firdaus Amrullah, S.S.,
M. Hum., Pembimbing II: Dr. Capt. Akhmad Ndori, S.ST, M.M, M.Mar.
Waktu berlayar adalah suatu hal yang penting dalam divisi
operasional untuk mencapai targetnya dalam kemajuan perusahaan. Dalam
pencapaian target operasional terkadang mengalami ketidaksesuaian.
Berdasarkan perhitungan performa TB Marina 21 didapati tidak tercapainya
waktu berlayar saat pelayaran dari Banjarmasin menuju Teluk Timbau. Hal
tersebut menyebabkan keterlambatan tiba di Teluk Timbau. Ketentuan
target waktu berlayar ialah 24 jam. Kemudian aktual yang terjadi waktu
berlayar 33 jam, sehingga keterlambatan waktu berlayar selama 9 jam. Oleh
karena itu diperlukannya tindakan untuk mengatasi masalah keterlambatan
TB Marina 21 dalam pelayaran dari Banjarmasin-Teluk Timbau untuk
menghindari kerugian yang berpengaruh pada pendapatan perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab
keterlambatan TB Marina 21, dampak dari penyebab keterlambatan TB
Marina 21 serta upaya yang dapat dilakukan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif, sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder.
Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode Root Cause Analysis
(RCA) 5 why. Pengujian keabsahan data menggunakan metode triangulasi
sumber dan teknik.
Penelitian ini menyatakan bahwa penyebab keterlambatan TB
Marina 21 dalam pelayaran dari Banjarmasin menuju Teluk Timbau yaitu
alur pelayaran yang sempit di segitiga marabahan dan letter S. Dampak yang
terjadi dari akibat keterlambatan TB Marina 21 adalah panjangnya antrian
di jembatan marabahan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi
keterlambatan pelayaran TB Marina 21 ialah memperluas alur pelayaran di
segitiga marabahan dan letter S agar pelayaran menjadi lancar dan tidak
adanya antrian di jembatan marabahan
ANALISIS PENGELOLAAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI PT BAHTERA ENERGI SAMUDRA TUAH DENGAN MENGGUNAKAN SYSTEM APPLICATION AND PRODUCT IN DATA PROCCESING (SAP)
ABSTRAKSI
Ardy, Cynthia Maghdalena. 2024. “Analisis Pengelolaan Administrasi
Perkantoran di PT Bahtera Energi Samudra Tuah dengan Menggunakan
System Application and Product in Data Proccesing (SAP)”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan
Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Yozar
Firdaus Amrullah, S.S., M.HuM., pembimbing II: Capt. Dian Kurniangsih
Sari, S.T., MM.
Administrasi perkantoran adalah aktivitas terpenting yang seharusnya
diperhatikan dalam penerapannya. Untuk menunjang kelancaran pengelolaan data,
PT Bahtera Energi Samudra Tuah menggunakan terobosan baru berupa aplikasi
bernama System Application in Product in Data Proccesing (SAP). Sebelum
menggunakan aplikasi tersebut perusahaan pelayaran ini memiliki kesulitan
mengolah dokumen. Hal inilah yang menyebabkan kegiatan administrasi
perkantoran di PT Bahtera Energi Samudra Tuah tidak optimal. Tujuan penelitian
ini guna memahami kendala administrasi perkantoran yang dialami oleh PT BEST
sebelum menggunakan SAP, menjelaskan SAP, serta mengetahui dampak
penggunaan SAP pada pengelolaan administrasi perkantoran.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data
kualitatif dengan cara melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,
dan menarik kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan dua cara
yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kendala utama administrasi
perkantoran yang dihadapi adalah lambatnya pengelolaan administrasi perkantoran
dan terjadinya kesalahan penulisan pada dokumen. PT BEST mulai menerapkan
SAP pada tahun 2019. Penggunaan SAP di PT BEST memiliki beberapa dampak
yaitu pengelolaan administrasi perkantoran menjadi lebih cepat dan optimal, dapat
dipantau secara realtime, serta meminimalisir terjadinya kesalahan akibat human
error