Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    UPAYA MEMINIMALISIR TERJADINYA KECELAKAAN KENDARAAN DI ATAS KAPAL KMP. KALIBODRI PADA LINTASAN PENYEBERANGAN KENDAL-KUMAI

    Get PDF
    ABSTRAKSI Giffari, Faizal Ardan. 2024. “UPAYA MEMINIMALISIR TERJADINYA KECELAKAAN KENDARAAN DI ATAS KMP. KALIBODRI PADA LINTASAN PENYEBERANGAN KENDAL-KUMAI”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Awel Suryadi, S.ST., M.Si., Pembimbing II: Dr. Darul Proyogo, M.PD Industri pelayaran sangat membantu dalam pengiriman barang baik ke luar negeri maupun di dalam negeri. Pengiriman dalam negeri sendiri tentunya menggunakan kapal penyeberangan, hal ini guna untuk membantu perpindahan barang yang berbeda pulau. Kapal penyeberangan juga harus diwajibkan adanya alat keamanan baik kendaraan maupun barang yang di angkut oleh kapal itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kendaraan di atas kapal pada saat pelayaran berlangsung. Data primer dari penelitian ini berasal dari hasil wawancara dan observasi saat penulis menjadi agent di KMP. kalibodri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif , metode ini untuk mengetahui kegiatan pelashingandan faktor penyebab masalah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dari observasi yang dilakukan di KMP. Kalibodri. Dalam pelaksanaa penelitian, narasumber yang terlibat adalah Captain, Chief Officer, Agent KMP. Kalibodri. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keamanan dan keselamatan kendaraan bermuatan sangatlah penting dalam kapal penyeberangan. Faktor utama penyebab kecelakaan kendaraan di atas kapal adalah kurangnya alat lashing. Pelashingan sangat berpengaruh dalam keamanan dan keselamatan kendaraan bermuatan. Dampak dari kurangnya alat pengikat (lashing) terhadap kegiatan bongkar muat di KMP. Kalibodri adalah terhambatnya proses bongkar dan muat di pelabuhan tujuan. Dampak lainnya adalah ganti rugi perusahaan pelayaran kepada pihak pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan perbaikan kendaraan yang mengalami kerusakan. Upaya penanganan yang dilakukan dalam keamanan dan keselamatan kapal KMP. Kalibodri yaitu, menggunakan alat pengikat (lashing) kendaraan bermuatan, melakukan koordinasi kepada capten dan perusahaan pelayaran untuk melakukan pengecekan pengikatan pada kendaraanbermuatan sebelum melakukan proses pelayaran. Dengan ini kejadian kecelakaan kendaraan di atas kapal KMP. Kalibodri tidak terjadi di kemudian hari dan proses bongkar muat dapat berjalan lancar dan lebih efisien

    PELAKSANAAN PEMUATAN CRUDE PALM OIL (CPO) DI PELINDO MULTI TERMINAL PTP NONPETIKEMAS BRANCH TANJUNG PRIOK

    Get PDF
    ABSTRAKSI Ralasqi, Royland Yudha, 2024. “Pelaksanaan Pemuatan Crude Palm Oil (CPO) di Pelindo Multi Terminal PTP Nonpetikemas Branch Tanjung Priok”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pemimbing I: Dr. Latifa Ika Sari, S.Psi.,M.Pd, Pembimbing II: Fitri Zuhriyah, S.Psi.,M.Sc. Proses pemuatan Crude Palm Oil (CPO) memerlukan penanganan khusus karena sifatnya yang mudah membeku disuhu yang rendah. Crude Palm Oil (CPO) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama sebagai komoditas ekspor nonmigas dan penyumbang devisa nonmigas bagi negara dan bahan dasar pembuatan bahan bakar minyak, sabun, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dalam pelaksanaan pemuatan Crude Palm Oil (CPO), mengidentifikasi hambatan dalam proses pemuatan Crude Palm Oil (CPO) di pelabuhan dan upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Peneliti mewawancarai Supervisor Lapangan Pelindo, Staff Operasional Pelindo, dan Staff Perusahaan Bongkar Muat, serta melakukan observasi saat proses pemuatan Crude Palm Oil (CPO) di Pelindo Multi Terminal PTP Nonpetikemas Branch Tanjung Priok. Selain itu, peneliti mengumpulkan data dokumentasi seperti Tally Sheet, Daily Report, Labour Time, Dokumen Check List, Statement of Fact, Time Sheet, dan data pemuatan lainnya yang relevan. Data tersebut kemudian di analisis secara kualitatif untuk menjawab masalah yang diteliti. Pada penelitian ini proses pemuatan dilakukan dengan menggunakan mesin pompa dari truk tangki menuju ke kapal, setelah dilaksanakan pemuatan maka dilakukan sounding muatan Crude Palm Oil (CPO). Terdapat beberapa hambatan dalam proses pemuatan Crude Palm Oil (CPO) di Pelindo Multi Terminal PTP Nonpetikemas Branch Tanjung Priok. Hambatan tersebut meliputi kondisi cuaca buruk yang menyebabkan suhu rendah, kerusakan pada mesin pompa dan peralatan akibat penggunaan terus-menerus, serta keterlambatan truk tangki karena jarak yang jauh dari pabrik asal ke pelabuhan. Untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, beberapa upaya yang dilakukan antara lain pemantauan kondisi cuaca sebelum kegiatan dimulai, mempercepat proses pemuatan dengan perintah langsung muat, melakukan pengecekan dan perawatan peralatan secara berkala, dan pengadaan truk tangki tambahan

    ANALISIS KERUSAKAN IMPELLER PADA EMERGENCY FIRE PUMP DI MV. HIJAU SAMUDRA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Pramudya, Pramudya H. K. NIT. 561911227275 T, 2024, “Analisis Kerusakan Impeller Pada Emergency Fire Pump Di MV. Hijau Samudra”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka S.T., M.T. Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, M.Pd. Pompa adalah sebuah alat mekanisme atau elektromekanis yang digunakan untuk memindahkan cairan atau gas dari satu tempat ke tempat lain dengan cara menciptakan tekanan yang lebih tinggi pada cairan tersebut. Pada umumnya fungsi pompa adalah untuk mengalirkan cairan atau fluida dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan energi kinektik yang dihasilkan oleh Impeller (roda) yang berputar didalam pompa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pemyebab, dampak dan upaya dari kerusakan impeller pada Emergency Fire Pump. Metode penelitian yang diterapkan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber data diperoleh melalui pengumpulan data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data yang melibatkan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode SHEL, dan keabsahan data diuji melalui metode triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab kerusakan Impeller pada Emergency Fire Pump di MV. Hijau Samudra adalah penyebab kerusakan Impeller termasuk bahan yang buruk, zat cair yang tercampur dengan kotoran padat, sistem perawatan rencana (PMS) yang tidak berjalan dengan baik. Dampak dari kerusakan Impeller pada Emergency Fire Pump, tekanan inlet dan outlet pompa turun, kehilangan daya atau tenaga listrik, dan penurunan kapasitas. Upaya untuk mencegah kerusakan Impeller pada Emergency Fire Pump, lakukan pemeliharaan pompa dan sistem pendukungnya dan kurangi kesalahan pekerja

    ANALISIS BONGKAR MUAT CRUDE PALM OIL FAME (FATTY ACID METHYL ESTER) PADA SAAT SHIP TO SHIP DI KAPAL MT. GEBANG

    Get PDF
    ABSTRAKSI Ruchmanah, Lilik Turichah , NIT. 572011117770 N, 2024, “ Analisis Bongkar Muat Crude Palm Oil Fame (Fatty Acid Methyl Ester) Pada Saat Ship To Ship Di Kapal MT. Gebang”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Wahju Wibowo, S.Sos., M.Psi., M.Mar. Pembimbing II: Fatimah, S.Pd., M.Pd. Pelaksanaan kegiatan bongkar muat pada ship to ship adalah tindakan kapal untuk memindahkan muatan dari satu kapal ke kapal lain di mana kedua kapal ditempatkan bersebelahan. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar kapal tersebut dapat beroperasi secara optimal tanpa harus kembali ke pelabuhan untuk memuat ulang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang harus dilakukan agar proses bongkar muat dapat berjalan dengan lancar di kapal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dikumpulkan melalui data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan narasumber yang terkait, dan dokumentasi, yang kemudian dilakukan analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Kesimpulan dari data yang sudah dianalisis, diolah dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa kendala yang sering terjadi pada saat bongkar muat di MT. Gebang adalah adanya faktor manusia yang mempengaruhi kinerja, komunikasi yang tidak efektif, dan kurangnya koordinasi antara kru kapal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan melakukan pelatihan dan briefing sebelum pelaksanaan bongkar muat, serta menjaga komunikasi yang baik antara seluruh kru yang terlibat agar bongkar muat dapat berjalan dengan aman dan efisien

    ANALISIS OLAH GERAK KAPAL MV SMARAGD PADA KONDISI CUACA EKSTREM DI PERAIRAN NORTH SEA

    Get PDF
    ABSTRAKSI ANDI SUGARA, 2024, 561911137134.N, “Analisis Olah Gerak Kapal MV Smaragd Pada Kondisi Cuaca Ekstrem Di Perairan North Sea”, Skripsi. Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Moh Zaenal Arifin, S.ST, M.M dan Pembimbing II : Sri Purwantini, SE.S,Pd, MM. Kondisi cuaca ekstrem merupakan salah satu penyebab umum kecelakaan kapal di perairan North Sea. Perairan North Sea sering mengalami gelombang tinggi, angin kencang bahkan terjadinya hurricane yang dapat membahayakan olah gerak kapal, kerusakan pada kapal serta muatan dan mengancam keselamatan kru kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian pada kapal MV Smaragd ketika berolah gerak pada kondisi cuaca ekstrem di perairan North Sea, untuk mengetahui persiapan kapal untuk berolah gerak pada kondisi cuaca esktrem, untuk mengetahui tindakan yang tepat dalam berolah gerak pada kondisi cuaca ekstrem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi pustaka. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian pada kapal MV Smaragd saat berolah gerak pada kondisi cuaca ekstrem, Nahkoda mengambil tindakan yang tepat dengan tujuan untuk mendeteksi cuaca ekstrem dan menghindari memasuki area Navigable Semi Circle. Persiapan kapal untuk berolah gerak dalam kondisi cuaca esktrem dengan melakukan briefing terhadap kru kapal sebelum memasuki area cuaca ekstrem. Tindakan yang diambil ketika berolah gerak dengan merubah haluan atau kecepatan atau kombinasi keduanya, kapal harus dikemudikan secara manual agar tetap berada di jalur, melakukan pemeriksaan weather forecast sesering mungkin dan melakukan ballasting / deballasting untuk memperbaiki kinerja kapal

    IMPLEMENTASI INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW (INSW) OLEH PT SAMUDERA ENERGI TANGGUH CABANG BANTEN DALAM PROSES PENGURUSAN DOKUMEN KAPAL MT SINAR MOROTAI

    Get PDF
    ABSTRAK Aji, Amin Kuncoro 2024, NIT: 572011317494 K, “Implementasi Indonesia National Single Window (INSW) Oleh PT Samudera Energi Tangguh Cabang Banten Dalam Proses Pengurusan Dokumen Kapal MT Sinar Morotai”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Retno Hariyanti, S.Pd., M.M. Pembimbing II: Capt. Suherman., M.Si., M.Mar. Perkembangan teknologi yang pesat berdampak positif dalam pengembangan sistem informasi pada kegiatan pelayanan jasa kapal di pelabuhan. Untuk menunjang kegiatan ekspor dan impor serta kelancaran kegiatan keluar masuk kapal dalam upaya meningkatkan daya saing perdagangan internasional, pemerintah Indonesia meningkatkan pelayanan dalam proses pengurusan dokumen menggunakan sistem Indonesia National Single Window (INSW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi manfaat penggunaan INSW, faktor yang menyebabkan kendala dalam penggunaan sistem INSW, serta upaya dalam meningkatkan proses pengurusan dokumen kapal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Dalam penelitian ini, data divalidasi melalui triangulasi sumber. Kemudian, data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat penggunaan sistem INSW dalam pengurusan dokumen kapal antara lain mempersingkat waktu pengurusan dokumen. Sistem INSW lebih efisien akibat terintegrasi dengan sistem Inaportnet serta mempermudah penerbitan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP) dan Inward Manifest. Faktor kendala dalam penggunaan sistem INSW yaitu jaringan internet, sarana prasarana penunjang proses pengurusan dokumen kapal serta kurangnya pemahaman karyawan terhadap pengoperasian sistem INSW. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan penggunaan sistem INSW dalam proses pengurusan dokumen kapal antara lain penambahan daya internet, efisiensi dan efektifitas pembuatan sarana transportasi kendaraan, optimalisasi pengecekan sarana prasarana kantor, dan pemberian sosialisasi pada karyawan tentang penggunaan sistem INSW dalam proses pengurusan dokumen kapal

    ANALISIS KEBUTUHAN RUANG MUAT KENDARAAN KM. EGON RUTE LEMBAR – WAINGAPU

    Get PDF
    ABSTRAKSI Adrianti, Fitri. 2024,NIT. 572011327523 K, 2024, “Analisis Kebutuhan Ruang Muat Kendaraan Pada KM. Egon Rute Lembar-Waingapu”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing 1: Dr. Nur Rohmah, SE., M.M Pembimbing II: Fatimah., S.Pd., KM. Egon merupakan salah satu kapal Ro-Ro yang melayani rute Lembar Waingapu. Terdapat banyak komplain yang dilayangkan kepada PT. Pelayaran Nasional Terminal Poin Ampenan dikarenakan ruang muat yang terbatas. Hal ini menyebabkan banyak muatan kendaraan tidak dapat diangkut semua dan harus menunggu rute KM. Egon selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kapasitas ruang muat kendaraan yang dapat ditapung, untuk mengetahui rata-rata kebutuhan ruang muat kendaraan di KM. Egon rute Lembar-Waingapu dan untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan PT. Pelayaran Nasional Indonesia TP. Ampenan agar kebutuhan ruang muat kendaraan dapat terpenuhi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif. Kapasitas ruang muat kendaraan KM. Egon rute Lembar-Waingapu sesuai dengan ship particular yaitu sebanyak 215 muatan dengan klasifikasi untuk alat berat sebesar 75 ton, mobil truk dengan isi 125 ton dan maksimal 38 unit, 50 unit kendaraan kecil dan 38 unit sepeda motor sedangkan rata-rata kebutuhan ruang muat kendaraan dengan rute Lembar-Waingapu sekitar 194-250 muatan setiap rutenya upaya yang dilakukan oleh PT. Pelayaran Nasional Indonesia TP. Ampenan dengan memberikan pilihan untuk menunggu rute kapal selanjutnya dan memberikan pilihan kedua yaitu menggunakan kapal lain yang memiliki rute yang sama dengan KM. Egon di hari yang sama

    KETERLAMBATAN PERIZINAN KEGIATAN PEKERJAAN BAWAH AIR DI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN OLEH PT OPTIC MARINE INDONESIA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Putri, Riska Anisya, NIT. 572011337561 K, 2024, “Keterlambatan Perizinan Kegiatan Pekerjaan Bawah Air Di Kementerian Perhubungan Oleh Pt Optic Marine Indonesia”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Kristin Anita Indriyani, S.ST., MM, Pembimbing II: Purwantono, S.Psi, M.Pd. Peraturan tentang Pekerjaan Bawah Air mempermudah proses pengurusan perizinan usaha yang harapannya dapat memberikan kepada pelaku usaha sarana untuk mempermudah proses perizinan sehingga menjadi cepat dan praktis. Saat ini pemerintah belum menciptakan sistem pendaftaran perizinan berbasis elektronik yang disebut dengan Online Single Submission (OSS) sehingga PT Optic Marine Indonesia masih mengurus perizinan di Kementerian Perhubungan dengan sistem door to door, yaitu menyerahkan dokumen permohonan secara hardfile. Hal ini memperlambat proses perizinan pekerjaan bawah air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis terlambatnya proses perizinan pekerjaan bawah air dan untuk mengetahui cara mengatasi keterlambatan proses perizinan pekerjaan bawah air di Kementerian Perhubungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Penyebab terlambatnya proses perizinan pekerjaan bawah air di Kementerian Perhubungan oleh PT Optic Marine Indonesia adalah belum adanya sistem pendaftaran perizinan berbasis elektronik yang disebut dengan Online Single Submission (OSS), beberapa instansi yang belum memiliki Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau sistem online, kurangnya komunikasi antara PT Optic Marine Indonesia dengan Kementerian Perhubungan. Cara mengatasi keterlambatan proses perizinan pekerjaan bawah air adalah memastikan PT Optic Marine Indonesia memiliki rekapitulasi, mengadakan pertemuan/ meeting dengan Kementerian Perhubungan, memonitoring langsung di lapangan terkait proses perilisan dokumen rekomendasi

    OPTIMALISASI SISTEM OLAH GERAK KAPAL SPB LAMPAN SAAT MELEWATI ALUR PELAYARAN SEMPIT SUNGAI BARITO

    No full text
    Abstraksi - Ketika kapal menuju ke pelabuhan muat Kelanis, kapal berolah gerak melewati alur pelayaran sungai Barito yang merupakan alur pelayaran sempit. Dikarenakan memasuki alur pelayaran sempit maka kapal SPB LAMPAN dilengkapi Bow Thruster yang dapat membantu Navigator berolah gerak pada saat sandar dan tolak, mengemudikan kapal pada saat berada di tikungan tajam sungai dan sebagai antisipasi jika terjadi keadaan darurat pada saat kapal berlayar di alur pelayaran sungai Barito. Metode penelitian pada skripsi ini adalah deskriptif kualitatif, dianalisis dengan USG (Urgency, Seriusness, Growth) untuk menentukan masalah yang menjadi prioritas utama yang menjadi prioritas utama. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga didapatkan Teknik keabsahan data. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab utama kurang optimalnya sistem olah gerak kapal saat melewati alur Sungai barito, dan upaya yang dilakukan jika terjadi kesulitan dalam pengendalian sistem olah gerak. Peneliti menyimpulkan Upaya -upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pengarahan atau familiarisasi dari nakhoda mengenai karakteristik alur , system olah gerak kapal , system alat navigasi radar , mengatur ballast saat masuk alur Sungai , menerapkan P2TL aturan 9 saat berolah gerak di alur pelayaran sempit Sungai Barito

    ANALISIS PENANGANAN BONGKAR MUAT MUATAN GANDUM PADA KAPAL MV SE CARDI DI PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP.

    Get PDF
    ABSTRAKSI Salsabila, Sandrina 2024, NIT: 572011337562 K, “Analisis Penanganan Bongkar Muat Muatan Gandum Pada Kapal Mv Se Cardi di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Yozar Firdaus Amrullah, S.S., M.Hum. Pembimbing II: Dr. Capt. Ilham Ashari., S.Si. T ., M.M., M. Mar. Penanganan bongkar muat gandum di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap mengalami inefisiensi yang signifikan. Faktor penyebab inefisiensi ini meliputi faktor alam, TKBM yang inefisiensi, serta peralatan bongkar muat yang kurang terawat. Akibatnya, terjadi peningkatan waktu tunggu kapal,dan biaya operasional yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini menganalisis proses bongkar muat gandum di kapal MV Se Cardi di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi operasional serta mengevaluasi dampak dan upaya penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi faktor, dampak, dan upaya penanganan bongkar muat muatan gandum pada kapal MV Se Cardi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi proses bongkar muat gandum meliputi faktor alam, manusia, dan teknis peralatan. Dampak dari kurangnya efisiensi dalam proses ini dapat menyebabkan keterlambatan bongkar muat, kerugian operasional kapal, biaya tambatan, dan peningkatan biaya operasional. Upaya yang dilakukan untuk memperlancar proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Intan meliputi estimasi waktu yang tepat, pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemeliharaan dan peningkatan teknologi peralatan bongkar muat

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇