Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
Analisis Performa Intercooler Mesin Induk yang Menurun di MV. Teluk Berau
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan performa intercooler mesin induk di MV. Teluk Berau dengan
menggunakan metode kualitatif. Metode fault tree analysis (FTA) digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan
penyebab utama dari penurunan kinerja intercooler terhadap performa mesin induk. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penurunan kinerja intercooler di MV. Teluk Berau disebabkan oleh berbagai faktor utama. Terdapat kotoran
pada kisi-kisi intercooler yang disebabkan oleh penumpukan kotoran dari udara bilas yang dihasilkan oleh
turbocharger, sehingga aliran udara terhambat dan mengurangi suplai udara ke ruang silinder. Selain itu, pipa-pipa air
laut intercooler mengalami penyumbatan karena akumulasi lumpur dan binatang laut yang mengurangi kapasitas
pendinginan. Sudu-sudu kompresor juga kotor, mengganggu aliran udara masuk ke intercooler dan mengakibatkan
penumpukan kotoran yang tersedot ke dalam intercooler. Filter udara pada turbocharger yang kotor menyebabkan
udara yang masuk ke ruang pembilasan sangat kotor, mengganggu proses pembakaran dalam silinder dan
mempengaruhi kinerja mesin induk. Kurangnya perawatan rutin pada intercooler juga menjadi faktor signifikan yang
menghambat kinerja optimalnya. Dengan menggunakan metode USG, prioritas utama masalah yang harus segera
diatasi adalah penyumbatan pada pipa-pipa air laut intercooler, yang memiliki dampak signifikan terhadap penurunan
performa mesin induk. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemeliharaan dan pembersihan rutin pada kisi-kisi
intercooler, pipa-pipa pendingin, filter sea chest, serta ruang udara bilas sesuai dengan manual book dan planned
maintenance system untuk memastikan intercooler berfungsi optimal dan mendukung kinerja mesin induk secara
keseluruhan
ANALISIS KERUSAKAN FUEL OIL (FO) BOOSTER PUMP TERHADAP KINERJA MESIN INDUK DI KAPAL MV. RED RESOURCE
ABSTRAKSI
Arafat, Faisal Ariel. 2024, NIT: 561911237352 T. “Analisis Kerusakan Fuel Oil
(FO) Booster Pump terhadap Kinerja Mesin Induk di Kapal MV Red
Resource”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H Didik Dwi
Suharso,S.Si.T., M.Pd.., pembimbing II: Wahju Wibowo., S. Sos., M. Psi.,
M. Mar
Fuel Oil (FO) Booster Pump merupakan komponen vital dalam
operasi mesin induk. Mesin induk merupakan jenis mesin yang mengandalkan
sistem pembakaran sebagai sumber utama tenaganya Mesin tersebut beroperasi
secara optimal ketika Fo booster pump berfungsi dengan baik. Tujuan penelitian
skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan
pada FO booster pump mesin induk, untuk mengetahui cara mengoptimalkan
kinerja dari mesin induk MV Red Resource serta untuk mengetahui upaya
perbaikan FO booster pump untuk menjaga kerja mesin induk.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik
pengolahan data fishbone diagram untuk menggambarkan dan menjelaskan objek
yang diteliti. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, dan
wawancara, fishbone diagram adalah sebuah teknik pengolahan data yang
digunakan untuk meningkatkan kualitas. Diagram ini menunjukan hubungan antara
sebab dan akibat dari suatu permasalahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan FO booster pump pada mesin
induk disebabkan oleh kerusakan mechanic seal dan ketidaksesuaian pengukuran
packing, yang seharusnya memiliki ketebalan 1 mm tetapi digunakan 3 mm,
mengakibatkan kebocoran. Kerusakan ini mempengaruhi sistem bahan bakar pada
mesin induk dengan mengurangi suplai bahan bakar, menyebabkan tekanan gas
buang tidak sama rata, yaitu 260 bar pada cylinder 1, 300 bar pada cylinder 3, 310
bar pada cylinder 2, 315 bar pada cylinder 4, 320 bar pada cylinder 5, dan 325 bar
pada cylinder 6, yang seharusnya bertekanan 400 bar, serta mengakibatkan
penurunan RPM dari 450 menjadi 350 RPM dan penurunan performa mesin induk.
Upaya perbaikan meliputi perawatan rutin yang sistematis, penggantian mechanic
seal sesuai spesifikasi pompa, serta penggantian packing dengan ketebalan yang
tepat, yaitu 1 mm, dan melakukan perawatan rutin pada komponen lainnya setiap
dua minggu sekali agar FO booster pump dapat berjalan dengan optimal
ANALISIS PENGGUNAAN CHEMICAL WSR-SW KETIKA OVERHAUL CONDENSOR DAN EVAPORATOR FRESH WATER GENERATOR DI MV. GLOVIS DIAMOND
ABSTRAK
Laurencius Penta Kustiawan, 2024, NIT: 561911237356 T, “Analisis
Penggunaan Chemical WSR-SW ketika Overhaul Condensor dan
Evaporator Fresh Water Generator di MV. GLOVIS DIAMOND”, skripsi
Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T,
Pembimbing II: Ir.Fitri Kensiwi. M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan chemical
WSR-SW saat overhaul fresh water generator (FWG) di kapal MV. Glovis
Diamond, sebuah kapal curah milik Hyundai Glovis Co.,Ltd yang berbendera
Korea Selatan. Penelitian dilakukan pada kapal yang memiliki kapasitas muatan
curah sekitar 80.000 MT, dengan generator air tawar berkapasitas 20 ton per hari.
Masalah utama yang dibahas adalah penurunan produksi air tawar dari FWG, yang
ditemukan saat pelayaran dari Korea Selatan ke Indonesia pada November 2022.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fishbone
Analysis (Diagram Tulang Ikan), yang mencakup faktor-faktor mesin, material,
metode, dan manusia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan studi pustaka lalu dianalisis menggunakan diagram tulang ikan
untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan yang terjadi.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penurunan produksi FWG
disebabkan oleh kerak pada evaporator akibat perubahan suhu air laut dan
kurangnya perawatan rutin. Chemical WSR-SW, yang merupakan campuran asam
organik, surfaktan, dan penghambat korosi, digunakan untuk membersihkan kerak
ini. Penggunaan chemical WSR-SW terbukti efektif dalam menghilangkan kerak
dan meningkatkan produksi air tawar kembali. Penelitian ini menemukan bahwa
overhaul dengan WSR-SW harus mengikuti prosedur tertentu untuk memastikan
pembersihan yang optimal dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada FWG.
Temuan ini memperkuat pentingnya perawatan berkala dan penggunaan chemical
yang tepat untuk menjaga kinerja optimal fresh water generator di kapal
Penurunan Kinerja Sistem Hidrolik Terhadap Hatch Cover Guna Kelancaran Saat Pengoperasian Di MV. Glovis Desire
Abstraksi – Sistem hidrolik adalah sistem tekanan
dengan menggunakan cairan berupa minyak atau oli. Dalam
sistem hidrolik fluida berperan sebagai pemancar gaya. Daya
maksimum yang keluar dari silinder bergantung pada
tekanan oli dan tuas penampang piston. Pada tekanan normal
hidrolik untuk mengangkat hatch cover tekanan hidrolik yang
dibutuhkan sebesar 250 bar. Namun kenyataanya tuas
penampang piston tidak mampu mengangkat hatch cover
karena tekanan pada saat itu sebesar 150 bar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
penyebab dan mencari solusi turunnya kinerja sistem hidrolik.
Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu
dengan memaparkan serta menggambarkan objek yang akan
diteliti dan teknik analisis data menggunakan metode RCA
(Root Cause Analysis).
Dari hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan
bahwa penyebab penurunan kinerja sistem hidrolik terhadap
hatch cover adalah tanki hidrolik bocor, pipa hidrolik bocor.
Upaya untuk mengatasinya dengan cara mengelas tanki yang
bocor dan mengganti pipa yang baru
IDENTIFIKASI TERJADINYA INSIDEN TUBRUKAN ANTAR TONGKANG TERANG 3003 DAN TONGKANG FINACIA 103 PADA SAAT PROSES KEGIATAN TOWING DI TANJUNG REDEB, KALIMANTAN TIMUR
Studi Dampak Kerusakan Pondasi Fan Blower Terhadap Kinerja AHU (Air Handling Unit) di Kapal LPG/C Gas Patra 2
Abstrak- Air Handling Unit System atau AHU
merupakan komponen yang berfungsi sebagai ventilasi udara
dan berfungsi lebih lanjut untuk menjaga suhu ruangan di
kapal tetap stabil dan tidak terlalu terpengaruh oleh suhu di
luar kapal atau suhu musim tertentu. Maka dari itulah
perawatan pada Air Handling Unit perlu dilaksanakn dengan
baik untuk menunjang kelancaran kinerja pada system Air
Handling Unit.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dengan Teknik analisa SHEL sebagai metode untuk
menentukan penyebab dan upaya untuk menanggulanginya.
Penelitian ini menggunakan rumusan masalah yaitu apa
faktor penyebab, bagaimana dampak dari faktor penyebab,
bagaimana upaya untuk memperbaiki.
Faktor penyebab kerusakan pondasi fan blower di
kapal LPG/C Gas Patra 2 yaitu perawatan tidak sesuai, usia
pondasi fan blower, cuaca, kelembaban, getaran dan
padatnya pekerjaan dikamar mesin. Sedangkan dampak
yang dapat disebabkan dari kerusakan pondasi fan blower
yaitu menurunya kinerja sistem AHU, fan blower pecah,
bearing pecah, kerusakan shaft fan blower, kerusakan v-belt,
lingkungan disekitar kapal menjadi panas dan mengganggu
kenyamanan awak kapal. Upaya untuk menangani kerusakan
tersebut yaitu perawatan sesuai PMS, penggantian spare part,
menjaga kebersihan ruang AHU, pemasangan AC portable,
pemasangan kipas angin dan membuka pintu ruangan
akomodasi
KERUSAKAN PISTON CYLINDER NO. 3 PADA MAIN ENGINE NO. 2 DAN PENANGANANYA DI MV. IBRAHIM ZAHIER
ABSTRAKSI
Ramadhani, Satria Lucky, NIT. 561911227293 T, 2024, “Kerusakan Piston Cylinder No.3 Pada Main Engine No.2 Dan Penangananya Di MV. Ibrahim Zahier”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Darul Prayogo, M. Pd Pembimbing II: Kresno Yuntoro, S,ST, M. M.
Kapal adalah instrumen vital dalam pengembangan ekonomi negara-negara kepulauan sebagai alat transportasi laut yang sangat signifikan. Penggunaan kapal merupakan opsi transportasi yang sangat efisien. Saat ini, dalam industri maritim, perusahaan pelayaran bersaing untuk menyediakan layanan angkutan laut terbaik, dengan fokus utama pada pelayanan yang memuaskan konsumen, termasuk keakuratan waktu, keamanan, dan keselamatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada piston crown, dampak yang dihasilkan dari kerusakan piston crown, serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi kerusakan piston crown pada mesin induk. Dasar dari tujuan perawatan bagian mesin induk di kapal adalah untuk memastikan kelancaran sistem kerja mesin utama, sehingga operasional kapal dapat berjalan dengan keselarasan dan kelancaran yang optimal. Salah satu komponen penting dari mesin induk adalah piston crown.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah Metode kualitatif adalah pendekatan yang menitikberatkan pada pengamatan yang menyeluruh. Sumber data penelitian didapatkan dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui hasil observasi, pengumpulan dan pelaksanaan wawancara secara langsung dengan pihak yang terkait.
Dampak dari kerusakan piston crown ini adalah kebocoran kompresi pada mesin utama. Upaya yang diperlukan termasuk pemeriksaan serta perbaikan pada piston crown, dilakukan sesuai dengan standar perawatan dan perbaikan yang tercantum dalam manual book, guna memastikan mesin utama dapat kembali beroperasi secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa retak pada bagian atas piston (piston crown) adalah penyebab utama kerusakan pada mesin utama
Patahnya Ring Piston Pada Air Compressor No.2 Yang Mengakibatkan Terganggunya Proses Pengisian Angin Pada Air Reservoir di MV. Oriental Jade
Abstrak - Kompresor udara adalah perangkat atau
mesin yang berfungsi untuk menghasilkan angin atau udara.
Proses ini disebut kompresi, di mana udara dihisap,
dikompres, dan dikeluarkan dengan tekanan yang lebih
tinggi. Sehubungan dengan fungsi udara bertekanan sangat
penting di atas kapal, maka kompresor udara tentunya harus
mendapatkan perhatian khusus di dalam melaksanakan
perawatan dibanding permesinan bantu yang lainnya.
Pertimbangan di atas, peneliti melakukan penelitian untuk
mengetahui penyebab patahnya ring piston pada air
compressor guna memberi pengetahuan mengenai
kurangnya pelumasan serta kualitas material yang buruk
dapat menyebabkan patahnya ring piston.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik
yang digunakan pada penelitian observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data
menggunakan metode SHEL. Uji keabsahan penelitian ini
menggunakan kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas
dan konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab patahnya
ring piston pada air compressor adalah kurangnya pelumasan
pada piston serta kurangnya pemeliharaan ring piston dapat
menyebabkan patahnya ring piston pada air compressor,
kualitas material ring piston dapat mempengaruhi performa
dan daya tahan ring piston serta penyebab patahnya ring
piston meliputi kotoran, kerak, usia sparepart, dan kotornya
filter udara. Upaya untuk mencegah patahnya ring piston
dapat menggunakan oli yang benar. Menggunakan oli mesin
yang tepat dapat membantu mencegah ring piston pecah
dengan melakukan pelumasan dengan benar dan mencegah
keausan yang berlebihan, untuk mengurangi dampak yang
ditimbulkan akibat patahnya ring piston maka masinis jaga
dan oiler mengecek keadaan mesin kompresor yang sedang
beroperasi, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Pemeriksaan rutin dilakukan terhadap komponen mesin
terhadap kerusakan dan perawatan rutin seperti
pemantauan tekanan kompresi serta penggunaan oli dengan
benar dilakukan secara berkala guna menghindari kejadian
dan resiko yang tidak diinginkan. Hal ini dapat membantu
dalam mengambil tindakan preventif sebelum terjadi
kerusakan yang lebih serius
RANCANG BANGUN BERBASIS MIKROKONTROLER PADA WINDLASS SERTA PEMELIHARAAN PREVENTIF UNTUK MENGHINDARI BREAKDOWN DI MV. MERATUS PANGKAL PINANG
ABSTRAKSI
Mukti, Rizal Wahyu 2024 ” Rancang Bangun Berbasis Mikrokontroler Pada
Windlass Serta Pemeliharaan Preventif Untuk Menghindari Breakdown di
MV. Meratus Pangkal Pinang” Skripsi. Program Diploma IV, Program
Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H.
Amad Narto, M.Pd, M.Mar.E Pembimbing II: Pritha Kurniasih, M.Sc.
Rancang bangun berbasis mikrokontroler pada windlass adalah
perangkat di kapal yang bertugas mengangkat atau menurunkan jangkar
serta mengikat tali saat sandar. Ditenagai listrik, hidrolik, atau uap,
komponen windlass meliputi electric motor, wildcat, clutch, hand break,
gear, gypsies, dan drum rope. Pengoperasian manual umum, tetapi
kerusakan karena kurang perawatan memicu inovasi rancang bangun baru.
Tujuan pembuatan alat peraga adalah menemukan inovasi baru tentang
pengoperasian windlass dengan jarak jauh, tidak memerlukan orang
banyak dan media pembelajaran.
Metode penelitian dan pengembangan, menggunakan Research
and Development, menghasilkan electric windlass dengan mikrokontroler
ESP32 untuk pengoperasian jarak jauh melalui Bluetooth dan Wi-Fi. Data
dikumpulkan melalui observasi dan kepustakaan, dianalisis untuk
perancangan produk yang aman dan efisien.
Rancang bangun windlass dirancang sebagai alat pembelajaran,
tahap persiapan dan pemrograman melibatkan perancangan mekanik dan
sistem elektronik. Hasil pengujian tahap I dan II mengalami perbaikan dan
revisi. Prinsip kerjanya terdiri dari metode bluetooth dan manual.
Pengukuran tegangan komponen elektronik dilakukan dengan multimeter,
untuk
memudahkan pemantauan. Rekomendasi rancang bangun
selanjutnya termasuk integrasi berkelanjutan, pelatihan komprehensif,
penelitian lebih lanjut untuk perbaikan, kerjasama dengan industri, dan
panduan perawatan guna memastikan kehandalan
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGURUSAN SURAT KETERANGAN MASA LAYAR DI KSOP KELAS I TANJUNG EMAS
ABSTRAK
Taufikurrahman, Moh. Rafli. 2024. “Rancang Bangun Aplikasi Pengurusan
Surat Keterangan Masa Layar Di KSOP Kelas I Tanjung Emas”. Laporan
Proyek. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut
dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.
Nur Rohmah, SE., M.M., Pembimbing II: Dr. Iskandar, S.H., M.T.
Proses pengurusan Surat Keterangan Masa Layar di Kantor
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas masih
dilakukan secara manual sehingga rentan terjadi pungutan liar dan masih
menggunakan dokumen-dokumen berupa kertas. Oleh karena itu diperlukan
sebuah aplikasi agar pelayanan dapat lebih cepat, mudah, efektif, dan efisien, serta
meminimalisir terjadinya pungutan liar. Tujuan penelitian ini adalah untuk
memaparkan langkah-langkah membuat desain aplikasi SIMALA di KSOP Kelas
I Tanjung Emas, dan untuk mengetahui tingkat efektivitas aplikasi SIMALA di
KSOP Kelas I Tanjung Emas.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, dengan
langkah-langkah Planning, Production, and Evaluation (PPE). Tingkat efektivitas
aplikasi SIMALA di KSOP Kelas I Tanjung Emas diukur dengan menggunakan
nilai N-gain.
Langkah-langkah membuat desain aplikasi SIMALA di KSOP Kelas I
Tanjung Emas dimulai dari perencanaan yang terdiri dari persiapan alat dan
bahan, perancangan konsep permodelan sistem aplikasi SIMALA, perancangan
database, rancangan struktur tabel database, dan perancangan interface. Langkah
kedua adalah produksi yang terdiri dari implementasi program dan implementasi
interface. Langkah terakhir adalah evaluasi yang terdiri dari black box testing,
perbaikan tahap I, pengujian tahap II dan perbaikan tahap II. Tingkat efektivitas
aplikasi SIMALA di KSOP Kelas I Tanjung Emas termasuk dalam kategori
tinggi, dilihat dari nilai N-gain sebesar 0,764