Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PENGARUH LAMBATNYA PROSES BUKA HATCH COVER TYPE FOLDING TERHADAP BONGKAR MUAT PADA KAPAL MV DK 02
ABSTRAK
Triantoro, Muhammad Taufik, NIT. 572011117749 N, 2024, “Pengaruh
Lambatnya Proses Buka Hatch Cover Type Folding Terhadap bongkar
muat MV. DK 02”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Capt. Ilham
Ashari., S.Si. T., M.M., M. Mar Pembimbing II : Pranyoto., S.Pi., M.AP.
Pada saat kapal MV. DK 02 akan melaksanakan proses muat di Balikpapan
Terminal Coal hatch cover pada nomor 4 sulit untuk dibuka. setelah melakukan
perbaikan dan menyebabkan penundaan muat pada palka tersebut, Sehingga
dilakukan membuka hatch cover secara manual supaya proses muat tidak tertunda
lebih lama.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pola
deskriptif. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Pada observasi, penulis berfokus terhadap faktor penyebab
terjadinya hatch cover lambat saat dibuka. Kemudian ditinjau dengan wawancara
terhadap narasumber yang bertanggung jawab hal tersebut. Dokumentasi
digunakan untuk barang bukti penulis dan alat bantu untuk menjawab pernyataan
yang di tulis oleh peneliti.
Faktor teknis meliputi dari sumber daya manusia pada kapal yang merujuk
pada peran dan elemen manusia yang terlibat di atas kapal atau yang bertanggung
jawab pada proses controlling servicing and evaluating dalam penggunaan hatch
cover. Faktor mekanis dalam penyebab terkendalanya meliputi komponen
pendukung kapal yaitu kondisi peralatan pada kapal yang menjadi kendala
permasalahan dalam penelitian dan dari pihak Perusahaan apabila terjadi kendala.
Upaya yang dilakukan dengan melakukan pengecekan oil hydraulic secara berkala
dan melakukan pembersihan filter pompa hatch cover. Serta mengganti o’ring
control valve yang sudah rusak serta mengganti mengganti coupling penghubung
pompa dengan elektronik motor supaya pompa dapat bekerja secara maksimal
Penanganan Tumpahan Batu Bara Pada Kegiatan Transhipment di PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati Kalimantan Selatan
Abstrak - Tumpahan batu bara pada kegaitan bongkar
muat merupakan salah satu insiden yang mencemarkan laut
pada kegiatan Ship To Ship (STS). PT Cipta Krida Bahari
Cabang Bunati Kalimantan Selatan mengalami insiden
tersebut ketika pelaksanaan bongkar muat batu bara pada
kegiatan transhipment. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan
tumpahan batu bara pada proses kegiatan transhipment di
PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati, Kalimantan Selatan
dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan PT. Cipta
Krida Bahari Cabang Bunati, Kalimantan Selatan dalam
menangani tumpahan batu bara pada kegiatan transhipment.
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
dilakukan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Informan utama penelitian ini adalah Bapak Henson
Purnomo selaku Penanggung Jawab Oerasional dan
informan pendukung penelitian ini adalah Bapak Dilah
selaku foreman. Penelitian ini melakukan teknik analisis data
dengan reduksi data, penyajian data dan menarik
kesimpulan.
Faktor yang dapat menyebabkan tumpahan batu bara
pada kegiatan transhipment di PT. Cipta Krida Bahari
Cabang Bunati Kalimantan Selatan meliputi faktor alat,
faktor manusia dan faktor cuaca. Upaya yang dilakukan
oleh PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati Kalimantan
Selatan dalam menangani tumpahan batu bara pada
kegiatan transhipment meliputi perawatan grab secara
teratur, pengawasan yang ketat selama proses pemuatan batu
bara menggunakan floating crane, mengingatkan operator
crane untuk berhati-hati saat angin bertiup kencang agar
muatan tidak tercecer, dan melaksanakan pertemuan
keselamatan (safety meeting) sebelum memulai proses
pemuatan dan perlunnya training untuk meningkatkan
pengetahuan dan prosedur pada saat kegiatan bongkar muat
MENGOPTIMALKAN PERAWATAN MAIN ENGINE ACCUMULATOR PADA MESIN INDUK MAN B&W 6S60ME DI KAPAL MV ULTRA LYNX
ABSTRAKSI
BUDI, YOGI PRASTIO, 2024. NIT : 561911227305 T, “Mengoptimalkan
Perawatan Main Engine Accumulator Pada Mesin Induk Man B&W 6S60
ME Di Kapal MV Ultra Lynx". Teknika Department Program, Diploma IV
Program, Semarang Merchant Marine Polytechnic, Supervisor I: Dr.Dwi
Prasetyo,.S.Sit,. M.M ,. M.Mar.E Dan Lecture II: CaPT Anugrah Nur
Prasetyo., M.Si
Main Engine Accumulator merupakan teknologi modern dalam sistem
mesin induk di kapal yang sesuai dengan aturan International Maritime
Organization (IMO). Saat penulis praktek di kapal MV Ultra Lynx, masinis yang
ada kurang memahami cara merawat main engine accumulator karena pada
dasarnya main engine accumulator adalah komponen modern dan mempunyai jenis
dan tipe yang berbeda. MV Ultra Lynx kapal milik perusahaan SMTECH SMC
merupakan kapal yang termasuk baru dan mempunyai system terbaru, maka dari itu
main engine accumulator di pergunakan di kapal ini.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana data yang
didapatkan dari kapal MV Ultra Lynx melalui observasi di atas kapal, wawancara,
dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Kepala Kmar Mesin, masinis I,
masinis II dan masinis III sebagai informan terkait perawatan main engine
accumulator. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sebagai uji keabsahan
data.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan dan diuraikan secara
detail oleh peneliti yang berkaitan dengan perawatan main engine accumulator di
kapal MV Ultra Lynx, maka dapat disimpulkan bahwa perawatan main engine
accumulator meningkatkan kinerja, lebih efisien, dan praktis. Selain itu, SOP yang
diberikan perusahaan terkait perawatan main engine accumulator belum
dilaksanakan dengan baik
ANALISIS PENTINGNYA EDUKASI PROSEDUR MEMASUKI PUMP ROOM UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN KERJA PADA KRU KAPAL DI MT. B SUN
ABSTRAK
Anggara, I Kadek C. 2024. “Analisis Pentingnya Edukasi Prosedur Memasuki Pump
Room Untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja Pada Kru Kapal Di MT. B SUN”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Moh. Zaenal Arifin., S.Si.T., M.M., M.Mar.,
Pembimbing II: Indah Nurhidayati., M.Si.
Enclosed space adalah ruangan yang minim ventilasi dan tidak dapat digunakn
bekerja terus menerus sehingga memerlukan ijin khusus jika ingin memasukinya. Salah
satu contoh enclosed space adalah pump room atau ruang pompa. Pada saat melakukan
praktik laut, penulis menemukan kecelakaan pada kru kapal ketika bekerja di dalam pump
room yang terjadi karena tuntutan pekerjaan yang menyebabkan kru bekerja dengan
tergesa-gesa. Pencegahan kecelakaan pada kru kapal ketika bekerja di dalam pump room
dapat dilakukan dengan pemberian edukasi mengenai prosedur memasuki pump room
kepada seluruh kru kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
prosedur memasuki pump room yang tepat, faktor-faktor penyebab kecelakaan ketika
bekerja di dalam pump room, dan apa saja upaya yang dapat dilakukan agar tetap aman
bekerja di dalam pump room.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kualitatif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan observasi di
atas kapal MT. B SUN, wawancara dengan kru MT. B SUN, dan dokumentasi. Penelitian
ini didukung dengan menggunakan teknik triangulasi metode dengan memadukan sumber
data sehingga menemukan jawaban yang valid satu sama lain.
Prosedur memasuki pump room tepat adalah dengan mematuhi semua isi dari pump
room entry permit dan selalu melakukan pengecekan terhadap gas yang terdapat di dalam
pump room. Ketika kita sudah menjalankan pump room entry permit maka kita dapat
mencegah faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan terhadap kru kapal saat bekerja di
dalam pump room seperti kurangnya pemahaman kru terhadap prosedur memasuki pump
room yang tepat, tindakan tidak disiplin kru ketika bekerja di dalam pump room, dan alat
alat keselamatan di kapal yang kurang memadai. Pemberian edukasi mengenai prosedur
memasuki pump room menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja. Selain dengan
pemberian edukasi, pelaksanaan safety meeting dan drill secara berkala merupakan contoh
pencegahan kecelakaan kerja di dalam pump room. Ketika melakukan pekerjaan di dalam
pump room sebaiknya seluruh kru saling mengingatkan dan menggunakan alat-alat
keselamatan yang diperlukan agar tidak terjadi kecelakaan kerja
Analisis Terlambatnya Pelaksanaan Embarkasi dan Debarkasi Penumpang KM. Dobonsolo di Pelabuhan Ambon
Abstrak –
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan proses
embarkasi dan debarkasi penumpang KM. Dobonsolo di
Pelabuhan Ambon serta upaya peningkatan kelancarannya.
Kapal KM. Dobonsolo mengalami keterlambatan
keberangkatan pada 18 dan 25 Desember 2022, masing
masing selama 3 dan 2 jam, akibat proses embarkasi dan
debarkasi yang belum selesai.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan
triangulasi (observasi, wawancara, dan dokumentasi) dalam
teknik pengumpulan data, serta menggunakan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan dalam teknik
analisis datanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian
prosedur embarkasi dan debarkasi sehingga dilaksanakan
secara bersamaan, kurang tertatanya akses embarkasi dan
debarkasi di Pelabuhan ambon, dan lemahnya sistem
keamanan embarkasi dan debarkasi menjadi kendala utama.
Upaya perbaikan yang disarankan meliputi penerapan
standar operasional prosedur yang sesuai, pengaturan akses
yang lebih baik di pelabuhan ambon, serta peningkatan
sistem keamanan selama proses embarkasi dan debarkasi di
Pelabuhan Ambon
IDENTIFIKASI PUTUSNYA BREAST LINE MV. MANALAGI PRITA SAAT PROSES SANDAR DI PLTU TANJUNG JATI JEPARA
ABSTRAK
Firmansyah, Dimas Putra, NIT. 572011117763 N, 2024, “Identifikasi Putusnya
Breast Line Saat MV. Manalagi Prita Proses Sandar di PLTU Tanjung Jati
Jepara”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Capt. Suherman., M.Si., M.Mar
Pembimbing II : Muhammad Choeroni., S.ST.Pel.
Berdasarkan adanya tragedi putusnya mooring line maka dapat
menyebabkan beberapa kerugian seperti terkenanya mooring line kepada crew
sehingga menyebabkan kecelakaan kerja dan menghambat proses bongkar muat
dikarenakan kapal tidak dapat sandar. Pada putusnya breast line juga memiliki
penyebab yang dapat membuat breast line putus. Setelah mengetahui apa saja
penyebabnya maka peneliti dapat melakukan pencegahan agar tidak terjadinya
kembali putusnya breast line.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pola deskrptif.
Sumber data berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Obeservasi
peneliti akan lebih fokus terhadap kondisi mooring line, jenis mooring line yang
digunakan dan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya putusnya breast line.
Kemudian ditinjau juga dengan wawancara para narasumber dan saksi kejadian
putusnya breast line. Dokumentasi adalah data sekunder dokumentasi adalah data
yang sangat kuat untuk digunakan sebagai bukti dan alat pembantu menjawab
pertanyaan peneliti.
Faktor internal adalah kondisi mooring line dan juga kurang optimalnya
komunikasi crew kapal disaat proses sandar. Faktor eksternal adalah cuaca buruk,
ombak yang tinggi serta arus dan angin yang kencang, Kemudian bantuan dari
tugboat yang tidak optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah
terjadinya putusnya breast line disaat proses sandar jika tidak memungkinkan untuk
melakukan pergantian pada mooring line dapat melakukan pergantian posisi
mooring line pada ujung mooring line menjadi pangkal mooring line; adanya cuaca
yang tidak mendukung maka dapat dicegah dengan melakukan penundaan sandar
dan juga agar tugboat dapat membantu dengan optimal, maka dapat memberikan
tugboat ataupun fender yang sesuai dengan kebutuhan setiap kapal
OPTIMALISASI PROSES BUNKER SHIP TO SHIP DI MT. B STAR MENGACU PADA BUNKER SUPPLY AGREEMENT
ABSTRAK
Riyadi, Rayhan Putra De, 2024. "Optimalisasi Proses Bunker Ship to Ship Di MT.
B Star Mengacu Pada Bunker Supply Agreement". Skripsi Program Diploma
IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. Capt. Akhmad Ndori, S.ST.,M.M.,M.Mar. Pembimbing
II: Aryanti Fitrianingsih., S.T.,M.T.
Kapal tanker adalah jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut minyak
dan produk turunannya. Jenis kapal tanker terbagi menjadi beberapa jenis yaitu gas,
crude oil, dan kapal bunker. Kapal bunker adalah kapal yang dibuat khusus untuk
mengangkut hasil minyak bumi dan di mendistribusikan minyak kepada kapal lain
dengan metode ship to ship transfer. Pada saat melakukan penelitian, peneliti
mengamati masalah kurang optimalnya proses bunker yang mengakibatkan
keterlambatan pendistribusian minyak ke kapal lain. Sebelum melakukan operasi
bunkering dilakukan berbagai prosedur demi keamanan dan keselamatan bekerja.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dan penyebab kurang
optimalnya proses bunker, dampak keterlambatan, dan upaya pengoptimalan proses
bunker.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penelitian ini didukung dengan menggunakan teknik triangulasi
dengan memadukan ketiga sumber data menjadi sinkron satu sama lain.
Penyebab dari kurang optimalnya proses bunker ini disebabkan oleh
beberapa faktor yaitu suhu muatan yang rendah, perbedaan diameter bunker
manifold, perbedaan ketinggian kapal antara kapal bunker dengan kapal yang akan
di suplai, dan kurangnya perawatan dalam menjaga alat-alat bunker. Dampak yang
ditimbulkan berpengaruh kepada kedua kapal sehingga menyebabkan kerugian.
Upaya yang dilakukan untuk mencegah keterlambatan salah satunya yaitu
memanaskan muatan di dalam tangki. Sebelum melakukan proses bunkering
sebaiknya para kru mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk menunjang
proses bunker supaya proses bunker berjalan dengan optimal
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT BONGKAR MUAT REACH STACKER TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN TERMINAL BUMIHARJO
Abstrak-Reach stacker adalah alat penting dalam
proses kegiatan bongkar pada PT Pelindo Multi Terminal
Bumiharjo. Namun, kinerja dan fungsionalitas reach stacker yang
buruk akan berpengaruh terhadap produktivitas kegiatan bongkar
muat peti kemas khususnya di Pelabuhan Terminal Bumi Harjo.
Tujuan dari penulisan penelitian mengenai Pengaruh
Alat Reach Stacker Terhadap Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas
di Pelabuhan Terminal Bumiharjo adalah : 1). Untuk Mengetahui
dan mengindentifikasi pengaruh penggunaan alat reach stacker
terhadap peningkatan produktivitas bongkar muat peti kemas di
Pelabuhan Terminal Bumiharjo, dan 2). Untuk Mengidentifikasi
permasalahan yang dihadapi dalam pengoperasian alat bongkar
muat reach stacker di Pelabuhan Terminal Bumiharjo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus pada Pelabuhan Terminal Bumi Harjo
dengan mendiskripsikan secara rinci bagaimana pengaruh
penggunaan alat reach stacker terhadap peningkatan produktivitas
bongkar muat peti kemas dan apa saja permasalahan yang
dihadapi dalam pengoperasian alat bongkar muat reach stacker.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor usia
peralatan dan kesalahan operasional oleh operator reach stacker
merupakan penyebab utama menurunnya kinerja dan
produktivitas bongkar muat peti kemas pada Pelabuhan Terminal
Bumi Harjo. Sehingga PT. Pelindo Multi Terminal Bumiharjo
perlu melakukan peremajaan atau penggantian peralatan reach
stacker yang sudah tua dan sering mengalami kerusakan dengan
peralatan baru yang lebih modern dan efisien
ANALISIS PENURUNAN PERFORMA AIR DRYER GUNA KELANCARAN PENGOPERASIAN PNEUMATIC VALVE ACTUATOR DI MT. CORAL ALICIA
ABSTRAKSI
Kusuma, Ichino Rento Aldi Perdana. 2024. “Analisis penurunan performa air
dryer guna kelancaran pengoperasian pneumatic valve actuator di MT.
Coral Alicia”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Ali Muktar
Sitompul M.T, M.Mar.E., pembimbing II: Drs. Suharto., M.T.
Sistem pneumatic adalah sistem yang cara kerjanya menggunakan udara
terkompresi, dimana sistem ini memerlukan udara yang kering untuk setelah itu
diedarkan ke permesinan yang membutuhkan udara sebagai penggeraknya maka
dari itu udara yang dihasilkan harus sepenuhnya kering.. Kelancaran dalam
pengoperasian sistem pneumatic sangat bergantung dengan alat yang bernama air
dryer. Alat ini berperan sebagai pengering udara agar tidak mengandung air, karena
jika masih mengandung air akan mempengaruhi kinerja peralatan yang
menggunakan prinsip pneumatic salah satunya valve actuator. Berdasarkan
pengalaman Penulis, pada tanggal 15 April 2023, terjadi kegagalan dalam
pengoperasian valve actuator yang menyebabkan beberapa valve tidak terbuka
sepenuhnya, salah satunya yang paling berpengaruh adalah valve ballast. Proses
ballasting mengalami gangguan karena valve actuator tidak dapat terbuka
sepenuhnya. Tujuan penelitian ini guna mengetahui faktor penyebab, dampak dari
kegagalan pengoperasian air dryer system, serta upaya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik
analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why. Metode ini bekerja dengan
meninjau faktor penyebab penurunan performa air dryer dari yang paling utama
untuk mengetahui penyebab dasar dari kegagalan tersebut. Uji kredibilitas data
dalam penelitian dengan triangulasi data.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan pengoperasian alat tersebut
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: kondensor kotor, ambient temperature
tinggi, pipa freon me’nuju evaporator kotor. Kegagalan pengoperasian tersebut
dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem pneumatic yang dikarenakan
udara yang dihasilkan tidak sepenuhnya kering masalah ini ditemukan saat drain
tube pada actuator dicerat dan mengeluarkan air. Upaya untuk mengatasi yaitu
melakukan pembersihan kondensor dan fan agar aliran pendinginan udara dapat
berjalan normal dan lakukan monitoring. Melakukan pemindahan air duct ke ruang
pendingin jika kamar mesin panas. Melakukan pembersihan pada pipa kondensor
dengan cairan chemical enviromate yang direndam selama 24 jam. lebih sering jika
kapal memasuki area operasi yang memiliki kualitas udara kurang baik
IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG SERTIFIKAT SANITASI KAPAL DI PT KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA
ABSTRAKSI
Nugroho, Fajar. 2024,“Implementasi Permenkes Nomor 40 Tahun 2015 Tentang
Sertifikat Sanitasi Kapal di PT Kartika Samudra Adijaya”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Nur Rohmah, SE.,
MM., Pembimbing II : Taruga Runadi, M.Si.
Peraturan Menteri No 40 tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal
merupakan salah satu peraturan perundang-undangan yang bertujuan untuk
menyajikan pentingnya kapal bagi kesehatan masyarakat dalam kaitannya
dengan penyakit dan untuk menyoroti pentingnya menerapkan langkah-
langkah pengendalian yang tepat. Permasalahan terjadi pada pelaksanaan
Permenkes No. 40 Tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal pada pasal
13 di PT Kartika Samudra Adijaya yang menjadi fokus dalam penelitian ini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh
PT Samudra Kartika Adijaya dalam pengimplementasian Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 40 Tahun 2015 tentang sertifikat sanitasi kapal dan upaya
untuk mengatasinya.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan
studi pustaka. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi pada
sumber dan triangulasi pada teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dalam implementasi
permenkes nomor 40 tahun 2015 ditunjukkan dengan adanya penemuan
vektor pembawa penyakit jenis kecoa di dapur TB Alamanda pada saat
pemeriksaan tanggal 29 september 2022 oleh petugas KKP, dimana
penemuan ini melanggar kepatuhan implementasi permenkes nomor 40
tahun 2015 terkait keberadaan vektor seperti kecoa, berdampak pada
kesehatan kapal dan berpengaruh pada penerbitan sertifikat sanitasi. Upaya
yang dilakukan oleh PT Kartika Samudra Adijaya selaku pemilik dan
penanggungjawab terhadap permasalahan yang dialami oleh kapal TB
Alamanda yaitu dengan melakukan kegiatan fumigasi, merancang kegiatan
sosialisasi tentang kebersihan kapal guna mendorong kesadaran dalam diri
seluruh kru kapal, serta peningkatan sarana prasarana yang memadai guna
mencegah terjadinya permasalahan yang sama di kemudian hari