Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    PENGARUH LAMBATNYA PROSES BUKA HATCH COVER TYPE FOLDING TERHADAP BONGKAR MUAT PADA KAPAL MV DK 02

    Get PDF
    ABSTRAK Triantoro, Muhammad Taufik, NIT. 572011117749 N, 2024, “Pengaruh Lambatnya Proses Buka Hatch Cover Type Folding Terhadap bongkar muat MV. DK 02”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Capt. Ilham Ashari., S.Si. T., M.M., M. Mar Pembimbing II : Pranyoto., S.Pi., M.AP. Pada saat kapal MV. DK 02 akan melaksanakan proses muat di Balikpapan Terminal Coal hatch cover pada nomor 4 sulit untuk dibuka. setelah melakukan perbaikan dan menyebabkan penundaan muat pada palka tersebut, Sehingga dilakukan membuka hatch cover secara manual supaya proses muat tidak tertunda lebih lama. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pola deskriptif. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada observasi, penulis berfokus terhadap faktor penyebab terjadinya hatch cover lambat saat dibuka. Kemudian ditinjau dengan wawancara terhadap narasumber yang bertanggung jawab hal tersebut. Dokumentasi digunakan untuk barang bukti penulis dan alat bantu untuk menjawab pernyataan yang di tulis oleh peneliti. Faktor teknis meliputi dari sumber daya manusia pada kapal yang merujuk pada peran dan elemen manusia yang terlibat di atas kapal atau yang bertanggung jawab pada proses controlling servicing and evaluating dalam penggunaan hatch cover. Faktor mekanis dalam penyebab terkendalanya meliputi komponen pendukung kapal yaitu kondisi peralatan pada kapal yang menjadi kendala permasalahan dalam penelitian dan dari pihak Perusahaan apabila terjadi kendala. Upaya yang dilakukan dengan melakukan pengecekan oil hydraulic secara berkala dan melakukan pembersihan filter pompa hatch cover. Serta mengganti o’ring control valve yang sudah rusak serta mengganti mengganti coupling penghubung pompa dengan elektronik motor supaya pompa dapat bekerja secara maksimal

    Penanganan Tumpahan Batu Bara Pada Kegiatan Transhipment di PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati Kalimantan Selatan

    No full text
    Abstrak - Tumpahan batu bara pada kegaitan bongkar muat merupakan salah satu insiden yang mencemarkan laut pada kegiatan Ship To Ship (STS). PT Cipta Krida Bahari Cabang Bunati Kalimantan Selatan mengalami insiden tersebut ketika pelaksanaan bongkar muat batu bara pada kegiatan transhipment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan tumpahan batu bara pada proses kegiatan transhipment di PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati, Kalimantan Selatan dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati, Kalimantan Selatan dalam menangani tumpahan batu bara pada kegiatan transhipment. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Informan utama penelitian ini adalah Bapak Henson Purnomo selaku Penanggung Jawab Oerasional dan informan pendukung penelitian ini adalah Bapak Dilah selaku foreman. Penelitian ini melakukan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Faktor yang dapat menyebabkan tumpahan batu bara pada kegiatan transhipment di PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati Kalimantan Selatan meliputi faktor alat, faktor manusia dan faktor cuaca. Upaya yang dilakukan oleh PT. Cipta Krida Bahari Cabang Bunati Kalimantan Selatan dalam menangani tumpahan batu bara pada kegiatan transhipment meliputi perawatan grab secara teratur, pengawasan yang ketat selama proses pemuatan batu bara menggunakan floating crane, mengingatkan operator crane untuk berhati-hati saat angin bertiup kencang agar muatan tidak tercecer, dan melaksanakan pertemuan keselamatan (safety meeting) sebelum memulai proses pemuatan dan perlunnya training untuk meningkatkan pengetahuan dan prosedur pada saat kegiatan bongkar muat

    MENGOPTIMALKAN PERAWATAN MAIN ENGINE ACCUMULATOR PADA MESIN INDUK MAN B&W 6S60ME DI KAPAL MV ULTRA LYNX

    Get PDF
    ABSTRAKSI BUDI, YOGI PRASTIO, 2024. NIT : 561911227305 T, “Mengoptimalkan Perawatan Main Engine Accumulator Pada Mesin Induk Man B&W 6S60 ME Di Kapal MV Ultra Lynx". Teknika Department Program, Diploma IV Program, Semarang Merchant Marine Polytechnic, Supervisor I: Dr.Dwi Prasetyo,.S.Sit,. M.M ,. M.Mar.E Dan Lecture II: CaPT Anugrah Nur Prasetyo., M.Si Main Engine Accumulator merupakan teknologi modern dalam sistem mesin induk di kapal yang sesuai dengan aturan International Maritime Organization (IMO). Saat penulis praktek di kapal MV Ultra Lynx, masinis yang ada kurang memahami cara merawat main engine accumulator karena pada dasarnya main engine accumulator adalah komponen modern dan mempunyai jenis dan tipe yang berbeda. MV Ultra Lynx kapal milik perusahaan SMTECH SMC merupakan kapal yang termasuk baru dan mempunyai system terbaru, maka dari itu main engine accumulator di pergunakan di kapal ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana data yang didapatkan dari kapal MV Ultra Lynx melalui observasi di atas kapal, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Kepala Kmar Mesin, masinis I, masinis II dan masinis III sebagai informan terkait perawatan main engine accumulator. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sebagai uji keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan dan diuraikan secara detail oleh peneliti yang berkaitan dengan perawatan main engine accumulator di kapal MV Ultra Lynx, maka dapat disimpulkan bahwa perawatan main engine accumulator meningkatkan kinerja, lebih efisien, dan praktis. Selain itu, SOP yang diberikan perusahaan terkait perawatan main engine accumulator belum dilaksanakan dengan baik

    ANALISIS PENTINGNYA EDUKASI PROSEDUR MEMASUKI PUMP ROOM UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN KERJA PADA KRU KAPAL DI MT. B SUN

    Get PDF
    ABSTRAK Anggara, I Kadek C. 2024. “Analisis Pentingnya Edukasi Prosedur Memasuki Pump Room Untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja Pada Kru Kapal Di MT. B SUN”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Moh. Zaenal Arifin., S.Si.T., M.M., M.Mar., Pembimbing II: Indah Nurhidayati., M.Si. Enclosed space adalah ruangan yang minim ventilasi dan tidak dapat digunakn bekerja terus menerus sehingga memerlukan ijin khusus jika ingin memasukinya. Salah satu contoh enclosed space adalah pump room atau ruang pompa. Pada saat melakukan praktik laut, penulis menemukan kecelakaan pada kru kapal ketika bekerja di dalam pump room yang terjadi karena tuntutan pekerjaan yang menyebabkan kru bekerja dengan tergesa-gesa. Pencegahan kecelakaan pada kru kapal ketika bekerja di dalam pump room dapat dilakukan dengan pemberian edukasi mengenai prosedur memasuki pump room kepada seluruh kru kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur memasuki pump room yang tepat, faktor-faktor penyebab kecelakaan ketika bekerja di dalam pump room, dan apa saja upaya yang dapat dilakukan agar tetap aman bekerja di dalam pump room. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan observasi di atas kapal MT. B SUN, wawancara dengan kru MT. B SUN, dan dokumentasi. Penelitian ini didukung dengan menggunakan teknik triangulasi metode dengan memadukan sumber data sehingga menemukan jawaban yang valid satu sama lain. Prosedur memasuki pump room tepat adalah dengan mematuhi semua isi dari pump room entry permit dan selalu melakukan pengecekan terhadap gas yang terdapat di dalam pump room. Ketika kita sudah menjalankan pump room entry permit maka kita dapat mencegah faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan terhadap kru kapal saat bekerja di dalam pump room seperti kurangnya pemahaman kru terhadap prosedur memasuki pump room yang tepat, tindakan tidak disiplin kru ketika bekerja di dalam pump room, dan alat alat keselamatan di kapal yang kurang memadai. Pemberian edukasi mengenai prosedur memasuki pump room menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja. Selain dengan pemberian edukasi, pelaksanaan safety meeting dan drill secara berkala merupakan contoh pencegahan kecelakaan kerja di dalam pump room. Ketika melakukan pekerjaan di dalam pump room sebaiknya seluruh kru saling mengingatkan dan menggunakan alat-alat keselamatan yang diperlukan agar tidak terjadi kecelakaan kerja

    Analisis Terlambatnya Pelaksanaan Embarkasi dan Debarkasi Penumpang KM. Dobonsolo di Pelabuhan Ambon

    No full text
    Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan proses embarkasi dan debarkasi penumpang KM. Dobonsolo di Pelabuhan Ambon serta upaya peningkatan kelancarannya. Kapal KM. Dobonsolo mengalami keterlambatan keberangkatan pada 18 dan 25 Desember 2022, masing masing selama 3 dan 2 jam, akibat proses embarkasi dan debarkasi yang belum selesai. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan triangulasi (observasi, wawancara, dan dokumentasi) dalam teknik pengumpulan data, serta menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dalam teknik analisis datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian prosedur embarkasi dan debarkasi sehingga dilaksanakan secara bersamaan, kurang tertatanya akses embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan ambon, dan lemahnya sistem keamanan embarkasi dan debarkasi menjadi kendala utama. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi penerapan standar operasional prosedur yang sesuai, pengaturan akses yang lebih baik di pelabuhan ambon, serta peningkatan sistem keamanan selama proses embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Ambon

    IDENTIFIKASI PUTUSNYA BREAST LINE MV. MANALAGI PRITA SAAT PROSES SANDAR DI PLTU TANJUNG JATI JEPARA

    Get PDF
    ABSTRAK Firmansyah, Dimas Putra, NIT. 572011117763 N, 2024, “Identifikasi Putusnya Breast Line Saat MV. Manalagi Prita Proses Sandar di PLTU Tanjung Jati Jepara”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Capt. Suherman., M.Si., M.Mar Pembimbing II : Muhammad Choeroni., S.ST.Pel. Berdasarkan adanya tragedi putusnya mooring line maka dapat menyebabkan beberapa kerugian seperti terkenanya mooring line kepada crew sehingga menyebabkan kecelakaan kerja dan menghambat proses bongkar muat dikarenakan kapal tidak dapat sandar. Pada putusnya breast line juga memiliki penyebab yang dapat membuat breast line putus. Setelah mengetahui apa saja penyebabnya maka peneliti dapat melakukan pencegahan agar tidak terjadinya kembali putusnya breast line. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pola deskrptif. Sumber data berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Obeservasi peneliti akan lebih fokus terhadap kondisi mooring line, jenis mooring line yang digunakan dan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya putusnya breast line. Kemudian ditinjau juga dengan wawancara para narasumber dan saksi kejadian putusnya breast line. Dokumentasi adalah data sekunder dokumentasi adalah data yang sangat kuat untuk digunakan sebagai bukti dan alat pembantu menjawab pertanyaan peneliti. Faktor internal adalah kondisi mooring line dan juga kurang optimalnya komunikasi crew kapal disaat proses sandar. Faktor eksternal adalah cuaca buruk, ombak yang tinggi serta arus dan angin yang kencang, Kemudian bantuan dari tugboat yang tidak optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya putusnya breast line disaat proses sandar jika tidak memungkinkan untuk melakukan pergantian pada mooring line dapat melakukan pergantian posisi mooring line pada ujung mooring line menjadi pangkal mooring line; adanya cuaca yang tidak mendukung maka dapat dicegah dengan melakukan penundaan sandar dan juga agar tugboat dapat membantu dengan optimal, maka dapat memberikan tugboat ataupun fender yang sesuai dengan kebutuhan setiap kapal

    OPTIMALISASI PROSES BUNKER SHIP TO SHIP DI MT. B STAR MENGACU PADA BUNKER SUPPLY AGREEMENT

    Get PDF
    ABSTRAK Riyadi, Rayhan Putra De, 2024. "Optimalisasi Proses Bunker Ship to Ship Di MT. B Star Mengacu Pada Bunker Supply Agreement". Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Capt. Akhmad Ndori, S.ST.,M.M.,M.Mar. Pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih., S.T.,M.T. Kapal tanker adalah jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut minyak dan produk turunannya. Jenis kapal tanker terbagi menjadi beberapa jenis yaitu gas, crude oil, dan kapal bunker. Kapal bunker adalah kapal yang dibuat khusus untuk mengangkut hasil minyak bumi dan di mendistribusikan minyak kepada kapal lain dengan metode ship to ship transfer. Pada saat melakukan penelitian, peneliti mengamati masalah kurang optimalnya proses bunker yang mengakibatkan keterlambatan pendistribusian minyak ke kapal lain. Sebelum melakukan operasi bunkering dilakukan berbagai prosedur demi keamanan dan keselamatan bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dan penyebab kurang optimalnya proses bunker, dampak keterlambatan, dan upaya pengoptimalan proses bunker. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini didukung dengan menggunakan teknik triangulasi dengan memadukan ketiga sumber data menjadi sinkron satu sama lain. Penyebab dari kurang optimalnya proses bunker ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu suhu muatan yang rendah, perbedaan diameter bunker manifold, perbedaan ketinggian kapal antara kapal bunker dengan kapal yang akan di suplai, dan kurangnya perawatan dalam menjaga alat-alat bunker. Dampak yang ditimbulkan berpengaruh kepada kedua kapal sehingga menyebabkan kerugian. Upaya yang dilakukan untuk mencegah keterlambatan salah satunya yaitu memanaskan muatan di dalam tangki. Sebelum melakukan proses bunkering sebaiknya para kru mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk menunjang proses bunker supaya proses bunker berjalan dengan optimal

    PENGARUH PENGGUNAAN ALAT BONGKAR MUAT REACH STACKER TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN TERMINAL BUMIHARJO

    No full text
    Abstrak-Reach stacker adalah alat penting dalam proses kegiatan bongkar pada PT Pelindo Multi Terminal Bumiharjo. Namun, kinerja dan fungsionalitas reach stacker yang buruk akan berpengaruh terhadap produktivitas kegiatan bongkar muat peti kemas khususnya di Pelabuhan Terminal Bumi Harjo. Tujuan dari penulisan penelitian mengenai Pengaruh Alat Reach Stacker Terhadap Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Terminal Bumiharjo adalah : 1). Untuk Mengetahui dan mengindentifikasi pengaruh penggunaan alat reach stacker terhadap peningkatan produktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Terminal Bumiharjo, dan 2). Untuk Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pengoperasian alat bongkar muat reach stacker di Pelabuhan Terminal Bumiharjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Pelabuhan Terminal Bumi Harjo dengan mendiskripsikan secara rinci bagaimana pengaruh penggunaan alat reach stacker terhadap peningkatan produktivitas bongkar muat peti kemas dan apa saja permasalahan yang dihadapi dalam pengoperasian alat bongkar muat reach stacker. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor usia peralatan dan kesalahan operasional oleh operator reach stacker merupakan penyebab utama menurunnya kinerja dan produktivitas bongkar muat peti kemas pada Pelabuhan Terminal Bumi Harjo. Sehingga PT. Pelindo Multi Terminal Bumiharjo perlu melakukan peremajaan atau penggantian peralatan reach stacker yang sudah tua dan sering mengalami kerusakan dengan peralatan baru yang lebih modern dan efisien

    ANALISIS PENURUNAN PERFORMA AIR DRYER GUNA KELANCARAN PENGOPERASIAN PNEUMATIC VALVE ACTUATOR DI MT. CORAL ALICIA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Kusuma, Ichino Rento Aldi Perdana. 2024. “Analisis penurunan performa air dryer guna kelancaran pengoperasian pneumatic valve actuator di MT. Coral Alicia”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Ali Muktar Sitompul M.T, M.Mar.E., pembimbing II: Drs. Suharto., M.T. Sistem pneumatic adalah sistem yang cara kerjanya menggunakan udara terkompresi, dimana sistem ini memerlukan udara yang kering untuk setelah itu diedarkan ke permesinan yang membutuhkan udara sebagai penggeraknya maka dari itu udara yang dihasilkan harus sepenuhnya kering.. Kelancaran dalam pengoperasian sistem pneumatic sangat bergantung dengan alat yang bernama air dryer. Alat ini berperan sebagai pengering udara agar tidak mengandung air, karena jika masih mengandung air akan mempengaruhi kinerja peralatan yang menggunakan prinsip pneumatic salah satunya valve actuator. Berdasarkan pengalaman Penulis, pada tanggal 15 April 2023, terjadi kegagalan dalam pengoperasian valve actuator yang menyebabkan beberapa valve tidak terbuka sepenuhnya, salah satunya yang paling berpengaruh adalah valve ballast. Proses ballasting mengalami gangguan karena valve actuator tidak dapat terbuka sepenuhnya. Tujuan penelitian ini guna mengetahui faktor penyebab, dampak dari kegagalan pengoperasian air dryer system, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why. Metode ini bekerja dengan meninjau faktor penyebab penurunan performa air dryer dari yang paling utama untuk mengetahui penyebab dasar dari kegagalan tersebut. Uji kredibilitas data dalam penelitian dengan triangulasi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan pengoperasian alat tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: kondensor kotor, ambient temperature tinggi, pipa freon me’nuju evaporator kotor. Kegagalan pengoperasian tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem pneumatic yang dikarenakan udara yang dihasilkan tidak sepenuhnya kering masalah ini ditemukan saat drain tube pada actuator dicerat dan mengeluarkan air. Upaya untuk mengatasi yaitu melakukan pembersihan kondensor dan fan agar aliran pendinginan udara dapat berjalan normal dan lakukan monitoring. Melakukan pemindahan air duct ke ruang pendingin jika kamar mesin panas. Melakukan pembersihan pada pipa kondensor dengan cairan chemical enviromate yang direndam selama 24 jam. lebih sering jika kapal memasuki area operasi yang memiliki kualitas udara kurang baik

    IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG SERTIFIKAT SANITASI KAPAL DI PT KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Nugroho, Fajar. 2024,“Implementasi Permenkes Nomor 40 Tahun 2015 Tentang Sertifikat Sanitasi Kapal di PT Kartika Samudra Adijaya”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Nur Rohmah, SE., MM., Pembimbing II : Taruga Runadi, M.Si. Peraturan Menteri No 40 tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal merupakan salah satu peraturan perundang-undangan yang bertujuan untuk menyajikan pentingnya kapal bagi kesehatan masyarakat dalam kaitannya dengan penyakit dan untuk menyoroti pentingnya menerapkan langkah- langkah pengendalian yang tepat. Permasalahan terjadi pada pelaksanaan Permenkes No. 40 Tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal pada pasal 13 di PT Kartika Samudra Adijaya yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh PT Samudra Kartika Adijaya dalam pengimplementasian Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2015 tentang sertifikat sanitasi kapal dan upaya untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi pada sumber dan triangulasi pada teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dalam implementasi permenkes nomor 40 tahun 2015 ditunjukkan dengan adanya penemuan vektor pembawa penyakit jenis kecoa di dapur TB Alamanda pada saat pemeriksaan tanggal 29 september 2022 oleh petugas KKP, dimana penemuan ini melanggar kepatuhan implementasi permenkes nomor 40 tahun 2015 terkait keberadaan vektor seperti kecoa, berdampak pada kesehatan kapal dan berpengaruh pada penerbitan sertifikat sanitasi. Upaya yang dilakukan oleh PT Kartika Samudra Adijaya selaku pemilik dan penanggungjawab terhadap permasalahan yang dialami oleh kapal TB Alamanda yaitu dengan melakukan kegiatan fumigasi, merancang kegiatan sosialisasi tentang kebersihan kapal guna mendorong kesadaran dalam diri seluruh kru kapal, serta peningkatan sarana prasarana yang memadai guna mencegah terjadinya permasalahan yang sama di kemudian hari

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇