Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    Pengaruh penurunan tekanan hydrophore tank terhadap suplai air tawar ke akomodasi di MV. Golden Rose

    No full text
    Abstrak- Hydrophore tank/water pressure tank yakni tangki guna simpanan air sementara, berlanjut memisahkan air juga udara lewat membrane hingga udara didalam terkompresi. Air di tangka itu didistribusi ke detector tekanan, yang menutup/membuka saklar motor listrik penggerak pompa. Pompa berhenti bila tekanan tangka sudah menggapai ketetapan batas minimum. Di system ini udara terkompresi menekan air ke system distribusi juga paska berulang mengembang juga ikut terkompresi lambat laun berkurang, sebab larut di air ataupun terbawa keluar tangka. System tangka tekan umumnya didesain supaya volume udara tidak lebih 30% di volume tangka 70% volume tangki isi air. Metode penelitian skripsi ini yakni metode SHEL (Software, Hardware, Environment, Liveware) guna perolehan prioritas persoalan misal aspek penyebab, dampak, usaha, minimnya tekanan hydrophore tank pada suplai air tawar di MV. Golden Rose. Output penelitian di kapal MV. Golden Rose yakni sebab minimnya tekanan hydrophore tank pada suplai air tawar di kelompok software perawatan tidak sejalan maintenance plan, kelompok hardware feed water pump tidak berkerja normal, kelompok environment tidak teraturnya pemakaian air tawar, kelompok liveware kurang wawasan juga pengalaman terkait hydrophore tank. Usahanya lewat pengecekan juga revisi sejalan jadwal maintenance plan, dilakukqn pembatasan pemakaian air tawar supaya kerja hydrophore tank bisa normal, pemberian training juga ujian sebelum naik kapal

    ANALISIS PENYEBAB RUSAKNYA WIRE ROPE PADA SAAT BONGKAR MUAT DI KM. TRIFOSA

    Full text link
    ABSTRAK Wahyuditama, Putu Dena. 2025. “Analisis Penyebab Rusaknya Wire Rope Pada Saat Bongkar Muat di KM. Trifosa”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Suherman., M.M., M.Mar., Pembimbing II: Amad Narto., M.Pd., M.Mar.E. Kapal laut memiliki peranan yang penting dalam melakukan pendistribusian barang, dikarenakan kegiatan ekspor dan impor Sebagian besar dilakukan melalui laut. Peralatan bongkar muat adalah susunan dari berbagai alat yang diatur dari kapal atau di dalam kapal. Pada 10 November 2023, saat praktek laut di KM. Trifosa yang membawa 6.500 ton pupuk dari Petrokimia Gresik, terjadi kerusakan wire rope pada derrick crane nomor 1 saat bongkar muatan di Pelabuhan Belawan yang mengakibatkan tertundanya proses bongkat muat. Berdasarkan peristiwa tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan rusaknya wire rope, untuk mengetahui dampak apa saja yang muncul ketika wire rope terjadi kerusakan, dan untuk mengetahui upaya apa yang dapat diimplementasikan ketika kerusakan wire rope. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dimana seluruh data yang didapatkan peneliti melalui observasi, wawancara langsung dengan kru kapal, dan dokumentasi foto serta dibantu menggunakan metode diagram tulang ikan dalam melakukan analisa faktor penyebab terjadinya masalah di dalam rumusan masalah yang pertama. Kemudian dilakukan analisa sampai menghasilkan suatu temuan yang memberikan pemecahan masalah dan dituangkan dalam suatu tulisan di dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan kerusakan wire rope diakibatkan karena kurang profesionalnya operator dalam penggunaan alat bongkar muat kapal dan kurangnya pemaham pada awak crew kapal tentang cara pemeliharaan yang menyebabkan rantas pada bagian wire. Kerusakan wire rope berdampak sangat besar ketika proses bongkar muat karena menyebabkan terhambatnya proses distribusi yang diakibatkan barang yang belum selesai dilakukannya proses bongkar maupun muat. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeliharaan rutin pada alat bongkar muat, membuat jadwal perawatan yang jelas agar dapat dilakukan pemeriksaan wire lebih detail jika ditemukan ada bagian wire yang sudah mengalami kerusakan atau gejala gejala lain yang mempengaruhi pelaksanaan bongkar muat agar dapat segera ditangani untuk dilakukan penggantian. Selain itu, seluruh awak kapal selalu diberikan pemahaman dan pembelajaran tentang standar operasional yang benar dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan untuk menunjang seluruh barang yang dimuat dan dibongkar tetap aman dan lancar dalam pendistribusiannya

    Analisis Kerusakan Wire Rope Saat Bongkar Muatan Di KM. Trifosa

    No full text
    Abstrak- Peralatan bongkar muat adalah susunan dari berbagai alat yang diatur dari kapal atau di dalam kapal. Pada 10 November 2023, KM. Trifosa mengalami kerusakan wire rope pada derrick crane nomor 1 saat bongkar muatan di Pelabuhan Belawan yang mengakibatkan tertundanya proses bongkat muat. Berdasarkan peristiwa tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rusaknya wire rope, untuk mengetahui dampak apa saja yang muncul ketika wire rope terjadi kerusakan, dan untuk mengetahui upaya yang dapat diimplementasikan ketika kerusakan wire rope. Penelitian dilakukan di KM. Trifosa dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian diketahui bahwa penyebab kerusakan wire rope dikarenakan kurang profesionalnya operator dalam penggunaan alat bongkar muat dan pemaham pada awak crew kapal tentang cara pemeliharaan. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeliharaan rutin pada alat bongkar muat, membuat jadwal perawatan yang jelas, pemeriksaan wire lebih detail, melakukan penggantian jika ditemukan ada bagian wire yang sudah mengalami kerusakan atau gejala-gejala lain yang mempengaruhi pelaksanaan bongkar muat. Selain itu, seluruh awak kapal selalu diberikan pemahaman dan pembelajaran tentang standar operasional yang benar dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan untuk menunjang seluruh barang yang dimuat dan dibongkar tetap aman dan lancar dalam pendistribusiannya

    Analisis Timbulnya Scale Pada Feed Water Side Evaporator Fresh Water Generator di MV. Lumoso Karunia VIII

    No full text
    Abstrak- Fresh water generator (FWG) digunakan untuk memenuhi kebutuhan air tawar untuk akomodasi dan operasional permesinan yang membutuhkan. Salah satu komponen pentingnya adalah feed water side evaporator yang menguapkan air laut menggunakan panas dari fresh water cooling jacket main engine. Kerak (scale) yang muncul pada feed water side evaporator dapat menurunkan kinerja FWG. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan timbulnya scale pada feed water side evaporator, upaya yang dilakukan untuk mengatasi timbulnya scale pada feed water side evaporator, dan tindakan pencegahan guna menhindari timbulnya scale pada feed water side evaporator. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan SHEL. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi dari data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulnya scale disebabkan oleh perawatan yang tidak sesuai dengan maintenance plan, tidak digunakannya chemical dosing pump, suhu pemanas yang terlalu tinggi, serta kurangnya pemahaman dan pengalaman engineer terhadap FWG. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pembersihan pada feed water tube evaporator menggunakan bor listrik. Sedangkan tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara chemical circulation descaler setelah unit FWG berhenti beroperasi

    ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA SUHU PADA RUANGAN PENDINGIN BAHAN MAKANAN DI MV. MAVENDRA MAS

    Full text link
    ABSTRAKSI Januar, Mochammad Deny. NIT. 561911227273 T, 2025, “Analisis Tidak Tercapainya Suhu Pada Ruang Pendingin Bahan Makanan di MV. Mavendra Mas”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. MUSTHOLIQ, M.M., M.Mar.E Pembimbing II: RETNO HARIYANTI, S.Pd., M.M Sistem pendingin pada ruang penyimpanan bahan makanan di kapal memiliki peran penting dalam menjaga kesegaran dan kualitas bahan selama pelayaran. Jika suhu yang dibutuhkan tidak tercapai, bahan makanan dapat mengalami pembusukan, yang dapat menyebabkan kerugian operasional serta berdampak pada kesejahteraan kru kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian suhu pada ruang pendingin di kapal MV. Mavendra Mas, menganalisis dampaknya, serta menyusun langkah-langkah perbaikan untuk mencegah masalah serupa di masa mendatang. Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan prosedur perawatan sistem pendingin agar lebih efektif dan dapat diandalkan Penelitian ini mengidentifikasi akar penyebab masalah. menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem pendingin. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Kamar Mesin (KKM) dan Masinis 4, serta pengumpulan dokumen teknis kapal. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan diagram tulang ikan (fishbone) dengan pendekatan 4M untuk Faktor yang menyebabkan permasalahan ini terjadi adalah pada bagian evaporator, kondensor, dan ekspansion valve dari sistem mesin pendingin ruang bahan makanan yang mengalami kendala. Dampak dari permasalahan ini adalah tidak tercapainya suhu pada ruang pendingin bahan makanan sehingga menyebabkan beberapa bahan makanan mengalami kerusakan. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kerja dari mesin pendingin meliputi defrosting, pembersihan pipa, dan penggantian ekspansi valve. Sedangkan untuk meminimalisir kejadian terulang kembali adalah melakukan perencanaan perawatan yang lebih sistematis serta peningkatan pemantauan suhu

    Peran Stacker Reclaimer Terhadap Pemuatan Batu Bara di Jetty PT Mahakam Coal Terminal

    No full text
    Abstrak - PT Mahakam Coal Terminal merupakan anak perusahaan dari PT Ancara Logistics Indonesia dan memiliki terminal khusus batu bara yang Bernama Jetty Mahakam Coal Terminal atau disingkat sebagai “Jetty MCT”. Penelitian ini dilakukan pada Jetty Mahakam Coal Terminal. Pemuatan batu bara menyangkut berbagai aspek tentang bagaimana cara melakukan persiapan dan pemuatan di atas kapal. Namun pada fakta di lapangan ada beberapa aspek tersebut belum dapat terlaksana dengan baik sehingga akan berpengaruh pada kerugian pada perusahaan pemilik muatan. Salah satu permasalahan adalah loading time loading dan rate yang lambat masih terjadi di beberapa jetty atau terminal khusus batu bara Indonesia sehingga jumlah produksi tahunan menurun serta mempengaruhi penjualan ekspor yang membuat income tambang batu bara menurun salah satu contoh jetty tersebut adalah Jetty Mahakam Coal Terminal Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data menggunakan program SPSS 26, populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja operasional di Jetty Mahakam Coal Terminal yang terlibat langsung dalam pemuatan batu bara, seperti operator Stacker Reclaimer, supervisor operasional, teknisi pemeliharaan, dan personel keselamatan kerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini secara keseluruhan sebanyak 50 orang dengan menggunakan analisis regresi sederhana, uji t, uji r serta uji r2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stacker reclaimer memiliki hubungan yang kuat dan signifikan terhadap pemuatan batu bara, dengan nilai korelasi sebesar 0,780 dan signifikansi 0,001 (< 0,05), yang menegaskan perannya dalam meningkatkan kelancaran dan efektivitas pemuatan. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 5,455 + 0,835X dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,609 atau 60,9%, yang berarti stacker reclaimer berkontribusi signifikan terhadap efisiensi pemuatan batu bara, sementara 39,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi penggunaan stacker reclaimer dapat meningkatkan produktivitas terminal secara keseluruhan

    Analisis Menurunnya Kinerja Reliquefaction System terhadap Temperatur dan Tekanan Kargo di LPG/C Pertamina Gas 1

    No full text
    Abstrak- Gas released merupakan suatu peristiwa yang sangat tidak diharapkan oleh kapal LPG dikarenakan menimbulkan banyak resiko yang membahayakan bagi seluruh awak kapal dan operasi. Terjadinya gas released dikarenakan tingginya temperatur dan tekanan di dalam tangki kargo yang melebihi M.A.R.V.S (Maximum Allowable Relief Valve System). Tingginya temperatur dan tekanan kargo dalam tangki ini disebabkan oleh menurunnya kinerja reliquefaction system sehingga tidak bekerja dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya kinerja reliquefaction system dalam menanggulangi agar peristiwa yang sama tidak terjadi dikemudian hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menerapkan metode analisis data SHEL (Software, Hardware, Environment, liveware) dengan membandingkan tiap komponen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka berupa foto, dokumen dan manual yang relevan dengan penelitian. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi (sumber, teknik dan waktu). Hasil penelitian menunjukan bahwa kurangnya pemeliharaan dan perawaatan terhadap instrumen kompresor menyebabkan menurunnya kinerja reliquefaction system. Seawater filter yang kotor dan pompa air laut yang korosi menjadi salah satu faktor penyebabnya. Perawatan dan pemeliharaan sesuai dengan plan maintenance system dan standar operasional prosedur perlu diaplikasikan dalam menjaga kinerja sistem ini

    Pengendalian Penyumbatan Nozzle Burner Pada Auxiliary Steam Boiler Di MV. Arimbi Baruna

    No full text
    Abstrak- Nozzle burner memiliki fungsi penting dalam menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan pola yang tepat, memungkinkan campuran bahan bakar dan udara terbakar secara optimal. penyumbatan pada nozzle burner merupakan salah satu masalah utama yang sering dihadapi dalam sistem auxiliary steam boiler di kapal. Pentingnya pengendalian dan perawatan rutin nozzle burner tidak hanya berkaitan dengan efisiensi pembakaran, tetapi juga berdampak langsung pada operasional kapal secara keseluruhan. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tersumbatnya Nozzle burner pada Auxiliary Steam Boiler di MV. Arimbi Baruna.Untuk mengetahui dampak dari faktor yang menyebabkan tersumbatnya Nozzle burner pada Auxiliary Steam Boiler di MV. Arimbi Baruna.Untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah tersumbatnya Nozzle burner pada Auxiliary Steam Boiler di MV. Arimbi Baruna. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam menyusun penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data peneliti menggunakan strategi analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Dalam pengujian keabsahan data penelitian menggunakan metode triangualasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa penyumbatan pada nozzle burner disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kualitas bahan bakar yang buruk, perawatan yang tidak teratur, penggunaan alat pengukur yang tidak akurat, dan kurangnya pengetahuan serta keterampilan awak kapal dalam menangani masalah teknis pada auxiliary steam boiler. Tersumbatnya nozzle burner berdampak negatif pada kinerja auxiliary steam boiler, yang menyebabkan penurunan produksi uap, pembakaran yang tidak optimal, peningkatan downtime, dan meningkatnya biaya pemeliharaan. Selain itu, masalah ini juga dapat memperlambat operasional kapal dan menimbulkan risiko kerusakan pada sistem pendukung lainnya. Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi peningkatan keterampilan dan pelatihan awak kapal, penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi, implementasi jadwal pemeliharaan yang ketat sesuai dengan Planned Maintenance System (PMS), serta pemantauan yang lebih baik terhadap alat pengukur temperatur dan tekanan untuk memastikan stabilitas operasional

    PEMUTUSAN KONTRAK KERJA ABLE BODIED SEAMAN (AB) MT. DUKE CHEMIST DI PT. INKOR DUNIA SAMUDERA

    No full text
    Abstrak- Pada tanggal 18 Oktober 2023 terjadi pemutusan Perjanjian Kerja Laut (PKL) oleh PT. Inkor Dunia Samudera terhadap salah satu kru kapal MT. Duke Chemist dengan jabatan Able Bodied Seaman (AB). PKL yang semula berdurasi 10 bulan hanya dijalani selama 5 bulan karena pelanggaran prosedur keselamatan yang dilakukan oleh kru tersebut, yaitu merokok di dalam kabin kapal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses penandatanganan PKL, penyebab pemutusan PKL, serta upaya pencegahan yang dilakukan oleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta validasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses PKL diawali dengan pelatihan, verifikasi sertifikat, dan penandatanganan dokumen. Pelanggaran yang dilakukan oleh kru menjadi dasar pemutusan PKL oleh perusahaan. Upaya pencegahan yang dilakukan PT. Inkor Dunia Samudera antara lain: sosialisasi peraturan, pemberian sanksi tegas, peningkatan pengawasan, dan penerapan sistem penghargaan

    ANALISIS PROSEDUR PELAKSANAAN HOLD CLEANING PADA SAAT PERGANTIAN MUATAN DI KAPAL MV SANTA INES

    No full text
    Abstrak - Prosedur pelaksanaan hold cleaning yang baik pada saat pergantian muatan perlu dilakukan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan proses pembersihan ruang muatan, mendeskripsikan prosedur pelaksanaan hold cleaning pada saat pergantian muatan serta menjelaskan bagaimana upaya mencegah terlambatnya ruang muatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data yang ada kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa (1) faktor yang dapat menyebabkan terlambatnya proses pembersihan ruang palka adalah faktor cuaca, kurangnya koordinasi dalam pembagian tugas Mualim I sebagai penanggung jawab, ketersediaan alat yang tidak memadai, serta keahlian dan kedisiplinan kru kapal (2) prosedur pelaksanaan pembersihan palka pada saat pergantian muatan meliputi pengecekan ruang palka setelah melaksanakan bongkar muatan, membuat rencana pekerjaan atau rencana pembersihan ruang palka, mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pembersihan palka, melaksanakan pembersihan palka (3) upaya untuk mencegah dan mengatasi keterlambatan proses pembersihan palka melakukan pengecekan rutin terhadap alat-alat yang akan digunakan untuk pembersihan palka dan pentingnya untuk mengetahui kondisi cuaca pada alur pelayaran yang akan dilewati

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇