Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    OPTIMALISASI PERAWATAN DECK CRANE PADA MV. PEONY LAUT

    Get PDF
    ABSTRAK Nakula, Bagas. 2024. “Optimalisasi Perawatan Deck Crane Pada MV.Peony Laut”, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., Pembimbing II: Fatimah, S.Pd, M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui bagaimana Standart Operasional Prosedur (SOP) perawatan deck crane, Untuk mengetahui peran wire crane terhadap operasional deck crane dan Untuk mengetahui upaya tata kelola manajemen perawatan crane pada MV. Peony Laut. sehingga perawatannya yang efektif sangat diperlukan. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini yaitu kualitatif dengan penyajian deskriptif, digunakan untuk menggambarkan objek penelitian di kapal MV. Peony Laut. Penelitian ini mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan informan utama seperti Chief Officer dan crew, serta data sekunder dari literatur dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang diolah menggunakan analisis kualitatif dan Root Cause Analysis (RCA) untuk memahami masalah dalam perawatan deck crane. Keabsahan data diuji melalui triangulasi, memastikan validitas dan reliabilitas informasi yang diperoleh, dengan tujuan menjelaskan optimalisasi perawatan deck crane secara komprehensif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa SOP perawatan deck crane perlu dilakukan secara teratur agar dapat mencegah terjadinya kegagalan proses bongkar muat. Selain itu upaya tata kelola manajemen perawatan deck crane MV. Peony Laut agar optimal dapat dilakukan dengan cara strategi perencanaan (planning) terhadap perawatan, stategi pengetahuan (knowledge) tentang perawatan, dan evaluasi dari perawatan (safety meeting)

    OPTIMALISASI PENGIKATAN MUATAN KONTAINER DI KAPAL MV SINAR SIANTAR

    Get PDF
    ABSTRAKSI Supendi, Samudra Phinanggih. NIT. 572011137848 N, 2024, ”Optimalisasi Pengikatan Muatan Kontainer di Kapal MV Sinar Siantar”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Moh. Zaenal Arifin, S.ST, M.M, M.Mar Pembimbing II : Ria Hermina Sari, SS., M.Sc. Proses pengikatan muatan pada kapal kontainer merupakan hal yang krusial pada proses pemuatan. Proses pengikatan muatan harus sesuai dengan cargo securing manual. Di MV Sinar Siantar, peneliti menemukan adanya pengikatan muatan yang tidak sesuai dengan cargo securing manual. Hal ini tentunya membahayakan untuk muatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kurang optimalnya pengikatan muatan kontainer dan upaya untuk mengoptimalkan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif. Peneliti melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data. Data yang dikumpulkan lalu dianalisis menggunakan analisis fishbone untuk selanjutnya dibahas menggunakan referensi atau studi pustaka. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa pelaksanaan pengikatan muatan kontainer di MV Sinar Siantar masih kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh metode pengikatan muatan yang tidak sesuai dengan cargo securing manual, belum dilakukannya familiarisasi untuk pengikatan muatan berdasarkan cargo securing manual dan kru kurang melakukan pengawasan selama pelaksanaan pengikatan muatan. Adapun upaya untuk mengoptimalkan pengikatan muatan adalah melaksanakan toolbox meeting untuk familiarisasi cargo securing manual pada MV Sinar Siantar, meningkatkan pengawasan saat cargo operation, meningkatkan patroli cargo watch, melakukan pengecekan peralatan pengikatan muatan secara berkala. Kata Kunci : Pengikatan muatan, kontainer, optimalisasi

    ANALISIS PENGGUNAAN LIME COATING UNTUK PERSIAPAN RUANG MUAT DI KAPAL MV PAN BONITA

    Get PDF
    ABSTRAK Attaqiy,Naufal Tamaam, 2024. “Analisis Penggunaan Lime Coating Untuk Persiapan Ruang Muat Di Kapal MV Pan Bonita”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Wahju Wibowo, S.Sos., M.Psi., M.Mar. Pembimbing II: Yozar Firdaus Amrullah, S.S., M.Hum. Pada era ekonomi modern saat ini, semua sistem perdagangan harus bisa memenuhi segala kebutuhan manusia yang tak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Salah satu hal yang perlu ditekankan dalam proses pendistribusian tersebut adalah menyiapkan segala sesuatu yang berubungan dengan kelancaran menangani suatu muatan dari mulai muat hingga bongkar. Salah satu persiapan tersebut ialah dengan cleaning ruang muatan, juga ada beberapa hal khusus dalam menangani muatan tertentu seperti yang dialami penulis dalam proses loading muatan makanan. Sebelum melakukan proses loading, harus dipastikan bahwa ruang muatan harus sudah terlapisi dengan lime coating. Lime coating sendiri ialah suatu proses melapisi seluruh ruang muatan dengan mencampurkan kapur, susu bubuk, gula dan juga air, kemudian setelah semua dicampur maka akan disemprotkan ke seluruh bagian dari ruang muat. Namun dalam pelaksanaannya peneliti menemukan banyak keterbatasan yang membuat proses pelaksanaan lime coating itu sendiri menjadi terhambat, dibuatnya skripsi ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman berdasarkan pandangan penulis mengenai prosedur yang harus dilakukan agar proses lime coating dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif, dengan langkah-langkah observasi serta wawancara selama peneliti melaksanakan praktik laut, wawancara mendalam dengan awak kapal MV Pan Bonita sebagai informan juga melalui studi dokumentasi, dan dilanjut studi pustaka sebagai langkah awal yang ditentukan dalam proses penelitian. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis diagram fishbone, dengan diberikan pandangan yang terstruktur mengenai penyebab dari masalah, diagram fishbone dapat membantu dalam hal membantu proses pengambilan sebuah keputusan. Informasi yang didapat dari diagram tersebut membuat penulis untuk menganalisis area yang paling membutuhkan perhatian. Penelitian yang telah dilakukan ini mendapatkan hasil bahwa faktor-faktor permasalahan disebabkan oleh kurangnya perhatian dari awak kapal terhadap kesiapan dalam menghadapi suatu pekerjaan, dalam hal ini adalah proses dari lime coating. Hal tersebut akan menyebabkan terhambatnya proses pelaksanaan lime coating. Akan lebih baik apabila mualim 1 serta awak kapal lainnya memperhatikan mengenai kesiapan dan ketersediaan peralatan ataupun bahan-bahan yang digunakan dalam proses lime coating, agar proses pelaksanaan lime coating dapat berjalan lancar dan efektif

    ANALISIS PENANGANAN MUATAN BATU BARA TERBAKAR DI SPB ABM INTAN

    Get PDF
    ABSTRAKSI Zeineldin Saleh, Tawfik Youssef Tawfik. NIT. 572011137867 N, 2024, ”Analisis Penanganan Muatan Batu Bara Di SPB ABM Intan”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Dr. Iskandar, SH, MT. Pembimbing II : Indira Ari Putri, S.ST.Pel., M.T Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan penanganan kebakaran muatan batu bara di kapal SPB ABM Intan. Proses pemuatan dan pembongkaran batu bara berpotensi menyebabkan kebakaran yang dipicu oleh gesekan antar material, suhu lingkungan yang panas, serta kualitas batu bara yang buruk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data fishbone, yang bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan analisis data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.data. Hasil pembahasan penelitian ini mengidentifikasi bahwa kebakaran batu bara disebabkan oleh gesekan antar material, ventilasi palka yang buruk, dan batu bara yang belum sepenuhnya dingin saat dimuat. Penanganan yang diterapkan, seperti penghentian pemuatan, penyiraman dengan air dan bahan kimia, serta pemantauan suhu, belum sepenuhnya efektif mengurangi risiko kebakaran. Penelitian ini menekankan pentingnya tindakan preventif, seperti pendinginan batu bara sebelum dimuat, perbaikan ventilasi, dan pelatihan kru kapal, untuk meningkatkan keselamatan, mengurangi risiko kebakaran, dan memastikan pengangkutan batu bara yang lebih aman.

    UPAYA OLAH GERAK MV. SFL HAWAII DALAM MENGHINDARI JARING KAPAL IKAN DI YELLOW SEA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Octa Rikzan, Heinrich 572011137891 N, 2024, “Upaya Olah Gerak MV. SFL Hawaii dalam Menghindari Jaring Kapal Ikan di Yellow Sea”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Moh. Zaenal Arifin, S.ST, M.M M.Mar. Pembimbing II: Prapti Utami, S.ST. Yellow Sea merupakan kawasan strategis yang menjadi jalur pelayaran niaga internasional serta lokasi pelabuhan-pelabuhan besar dengan aktivitas perikanan yang tinggi. Kondisi geografisnya yang kaya akan sumber daya ikan menjadikan perairan ini ramai oleh kapal niaga dan kapal penangkap ikan. Tingginya aktivitas nelayan, termasuk penyebaran jaring dengan pola unik, serta penggunaan teknologi oleh nelayan, menciptakan risiko navigasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya olah gerak yang dilakukan MV. SFL Hawaii dalam menghindari jaring kapal ikan, mengidentifikasi risiko navigasi yang dihadapi, serta mengevaluasi peran teknologi navigasi dalam mendukung keselamatan pelayaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Validasi data dilakukan menggunakan uji triangulasi untuk memastikan keakuratan informasi dari berbagai sumber. Analisis data dilakukan dengan pendekatan grounded theory, yang memungkinkan pengembangan teori atau hipotesis berdasarkan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi olah gerak yang efektif dan penggunaan teknologi navigasi yang memadai sangat penting untuk menghindari risiko. Pola penyebaran jaring yang ditemukan memberikan keuntungan berupa prediktabilitas, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam pengambilan keputusan navigasi. Strategi olah gerak MV. SFL Hawaii melibatkan penyesuaian kecepatan, perubahan haluan bertahap, serta peningkatan kewaspadaan untuk memitigasi risiko akibat pola jaring nelayan yang unik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara strategi olah gerak yang terencana dan pemanfaatan teknologi navigasi dapat meningkatkan keselamatan pelayaran di perairan dengan kepadatan aktivitas seperti Yellow Sea

    IMPLEMENTASI GARBAGE MANAGEMENT PLANDI MV. KARTINI SAMUDRA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Hanafiah, Fakhriansyah, 572011117764 N, 2024, “Implementasi Garbage Management Plan di MV. Kartini Samudra”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Suherman, M.Si., M.Mar., Pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih, S.T., M.T. Garbage Management Plan di atas kapal merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim dan memenuhi regulasi internasional, seperti MARPOL Annex V. Namun, dalam implementasi Garbage Management Plan di kapal MV. Kartini Samudra masih mengalami kendala seperti pembuangan sampah yang tidak sesuai prosedur oleh crew, serta terjadinya penumpukan sampah di tempat penampungan sampah buritan kapal sehingga dapat menyebabkan pencemaran laut yang merugikan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya laut. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh penulis berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi serta didukung metode diagram fishbone untuk menganalisis faktor yang menyebabkan masalah pada rumusan masalah pertama. Selanjutnya dianalisa sehingga menjadi sebuah temuan yang diberikan pemecahan masalahnya dan menjadi sebuah tulisan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang optimalnya implementasi Garbage Management Plan di MV. Kartini Samudra disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pemahaman kru tentang pemilahan sampah, kerusakan pada incinerator, serta keterbatasan fasilitas tempat sampah yang memadai. Kondisi ini menyebabkan risiko pencemaran laut dan pelanggaran terhadap regulasi MARPOL 1973. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini meliputi pelaksanaan familiarisasi terkait regulasi MARPOL, perbaikan incinerator, serta pemberian tanda atau simbol pada tempat sampah guna mempermudah kru dalam pemilahan sampah

    PELAKSANAAN DINAS JAGA YANG OPTIMAL SAAT BONGKAR MUAT DI KM. ANUGRAH BUANA VII

    No full text
    Abstrak- Optimalisasi adalah proses peningkatan sesuatu dengan perbuatan dan juga pikiran. Optimalisasi penerapan dinas jaga selama proses bongkar muat sangat diperlukan untuk meningkatkan keselamatan jiwa, muatan, dan lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yang menjelaskan kejadian fenomena dan mengumpulkan data secara mendalam. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa pelaksanaan dinas jaga pada saat bongkar muat di KM. Anugrah Buana VII belum optimal karena kurangnya pemahaman awak kapal terhadap aturan dan kurangnya tanggung jawab anggota tim regu jaga. Kendala-kendala yang terjadi pada saat proses bongkar muat adalah kurangnya pemahaman, pengetahuan dan kesadaran dari para crew kapal tentang bahaya dan bagaimana prosedur bongkar muat yang sesuai dengan standar dan aman. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan dinas jaga yaitu dengan cara mengadakan pelatihan dan pengenalan kepada seluruh crew kapal mengenai aturan STCW 1978 amandemen 2010 dan menambah personel jaga sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya

    ANALISIS KEGIATAN BONGKAR MUAT CONTAINER MENGGUNAKAN DEREK KAPAL DI MV STAR WISDOM

    Get PDF
    ABSTRAKSI Hidayat, Moh Rijal 2024 ” Analisis Kegiatan Bongkar Muat Container Menggunakan Derek Kapal di MV Star Wisdom” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Suherman., M.Si., M.Mar Pembimbing II: Capt. Indah Saraswati., S.Pd., M.T., M. Ma Proses bongkar muat peti kemas menggunakan "bay plan" untuk mengatur tata letak muatan berdasarkan ukuran, berat, jenis, dan tujuan pengiriman, guna mencegah kecelakaan dan mempercepat proses bongkar muat. Reefer cargo, peti kemas berpendingin, semakin populer sejak 1967. MV Star Wisdom menggunakan derek kapal terus-menerus, namun sering menghadapi kendala seperti mesin panas yang membatasi kapasitas angkatnya hingga 26 ton, mengakibatkan penundaan. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan data sekunder terkait sumber primer. Langkahnya mencakup pengamatan langsung pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) saat bongkar muat container di pelabuhan dan pengumpulan data di area kerja. Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan Mualim I, Kepala Kamar Mesin, dan Foreman, menggunakan metode analisis data Fault Tree Analysis (FTA).hasil penelitian menujukkan Faktor yang mempengaruhi bongkar muat kontainer dengan derek kapal mencakup kondisi derek kapal, sumber daya manusia, cuaca, dan fasilitas pelabuhan. Kurangnya perawatan mesin dan wire derek, serta ketidakcukupan pelatihan tenaga kerja, menghambat efisiensi. Cuaca buruk dan gelombang tinggi juga mempengaruhi keselamatan dan kelancaran. Upaya perbaikan meliputi pemeliharaan rutin, pelatihan tenaga kerja, dan peningkatan fasilitas serta perlengkapan. Hasil analisis kegiatan bongkar muat container di MV. Star Wisdom menunjukkan bahwa kurangnya perawatan derek kapal, pengetahuan TKBM yang minim, kondisi cuaca tidak menentu, dan fasilitas bongkar muat yang kurang lengkap adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan. Dampaknya meliputi keterlambatan kapal, peningkatan biaya, kerusakan kontainer, risiko kecelakaan kerja, dan keterlambatan operasional

    IDENTIFIKASI KEBOCORAN BALLAST PUMP NO.1 GUNA MENJAGA STABILITAS KAPAL PADA MT ANGELICA SCHULTE

    No full text
    Abstrak - Kasus yang terjadi di kapal Angelica Schulte adalah kebocoran pada ballast pump no.1. Hal ini mengakibatkan adanya kemiringan pada kapal sebesar 4-5 derajat, menghambat proses bongkar muat di pelabuhan selama 2 jam, serta membuat kru mengalami overtime untuk membersihkan air yang jatuh dalam empty space di bawah ruang pompa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana peneliti menggunakan triangulasi data dalam pengumpulan data yaitu dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini mengungkap bahwa kebocoran pada ballast pump mengakibatkan terhambatnya proses ballasting dan deballasting, terhambatnya proses bongkar muat selama 2 jam, terganggunya proses pengaturan stabilitas kapal. Upaya yang dilakukan untuk menangani kebocoran adalah dengan melakukan penambalan pada bagian badan pompa yang bocor dengan menggunakan baut yang berukuran serupa dengan lubang dan diganjal menggunakan kayu. Hal ini dapat dihindari dengan melakukan Planned Maintenance System (PMS) dengan tertib dan pengadaan suku cadang yang sesuai dengan standar manufacturer

    ANALISIS PERFORMA INTERCOOLER MESIN INDUK YANG MENURUN DI MV. TELUK BERAU

    Get PDF
    ABSTRAKSI Muhammad Ainul Yaqin, 2024. NIT. 561911237320 T, “Analisis Performa Intercooler Mesin Induk yang Menurun di MV. Teluk Berau. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widyatmaka, S,T.,M.T. Pembimbing II: Ir. Fitri Kensiwi, M.Pd. Intercooler adalah alat mekanik yang digunakan untuk mendinginkan sebuah fluida, termasuk cairan atau gas antara tahapan pada proses pemanasan multi tahap, biasanya berupa alat penukar panas yang membuang limbah panas dalam kompresor gas. Intercooler digunakan dalam berbagai permesinan, termasuk mesin induk, generator, kompresor udara, pendingin ruangan, lemari es, dan gas turbin. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme atau enterpretif, digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan observasi, wawancara, dokumentasi). Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan metode FTA (fault, tree, analysis) dan USG (urgency, seriousness, growth), karena sangat tepat untuk mencari penyebab suatu permasalahan dan menentukan prioritas masalah yang harus diselesaikan. Metode fault tree analysis digunakan untuk menjabarkan faktor penyebab dan dampak dari permasalahan yang terjadi. Sedangakan metode USG digunakan untuk menentukan urutan prioritas masalah yang harus diselesaikan Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa performa intercooler mesin induk menurun adalah terdapatnya kotoran pada kisi-kisi intercooler, buntunya pada pipa- pipa air laut intercooler, kurangnya perawatan pada intercooler, kotornya air filter pada turbocharge, dan kotornya sudu-sudu compressor. Prioritas utama masalah penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk di MV. Teluk Berau adalah buntunya pada pipa-pipa air laut intercooler yang memiliki penilaian sangat penting untuk diselesaikan terlebih dahulu agar masalah tidak bertambah semakin besar

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇