Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PENANGANAN OVER HEAT PADA TANGKI MUATAN SAAT CARGO OPERATION DI MT CIPTA DIAMOND
Putra, Owen Cahyadi , 561911137167. “Penanganan Over Heat Pada Tangki
Muatan Saat Cargo Operation DI MT Cipta Diamond”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang. Pembimbing I : Capt. Dian Kurnianing Sari,
S.ST., MM. Pembimbing II: Ibu Ria Hermina Sari, SS., M.Sc
Penanganan muatan membutuhkan perhatian dan keahlian khusus dari
kru kapal guna mencegah kemungkinan hambatan selama proses bongkar muatan.
Selain resiko meledak, high pressure juga menimbulkan hambatan pada proses
bongkar muat. Selama peneliti melaksanakan praktik laut, penanganan pelaksanaan
bongkar muat di kapal MT CIPTA DIAMOND sering mengalami masalah tekanan
tangki yang naik secara drastis atau biasa disebut high pressure.Tujuan penelitian
ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan over heat pada tangki
muatan saat cargo operation, Untuk mengetahui dampak apabila terjadi over heat
pada tangki muatan, dan Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam
penanganan over heat pada tangki muatan saat cargo operation.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Sumber data penelitian diperoleh
melalui observasi secara langsung di atas kapal, wawancara dengan beberapa kru
kapal juga didukung dengan studi dokumentasi dan studi pustaka selama
melakukan penelitian di MT Cipta Diamond. Data yang terkumpul lalu dianalisis
secara kualitatif untuk menjadi rumusan masalah.
Faktor yang menyebabkan terjadinya over heat pada tangki muatan
saat cargo operation di MT Cipta Diamond adalah pengaruh suhu pada lingkungan
tempat pelaksanaan cargo operation,dan tingginya loadig rate hour pada saat pelaksanaan
cargo operation. Dampak apabila terjadi over heat pada tangki muatan yaitu
penyusutan muatan VCM, dan dapat menimbulkan resiko ledakan Upaya
penanganan yang dilakukan untuk mengatasi over heat pada tangki muatan saat cargo
operation adalah menurunkan suhu tangki muatan menggunakan sea water sprinkler dan
menggunakan cargo compressor
ANALISIS RUSAKNYA SUDU JALAN PADA TURBIN UAP CARGO OIL PUMP TURBINE DI MT. SC CHALLENGER
ABSTRAKSI
Muh. Nur Reza Arieswaara, 2024, 561911227296.T, “Analisis Rusaknya Sudu
Jalan Pada Turbin Uap Cargo Oil Pump Turbin ”, Skripsi Program Studi
Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I : Dr. Dwi Prasetyo.,M.M., M.Mar.E dan Pembimbing II :
Awel Suryadi, S. Si. T., M.Pd.
Penelitian ini mengkaji faktor yang menyebabkan rusaknya sudu jalan pada
cargo oil pump turbine. Tujuan utama dari ini adalah untuk menganalisis faktor
penyebab rusaknya sudu jalan turbin uap Cargo Oil Pump Turbine, untuk
menganalisis dampak yang ditimbulkan dari faktor penyebab rusaknya sudu jalan
turbin uap cargo oil pump turbine, dan upaya mencegah rusaknya sudu jalan turbin
uap cargo oil pump turbine.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data
penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Adapun Teknik
pengumpulan data yang digunakan pada skripsi ini adalah observasi, dokumentasi,
wawancara, dan studi pustaka. Teknik uji keabsahan data dilakukan dengan teknik
triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan pada dalam penelitian ini adalah
diagram fishbone analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan rusaknya
sudu jalan pada cargo oil pump turbine fishbone ialah pelaksanaan pengoperasian
cargo oil pump tidak sesuai pada prosedur, cargo oil pump yang sudah berusia 27
tahun, perawatan pada kapal hanya dilakukan pada saat kapal melakukan docking,
keterbatasan sparepart yang ada dikapal, pengukuran clearence yang dilakukan
pada saat proses dry dock. Akibat dari rusaknya sudu jalan pada cargo oil pump
turbine memiliki dampak yang signifikan terhadap operasional kapal yang akhirnya
membuat kinerja komponen kapal mengalami kerusakan dan penurunan serta akan
menghambat proses pekerjaan yang seharusnya dilakukan pada kapal. Dampak lain
yang akan terjadi ialah terdapat vibrasi pada turbin ketika turbin sedang beroperasi
dan adanya penurunan pada RPM. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah
rusaknya sudu jalan pada cargo oil pump turbine ialah melakukan blowdown water
drum boiler, set point water level boiler pada posisi normal, melakukan cerat uap,
penggantian pada tube condenser, melakukan boiler water analysis secara rutin dan
penggunaan chemical pada air boiler, melakukan pembersihan filter sea chest,
mengganti sudu-sudu turbin, melakukan perawatan sesuai planned maintenance
system(PMS), menambal steam drum serta pipa-pipa yang bocor dengan di las,
perbaikan dan penggantian sparepart
OPTIMALISASI PERAWATAN TURBOCHARGER TERHADAP PROSES PEMBAKARAN MESIN INDUK DI MV. PEKAN FAJAR
Abstrak-Turbocharger merupakan bagian utama
dari mesin induk yang proses kerjanya digerakkan oleh gas
buang hasil dari pembakaran motor induk yang disalurkan
melalui exhaust manifold. Turbocharger berfungsi untuk
memompa udara masuk ke dalam ruang silinder yang dapat
digunakan untuk proses pembilasan dan pembakaran pada
mesin induk. Pada tanggal 7 Maret 2022 ketika melakukan
pelayaran dari Surabaya ke Berau dengan lama pelayaran 4
hari 3 malam. Kapal membawa muatan kontainer, dengan
cuaca laut tenang. Pada saat kapal berlayar menuju
Kalimantan setiap silinder mengalami kenaikan suhu gas
buang yang normalnya 400°C - 420 °C menjadi 440 °C - 450
°C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa
saja yang menyebabkan perawatan turbocharger belum
optimal, dampak yang diakibatkan jika perawatan
turbocharger belum optimal, dan upaya yang dilakukan
untuk mengoptimalkan perawatan turbocharger terhadap
proses pembakaran mesin induk di MV. Pekan Fajar.
Penelitian menggunakan metode deskriptif
kualitatif dengan teknik pengolahan data fishbone untuk
menggambarkan dan menjelaskan objek yang diteliti. Data
yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, dan
wawancara, fishbone diagram adalah sebuah teknik
pengolahan data yang digunakan untuk meningkatkan
kualitas dari hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang
menyebabkan perawatan turbocharger belum optimal adalah
pelaksanaan perawatan yang tidak sesuai dengan prosedur,
umur turbocharger yang sudah mencapai lebih dari 10 tahun,
dan kondisi air laut yang kotor akibat pelayaran di perairan
sungai Berau, Kalimantan Timur. Dampak yang ditimbulkan
yaitu pembakaran yang tidak sempurna, peningkatan suhu
gas buang di setiap silinder, meningkatnya temperatur udara
bilas, kerusakan pada piston dan silinder liner, serta
menurunnya tenaga mesin induk. Hal ini berpotensi
menyebabkan kerugian operasional bagi perusahaan dan
risiko terhadap keselamatan kapal. Upaya yang dilakukan
untuk mengoptimalkan perawatan turbocharger yaitu dengan
melakukan penggantian satu set turbocharger baru,
penggantian filter kassa secara rutin, dan pengecekan rutin
pada parameter temperatur dan tekanan. Upaya pencegahan
kerusakan turbocharger yaitu dengan meningkatkan
wawasan crew mesin terkait prosedur perawatan,
pengoptimalan sistem perawatan berkala, serta
pengoptimalan prosedur pengoperasian turbocharger,
khususnya saat berlayar di perairan dengan kondisi air yang
kotor
KEBOCORAN TONGKANG AKIBAT MUATAN LONGSOR DI PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP OLEH PT. TRANS POWER MARINE
Abstrak - Kapal tongkang, juga dikenal sebagai Barge,
adalah jenis kapal yang memiliki lambung datar atau kotak
besar yang mengapung. Kapal tongkang yang membawa
muatan harus memiliki performa yang baik, termasuk daya
angkut yang optimal, kekuatan geladak, dan stabilitas yang
baik. Tingginya jumlah kecelakaan kapal setiap tahun,
terutama pada kapal tongkang, seringkali disebabkan oleh
kebocoran pada void tank tongkang itu sendiri. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempegaruhi
kebocoran tongkang, proses penanganan, dan upaya
mengatasi kebocoran tongkang di PT. Trans Power Marine.
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif
kualitatif. Peneliti menggunakan observasi, wawancara serta
dokumentasi dalam pengumpulan data. Peneliti
mengumpulkan data sekaligus menguji keabsahan data
dengan mengecek melalui beberapa sumber data seperti
melakukan wawancara dengan tiga narasumber yaitu kepala
crew kapal. Peneliti melakukan teknis analisis data melalui
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Faktor yang mempengaruhi kebocoran tongkang di PT.
Trans Power Marine antara lain: Umur tongkang, muatan
kapal, terjadi penipisan plat dinding, banyak lekukan pada
plat dinding tongkang, dan kurang terampilnya operator
crame. Proses penanganan tongkang bocor di PT. Trans
Power Marine antara lain dilakukan dengan penyumbatan,
transfer air, pengelasan. Upaya mengatasi kebocoran
tongkang di PT. Trans Power Marine antara lain melakukan
briefing dengan kru tongkang, melapor kepada pihak
penjaga, melakukan dpengawasan berkala, melakukan
penilaian kinerja karyawan, dan pengembangan kompetensi
Kerusakan Hatch Cover Handle di MV. Nord Bering Mengakibatkan Terhambatnya Proses Bongkar Muat
Abstrak - Hatch cover handle merupakan komponen
untuk pengoperasian penutup palka di kapal. Alat ini
memfasilitasi pembukaan dan penutupan palka secara
mekanis. Kerusakan yang dialami hatch cover handle dapat
mengganggu proses kegiatan bongkar muat di kapal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab,
dampak dan cara mengatasi kerusakan hatch cover handle.
Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam menyusun
penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan teknik triangulasi untuk analisis data. Metode
pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil pembahasan penelitian ini adalah
terhambatnya proses bongkar muat diakibatkan patahnya
hatch cover handle saat persiapan kegiatan bongkar muatan.
Penyebab patahnya hatch cover handle saat proses membuka
palka dikarenakan kelalaian crew dalam mengoperasikan alat
tersebut. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dengan
melakukan maintenance dan pengecekan sebelum
pelakasanaan kegiatan bongkar muat pada hatch cover handle
agar peralatan tidak terjadi masalah dan mengganggu proses
kegiatan bongkar muat, melakukan pengecekan rutin pada
alat-alat agar berfungsi dengan baik
PENERAPAN ISPS CODE DI MT.B OCEAN SAAT KAPAL MELEWATI AREA FREETOWN AFRIKA
ABSTRAK
Chandra, Rafi. NIT. 57201113881N, 2024, ”Penerapan ISPS Code di MT. B
Ocean saat Kapal Melewati Area Freetown Afrika”, Program Diploma IV,
Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen
Pembimbing I : Capt. Suherman, M.Si.,M.Mar Pembimbing II : Indah
Nurhidayati, M.Si
Pembajakan menjadi ancaman serius bagi pengiriman muatan melalui kapal
di perairan luas, khususnya di kawasan seperti Freetown, Afrika, yang
merupakan jalur jalur maritim penting. Aksi pembajakan dapat menimbulkan
kerugian besar bagi crew dan perusahaan pengiriman, serta mengancam
keselamatan dan keamanan seluruh awak. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji peran penting ISPS Code dalam mencegah pembajakan, terutama
pada kapal MT B Ocean saat beroperasi di perairan Freetown.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
triangulasi untuk pengumpulan data, yang meliputi observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengevaluasi
implementasi ISPS Code pada kapal MT B Ocean, termasuk penerapan Ship
Security Plan (SSP) dan peran Ship Security Officer (SSO) dalam upaya
pencegahan pembajakan.
Hasil pembahasan penelitian ini yaitu International Ship and Port Facility
Security Code (ISPS Code) dapat mengurangi resiko pembajakan di kapal MT
B Ocean dengan menerapkan prosedur keamanan yang sesuai dengan Ship
Security Plan (SSP) yang dikembangkan oleh Ship Security Officer (SSO).
Kapal yang mengikuti prosedur keamanan sesuai dengan ISPS Code dapat
menurunkan risiko pembajakan dan memperkecil kemungkinan terjadinya
pembajakan. Upaya pencegahan pembajakan mencakup penambahan personel
keamanan di kapal, peningkatan kesadaran dan latihan pencegahan
pembajakan, serta pemantauan dan pengawasan rutin. Selain itu, kemampuan
komunikasi darurat ditingkatkan, dan perlindungan fisik diperkuat. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dengan meningkatkan pemahaman
dan pengetahuan mengenai pencegahan pembajakan, baik bagi awak kapal,
pelaut, maupun masyarakat umum, khususnya saat kapal beroperasi di
Freetown Afrika
Terjadinya OVERFLOW PADA FO PURIFIER DI MT. SC MAJESTIC LXII
Bahan bakar yang diterima kapal biasanya
terdapat air dan endapan. Maka sebelum bahan bakar
tersebut digunakan pada mesin diesel, harus melalui
banyak tahapan seperti pemanasan, pemanasan ulang,
atau sebagai tenaga penggerak. Sehingga perlu
dilaksanakannya proses pembersihan. FO purifier
memegang peranan penting dalam pembakaran. Karena
karakteristik pembakaran yang kurang baik pada mesin
akan mempengaruhi kinerja mekanisme utama, yang
dapat menyebabkan kerusakan pada mesin induk.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab dan
dampak dari overflow pada FO purifier serta upaya
mencegah. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui
observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka.
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah SHEL
analysis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan
bahwa overflow pada FO purifier di MT. SC MAJESTIC
LXII disebabkan oleh Bowl disc yang kotor, Main seal
ring yang rusak, dan Nozzle pada bowl body yang
tersumbat
TERJADINYA KEGAGALAN PROSES PREPARING BALLASTING PADA BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. CRYSTAL JADE
Abstrak- Proses preparing ballasting merupakan
proses persiapan sebelum proses ballasting berjalan. Pada
saaat akan melakukan proses preparing ballasting terdapat
masalah yaitu alarm. Setelah diamati tekanan pompa rendah
yang mana seharusnya dapat memindahkan chemical dari
TB3 tank menuju TB2 tank dalam waktu 2 menit kenyataanya
dalam waktu 2 menit kurang alarm berbunyi dan monitor
menunjukkan alarm TB solution transfer error.
Metode yang digunakan adalah penelitian
kualitatif. Sumber data yaitu primer dan sekunder dengan
teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi
Pustaka. Teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5
why untuk menemukan akar penyebab masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan
proses preparing ballasting disebabkan oleh casing yang
terdapat lobang. Dampak dari casing yang terdapat lobang
yaitu terjadi kebocoran yang menyebabkan proses transfer
chemical error. Upaya yang dapat dilakukan dengan
mengganti casing dengan spare yang tersedia di atas kapal
EVALUASI KINERJA BALLAST WATER MANAGEMENT SYSTEM DI MT. PAGERUNGAN
ABSTRAK
Kautsar, Muhammad Nahru. 2024. “Evaluasi Kinerja Ballast Water
Management System di MT Pagerungan”. Skripsi. Diploma IV, Program
Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt.
Anugrah Nur Prasetyo, M. Si., Pembimbing II: Dr. Muh. Harliman Saleh,
M. Pd.
Ballast Water Management Convention (BWMC) mewajibkan kapal untuk
mengelola air ballast guna mencegah penyebaran spesies invasif yang dapat
merusak ekosistem laut. Berdasarkan regulasi tersebut, MT. Pagerungan
melakukan instalasi CompactClean BWMS yang menggabungkan teknologi filtrasi
mekanis dan sinar ultraviolet. Namun, sistem ini menghadapi kendala saat
digunakan dalam operasional bongkar muat air balas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi kinerja BWMS di MT Pagerungan, terutama dalam operasi bongkar
air balas, serta mencari solusi efektif untuk meningkatkan kinerja sistem tersebut.
Penelitian ini merupaka penelitian evaluasi formatif dengan metode pendekatan
kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi yang melibatkan
wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknik
analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang
dilakukan secara interaktif dan terus menerus hingga data yang ditemukan jenuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penggunaan BWMS untuk operasi
bongkar air balas di MT. Pagerungan, sistem ini mengalami kendala serius, ditandai
dengan munculnya alarm 'UV-Unit Temperature Value Too High' yang
menyebabkan sistem berhenti beroperasi setiap kali diaktifkan. Suhu di dalam unit
ultraviolet terus naik dan melebihi batas alarm diakibatkan karena pompa air balas
yang mengalami dry-running sehingga aliran air balas yang dibutuhkan untuk
menjaga suhu di dalam unit UV tidak terpenuhi. Penelitian merekomendasikan
penambahan langkah priming sebelum pompa air balas dioperasikan untuk
mencegah dry-running sehingga aliran air balas menjadi optimal
OPTIMALISASI PROSES BONGKAR MUAT AUTOMOTIVE DIESEL OIL (ADO) SOLAR 48 DI MT. PRIMA XP
ABSTRAK
Syukron , Fadilah Amin. 2024. “Optimalisasi Proses Bongkar Muat Automotive
Diesel Oil (ADO) Solar 48 di MT. PRIMA XP”. Skripsi. Program Diploma
IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., Pembimbing II: Drs.
Suharto, M.T.
Untuk mengoptimalkan proses bongkar muat, Standard Operating
Procedure (SOP) harus diterapkan secara tepat demi melindungi kapal, muatan,
awak, serta lingkungan. Di MT. PRIMA XP, pelaksanaan SOP pada bongkar muat
menggunakan pompa Framo menjadi fokus utama dalam menangani Automotive
Diesel Oil (ADO) Solar 48. SOP mencakup tahapan sebelum, selama, dan setelah
operasi demi efisiensi dan keamanan.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi SOP eksisting, kendala yang
dihadapi, dan upaya perbaikan tata kelola bongkar muat ADO Solar 48 di MT.
PRIMA XP. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, serta analisis deskriptif dan Fault Tree Analysis.
Hasil menunjukkan SOP mencakup dokumen internal kapal, purging,
loading, check before start, system operation, pump start, adjusting system
pressure, pumping in parallel, end of discharging, stripping, serta tank cleaning.
muatan, yang menyebabkan miskomunikasi antara pengirim dan kru kapal. Upaya
perbaikan meliputi briefing rutin, verifikasi data berkala, dan peningkatan
komunikasi antar kru. Langkah ini dirancang untuk memastikan kelancaran proses
bongkar muat serta mengurangi risiko operasional