Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN PEREKRUTAN KRU KAPAL DI PT. AMAS ISCINDO UTAMA
ABSTRAKSI
Pramesti, Dasih. 2024. “Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan
Perekrutan Kru Kapal Di PT. Amas Iscindo Utama”. Skripsi Program
Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Retno Hariyanti,
S.Pd.,M.M., Pembimbing II: Fitri Zuhriyah, S.Psi., M.Sc.
Dengan jumlah pelaut yang meningkat, persaingan dunia usaha
pelayaran semakin memiliki kualifikasi yang ketat saat perekrutan sumber daya
manusia terutama kru kapal. Selama perekrutan berlangsung PT. Amas Iscindo
Utama mengalami handling complain yang terlambat, bahwa perusahaan
mendapatkan info keterlambatan dari beberapa pihak terkait. Maka, perusahaan
harus memberikan pelayanan jasa yang memuaskan bagi pelanggan (kru kapal).
Sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu menjadi crewing division terbaik di
Indonesia dengan meningkatkan kualitas layanan, kompetensi kru kapal dan
kepuasan kepada principle/shipowner. Tujuan yang hendak dicapai dalam
penelitian ini adalah mengetahui alur perekrutan kru kapal, mengevaluasi
penilaian kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan, serta dampak
kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perekrutan kru kapal di PT. Amas Iscindo
Utama.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana, dengan teknik
penarikan sampel menggunakan rumus slovin dengan hasil sebanyak 68 orang
pelanggan (kru kapal).
Berdasarkan hasil uji, pelayanan perekrutan kru kapal berpengaruh
positif terhadap kepuasan pelanggan di PT. Amas Iscindo Utama. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa alur perekrutan kru kapal yang dilakukan oleh PT. Amas
Iscindo Utama telah sesuai dengan kebijakan yang telah diterapkan. Hasil analisis
menunjukkan bahwa pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan
pelanggan, dapat diartikan bahwa pengaruh pelayanan meningkat maka kepuasan
pelanggan di PT. Amas Iscindo Utama akan mengalami peningkatan. Hal ini
mebuktikan bahwa semakin tinggi nilai kepuasan pelanggan, maka menunjukkan
pelayanan yang diberikan oleh petugas pelayanan perekrutan kru kapal
memberikan pelayanan yang terbaik
ANALISIS TERJADINYA OVER BUDGET MT. BULL FLORES TERHADAP BIAYA OPERASIONAL YANG TELAH DITETAPKAN OLEH PT. BUANA LINTAS LAUTAN
ABSTRAKSI
Afifah, Dian, 2024, 572011337578 K, “Analisis Terjadinya Over Budget MT
Bull Flores Terhadap Biaya Operasional Yang Telah Ditetapkan Oleh PT
Buana Lintas Lautan.”, Skripsi Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut
dan Kepelabuhan Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Fajar Transelasi, S.Tr., M.A.P, Pembimbing II: Taruga
Runadi, M.Si.
Pengoperasian kapal MT Bull Flores masih belum maksimal karena pada saat
kapal di charter oleh PT Pertamina, PT Pertamina mengarahkan Ship Manager
agar kapal MT Bull Flores melakukan pelayaran ke rute ASEAN yang awalnya
memiliki rute pelayaran domestik, sedangkan biaya operasional MT Bull Flores
selama berlayar menggunakan biaya operasional rute domestik. Dikarenakan hal
tersebut, kerugian biaya operasional mencapai US$ 151.166,09. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui penyebab over budget biaya operasional MT Bull
Flores, serta untuk menjelaskan bagaimana upaya yang dilakukan untuk
mengatasi over budget MT Bull Flores.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data
penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data
dilaksanakan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara.
PT Pertamina mencharter kapal MT Bull Flores selama 2 tahun dengan rute
pelayaran domestik. Namun pada pertengahan kontrak, PT Pertamina
mengarahkan ship manager agar kapal berlayar ke ASEAN. Dikarenakan hal
tersebut kapal mengalami pembengkakan biaya operasional. Penyebabnya yaitu
kondisi mesin yang sudah berumur, Terjadi kerusakan dan permintaan spare part
yang berlebih dari pihak kapal, serta adanya biaya tak terduga. Upaya yang
dilakukan untuk mengatasi over budget pada MT Bull Flores yaitu dengan
memaksimalkan perawatan dengan optimal, memeriksa mesin secara teratur, dan
mengalokasikan anggaran untuk biaya tak terduga
Analisis Keterlambatan Pergantian Kru di Kapal MV. Sibolga Pada PT Meratus Line Surabaya
Abstrak - S ektor kemaritiman sangat berpengaruh
untuk pelayaran, yang merupakan komponen-komponen
penting dari transportasi laut, terutama dalam
pengangkutan barang dengan jumlah yang cukup besar
sehingga dapat membantu ekonomi. Pelayaran
tradisinonal dengan kapal sederhana dengan berbendera
Indonesia memiliki peran yang penting dalam
pertumbuhan ekonomi dan transportasi nasional,
perusahaan pelayaran tidaklah hanya mengurus dan
berfokus pada keuntungan, tetapi perusahan pelayaran
juga memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga
kesejahteraan awak kapal atau kru kapal dengan
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui
apa yang menjadi penghambat kru kapal di MV. Sibolga
pada PT. Meratus Line Surabaya. 2) Mengetahui apa saja
kendala yang menyebabkan keterlambatan pergantian kru
kapal di MV. S ibolga pada PT. Meratus Line Surabaya.
3)Untuk mengetahui Upaya apa saja yang dilakukan PT
Meratus Line Surabaya untuk mengatasi keterlambatan
kru kapal di MV. S ibolga. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini
digunakan untuk mendapatkan gambaran proses
keterlambatan pergantian kru kapal di PT Meratus Line
Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi dan telaah dokumen. Data yang
diperoleh diperiksa keabsahannya. Analisis data dilakukan
dalam tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan.
Masalah penempatan kru yang belum sesuai dengan
proses pergantian kru yang menyebabkan kurangnya
dokumen serta sijil yang tidak sesuai dengan ketentuan,
sertifikat-setifikat yang seharusnya menjadi syarat
dokumen banyak yang belum direvalidasi. PT Meratus
Line melakukan beberapa Upaya untuk mengatasi
permasalahan dengan memastikan perencaan serta
koordinasi terhadap pegawai dan kru kapal dalam proses
pergantian kru dengan lebih baik
Analisis Turunnya Kinerja Sistem Pembakaran Pada Burner Incinerator Di Kapal MV. Federal Osaka
Abstrak - Waste oil atau minyak kotor merupakan
limbah minyak yang berasal dari proses operasional
permesinan yang ada di dalam kapal . Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui dampak apa saja yang
ditimbulkan dengan mengoptimalkan pembakaran waste
oil pada pengoperasian pesawat incinerator di atas kapal
dalam hal pencemaran laut, serta untuk mengetahui
upaya analisis turunnya kinerja sistem pembakaran pada
burner incinerator di kapal MV. Federal Osaka.
Metode penelitian yang digunakan penulis pada
penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data
penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder.
Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi
pustaka, dokumentasi, dan wawancara, teknik keabsahan
data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis
data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah
metode Fishbone (Man, Method, Material, Machine).
Faktor yang menyebabkan turunnya kinerja sistem
pembakaran pada burner incinerator di kapal MV.
Federal Osaka yaitu nozzke kotor, strainer kotor. Upaya
mengatasi turunnya kinerja sistem pembakaran pada
burner incinerator di kapal MV. Federal Osaka yaitu
membersihkan nozzle, membersihkan strainer
incinerator
ANALISIS PERBAIKAN DAN PERAWATAN SISTEM MAIN BURNER PADA AUXILIARY BOILER DI MV. AFRICAN PIPIT
Penelitian ini, mengkaji faktor-faktor yang dapat
menyebabkan gagalnya pembakaran pada main burner
Auxiliary Boiler di kapal MV. African Pipit. Tujuan utama
dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab
kegagalan pembakaran, dampak yang ditimbulkan, dan
upaya perbaikan yang dilakukan agar main burner dapat
berfungsi dengan normal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode observasi langsung dan wawancara
mendalam. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan
wawancara dengan teknisi dan masinis di kapal, sementara
data sekunder diperoleh dari buku harian operasional kapal
dan literatur ilmiah terkait. Teknik analisis data yang
digunakan mengikuti model Miles dan Huberman yang
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa automizer yang
tersumbat dan jarak elektroda yang tidak sesuai merupakan
penyebab utama gagalnya pembakaran pada main burner
Auxiliary Boiler. Automizer yang tersumbat menghambat
proses pengabutan bahan bakar, sehingga pembakaran
menjadi tidak efisien. Jarak elektroda yang tidak tepat
mengganggu proses pembakaran di main burner, sehingga
pembakaran tidak terjadi. Kegagalan pembakaran ini
berdampak signifikan terhadap operasional kapal, termasuk
gangguan pada produksi steam yang vital untuk mesin
utama dan mesin bantu, penurunan temperatur bahan bakar
yang diperlukan. Selain itu, kegagalan pembakaran
menghasilkan asap pekat dari funnel boiler, yang
mencemari lingkungan. Upaya perbaikan yang efektif
mencakup pembersihan automizer secara rutin untuk
mencegah penyumbatan oleh sisa-sisa pembakaran atau
kotoran bahan bakar, pengaturan ulang jarak elektroda pada
main burner untuk memastikan terbentuknya bunga api
yang cukup untuk proses pembakaran, serta pemantauan
dan mempertahankan tekanan bahan bakar sesuai
rekomendasi manual book Auxiliary Boiler. Langkah-
langkah perawatan ini terbukti penting untuk memastikan
pembakaran yang efisien dan mencegah dampak negatif
lebih lanjut
PENYEBAB TERHAMBATNYA PROSES PEMBONGKARAN MUATAN BATU BARA DI PELABUHAN TANJUNG INTAN PADA KAPAL MV DK 03 DAN PENANGANANNYA
ABSTRAKSI
Arkan, Naufal Lingga. 2024. “Penyebab Terhambatnya Proses Pembongkaran
Muatan Batu Bara Di Pelabuhan Tajung Intan Cilacap Pada Kapal MV DK
03 Dan Penananganannya”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Manungku
Trinata Pramudhita,S.Si.T.,M.Pd. Pembimbing II: Aryanti
Fitrianingsih.,S.T.,M.T.
Dalam proses pembongkaran muatan batu bara tentunya diinginkan proses
yang ada berjalan dengan lancar, aman, dan efisien, namun pada pelaksanaan
proses pembongkaran muatan batu bara di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap pada
kapal MV DK 03 terjadi beberapa kendala dan penghambat saat melaksanakan
pembongkaran muatan. Peneliti bermaksud mengidentifikasi penyebab
terhambatya proses pembongkaran muatan di kapal MV DK 03 saat bongkar di
Pelabuhan Tanjung Intan, dan mengidentifikasi upaya yang dilakukan terkait
hambatan yang terjadi.
Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif
kualitatif yang menggambarkan dan mendeskripsikan objek yang diteliti, teknik
pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara terhadap crew
kapal sebagai narasumber, dan studi dokumentasi sebagai penunjang penelitian.
Dari hasil pengumpulan data tersebut, analisis yang peneliti lakukan yaitu
menggunakan analisis diagram fishbone, terkait teknik keabsahan data
menggunakan teknik triangulasi.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penyebab dari terhambatnya proses
pembongkaran muatan batu bara di Pelabuhan Tajung Intan Cilacap pada kapal
MV DK 03 adalah karena ketidaksesuaian kinerja dengan kompetensi yang
dimiliki oleh TKBM dan operator alat bongkar muat, beberapa alat bongkar
muatan mengalami kerusakan baik dari kapal maupun darat,cuaca hujan lebat
yang tidak menentu, sebagian muatan berbentuk lumpur. Upaya yang dilakukan
yaitu memberikan instruksi, pengarahan kepada TKBM dan operator alat bongkar
muatan, melakukan perbaikan dan penggantian dengan segera ke alat bongkar
muatan yang mengalami kerusakan atau trouble, penutupan palka dilakukan
ketika hujan lebat, TKBM mendorong muatan batu bara berbentuk lumpur secara
manual menggunakan alat bantu sekop dan stick besi
ANALISIS KURANGNYA TEKANAN HYDROPHORE TANK TERHADAP SUPLAI AIR TAWAR DI KAPAL KM. BUKIT RAYA
ABSTRAKSI
Himam, M. Farhan Wildanul. 2024. “Analisis Kurangnya Tekanan Hydrophore
Tank Terhadap Suplai Air Tawar Di Kapal KM. Bukit Raya”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Dwi Prasetyo, M.M, M.Mar.E.
pembimbing II: Imam Safi’i S.Si.T., M.Si.
Hydrophore tank atau water pressure tank adalah tangki yang berfungsi
untuk menyimpan air sementara, lalu memisahkan air dan udara melalui
membrane sehingga udara didalamnya terkompresi. Air dalam tangka tersebut
dialirkan ke dalam suatu detector tekanan, yang menutup/membuka saklar motor
listrik penggerak pompa. Pompa berhenti bekerja kalau tekanan tangka telah
mencapai suatu batas minimum yang ditetapkan. Dalam system ini udara yang
terkompresi akan menekan air ke dalam system distribusi dan setelah berulang
kali mengembang dan ikut terkompresi lama kelamaan akan berkurang, karena
larut dalam air atau ikut terbawa keluar tangka. System tangka tekan biasanya
dirancang agar volume udara tidak lebih dari 30% terhadap volume tangka 70%
volume tangki berisi air.
Metode penelitian yang digunakan pada skripsi ini dalam penyampaian
masalah adalah dengan metode SHEL (Software, Hardware, Environment,
Liveware) untuk mendapatkan prioritas masalah berupa factor penyebab, dampak,
dan upaya, kurangnya tekanan hydrophore tank terhadap suplai air tawar di KM.
Bukit Raya.
Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan peneliti di kapal
KM. Bukit Raya dapat disimpulkan bahwa penyebab kurangnya tekanan
hydrophore tank terhadap suplai air tawar dari kategori software berupa
perawatan yang dilakukan tidak sesuai maintenance plan, kategori hardware
berupa feed water pump tidak berkerja dengan normal, kategori environment
berupa tidak teraturnya penggunaan air tawar, kategri liveware berupa kurangnya
pengetahuan dan pengalaman tentang hydrophore tank. Upaya yang dilakukan
adalah dengan melakukan pengecekan dan perbaikan sesuai jadwal maintenance
plan, melakukan pembatasan penggunaan air tawar agar kinerja hydrophore tank
dapat bekerja dengan normal, memberikan training dan ujian sebelum naik kapal
IDENTIFIKASI KECELAKAAN KERJA PADA CREW KAPAL MT. KALAMOS DI PT. PERTAMINA TRANS KONTINENTAL CABANG CILACAP
ABSTRAKSI
Christian, Dominic Pramudita. 2024. “Identifikasi Kecelakaan Kerja Pada
Crew Kapal MT Kalamos Di PT Pertamina Trans Kontinental Cabang Cilacap”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan
Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Andi
Prasetiawan, S.ST, M.M, Pembimbing II: Indira Ari Putri S.ST.Pel.MT
Pentingnya menjaga keselamatan saat bekerja adalah tanggung jawab bersama.
Salah satu kasus kecelakaan kerja yaitu AB di kapal MT. Kalamos yang mengalami
cidera pada jarinya karena tercepit spanner key saat akan menyambung pipa dari
darat ke manifold tangki cargo kapal untuk bongkar, pada hari Jumat 24 Februari
2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan
terjadinya kecelakaan kerja di atas kapal MT. Kalamos, dan untuk menambah
wawasan tentang keselamatan kerja. Dalam penelitian ini, metode kualitatif
digunakan untuk memahami fenomena yang dialami subjek, seperti perilaku dan
motivasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di PT
Pertamina Trans Kontinental cabang Cilacap selama 12 bulan. Analisis data
dilakukan dengan analisa deskriptif dan analisa root cause. Keabsahan data diuji
menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa kecelakaan kerja pada crew kapal MT Kalamos disebabkan oleh faktor
teknis dan non-teknis. Faktor teknis meliputi kondisi peralatan kapal yang tidak
terawat, meningkatkan risiko kerusakan dan kegagalan operasional. Faktor non-
teknis meliputi kesalahan manusia akibat kelalaian dan kelelahan dari jam kerja
panjang, serta komunikasi buruk antar kru yang menghambat koordinasi efektif
dalam situasi darurat. Kondisi ini mengurangi kewaspadaan dan kemampuan kru
untuk merespons secara tepat, meningkatkan potensi kecelakaan. Penanganan
kecelakaan kerja oleh PT. Pertamina Trans Kontinental Cabang Cilacap meliputi
beberapa langkah. Pertama, memberikan pertolongan pertama seperti pernapasan
buatan, menangani luka, atau menghentikan pendarahan. Kedua, melakukan
evakuasi darurat sesuai prosedur, memastikan semua kru memahami instruksi
evakuasi, dan menggunakan alat pertolongan darurat. Ketiga, segera memanggil
bantuan medis dengan memberikan informasi detail tentang kecelakaan dan kondisi
korban. Terakhir, membuat laporan kecelakaan yang rinci kepada pihak berwenang
di kapal serta melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami penyebab,
mengidentifikasi faktor risiko, dan memperbaiki sistem untuk mencegah kejadian
serupa di masa depan
ANALISA TUGAS DINAS JAGA DENGAN MENERAPKAN ATURAN 9 P2TL NARROW CHANNELS DI ATAS KAPAL MT. ANGGRAINI EXCELLENT
ABSTRAKSI
Saleh, Nur Alam. 2024. “ANALISA TUGAS DINAS JAGA DENGAN
MENERAPKAN ATURAN 9 P2TL NARROW CHANNELS DI ATAS
KAPAL MT. ANGGRAINI EXCELLENT”. Skripsi. Program Diploma IV,
Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Moh. Zaenal Arifin., S.ST., M.M Pembimbing II: Taruga Runadi, M.SI.
Semakin berkembangnya transportasi laut guna menjalankan roda
perekonomian negara, mulai dari kapal yang mengangkut penumpang, kapal yang
mengangkut muatan curah, termasuk para nelayan. Tujuan dari disusunnya ini
untuk membantu awak kapal yang melakukan dinas jaga laut supaya meningkatan
kesiagaan dan kewaspadaan saat akan memasuki alur pelayaran sempit. Dengan
disusunnya karya tulis ini bertujuan agar para mualim serta calon mualim jika suatu
saat akan melintasi alur pelayaran sempit maka bisa lebih meningkatkan
kewaspadaan karena hal ini sangat penting demi keselamatan seluruh awak kapal
dan keselamatan muatan yang dibawa supaya tidak terjadihal- hal yang tidak
diinginkan
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan
pendekatan melalui penelitian dan pemahaman dari metodologi yang menyelidiki
kejadian di lapangan. Penelitian dilakukan dengan dua teknik pengumpulan data,
yaitu metode lapangan dan tinjauan kepustakaan. Pengujian data dilakukan dengan
metode trianggulasi sumber, yaitu dengan membandingkan hasil wawancara antara
satu informan dengan informan lain dan mencocokkannya untuk mendapatkan
validitas, dan trianggulasi metode, yaitu membandingkan data observasi dengan
hasil wawancara yang kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan.
Berdasarkan temuan penelitian, diketahui bahwa di kapal MT. Anggraini
Excellent, pengamatan yang dilakukan selama bertugas sangat penting bagi petugas
jaga saat memasuki jalur pelayaran. Mereka harus memahami bahaya navigasi yang
mungkin muncul saat menavigasi melalui jalur sempit. Pelaksanaan prosedur
pengawasan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Prosedur pengawasan
dalam STCW 1978, yang diamandemen pada tahun 2010, berfungsi sebagai acuan
untuk penjadwalan jam jaga, mencegah tabrakan, melakukan pemeriksaan
peralatan, serta memetakan rute pelayaran
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN OLAH GERAK KAPAL DALAM PELAKSANAAN TOWING D ATAS KAPAL SINARAN CERAH
Abstraksi - Untuk menjadi Mualim andal, diperlukan
kemampuan olah gerak baik di perairan kecil, pemahaman
pasang-surut, cuaca, arus, perairan dangkal, dan peralatan
towing yang optimal. Ini penting untuk menghindari risiko
tabrakan, dengan mempertimbangkan kinerja mesin,
peralatan bantu, cuaca, dan bentuk kapal. Seorang perwira
harus mampu memimpin, memahami manuver kapal, dan
memprediksi risiko untuk efisiensi dan keselamatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian
ini menganalisis faktor penyebab kendala di kapal Sinaran
Cerah dalam mengolah gerak kapal dan cara mengatasi hal
tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor
yang menyebabkan barge milik TB Sinaran Cerah
menyenggol keramba milik warga di alur pelyaran sungai
Musi, dan upaya yang dapat dilakukan saat towing barge
demi kelancaran berlayar di alur pelayaran yang dangkal
dan sempit