Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Persiapan Ruang Muat Untuk Muatan Biji Gandum di MV. Ocean Makmur
Abstraksi - Penelitian ini membahas peran kunci dari
persiapan ruang muat dalam memastikan kelancaran dan
keberhasilan proses pemuatan. Kualitas persiapan ruang
muat tidak hanya mempengaruhi efisiensi operasional, tetapi
juga memiliki dampak besar pada muatan dan keselamatan
operasional secara keseluruhan. Kasus yang terjadi di MV.
Ocean Makmur adalah penundaan pemuatan biji gandum
karena kurang siapnya ruang muat yang mengakibatkan
kerugian baik dari segi waktu maupun materi untuk berbagai
pihak. Dari kejadian diatas dapat diketahui persiapan ruang
muat harus dipahami secara menyeluruh, sehingga kegiatan
ini berhasil dan terhindar dari penundaan pemuatan.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini ialah
motode dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian
deskriptif. Sumber data penelitian yang diambil adalah data
primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data didapat
dengan melakukan observasi, wawancara dengan
narasumber, studi Pustaka dan dokumentasi yang telah
dikumpulkan peneliti selama melaksanakan praktek laut di
MV. Ocean Makmur. Teknik analisis data yang digunakan
yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan
penarikan simpulan atau verifikasi data yang didukung pula
dengan metode triangulasi sebagai pengujian atas validitas
dan keabsahan data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya
pegawasan dalam pembersihan ruang muat dan peralatan
yang kurang memadai menyebabkan kebersihan ruang muat
kurang optimal. Kurang bersihnya ruang muat menyebabkan
terhambatnya proses pemuatan pada saat pengecekan oleh
Cargo Hold inspector. Oleh karena itu perlunya melakukan
pengawasan, job training, menjaga serta merawat peralatan
pembersihan, dan rasa kesadaran serta tanggung jawab crew
kapal dalam merawat peralatan guna menunjang kebersihan
ruang muat dan keberhasilan dalam proses
pemuatan biji gandum
ANALISIS KERUSAKAN SEAL PADA STERN TUBE DI MV. MERATUS MEDAN 2
ABSTRAKSI
Munif, Ajie Ardiansyah. 2024, NIT: 561911237365 T “ANALISIS
KERUSAKAN SEAL PADA STERN TUBE DI MV. MERATUS MEDAN
2”, Program Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang,Pembimbing Dr. Dwi Praseyto, MM, M.Mar.E, Pembimbing II:
Pranyoto, S.Pi,M.AP.
Stren tube merupakan tabung poros baling-baling, menembus
lambung kapal serta terletak di dasar permukaan laut Stern tube sangat
penting dalam poros baling-baling sebagai media pelumasan dikapal.
Seperti kita ketahui stern tube adalah pipa baja yang dibangun ke dalam
struktur kapal untuk menopang dan mengelilingi poros penggerak yang
menembus lambung kapal.
Penelitian ini menggunakan metode SHEL adalah salah satu metode
untuk mengumpulkan data kejadian dengan Software-Hardware-
Environment-Liveware. Data yang digunakan selama penelitian adalah
menggunakan data primer dan data sekunder yaitu sebagai pendukung
tersusunnya penulisan skripsi ini. Data yang diperoleh melalui data primer
antara lain dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data
sekunder antara lain dari studi pustaka. Metode SHEL digunakan untuk
membantu mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah serta
menemukan upaya untuk memperbaiki atau meminimalisir masalah
tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan kerusakan seal pada stern tube disebabkan
karena kelelahan bahan dimana pemakaian yang melebihi jam kerja dan
kualitas seal yang tidak bagus. Naiknya suhu minyak lumas juga menjadi
penyebab rusaknya seal. Ini disebabkan karena kotornya pipa-pipa
pendingin serta saringan oli yang jarang dibersihkan. Dan yang terakhir
kesalahan saat melakukan manovering yang berlebihan, maka pada sistem
pelumasan stern tube tidak bekerja dengan maksimal. Ini dapat
mengakibatkan terhentinya aliran minyak lumas yang berfungsi untuk
melumasi stern tube yang mengakibatkan seal menjadi rusak atau bocor
karena tidak ada minyak lumas yang melumasi
UPAYA MEMINIMALISIR TERJADINYA KEBOCORAN PADA HOPPER CARGO HOLD NOMOR 6 DI KAPAL MV. DK 02
ABSTRAKSI
Darmawan, Marsa Dwi, 572011117747 N, 2024, “Upaya Meminimalisir
Terjadinya Kebocoran Pada Hopper Cargo Hold Nomor 6 Di Kapal MV. DK
02”, “Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Capt. Dian Kurnianing Sari., S.St., Mm,
Pembimbing II : Fatimah., S.Pd., M.Pd.
Ballast merupakan barang atau muatan pemberat yang dibawa oleh kapal
untuk memastikan stabilitas saat kapal dengan atau tanpa muatan. Ballast
memiliki 2 macam sistem yaitu ballasting dan deballasting, yang digunakan
untuk mengisi dan membuang air pada tangki kapal sebagai stabilitas kapal
pada saat kapal terdapat muatan ataupun dalam keadaan kosong, agar kapal
dapat menunjukan performanya ketika berlayar. Salah satu kegiatan ballasting
dan deballasting yang dilakukan oleh MV DK 02 pada 24 Mei 2023 di Laut
Jawa, ketika menuju ke pelabuhan Balikpapan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui penyebab terjadinya kebocoran pada hopper palka 6 di MV
DK 02, dampak terjadinya kebocoran pada hopper palka 6 di MV DK 02, dan
upaya yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kebocoran
pada hopper palka 6 di MV DK 02.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan 3 komponen yaitu:
Reduksi data, Penyajian data, dan Kesimpulan. Kebsahan data pada penelitian
ini menggunakan triangulasi sumber data,triangulasi metode, dan triangulasi
teori.
Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa
kebocoran ini disebabkan oleh faktor usia kapal, kemudian sering terbenturnya
alat bongkar muat jenis grab dengan hopper. Tidak stabilnya kapal yang dapat
menumbulkan bahaya, penipisan plat pada hopper, dan bilges yang tidak dapat
bekerja. Untuk meminimalisir kebocoran dengan cara melakukan deballasting
pada tangki yang mengalami kenaikan, melakukan pengelasan pada hopper atau
plat yang bocor, perbaikan plat hopper dengan docking
PENERAPAN REST HOURS DI MT. B SUN MENURUT ATURAN MARITIME LABOUR CONVENTION (MLC)
ABSTRAKSI
Wicaksono, Gede Arief. NIT. 572011137875 N, 2024 ”PENERAPAN REST
HOUR DI MT.B SUN MENURUT ATURAN MARITIME LABOUR
CONVENTION (MLC)” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Capt
AKHMAD NDORI., S.ST.,M.M., M.Mar ,Pembimbing II:
MUHAMMAD CHOERONI., S.ST.Pel.
Rest hour adalah jumlah minimum jam istirahat yang harus dimiliki oleh
setiap pelaut dalam melakukan aktivitas pekerjaan diatas kapal dalam jangka
waktu yang telah ditetapkan dalam aturan. Permasalahan yang ditemui di kapal
MT. B SUN yaitu adanya overtime sehingga menyebabkan kualitas jam untuk
istirahat berkurang. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rest
hour terhadap kinerja awak kapal dan untuk mengetahui penerapan aturan MLC
2006 di atas kapal.
Dalam hal ini penulis menggunakan metode dekriptif kualitatif untuk
menggambarkan dan menguraikan objek yang diteliti. Metode ini dilakukan
dengan cara mengumpulkan data yang telah diperoleh dan dianalisa untuk
dihubungkan dengan teori-teori yang ada untuk diambil kesimpulan yang logis.
Permasalahan-permasalahan yang terjadi diuraikan, dipaparkan dan
diidentifikasi penyebabnya, kemudian dianalisa pemecahan masalahnya.
Berdasarkan hasil penulisan dan pembahasan masalah, pengaruh rest hour
tehadap kinerja awak kapal yaitu kinerja awak kapal akan menurun, keselamatan
kerja awak kapal akan terancam, dan kesehatan awak kapal akan menurun.
Sedangkan penerapan aturan MLC 2006 tentang rest hour diatas kapal yaitu
dilaksanakannya pengorganisasian jam kerja, pengawasan terhadap pelaksanaan
pekerjaan, dibuatnya jurnal kerja harian awak kapal, dibuatnya jadwal kerja
harian, dibuatnya prosedur kerja harian, dibuatnya jurnal kecelakaan kerja,
dibuatnya daftar overtime
OPTIMALISASI PELAKSANAAN SATURDAY ROUTINE DALAM MENUNJANG KESELAMATAN CREW DI ATAS KAPAL MV. NADHIF
Abstrak - Transportasi laut memainkan peran yang
sangat penting dalam mendukung perdagangan nasional dan
internasional. Pesatnya perkembangan di bidang pelayaran
dan pengetahuan membuat banyak pedagang beralih ke
angkutan laut untuk kegiatan usaha mereka. Keselamatan
menjadi aspek utama dalam dunia maritim, dengan pemilik
kapal menetapkan instruksi rutin pada hari Sabtu, yang
mencakup pengujian mesin dan kontrol untuk memastikan
perlengkapan keselamatan di kapal berfungsi optimal.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
melibatkan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi
pustaka. Wawancara dengan masinis mengungkapkan
kebutuhan penyesuaian jadwal pekerjaan dan Saturday
Routine Test, sementara observasi praktik memberikan
pemahaman lebih dalam tentang gangguan yang mungkin
terjadi, seperti cuaca buruk dan pekerjaan berlebih. Studi
pustaka dari log book menyoroti keterlambatan rutin dalam
pelaksanaan Saturday Routine Test.
Berdasarkan hasil analisis dengan metode fishbone,
penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor seperti cuaca
buruk, aktivitas berlebih, campur aduknya kegiatan
bunkering dan ship store, serta kegiatan tidak terjadwal
menjadi penyebab utama ketidak konsistenan Saturday
Routine Test. Dampaknya mencakup keselamatan awak
kapal, waktu perawatan, keterhambatan kegiatan, dan
keterlambatan spare part. Solusi yang diajukan melibatkan
penjadwalan ulang, penanganan masalah perbaikan mesin,
penundaan Saturday Routine Test, dan pengaturan ulang
tugas-tugas agar aktivitas tersebut dapat terkoordinasi
dengan baik
ANALISIS PENTINGNYA EMERGENCY SHUTDOWN SYSTEM DALAM MENJAMIN KESELAMATAN KERJA AWAK KAPAL TANKER LNG SS. TANGGUH BATUR SAAT PROSES PEMUATAN DI TANGGUH LNG TERMINAL
ABSTRAKSI
Huda, Idharul, 2023. “ANALISIS EMERGENCY SHUTDOWN SYSTEM
DALAM MENJAMIN KESELAMATAN KERJA AWAK KAPAL TANKER LNG”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Arya Widiatmaja, S.ST., M.Si. Pembimbing II: Awel Suryadi.
S.ST., M.Si.
Sistem ESD merupakan sebuah sistem komputer yang terintegrasi pada
perangkat monitor yang ada pada cargo control room. Sistem ini dapat mematikan
seluruh opersi pemuatan dengan aman untuk menghindarkan awak kapal yang bekerja
pada operasi pemuatan dari kecelakaan kerja.
Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam skripsi ini adalah diskriptif
kualitatif yang langsung menghasilkan data dari lokasi penelitian serta berdasarkan
fakta-fakta yang dialami oleh peneliti diatas kapal. Dalam hal ini peneliti
mengumpulkan data dengan cara pendekatan terhadap objek melalui observasi,
wawancara, dokumentasi serta studi pustaka.
Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti selama praktek laut di SS. Tangguh
Batur terutama ketika operasi pemuatan berlangsung di Tangguh LNG Terminal,
peneliti memahami bahwa instalasi sistem ESD sangat menarik untuk menjadi bahan
studi dan membuka pemahaman yang lebih tentang bagaimana sistm ESD mampu
menjamin keselamatan awak kapal tanker LNG ketika operasi pemuatan serta memutus
rantai kesalahan pekerjaan yang dapat berujung sebuah kecelakaan kerja. Meskipun
sistem ESD tidak sewajarnya aktif saat operasi pemuatan normal dan tidak boleh rusak
tanpa perawatan. Pemahaman cara kerja sistem ESD pada setiap awak kapal utamanya
Officer yang bertugas di cargo control room sangat penting untuk memperbaiki
kesalahan jika sistem ESD diaktifkan
ANALISIS PENYEBAB PECAHNYA CYLINDER LINER PADA GENERATOR ENGINE DI KAPAL MV. KALI MAS
ABSTRAKSI
Putro, Rizky Anggoro. 2024. “Analisis Penyebab Pecahnya Cylinder liner Pada
Generator Engine Di Kapal MV. Kali Mas”. Skripsi. Program Studi
Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I : H.Mustholiq. MM, M.Mar.E, dan Pembimbing II :
Mohammad Sapta Heriyawan, S.Kom., M.Si.
Globalisasi telah memacu pertumbuhan dari sektor transportasi.
Dalam konteks ini, pemeliharaan generator pada permesinan kapal sangat
penting untuk memastikan kelancaran operasional kapal. Generator
berfungsi menghasilkan tenaga listrik dari tenaga mekanik, dan
pemeliharaannya harus dilakukan secara rutin. Dalam keadaan darurat,
kerusakan generator dapat mengganggu keselamatan dan aktivitas kapal,
seperti yang terjadi pada kasus pecahnya cylinder liner pada mesin generator
di MV. Kali Mas. Salah satu dampak yang sering terjadi dari kerusakan
pada mesin generator adalah pecahnya cylinder liner, yang berakibat pada
penurunan kinerja kapal dan gangguan dalam pelayaran.
Metode penelitian yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah
metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan
data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka,
dokumentasi, dan wawancara, teknik keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa pecahnya cylinder liner di
MV. Kali Mas disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya
pelumasan, sistem pendingin yang tidak berjalan dengan baik, keausan pada
cylinder liner, adanya air dalam sistem pembakaran generator engine, dan
over heating cylinder liner. Dampaknya mencakup masalah pada
pembakaran generator, kotoran di sump tank generator engine, peningkatan
suhu air pendingin, dan penurunan kinerja generator engine. Untuk
mengatasi masalah ini, diperlukan penggantian spare part yang cepat,
pengecekan terhadap komponen yang diganti, serta perawatan dan
pembersihan sistem bahan bakar, pelumasan, dan pendinginan pada
generator engine kapal MV. Kali Mas
IMPLEMENTASI MANAJEMEN WAKTU ISTIRAHAT (REST HOUR MANAGEMENT) GUNA MENINGKATKAN KINERJA CREW KAPAL MV. HABCO CARINA
ABSTRAKSI
Aziz, Aldi. 2024. “Implementasi Manajemen Waktu Istirahat (Rest Hour
Management Guna Meningkatkan Kinerja Crew Kapal MV. Habco Carina”.
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Wahju Wibowo, S,Sos,. M.Psi., M.Mar.
Pembimbing II: Purwantono, S.Psi, M.Pd.
Rest hour managament merupakan pengaturan tentang bagaimana
membuat waktu istirahat crew kapal sesuai dengan ketentuan MLC 2006.
Penerapan rest hour management yang tidak sesuai dengan peraturan dapat
menyebabkan kecelakaan. Maka dibuat skripsi yang berjudul “Implementasi
Manajemen Waktu Istirahat (Rest Hour Management) Guna Meningkatkan
Kinerja Crew Kapal MV. Habco Carina”. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana penerapan manajemen waktu istirahat di atas kapal
MV. Habco Carina, dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja
crew dengan rest hour management.
Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat
deskriptif kualitatif. Sumber data utama berasal dari data primer dan data
sekunder. Proses pengumpulan data melibatkan observasi, dokumentasi, dan
wawancara. Adapun Teknik analisis data melibatkan langkah-langkah seperti
pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Metode triangulasi
digunakan sebagai pendekatan tambahan untuk memastikan validitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen waktu
istirahat di MV. Habco Carina tidak sesuai dengan ketentuan MLC 2006
tentang rest hour management. Oleh karena itu perlu dilaksanakannya
pengorganisasian jam kerja, dan pengawasan terhadap pelaksanaan
pekerjaan. Upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan kinerja crew
diatas kapal ialah dengan ditingkatkan lagi pengawasan dan pelaksanaannya
agar rest hour management dapat diterapkan dengan baik oleh crew, dan
untuk perusahaan yang bekerja dalam bidang pelayaran agar lebih
memperhatikan tentang manajemen waktu istirahat crew karena dengan
waktu istirahat yang baik akan menjadikan tubuh crew menjadi lebih prima
sehingga dapat bekerja dengan maksimal
OPTIMALISASI KINERJA STRAINER SEA CHEST TERHADAP POMPA PENDINGIN PADA MESIN INDUK DI MV MANALAGI TISYA
ABSTRAKSI
Pratama, Anggi Rizki. 2023. “Optimalisasi Kinerja Strainer Sea Chest Terhadap
Pompa Pendingin Pada Mesin Induk Di MV Manalagi Tisya”. Skripsi.
Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I : Dr. Muh Harliman Saleh, M.Pd dan Pembimbing
II : Fatimah, S.Pd., M.Pd
Sea chest adalah bagian vital pada kapal yang mengalirkan udara laut
ke dalam kapal untuk memenuhi kebutuhan sistem air laut. Strainer Sea Chest
berfungsi sebagai penyaring untuk mencegah masuknya kotoran atau biota
laut ke dalam sistem kapal. Dengan saringan yang halus, strainer ini dapat
meminimalkan masuknya benda atau kotoran yang tidak dapat disaring oleh
sea greating.. Penelitian ini berfokus pada optimalisasi Strainer Sea Chest
terhadap pompa pendingin pada mesin induk kapal, dan perawatan strainer
sea chest. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara mengoptimalkan
strainer sea chest yang membantu mendinginkan mesin utama utama kapal
induk, dan untuk mengetahui cara perawatan strainer sea chest dengan benar
di kapal .
Metode penelitian yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah
metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data
sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka,
dokumentasi, dan wawancara, teknik keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi. Dengan Teknik Analisa data Miles and Huberman. Hasil
penelitian ini menemukan bahwa optimalisasi strainer sea chest di MV.
Manalagi Tisya adalah dapat mecakup peningkatkan optimalisasi strainer
sea chest penyaringan dan pengurangan resiko sumbatan. Faktor seperti
desain strainer, ukuran celah penyaringan, dan material dapat memainkan
peran kunci dalam meningkatkan kinerja sistem di MV Manalagi Tisya.
Perawatan strainer sea chest kesimpulannya dengan membersihkan strainer
sea chest secara berkala
ANALISIS MACETNYA AIR STARTING VALVE GUNA KELANCARAN PENGOPERASIAN MESIN INDUK DI KM. AKASHIA
ABSTRAKSI
Santoso, Agus Bejo. 2023. “Analisis Macetnya Air Starting Valve guna
kelancaran pengoprasian Mesin Induk di KM. Akashia”. Skripsi. Program
Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I : Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T.,M.Mar.E. dan Pembimbing
II : Irma Shinta Dewi, S. S., M.Pd
Penelitian ini membahas masalah macetnya Air Starting Valve (ASV)
pada kapal KM. AKASHIA, yang mengakibatkan keterlambatan
keberangkatan kapal karena kegagalan start awal mesin induk, dengan fokus
menganalisis penyebabnya dan mencari solusi untuk meningkatkan
kelancaran pengoperasian ASV. Air Starting Valve bekerja dengan
menggunakan udara bertekanan yang disupply dari kompresor udara. Proses
ini melibatkan katup udara pejalan, automatic valve, sistem udara pilot, dan
distributor udara. Interlocks valve dan fungsi-fungsi lainnya dirancang
untuk mencegah masalah seperti masuknya udara bertekanan ke dalam
sistem tanpa seharusnya. Kegagalan ASV dapat menyebabkan penundaan
yang signifikan dalam operasional kapal, sehingga memahami penyebab dan
solusinya menjadi krusial. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan
dari hasil observasi dan wawancara oleh Kepala Kamar Mesin, Masinis 2,
Masinis 3, Masinis 4, dan Oiler. Data sekunder mengambil referensi dari
buku pedoman maupun penelitian sebelumnya.
Hasil penelitian dengan menggunakan metode Root Cause Analysis,
ditemukan beberapa faktor penyebab macetnya Air Starting Valve pada
Mesin Induk KM. Akashia, antara lain adanya endapan kotoran di dalam Air
Starting Valve, Plunger Starting Valve yang lengket dengan Casing Valve,
ketidakmampuan Katup Air Starting Valve untuk terbuka, dan tersumbatnya
jalur angin untuk menekan Plunger. Sebagai solusi, tindakan yang dilakukan
melibatkan pembongkaran Air Starting Valve, pembersihan menggunakan
chemical, menjaga kekeringan jalur angin dengan selalu melakukan drain
botol angin sebelum digunakan, serta memastikan udara bebas dari air dan
minyak sebelum proses starting mesin. Langkah-langkah ini diharapkan
dapat mengatasi masalah macetnya Air Starting Valve dan meningkatkan
kelancaran pengoperasian Mesin Induk KM. Akashia